Beranda blog Halaman 1106

Enam Terdakwa Penyelundupan Sabu-Sabu di Aceh Timur Divonis Hukuman Mati

0
Ilustrasi pengedar narkoba (Foto: indozone.id)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Majelis hakim Pengadilan Negeri Idi, Kabupaten Aceh Timur, menjatuhkan hukuman mati kepada enam terdakwa penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dalam dua perkara terpisah. Vonis tersebut dibacakan dalam persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Asra Saputra dengan hakim anggota Zaki Anwar dan Tri Purnama pada Kamis.

Dalam perkara pertama, empat terdakwa yaitu Muhajir (37), Adiyan (48), M Samin (29), dan Nurdin Juned, dinyatakan bersalah menyelundupkan 74 kilogram sabu-sabu. Sedangkan pada perkara kedua, dua terdakwa lainnya, Rusli dan Fakrurrazi, terbukti menyelundupkan 30 kilogram sabu-sabu.

Para terdakwa mengikuti persidangan secara virtual dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Idi, tempat mereka ditahan. Mereka didampingi oleh penasihat hukum Emma Fiana dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Pengadilan Negeri Idi.

Keputusan ini sejalan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Ricky Rosiwa dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur. Hakim menyatakan para terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Kasus pertama bermula ketika Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Lhoksemawe menangkap Muhajir dan rekan-rekannya di Perairan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur pada 12 Desember 2023.

Sementara itu, Rusli dan Fakrurrazi ditangkap pada 3 Desember 2023 saat hendak menyelundupkan 30 kilogram sabu-sabu di Perairan Kuala Ujung, Kecamatan Pereulak, Kabupaten Aceh Timur oleh tim gabungan Bareskrim Polri dan Bea Cukai.

Menanggapi putusan ini, jaksa penuntut umum dan para terdakwa menyatakan pikir-pikir untuk menentukan apakah akan menerima putusan atau mengajukan banding.

Kasus ini menambah panjang daftar kasus penyelundupan narkoba di Indonesia. Pada waktu yang hampir bersamaan, Polda Metro Jaya juga membongkar kasus penyelundupan 73 kilogram ganja di Depok.

Upaya penegakan hukum yang tegas ini menunjukkan komitmen aparat dalam memberantas peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan di Tanah Air.

Editor: Akil Rahmatillah

Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok LPG di Aceh Aman Menjelang Idul Adha

0
engisian LPG 3 Kg: Pekerja melakukan pengisian tabung Elpiji 3 Kg di SPBE Batavia Jaya Energi, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (29/5). (Republika/ Yasin Habibi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) menjamin ketersediaan stok LPG di Aceh aman menjelang Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah. Pernyataan ini disampaikan oleh Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, pada Kamis, 13 Juni 2024.

“Kami menjamin distribusi dan stok LPG dalam kondisi aman di Aceh,” ujar Satria.

Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan LPG 3 kg selama Iduladha yang bertepatan dengan libur panjang, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan tambahan stok LPG 3 kg sebanyak 147.840 tabung atau setara dengan 444 Metrik Ton (MT) di Aceh.

“Penguatan stok ini akan dilaksanakan selama masa Hari Raya Idul Adha dan libur panjang di bulan Juni 2024,” tambahnya.

Selain memastikan stok, Pertamina Patra Niaga juga menghimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan LPG 3 kg, dengan tidak menimbun dan menjual kembali LPG 3 kg yang merupakan barang bersubsidi,” tegas Satria.

Tak hanya itu, Pertamina Patra Niaga juga menjamin ketersediaan LPG non-subsidi seperti Bright Gas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas.

Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan masyarakat dalam merayakan Iduladha tanpa khawatir kekurangan LPG. Pertamina Patra Niaga berharap masyarakat dapat merayakan hari besar ini dengan tenang dan tetap mematuhi aturan yang ada dalam penggunaan LPG bersubsidi.

Dengan demikian, masyarakat Aceh dapat merayakan Iduladha dengan aman dan nyaman, sementara distribusi dan ketersediaan LPG tetap terkendali.

