Beranda blog Halaman 1328

TA Khalid Ingatkan Menteri KKP Segera Tindaklanjuti Pengerukan PPI Lampulo

0
Anggota DPR RI Ir. H. T. A. Khalid., MM. (Foto: DOK. DPR RI)

Nukilan.id – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, TA. Khalid mengingatkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), untuk segera menindaklanjuti terkait pengerukan Pangkalan Pendaratan Ikan perairan dangkal di (PPI) Lampulo sehingga anggaran yang ada tidak disalahgunakan nantinya.

Hal tersebut disampaikan pada saat melakukan Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono dan beberapa Direktoral jenderal (Dirjen) di ruang sidang gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (12/6/2023).

“Saya takut anggaran itu nanti tidak terealisasikan, padahal masyarakat masih menunggu sehingga program ini mohon diberikan perhatian agar dapat terselesaikan dengan baik,” kata TA. Khalid saat melakukan raker dengan Meneteri KKP di ruang sidang gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (12/6/2023).

Baca Juga: Muslim Tagih Janji Menteri KKP Keruk Muara Dangkal di Aceh

Menurutnya, dengan adanya PP No 26 tahun 2023 Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut sangat membantu proses sedimentasi pantai dan muara dangkal karena dapat menjadi solusi untuk menghadapi permasalahan tentang muara dangkal yang dihadapi masyarakat atau nelayan.

“Tolong ambil sedimentasi-sedimentasi dangkal kami yang ada di Aceh agar masyarakat tidak perlu menunggu pasang surut air laut untuk pergi melaut,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan, bahwa saat ini provinsi Aceh memiliki pantai dengan panjang 2.666 kilometer. Oleh karena itu, banyak terdapat muara dangkal di sepanjang garis pantai tersebut.

“Sangat panjang,” jelasnya.

TA Khalid menambahkan, bahwa baru-baru ini dirinya dihubungi langsung oleh Pj Gubernur Aceh dan masyarakat untuk menanyakan tindaklanjut terkait sedimentasi muara dangkal di sepanjang garis pantai yang ada di Aceh. Maka dari itu, dirinya meminta secepatnya dibuatkan petunjuk teknis (Juknis) dalam pengerjaan sedimentasi tersebut.

“Sampai saat ini belum ada teknis, maka secepatnya harus dibuat juknis sehingga nawaitu untuk menyelesaikan sedimentasi-sedimentasi di Aceh dapt terselesaikan,” tutupnya. [Azril]

Baca Juga: TA Khalid Diminta Awasi Pembangunan APBN Mangkrak dari Kementrian PUPR Aceh

Satresnarkoba Polres Nagan Raya Ringkus 12 Tersangka Penyalagunaan Narkotika

0
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polisi Resor (Polres) Nagan Raya berhasil meringkus 12 orang tersangka Penyalahgunaan Narkotika jenis sabu dan ganja Dalam Rangka Ops Antik Seulawah II tahun 2023. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polisi Resor (Polres) Nagan Raya berhasil meringkus 12 orang tersangka Penyalahgunaan Narkotika jenis sabu dan ganja Dalam Rangka Ops Antik Seulawah II tahun 2023.

Suka Makmue – Berdasarkan data, Tim Elang Sat Resnarkoba Polres Nagan Raya berhasil melakukan penangkapan pertamanya pada tanggal 09 Mei 2023 terhadap seorang pria berinisial MH, 33 tahun yang berdomisili di Kecamatan Kuala Pesisir, dari hasil penangkapan terhadap seorang pria berinisial MH, 33 tahun tersebut tim elang Sat Resnarkoba Polres Nagan Raya menemukan barang bukti berupa Narkotika jenis sabu seberat 1,88 gram dan Ganja seberat 1,80 gram yang disimpan oleh pelaku.

Kemudian pada Tanggal 15 Mei 2023 sekira pukul 17.00 WIB Tim elang kembali melakukan penangkapan di Desa Blang muling Kecamatan Suka Makmue Kabupaten Nagan Raya terhadap saudara AK, 43 tahun dan berhasil menemukan barang bukti Narkotika jenis sabu seberat 1,16 gram, berselang beberapa jam kemudian Tim elang berhasil meringkus 1 orang pria paru baya berinisial NR, 50 tahun di Desa Padang Panyang Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya pada Pukul 21.00 WIB dan berhasil di sita barang bukti Narkotika jenis Ganja kering seberat 2.339,56 gram di dalam rumah pria paru baya tersebut.

