Beranda blog Halaman 1108

Permintaan Kambing Kurban di Banda Aceh Menurun Drastis

0
Hewan ternak kambing di Aqiqah Limo Farm di Ulee Kareng, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H, permintaan hewan kurban jenis kambing di Banda Aceh mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Penurunan permintaan tersebut diungkapkan oleh pedagang hewan qurban Aqiqah Limo Farm Afdal Kesuma di Ulee Kareng, Banda Aceh, pada Kamis (13/6/2024).

Menurutnya, stok kambing tahun ini sangat mencukupi. Namun, permintaan masyarakat yang anjlok membuat harga hewan kurban melambung tinggi.

“Tahun ini memang betul-betul daya beli masyarakat sangat menurun,” ungkap Afdal kepada Nukilan.

Meskipun mengalami penurunan penjualan, harga kambing justru mengalami kenaikan hingga 30-40 persen. Hal ini dikarenakan peternak mengalami kerugian di awal karena ternak tahun lalu tidak terjual.

“Kenaikan harga itu karena ternak (kambing) tidak terjual tahun lalu dan imbasnya ini kambing bertambah terus usianya sejalan dengan kebutuhan pakan,” jelasnya.

Ia mengatakan, harga kambing lokal saat ini berkisar antara Rp 2.500.000 hingga Rp 7.000.000, sedangkan domba dijual dengan harga Rp 3.000.000 hingga Rp 4.500.000.

“Mendekati hari kurban, penjualan kita masih 45 ekor kambing, biasanya tahun sebelumnya mencapai 350 ekor kambing,” kata Afdhal.

Selain itu, kata Afdhal, kesehatan hewan kurban di peternakannya secara umum masih sehat. Namun, ada beberapa hewan yang terjangkit penyakit karena kondisi cuaca yang sangat panas.

“Kesehatan hewan saat ini bagus. Tapi ini ada beberapa yang terjangkit karena kondisi sangat panas jadi bibirnya pecah, ini bisa kita atasi dengan obat,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

FJPI Aceh Goes to School: 50 Pelajar Banda Aceh Diberi Pelatihan Jurnalistik dan Literasi Digital

0
50 Pelajar Banda Aceh Diberi Pelatihan Jurnalistik dan Literasi Digital. (Foto: Beritasatu)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 50 pelajar dari berbagai SMA dan MA di Kota Banda Aceh mengikuti pelatihan jurnalistik dan literasi digital melalui program “FJPI Aceh Goes to School”. Program ini diselenggarakan oleh Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Aceh dan dilaksanakan di Aula SMA Negeri 1 pada Selasa (11/6/2024) lalu.

Ketua panitia, Nurul Ali, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengolah berita sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalistik.

“Melalui kegiatan ini, semoga para calon jurnalis muda dapat berpikir kritis dan menghasilkan karya jurnalistik yang akurat serta aktual secara digital,” ujar Nurul.

Pelatihan ini mencakup materi dasar-dasar jurnalistik serta literasi digital yang penting di era informasi saat ini. Para siswa diajarkan teknik penulisan berita yang baik, etika jurnalistik, serta bagaimana memanfaatkan teknologi digital untuk mencari dan menyebarkan informasi.

Nurul berharap, dengan adanya pelatihan ini, para siswa dapat mengembangkan kemampuan jurnalistik mereka sejak dini dan lebih siap menghadapi tantangan dunia media di masa depan.

“Kami ingin para siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen informasi yang berkualitas,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satu peserta, Rizki, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti pelatihan ini.

“Saya sangat senang bisa belajar banyak tentang jurnalistik dan bagaimana cara menulis berita yang baik. Ini sangat berguna untuk masa depan saya,” katanya.

Dengan adanya program “FJPI Aceh Goes to School”, FJPI Aceh berharap dapat melahirkan generasi muda yang lebih kritis dan melek informasi, sekaligus mampu berkontribusi positif dalam dunia jurnalistik Indonesia.

Editor: Akil Rahmatillah

Menuju Pilkada 2024: Aceh Selatan Butuh Pemimpin ‘Extra Ordinary’

0
Akil Rahmatillah. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Opini – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 sudah di depan mata. Nama-nama calon Bupati Aceh Selatan mulai bermunculan, dengan berbagai latar belakang dan visi yang ditawarkan. Namun, yang menjadi pertanyaan penting adalah, siapakah sosok yang layak memimpin Aceh Selatan ke depan? Jawabannya jelas: Aceh Selatan memerlukan pemimpin yang ‘extra ordinary’.