Editor: Akil Rahmatillah

Dinas Sosial Aceh Kumpulkan Masukan untuk Finalisasi Rancangan Qanun Disabilitas

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Sosial Aceh kembali mengadakan kegiatan penjaringan masukan untuk Rancangan Qanun (Raqan) Aceh Disabilitas. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel The Pade, dengan menghadirkan perwakilan pengurus Organisasi Disabilitas (OPDis) dari wilayah Provinsi, Banda Aceh, dan Aceh Besar pada Selasa (12/6/2024).

Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur organisasi seperti Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (Itmi), serta akademisi dari beberapa universitas seperti UIN Ar-Raniry, Abulyatama, Universitas Iskandar Muda (UNIDA), Universitas Serambi Mekkah (USM), dan Universitas Ubudiyah Indonesia.

Isnandar, yang mewakili Kepala Dinas Sosial Aceh, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari komunitas disabilitas, organisasi masyarakat sipil (CSO), dan akademisi mengenai substansi Raqan Disabilitas yang belum termuat dalam rancangan qanun.

“Kegiatan ini penting untuk memastikan bahwa masukan dari komunitas disabilitas dan akademisi dapat diakomodasi dalam Raqan Disabilitas, sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat benar-benar memenuhi kebutuhan dan hak-hak penyandang disabilitas,” ujar Isnandar.

Selain itu, pertemuan ini juga membahas peluang dan materi baru yang perlu dimasukkan dalam Rancangan Qanun Aceh tentang Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas. Isnandar menambahkan bahwa kegiatan serupa telah dilaksanakan pada Mei 2024 lalu di Meulaboh dan Banda Aceh, dengan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan OPDis di Wilayah Barat, Dapil I, dan Dapil II.

“Besok, kami akan kembali duduk bersama Tim Penyusun Pemerintah Aceh untuk membahas dan merumuskan masukan dari Kabupaten/Kota,” tambah Isnandar, yang juga menjabat sebagai Kabid Rehabilitasi Sosial.

Pemerintah Aceh, melalui Kepala Dinas Sosial, memberikan apresiasi tinggi kepada SKALA yang telah memberikan dukungan penuh dalam proses penyusunan hingga finalisasi Raqan Disabilitas ini.

Dicky Arisandi, pimpinan SKALA perwakilan Aceh, menyatakan rasa senangnya atas hasil yang telah dicapai bersama Pemerintah Aceh. Ia optimis bahwa rancangan qanun ini dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah, kita semua senang bisa sampai pada tahap ini. Tinggal sedikit lagi, bersama tim penyusun, mudah-mudahan rancangan qanun ini bisa kita serahkan ke DPRA untuk segera dibahas bulan ini,” harap Dicky saat menutup acara.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Raqan Disabilitas dapat segera menjadi qanun yang memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

FISIP USK Rilis Tujuh Rekomendasi untuk Calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2024

0
Universitas Syiah Kuala. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Civitas akademika Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh mengumumkan tujuh rekomendasi terkait kriteria ideal calon gubernur Aceh yang akan bertarung dalam Pilkada serentak pada November 2024 mendatang.

Rekomendasi ini diungkap dalam diskusi ilmiah bertajuk “Perspektif Civitas Akademika Universitas Syiah Kuala” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USK di Banda Aceh.

“Kami mempublikasikan rekomendasi ini agar masyarakat pemilih dapat mengetahuinya,” ujar Dekan FISIP USK, Mahdi Syahbandir, pada Kamis (13/6/2024).

Rekomendasi tersebut merupakan hasil dari diskusi mendalam yang diikuti oleh akademisi USK, yang bertujuan untuk memberikan panduan bagi pemilih dalam menentukan pilihannya. Berikut adalah tujuh rekomendasi yang disampaikan:

1. Pendidikan Berkualitas: Calon gubernur harus tanggap dan serius menangani permasalahan pendidikan, dengan mendorong program afirmasi untuk mewujudkan akses pendidikan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, mereka harus mampu menciptakan sinkronisasi antar pemangku kepentingan guna mendukung fasilitas pendidikan berkualitas di Aceh.

