Beranda blog Halaman 1354

Dua Anak Bocor Jantung di Banda Aceh Butuh Bantuan Pengobatan 

0
Penderita bocor jantung Siti Raudhatul Mutohharoh (8 tahun) dan Salsabila AB (16 tahun).

Nukilan.id – Dua anak yang menderita bocor jantung di Banda Aceh membutuhkan bantuan pengobatan. Kedua anak tersebut yakni Siti Raudhatul Mutohharoh (8 tahun) dan Salsabila AB (16 tahun), keduanya didiagnosis menderita bocor jantung setelah melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Menurut informasi dari keluarga kedua anak, setelah didiagnosa bocor jantung, dokter menyarankan kepada orang tua pasien agar anaknya segera melaku pengobatan di Jakarta, namun biaya yang tinggi membuat mereka sulit untuk melanjutkan pengobatan. 

Siti Raudhatul Mutohharoh, merupakan anak dari pasangan Wahyu dan Andawiatul Firmaniah Warga Gampong Ceurih, Ulee Kareng, Banda Aceh.

Berdasarkan pengakuan Andawiatul, anaknya mengalami bocor jantung secara tiba-tiba. Awalnya, pihak keluarga tidak menyadari adanya gejala tersebut. Namun, setelah mengalami batuk dan sesak, mereka membawa Siti Raudhatul ke Rumah Sakit Harapan Bunda untuk diperiksa.

Dan hasil pemeriksaan mengejutkan, Siti Raudhatul didiagnosis mengidap penyakit bocor jantung yang  sebelumnya tidak terdeteksi.

Kondisinya semakin parah, sehingga pihak keluarga ikut membawa sang buah hatinya ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Disana pun, berdasarkan pengakuan Andawiatul, bahwa anaknya direkomendasi untuk berobat ke Rumah Sakit di Jakarta.

“Demi anak kan bang, kami tetap berusaha yang terbaik. Dan kami sangat berharap semoga ada bantuan dari pihak yang memiliki kemampuan untuk membantu proses pengobatan anak kami,” cerita Andawiatul membuka pembicaraan dengan wartawan yang ditemui di kediamannya, Kamis (13/4/2023).

“Apalagi harus berobat ke Jakarta bang, biayanya terlalu mahal dan kami tidak mampu untuk membayar semua biaya tersebut,” sambung Wahyu, Ayah dari Siti Raudhatul yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang gigi palsu dengan penghasilan tidak menentu. 

Hal yang sama juga dialami Salsabila AB, anak dari pasangan Hasura (alm) dan Jahara (ibu rumah tangga) Warga Desa Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. 

Saat dikonfirmasi, Kamis (13/4/2023), Jahara menyampaikan dia berencana setelah lebaran akan membawa anaknya lagi untuk berobat ke Rumah Sakit di Jakarta. Namun dia masih terkendala soal keuangan.

Beberapa tahun lalu, dia pernah membawa sang anak berobat di RS Jakarta, dengan memakai biaya sendiri. Kini kondisi keuangan yang membuat dirinya menunda pengobatan.

Karena itu, ia beharap Pemerintah maupun pihak lain untuk membantu biaya pengobatan sang buah hatinya.

“Disana rumah singgah pun bayar pak. Saya kerja di rumah orang kan gitu, mana ada (pendapatan memadai) pak,” ujarnya. []

Langgar Syariat Islam, Pemko Banda Aceh Diminta Cabut Izin Indomaret

0
Ilustrasi Indomaret. (Foto: Wikipedia)

Nukilan.id – Baru-baru ini petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh menggrebek toko Indomaret di kawasan Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh karena menjual nasi di siang hari saat bulan Ramadhan.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad, meminta Pemerintah Kota Banda Aceh mencabut izin toko atau indomaret yang diduga menjual makanan di siang hari saat bulan puasa.

“Kita minta pemko untuk mencabut izin usaha, ini pelecehan syariat islam. Indomaret malahan harus apresiasi ke pemerintah dengan mengeluarkan izin,” kata Musriadi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan, Rabu (12/4/2023).

Menurutnya, kehadiran Indomaret di Banda Aceh menghilangkan pendapatan toko-toko dan kedai konvensional milik warga setempat.

“Pemko harus bersikap kejadian ini, kedai-kedai dan toko konversional tutup, malahan Indomaret kita biarkan dibuka dan melanggar syariat islam. Hargai muslim di banda aceh berpuasa,” katanya.