Aceh Selatan adalah wilayah dengan tantangan yang kompleks. Masalah-masalah seperti stunting, kemiskinan, pengangguran, banjir, abrasi pantai, konflik satwa, dan iklim investasi yang kurang kondusif menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan perhatian serius. Dalam situasi ini, seorang pemimpin yang biasa-biasa saja tidak akan cukup. Aceh Selatan membutuhkan pemimpin dengan visi yang jelas, kemampuan eksekusi yang kuat, dan ketahanan mental yang luar biasa.

Salah satu masalah yang paling mendesak adalah stunting, yang mencerminkan kurangnya gizi dan perhatian terhadap kesehatan anak-anak. Pemimpin yang terpilih harus mampu mengintegrasikan program kesehatan dan pendidikan yang efektif untuk menurunkan angka stunting. Program-program ini harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga tokoh masyarakat setempat.

Kemiskinan yang mencapai 0,88 persen pada tahun 2023 juga menjadi sorotan utama. Angka ini mungkin terlihat kecil dibandingkan daerah lain, tetapi dalam konteks Aceh Selatan, ini adalah persoalan serius. Pemimpin masa depan harus mampu mengimplementasikan kebijakan yang mendukung peningkatan ekonomi lokal. Optimalisasi sumber daya alam yang melimpah namun belum terkelola dengan baik adalah salah satu kunci. Aceh Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Namun, tanpa pemimpin yang mampu melihat dan menggarap potensi ini, semuanya akan sia-sia.

Tingkat pengangguran yang mencapai 4,73 persen juga perlu mendapatkan perhatian serius. Penciptaan lapangan kerja harus menjadi prioritas. Pemimpin Aceh Selatan harus bisa menarik investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, untuk membuka peluang kerja baru. Iklim investasi yang kondusif tidak akan tercipta tanpa adanya kebijakan yang mendukung dan transparansi dalam pemerintahan.

Masalah lingkungan seperti banjir dan abrasi pantai juga menuntut perhatian. Pemimpin Aceh Selatan harus memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan. Program mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim harus menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang. Selain itu, penyelesaian konflik satwa yang sering terjadi di kawasan hutan Aceh Selatan juga memerlukan pendekatan yang bijaksana dan berbasis komunitas.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah merupakan cerminan dari berbagai masalah yang ada. Untuk meningkatkan IPM, pemimpin Aceh Selatan harus fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Semua ini tidak bisa dicapai tanpa adanya kerjasama lintas sektor dan dukungan dari semua pihak, termasuk partai politik, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Partai politik memegang peran penting dalam melahirkan calon-calon pemimpin yang kompeten. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk mengusung kandidat yang tidak hanya populer tetapi juga memiliki kapasitas dan integritas. Proses seleksi yang transparan dan berbasis meritokrasi adalah kunci untuk mendapatkan pemimpin yang layak.

Aceh Selatan adalah negeri dengan sumber daya alam yang kaya dan potensi besar. Namun, tanpa pemimpin yang extra ordinary, semua potensi ini tidak akan tergarap dengan optimal. Pemimpin yang mampu mengayomi lintas kepentingan, berani mengambil keputusan sulit, dan memiliki visi jangka panjang adalah yang dibutuhkan. Hanya dengan pemimpin seperti itu, Aceh Selatan bisa keluar dari berbagai masalah yang melilit dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Di tengah dinamika politik yang kian memanas menjelang Pilkada, harapan besar disematkan kepada calon-calon pemimpin Aceh Selatan. Mereka harus mampu menjawab tantangan zaman dengan bijaksana dan membawa Aceh Selatan menuju kemajuan yang nyata. Hanya pemimpin yang luar biasa yang dapat membawa perubahan luar biasa bagi Aceh Selatan.

Penulis: Akil Rahmatillah (Alumni Ilmu Pemerintahan-USK)

Gurihnya Bisnis Handicraft Ala Mahasiswi di Banda Aceh

0
Bucket snack di karya Via. (Foto: @sans.buckett)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menggeluti bidang kewirausahaan, saat ini sedang banyak dilakukan oleh generasi muda. Tak jarang pula, seorang pengusaha memulai bisnisnya atas dasar keterampilan yang ia miliki, sehingga membuatnya dapat meraup penghasilan yang cukup untuk membiayai hidupnya.

