Beranda blog Halaman 1272

Gajah Sumatra Ditemukan Mati Tersengat Listrik di Pidie Jaya

0
Bangkai gajah yang mati tersengat listrik di wilayah Panton Limeng, Desa Aki Neungoh, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Satu ekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di wilayah Panton Limeng, Desa Aki Neungoh, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Kematian satwa dilindungi itu disebut tersengat listrik.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Gunawa Alza mengatakan, bangkai gajah sumatra berjenis kelamin jantan itu ditemukan pada Selasa 20 Februari lalu.

“Lokasi kematian gajah berada di areal penggunaan lain atau APL. Hasil pemeriksaan, gajah tersebut mati karena tersengat listrik,” kata Gunawan Alza seperti dilansir Antara, Sabtu (25/2/2024).

Gunawan mengatakan dari hasil pemeriksaan di sekitar lokasi kematian gajah terdapat pagar listrik. Pagar tersebut mengelilingi kebun masyarakat yang diduga menjadi penyebab kematian gajah tersebut.

Sedangkan hasil pemeriksaan tim dokter hewan, kata Gunawan, kondisi bangkai gajah sudah mengalami pembusukan organ. Usia gajah diperkirakan 13 tahun.

“Terdapat kawat setrum yang terlilit pada kaki kanan depan dan sebagian terlilit di tubuh gajah. Terdapat gading dengan panjang 77 hingga 78 meter dengan diameter 17 hingga 27 sentimeter,” katanya.

Gunawan mengatakan hasil nekropsi atau bedah tubuh secara kasat mata bahwa kematian gajah karena tersengat listrik. Sedangkan organ tubuh seperti limpa, paru, ginjal, dan lainnya sudah mengalami pembusukan, sehingga tidak bisa diperiksa di laboratorium.

“Pada organ pencernaan dan lambung gajah, tidak ditemukan benda-benda asing berupa racun. Tim BKSDA terus berkoordinasi dengan kepolisian terkait tindak lanjut kematian gajah tersebut,” kata Gunawan Alza.

Merujuk pada daftar dari The IUCN Red List of Threatened Species, gajah sumatra hanya ditemukan di Pulau Sumatra ini berstatus spesies yang terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

BKSDA Aceh mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa, serta tidak menangkap, melukai, dan membunuhnya.

Selain itu, juga tidak menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati serta tidak memasang jerat ataupun racun yang dapat menyebabkan kematian.

“Semua perbuatan terhadap satwa liar dilindungi tersebut yang dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Gunawan Alza. [Antara]

Kadinsos Aceh Serahkan Kursi Roda untuk Anak Penderita Kanker

0
Anak penderita kanker di Gampong Ateuk Deah, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, menerima bantuan kursi roda dari Dinas Sosial Aceh. (Foto: Dok. Dinsos)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem, menunjukkan kepedulian dan kepekaannya terhadap warga yang sedang mengalami kesulitan dengan memberikan bantuan berupa kursi roda.

Satu unit kursi roda itu diserahkan  kepada seorang anak yang tengah berjuang melawan kanker. Anak tersebut berasal dari keluarga kurang mampu di Gampong Ateuk Deah, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

“Pemerintah Aceh senantiasa hadir untuk mendukung masyarakatnya, terutama dalam situasi sulit seperti ini. Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat meringankan beban Zahwa dan keluarganya dalam menjalani proses perawatan,” kata Kadinsos Aceh.

Zahwa, orang tua dari anak penderita kanker, merasa sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Aceh.

“Kursi roda ini akan sangat membantu mobilitas anak saya yang mengalami kesulitan berjalan sejak menderita penyakit kanker,” ujarnya.

Bantuan ini merupakan bagian dari kebijakan sosial yang memprioritaskan warga kurang mampu dan membutuhkan. Pemerintah Aceh terus berupaya memberikan perhatian dan dukungan bagi mereka yang memerlukan bantuan, dengan menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai fokus utama. 

Rekapitulasi Penghitungan Suara Kecamatan Lueng Bata Selesai

0
Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Tahun 2024 Tingkat Kecamatan Lueng Bata, di Aula Kantor Camat Lueng Bata, Sabtu 24 Februari 2024. (Foto: Dok. Diskomifo)

Nukilan.id – Proses rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu Tahun 2024 di tingkat Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh telah sukses dan berjalan lancar.

“Alhamdulillah, rekapitulasi penghitungan suara Kecamatan Lueng Bata telah selesai dan berjalan dengan lancar,” kata Sukmawati di Banda Aceh, pada Sabtu (24/2/2024).