Musriadi memberikan apresiasi kepada pihak Satpol PP dan WH Banda Aceh yang telah berjibaku menjalankan tugas dan fungsinya melaksanakan penegakan syariat islam.

“Inikan sangat naif saya pikir karenakan ini momen bulan puasa. Kita berharap bahwa kalau ini betul-betul terbukti indomaret itu menjual di siang hari, saya pikir pemerintah kota harus bersikap untuk mencabut izin terhadap proses yang dilakukan oleh indomaret itu,” jelasnya.

Ia meminta semua pihak saling menghargai di bulan suci Ramadan. Sehingga tidak menyebabkan terganggunya kenyamanan umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

“Tentunya inikan cambuk buat kita karena kita sedang gencar melaksanakan syariat islam tentunya ini akan menjadi sebuah isu publik yang akan dikonsumsi hal-hal negatif,” ujar dia.

Selain itu, Musriadi juga berharap semua pihak saling menghargai di bulan puasa ini, baik umat muslim maupun non muslim. Sehingga tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat.

“Karena Banda Aceh kan tergolong kota yang toleran dan khususnya juga disini mayoritas muslim. Makanya harus saling menghargai dan juga melaksanakan aturan-aturan yang telah ditentukan oleh pemerintah dan juga agama,” pungkasnya. [Rjf]

Posyantek Aceh Lakukan Verifikasi Faktual TTG di Gampong Tanjong

0
Ketua Tim Penilai Posyantek Provinsi Aceh Ir Zulfadli ST MT IPM beserta rombongan disambut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kabupaten Aceh Besar Carbaini S.Ag, Sekretaris DPMG, Kabid TTG, Tenaga Ahli Pendamping Kabupaten, Camat Lhoknga, Keuchik dan Tuha Peut, serta Perangkat gampong Tanjong. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Tim Penilai Lomba Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Provinsi Aceh melakukan verifikasi faktual keberadaan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Gampong Tanjong Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, Kamis (13/4/2023).

Baca Juga: Pj Bupati Aceh Besar Hadiri Penutupan Pelatihan Pengrajin Songket dan Anyaman

Ketua Tim Penilai Posyantek Provinsi Aceh Ir Zulfadli ST MT IPM beserta rombongan disambut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kabupaten Aceh Besar Carbaini S.Ag, Sekretaris DPMG, Kabid TTG, Tenaga Ahli Pendamping Kabupaten, Camat Lhoknga, Keuchik dan Tuha Peut, serta Perangkat gampong Tanjong.

Carbaini menyampaikan, Gampong Tanjong telah dinilai secara administrasi dan masuk dalam nominasi 10 besar, sehingga hadirnya tim penilai untuk memastikan secara faktual Gampong Tanjong memiliki lembaga Posyantek, ada pengurus serta ada kegiatan usaha untuk melahirkan produk TTG sesuai dengan  proposal administrasi.

“Hari ini tim akan melakukan verifikasi faktual berdasarkan usulan gampong untuk mengikuti perlombaan TTG,” katanya.

Baca Juga: Pj Bupati Aceh Besar Cairkan Tunjangan Aparatur Desa

Amatan Tim Media Center Aceh Besar, tim penilai tiba di Gampong Tanjong pukul 10.35 Wib, disambut aparatur gampong. Kemudian pengurus Posyantek melakukan presentasi dasar pembentukan posyantek,  pengurus posyantek, dukungan anggaran dana desa, serta upaya untuk pengembangan.

Keuchik Tanjong M Ramli Aceh ST pada kesempatan tersebut menyampaikan pemerintah gampong mendukung dan menfasilitasi dana desa untuk melahirkan hingga pengembangan produk TTG.

“Gampong telah alokasi dana desa mencapai Rp 300 juta untuk pengembangan Posyantek hingga menciptakan produk TTG,” sebutnya.

