Beranda blog Halaman 1329

Festival Ornamen Aceh Tampilkan Berbagai Peninggalan Sejarah Peradaban Masa Lampau

0
Gambar Ornamen Rumah Adat Aceh Dari Waktu ke Waktu. (Foto: Nukilan/Azril)

Nukilan.id – Komunitas Laboratorium Seni Aceh Rakitan bersama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) membuka Festival Ornamen Aceh (FOA) 2023 untuk pertama kalinya yang berlangsung di Museum Tsunami, Banda Aceh mulai tanggal 10-13 Juni 2023.

Inisiator Festival Ornamen Aceh, Iskandar, mengatakan kegiatan itu untuk melestarikan dan mendokumentasikan ornamen Aceh yang hampir punah seperti berbagai ragam seni rupa yang dipamerkan pada FOA kali ini. Hal tersebut dapat ditemui dari jenis barang peninggalan sejarah seperti batu nisan, peralatan dapur, peralatan perang, fashion hingga arsitektur.

Baca Juga: Disbudpar dan Seniman Aceh Kolaborasi Sukseskan PKA Ke-VIII

“Disini kita banyak menampilkan berbagai hasil seni khususnya seni rupa yang memiliki sejarah tentang Aceh,” kata Iskandar saat diwawancarai Nukilan.id, Senin (12/6/2023).

Iskandar menyampaikan, bahwa kegiatan FOA 2023 ini mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak, khususnya para seniman, penggerak seni, komunitas atau organisasi dan masyarakat.

“Terdapat beberapa barang yang memang harus kita pinjam dan juga kita didukung berbagai komunitas yang dikonfirmasi memiliki barang-barang seni khususnya seni rupa seperti ISBI, Organisasi disabilitas dalam bidang seni, sanggar dan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, pada kegiatan FOA 2023 ini komunitas Laboratorium Seni Aceh Rakitan menggunakan konsep keberagaman dengan menampilkan ornamen-ornamen seni yang memiliki kilas sejarah dari seluruh wilayah di Aceh.

Batu Nisan Peninggalan Sejarah di Festival Ornamen Aceh. (Foto: Nukilan/Azril)

“Karena kita mengangkat konsep kebudayaan. Jadi, kita menampilkan banyak jenis ornamen tentang seni dan history Aceh, kita ingin menunjukkan ke masyarakat bahwa ornamen di Aceh itu beragam maka mereka harus mengakui bahwa bicara tentang Aceh, itu bicara tentang keberagaman,” pungkasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, konsep keberagaman dari ornamen seni memperlihatkan bahwa di Aceh tidak hanya berfokus pada satu jenis seni saja. Dikarenakan, terdapat distorsi kebudayaan di tengah-tengah masyarakat yang menganggap bahwa ornamen di Aceh bersifat tunggal, namun pada hakikatnya tidak demikian.

“Kita selalu terjebak didalam distorsi kebudayaan adanya anggapan bahawa ornamen di Aceh merupakan bentuk lokalitas padahal itu Internasionalitas,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa dalam sejarahnya segala jenis ornamen yang ada di Aceh sangat dipengaruhi perkembangan serta penyebaran islam ditambah lagi adanya berbagai seniman dari mancanegara seperti Arab, Persia, Yaman, Turki, India dan China datang ke Aceh dengan membawa keberadaban ditengah-tengah masyarakat.

Peninggalan Sejarah di Festival Ornamen Aceh. (Foto: Nukilan/Azril)

“Kalau berbicara sejarah tidak terlepas dari sejarah perkembangan islam di Aceh yang mana hal itu dipengaruhi karena banyaknya orang-orang luar negeri yang mengunjungi Aceh dimasa lalu jadi sangat mempengaruhi banyak hal salah satunya peninggalan sejarah dan seni,” tambahnya.

Selanjutnya, Iskandar mengungkapkan, jenis ornamen yang ditampilkan terbuat dari berbagai bahan mulai dari kayu, batu, kain, dan lain sebagainya hasil karya dari orang-orang dimasa lalu.