Baca Juga: Polres Aceh Utara Musnahkan Barang Bukti Narkotika Bernilai Belasan Miliar Rupiah

Tim elang terus memburu para pelaku penyalahgunaan Narkotika di Kabupaten Nagan Raya dan kali ini berhasil menangkap 2 orang pria yang berinisial MA, 35 tahun dan ED, 39 tahun di kebun sawit milik masyarakat yang berada di Desa Bumi Sari Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya dan Petugas Kepolisian menyita 1 satu paket narkotika jenis sabu seberat 0,56 gram dari para pelaku tersebut pada Tanggal 22 Mei 2023, keesokan harinya di Kecamatan Tripa Makmur Kabupaten Nagan Raya.

Kemudian, Satuan Reserse Narkoba Polres Nagan Raya kembali melakukan penangkapan terhadap 2 orang pelaku yang berinisial DA, 43 tahun dan AM, 43 tahun yang dimana Tim elang terlebih dahulu melakukan penangkapan terhadap Saudara DA, 43 tahun di Desa Drien Tujuh Kecamatan Tripa Makmur Kabupaten Nagan Raya, dan menyita barang bukti Narkotika jenis ganja dari pelaku seberat 576 gram, setelah diintrogasi saudara DA, 43 tahun mendapatkan Narkotika jenis ganja tersebut dari Saudara AM, 43 tahun.

Lalu dari hasil introgasi tersebut Tim elang memburu saudara AM, 43 tahun dan berhasil diringkus di rumahnya yang berada di Desa Babah lueng Kecamatan Tripa Makmur Kab. Nagan Raya, dari hasil penangkapan terhadap saudara AM, 43 tahun Tim Elang kembali menemukan barang bukti Narkotika jenis ganja kering seberat 134,48 gram di dapur rumah saudara AM tersebut dan kedua pelaku tersebut dibawa Ke Mapolres Nagan Raya guna proses lebih lanjut,

Pada Tanggal 24 Mei 2023, sekira Pukul 16.00 WIB Satuan Reserse Narkoba Polres Nagan Raya berhasil menangkap 3 orang sekaligus pelaku penyalahgunaan Narkotika jenis sabu di Desa Parom Kec. Seunagan Kab. Nagan Raya yang berinisial BI, 36 tahun, RK, 25 tahun dan OJ, 27 tahun dengan barang bukti berupa 2 (dua) paket narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan 2,76 gram milik para pelaku tersebut, berselang beberapa hari Tim elang kembali mengamankan 2 orang pelaku dengan inisial HM, 21 tahun dan MH, 30 tahun, di Desa Kuala Tuha Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya pada tanggal 26 Mei 2023, dari 2 orang pelaku tersebut Tim elang mengamankan barang bukti milik para pelaku berupa Narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan 22,74 gram setelah berhasil diamankan 2 orang pelaku tersebut beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Nagan Raya guna proses lebih lanjut,

Kapolres Nagan Raya AKBP Setiyawan Eko Prasetiya melalui Ipda Vitra Ramadani S.H., M.Si, menyatakan dari rekapitulasi Hasil Penangkapan pada Bulan Mei 2023, terdapat kasus Narkoba di wilayah Hukum Polres Nagan Raya, ada delapan perkara dan berhasil menangkap 12 tersangka dan menyita 29,1 gram sabu dan 3.050,04 gram ganja kering.

Kasat Resnarkoba Ipda Vitra Ramadani, S.H., M.Si menegaskan bahwa saat ini Satuan Reserse Narkoba sedang memburu DPO dari hasil penangkapan terhadap 12 tersangka tersebut beberapa daftar pencarian orang (DPO) diantaranya yang berinisial NR, 35 tahun RB, 30 tahun dan IR, 42 tahun yang berada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kab. Nagan Raya.

Dengan telah diamankan 12 orang pelaku narkotika itu, Kapolres AKBP Setiyawan Eko Prasetiya memberikan apresiasi kepada Satres Narkoba, karena telah berhasil mengungkapkan berbagai kasus narkotika di Kabupaten itu.