2. Peningkatan Keterampilan: Figur gubernur harus mampu memfasilitasi program peningkatan keterampilan (hard skill dan soft skill) bagi peserta didik untuk mendukung peluang kerja yang terus berkembang, serta meningkatkan sertifikasi keahlian kompetensi bagi pendidik dan masyarakat umum untuk mendukung kualitas pendidikan dan daya saing di dunia kerja.

3. Kesejahteraan Masyarakat: Calon gubernur harus berkomitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program inovatif dan solutif.

4. Pengembangan Ekonomi: Figur gubernur harus memiliki visi dalam mengembangkan perekonomian Aceh, terutama melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam yang ada.

5. Transparansi dan Akuntabilitas: Calon gubernur diharapkan bersikap terbuka dengan menerima ide-ide baru yang dapat mendukung sinergisitas keilmuan dan keahlian antar stakeholder di Aceh.

6. Pembangunan Infrastruktur: Calon gubernur harus berkomitmen menjalankan misi, strategi, kebijakan, dan program yang solutif, sehingga mampu menjawab tantangan dan isu-isu kritis dalam berbagai sektor untuk masa depan Aceh yang lebih baik.

7. Koordinasi dengan Pemerintah Pusat: Calon gubernur harus memiliki kemampuan koordinasi dan komunikasi yang baik dengan Pemerintah Pusat serta memiliki komitmen perencanaan pembangunan Aceh yang mengacu pada konsep tata ruang industri strategis nasional dan daerah, serta mampu menginisiasi program unggulan demi pengembangan potensi sumber daya di Aceh.

Mahdi berharap, melalui penyebaran informasi ini, masyarakat pemilih dapat memahami bagaimana penilaian USK terhadap figur calon gubernur Aceh ke depan.

Rekomendasi ini juga akan diserahkan kepada para pimpinan partai di Aceh, baik lokal maupun nasional, sebagai masukan dan pertimbangan dalam mengusulkan kandidat masing-masing.

“Kami juga akan mengirimkan rekomendasi ini ke DPR Aceh dan Komisi Independen Pemilihan (KIP) sebagai bahan pertimbangan bagi mereka dalam mengambil keputusan nantinya,” tutup Mahdi Syahbandir.

Dengan demikian, USK berharap masyarakat Aceh dapat memilih pemimpin yang tepat untuk membawa Aceh ke arah yang lebih baik pada Pilkada 2024 mendatang.

Editor: Akil Rahmatillah

BMKG Prediksi La Nina Akan Meningkatkan Curah Hujan di Indonesia Mulai Juni 2024

0
Ilustrasi petir (Foto: Pixabay)

NUKILAN.id | Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis jadwal kedatangan fenomena La Nina di Indonesia. Menurut BMKG, La Nina akan dimulai dari wilayah Timur Indonesia dan perlahan bergerak ke Barat. Hal ini diumumkan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, yang mengonfirmasi bahwa El Nino telah berakhir dan akan berganti dengan La Nina.

BMKG memprediksi bahwa La Nina akan mulai terjadi pada Juni-Juli 2024, meskipun fenomena ini diperkirakan akan bersifat lemah. Sebagai kebalikan dari El Nino, La Nina biasanya menyebabkan peningkatan curah hujan di Indonesia.

Juru bicara World Meteorological Organization (WMO), Clare Nullis, menyatakan bahwa perkembangan La Nina diperkirakan akan memicu musim badai yang sangat aktif. Oleh karena itu, Clare menekankan pentingnya kesiapan dunia, termasuk Indonesia, dalam menghadapi musim badai yang akan datang.

BMKG juga merilis prediksi wilayah-wilayah di Indonesia yang akan mengalami curah hujan tinggi selama periode La Nina, yang terbagi berdasarkan bulan:

Juni 2024

Sebagian Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, sebagian Maluku, Maluku Utara, sebagian Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Juli 2024

Sebagian Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Agustus 2024

Sebagian kecil Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Tengah.