“Ada banyak material yang digunakan pada ornamen peninggalan ini dengan teknik pembuatan yang bermacam-macam pula,” ungkapnya.

Sementara itu, ia menuturkan, bahwa pengunjung yang datang untuk menyaksikan festival seni tersebut sangat antusia terkhusus kaum milenial dan pelajar.

“Pengunjugnya alhamdulillah banyak yang datang seperti ibu-ibu, kaum milenial, pelajar, komunitas dan lainnya,” tuturnya.

Terakhir, dirinya berharap, agar kegiatan festival seni ini dapat terus berlanjut dan menjadi program tahunan untuk menampilkan bahwa Aceh punya perjalanan dan kilas sejarah yang memang kompleks dari waktu ke waktu serta semakin meingkatnya antusiasme masyarakat untuk memperlajari tentang seni, budaya dan sejarah Aceh. [Azril]

Baca Juga: Sanggar Cut Nyak Dhien Diharapkan Dapat Lestarikan Seni dan Budaya

Penasihan Hukum Nilai Demo Mahasiswa Kasus Dana Hibah KONI Tapsel Tidak Paham Hukum

0
Pengamat Hukum, Kasibun Daulay. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penasihat Hukum Zulkifli Lubis dan Rudi Saputra yang merupakan Tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi penggunaan dana hibah Tahun Anggaran 2019 s/d 2021 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tapanuli Selatan Kasibun Daulay yang didampingi Dodi Candra dan Faisal Qasim menilai demo yang mengatasnakaman Mahasiswa merah putih di Gedung Kejaksaan Agung RI di Jakarta tidak paham hukum  dan sangat mungkin ditunggangi pihak-pihak tertentu.

Baca Juga: Penasihat Hukum Nilai JPU Sudah Keliru Dalam Perkara Kasus SPPD DPRK Simeulue

Menurutnya, demo mahasiswa merah putih di Jakarta yang meminta agar para tersangka penggunaan dana hibah KONI TAPSEL segera dilakukan penahanan, sarat dengan kepentingan dan sangat mungkin ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu sehingga isyu yang dibawa bukan aspirasi yang berasal dari Tapanuli Selatan, mereka itu tidak paham Tapanuli Selatan sergah Kasibun.

“Mereka itu tidak paham hukum, didalam KUHAP sangat jelas bahwa penahanan dilakukan setidaknya dengan dua syarat yaitu syarat Objektif dan syarat subjektif sebagaimana yang diatur dalam Pasal 21 ayat (4) dan Pasal 21 ayat (1) Kitab Hukum Acara Pidana-KUHAP,” ungkapnya.

“Penahanan dilakukan terhadap tersangka bila ada kekawatiran a. Melarikan diri, b. Merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau, c. Mengulangi tindak pidana, yang hal-hal tersebut tidak mungkin dilakukan oleh para tersangka KONI TAPSEL,” lanjutnya.

Apalagi seluruh potensi kerugian negara telah dikembalikan atau dititipkan kepada penyidik pada tanggal 31 Januari 2023.

Kami penasehat hukum mengapresiasi kebijakan Penyidik pada Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan dalam menjalankan kewenangannya secara subjektivitas tidak melakukan penahanan terhadap para tersangka karena Kejaksaan telah menunjukkan prestasi dapat meminta untuk mengembalikan kerugian keuangan yang disangkakan, selain itu para tersangka juga sangat kooperatif, oleh karenannya Penasihat Hukum berharap jangan ada interpensi dari pihak yang belum tentu paham duduk perkara dan perkembangan perkara tersebut, terang Dodi Candra.

Baca Juga: Direktur PNL Ucapkan Selamat kepada Empat Mahasiswa Raih Prestasi MTQ Politeknik TIngkat Nasional

Sebagaimana diketahui, Zulkifli Lubis dan Rudi Saputra, kedua-duanya adalah mantan ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Tapanuli Selatan, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi penggunaan dana hibah Tahun Anggaran 2019 s/d 2021 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tapanuli Selatan, melalui Surat Penetapan Tersangka Nomor : Tap – 01/L.2.35/Fd.1/2023 pada tanggal 24 Januari 2023 oleh Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan.