Hal ini dilakukan oleh seorang pengusaha muda bernama Via yang merupakan salah satu mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh. Ia memiliki bisnis buket handicraft bernama Sans Buckett. Di usianya yang masih muda itu, bisnis yang sedang ia geluti mampu memenuhi kebutuhan serta keperluan pribadinya.

Ketika berbincang dengan Nukilan.id, Via menceritakan awal mula berbisnis buket handicraft ini didasarkan karena keterampilan serta kegemarannya dalam merangkai bunga.

“Saya melihat ada peluang besar terutama saat acara-acara penting di kampus, dimana banyak orang mencari hadiah yang istimewa untuk orang tersayang,” ujarnya kepada Nukilan.id, Kamis (13/6/2024).

Buket handicraft buatannya tidak hanya berfokus pada bunga, tetapi juga mencakup variasi seperti buket snack, buket uang, dan berbagai desain kreatif lainnya sesuai permintaan pelanggan. Meskipun persaingan di Banda Aceh cukup ketat, Via tetap mampu bersaing dengan menjaga kualitas produk dan menawarkan harga yang kompetitif.

“Di Banda Aceh, persaingan bisnis serupa memang tinggi, tapi saya selalu berfokus pada kualitas produk dan harga yang bersaing. Sistem yang saya terapkan adalah ATM: Amati, Tiru, Modifikasi,” tutur Via.

Kunci keberhasilan Via dalam menjalankan bisnisnya adalah konsistensi dan tanggung jawab dalam memenuhi kepuasan pelanggan. Baginya, kegagalan adalah bagian dari proses belajar yang membangun untuk terus berkembang.

Produk-produk dari Sans Buckett tidak hanya populer di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum di Banda Aceh, tetapi juga sudah menjangkau pasar luas melalui platform daring, khususnya melalui akun Instagram resmi @sans.buckett.

“Dengan harga mulai dari Rp 20.000, saya ingin menjadikan buket handicraft ini sebagai pilihan yang tidak hanya unik tapi juga terjangkau bagi siapa saja yang ingin memberikan hadiah istimewa,” ungkapnya.

Dengan semangat dan dedikasi seperti ini, Via memberikan inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk tidak takut memulai bisnis dan terus mengembangkan kreativitas mereka dalam menghadapi tantangan pasar yang kompetitif. Bisnisnya tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan, tetapi juga wadah untuk mengekspresikan passion dalam seni merangkai bunga dan keterampilan lainnya.

Reporter: Akil Rahmatillah

Pengprov Muaythai Aceh Targetkan Tiga Medali Emas di PON XXI Aceh-Sumut 2024

0
Pengprov Muaythai Aceh Targetkan Tiga Medali Emas di PON XXI Aceh-Sumut 2024. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Aceh optimis mampu meraih tiga medali emas pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 yang akan berlangsung 8-20 September 2024 mendatang.

“Kami optimis mampu meraih tiga medali emas. Insya Allah dari kelas seni kita rebut dua emas dan kelas laga satu emas,” ujar Ketua Harian Pengprov Muaythai Aceh, Syarwan Saleh, di Banda Aceh, Rabu (13/6/2024).

Syarwan menjelaskan bahwa hasil dari PON XX Papua menjadi motivasi bagi atlet muaythai Aceh untuk meraih target maksimal pada PON XXI. Pada PON Papua 2020, yang merupakan debut bagi Aceh dalam cabang olahraga muaythai, mereka berhasil merebut satu medali emas dan satu medali perak.

Pada PON XXI nanti, ada 22 kelas yang dipertandingkan dalam cabang muaythai, yaitu empat kelas seni dan 18 kelas laga. Aceh akan mengirimkan 28 atlet dan lima pelatih, dengan Syarwan Saleh sebagai pelatih kepala, didampingi oleh Rafo Fender Ferissa, mantan pelatih Sea Games, serta tiga pelatih lain dari Aceh Barat, Pidie Jaya, dan Aceh Besar.