Sukmawati menyampaikan bahwa proses penghitungan suara melibatkan 63 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari sembilan gampong, memakan waktu sembilan hari dan sembilan malam.

Sukmawati juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat pada pemilu 2024 di Kecamatan Lueng Bata sehingga terciptanya pemilu yang aman dan damai.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua terutama penyelenggara pemilu kecamatan yaitu PPK beserta anggota, Panwascam beserta anggota juga, para saksi caleg dan seluruh PPS gampong yang sudah menyukseskan kegiatan demokrasi ini dengan aman, nyaman serta mendapatkan hasil yang baik,” pungkasnya. [Rjf]

Aceh Besar dan Aceh Tamiang Jalin Kerjasama Pengendalian Infalasi

0
penandatanganan Kesepakatan Antar Daerah (KAD). (Foto: Pemkab Aceh Besar)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto  melakukan penandatanganan Kesepakatan Antar Daerah (KAD) dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (25/2/2024). Kerjasama ini diharapkan dapat membantu pengendalian inflasi di daerah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Aceh Besar mengatakan bahwa kerjasama antar daerah menjadi strategi penting untuk memberikan dukungan potensial antar daerah yang saling menguntungkan. 

Dia menyoroti keberadaan Kuala Simpang, daerah Aceh yang dekat dengan Kota Besar Sumatera Utara, sebagai peluang kerjasama dalam distribusi barang untuk membantu Aceh Besar.

Iswanto meneybutkan, Aceh Besar memiliki Pasar Induk Lambaro yang memenuhi kebutuhan pangan untuk tiga daerah sekitarnya, yaitu Kota Banda Aceh, Sabang, dan Aceh Jaya. 

Pasar tersebut menjadi penopang pangan untuk pasar-pasar di sekitarnya, seperti Al Mahirah Banda Aceh, Sabang, dan Aceh Jaya.

Lebih lanjut, kata dia, Aceh Besar juga telah mencapai swasembada pangan atau gabah. Dia berharap setelah penandatanganan ini, dapat diatur sub-sub kerjasama untuk mendukung Aceh Tamiang di bidang swasembada pangan.

“Sebagai daerah swasembada pangan, setelah MoU ini diharapkan bisa diatur sub-sub kerjasama untuk mendukung Aceh Tamiang di bidang pangan,” ujar Iswanto.

Pj Bupati Aceh Besar juga menyebutkan bahwa dengan dukungan Kementerian Perdagangan dan Pj Gubernur Aceh, Pasar Induk Lambaro sedang mengalami perluasan pembangunan untuk pembenahan dan penataan lingkungan agar lebih terorganisir dan tertib.

“Kita harapkan setelah ini tuntas, Pasar Induk Lambaro akan lebih tertib dan bisa menampung pasokan berbagai keperluan lebih besar lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Muslizar, menyatakan dukungannya terhadap kerjasama ini. Dia optimis bahwa kerjasama antara kedua daerah akan memberikan manfaat bagi masyarakat di keduanya. []

Aktivis Lingkungan Cabut Paku Alat Praga Kampanye Pemilu 2024 

0
Aktivis Peduli Lingkungan saat mencabut paku alat praga kampanye pemilu 2024 di Lhokseumawe. (Foto: MC Aceh)

Nukilan.id – Puluhan aktivis peduli lingkungan melaksanakan pencabutan paku alat peraga kampanye pemilu 2024 yang tertancap di pohon-pohon di kota Lhokseumawe, Sabtu (24/2/2024).

Paku-paku yang sudah mulai berkarat itu dicabut sebagai langkah antisipasi terhadap potensi rusaknya fungsi pohon sebagai filter polusi udara.

Aksi ini diinisiasi dengan apel singkat yang dihadiri oleh para pencinta alam Edelweis dari Politeknik Negeri Lhokseumawe, anggota Jipala dari Universitas Malikussaleh, Pramuka Kabupaten Aceh Utara, dan beberapa wartawan.

Setelah apel, puluhan aktivis lingkungan bergerak jalan kaki menelusuri jalan Pase hingga mencapai kawasan Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe.

Pj Wali Kota Lhokseumawe, A Hanan menyampaikan rasa terima kasih kepada para aktivis lingkungan dan pramuka yang memperhatikan kelangsungan hidup pohon yang terkena dampak dari paku tersebut.

“Menghidupkan dan membesarkan pohon memerlukan waktu yang panjang. Mari bersama-sama kita jaga lingkungan dengan merawat pohon, yang memiliki peran penting dalam menyerap karbon dioksida,” ujar A Hanan.