Telah mengembalikan seluruh potensi kerugian negara yang disangkakan kepada keduanya. Seharusnya iktikat baik yang sudah ditunjukan para tersangka yang sangat kooperatif dalam menjalani proses penyelidikan dan penyidikan di Kejari TAPSEL, sudah seharusnya jadi kredit point tersendiri buat penyidik terang Faisal Qasim.

“ Kasibun Daulay menilai keberadaan ibu kejari Tapsel yang menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan setelah usai gelar perkara dan ditetapkannya tersangka dalam dugaan korupsi dana hibah KONI Cabang Tapsel ini, tim Penasihat Hukum harapkan dapat bertindak dan memberikan kebijakan hukum yang lebih bijak dan adil dari  kajari sebelumnya, apalagi ibu Kejari adalah pimpinana adhyaksa tertinggi di Kabupaten Tapanuli Selatan yang kebetulan bermarga Harahap atau putri asli asal TabagSel sudah pasti lebih memahami situasi masyarakat Tapanuli Selatan, apa sebenarnya yang sedang terjadi di Tapanuli Selatan ini.” Tutup Kasibun.

Baca Juga: PN Banda Aceh Tolak Esepsi Terdakwa Kasus Korupsi Dana BOK Dinkes Pijay

Peringati HUT Bhayangkara ke-77, Polres Simeulue Adakan Berbagai Perlombaan

0
gerakan LKBB oleh Polisi Cilik (Pocil). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Polisi Resor (Polres) Simeulue mengadakan berbagai perlombaan guna menyambut hari Bhayangkara Ke-77 yang berlansung di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) di desa Air Dingin, Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue pada, Minggu (11/6/2023).

Menanggapi hal itu, Kapolres Simeulue AKBP Jatmiko, mengatakan, perlombaan untuk menyambut hari bhayangkara ke-77 kali ini dihiasi dengan berbagai event atau perlombaan yang diadakan oleh Polres Simeulue diantaranya jalan santai, lari marathon 10 Kilometer dan gerakan LKBB oleh Polisi Cilik (Pocil).

“Beragam perlombaan kami adakan, baik untuk masyarakat umum, TNI-Polri, pelajar maupun rekan-rekan jurnalis,” kata Kapolres Simeulue AKBP Jatmikos saat dikonfirmasi Nukilan.id, Senin (12/6/2023).

Selanjtnya, ia menyampaikan, pada kegiatan itu dipimpin langsung olehnya yang serta para Kabag Polres Simeulue, Para Kasat Polres Simeulue, Para Kapolsek Jajaran Polres Simeulue, Para Kasi Polres Simeulue dan Seluruh Personil Polres Simeulue.

“Masyarakat terlihat antusian ketika ikut serta sebagai para peserta yang pada perlombaan kali ini,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Jatmiko menmbahkan, dalam memperingati HUT Bhayangkara ke-77 pihaknya mengajak masyarakat untuk meningkatkan kemampuan literasi. Terutama dengan berpartisipasi menuangkan kreativitasnya terkait manis-pahit, alias bitter-sweet perjalanan Polri. Maka dari itu, dirinya meminta kepada masyarakat untuk berpartisipasi menyemarakkan lomba ini serta merayakan Hari Bhayangkara ke-77 ini. [Azril]

Baca Juga: Kapolres Aceh Utara Pimpin Sertijab 2 Kabag Dan 5 Kapolsek

SEMMI Aceh Nilai Sikap Oknum Pimpinan DPRA Tidak Objektif Atas Usulan Nama Pj Gubernur

0
Sekjen Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Propvinsi Aceh, Muhammad Hasbar Kuba. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Sekjen Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Propvinsi Aceh, Muhammad Hasbar Kuba menilai sikap oknum Pimpinan DPRA tidak objektif atas usulan nama calon Pj. Gubernur Aceh, pasalnya keputusan DPRA hanya tunggalkan satu nama orang saja yaitu Bustami Hamzah (Sekda Aceh).