Saat ini, para atlet sedang menjalani training camp (TC) atau pemusatan latihan daerah (pelatda) persiapan PON XXI di Markas Muaythai Aceh, Gampong Mulia, Banda Aceh. Syarwan menekankan bahwa semua atlet yang akan berkompetisi di PON XXI harus mengikuti pemusatan latihan di satu tempat untuk memastikan program latihan berjalan maksimal.

“Dari 28 atlet, KONI hanya membiayai 13 atlet sentralisasi sekaligus empat pelatih, serta delapan atlet desentralisasi. Sementara tujuh atlet lagi harus ikut TC di sini, dan saya tanggung sendiri, baik penginapan, makan, termasuk honor secara pribadi saya,” jelasnya.

Latihan para atlet berlangsung intensif dengan jadwal latihan pagi, siang, dan sore.

“Pukul enam pagi, mereka sudah latihan lari 12 kilometer untuk daya tahan, ada sprint, agility juga di Blang Padang atau Ulee Lheue setiap hari,” tambah Syarwan.

Selain itu, Pengprov Muaythai Aceh juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Aceh untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, suplemen tulang, dan vitamin bagi para atlet, mengingat muaythai adalah olahraga yang rawan cedera tulang.

“Jadi atlet kami di sini 99 persen dari mereka harus turun berat badan. Artinya tidak banyak butuh karbohidrat tapi butuh protein tinggi dan nutrisi,” tutup Syarwan.

Editor: Akil Rahmatillah

Jelang Meugang Iduladha, Distanbun Aceh Gelar Pasar Tani

0
Pasar Tani Aceh 2024 edisi meugang di lokasi Expo Bank Aceh, Kamis (13/6/2024). (Foto: Nukilan/Sammy)

Nukilan.id – Menjelang meugang hari raya Iduladha 1445 hijriah, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menggelar Pasar Tani Aceh 2024 edisi meugang di lokasi Expo Bank Aceh, Kamis (13/6/2024). Pasar Tani ini turut dihadiri oleh istri Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Mellani Subarni.

Pasar Tani ini menyediakan berbagai jenis sembako seperti sayur-sayuran, buah-buahan, telur ayam, bumbu masakan, masakan siap saji, dan gas LPG 3kg subsidi. Selain itu, juga tersedia daging lembu segar yang dijual Rp150 ribu per kilogram.

Salah seorang penjual daging meugang di Pasar Tani, Hanif mengatakan bahwa daging meugang yang dijual hari ini khusus tersedia hanya di pasar tani di lokasi Expo Bank Aceh.

“Kalau harganya lebih murah Rp10 ribu ya karena subsidi. Ini dijual Rp150 ribu per kilogram. Kalau di luar kami jual Rp160-170 ribu per kilogram,” ujar Hanif, Kamis (13/6/2024).

Biasanya, sambung Hanif, dia menjual daging meugang di Heri cabang Beurawe. Daging meugang yang dijual di Pasar Tani ini merupakan daging lembu yang berasal dari Lambaro, Aceh Besar. []

Reporter: Sammy

Kanwil Kemenkumham Aceh Gelar Kegiatan Penguatan Penilaian Mandiri Indeks Reformasi Hukum 2024

0
Kanwil Kemenkumham Aceh Gelar Kegiatan Penguatan Penilaian Mandiri Indeks Reformasi Hukum 2024. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Indeks Reformasi Hukum merupakan amanat dari Peraturan Presiden 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 yang telah disusun menjadi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2020 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2020-2024.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumhan Aceh, Meurah Budiman saat membuka kegiatan Penguatan Penilaian Mandiri Indeks Reformasi Hukum (IRH) Tahun 2024 di Hotel Rasamala Banda Aceh, Selasa (11/6/2024).

“Kemudian, peraturan ini menjadi dasar pedoman Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2022 tentang Penilaian Indeks Reformasi Hukum Pada Kementerian/ Lembaga dan Pemerintah Daerah,” sambung Meurah.

Meurah juga menjelaskan ada 4 (empat) variabel penilaian indeks penilaian reformasi hukum ini, yakni memperkuat koordinasi untuk melakukan harmonisasi regulasi, mendorong regulasi/deregulasi berbagai peraturan perundang-undangan berdasalkan hasil review.

“Kemudian mendorong penyederhanaan regulasi pada setiap jenjang level peraturan perundang-undangan serta meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara sebagai perancang peraturan perundang-undangan (legal drafter) pusat dan daerah,” lanjut Meurah.

