Beranda blog Halaman 1329

Tangkapan Melimpah, Harga Ikan di TPI Lampulo Turun

0
TPI Lampulo. Foto: Nukilan.id/Sammy

Nukilan.id – Harga berbagai jenis ikan di Tempat Pelabuhan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh saat ini mengalami penurunan harga lantaran tangkapan ikan oleh perahu nelayan di laut sedang melimpah.

Salah seorang pedagang ikan di TPI Lampulo, Iwan menyebutkan untuk harga ikan seperti cakalang sekarang dibanderol Rp10-11 ribu per kilogram. Biasanya pada hari normal, harga ikan ini mencapai Rp15-18 ribu per kilogram.

“Harga ikan turun karena banyak perahu yang bawa pulang ikan dari laut. Tangkapan ikan banyak karena cuaca lagi bagus. Karena itulah harga ikan saat ini turun,” ujar Iwan kepada Nukilan, Kamis (9/11/2023).

Dia menyebutkan, untuk jenis ikan lain seperti dencis Rp18 ribu per kilogram, dari yang sebelumnya bisa terjual di harga Rp20-25 ribu per kilogramnya. Beberapa jenis ikan lainnya juga mengalami penurunan harga karena stok ikan melimpah.

“Selama sebulan terakhir memang lagi banyak nelayan yang melaut. Sehingga tangkapan ikan yang didapat melimpah, sementara harganya turun terus,” kata Iwan. [sammy]

Harga Cabai di Pasar Al Mahirah Naik Drastis

0
Pasar Al Mahirah. (Foto: Nukilan.id/Sammy)

Nukilan.id – Harga berbagai jenis cabai di Pasar Al Mahirah Lamdingin, Banda Aceh dalam seminggu terakhir mengalami kenaikan yang drastis sebagaimana halnya harga cabai yang saat ini sedang mengalami kenaikan harga di sebagian besar wilayah Indonesia.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Al Mahirah, Muhammad Ikram menyebutkan harga cabai merah saat ini dijual Rp60-65 ribu per kilogram dari sebelumnya dibanderol Rp35 ribu per kilogram. Begitu juga dengan cabai hijau yang biasa dijual Rp40 ribu per kilogram, kini dijual Rp60 ribu per kilogramnya.

“Biasanya kita ambil barang dari Sigli, tapi sekarang lagi gagal panen karena banjir. Jadi kebanyakan cabai di sini diambil dari Blangkejeren dan Lubuk Pakam,” ujar Muhammad Ikram kepada Nukilan, Kamis (9/11/2023).

Sementara jenis cabai lainnya, yaitu cabai nano juga mengalami kenaikan harga yang drastis. Sebelumnya, cabai berwarna campuran merah dan kuning ini dijual Rp30-35 ribu per kilogram kini dijual Rp75-80 ribu per kilogramnya.

Ikram menjelaskan, kenaikan harga cabai dalam seminggu terakhir ini lantaran stok cabai yang kurang saat ini, sementara permintaan cabai dari Medan meningkat. Karena itu, harga cabai di Pasar Al Mahirah mengikuti harga cabai yang dijual di Medan sekarang.

Sedangkan harga barang-barang lain juga mengalami kenaikan sedikit, seperti bawang merah kini dijual Rp30 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp20 ribu per kilogram. Sementara harga tomat mengalami penurunan menjadi Rp10 ribu per kilogram dari sebelumnya di harga Rp16 ribu per kilogram dan Kentang juga turun dari Rp16-17 ribu per kilogram jadi Rp12 ribu per kilogram. [Sammy]

Angka Pengangguran di Aceh Menurun pada Agustus 2023

0
Ilustrasi tenaga kerja. (Foto: Jawa Pos)

Nukilan.id – Fungsional statistisi Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Tasdik Ilhamudin menyebutkan struktur ketenagakerjaan Aceh pada Agustus 2023 semakin membaik di mana sudah mampu menyerap 52 ribu tenaga kerja dan berkurangnya angka pengangguran sekitar 1 ribu orang.

