NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Banda Aceh terus memperkuat kualitas akademik dan memperluas jejaring kerja sama internasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar Internasional bidang kesehatan yang bekerja sama dengan International Business Development Asia One Health Care, Malaysia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kampus UAD Banda Aceh, Selasa (3/11/2026), dengan menghadirkan tiga pakar kesehatan dari sejumlah rumah sakit di Malaysia.
Penjabat (Pj) Rektor UAD Banda Aceh, Hayati, S.T., M.T., mengatakan kuliah pakar internasional merupakan salah satu program kampus untuk memperluas wawasan akademik sekaligus membangun jejaring kerja sama dengan institusi kesehatan di luar negeri.
“Kerja sama dengan beberapa rumah sakit di Malaysia ini bertujuan untuk saling bertukar informasi. Kami ingin mahasiswa UAD dapat menyerap ilmu pengetahuan terkini yang sesuai dengan bidang studi masing-masing. Saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan berjalan sangat pesat,” ujar Hayati.
Ia menambahkan, UAD Banda Aceh berkomitmen menghadirkan para pakar dari dalam maupun luar negeri guna memberikan wawasan dan pengetahuan terbaru kepada sivitas akademika, sehingga mampu mengikuti perkembangan teknologi medis modern.
Kuliah pakar internasional tersebut dipandu oleh Saifuddin A. Malik, S.K.M., M.Si., sebagai moderator. Adapun tiga pemateri yang dihadirkan membahas berbagai perkembangan dan inovasi di bidang kesehatan.
Pemateri pertama, Nurul Aini Binti Ismail dari Orthopedic Hospital Malaysia, menyampaikan materi mengenai pemanfaatan teknologi modern dalam penanganan operasi patah tulang.
Selanjutnya, Esther Liliana Widjaja, Senior Manager International Business Development Beacon Hospital Malaysia, memaparkan perkembangan teknologi pencitraan medis (medical imaging) serta metode diagnosis kanker yang lebih akurat.
Sementara itu, Intan Kasino dari Northern Heart Hospital Penang memberikan edukasi mengenai kesehatan jantung dan perkembangan metode perawatan penyakit jantung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD Banda Aceh, Ikhwanul Fitri.
Kuliah pakar ini diikuti ratusan mahasiswa dari tiga program studi, yakni Kebidanan Program Sarjana (S1), Teknologi Elektromedik, dan Administrasi Rumah Sakit UAD Banda Aceh.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan dan pengetahuan langsung dari para praktisi kesehatan internasional, sekaligus memahami perkembangan teknologi medis yang dapat menunjang kompetensi mereka di masa mendatang.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