Pj Wali Kota juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan, seperti menanam pohon, memanfaatkan halaman rumah, dan area perkebunan yang kosong dengan menanam tanaman yang berfungsi sebagai penghijauan dan memberikan manfaat dengan menghasilkan buah.

Eko Mulya, Koordinator Edelweis (E 017/III/PNL), menjelaskan bahwa aksi pencabutan paku ini bertujuan untuk mencegah rusaknya fungsi pohon.

“Kami berhasil mencabut paku dari ratusan pohon sepanjang jalan Pase hingga pohon-pohon di kawasan Stadion Tunas Bangsa,” ungkap Eko.

Eko menambahkan bahwa paku yang berhasil dicabut mencapai berat 5 kilogram dengan rata-rata sudah berkarat, yang dapat menyebabkan penyakit atau infeksi pada pohon dan pengeroposan kambium dalam pohon.

“Sungguh kasihan pepohonan di sekitar kota kita Lhokseumawe. Apalagi, hal ini berpotensi berdampak pada ketersediaan oksigen,” tegas Eko, sembari mengingatkan pentingnya menjaga pohon karena memberikan manfaat besar pada kita.

Muda Andi, utusan dari Jipala Universitas Malikussaleh, menekankan bahwa kegiatan pencabutan paku APK merupakan bagian dari upaya melestarikan lingkungan.

“Bila paku tidak dicabut dari pohon, maka akan menghambat pertumbuhan dan bahkan dapat menyebabkan kematian pohon,” kata Muda Andi yang turut serta dalam aksi ini bersama timnya yang berjumlah 12 orang. [Rjf]

Pemkab Aceh Besar Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Ramadan

0
Cabai di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melakukan peninjauan di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah.

Asisten II Sekdakab Aceh Besar, M Ali, menyampaikan tujuan dari peninjauan ini adalah untuk memantau ketersediaan dan memastikan harga bahan pokok tetap stabil, terutama menjelang bulan puasa.

“Peninjauan ini dilakukan untuk memantau ketersediaan serta memastikan harga bahan pokok kebutuhan sehari-hari dalam keadaan stabil, terlebih lagi menjelang bulan puasa nanti,” kata Ali, Jum’at (23/2/2024).

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Induk Lambaro, M Ali menginformasikan bahwa secara umum, harga serta ketersediaan sembako dan bahan penting lainnya masih stabil. 

Harga bahan pokok tidak mengalami kenaikan signifikan, kecuali cabai merah yang naik dari Rp 45 ribu hingga Rp 48 ribu per kilogram menjadi Rp 70.000 per kilogram.

“Alhamdulilah untuk ketersediaan stok sembako selama bulan puasa nanti dapat dipastikan aman dan mencukupi, kita akan pantau terus perkembangannya,” ucapnya.

M Ali juga mengimbau pedagang dan distributor untuk tidak menaikan harga bahan pokok yang tidak sesuai dengan ketentuan agar tidak merugikan masyarakat. Ia menegaskan agar tidak ada aksi penimbunan sembako oleh oknum manapun, dengan ancaman sanksi tegas.

“Dan penting untuk diingat agar dalam membuat makanan (buka puasa) untuk tidak menggunakan bahan-bahan berformalin atau sejenisnya,” tandas M Ali.

Sementara itu, Plt Kadiskopukmdag Aceh Besar, Trizna Darma ST, berharap peninjauan ini memberikan dampak positif terhadap ketersediaan bahan pangan selama bulan puasa dan dapat memantau stabilitas harga bahan pokok yang tidak memberatkan kantong masyarakat.

“Secara umum harga masih normal, stok sembako pun tersedia untuk bulan Ramadhan sampai Hari Raya Idul Fitri mendatang, dan dari hasil pemantauan juga tidak ditemukan penimbunan stok bahan pokok,” pungkas Trizna.

Harga berbagai sembako yang diperiksa di Pasar Induk Lambaro, antara lain, tomat Rp18.000 per kilogram, bawang merah Rp35.000 – 40.000 per kilogram, cabe merah Rp70.000 kilogram, cabe rawit Rp 35.000 per kilogram, kentang Rp. 18.000/kg, 

Kemudian,ayam potong Rp27.800 per kilogram atau Rp68.000 per ekor, telur Rp44.000 – 46.000 per papan, gula Rp16.400 per kilogram dan minyak curah Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras medium Rp 23.000 per bambu, beras premium Rp24.000 per bambu dan beras super premium Rp25.000 per bambu.

