Beranda blog Halaman 1107

Pidie Jaya Terima Deviden Bank Aceh Rp2,4 Miliar dari PT Bank Aceh Syariah

0
Pidie Jaya Terima Deviden Bank Aceh Rp2,4 Miliar. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Meureudu – PT Bank Aceh Syariah menyerahkan pembagian laba perusahaan atau dividen senilai Rp2,4 miliar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya.

Jumlah dividen tersebut merupakan hasil dari laba yang berhasil diraih oleh Bank Aceh selama 2023, dan juga sebagai imbalan atas penyertaan modal yang telah dilakukan oleh Pemkab Pidie Jaya sebesar Rp16 miliar.

Penyerahan dividen ini berlangsung di ruang kerja Bupati Pidie Jaya dan diterima oleh Pejabat Pelaksana Tugas (Pj) Bupati Jailani Beuramat. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Kepala Cabang Bank Aceh Meureudu, M Reza Syahrizal, Selasa (12/6/2024).

Pj Bupati Pidie Jaya, Jailani Beuramat menyatakan bahwa dividen yang diterima akan menjadi sumber pendapatan daerah dan akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Pidie Jaya perubahan 2024.

Ia juga menjelaskan bahwa anggaran dari dividen tersebut akan digunakan untuk kepentingan pembangunan Pidie Jaya, mengingat dividen merupakan salah satu sumber pendapatan daerah. Pemkab Pidie Jaya berencana untuk terus melakukan penyertaan modal, dengan minimal penyertaan sebesar Rp1 miliar setiap tahun.

Jailani juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Aceh atas penyerahan dividen kepada Pemkab Pidie Jaya. Ia menyatakan bahwa dividen tersebut telah menambah pos pendapatan daerah, yang pada 2024 anggarannya cukup banyak digunakan untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Aceh Meureud, M.Reza Syahrizal, menyampaikan bahwa dividen yang dibagikan merupakan hasil dari laba yang diperoleh oleh Bank Aceh selama tahun buku 2023. Pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Aceh beberapa waktu lalu.

Reza menjelaskan bahwa jumlah dividen disesuaikan dengan proporsi penyertaan modal yang dilakukan oleh Pemkab Pidie Jaya. Oleh karena itu, jumlah dividen yang diterima mencapai angka Rp2.402.889.602. Total dividen ini diperoleh dari penyertaan modal Pemkab Pidie Jaya sebesar Rp16 miliar hingga 2023. Bank Aceh berharap agar penyertaan modal dari Pemkab Pidie Jaya dapat terus bertambah, sehingga jumlah dividen yang diterima oleh Pemkab juga semakin besar.

Editor: Akil Rahmatillah

BEI: Tidak Ada Kejahatan Pasar Modal Terdeteksi di Aceh

0
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian S Manullang,. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya aktivitas kejahatan pasar modal atau kegiatan transaksi yang tidak wajar dari Kota Banda Aceh dan wilayah Aceh secara umum.

“Untuk kejahatan pasar modal, kami melihat di Banda Aceh tidak ada,” kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian S Manullang, saat memberikan workshop edukasi dan sosialisasi terkait regulasi pengawasan pasar modal di Banda Aceh, Rabu (12/6/2024).

Meski demikian, Kristian tidak menutup kemungkinan adanya warga Aceh yang terlibat dalam aktivitas tersebut namun berada di luar wilayah Aceh.

“Mungkin ada juga orang Aceh, tetapi dia tinggal di luar Aceh. Sehingga tidak terdeteksi,” ujarnya.

Kristian menjelaskan, tim pengawasan BEI memiliki kemampuan untuk mendeteksi secara langsung jika terdapat transaksi yang tidak wajar atau mengarah pada penipuan di pasar modal. Jika ditemukan pelanggaran, maka tindakan tegas akan diambil sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pada kesempatan tersebut, Kristian juga menekankan pentingnya peran pasar modal dalam pertumbuhan dan kestabilan ekonomi nasional. BEI berfungsi untuk menghimpun dana investasi dari masyarakat serta menyediakan alternatif pembiayaan bagi perusahaan untuk terus berkembang.