September 2024

Sebagian Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Tengah.

Oktober 2024

Sebagian Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Selatan.

November 2024

Sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Selatan.

Dengan prediksi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi peningkatan curah hujan yang mungkin terjadi selama periode La Nina.

Editor: Akil Rahmatillah

Seorang Penjahit di Aceh Besar Meninggal Dunia Usai Dianiaya Suami

0
Ilustrasi Meninggal. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Artem_Furman)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Seorang perempuan berinisial SR (44), penjahit pakaian, meninggal dunia usai dianiaya oleh suaminya berinisial FA (50) di Gampong (Desa) Payatieng, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Korban meninggal dalam perawatan di RSUD Zainoel Abidin, Kota Banda Aceh, Kamis (13/6/2024) sore.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, menjelaskan bahwa penganiayaan terjadi pada Selasa, 11 Juni 2024, di toko Kak Sri Jahit dan Kustum di Gampong Payatieng. Saat kejadian, warga yang menyaksikan langsung melaporkan insiden tersebut ke Polsek Peukan Bada.

“Personel Polsek segera menuju lokasi dan menemukan korban sudah berdarah. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh untuk perawatan awal,” ujar Fadillah, Jumat (14/6/2024).

Namun, karena kondisi korban yang parah, SR dirujuk ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh. Meski sudah mendapat perawatan intensif, nyawa SR tidak tertolong.

Polisi yang berada di lokasi kejadian menemui saksi Hendra Saputra (41) yang mengatakan bahwa kakaknya telah dianiaya oleh suaminya. Saksi lain, Marliza (47), mengungkapkan bahwa FA, suami korban, sudah satu bulan tidak pulang ke rumah karena perselisihan rumah tangga.

“Kami terus berupaya melacak pelaku. Kanit Intelkam Polsek Peukan Bada akhirnya berhasil menghubungi FA yang saat itu berada di Gampong Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Kami membujuknya untuk menyerahkan diri ke Polsek Syiah Kuala,” kata Fadillah.

FA akhirnya menyerahkan diri dan dijemput oleh personel Polsek Peukan Bada. Pelaku kini telah diserahkan ke Satreskrim Polresta Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Keluarga korban telah membuat laporan resmi ke Polresta Banda Aceh untuk mengungkap kasus ini. FA dijerat dengan Pasal 351 Ayat 3 KUHP yang mengatur pidana penjara maksimal tujuh tahun jika penganiayaan mengakibatkan kematian.

Kini, FA ditahan di rumah tahanan Polresta Banda Aceh untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Editor: Akil Rahmatillah

PPIH Embarkasi Aceh Imbau Jemaah Kurangi Aktivitas di Luar Ibadah

0
Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh, Azhari. (Foto: Dok. Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kakanwil Kemenag Aceh yang juga Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Drs. Azhari M.Si, meminta para jemaah Aceh di tanah suci untuk menjaga kondisi kesehatan mereka. Imbauan ini datang mengingat prediksi cuaca ekstrem yang akan melanda Arab Saudi menjelang puncak haji tahun ini.

“Jadi kita minta jemaah dan petugas untuk menjaga kondisi kesehatan selama berada di tanah suci. Apalagi, BMKG-nya Arab Saudi memprediksi cuaca ekstrem yang akan melanda daerah itu di puncak haji,” ujar Azhari pada Kamis (13/6/2024).

Azhari menekankan pentingnya mengurangi aktivitas di luar ibadah untuk menjaga kesehatan jemaah, terutama mengingat mayoritas jemaah dari Aceh adalah lansia. “Kurangi aktivitas di luar ibadah. Semoga diberi kelancaran dan dipermudahkan segala urusan,” tambahnya.

Para petugas yang mendampingi jemaah juga diminta untuk aktif mengecek kesehatan jemaah secara berkala.

“Petugas, terutama yang mendampingi jemaah dari Aceh, harus bekerja keras untuk menjaga,” kata Azhari lagi.