Hal ini disampaikan Hasbar kepada media, Banda Aceh, Senin (12/6/23).

Hasbar menyebutkan, mengacu kepada surat Kemendagri Nomor: 100.2.1.3/2971/SJ, tanggal 5 Juni 2023 yang ditandatangani Mendagri Muhammad Tito Karnavian kepada pimpinan DPR Aceh.

Baca Juga: Tim Pansel Serahkan 15 Nama Calon Komisioner KIP Banda Aceh ke DPRK

Isinya, meminta kepada wakil rakyat Aceh tersebut, mengirim tiga nama untuk ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai Pj Gubernur Aceh Periode 2023-2024.

Permintaan usulan nama tadi, sesuai amanat Pasal 201 ayat (9) dan ayat (10) Undang-Undang Nomor: 10 Tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang Nomor: 1 Tahun 2014, tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, mengisi kekosongan jabatan gubernur pada tahun 2022.

Namun Hasbar menduga, hasil rapat Bamus DPR Aceh beberapa waktu lalu terkait usulan nama calon Pj. Gubernur tersebut, hanya satu nama yang lebih dimunculkan yaitu Bustami Hamzah, sedangkan nama yang lain tidak disebutkan.

“Kenapa hanya nama sekda Aceh saja yang dimunculkan, ada apa? apakah ada Kong kalikong antara pimpinan DPRA dengan Sekda Aceh?, ini jelas sarat kepentingan dan tidak koperatif tampa melihat SDM yang lain, ” Ungkap Hasbar.

Padahal, lanjut Hasbar, Aceh masih memiliki banyak SDM untuk ditunjuk sebagai Pj. Gubernur Aceh, sebagaimana nama-nama yang pernah diusulkan beberapa waktu lalu.

“Sebagai wakil rakyat Aceh, DPRA harus koperatif dan terbuka dalam penjaringan nama calon Pj. Gubernur Aceh untuk dimasa mendatang, karena ini menyangkut persoalan dan kepentingan seluruh rakyat Aceh, ” Ujarnya.

Hasbar menilai, keputusan pimpinan DPR Aceh ini sedang mempertontonkan kondisi Aceh sedang dalam krisis minimnya SDM kepemimpinan, Padahal kita masih memiliki cukup SDM untuk memimpin Aceh.

“Kami harap Pimpinan DPRA untuk lebih koperatif dan objektif dalam penjaringan nama calon Pj. Gubernur Aceh, tidak hanya terkekang dengan satu nama orang saja, ” Tuturnya.

Ia menambahkan, seharusnya pimpinan DPRA lebih objektif menjaring nama-nama calon Pj. Gubernur Aceh, sebab masih ada rakyat Aceh yang memiliki loyalitas dan kapasitas lebih matang serta memiliki jaringan luas dalam kancah lokal maupun Nasional, lagipula kondisi Aceh hari ini butuh sosok pemimpin yang peduli terhadap kemiskinan dan meminimalisir angka pengangguran. []

Baca Juga: Ketua Kadin Aceh Harap Praktik Perbankan Sesuai Dengan Aturan Syariah Dalam Qanun LKS

Sekjen Demokrat dan PDIP Bahas Rencana Pertemuan Puan-AHY

0

Nukilan.id – Sekejen Demokrat Teuku Riefky Harsya melakukan pertemuan dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang didampingi Ketua Fraksi PDIP DPR RI Utut Adianto di kawasan Blok M, Jakarta, Minggu (11/6/2023).