Saat ini 12 tersangka tersebut sedang menjalani proses hukum dan Kasat Resnarkoba Polres Nagan Raya mengatakan akan terus melakukan pengembangan terhadap jaringan pelaku Tindak Pidana Narkotika di wilayah hukum Polres Nagan Raya sampai ke akar akarnya Dan untuk Para pelaku 12 orang tersebut mereka di sangkakan Pasal 114, Pasal 112, Pasal 132 Undang – undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.[]

Baca Juga: Seorang Pengedar Narkotika di Pidie Ditangkap Polisi, 39 Paket Sabu Diamankan

Buka MKKS SMA se-Aceh, Alhudri Dorong Kepala Sekolah Tingkatkan Kualitas Pendidikan

0
epala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, dengan tegas mendorong para Kepala Sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, dengan tegas mendorong para Kepala Sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.

Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Konsolidasi dan Pengutan Kinerja Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se Aceh yang berlangsung di Gedung Serbaguna Cabang Dinas Pendidikan Cabang Banda Aceh – Aceh Besar. Selasa, (13/6/ 2023).

Baca Juga: Kadisdik Aceh Resmi Tutup FLS2N Tingkat SMK Tahun 2023

Dalam sambutannya, Kadisdik Aceh menekankan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh para Kepala Sekolah. Ia mengajak mereka untuk saling bekerja sama dalam memperbaiki kelemahan dan mengukur kinerja dengan objektif.

Kadisdik juga mengingatkan agar tidak terbentuk kelompok-kelompok yang memecah belah dalam membangun pendidikan Aceh, tetapi mengajak semua pihak untuk bersatu dan kompak.

Salah satu poin yang ditekankan oleh Kadisdik adalah pentingnya supervisi terhadap guru di setiap satuan pendidikan. Ia meminta kepala sekolah untuk aktif melakukan pengawasan dan menghindari terjadinya konflik antara guru dengan guru atau kepala sekolah.

“Kita harus menghormati guru sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa. Tidak ada tempat untuk penghinaan atau perlakuan yang merendahkan mereka,” tegas Kadisdik.

Terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Kadisdik menegaskan agar dilakukan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Penggunaan dana tersebut harus transparan dan akuntabel demi keberhasilan program pendidikan di Aceh.

Dalam upaya menjaga manajemen sekolah yang baik, Kadisdik meminta agar kepala sekolah mengisi dan mengelola data pokok pendidikan (Dapodik) dengan baik sesuai dengan kebutuhan. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan yang baik terhadap pelaksanaan program-program pendidikan di setiap sekolah.

Selanjutnya, Kadisdik mendorong pelaksanaan Program Bersih Estetis dan Indah (BEREH) di setiap sekolah. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa kebersihan adalah setengah dari iman, dan dengan menjaga kebersihan lingkungan sekolah, kita dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif.

Sebagai penutup, Kadisdik menekankan pentingnya kesetiaan dan loyalitas dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. Ia mengingatkan seluruh peserta bahwa hal ini merupakan amanah dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Dalam acara yang dihadiri oleh puluhan Kepala Sekolah SMA se Aceh, harapannya semoga pesan-pesan yang disampaikan oleh Kadisdik Aceh dapat menjadi motivasi bagi para kepala sekolah dalam membangun pendidikan yang lebih baik di Aceh.[]

Baca Juga: Kacabdin Aceh Timur Dampingi Kunjungan Kadisdik Aceh, Ini Pesan Alhudri

Usman Lamreung Nilai Usulan Satu Nama Calon Pj Gubernur Aceh Akan Menuai Kontroversi

0
Pengamat Sosial dan Politik Usman Lamreung. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Pengamat Publik, Usman Lamreung menyampaikan bahwa jika Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengusulkan satu nama calon Penjabat (Pj) Gubernur Aceh akan menuai reaksi kontroversi dan kritik dari berbagai pihak dikarenakan hal tersebubt langkah tersebut dianggap bukan suatu pilihan yang tidak tepat dengan mengingat surat permintaan dari Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) bahwa adanya pengusulan tiga nama calon Pj Gubernur Aceh pengganti Achmad Marzuki saat ini.