Kegiatan Posyantek Gampong Tanjong bekerjasama dengan BUMG yang telah berjalan untuk pengembangannya, antara lain untuk menciptakan alat produksi batako, menciptakan alat bantu belah rotan. Proses penciptaan alat TTG tersebut melibatkan BUMG pengelasan milik gampong. []

Baca Juga: Pemkab Aceh Besar Terima Dua Unit Viar Dari PT Pembangunan Aceh

PT ASDP Perkirakan Puncak Mudik di Pelabuhan Ulee Lheu Terjadi H-3 Jelang Lebaran

0
Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheu Banda Aceh. (Foto: Dok. Dishub Aceh)

Nukilan.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan perkiraan puncak arus mudik lebaran Idul fitri 1444 hijriah di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheu Banda Aceh akan terjadi pada H-3 atau 19 April 2023 mendatang dengan estimasi jumlah penumpang mencapai 5.500 orang.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Ngabuburit Bareng Bakri Siddiq di Kilometer Nol Banda Aceh

“Puncak mudik kita di H-3 atau tanggal 19 April, sedangkan puncak arus balik di tanggal 28 April,” ucap General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Agus Djoko Triyanto, di Banda Aceh, Rabu (12/4/2023) malam.

KMP Aceh Hebat 2 dan KMP BRR telah dipersiapkan untuk melakukan pelayanan arus mudik tahun ini dengan rute tempuh Ulee Lheu-Balohan dan sebaliknya.

Agus mengatakan, pihaknya juga mempersiapkan rute lainnya yakni Ulee Lheu-Pulo Aceh dengan mengerahkan KMP Papuyuh. Namun, apabila terjadi kepadatan penumpang, kapal ferry roro tersebut juga dapat dipergunakan untuk rute Ulee Lheu-Balohan.

“KMP Aceh Hebat 2 dan KMP BRR dalam kondisi siap, setelah selesai docking Januari lalu. Untuk Papuyuh ada sedikit perbaikan, Insha Allah dalam waktu dekat sudah siap melayani rute mudik Pulo Aceh,” kata dia.

Ia menerangkan, bahwa sejauh ini kondisi arus penyeberangan masih kondusif dan oleh karena itu saat ini jadwal hanya dibuka sebanyak dua trip.

“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, penumpang kapal di Pelabuhan Ulee Lheu cenderung sepi di tengah Ramadhan, sehingga ASDP hanya membuka jadwal penyeberangan sebanyak dua trip,” terangnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan, pada arus mudik tahun lalu jumlah penumpang mencapai 4.800 orang. Sementara tahun ini, pihaknya memperkirakan ada kenaikan sekitar 10 persen, dengan estimasi berjumlah 5.500 orang pada H-3 lebaran idul fitri 1444 hijriah.

“Di hari itu saja sekitar 5.500 orang. Kalau hari-hari lain selanjutnya mungkin kisaran 3.000-4.000 orang penumpang dari Ulee Lheu,” tutupnya. [Medcom.id]

Baca Juga: Forkopimda Banda Aceh Sidak Pasar Bersama Unsur Pemerintah Aceh dan Polda Aceh

Rektor USK Janjikan Bantuan Komputer Untuk Labkom FKIP

0
Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan safari Ramadan ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK pada Kamis (13/04/2023).

Nukilan.id – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan safari Ramadan ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK pada Kamis (13/04/2023).

Safari Ramadan tersebut didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, serta para direktur direktorat di USK.

Baca Juga: Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan USK Lantik BEM, DPM dan Ormawa FKIP

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, dalam safari tersebut mengatakan siap menampung aspirasi dari FKIP, baik terkait renovasi dan pengembangan sarana prasarana maupun mengenai penelitian.

“Selama ini, USK sudah berupaya memprioritaskan penelitian sosial, tetapi proposal yang masuk masih sedikit. Ke depan kita akan cari cara prioritas dalam bentuk lain sehingga peneliti sosial tetap dapat berdampingan dengan peneliti eksat,” ujar Prof. Marwan.

Hal tersebut diperkuat oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si. Kata dia, ke depan USK akan membuat klaster penelitian payung.

Baca Juga: FKIP USK Jalin Kerja Sama dengan Kemenag se-Aceh dan Pegadaian Syariah

“Kita akan buat beberapa payung penelitian di USK. Ada payung penelitian saintek, ada payung sosial-humaniora, ada payung kesehatan, dan payung peneleitian pendidikan. Kita lakukan ini agar proposal setiap bidang lebih banyak terjaring,” kata Agussabti.

Sementara itu, Dekan FKIP USK, Dr. Drs. Syamsulrizal, M.Kes. dalam sambutannya menyampaikan aspirasi seluruh sivitas akademika FKIP terkait sarana dan prasarana.