Pada kesempatan itu, mereka membicarakan rencana  silaturrahmi Ketua DPP PDIP Puan Maharani dengan Ketua Umum (Ketum) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Walaupun Kami sangat antusias membicarakan rencana pertemuan Mba Puan dan Mas AHY, namun Kami tetap menjaga etika politik dan saling menghormati posisi saat ini masing-masing Partai terkait kontestasi Pilpres 2024,” kata Teuku Riefky dalam keterangan tertulisnya kepada Nukilan.

Dalam suasana santai, mereka pun membahas berbagai hal, mulai dari sistem demokrasi di Indonesia hingga tantangan dalam mengurus Partai Politik. 

“Yang kami syukuri adalah rencana pertemuan kedua tokoh muda Mba Puan dan Mas AHY ini akan memberikan contoh yang baik bagi generasi muda dan merupakan angin segar bagi perpolitikan di Indonesia,” tuturnya. []

Tgk Miswar Ibrahim Njong, Nahkoda Baru Rabithah Thaliban Aceh 

0

Nukilan.id – Tgk Miswar Ibrahim MAg, atau akrab disapa Tgk Miswar Njong terpilih sebagai Rais ‘Am atau ketua umum Pengurus Besar Rabithah Thaliban Aceh (PB-RTA) periode 2023-2027. Dirinya terpilih dalam kongres santri dan muktamar ke-VI PB-RTA yang berlangsung di Hotel Diana, Banda Aceh, Sabtu (10/6/2023).

Tgk Miswar terpilih setelah meraih 34 suara di dalam forum, mengungguli kandidat calon ketua lain, Tgk Ibnu Rizal yang memperoleh 14 suara.

Ketua Umum PB-RTA terpilih, Tgk Miswar mengatakan, adanya kongres santri dan muktamar ke-VI PB-RTA menunjukkan bahwa santri masih memiliki eksistensi dan perannya cukup menentukan di dalam laju pembangunan Aceh saat ini.

Lebih lanjut, Tgk. Miswar mengajak semua pihak dan elemen masyarakat Aceh untuk bersama-sama mengawal dan menjaga eksistensi Syariat di Aceh.

“Kami berharap semoga semua pihak ikut mengambil bagian dalam kepengurusan RTA nantinya. Kami memastikan jika Kepengurusan baru nanti akan diisi oleh santri-santri dan ulama-ulama muda Aceh dengan kapasitas dan kompetensi terbaik, serta Inklusif”, ucap lulusan Pascasarjana UIN Ar Raniry ini.

Selan itu, Ketua Panitia Kongres dan Muktamar ke-VI PB-RTA, Tgk. Rifki Ismail mengatakan, terdapat 48 total suara dari forum yang memberikan hak suaranya hingga terpilihnya Tgk Miswar sebagai Ketua Umum PB-RTA periode 2023-2027.

“Total suara terdiri dari 23 kabupaten/kota yakni dari Pengurus Cabang Rabithah Thaliban Aceh (PC-RTA). Setiap pengurus cabang memiliki dua suara, dan semua peserta memberikan hak suaranya. Kemudian ada dua suara dari PB-RTA, yaitu suara sekjend dan bendahara PB-RTA,” jelas Tgk Rifki Ismail.

Adapun struktur formatur pengurus baru dalam kongres terpilih yaitu, Tgk Miswar Ibrahim Njong sebagai Ketua Umum PB-RTA, kemudian Waled Rusli Daud, Tgk Mahlil Al-Haitami, Tgk Abdul Hafiz, Tgk Hafiz Al-Mansuri, dan Tgk Ridwan Bintang.

Profil Tgk Miswar

Tgk Miswar MAg atau akrab disapa Tgk Miswar Ibrahim Njong merupakan putra Aceh kelahiran Pidie Jaya yang saat ini berdomisili di Banda Aceh. Ia merupakan sosok aktivis yang selama ini cukup vokal mengawal isu pendidikan Islam, khususnya perhatiannya terhadap perkembangan literasi santri dalam menghadapi tantangan zaman.