Baca Juga: Pengamat Politik, Usman Lamreung Harap Putusan MK Sesuai Undang-Undang Pemilu

Ia menilai, jika nantinya benar keputusan DPRA mengarah pada satu nama dalam pengajuan calon Pj Gubenur Aceh akan mendakan bahwa terdapat kekurangan pejabat yang mampu memimpin Aceh kedepannya.

“Seharusnya DPRA mengusulkan tiga nama calon Pj Gubernur Aceh sesuai dengan permintaan Mendagri, kalau hanya diusulkan satu nama seakan-akan Aceh kurang pejabat yang bisa menjadi calon Pj Gubernur,” kata Usman Lamreueng saat diwawancari Nukilan.id, Selasa (13/6/2023).

Menurutnya, jika DPRA tetap memaksakan diri mengusulkan satu nama calon Pj Gubernur Aceh, kemudian hal tersebut tidak memenuhi kriteria sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, bisa saja nantinya Aceh akan kembali dipimpin oleh orang baru yang tidak memahami masalah segala permasalahan Aceh baik itu dalam lingkungan Pemerintah Aceh serta upaya penanganannya.

Usman lamreung, menjelaskan, bahwa dengan kondisi dan situasi seperti saat ini, besar kemungkinan pemerintah pusat akan mempertimbangkan sosok yang sudah memahami Aceh dan mengerti bagaimana sistem pemerintahan Aceh.

“Dari pada mengambil orang baru yang berpotensi menganggu stabilatas pemerintahan dan pembangunan Aceh. Sudah seharusnya dipertimbangkan keberlanjutan kepemimpinan lama dari pada mengambil yang baru. Maka dari itu, hal ini sangat kita sayangkan, masyarakat Aceh tentu sangat kecewa,” jelasnya.

Selanjutnya, dirinya berharap, agar DPRA nanti benar-benar mengusulkan tiga nama calon lalu kemudian pemerintah pusat yang akan menentukan siapa terpilih sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku untuk menjadi Pj Gubernur Aceh mendatang bahkan jika bisa harusnya sosok tersebut asli orang Aceh yang memang memahami secara mendalam setiap permasalahan saat ini.

“Berilah kesempatan kepada= pejabat yang lain, apakah yang sudah berkarir di Pemerintah Aceh maupun Pusat,” harapnya. [Azril]

Baca Juga: Pengamat Publik Nilai Rekomendasi Pj Gubernur Aceh Harus Paham Kondisi Masyarakat

Pj Bupati Aceh Besar Pantau Langsung Gelar Pasar Murah di Masjid Abu Indrapuri

0
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM didampingi Forkopimda dan Kepala OPD Aceh Besar menyerahkan secara simbolis belanja pasar murah kepada masyarakat pada kegiatan pasar murah yang berkerjasama dengan Perum Bulog Aceh. (Foto: ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj)  Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, S.STP, MM memantau langsung pelaksanaan Pasar Murah yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Pangan Aceh Besar bekerjasama dengan Perum Bulog Kanwil Aceh di halaman Masjid Abu Indrapuri, Senin (12/6/2023) siang.

Baca Juga: Tekan Laju Inflasi, Pemkab Aceh Timur Berencana Gelar Pasar Murah di 15 Kecamatan

Pada kegiatan pasar murah tersebut Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto mengatakan Aceh Besar hari ini terus membaik dari tahun ke tahun, bulan ke bulan, minggu ke minggu hingga hari perhari, dimana inflasi di Aceh Besar terus turun mendekati titik aman.

“Itu semua tidak terlepas dari upaya dan kerja keras semua elemen, baik TNI/Polri, Kejaksaan, Alim Ulama dan seluruh BUMN dan BUMD yang ada di Aceh Besar, serta juga bantuan penuh dari Pemerintah Aceh dan Bulog Aceh. Dan hari ini kita bisa berjalan dengan kekuatan sendiri satu hingga tiga titik dan selanjutnya nanti akan dibantu lagi oleh Pemerintah Aceh yang tujuannya untuk masyarakat  Aceh Besar,” ujarnya.

Begitupun, Iswanto mengatakan, untuk pelaksanaan pasar murah kepada masyarakat Aceh Besar itu, Forkopimda mendukung penuh, Alhamdulillah semuanya akan bergerak.