Sebelumnya, Pusat Meteorologi Nasional Saudi mengumumkan bahwa cuaca di sejumlah situs suci akan bervariasi mulai dari panas hingga sangat panas. Temperatur udara diperkirakan berkisar antara 45 hingga 48 derajat Celsius dengan sedikit potensi hujan.

Hingga Rabu (12/6/2024) lalu, lebih dari 1,5 juta jemaah dari seluruh dunia telah tiba di Saudi untuk melaksanakan ibadah haji.

Otoritas Arab Saudi juga mengimbau agar pelaksanaan salat Jumat beserta khotbah selama musim haji dipersingkat mengingat panas ekstrem. Mereka juga meminta kepada dua masjid suci, yaitu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, untuk mengurangi jumlah bacaan Al-Quran dan memperpendek waktu antara azan dan iqamah selama musim haji.

Dengan adanya imbauan ini, diharapkan para jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan terhindar dari masalah kesehatan yang dapat mengganggu kelancaran ibadah mereka.

Editor: Akil Rahmatillah

Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas Bahas Kesiapan PON XXI di Aceh dan Sumut

0
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas mengenai kesiapan PON XXI di Istana Merdeka. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jakarta – Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas dengan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju guna membahas kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Rapat tersebut digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (14/6/2024).

“Rapat terbatas pada siang hari ini melanjutkan pembahasan mengenai persiapan penyelenggaraan PON ke-21 yang akan dilaksanakan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Provinsi Sumatera Utara, yaitu pada tanggal 8 sampai 20 September 2024,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Presiden menjelaskan bahwa PON XXI akan diselenggarakan di dua provinsi pada 8-20 September 2024. Dengan hanya 88 hari tersisa, Jokowi meminta laporan kesiapan dari para menteri terkait.

“Saya minta laporannya,” tegas Presiden Jokowi.

Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, melaporkan bahwa PON XXI akan mempertandingkan semua cabang olahraga dan diperkirakan melibatkan lebih dari 11.600 atlet dan 5.800 ofisial, dengan total peserta mencapai 15.000 orang.

“Akan mempertandingkan semua cabang olahraga dan diperkirakan melibatkan 11.600 lebih atlet dan 5.800 ofisial dengan total 15.000 peserta,” ungkap Muhadjir.

Selain Menko PMK Muhadjir Effendy, sejumlah menteri dan pejabat turut hadir dalam rapat terbatas tersebut. Mereka antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menpora Dito Ariotedjo, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menkominfo Budi Arie Setiadi, dan Wamenkeu Suahasil Nazara.

PON XXI ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di dua provinsi sekaligus. Nantinya, acara ini akan diikuti oleh 38 provinsi termasuk Daerah Otonom Baru (DOB) dan Ibu Kota Negara (IKN) dengan status defile.

PON XXI juga menjadi ajang perpisahan bagi masyarakat olahraga prestasi untuk masa bakti Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Di Aceh, PON akan mempertandingkan 33 cabang olahraga, 42 disiplin cabang olahraga, dan 510 nomor pertandingan, yang diperkirakan diikuti oleh 5.636 atlet dan 2.572 ofisial.

Sementara itu, di Sumatera Utara, PON akan mempertandingkan 34 cabang olahraga, 46 disiplin cabang olahraga, dan 528 nomor pertandingan, dengan perkiraan peserta sebanyak 6.281 atlet dan 3.140 ofisial.

Menpora Dito Ariotedjo menyatakan optimisme bahwa venue utama PON akan selesai pada akhir Juli 2024, memperkuat kesiapan pelaksanaan ajang olahraga nasional terbesar di Indonesia ini.

Dengan segala persiapan yang dilakukan, diharapkan PON XXI dapat berjalan sukses dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta dan masyarakat.