“Ruang belajar di FKIP sudah banyak yang tidak layak. Mahasiswa mulai protes. Sempit, panas, dan infokus banyak yang tidak ada lagi,” ujar Syamsulrizal.

Ia menambahkan selama ini komputer di Laboratoirum Komputer FKIP sudah tidak layak pakai sehingga FKIP tidak pernah terpilih sebagai lokasi ujian penerimaan mahasiswa baru.

“Kami berharap Pak Rektor membantu komputer di Labkom FKIP agar FKIP juga punya peluang menjadi lokasi tes mahasiswa baru di USK. Tidak mesti komputer baru, komputer second juga boleh asalkan standar untuk dipakai tes CAT,” ucap Syamsulrizal.

Menanggapi hal itu, Rektor USK sempat berbisik sebentar dengan Wakil Rektor Bidang Keuangan. Selanjutnya, Rektor mengatakan akan mengupayakan komputer untuk labkom FKIP.

Keseriusan Rektor USK akan membantu lab komputer FKIP diperlihatkan dengan mengunjungi langsung ruang lab komputer tersebut. Kunjungan ke Labkom FKIP dilakukan Rektor didampingi para wakil rektor, direktur, ketua LP3M USK, dan Sekretaris LPPM USK.[]

Baca Juga: Direktur DRTPM Kemdikbud dan Rektor USK Kupas Tuntas Kiat Memajukan Pendidikan di Indonesia

Achmad Marzuki Sampaikan Lima Prioritas Pembangunan Aceh Tahun 2024

0
Pj gubernur Aceh Achmad Marzuki saat membuka secara resmi Musrenbang Aceh Tahun 2023 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Aceh Tahun 2024, di Anjong Mon Mata komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (11/4/2022).

Nukilan.id – Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki mengatakan di tahun 2024  telah ditentukan lima prioritas pembangunan Aceh yaitu memperkuat ketahanan ekonomi yang produktif dan kompetitif, Meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Baca Juga: Buka Musrenbang 2023, Pemerintah Aceh Bahas 10 Isu Strategis

Kemudian, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar yang terintegrasi dan berwawasan lingkungan, penguatan tata kelola pemerintahan dan keistimewaan Aceh serta mensukseskan pemilu serentak dan PON XXI.

Hal itu disampaikan Achmad Marzuki saat membuka secara resmi Musrenbang Aceh Tahun 2023 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Aceh Tahun 2024, di Anjong Mon Mata komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (11/4/2022).

“Untuk mendukung kebijakan pembangunan Aceh, maka di tahun 2024 ini telah ditentukan lima prioritas pembangunan Aceh,” ujarnya.

Seperti biasa, kegiatan Musrenbang selalu dirangkai dengan penyerahan anugerah perencanaan Profesor. A. Madjid Ibrahim atas keberhasilan mempersiapkan perencanaan pembangunan daerah di tahun sebelumnya. Di Tahun 2023, Aceh Barat dan Banda Aceh berhasil meraih penghargaan ini.

“Selamat kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai Penerima Anugerah Perencanaan Profesor. A. Madjid Ibrahim ke-IX Tahun 2023 dengan predikat Terbaik I, dan terima kasih kepada Kabupaten dan Kota lainnya yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini,” kata Achmad Marzuki.

Untuk diketahui bersama, saat ini Pemerintah Aceh dan Kabupaten Aceh Barat, telah berhasil lolos dan memasuki tahapan ke-III untuk mendapatkan Penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2023. Saat ini, proses penilaian masih dilakukan oleh tim dari Bappenas.

“Kita do’akan semoga Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Besar berhasil dan menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” imbuh Penjabat Gubernur Aceh. []

Baca Juga: Pemkab Aceh Tengah Raih Juara Harapan II A Madjid Ibrahim Award ke IX Tahun 2023

Aceh Raih Penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian ke-8

0

Nukilan.id – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar rapat paripurna penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh atas laporan keuangan Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2022.

Baca Juga: Rapat Paripurna Dengan Agenda Persetujuan Penetapan Rancangan Qanun Usul Inisiatif DPRA

Rapat dipimpin Ketua DPR Aceh Saiful Bahri pada Kamis, 13 April 2023 ini turut dihadiri oleh Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, dan Anggota V BPK RI selaku Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara V, Ahmadi Noor Supit.