“Insya Allah di Aceh Besar akan lebih stabil, setiap hari kita pantau, kemudian di pasar-pasar juga  jika ada yang terkendala langsung kita diskusikan, meskipun semua pimpinan banyak kegiatan rutin lain, tapi kita gunakan tempat-tempat yang bisa terus kita komunikasikan demi kepentingan masyarakat Aceh Besar,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Pj Bupati Iswanto juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh unsur baik TNI/Polri maupun Kejaksaan dan unsur Forkopimda Aceh Besar lainnya serta unsur ulama yang hari ini juga telah bergerak semuanya untuk merespon kendala-kendala yang terjadi pada masyarakat Aceh Besar.

“Minggu depan kita juga akan gelar pasar murah ikan segar bantuan dari Dinas Perikanan Aceh, yang sebelumnya juga pernah kita gelar di Kecamatan Krueng Barona Jaya, dan nanti kita akan cari titik sesuai dengan kesepakatan bersama Forkopimda Aceh Besar, dan akan berlangsung hingga pasca lebaran” ungkapnya.

Lebih lanjut, Iswanto menambahkan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Kadis Pangan Aceh Besar dalam waktu dekat atau sebelum lebaran, Pemkab akan kembali menyalurkan beras sesuai data yang telah diberikan kepada Pemerintah Pusat, bantuan beras dari Bulog tersebut untuk tahap pertama dan kedua telah direalisasikan dan disalurkan 100% oleh kantor pos melalui meunasah-meunasah diseluruh Aceh Besar, untuk tahap ketiga masih dalam proses persiapan.

“Untuk itu mari sama-sama kita bersyukur atas bantuan ini, tentu karena semuanya bergerak, dan kita jawab bentuk rasa syukur ini dengan kerja-kerja, dengan pengabdian kita, dengan kondisi masyarakat Aceh Besar yang kondusif baik di gampong maupun di Kabupaten Aceh Besar,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Kadis Pangan Aceh Besar It Fuadi Ahmad, menjelaskan, untuk harga barang pada pasar murah yang digelar di Halaman Masjid Abu Indrapuri,  beras 5 kg Rp. 40.000/sak, gula pasir 2 Kg Rp. 20.000, minyak goreng 2 liter Rp. 30.000, telur ayam satu papan (30 butir) Rp.46.000 cabe merah ukuran ½ Kg dijual Rp. 8.000 dan bawang merah ½ Kg dijual Rp.15.000 dengan total satu paket Rp. 159.000.

Gelar pasar murah tersebut selain dihadiri Pj Bupati Aceh Besar dan Kadis Pangan Aceh Besar turut dihadiri juga Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Besar unsur Kejari Aceh Besar yang diwakili Kasubag pembinaan Bahrum S.H, Ketua MPU Aceh Besar, kepala Disperindag Aceh Besar,  Kepala Dinas Kominfo Aceh Besar, Kalaksa BPBD Aceh Besar, dan sejumlah Kepala OPD lainnya, Pimpinan Bank Aceh Cabang Jantho, Camat Indrapuri dan Forkopimcam Indrapuri serta masyarakat Indrapuri. []

Baca Juga: Pemko Banda Aceh Akan Gelar Pasar Murah Selama Tiga Hari

Pemko Banda Aceh Akan Gelar Pasar Murah Selama Tiga Hari

0

Nukilan.id – Dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok dan salah satu strategi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengendalikan inflasi daerah, menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah, Pemko melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh akan menggelar pasar murah.

Pasar murah tersebut bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Perum Bulog Divre Banda Aceh dan Satgas Pangan Polresta.

Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, M Nurdi S Sos, Minggu (11/6/2023) mengatakan pasar murah tersebut akan digelar selama tiga hari dan tiga lokasi yang berbeda.

“Tanggal 13 Juni 2023 bertempat di Halaman Taman Sulthanah Safiatuddin Gampong Bandar Baru. Hari kedua tanggal 14 Juni 2023 akan digelar di Halaman Kantor Camat Baiturrahman, dan hari ketiga tanggal 15 Juni 2024 akan digelar di Halaman Masjid Baitussalihin Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh,”kata Nurdin.