Meurah berharap dengan adanya penguatan ini seluruh pemerintah daerah di Provinsi Aceh bisa melengkapi seluruh variabel untuk pemenuhan data dukung penilaian IRH pada tahun ini.

Sebelumnya Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Junarlis dalam laporannya menyampaikan bahwa Indeks Reformasi Hukum merupakan instrument untuk mengukur Reformasi Hukum dengan melakukan identifikasi dan pemetaan regulasi, reregulasi dan deregulasi aturan dan penguatan sistem regulasi nasional.

Kegiatan ini diikuti oleh 76 (Tujuh puluh Enam) Peserta yang merupakan gabungan dari perwakilan pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh, Perwakilan dari Pemerintah Propinsi Aceh serta Perwakilan dari 23 Kabupaten/ Kota se-Aceh yang tergabung dalam Tim Kerja dan Tim asesor Penguatan Penilaian Mandiri Indeks Reformasi Hukum periode Tahun Anggaran 2024.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemkab Aceh Selatan Terima Dividen Rp4,1 Miliar dari PT Bank Aceh Syariah

0
Pj Bupati Aceh Selatan Cut Syazalisma (dua dari kiri) menerima dividen dari Bank Aceh di Aceh Selatan. (Foto: Diskominfo Aceh Selatan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan menerima dividen sebesar Rp4,1 miliar lebih dari PT Bank Aceh Syariah untuk tahun buku 2023. Penerimaan dividen tersebut merupakan hasil dari saham yang dimiliki Pemkab Aceh Selatan di bank syariah tersebut.

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT Bank Aceh Syariah.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada PT Bank Aceh Syariah atas kontribusi yang telah diberikan. Dividen yang diterima ini menjadi pendapatan daerah melalui saham Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan senilai Rp26 miliar di bank tersebut,” ujarnya pada Rabu (12/6/2024).

Cut Syazalisma berharap pertumbuhan usaha PT Bank Aceh Syariah terus meningkat sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah.

“Dividen ini akan digunakan untuk pembangunan dan kemajuan Kabupaten Aceh Selatan di berbagai sektor, terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Pemkab Aceh Selatan juga berencana untuk terus meningkatkan jumlah saham di bank milik pemerintah daerah tersebut dengan tujuan agar dividen yang diperoleh semakin besar.

“Semakin besar penanaman modal dalam bentuk saham, maka semakin besar pula laba yang akan diraih oleh Pemkab Aceh Selatan ke depannya,” ungkap Cut Syazalisma.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peningkatan dividen yang diterima akan berdampak positif bagi keuangan daerah.

“Pendapatan daerah yang meningkat tentu akan berdampak positif bagi keuangan daerah dalam membiayai pembangunan,” pungkasnya.

Dengan adanya tambahan pendapatan dari dividen ini, Pemkab Aceh Selatan optimis dapat terus mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemkab Aceh Besar Lanjut Gelar Pangan Murah di Ie Alang Kuta Cot Glie

0
Pemkab Aceh Besar Lanjut Gelar Pangan Murah di Ie Alang Kuta Cot Glie. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Pangan Aceh Besar bekerja sama dengan Perum Bulog Kanwil Aceh kembali melanjutkan gelaran pangan murah di Gampong Ie Alang, Kecamatn Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Selasa (11/6/2024).

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, melalui Kepala Dinas Pangan Aceh Besar Alyadi mengatakan, pelaksanaan pangan murah merupakan program strategis Pemerintah dalam rangka penanganan inflasi dan stabilisasi harga bahan pokok di Aceh Besar.

“Dan ini merupakan pangan murah lanjutan Pemkab Aceh Besar yang sebelumnya juga digelar di Gampong Baet Mesjid Kecamatan Suka Makmur pada tanggal 3 Mei kemarin,” ujarnya.

Selanjutnya Alyadi mengatakan saat ini kondisi perekonomian rakyat sedang diuji, hingga berdampak terjadinya inflasi. Kondisi itu sangat berpengaruh akibat harga bahan pangan pokok di tengah-tengah masyarakat yang justru naik.

“Dampak dari inflasi tersebut tentunya sangat membebani kemampuan keuangan rumah tangga, sehingga menyebabkan berkurangnya daya beli masyarakat terutama dari kalangan keluarga kurang mampu atau rumah tangga miskin,” katanya.