“Membaiknya kondisi perekonomian mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 52 ribu orang dan berkurangnya pengangguran sekitar 1 ribu orang,” ujar Tasdik Ilhamudin, Rabu (8/11/2023).

Tasdik menambahkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun sehingga keadaan ketenagakerjaan semakin membaik seiring dengan penguatan ekonomi. Jumlah pengangguran pada Agustus 2023 sebanyak 157 ribu orang berkurang sekitar seribu orang dibandingkan dengan Agustus 2022 dan TPT menurun sebesar 6,03 persen.

Sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Agustus mencapai 64,77 persen yang terdiri dari 80,57 persen laki-laki dan 49,05 persen perempuan. Persentase ini meningkat jika dibandingkan dengan Agustus 2022 di mana TPAK mencapai 63,50 persen terdiri dari 81,06 persen laki-laki dan 46,15 persen perempuan.

“Kondisi perekonomian yang semakin menguat diikuti peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan,” kata Tasdik.

Tasdik menyebutkan, selama periode Agustus 2022-Agustus 2023, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sektor tertinggi penyerap tenaga kerja, yaitu sekitar 947 ribu orang. [Sammy]

Aksi di DPRA, Massa Minta Pengesahan APBA 2024 Melalui Pergub

0
Aksi damai APRAH di DPRA. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Rakyat Aceh (APRAH) melakukan aksi damai di HalamanGedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), pada Kamis (9/11/2023).

Koordinator Aksi, Saiful Mulki mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap situasi Aceh saat ini yang sedang dilanda krisis akibat permasalahan kepentingan yang mengancam kepemimpinan eksekutif Aceh. 

Krisis tersebut pertama-tama muncul dalam pembahasan Anggaran Perubahan Belanja Aceh (APBA) tahun 2024 yang terhambat. Dugaan masalah terkait alokasi anggaran bagi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan pokok pikiran (pokir) belum menemui titik temu.

“Sehingga hal ini berujung pada pernyataan Ketua DPR Aceh, Zulfadli, yang meminta Presiden Joko Widodo mencopot Pelaksana Tugas (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, dari jabatannya. Keputusan tersebut menciptakan kegeraman publik terhadap lembaga legislatif di Aceh,” kata Saiful.

Ia menekankan bahwa sebenarnya tidak ada aturan yang mengharuskan Pj Gubernur Aceh hadir dalam rapat pembahasan RAPBA. Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) yang terdiri dari Sekda, Bappeda, para Asisten, dan Kepala Dinas Keuangan Aceh telah cukup mewakili Pemerintah Aceh dalam pembahasan APBA. 

“Terhambatnya pembahasan APBA 2024 disebabkan belum adanya kesepakatan terkait alokasi anggaran pokir sesuai dengan permintaan DPRA. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa DPRA mungkin hanya menginginkan mengalokasikan anggaran untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Saiful, pihaknya berharap pengesahan APBA 2024 melalui Peraturan Gubernur akan menjadi solusi konkret. 

“Langkah ini diharapkan akan membantu memastikan bahwa anggaran tersebut dapat diselamatkan dan dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat Aceh,” pungkasnya. [Rjf]

Protes Raqan Penyiaran Aceh, 25 Radio Radio Berhenti Siaran

0
Ilustaris stasiun radio.

Nukilan.id – Sejumlah lembaga penyiaran radio di Aceh mengumumkan niat mereka untuk menghentikan siaran pada Kamis (9/11/2023).

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Rancangan Qanun Penyiaran Aceh yang dianggap memberatkan. 

CEO Antero FM, Uzair, menyatakan bahwa hingga saat ini, 25 radio di seluruh Aceh telah menyatakan keterlibatannya dalam protes tersebut, dengan potensi penambahan jumlah radio yang ikut serta.