Perdagangan Satwa Dilindungi di Media Sosial Masih Merajalela 

0
Satwa lindung, burung takur. (Foto: Menlhk)

Nukilan.id – Organisasi perlindungan satwa menyoroti perdagangan satwa liar yang kerap terjadi di media sosial Facebook. Meskipun telah dilakukan upaya penegakan hukum, praktik penjualan satwa liar secara online masih sulit diberantas.

Ditjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menangkap seorang pria berinisial MR yang diduga terlibat dalam penjualan bagian tubuh satwa dilindungi secara online.

“Berupa sepasang kaki depan, sepasang kaki belakang, ekor, kulit badan dan kepala, dan satu karapas penyu, dan juga satu unit ponsel,” jelas Pelaksana Tugas Direktur Pencegahan dan Pengamanan KLHK, Sustyo Iriyono dikutip dari Goodnewsfromindonesia, Sabtu (24/2/2024).

Menurut Sustyo, kejahatan perdagangan tumbuhan dan satwa liar dilindungi merupakan tindakan yang sangat serius. Tim patroli siber terus memantau aktivitas perdagangan tersebut di media sosial guna menekan penjualan ilegal.

“Media sosial yang paling banyak digunakan oleh pedagang TSL dilindungi pada tahun 2021 adalah media sosial Facebook dengan persentase sebesar 97,65 persen,” jelasnya.

Nadya Andriani, Koordinator Profauna Indonesia wilayah Jawa Barat, menyoroti fluktuasi dalam perdagangan satwa dari tahun 2015 hingga 2019. Meskipun terjadi penurunan jumlah akun jual beli satwa di Facebook pada tahun 2018, pedagang satwa tetap menggunakan media sosial sebagai sarana utama transaksi.

“Mungkin modusnya tidak selalu mencantumkan kata kunci ‘jual’ atau ‘adopsi’, tetapi tetap bisa dideteksi seperti menggunakan kata ‘nambah dulur’, ‘silaturahmi call’, dan sebagainya,” ungkap Nadya.

Rasio Ridho Sani, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian KLHK, menegaskan komitmen Kementerian LHK dalam menindak pelaku kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan. Upaya patroli siber terus dikembangkan untuk mencegah tindak pidana tersebut.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian LHK telah melakukan 1.864 operasi pencegahan dan pengamanan hutan, termasuk 455 operasi terkait peredaran TSL yang dilindungi undang-undang,” ujarnya.

Rasio Ridho Sani juga menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap pelaku untuk memberikan efek jera yang signifikan. 

“Pelaku harus dihukum seberat-beratnya agar ada efek jera. Saya sudah perintahkan penyidik untuk mendalami keterlibatan pelaku lainnya,” tegasnya. 

Sumber: Goodnewsfromindonesia

Taman Hiburan Hello Kitty di Tokyo Ditutup Sementara Akibat Ancaman Teroris

0
Taman hiburan Sanrio Puroland di Tokyo, Jepang. (Foto: Instagram/@puroland_global) 

Nukilan.id – Sebuah taman hiburan di Tokyo, Jepang, yang dikenal sebagai rumah dari karakter ikonis Hello Kitty, resmi ditutup sementara setelah menerima peringatan teroris melalui email pada Sabtu (24/2/2024). 

Sanrio Puroland, taman yang menjadi destinasi utama bagi para penggemar Hello Kitty, mengumumkan penutupan tersebut dengan alasan keamanan.

“Kami akan tutup sementara hari ini karena kami tidak dapat menjamin keselamatan pelanggan, artis, dan staf di lokasi secara memadai saat ini,” kata taman Sanrio Puroland di situsnya, dikutip dari Reuters.

Hello Kitty, karakter kucing tanpa mulut yang saat ini merayakan ulang tahunnya yang ke-50, telah menjadi salah satu simbol budaya populer di Jepang. 

Sanrio Co, perusahaan pencipta Hello Kitty, menggunakan karakter ini untuk memasarkan berbagai produk, termasuk mainan mewah dan bahkan pesawat terbang.

 Pemerintah Jepang juga telah memanfaatkan popularitas Hello Kitty sebagai duta pariwisata dan ikon keindahan lucu.

Pihak kepolisian segera merespons peringatan teroris tersebut dengan melakukan penyelidikan menyeluruh di taman hiburan. Meskipun tidak ditemukan benda mencurigakan selama penyelidikan, pihak berwenang tetap berusaha memastikan keamanan dan kelayakan taman sebelum membuka kembali.