Menyikapi fenomena tersebut lanjutnya, Pemkab Aceh Besar, harus bertindak dan bergerak cepat dengan melakukan gerakan Pangan Murah.

“Dengan maksud, agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga yang relatif lebih murah dari harga pasar namun berkualitas,” katanya lagi.

Tujuan utama diadakannya pangan murah, menurut Alyadi sebagai upaya untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa ketersediaan dan harga barang pokok sangat aman dan terkendali.

“Yang jelas persediaan kita sangat cukup dan sangat aman, harga juga masih terkendali. Seperti Bulog tidak hanya menyediakan beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) tetapi juga beras premium, masyarakat bisa menikmati dengan harga di bawah harga pasar,” jelasnya.

Lanjut dia, ini sesuai dengan harapan Pj Bupati Aceh Besar untuk mencapai kesejahteraan masyarakat serta untuk meringankan beban masyarakat Aceh Besar.

“Dari selisih harga inilah Pemerintah meminta untuk dapat dikurangi sehingga harga yang dipatok lebih rendah dari harga pasaran,” ujarnya.

Selain itu, ini merupakan salah satu bentuk jalinan silaturahmi, karena tanpa adanya acara ini tidak mungkin dapat bertemu.

Alyadi berharap dengan digelarnya pangan murah tersebut semoga dapat membantu meringankan beban masyarakat terkait kebutuhan rumah tangga, terutama masyarakat yang terdampak inflasi.

“Semoga dengan pangan murah ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak inflasi apalagi lebaran Iduladha tinggal menghitung hari,” pintanya.

Dalam kegiatan pangan murah tersebut, Pemkab Aceh Besar menyediakan sejumlah bahan pokok. Diantaranya, beras 5 Kg Rp50.000, minyak 2 liter Rp28.000, gula 2 kg Rp29.000 dan telur 1 papan Rp46.000.

Ada juga cabai merah merah besar 1/2 kg Rp26.000, bawang merah 1/2 kg Rp20.000 dan tepung terigu 1 kg Rp12.000 serta total dalam 1 paket Rp211.000.

Selain Kepala Dinas Pangan Aceh Besar Alyadi, tampak juga sejumlah pejabat jajaran Dinas Pangan Aceh Besar juga hadir Camat Kuta Cot Glie Zulkifli S.Sos bersama unsur Forkopincam, tokoh masyarakat dan para masyarakat pembeli gelaran pangan murah.

Editor: Akil Rahmatillah

Polda Aceh Raih Penghargaan Nasional atas Upaya Menekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

0
Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Kombes Muhammad Iqbal Alqudusy menerima penghargaan dari Kapolri di Yogyakarta, (Foto: Bidhumas Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh meraih penghargaan sebagai juara pertama tingkat nasional dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Penghargaan tersebut diberikan dalam rapat kerja teknis (Rakernis) fungsi lalu lintas di Yogyakarta, Rabu (12/6).

Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Kombes Muhammad Iqbal Alqudusy mengatakan, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Ditlantas Polda Aceh serta satlantas polres dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.

“Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didampingi Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan,” ujar Alqudusy dalam keterangannya di Banda Aceh.

Menurutnya, penghargaan ini adalah bukti nyata dari berbagai upaya yang telah dilakukan Ditlantas Polda Aceh dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Upaya tersebut meliputi sosialisasi, edukasi, hingga penegakan hukum dengan cara-cara yang humanis.

“Semua dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pemangku kebijakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, serta dukungan masyarakat dalam menaati rambu-rambu dan peraturan berlalu lintas di jalan raya,” ungkapnya.

Alqudusy menambahkan, penghargaan ini merupakan wujud komitmen bersama para pemangku kepentingan terkait dalam bidang keselamatan jalan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih memprihatinkan.

Dirinya berharap, penghargaan ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh jajaran polisi lalu lintas di Polda Aceh serta para pemangku kebijakan untuk terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas hingga mencapai angka nol.

“Ini juga sebagai bentuk komitmen polantas presisi yang hadir untuk mendukung percepatan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dalam rangka terwujudnya Indonesia emas,” tutup Alqudusy.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Ditlantas Polda Aceh berhasil menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga keselamatan di jalan raya, sehingga penghargaan ini menjadi bukti prestasi yang membanggakan bagi Aceh dan Indonesia.

Editor: Akil Rahmatillah