Protes ini merupakan respons terhadap Pasal 16 sampai 18 dari Rancangan Qanun Penyiaran Aceh yang dianggap memberatkan dan dianggap tidak mendesak. 

“Kamis besok akan dilakukan Rapat Dengar Pendapat Umum Dewan Perwakilan Rakyat Aceh terkait rancangan Qanun Penyiaran Aceh, dimana Pasal 16 sampai 18 dari peraturan daerah ini kami anggap sangat memberatkan dan tidak ada urgensinya,” ujarnya saat dikonfirmasi  Rabu (8/11/2023).

Uzair menjelaskan bahwa pasal-pasal tersebut sebenarnya sudah termaktub dalam Undang-Undang Penyiaran. Meskipun kewajiban memproduksi konten Program Siaran Aceh sudah dilakukan, kajian terhadap daftar inventaris masalah dianggap belum cukup komprehensif.

Uzair juga menyoroti Pasal 26 terkait pendanaan untuk Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA), yang dianggap akan menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) dengan banyak prioritas lain yang memerlukan anggaran daerah.

Sementara itu, Wira Dharma, pemilik Three FM, menegaskan bahwa radio memiliki segmentasi pendengar yang berbeda, sehingga seragamnya konten siaran dianggap tidak akan menarik lagi dan malah menciptakan persaingan tidak sehat. 

Lembaga penyiaran radio yang menolak Rancangan Qanun Penyiaran Aceh ini berencana melakukan langkah advokasi secara hukum, dengan dukungan penasehat hukum dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH. Menurut Safaruddin, jika rancangan Qanun Penyiaran Aceh dikaitkan dengan pasal kekhususan UUPA terkait pengaturan pers dan penyiaran Islam, hal tersebut tidak memiliki korelasi yang jelas.

Adapun radio yang akan off siaran Kamis 9 November 2023 yaitu :

1. Antero FM Banda Aceh 

2. Panglima Polem FM Aceh Besar 

3. Lima 7 FM Aceh Besar 

4. Three FM Banda Aceh 

5. Kluetezz FM Aceh Selatan 

6. Dalka FM Meulaboh 

7. Fatali FM Aceh Barat Daya

8. Radio Xtra FM Aceh Singkil

9. Megaphone FM Sigli

10. Hidayah FM

11. Urban FM Aceh Besar 

12. Toss FM Banda Aceh 

13. Muna FM Subulussalam 

14. Nikoya FM Banda Aceh 

15. Mutiara FM Pidie

16. ASFM Sigli 

17. Radio KIS FM Aceh Besar

18. Radio SLA FM Takengon

19. Kontiki FM Banda Aceh

20. Djati FM Banda Aceh

21. Amanda FM Takengon

22. Badratun FM Sigli 

23.  Serambi FM Banda Aceh 

24. Megah FM Banda Aceh

25. Citis FM Lhokseumawe 

[Rjf]

Kunjungi Stand Anjungan Daerah PKA 8, Irmawan: Kita Kaya Budaya dan Sejarah

0

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Fraksi PKB H. Irmawan, S,Sos, MM mengapresiasi semangat budaya dan sejarah yang ditampilkan di Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8. Menurutnya, semangat budaya dan kebesaran sejarah Aceh terlihat jelas.

“Patut kita apresiasi, karena semua daerah menampilkan kekuatan daerahnya yang dibalut budaya, adat, dan sejarah,” kata Irmawan saat melihat langsung benda-benda sejarah di Anjungan Aceh Besar di Taman Sultanah Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Rabu (8/11/2023) malam.

Irmawan yang ditemani Istri Ellis Dewi dan putra sulungnya Egi itu menyebut, PKA lebih sebagai ajang yang menjadi ruang kepada daerah untuk mengekspresikan kekayaan yang dimiliki daerah, termasuk kuliner dan kekayaan budayanya.