Editor: Akil Rahmatillah

Pantai Syiah Kuala Banda Aceh Jadi Destinasi Terapi Tradisional Gratis

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Setiap pagi, Pantai Syiah Kuala di Banda Aceh selalu dikunjunhi oleh warga yang mencari kesembuhan melalui terapi tradisional unik. Mereka menanam diri di dalam pasir di bibir pantai, berharap bisa mengobati berbagai penyakit seperti stroke, rematik, dan gangguan kesehatan lainnya.

Pengunjung percaya bahwa terapi dengan menanam diri di pasir pantai ini mampu memberikan efek penyembuhan yang signifikan tanpa biaya.

“Kami hampir tiap pagi ke sini bawa ayah terapi di pantai,” ujar Muhammad Karunia, warga Kota Banda Aceh, Jumat (14/6/2024).

Syukur, salah satu warga lainnya, mengaku rutin melakukan terapi ini setiap hari libur dengan bantuan istri dan dua anaknya. Ia yang pernah divonis mengalami gejala stroke ringan, kini merasakan khasiat dari terapi ini setelah beberapa bulan melakukannya secara rutin.

“Saya sudah lima bulan menjalani terapi ini,” ungkap Syukur.

Terapi tradisional ini banyak diminati oleh para lanjut usia (lansia), meskipun beberapa anak muda juga terlihat melakukannya untuk menjaga kebugaran tubuh mereka.

Selain menjadi tempat terapi, Pantai Syiah Kuala juga terletak tidak jauh dari Makam Syiah Kuala, situs religi yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Lokasi ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga nilai historis dan spiritual yang kental.

Bagi warga Banda Aceh, Pantai Syiah Kuala bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga tempat yang memberikan harapan baru bagi mereka yang mencari kesembuhan melalui cara-cara alami dan tradisional.

Reporter: Akil Rahmatillah

Konsorsium PERMAMPU Selenggarakan Diskusi Perempuan Lansia Sehat dan Bahagia bersama Keluarga

0
Pada tanggal 23 Mei 2024 lalu, Konsorsium PERMAMPU selenggarakan diskusi dan refleksi dengan tema “Perempuan Lansia Sehat dan Bahagia bersama Keluarga” untuk Hari Lansia Nasional di 29 Mei (dok: foto untuk Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Pada tanggal 23 Mei 2024 lalu, Konsorsium PERMAMPU selenggarakan diskusi dan refleksi dengan tema “Perempuan Lansia Sehat dan Bahagia bersama Keluarga” untuk Hari Lansia Nasional di 29 Mei. Acara ini dilaksanakan secara Hybrid melalui Zoom di 8 Provinsi (Aceh, SUMUT, Riau, SUMBAR, Jambi, Bengkulu, SUMSEL, dan Lampung) dengan 35 titik Zoom yang berpusat di Hotel Santika Palembang dan dipimpin oleh Sekretariat PERMAMPU dan WCC Palembang.

Secara statistik sekitar 20%  perempuan lansia (>60 tahun) masuk ke dalam kelompok-kelompok perempuan atau pun terlibat dalam FKPAR (Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput) dampingan  PERMAMPU. PERMAMPU sebagai Konsorsium yang berkomitmen untuk melakukan upaya penguatan perempuan secara inklusif ingin memaknai Hari Lansia dari sudut pandang perempuan lansia secara pribadi dalam dinamika kehidupannya di keluarga, masyarakat, dan lingkar PERMAMPU.

Dalam pandangan PERMAMPU yang dikonfirmasi melalui telepon seluler pada Nukilan.id, Kamis (13/6/2024), perayaan Hari Lansia 29 Mei yang hanya berjarak satu bulan dengan Hari Keluarga yang dirayakan setiap 29 Juni bukanlah kebetulan karena Lansia dan keluarga saling berkaitan. Pada umumnya, orang terdekat yang menemani lansia khususnya perempuan lansia adalah keluarga. Kegiatan ini dihadiri oleh 364 perempuan yang terdiri dari 179 perempuan, lansia usia >60 tahun, dan 185 perempuan usia <60 tahun yang tersebar di 29 Kabupaten & 1 kota di 8 Provinsi Pulau Sumatera yang diawali dengan menonton video pendek mengenai masalah yang dihadapi lansia dan sharing pengalaman oleh perempuan lansia maupun keluarga yang mendampingi lansia di 8 provinsi.