Turut serta mendampingi Ketua DPR Aceh, Wakil Ketua I, Dalimi, dan Wakil Ketua II, Teuku Raja Keumangan. Hadir pula bersama Pj Gubernur Aceh dan Forkopimda plus serta Sekda Aceh, Bustami,  para Asisten Setda Aceh bersama seluruh Kepala SKPA.

Saiful Bahri saat membuka kegiatan mengatakan, BPK Perwakilan Provinsi Aceh melalui suratnya Nomor 273/S/XVIII.BAC/04/2023 tertanggal 5 April 2023, telah meminta wakut kepada DPR Aceh untuk dapat menggelar rapat paripurna, dalam rangka penyerahan LHP-BPK RI.

Dia mengatakan, berdasarkan Pasal 7 UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan disebutkan bahwa BPK menyerahkan hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara kepada DPRD sesuai dengan kewenangannya. Selain itu, kata Saiful Bahri, hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang telah diserahkan kepada DPRD dinyatakan terbuka untuk umum.

“Pemeriksaan keuangan negara bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai mengenai laporan keuangan negara dan telah disajikan secara bernar serta hasilnya diserahkan kepada DPR Aceh,” ujar Saiful Bahri.

Dalam sidang tersebut, Saiful Bahri turut menganjurkan publik Aceh yang ingin membaca Laporan Hasil Pemeriksaan BPK untuk membaca secara utuh Buku I, yang berisi LHP atas Laporan Keuangan. Selain itu, publik juga diajak untuk membaca Buku II yang berisi mengenai laporan hasil pemeriksaan atas sistem pengendalian intern serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

“Serta Buku III berisi Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Daerah (IHPD),” kata Saiful.

Sementara itu, Anggota V BPK RI selaku Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara V, Ahmadi Noor Supit, mengatakan LHP BPK RI memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian terhadap laporan keuangan Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2022. Opini WTP ini, kata Ahmadi, telah delapan kali diterima Pemerintah Aceh.

“Opini WTP kedelapan kalinya untuk Pemerintah Aceh hendaknya menjadi dorongan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah serta meningkatkan kualitas LK,” kata Ahmadi Noor Supit.

Dia menekankan terdapat beberapa permasalah yang harus ditindaklanjuti oleh Pemerintah Aceh. Pertama, Pemerintah Aceh disebut belum memutakhirkan regulasi Pendapatan Pajak Air Permukaan.

“Permasalahan tersebut mengakibatkan Pemerintah Aceh belum dapat merealisasikan penerimaan Pajak Air Permukaan secara optimal,” ujar Ahmadi.

Selanjutnya, klasifikasi penganggaran dan realisasi Belanja pada tujuh Satuan Kerja Perangkat Daerah Aceh (SKPA) juga disebut tidak tepat. Menurut Ahmadi, permasalahan tersebut mengakibatkan realisasi belanja pada tujuh SKPA tersebut tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya sebesar Rp20,84 miliar.

Ketiga, kata Ahmadi, ada permasalahan kekurangan volume atas 18 Paket Kegiatan Belanja Modal. Menurutnya permasalahan tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp12,55 miliar.

Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, dalam kesempatan tersebut mengapresiasi tim BPK RI atas kerja kerasnya dalam melakukan pemeriksaan dan membuka ruang diskusi, sehingga hal-hal yang menjadi kekurangan dalam penyajian laporan keuangan dapat ditindaklanjuti untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Dia mengatakan Pertanggung jawaban pelaksanaan APBA tahun anggaran 2022 merupakan pelaksanaan rencana kerja

Pemerintah Aceh tahun 2022, dan sebagai salah satu instrumen evaluasi kinerja, serta menjadi ukuran dalam melihat suatu kemajuan rencana, program dan kegiatan pembangunan.

“Alhamdulillah tahun 2023 BPK RI kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Aceh tahun anggaran 2022. Ini merupakan capaian Pemerintah Aceh tepatnya opini WTP ke-8 secara berturut-turut. Semoga capaian ini bisa terus kita pertahankan serta menjadi pemacu semangat kerja di masa-masa mendatang,” kata Achmad Marzuki.

Berkaitan dengan opini wajar tanpa pengecualian tersebut di atas, Pj Gubernur jyuga mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya atas semua kepercayaan, dukungand an apresiasi BPK RI terhadap Pemerintah Aceh.”