Sebelumnya, ia juga pernah menjadi Inisiator Sentral Aktivis Dayah untuk Rakyat (SADaR). Selama perjalanan kariernya sebagai seorang aktivis, dirinya banyak memusatkan perhatian pada isu-isu kemiskinan, pengangguran dan akses pendidikan yang berkualitas terhadap dunia santri.

Tgk Miswar merupakan alumni pesantren. Ia pernah menimba ilmu di Dayah Mudi Mesra Samalanga dan Darul Munawarah Kuta Krueng Pidie Jaya. Ia juga menyelesaikan pendidikan formalnya di Pascasarjana UIN Ar Raniry Banda Aceh.

Saat ini ia juga aktif mengajar sebagai seorang pengurus dan dosen di Ma’had Aly Darul Munawarah Kuta Krueng Pidie Jaya.

Tgk Miswar juga dikenal sebagai sosok terdepan dalam mengawal isu-isu sosial lainnya. Ia juga prihatin dengan kesenjangan hak yang dialami kalangan perempuan, terutama terhadap santriwati di Aceh.

Disamping dirinya juga seorang penulis esai taktif di Aceh. Banyak tulisan-tulisannya ikut memberikan warna baru dalam wacana pembangunan dan syariat Islam di Aceh. []

Pengurus Kepemudaan Gampong Meunasah Papeun Dilantik

0

Nukilan.id – Keuchik Gampong Meunasah Papeun Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, Hasan Basri melantik ketua beserta pengurus kepemudaan Gampong setempat periode 2023-2025, Sabtu (10/6/2023).

Ketua pemuda terpilih, Agustiar menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Gampong yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Ia berharap dengan kekompakan dan kerjasama yang baik, organisasi kepemudaan dapat menjadi suatu kebanggaan bagi Gampong Meunasah Papeun.

“Kepada para orangtua Gampong Meunasah Papeun, jika kami ada salah mohon ditegur dan diberikan nasehat serta bimbingan. Kami siap bekerja sama dengan Keuchik dan seluruh elemen masyarakat untuk memajukan Gampong kita bersama,” ujar Agustiar.

Sementara itu, Keuchik Gampong Meunasah Papeun, Hasan Basri, dalam sambutannya mengatakan bahwa organisasi kepemudaan bertugas membantu meringankan beban Keuchik dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Ia mengajak para pemuda untuk bersama-sama bekerja demi kemajuan Gampong.

“Gampong Meunasah Papeun ini milik kita bersama. Harapan kami jika ada masalah di Gampong maka mari kita bermusyawarah, jangan saling menyalahkan. Dengan kekompakan kita bersama segala kegiatan dan permasalahan di Gampong dapat kita selesaikan secara bersama-sama,” kata Hasan Basri.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada ketua dan pengurus kepemudaan lama, Imam Munandar beserta jajaran yang telah berjasa dalam memimpin organisasi kepemudaan periode sebelumnya. Ia berharap apa yang sudah dilakukan menjadi amal ibadah dan dibalas oleh Allah SWT.

“Dan mudah-mudahan kepengurusan baru ini lebih baik kedepan. Kami tidak bisa bekerja sendiri, ibarat sapu lidi jika bersatu akan kuat dan jika terpisah akan mudah patah. Kita berharap Gampong Meunasah Papeun lebih baik ke depan,” tutup Hasan Basri.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, jajaran pemerintahan Gampong Meunasah Papeun, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta warga Gampong Meunasah Papeun. []

Pengamat Politik UI Nilai Kaesang Berpeluang Dapat Dukungan Banyak Parpol

0
Kaesang Pangarep. (Foto: Dok Pribadi)

Nukilan.id – Pengamat politik Universitas Syiah Kuala (UI), Cecep Hidayat, menilai bahwa Kaesang Pangarep harusnya segera membuat program yang sesuai kebutuhan warga Depok. Hal itu dilakukan karena diketahui Kaesang Pangarep mempunyai keinginan maju sebagai calon wali kota Depok.