Dari hasil refleksi dan berbagi pengalaman yang dilakukan, PERMAMPU mengidentifikasi hal-hal diantaranya pertama, setiap perempuan lansia memiliki masalah, kebutuhan, dan tantangan yang berbeda. Ada yang sudah merasa lansia meski orang lain menganggap dirinya belum lansia dilihat dari definisi umum (>60 tahun). Hal ini terkadang berhubungan dengan hambatan fisik karena menderita sesuatu penyakit a.l. pernah jatuh/kecelakaan, gangguan memory/dementia, gangguan penglihatan, masalah persendian/tulang dll. Demikian juga yang dianggap penyakit alami orang tua yang sebenarnya adalah hambatan psikis seperti  mudah tersinggung, merasa tidak berdaya, menarik diri dari pergaulan, dsb.

Kedua, pada pihak lain ada beberapa perempuan lansia dampingan PERMAMPU dengan usia >60 tahun merasa dirinya tidak lansia karena masih mempunyai kekuatan untuk tetap berkarya serta bermanfaat yang menjadi penyemangat hidupnya. Salah satu peserta dari Palembang bernama Ibu Rita yang berusia 65 tahun bahkan mengucapkan testimoni: ‘Aku sudah dianggap lansia, tetapi aku tetap beraktivitas, mempunyai usaha yang sebagai sumber pendapatanku bahkan untuk membantu keluargaku, dan aku ke mana-mana naik sepeda motor. Aku merasa sehat,  bermanfaat, dan gembira bersama FKPAR.” Sementara peserta yang lain menyatakan bahwa berkumpul, berorganisasi di FKPAR, mempunyai kegiatan bersama untuk menambah pengetahuan maupun rekreasi; membuat mereka  bersemangat. Sementara masih banyak Perempuan Lansia yang cenderung menarik diri, belum terjangkai.

Ketiga, disadari bahwa masalah komunikasi antargenerasi baik di keluarga mau pun di masyarakat menjadi tantangan untuk mengenali dan memahami lansia khususnya di dalam keluarga. Pemerintah Indonesia juga telah berkomitmen untuk pemenuhan hak-hak lansia. Sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 88 tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan. Untuk itu PERMAMPU berkomitmen, mengidentifikasi, dan mengenali tantangan yang dihadapi perempuan lansia dan keluarganya serta mengenali potensi dan kebutuhannya, bahkan kepentingannya sebagai kelompok rentan mulai dari keluarga.

Kemudian, meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang hak-hak lansia dengan pendidikan ke kelompok dan keluarga tentang sikap responsive, inclusive terhadap lansia. Selanjutkan menciptakan ruang berbagi pengalaman bersama lansia di komunitas khususnya di kelompok dampingan PERMAMPU diskusi, senam lansia, sharing cerita, pola hidup sehat, senam lansia, dan rekreasi, pendidikan teknologi untuk lansia dst. Tidak hanya itu, juga ada pendidikan dan kampanye publik bahwa perempuan lansia berhak hidup bahagia, dihormati, tidak dianggap lemah/tidak berdaya, beban, tidak produktif, dan membangun situasi lansia yang sehat dan bahagia.

Adapun cara lain, yakni mendorong pemerintah untuk memastikan pemenuhan hak lansia baik di tingkat provinsi, kabupaten serta pemerintah desa melalui kebijakan dan anggaran yang responsive terhadap lansia. Merintis upaya inovatif untuk model pemenuhan hak lansia khususnya perempuan lansia misalnya mengembangkan day care transformative berbasis komunitas

“Selamat Hari Lansia, semoga perempuan lansia semakin menikmati hidup dan berbahagia karena memiliki pengalaman hidup yang kaya, dan didukung oleh keluarga dan komunitasnya.”

Reporter : Auliana Rizky