Semoga dukungan yang sudah terbangun selama ini antara Pemerintah Aceh dan BPK RI dapat terus ditingkatkan demi terwujudnya Pemerintah Aceh yang bersih, transparan dan akuntabel,” pungkas Achmad Marzuki.[]

Ketua Himasil Pertanyakan Kinerja Pj Bupati Aceh Singkil

0
Ketua Himpunan Mahasiswa Aceh Singkil, Deri Irawan. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh merilis data persentase penduduk miskin ditingkat Kabupaten/Kota pada tahun 2022 menempatkan Aceh Singkil berada pada urutan pertama dengan tingkat kemiskinan diangka 19,18 persen.

Baca Juga: Aceh Singkil Daerah Termiskin di Aceh, Begini Tanggapan Pengamat Kebijakan Publik

Menanggapi hal itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Aceh Singkil, Deri Irawan menyampaikan, permasalahan kemiskinan di Kabupaten Aceh Singkil, sudah seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan. Namun, akan tetap menjadi perhatian serius oleh Pemerintah dan berbagai pihak.

“Perlu adanya penguatan keyakinan didalam diri masyarakat bahwa mereka tidak miskin. Survei itu hanya angka, yang jelas Masyarakat Aceh Singkil tidak pernah kelaparan dan mengemis perhatian,” Kata Deri Irawan kepada Nukilan.id, Kamis (13/4/2023).

Baca Juga: Pj Bupati Aceh Singkil Bersama HIPMASIL Kunjungi Asrama Mahasiswa

Ia menjelaskan, solusi cerdas untuk mengatasi kemiskinan di Aceh Singkil dapat dilakukan melalui beberapa cara sehingga dapat menjadi kunci utama percepatan perekonomian didaerah, diantaranya melakukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), perikanan, pariwisata, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan percepatan pembangunan jembatan kayu Menang Kuala Baru dan jalan Kuala Baru yang mengarah ke buloh Seuma.

“Sebab, akses tersebut merupakan kunci utama percepatan ekonomi,” jelasnya.

Deri menambahkan, secara geografis Aceh Singkil merupakan daerah yang terletak dibagian paling ujung sekaligus menjadi pintu utama lalu lintas antar provinsi Aech dan Sumatera Utara, maka dari itu pertumbuhan perkonomian akan semakin cepat berkembang.

Ia menerangkan, Pemkab Aceh Singkil sudah seharusnya melakukan beberapa langkah yang tepat untuk menciptakan pemerintahan yang berintegritas seperti pemberantas terhadap Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di dalam birokrasi, menciptakan banyak lapangan kerja yang disesuaikan dengan kondisi daerah dengan melakukan riset yang kredibel dan komprehensif agar sehingga tepat sasaran dan terarah.

“Lakukan pemberantasan terhadap KKN di birokrasi, ciptakan lapangan kerja, dan lakukan riset yang kredibel dan komprehensif supaya tepat sasaran,” terangnya.

Selanjutnya, dirinya mengungkapkan, agar seluruh petugas dan pegawai BPS yang bertugas dilapangan, dalam melakukan survei agar lebih kompeten dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugasnya, serta memastikan dengan teliti dan bijaksanan seluruh poin-poin pertanyaan kepada masyarakat, dan memastikan tidak adanya kebohongan informasi yang diterima.

“Memastikan seluruh poin survei ditanyakan langsung pada orang rumah, dan memastikan orang rumah tidak berbohong dalam memberikan informasi,” ungkapnya.

Terakhir, ia berharap, bahwa Kabupaten Aceh Singkil dapat menjadi daerah yang lebih baik lagi kedepannya dari sektor Sumber Daya Alam (SDA) serta peningkatan SDM yang unggul dan mampu bersaing agar jauh dari kata tertinggal. [Azril]

Baca Juga: Pj Bupati Aceh Singkil Dinilai Tak Selektif Dalam Menunjuk Plt Kepala Dinas

Pemkab Aceh Tengah Raih Juara Harapan II A Madjid Ibrahim Award ke IX Tahun 2023

0
Pemerintah Aceh berikan penghargaan perencanaan pembangunan A Madjid Ibrahim Award ke IX Tahun 2023 kepada Kabupaten Aceh Tengah karena berhasil meraih predikat sebagai juara harapan II, Selasa (13/4/2023). (Foto: Dok. Aceh Tengah)

Nukilan.id – Pemerintah Aceh berikan penghargaan perencanaan pembangunan A Madjid Ibrahim Award ke IX Tahun 2023 kepada Kabupaten Aceh Tengah karena berhasil meraih predikat sebagai juara harapan II, Selasa (13/4/2023).