Ia menjelaskan, di pasar murah nantinya akan dijual lima komoditi bahan pokok dengan harga murah karena telah disubsidi oleh Pemerintah Aceh.

“Ada lima komoditi bahan pokok yang disediakan yaitu beras premium 10 kilogram senilai Rp80 ribu per sak, minyak goreng kemasan 2 liter senilai Rp30 ribu per bungkus, gula 2 kilogram senilai Rp20 ribu per bungkus, tepung terigu 1 kilogram senilai Rp10 ribu dan telur ayam satu lempeng (30 butir) senilai Rp43 ribu per lempeng,”jelasnya.

Nurdin mengimbau, bagi masyarakat Kota Banda Aceh yang membutuhkan barang pokok murah tersebut diimbau datang ke lokasi pasar murah dengan membawa KTP asli dan menukar dengan kupon antrian yang akan dibagi oleh panitia.

“Kepada masyarakat diharapkan datang lebih awal untuk menghindari antrian yang panjang. Selesai salat subuh panitia sudah di lokasi dan apabila warga sudah ramai hadir maka kupon antrian segera dibagi. Pasar murah sendiri akan dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai,” tambahnya.

Untuk informasi, kegiatan pasar murah atau operasi pasar ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan pemerintah sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo dalam pengendalian inflasi daerah.

Karenanya, Nurdin berharap kegiatan pasar murah nanti bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga murah sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.

“Pasar murah akan terus kita laksanakan hingga menjelang perayaan Idul Adha dan InsyaAllah pada tanggal 20-21 Juni 2023 juga akan kita gelar kembali di lokasi yang berbeda,” pungkasnya.[]

Baca Juga: Festival Ornamen Aceh Tampilkan Berbagai Peninggalan Sejarah Peradaban Masa Lampau

Dinas ESDM Aceh Sebut Enam Daerah Masih Terlibat Pertambangan Emas Ilegal

0

Nukilan.id – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh menyebutkan bahwa ada enam daerah di Aceh yang masih terlibat dalam praktik pertambangan emas ilegal (Peti) yang beroperasi secara aktif.

Kepala Bidang Mineral dan Batubara ESDM Aceh, Khairil Basyar, mengungkapkan informasi ini dalam sebuah diskusi publik yang diadakan oleh Aceh Resource & Development (ARD) di Banda Aceh pada Senin 12 Juni 2023.

Menurut Khairil, enam daerah yang terdampak aktivitas pertambangan emas ilegal ini adalah Aceh Tengah, Pidie, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Aceh Jaya. Pemerintah Aceh dan para pemangku kepentingan lainnya sedang berkomitmen untuk menemukan solusi yang tepat guna menghentikan praktik pertambangan ilegal ini di Aceh.

“Pemerintah Aceh dan stakeholder terus membahas solusi terkait masalah pertambangan ilegal, terutama Peti yang menjadi sorotan kita,” ungkap Khairil Basyar.

Namun, Khairil juga menyadari bahwa menghentikan praktik pertambangan emas ilegal secara tiba-tiba dapat menimbulkan risiko besar. Oleh karena itu, pemerintah sedang mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini. 

Salah satu rencana yang sedang dibahas adalah pengusulan pendirian wilayah pertambangan rakyat di beberapa lokasi PETI.

Namun, proses pengusulan ini tidaklah mudah. Khairil menjelaskan bahwa pengusulan wilayah pertambangan rakyat harus didukung oleh data potensi emas di setiap lokasi tambang, yang harus disiapkan oleh pemerintah kabupaten terkait. Selain itu, pengusulan ini juga harus memastikan tidak adanya tumpang tindih dengan izin pertambangan lainnya.

Selain pengusulan wilayah pertambangan rakyat, Pemerintah Aceh juga sedang mempertimbangkan peluang melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mengurus izin pertambangan. Selain itu, pemerintah berencana menjalin kerja sama dengan pemegang izin tambang lainnya untuk pertambangan yang berada dalam wilayah izin eksisting.

“Kami dapat meminta pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk bermitra dengan masyarakat dalam pertambangan di wilayah izin lain. Hal ini telah dilakukan oleh salah satu perusahaan sebelumnya,” jelas Khairil. []

12 IKA Fakultas Temui Rektor USK, Bahas Pembentukan Panitia Ad Hoc AD/ART

0
Universitas Syiah Kuala (USK). Foto: Dok. USK

Nukilan.id – Sebanyak 12 Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Universitas Syiah Kuala (USK) bertemu dengan Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan., di kantor rektorat, Senin (12/6/2023). 