“Tadi di anjungan Aceh Singkil dan Aceh Tenggara kita disuguhkan kesenian yang memang jarang kita lihat, di PKA semua daerah melakukan itu. Ini silaturahmi budaya yang baik,” ujar Irmawan.

Namun Irmawan yang turut ditemani Sekretaris Wilayah PKB Aceh Munawar alias Ngoh Wan menyebut PKA 8 kedepannya masih perlu dilakukan pematangan, agar antusias dan kehadiran masyarakat di lokasi benar-benar nyaman.

“Saya melihat menuju ke arena dan anjungan daerah di PKA, masih kurang maksimal, seharusnya sampai kepenataan lalu lalang warga menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Irmawan secara keseluruhan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan PKA-8 dan perlu ada agenda untuk kegiatan serupa yang lebih matang dan profesional lagi.

“Perlu ada ruang bagi insan budaya, pengusaha kecil menengah, dan pelaku bisnis untuk mengembangkan potensi mereka,” demikian Irmawan yang juga menjabat Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKB Aceh.

Pada kunjungan itu Irmawan singgah ke beberapa anjungan peserta PKA 8, antara lain Aceh Besar, Aceh Selatan Abdya, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.[]

PKA ke-8 Jadi Wadah Edukasi Siswa Di Aceh

0

Nukilan.id – Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh menjadi wadah edukasi kebudayaan bagi para siswa-siswi.

Selain masyarakat umum, pagelaran budaya yang dilaksanakan mulai 4-12 November 2023 ini juga ramai dikunjungi siswa-siswa yang berasal dari berbagai sekolah di Banda Aceh dan sekitarnya.

Di lokasi PKA-8 mereka mengunjungi anjungan dari 23 kabupaten/kota se-Aceh. Melihat berbagai peninggalan sejarah dan kebudayaan yang ada di Tanah Rencong.

Yana, seorang guru SMP Methodis Banda Aceh, mengungkapkan event ini kesempatan bagi siswanya untuk menyaksikan dan mempelajari budaya serta sejarah yang ada di Aceh.

“Selama ini mereka hanya tinggal di Banda Aceh namun belum mengetahui budaya di daerah-daerah lain,” kata Yana, Selasa, 7 November 2023.

Ia menyebutkan yang dibawa hari ini hanya 50 siswa, namun pihaknya telah menjadwalkan kunjungan lanjutan kepada siswa lain yang belum sempat berhadir.

Grace, salah seorang siswi sekolah SMP Methodis, mengaku sangat terpukau dengan budaya Aceh. Apalagi ini merupakan kunjungan pertamanya ke acara pekan kebudayaan Aceh. “Rupanya sangat menarik karena kita dapat melihat budaya-budaya dari daerah lain,” kata Grace.

Menurutnya, budaya dan sejarah Aceh tampak berbeda dari daerah lain. Meskipun telah lama menetap di Bumi Serambi Mekkah, namun dirinya banyak menyaksikan hal baru di PKA-8 ini.

Paling menarik, kata dia, kayak raksasa yang ada di Anjungan Aceh Selatan. “Sebelumnya belum pernah liat katak sebesar itu,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan baru menyadari ternyata rempah-rempah Aceh bukan hanya yang ditemui dalam makanan saja, ternyata masih banyak lagi.

Selain itu, Muammal Redha Falevi, siswa Pesantren Modern Al Manar, Kabupaten Aceh Besar, juga mengaku banyak melihat dan mendapatkan pengetahuan tentang ragam adat, budaya maupun sejarah di acara PKA-8.

Ini merupakan pengalaman pertama Redha menyaksikan PKA karena dibawa oleh guru sekolahnya. “Saya asal dari Nagan, jadi ini pertama kali ke PKA,” ungkapnya.

Datang ke PKA-8, kata Redha, ia bisa tahu bentuk rumah adat asal teman-teman khususnya yang ada di pesantrennya. “Kalau diizinkan dari pesantren kami mau kembali lagi kesini, karena ini tidak cukup waktu untuk masuk ke semua anjungan,” ungkapnya.