Baca Juga: Pemkab Aceh Tengah Buka Bazar Pangan Kampung 2023

“Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kerja keras perangkat daerah dan stakeholder yang telah berpartisipasi dan berperan langsung sehingga mendapatkan penghargaan ini,” kata Pj Bupati Aceh Tengah T Mirzuan, Selasa (13/4/2023).

Diketahui, Pemkab Aceh Tengah dinyatakan memenuhi penilaian terbaik dalam indikator kualitas dokumen perencanaan yang terintegritas dengan capaian daerah serta konsisten dalam menyusun dokumen Rencana Kerja Pemerintahan (RKP) tahun 2023.

Adapun, pemberian penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki pada saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk melakukan Penyusunan Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) tahun 2024 yang berlokasi di Kota Banda Aceh.

Baca Juga: Kunjungi Arung Jeram Lukup Badak, Ini Kata Pj Bupati Aceh Tengah

Mirzuan menjelaskan, bahwa daerah yang berhasil meraih penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Aceh terhadap kinerja pemda kabupaten/kota untuk peningkatan pembangunan di masing-masing daerah.

“Ini membuktikan bahwa pemerintah Aceh terus memberikan perhatian dan mengapresiasi pembangunan yang dilakukan pemerintah kabupaten. Oleh karena itu ke depan kita tingkatkan nilai perencanaan daerah untuk lebih baik lagi,” tambahnya.

Selanjutnya, ia berharap, agar Pemkab Aceh Tengah tetap harus memprioritaskan percepatan dan penguatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan yang berfokus pada Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan juga isu-isu strategis.

“Melalui Musrenbang RKPA ini diharapkan mampu menghasilkan usulan kegiatan yang memiliki korelasi yang tepat dan cermat dalam pendanaan untuk peningkatan produktivitas dan transformasi ekonomi yang berkelanjutan,” tutupnya. [Antara]

Baca Juga: Hari Ini, Achmad Marzuki Akan Lantik Pj Bupati Aceh Tamiang dan Aceh Tengah

 

 

Menparekraf Sandiaga Uno Ngabuburit Bareng Bakri Siddiq di Kilometer Nol Banda Aceh

0
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke Banda Aceh pada Rabu, 12 April 2023. Kunjungan Menteri Sandiaga Uno bagian dari agenda Aceh Ramadhan Festival yang digelar Pemerintah Provinsi Aceh di Kota Banda Aceh. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke Banda Aceh pada Rabu, 12 April 2023. Kunjungan Menteri Sandiaga Uno bagian dari agenda Aceh Ramadhan Festival yang digelar Pemerintah Provinsi Aceh di Kota Banda Aceh.

Sandiaga Uno tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar pada pagi hari. Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq turut menyambut kedatangan ‘Mas Menteri’ bersama Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki.

Setibanya di Aceh, pria yang akrab disapa Mas Menteri itu langsung berkunjung ke Kota Sabang. Di sana, ia turut meresmikan Gampong Wisata Iboih yang masuk dalam daftar Anugerah Desa Wisata (ADWI) Kemenparekraf RI 2023. Sore harinya, didampingi sang istri Nur Asia Uno, ia kembali ke Banda Aceh dan disambut Pj Wali Kota Bakri Siddiq di Pelabuhan Ulee Lheue.

Mengisi waktu luang sambil menunggu waktu berbuka, Bakri Siddiq pun mengajak Mas Menteri ngabuburit: jogging santai dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju Kilometer Nol Banda Aceh.

Sembari menikmati keindahan Samudra Hindia, Pj wali kota pun bersama Menparekraf berlari santai menyusuri Pantai Ulee Lheue hingga hingga ke kawasan pantai di kecamatan kuta raja dan finish di tugu Kilometer Nol Banda Aceh.

Dalam wawancara bersama awak media, Sandiaga Uno bertanya kepada Pj Wali Kota Bakri Siddiq, alasan apa yang membuat wisatawan dari luar untuk datang ke Banda Aceh.

Bakri menjawab, Banda Aceh sebagai beranda depan, etalase, cerminan dan barometer Nanggroe, memiliki banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi, salah satunya Kilometer Nol Banda Aceh. []