Baca Juga: Pengamat Politik, Usman Lamreung Harap Putusan MK Sesuai Undang-Undang Pemilu

Manurutnya, Kaesang harus dapat menampung berbagai aspirasi masyarakat kota Depok sehingga itu bisa digunakan menjadi strategi memenangkan dirinya yakni terkait keluhan masyarakat yang belum terpenuhi oleh pemerintahan saat ini.

“Timnya Kaesang harus survei, kemudian dicek kepuasan masyarakat Depok terhadap wali kota sekarang. Kemudian setelah itu, dicek apa saja kebutuhannya. Dari situ baru dibuat program yang bisa dilakukan Kaesang di Depok, kalau memang Kaesang mau maju di Depok,” ujarnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan, bahwa pada saat pileg 2024 nanti terdapat berbagai parpol yang berencana mengusung sosok Kaesang maka dari itu bisa menjadi peluang untuk jadi wali kota tetap tidak tertutup kemungkinan. Hal ini karena pemilih di pileg tidak selalu sejalan dengan pemilih di pilkada.

“Mungkin sebelumnya sama terus (pileg dan pilkada) tapi seperti yang terjadi di beberapa daerah atau bahkan di pilpres, pilihan caleg dengan calon eksekutif daerah bisa berbeda. Nah, itu juga bisa terjadi di Depok,” jelasnya.

Sementara itu, dirinya menerangkan, bahwa saat ini baru PSI yang secara terbuka mendukungnya, tetapi kemungkian besar PDI-P diprediksi juga akan menjadi parpol yang akan turut mengusung Kaesang di Depok. Belum lagi partai-partai besar lain yang saat ini sudah menunjukkan ketertarikannya. [Republika.com]

Baca Juga: Usung Ganjar Pranowo, PDIP dan PPP Resmi Bentuk Kerjasama Politik Presidensial

Penas-KTNA XVI Padang, Disnak Aceh Pamerkan Mesin Press Jerami Portabel

0
Dinas Peternakan (Disnak) Aceh memamerkan mesin Press Jerami Portabel, karya Dr Hendra Saputra, bersama Drh Nurwahidi, staf di Disnak Aceh, di arena Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan (Penas-KTNA) XVI, yang berlangsung hari ini, hingga 15 Juni 2023, di Lanud Tabing, Sabtu (10/6/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Dinas Peternakan (Disnak) Aceh memamerkan mesin Press Jerami Portabel, karya Dr Hendra Saputra, bersama Drh Nurwahidi, staf di Disnak Aceh, di arena Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan (Penas-KTNA) XVI, yang berlangsung hari ini, hingga 15 Juni 2023, di Lanud Tabing, Sabtu (10/6/2023).

Baca Juga: Kadisnak Aceh: PBP, Upaya Berkeadilan Pj Bupati Aceh Jaya untuk Peternak

Nurwahidi, salah seorang inventor menjelaskan, dirinya bersama Dr Hendra dan tim merasa perlu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan jerami sisa panen, agar tidak dianggap sebagai limbah.

“Mesin Press Jerami Portabel ini diciptakan untuk pemanfaatan sisa jerami pasca panen, yang lazim dianggap limbah oleh masyarakat petani. Padahal, jerami sisa panen masih bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif untuk ternak ruminansia,” ujar pria yang akrab disapa Wahid itu.

“Oleh karena itu, Dr Hendra dan saya berama tim, mulai merancang mesin ini, agar jerami tidak terbuang sia-sia serta bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak ruminansia,” imbuh Wahid.

Wahid bersama para inventor lainnya berharap, dengan inovasi Mesin Press Jerami Portabel ini, masyarakat petani dapat menjadikan jerami sebagai potensi ekonomi baru yang bisa dikembangkan.

Mesin Press Jerami Portabel menjadi salah satu primadona di stand Aceh. Sejumlah pengunjung antusias melihat, bertanya-tanya dan melihat penjelasan singkat tentang produk ini di video yang disediakan disnak Aceh.

Tak hanya Disnak, Stand Aceh juga diisi oleh perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Pangan Aceh.