Sumber: CNBCIndonesia

Harga TBS Sawit di Abdya Naik Jadi Rp 2.110 per Kilogram

0
Ilustrasi Sawit (Foto: Sumatra.bisnis.com)

Nukilan.id – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) naik menjadi Rp2.110, sejak Rabu 21 Februari 2024 lalu.

Hal tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Abdya Muslim Hasan, pada Juma’at (23/2/2024).

“Harga TBS di PT Mon Jambee Rp2.110 per kilogram, sedangkan di PT SMS (Sawit Mas Sejahtera) Rp2.080 per kilogram. Harga ini lebih tinggi Rp30 dibandingkan dengan dua minggu yang lalu,” kata Hasan di Blangpidie, Jumat (23/2/2024).

Menurutnya, kenaikan harga TBS kelapa sawit dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal mencakup harga crude palm oil (CPO) di pelabuhan ekspor Belawan Medan dan Dumai Riau, serta biaya transportasi untuk mengangkut CPO ke Belawan Medan.

“Sedangkan faktor internal terkait dengan rendemen CPO rata-rata setempat, yang masih rendah di wilayah Abdya, sekitar 19 persen,” katanya.

Dia menyarankan para petani kelapa sawit untuk meningkatkan rendemen CPO dengan melakukan pengelolaan perkebunan yang lebih baik, seperti pemupukan optimal dan berkala, menjaga kebersihan kebun, dan melakukan panen buah sesuai standar kematangan. 

Muslim Hasan juga menekankan pentingnya kualitas bibit kelapa sawit, karena bibit yang berkualitas baik dapat meningkatkan potensi rendemen CPO hingga 26 persen.

Muslim Hasan berharap bahwa harga TBS kelapa sawit di Abdya dapat terus meningkat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.

Selain itu, Apkasindo juga berharap kepada pemerintah untuk memberikan kebijakan yang mendukung industri kelapa sawit, terutama dalam hal harga pasar dan biaya transportasi.

Begitu juga dengan kebijakan harga pupuk. Kata dia, petani kelapa sawit tidak lagi menerima pupuk bersubsidi, sehingga ini menjadi kendala juga bagi petani dalam pengelolaan kebun dan peningkatan rendemen CPO.

“Kami berharap agar ke depan pemerintah juga memberi porsi kebijakan yang sama untuk petani kelapa sawit seperti halnya kebijakan untuk petani pangan,” katanya. [Republika]

UNHCR Tunggu Kebijakan Pemerintah Terkait Pemindahan Pengungsi Rohingya di BMA

0
Pengungsi Rohingya di Balai Meuseraya Aceh, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR)  hingga kini masih menunggu kebijakan dari pemerintah Indonesia dan pemerintah Aceh untuk pemindahan pengungsi Rohingya dari Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh.

Assistant Protection Officer UNHCR, Dwita Aryani menjelaskan bahwa keberadaan pihaknya di sana adalah untuk melindungi, memberikan bantuan, dan menangani orang-orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena konflik dan diskriminasi, khususnya pengungsi Rohingya.

Menanggapi isu pemindahan pengungsi, Dwita menjelaskan bahwa keputusan terkait penampungan permanen merupakan wewenang Pemerintah, sementara UNHCR hanya memberikan perlindungan dan pelayanan.

“Seberapa lama mereka di sini dan dipindahkan ke mana itu sebenarnya keputusan pemerintah,” ujarnya pada Kamis (22/2/2024).

Dwita juga menyampaikan bahwa UNHCR siap membantu dalam proses pemindahan apabila penempatan Rohingya sudah ditentukan oleh pemerintah. Namun, hingga saat ini belum ada penampungan yang ditunjuk, sehingga pengungsi Rohingya masih berada di BMA.

Pihak UNHCR juga menilai kondisi di BMA tidak memadai, dan para pengungsi tidak betah karena tempat tersebut dianggap panas dan tidak sehat.

“Mereka mengeluh tempat itu panas dan tidak sehat. Dalam pemeriksaan kesehatan juga terbukti banyak mereka kena penyakit kulit,” katanya.

Sebelumnya, jumlah pengungsi Rohingya di Aceh mencapai sekitar 1.700-an. Namun, beberapa di antaranya meninggalkan lokasi secara tiba-tiba, mengurangi jumlah mereka menjadi sekitar 1.500-an.

Dwita juga mengingatkan para jurnalis yang akan meliput kondisi pengungsi Rohingya di BMA untuk lebih peduli dan meminta izin sebelum mengambil foto. 

“Untuk pengambilan foto imigran Rohingya harusnya ada izin dulu ke mereka. Karena untuk memastikan kalau ditanya-tanya atau difoto mereka juga aware,” pungkasnya. [Rjf]