“Kita memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk memastikan seluruh proses transaksi berjalan transparan, wajar, teratur, dan efisien oleh semua pihak,” tambahnya.

Untuk menjaga integritas pasar modal, BEI terus memperkuat fondasi regulasi dan pengawasan ketat dalam setiap kegiatan pasar modal. Kristian mengungkapkan beberapa langkah nyata yang telah dilakukan BEI dalam upaya menjaga pengawasan dan regulasi di bursa efek.

“Kami menyediakan sistem pengawasan terintegrasi, menegakkan aturan dan kepatuhan, melakukan edukasi dan sosialisasi, serta berkolaborasi dengan media, seperti yang kita lakukan hari ini, dan melakukan pembaruan regulasi,” jelas Kristian S Manullang.

Dengan berbagai langkah tersebut, BEI berharap dapat terus menjaga kepercayaan dan integritas pasar modal Indonesia.

Editor: Akil Rahmatillah

Polres Simeulue Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Korupsi Dispora

0
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Simeulue, Ully Fadil, S.H., M.H. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Unit Idik III Tipidkor Sat Reskrim Polres Simeulue telah menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) kasus korupsi kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Simeulue di Banda Aceh. Penyerahan ini dilakukan pada Kamis, 13 Juni 2024, di Kejati Aceh.

Kasus ini berkaitan dengan tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat dan bahan untuk perlengkapan pendukung olahraga di Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Simeulue. Barang bukti yang diserahkan meliputi dokumen pengadaan di Dispora Kabupaten Simeulue, uang tunai sebesar Rp 18.900.000, dan berbagai alat perlengkapan olahraga.

Tersangka dalam kasus ini adalah:
– N, PNS staf Dispora Kabupaten Simeulue, warga Desa Sinabang, Kecamatan Simeulue Timur.
– JA, Kepala Dinas Dispora Kabupaten Simeulue, warga Desa Suka Karya, Kecamatan Simeulue Timur.
– F, PNS PPTK Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Simeulue, warga Desa Kota Batu, Kecamatan Simeulue Timur.

Barang bukti dan tersangka diterima langsung oleh Ully Fadil, S.H., M.H., selaku Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Simeulue. Dengan demikian, penanganan perkara tersebut telah selesai di kepolisian dan kini beralih ke pihak kejaksaan.

Kapolres Simeulue AKBP Sujoko, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Simeulue IPDA Zainur Fauzi, S.H., menegaskan komitmen Polres Simeulue untuk memberantas tindak pidana korupsi di wilayahnya. Ia berharap dengan koordinasi yang baik antara kepolisian dan kejaksaan, upaya ini dapat memberikan efek jera dan mendorong pemerintahan yang lebih bersih dan transparan.

Editor: Akil Rahmatillah

Kapolda Aceh Terima Kunjungan Mahasiswa Prodi Kajian Ketahanan Nasional UI

0
Kapolda Aceh Terima Kunjungan Mahasiswa Prodi Kajian Ketahanan Nasional UI. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kapolda Aceh, Irjen Achmad Kartiko, menerima kunjungan mahasiswa magister program studi (prodi) kajian ketahanan nasional Universitas Indonesia (UI) atas nama Ikram A. Taha, di ruang kerjanya, Selasa (11/6/2024).

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan, maksud kedatangan mahasiswa magister UI tersebut dalam rangka penelitian, wawancara dan pengadaan data untuk kepentingan penulisan tesis yang menjadi salah satu syarat memperoleh gelar magister.

“Pertemuan itu bertujuan pengumpulan data penulisan tesis salah satu mahasiswa prodi kajian ketahanan nasional sekolah kajian stratejik dan global UI,” kata Joko, dalam rilis.