Redha juga mengakui kunjungannya ke PKA dapat menambah wawasan tentang Aceh. Bahkan ia dapat mengetahui ragam kuliner Aceh yang sebelumnya belum pernah dicicipi. “Kulinernya juga enak-enak tadi, nama makanannya juga lucu-lucu,” ucapnya.

Sementara itu, Nadia Hanisa Amanda, siswi dari Madrasah Aliyah Swasta Darul Ulum, Banda Aceh, mengaku sangat tertarik dengan tari-tari yang ditampilkan dari setiap anjungan.

Sebagai wanita yang menyukai tari, Nadia menuturkan sangat terkagum-kagum akan budaya yang ada di Aceh. Tak hanya itu anjungan rumah adat dari setiap daerah menjadi informasi dan pengetahuan baru kepada mereka.

“Rempah-rempah juga menjadi hal baru bagi kami. Terus rumah adatnya juga bagus-bagus, sebelumnya belum pernah liat rumah adat daerah lain,” tuturnya.
Tak kalah menarik, kata dia, di PKA-8 juga ada kodok raksasa yang melompak hanya empat jam sekali. [Rjf]

Ana Kobat, Putri Gayo Peraih Anugerah Budaya PKA XVIII 2023

0

Nukilan.id – Koreografer asal dataran tinggi Gayo, Peteriana Kobat akrab disapa Ana Kobat, menjadi satu-satunya dari Kabupaten Aceh Tengah yang menerima Anugrah Budaya pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 tahun 2023.

Ana Kobat meraih Anugerah Budaya untuk kategori Warisan Budaya bersama dengan 12 tokoh budaya lainnya di Aceh pada Senin malam 6 November 2023 lalu.

“Alhamdulillah, penghargaan ini saya dedikasikan untuk tanoh tembuni Gayo,” kata Ana Kobat kepada media ini, Rabu 8 November 2023.

Sebelum menerima Anugerah Budaya Kategori Warisan Budaya itu, Ana Kobat mengatakan dirinya terlebih dahulu mempresentasikan hasil karyanya pada 5 November 2023 lalu.

“Dan pada 6 November 2023 kemarin, pengharhaan diberikan di Pendopo Wali Nanggroe,” terang Ana Kobat.

Dari penelusuran, putri bungsu budayawan Gayo, AS Kobat ini pernah berkiprah sebagai sebagai koreografer tari masal tor-tor 2500 penari. Berikutnya pelatih tari masal Popnas 3500 penari.

Sebagai Koreografer tari Sengkaren Utem PKA 7, lalu koreografer tari Malawi.

Tari massal Upuh Kio 400 penari juga dikoreografi oleh Ana Kobat.

Di ajang international pada HUT Thailand, dia jadi pelatih tari Malaysia truly Asia.

Karya Ana Kobat terus menghiasi seni tanpa henti. Koreografer tari Prang Senie juga Koreografer tari massal PKA 8 dengan 500 penari.

Pelatih kolaborasi Saman, Bines, Didong Sesuk, dan Didong Tepuk di Blangkejeren.

Koreografer tari Sining yang akhirnya berhasil ditetapkan Pemerintah RI sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Tidak hanya sebagai koreografer, juga dipercayakan sebagai Juri tari Tradisi PKA 6,
juri tari PKA 8, juri tari FLS2N tingkat SMA se-Aceh.

Berikutnya Juri tari di Takengon dan Bener Meriah.

Pelatih workshop tari Guel dan Seudati di Banda Aceh

Ibu 4 orang anak ini juga mengangkat kembali eksistensi tenun Gayo yang sudah punah serta berhasil menginovasi tenun Kerawang Gayo.

Dia juga aktif dalam seminar seminar tari Sining, seminar Tenun, dan seminar pengetahuan Aman Nyerang yang akan di usul sebagai pahlawan nasional dari Gayo.