Sementara itu, saat dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Peternakan Aceh Zalsufran menjelaskan, Pemerintah Aceh akan terus mendorong para inventor untuk berinovasi, terkait pengembangan penemuan-penemuan tepat guna seperti ini Mesin Press Jerami Portabel ini, untuk mendukung program Presiden mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia, di tahun 2045.

“Sebagaimana diketahui, Presiden RI Joko Widodo, menargetkan Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045 mendatang. Untuk itu, berbagai penemuan tepat guna seperti Mesin Press Jerami Portabel ini, tentu sangat mendukung upaya tersebut. Pemerintah Aceh melalui dinas terkait tentu akan memberi sokongan penuh kepada para inventor untuk terus berinovasi,” ujar Zalsufran.

Hari ini, Penas-KTNA dibuka oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, di arwal Lanud Tabing. Selain Mentan, pembukaan juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Erlangga Hartarto, serta para Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Indonesia. []

Baca Juga: Disnak Aceh Gelar Rakor Bersama 23 Kabupaten-Kota Pukeswan

Kakanwil Kemenag Ajak Masyarakat Daftarkan Diri Sebagai Peserta KFPI 2023

0
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Azhari. (Foto: Dok. Kanwil Kemenag Aceh)

Nukilan.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh secara resmi membuka pendaftaran bagi semua pihak untuk ikut serta dalam Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) tahun 2023 yang dilakukan secara serentak seluruh Indonesia sejak 1 April lalu hingga 31 Agustus 2023 mendatang dengan mengangkat tema Agama, Budaya dan Kerukunan Berbangsa.

Hal tersebut disampaikan oleh, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Drs H Azhari, mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan seni budaya di masyarakat sekaligus pilar dakwah umat.

Baca Juga: Kakanwil Kemenag Aceh Ingatkan Tak Ada Pengajuan Pindah bagi CPNS Baru

“Juga sebagai momentum bagi para budayawan muslim khususnya di Aceh untuk berpartisipasi dalam mengembangkan dakwah di bidang Seni Budaya Islam. Oleh karenanya, segara daftarkan karya terbaiknya, InsyaAllah selain berkompetisi, semoga ini juga dapat menjadi amal ibadah kita dalam menyemai kebaikan,” kata Azhari kepada Nukilan.id, Minggu (11/6/2023).

Ia menyampaikan, nantinyya kompetisi ini ditargetkan dapat memberi manfaat banyak kepada masyarakat luas terkhusus generasi milenial yang ada di Aceh.

“Kita inginkan sekali semoga kompetisi ini bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya generasi milenial di Aceh, “ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya KFPI tersebut juga bisa meningkatkan rasa cinta tanah air guna menjaga serta melestarikan berbagai seni dan budaya yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia melalui sebuah film.

“Memperkuat rasa cinta dan bangga pada NKRI,” lanjutnya.

Selanjutnya, Azhari, mengajak kepada berbagai kalangan yang bergerak di bidang pembuatan film untuk mendaftarkan diri sebagai peserta dengan cara membuat suatu karya yang nantinnya pada kompetisi tersebut akan memperebutkan hadiah jutaan rupiah.

“Ayo, siapkan ide dan Tim kreatifmu, dapatkan penghargaan jutaan Rupiah,”

Sementara itu, dirinya, menegaskan, terdapat syarat utama yang harus dipenuhi oleh peserta dan bebberapa ketentuan yang nantinya harus bisa dipenuhi jika ingin mendaftarkan diri sebagai peserta pada KFPI tahun 2023.

“Ada syaratnya, seperti memiliki KTP Provinsi Aceh, beragama Islam, berusia maksimal 40 tahun, bisa secara perorangan atau kelompok, dan bisa mengirim paling banyak 3 film untuk dikompetisikan, ” tutupnya. [Azril]

Baca Juga: Kakanwil Kemenag Aceh Ajak ASN dan Pegawai Harus Bekerja Lebih Baik Sesuai Tupoksi