Joko juga menyampaikan, alasan mahasiswa tersebut memilih Polda Aceh karena judul penelitiannya tentang analisis kebijakan pemerintah terhadap arus pengungsi Rohingya dan implikasinya bagi keamanan nasional.

“Alasannya memilih Polda Aceh karena sesuai dengan penelitian yang terkait Rohingya. Nantinya, data penelitian dan hasil wawancara yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan akademik dengan menjaga etika akademik dan kaidah ilmiah sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku,” ujar Joko.

Editor: Akil Rahmatillah

PMI Banda Aceh Berikan Penghargaan kepada APTA dalam Kegiatan Donor Darah Meugang Iduladha

0
Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, memberikan apresiasi tinggi kepada APTA atas kerjasama yang telah terjalin erat selama ini. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Asosiasi Pasar Tani Aceh (APTA) kembali menggelar kegiatan sosial dengan menyelenggarakan pasar murah edisi meugang Iduladha 1445 H dan donor darah. Acara ini berlangsung di lokasi Expo Bank Aceh, Lampineung, Banda Aceh, pada Kamis (13/6/2024).

Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, memberikan apresiasi tinggi kepada APTA atas kerjasama yang telah terjalin erat selama ini. Dalam kesempatan tersebut, Haeqal menyerahkan piagam penghargaan kepada APTA sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mereka sebagai mitra strategis PMI dalam kegiatan donor darah.

“APTA adalah salah satu partner kami yang konsisten dalam menyelenggarakan kegiatan donor darah. Mereka tidak hanya rutin mengadakan acara ini, tetapi juga memberikan kupon diskon belanja kepada para pendonor,” ujar Haeqal sebelum menyerahkan piagam penghargaan dalam seremoni kegiatan.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Pj Ketua TP PKK Aceh Mellani Subarni, Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Iskandar, Kadistanbun Aceh, serta beberapa pejabat lainnya. Setelah memantau jalannya kegiatan, Mellani Subarni dan para pejabat lainnya turut memberikan doorprize kepada pengunjung pasar tani, menambah semarak suasana.

Haeqal juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas program donor darah ASN yang sangat membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit. Menurutnya, program ini berhasil mengubah pandangan masyarakat terhadap donor darah dan mendorong partisipasi aktif dari ASN.

“Awalnya banyak yang takut untuk donor, termasuk ASN. Namun, setelah mencoba, banyak yang merasakan manfaat positif. Kini, banyak ASN yang rutin mendonorkan darah karena kesadaran pribadi,” kata Haeqal.

Ia berharap, pemerintah kabupaten dan kota lainnya dapat mengikuti langkah positif yang telah diambil oleh Pemerintah Aceh. Hal ini diharapkan dapat memudahkan pasien rumah sakit di berbagai daerah untuk mendapatkan pasokan darah yang dibutuhkan.

Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat, diharapkan kegiatan donor darah seperti ini dapat terus berlanjut dan berkembang, demi kemaslahatan bersama.

Editor: Akil Rahmatillah

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Aceh Selatan Meningkat, Aktivis Desak Tindakan Tegas

0
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Aceh Selatan mengalami peningkatan yang signifikan, memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Salsa, seorang aktivis perempuan dan anak di Aceh Selatan, menyampaikan kecaman tegas terhadap pelaku dan mendesak penanganan serius atas kasus ini.

Salsa mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak. Ia menekankan bahwa pelaku harus diberikan sanksi tegas tanpa ada toleransi atau upaya perdamaian, mengingat ini merupakan tindakan kriminal berat.

“Kita berharap pelaku ditindak tegas dan kasusnya ditangani sampai tuntas. Tidak boleh ada perdamaian karena ini merupakan kriminal berat,” tegas Salsa saat dihubungi Nukilan.id melalui sambungan telepon pada Kamis (13/6/2024).