Sebagaimana diketahui, PKA menjadi moment Pemerintah Aceh, menganugerahi penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berjasa melestarikan budaya di Aceh.

Kampanye Belum Dimulai, KIP Aceh Ingatkan Caleg Tertibkan APK Secara Mandiri

0
APK parpol dan caleg yang dipasang di seputaran Simpang Mesra, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. (Foto: Nukilan.id/Sammy)

Nukilan.id – Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Saiful Bismi mengingatkan para calon legislatif (caleg) yang berpartisipasi dalam Pemilu 2024 agar segera menertibkan alat peraga kampanye (APK) mereka secara mandiri karena jadwal kampanye belum dimulai.

“Kami terus mengingatkan para calon legislatif agar yang sudah ditetapkan dalam DCT (daftar calon tetap) pada Pemilu 2024 agar segera menertibkan APK yang dipasang secara mandiri,” ujar Saiful Bismi kepada Nukilan, Selasa (7/11/2023).

Saiful menuturkan, saat ini masih banyak APK caleg yang dipasang di berbagai titik lokasi yang ada. Padahal jadwal kampanye baru akan dimulai pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024 nanti.

Dia menambahkan nanti akan ada penertiban APK dan bagi yang tidak menertibkan secara mandiri, maka akan dibongkar paksa oleh pihak terkait. Pembongkaran paksa juga dilakukan bagi caleg yang memasang APK di tempat terlarang.

“Tempat terlarang pemasangan APK di antaranya di sekolah, kantor pemerintahan, masjid dan musala serta rumah ibadah lainnya dan fasilitas publik. kami ingatkan caleg agar tidak memasang APK di tempat-tempat tersebut,” kata Saiful.

Saat ini, kata Saiful pihaknya sedang menunggu daftar lokasi pemasangan APK dari pemerintah daerah. Berdasarkan daftar lokasi tersebut nanti KIP akan menerbitkan surat keputusannya. [Sammy]

KIP Aceh Tetapkan DCT Anggota DPRK Tiga Kabupaten untuk Pemilu 2024

0
Komisi Independen Pemilihan Aceh. (Foto: Dok. KIP Aceh)

Nukilan.id – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan daftar calon tetap (DCT) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) dari tiga kabupaten yang ada di Aceh untuk Pemilu 2024. Penetapan DCT oleh KIP Aceh ini terpaksa dilakukan karena masih adanya kekosongan jabatan komisioner di tiga kabupaten tersebut.

“Tiga kabupaten kita tetapkan, masih kayak dulu juga yang kosong jabatan komisioner KIP-nya,” ujar Ketua Divisi Teknik Penyelenggaraan Pemilu KIP Aceh, Muhammad Sayuni, Selasa (7/11/2023).

Sayuni menyebutkan, ketiga kabupaten tersebut yaitu Aceh Tamiang, Pidie, dan Aceh Besar. Untuk DCT anggota DPRK Aceh Tamiang ditetapkan sebanyak 452 orang yang terdiri dari 283 laki-laki dan 169 perempuan.

Kemudian DCT anggota DPRK Pidie sebanyak 668 yang terdiri dari 448 laki-laki dan orang perempuan. Terakhir DCT anggota DPRK Aceh Besar ditetapkan sebanyak 644 orang yang terdiri dari 416 laki-laki dan 229 perempuan.

Sayuni menuturkan, kekosongan jabatan komisioner KIP diambil alih oleh KIP Aceh hingga nanti dikeluarkannya surat keputusan (SK) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

“Ini akan kita ambil alih sementara. Namun jika memang belum ada penetapan maka bisa kami ambil alih hingga hari pemungutan suara nantinya,” kata Sayuni.

Untuk tahapan selanjutnya, kata Sayuni setelah penetapan DCT di tiga kabupaten ini, maka proses selanjutnya akan diserahkan ke KPU RI untuk pencetakan surat suara. [Sammy]