Pertemuan tersebut membahas pembentukan panitia ad hoc Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IKA USK.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan IKA-IKA Fakultas yang menolak Munas III IKA USK yang diadakan pada 9-10 Juni lalu. 

Mereka menilai Munas III tersebut tidak sah karena tidak melibatkan seluruh IKA Fakultas dan tidak sesuai dengan AD/ART yang berlaku.

DPP IKA Fakultas Teknik (IKAFT) mewakili teman-teman IKA Fakultas lainnya telah menyurati Rektor untuk meminta keluangan waktu untuk audiensi dan koordinasi dengan pihak kampus sesuai dengan Surat Pemberitahuan tanggal 8 Juni 2023.

Menindaklanjuti surat tersebut, Wakil Rektor III USK Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Prof. Dr. Mustanir Yahya. M. Sc., meminta Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Ilham Maulana. M. Eng., untuk mengundang seluruh IKA Fakultas berkoordinasi dengan pihak kampus.

Sementara itu, Ketua Umum IKAFT, Teuku Marzuki alias Kiki Oemar berharap pertemuan ini dapat menghasilkan solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan AD/ART IKA USK yang sudah lama bermasalah. 

“Kami juga mengapresiasi sikap Rektor USK yang mau mendengarkan aspirasi kami sebagai alumni,” ucapnya. [Rjf]

Jaksa Geledah Kantor PUPR Aceh Timur

0

Nukilan.id – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur melakukan penggeledahan terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) daerah setempat pada Senin (12/6/2023).

Berdasarjan informasi yang diterima Nukilan, penggeledahan tersebut dilakukan terkait dugaan indikasi kekurangan volume pekerjaan.

Kepala kejaksaan Negeri Aceh Timur Dr. Lukman Hakim, SH, MH, melalui Kasie Pidsus Fadli Setiawan, SH, M.Kn membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penggeledahan terhadap dua kegiatan.

“Penggeledahan dilakukan terkait peningkatan struktur Jalan Beusa Sebrang, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, dengan anggaran sebesar Rp. 11,4 miliar,” kata Fadli  kepada Nukilan. 

Kemudianterkait dengan pelaksanaan lanjutan pengaspalan Jalan Rantau Panjang – Alue Tuwi di Kecamatan Rantau Selamat, dengan anggaran sebesar Rp. 1.716.862.000,- yang berasal dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2021. 

Dalam penggeledahan tersebut, tim penyidik berhasil mengumpulkan alat bukti terkait dugaan tindak pidana. Kerugian keuangan negara masih dalam tahap perhitungan oleh ahli. [Rjf]

Soal Kantor Bayangan, Begini Penjelasan Sekretaris Disdik Aceh

0
Kantor Disdik Aceh. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Beredar informasi yang mengemuka di publik Aceh bahwa disinyalir Dinas Pendidikan Aceh memiliki kantor ‘bayangan’ jadi tempat aktivitas layanan Disdik Aceh.

Hal ini menjadi pantauan serius banyak pihak, guna memastikan informasi ini, Pewarta Dialeksis.com memastikan langsung melalui Fachrial selaku Sekretaris Disdik Aceh.

Fachrial menerangkan, bahwa rumah yang disebut sebagai kantor “bayangan” itu merupakan kontrakan milik salah satu rekan pegawai Disdik yang bernama AL.

“Jadi AL menyewa kos tersebut, lalu salah satu pegawai Disdik Aceh yang berinisial NA sering main kesitu. Jadi itu bukanlah kantor layanan Disdik dan bukan kantor bayangan,” jelasnya kepada Dialeksis.com, Senin (12/6/2023).

Fachrial menegaskan, sama sekali tidak ada aktivitas perkantoran di kontrakan tersebut. NA Pegawai Disdik hanya sering singgah disana untuk makan siang.

“Kalau sehari-hari pegawai NA tetap berkantor di Disdik Provinsi, dan semua aktivitas perkantoran tetap dikerjakan di dalam ruang kantor,” pungkasnya. []