Lebih lanjut, Salsa mengkritik Pemerintah Daerah, khususnya Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB), yang dianggapnya kurang responsif dalam menangani permasalahan ini. Ia menekankan pentingnya BP3AKB untuk lebih jeli dalam melihat akar permasalahan dan tidak sekadar berdalih dengan alasan keterbatasan anggaran.

“BP3AKB harus jeli melihat apa permasalahan dan kenapa kasus ini meningkat. Tidak boleh hanya beralasan tidak adanya anggaran, itu sama saja dengan omong-omong. Sebagai pejabat, kalimat itu tidak boleh diucapkan,” kritik Salsa.

Ia menambahkan bahwa BP3AKB sebagai leading sector dalam perlindungan anak seharusnya dapat merancang program yang jelas dan sesuai kebutuhan saat pengajuan anggaran. Salsa yakin bahwa jika programnya jelas, pasti akan mendapatkan dukungan.

“Jika programnya jelas dan sesuai kebutuhan, tidak mungkin tidak ditampung. Program perlindungan anak adalah program nasional,” jelasnya.

Menurut Salsa, penyebab kekerasan seksual terhadap anak bukan hanya bahaya dari penggunaan ponsel, tetapi juga faktor sosial ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan edukasi perlindungan anak dan perempuan secara rutin untuk meningkatkan kepedulian orang tua dan masyarakat.

“Kita lihat banyak kasus terjadi di kalangan ekonomi menengah ke bawah. Kesibukan orang tua dalam pekerjaan sehingga kurangnya kontrol terhadap anak juga menjadi faktor,” ujarnya.

Salsa juga menyayangkan pernyataan Kepala BP3AKB yang menyebutkan tidak ada anggaran untuk menangani kasus ini, sebagaimana yang diungkapkan dalam salah satu media online.

“Jika ini menjadi program prioritas di dinas tersebut, kami sebagai Anggota DPRK Aceh Selatan sangat mendukung penuh program tersebut. Mestinya memang menjadi program prioritas, apalagi kasusnya sangat meningkat di Aceh Selatan,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya kasus ini, diharapkan Pemerintah Daerah dan BP3AKB dapat lebih serius dalam menangani dan mencegah kekerasan seksual terhadap anak demi melindungi masa depan generasi muda di Aceh Selatan.

Reporter: Akil Rahmatillah

Pesantren Teknologi MSBS Luncurkan Kartu Digital Santri, Hubungkan Santri dan Orang Tua Secara Real-Time

0
Pesantren Teknologi MSBS Jantho meluncurkan Kartu Digital Santri. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jantho – Pesantren Teknologi MSBS Jantho kembali menunjukkan inovasinya dengan meluncurkan Kartu Digital Santri (MSBS Cards). Sistem digital ini dirancang untuk menghubungkan santri dengan wali mereka secara real-time. Peluncuran MSBS Cards berlangsung pada Kamis (13/6/2024) di Aula Mesjid Jami MSBS, dan diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Aceh, Martunis, S.T., D.E.A.

Tujuan dari peluncuran MSBS Cards adalah untuk mengkampanyekan digitalisasi di lingkungan pesantren, baik di kalangan santri maupun masyarakat sekitar. Kadisdik Aceh, Martunis, S.T., D.E.A., menyambut baik inovasi ini dan bahkan berencana mengirim tim programmer untuk mempelajari konsep tersebut agar bisa diterapkan di seluruh sekolah di Aceh.

“Hari ini kami sangat bangga berada di Pesantren Teknologi MSBS yang menjadi pionir digitalisasi di pesantren. Dari MSBS ini, kami akan mencari inspirasi yang dapat ditularkan ke delapan ratus dua puluh satu satuan pendidikan di Aceh. Dinas Pendidikan berkomitmen menggabungkan 5 pentahelix, yakni siswa, guru, orang tua, sekolah, dan komunitas, yang memiliki visi yang sama dengan Pesantren Teknologi MSBS untuk memajukan pendidikan di Aceh,” ungkap Martunis.

