Wednesday, 4 November 2026 Banda Aceh 28°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Nasional

Jorindo Indonesia Gandeng Perusahaan Dubai, Perkuat Layanan Maritim di Tanah Air

Kelompok Usaha Jorindo melalui anak perusahaannya, PT Jorindo Marine Salvage, menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA), Mubarak Bridge Maritime FZCO. (Foto: For Nukilan)
Kelompok Usaha Jorindo melalui anak perusahaannya, PT Jorindo Marine Salvage, menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA), Mubarak Bridge Maritime FZCO. (Foto: For Nukilan)
NUKILAN.ID | DUBAI – Kelompok Usaha Jorindo melalui anak perusahaannya, PT Jorindo Marine Salvage, menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA), Mubarak Bridge Maritime FZCO, untuk mengembangkan layanan maritim di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Dubai, Senin (3/11/2026).

Penandatanganan dilakukan bertepatan dengan kunjungan Direktur Utama PT Jorindo Marine Salvage, Jose Rizal, ke Uni Emirat Arab dalam rangka menghadiri Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026.

Kesepakatan ini terwujud melalui fasilitasi dan dukungan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai.

Melalui nota kesepahaman tersebut, kedua perusahaan akan menjajaki peluang kerja sama operasional di bidang penyelamatan maritim (marine salvage), pekerjaan bawah laut (underwater works), serta berbagai layanan maritim lainnya di Indonesia dan negara-negara kawasan Asia Tenggara.

Dalam kesepakatan itu, masing-masing perusahaan juga berkesempatan meminta dukungan teknis maupun operasional dari mitranya untuk menangani proyek tertentu. Pelaksanaannya tetap mempertimbangkan ketersediaan sumber daya, hasil evaluasi teknis, aspek keselamatan, serta pemenuhan ketentuan dan perizinan yang berlaku.

Adapun dukungan operasional yang disiapkan meliputi penyediaan berbagai armada khusus, seperti workboat, tugboat, ponton atau tongkang, crane vessel, hingga kapal pendukung kegiatan lepas pantai (offshore support vessel). Selain itu, kedua pihak juga dapat memanfaatkan peralatan khusus untuk pekerjaan penyelamatan maritim.

Kerja sama tersebut turut mencakup kemungkinan pengerahan tenaga profesional, di antaranya salvage master, penyelam komersial, marine engineer, dan naval architect. Kedua perusahaan juga dapat saling berbagi informasi serta memperkenalkan peluang proyek yang berpotensi dikerjakan bersama.

Direktur Mubarak Bridge Maritime, Neil Scott Williams, menyambut positif kemitraan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Jorindo yang telah membuka kesempatan bagi perusahaannya untuk memasuki pasar Indonesia. Kerja sama ini sekaligus menjadi langkah awal Mubarak Bridge dalam menjalankan kegiatan operasional di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jorindo Marine Salvage, Jose Rizal, menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan industri penyelamatan maritim dan pekerjaan bawah laut. Potensi tersebut didukung oleh kondisi geografis Indonesia yang sekitar dua pertiga wilayahnya terdiri atas perairan.

Jose Rizal yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) menilai potensi tersebut membuka ruang bagi pengembangan kolaborasi dengan perusahaan internasional.

Konsul Jenderal RI di Dubai, Denny Lesmana, turut mengapresiasi terjalinnya kemitraan kedua perusahaan. Menurutnya, kerja sama ini mencerminkan semakin besarnya kepercayaan pelaku usaha internasional terhadap kemampuan perusahaan Indonesia di sektor maritim.

“Kami menyambut baik kerja sama antara Jorindo dan Mubarak. Ini bukti nyata bahwa perusahaan Indonesia mendapatkan kepercayaan dari perusahaan negara lain untuk bermitra di sektor yang sangat teknis dan strategis seperti salvage dan pekerjaan bawah laut. Semoga nota kesepahaman ini meningkat menjadi perjanjian kerja sama untuk proyek-proyek spesifik bawah laut. KJRI Dubai tentu saja akan terus mendukung ekspansi maupun kolaborasi perusahaan Indonesia di kawasan ini,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News