Pimpinan Pesantren Teknologi MSBS, Abi Gunawan Indra H, M.A., menjelaskan bahwa MSBS Cards hadir sebagai jawaban atas masukan dan keluhan para wali santri selama ini. Menurutnya, banyak wali yang ingin mengetahui rutinitas santri di pesantren secara real-time, mulai dari aktivitas belajar, prestasi, kehadiran dalam kegiatan, hingga penggunaan keuangan untuk transaksi digital santri.

“Inisiasi kami menghadirkan MSBS Cards adalah untuk memenuhi permintaan wali santri. Satu kartu untuk setiap santri akan mengakumulasi seluruh kegiatan santri, yang dapat dipantau secara langsung oleh wali dari kampung halaman melalui aplikasi. Dengan penggunaan MSBS Cards ini, Alhamdulillah orang tua sudah terkoneksi dengan anaknya,” jelas Abi Gunawan.

Sebagai informasi, Pesantren Teknologi MSBS Jantho adalah satu-satunya Pesantren Teknologi di Aceh dan telah meraih predikat sebagai Pesantren Unggulan nomor 1 tingkat provinsi Aceh tahun 2023 yang dinobatkan oleh Bank Indonesia (BI) di ajang FESyar. MSBS juga dinobatkan sebagai Pesantren terbaik ketiga di regional Sumatera tahun lalu. Prestasi ini diraih karena MSBS telah menjadi pelopor dalam melahirkan lulusan berkualitas untuk dunia kerja dan berkontribusi dalam memajukan perekonomian Aceh melalui inovasi dan digitalisasi.

Editor: Akil Rahmatillah

Harga TBS Kelapa Sawit di Aceh Utara Melonjak, Petani Masih Merasa Terbebani

0
Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Aceh Utara mengalami kenaikan signifikan. Saat ini, TBS dijual seharga Rp 2.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp 1.300 per kilogram. Di tingkat pabrik, harga TBS berkisar antara Rp 2.150 hingga Rp 2.230 per kilogram. Kenaikan harga ini telah bertahan selama sekitar dua bulan terakhir.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh Utara, Kastabuna, mengungkapkan bahwa meskipun terjadi kenaikan harga, namun hal ini masih belum mencukupi kebutuhan para petani.

“Harga ini sudah bertahan sekitar dua bulan,” ujarnya pada Rabu (12/6/2024).

Menurut Kastabuna, harga TBS kelapa sawit yang ditetapkan pemerintah berkisar antara Rp 2.400 hingga Rp 2.450 per kilogram, tergantung pada usia dan tingkat kematangan buah. Meski demikian, harga jual yang ada saat ini belum memadai untuk menutupi biaya pemeliharaan tanaman dan pembelian pupuk.

“Harga Rp 2.000 saat ini belum mencukupi bagi petani, terutama untuk keperluan pemeliharaan tanaman dan pupuk. Harapannya, TBS kelapa sawit bisa bertahan di harga Rp 2.500 per kilogram,” imbuh Kastabuna.

Kenaikan harga TBS ini turut dirasakan oleh petani di berbagai daerah lainnya di Aceh. Sebelumnya, harga TBS di Aceh Jaya dan Aceh Barat juga dilaporkan mengalami peningkatan. Meski demikian, para petani tetap berharap agar harga TBS dapat terus meningkat sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih layak.

Diharapkan, pemerintah dapat terus memantau dan menetapkan harga yang adil bagi para petani kelapa sawit, sehingga kesejahteraan mereka dapat terjaga dan sektor perkebunan sawit di Aceh dapat terus berkembang.

Editor: Akil Rahmatillah

BPOM Aceh Berikan Bimtek Pendampingan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik

0
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh, Yudi Noviandi. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh), Yudi Noviandi, membuka secara langsung kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pendampingan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) di ruang pertemuan Hotel Diana, Selasa (11/6/2024) lalu.

Kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta perwakilan dari pelaku usaha UMKM se-Aceh dan merupakan salah satu bentuk keberpihakan BPOM Aceh terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang menjadi salah satu tonggak penting dalam pembangunan Indonesia.

Sektor UMKM memiliki peran penting dan strategis dalam perekonomian nasional. Jumlah sektor ini sangat besar sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah serta memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja.

“Pemerintah menilai sangat penting untuk mengawal pemulihan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Bantuan modal saja tidak cukup; pelaku usaha memerlukan pendampingan secara konkret, sehingga diadakan fasilitator pangan dalam pendampingan pelaku usaha,” ujarnya.

Yudi menyampaikan bahwa saat ini pelaku usaha tidak perlu menggunakan calo untuk mendaftarkan produk ke BPOM Aceh, karena BPOM Aceh akan melakukan pendampingan baik secara langsung maupun melalui aplikasi dan media daring.

“Bimbingan teknis ini dimaksudkan untuk memberi pengetahuan dan keterampilan bagi pelaku usaha dalam memperoleh izin penerapan CPPOB, sampai dengan mendapatkan izin edar produk, yang juga merupakan langkah dari proses pendampingan UMKM,” tambah Yudi.

Harapannya, bimtek ini dapat meningkatkan pendampingan pelaku usaha UMKM secara intensif di sarana produksi hingga memperoleh sertifikat CPPOB, sehingga dapat mewujudkan UMKM pangan yang aman, bermutu, dan berdaya saing.

Editor: Akil Rahmatillah

Pertamina Patra Niaga Aceh Pastikan Distribusi Pertalite Aman Selama Idul Adha

0
Ilustrasi Pertamina. (Foto: Dok. Mypertamina).

NUKILAN.id | Banda Aceh – PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Aceh menjamin distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite di Provinsi Aceh selama libur Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah tetap aman dan tersedia di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Kami akan memaksimalkan pendistribusian BBM subsidi ke masyarakat khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah,” ujar Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Aceh, Muhammad Yoga Prabowo, di Banda Aceh, Rabu (12/6/2024).

Untuk memastikan masyarakat mudah mendapatkan BBM subsidi jenis pertalite, Pertamina Patra Niaga akan melakukan koordinasi dengan depot Pertamina agar tetap mendistribusikan BBM pada hari libur atau hari raya.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pihak perbankan agar layanan pembukaan untuk pembayaran atau penebusan BBM oleh pengusaha SPBU di Aceh tetap berjalan lancar.

Muhammad Yoga Prabowo menjelaskan, Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Aceh telah menyalurkan 178.983 kiloliter BBM jenis pertalite sejak 1 Januari hingga 30 April 2024. Angka ini menunjukkan rata-rata distribusi harian sebesar 1.491 kiloliter, mengalami kenaikan 2 persen dibanding tahun lalu yang rata-rata mencapai 1.454 kiloliter per hari.

“Rata-rata distribusi harian BBM Pertalite di Aceh mencapai 1.491 kiloliter,” tambah Yoga.

Pada tahun 2023, penyaluran BBM subsidi pertalite di Aceh mencapai 530.749 kiloliter atau sekitar 1.454 kiloliter per hari. Sementara, pada tahun 2022, jumlah BBM pertalite yang disalurkan mencapai 530.802 kiloliter atau sekitar 1.454 kiloliter per hari, dan pada tahun 2021, sebanyak 439.437 kiloliter atau sekitar 1.294 kiloliter per hari.

Meski konsumsi BBM jenis pertalite di Aceh terus meningkat, Yoga memastikan stok BBM untuk kebutuhan masyarakat selalu terpenuhi dengan baik. Pihaknya juga aktif melakukan pengawasan untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan sesuai peruntukan.

“Dengan langkah-langkah ini, kami berkomitmen agar kebutuhan BBM masyarakat selama Idul Adha dapat terpenuhi dengan baik,” tutup Muhammad Yoga Prabowo.

Editor: Akil Rahmatillah