Beranda blog Halaman 1351

Polisi Amankan Lima Remaja Terlibat Tawuran Pakai Sajam di Lhokseumawe

0

Nukilan.id – Personel Polsek Banda Sakti mengamankan lima remaja terlibat aksi tawuran dengan menggunakan senjata tajam (sajam) di depan pasar ikan Pusong Baru, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Senin (2/10/2023) malam.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto melalui Kapolsek Banda Sakti, Ipda Arizal mengatakan, tawuran tersebut terjadi sekira pukul 22.30 WIB yang melibatkan geng TB (Terminal Bus) dengan geng Perguruan Nekat Sadis (PNS).

“Ketika tawuran terjadi, anggota Satpolairud Polres Lhokseumawe yang tidak jauh dari lokasi langsung menuju ke TKP dan berhasil mengamankan dua remaja, yakni MA (19) warga Kecamatan Muara Dua yang mengalami luka bacok di pergelangan tangan dan FA (16) warga Kecamatan Banda Sakti. Sedangkan beberapa remaja lainnya melarikan diri,” ujarnya.

Tidak lama berselang, sebut Ipda Arizal, personel Polsek Banda Sakti tiba di TKP untuk mengamankan dua remaja ke Mapolsek Banda Sakti. Ketika diperiksa, Ke dua remaja itu mengaku dari geng TB dan menyerang geng PNS.

Selanjutnya, kata Kapolsek, personel dibantu Sat Intel Polres Lhokseumawe berhasil mengamankan tiga remaja lainnya yang bersembunyi di bawah jembatan cunda serta loncat ke sungai Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, yaitu AB (17), IK (15) dan YA (22). “YA mengalami luka bacok di bagian kepala dan pinggang,” kata Ipda Arizal.

Selain mengamankan ke lima remaja, tambah kapolsek, polisi juga mengamankan barang bukti berupa tiga unit sepeda motor matik yang digunakan para remaja tersebut. []

Difabel Tangguh Asal Aceh Tengah Akan Diundang Ke Manchester City

0

Nukilan.id – Salah seorang mahasiswa asal Aceh Tengah yang sedang menempuh pendidikan tinggi di kota Bandung, Khairul Fikri mendapat undangan dari klub sepak bola asal benua eropa, Manchester City untuk berkunjung langsung ke Etihad Stadium yang merupakan markas klub sepak bola yang memenangkan liga inggris musim lalu, pada Selasa (3/10/2023).

Undangan tersebut Fikri terima dalam acara Treble Trophy Tour yang dilaksanakan pihak Official Manchester City pada hari Sabtu (30/9/2023) yang lalu di Menara Imperium Kuningan, Jakarta Selatan.

Dengan raut wajah yang gembira, Fikri mengatakan bahwa bertandang ke markas Manchester City adalah impiannya sejak dulu.

“Official mengatakan kepada saya, apakah kamu (saya) siap diundang ke Etihad Stadium. Dan saya mengatakan, itu adalah impian saya sejak menjadi fans (Manchester City) 11 tahun terakhir,” ujar Fikri.

Kemudian Fikri juga mengatakan bahwa dirinya akan diundang ke Etihad Stadium pada bulan Januari 2024 yang akan datang.

“Klub Manchester City ini seperti bagian dari hidup saya, bagi saya Manchester City bukan hanya sekedar klub sepak bola. Namun melalui klub ini, saya mendapatkan banyak hal, seperti keluarga baru (sesama fans Manchester City) minsalnya,” ungkap Fikri.

“Etihad i’m coming in January, this is citizens difabel,” ujar Fikri dengan penuh semangat.

Diketahui, Fikri yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam Nusantara, Bandung tersebut merupakan mahasiswa difabel yang sangat berprestasi dan memiliki keahlian di bidang desain grafis.

Selain menjalani aktivitas sehari-harinya sebagai mahasiswa, Fikri juga kerap dimintai menjadi pengajar desain grafis di beberapa sekolah yang ada di Kota Bandung.

Selain itu, Fikri yang merupakan alumni SLB Negeri Kebayakan tersebut juga kerap diundang ke beberapa stasiun televisi yang ada di Jakarta dan Bandung sebagai pembicara. Bahkan beberapa waktu yang lalu Fikri diundang ke acara Kick Andy yang merupakan salah satu program unggulan stasiun televisi Metro TV.

Peternak Ayam Petelur di Aceh Jaya Sukses Produksi Pakan Sendiri

0

Nukilan.id – Bertekad memutus ketergantungan pasokan telur dari daerah lain, Maulidi memulai usaha yang jarang dilirik orang. Berkat dukungan dari Bank Aceh, ia berhasil memproduksi pakan ayam sendiri.

Pagi masih buta, Maulidi bergegas menuju kandang ayam yang hanya sepelemparan batu dari rumah. Dia mengambil tatakan telur dan mengisinya dengan telur-telur yang berjejer di bagian bawah kandang. 

Sebelum matahari bersinar terang, seluruh telur yang dihasilan ayam-ayam peliharaannya tersusun rapi dan siap dijual di Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya.

“Kalau populasi ayamnya sekitar 1.100 ekor. Tapi tidak semua yang bertelur pada hari yang sama. Hanya sekitar 90 persen atau sekitar 1.000 telur perhari,” kata Maulidi, pekan lalu. “Ya, sekitar 30 papan.”

Maulidi adalah satu-satunya peternak ayam petelur di Gampong Ceuraceu, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya. Bisnis sejenis di kampung itu diusahakan oleh sebuah badan usaha milik Gampong Ceuraceu. Bisnis ini dimulai Maulidi pada Januari 2022. Dia memulai usaha ini di atas lahan pribadi. 

Gampong Ceuraceu terletak sekitar 25 kilometer dari Keude Teunom. Nama itu merupakan kawasan perdagangan yang cukup termashur di kawasan Barat Selatan. Selain menjadi tempat perlintasan utama Banda Aceh ke Meulaboh, masyarakat di kawasan itu juga mencari keperluan mereka di Keude Teunom.

Namun telur-telur dari kandang Maulidi sering tak sampai ke Keude Teunom. Setiap hari, teur hasil panen itu disebar untuk masyarakat di Kecamatan Pasie Raya. Biasanya telur-telur itu ludes hanya dalam waktu dua hari. Jika ada lebih, barulah telur-telur itu dijual ke warung-warung yang ada di Keude Teunom. 

Telur Maulidi memang diminati warga. Terutama karena kualitas yang baik. Semua telur yang dijual Maulidi baru dan segar. Berbeda dengan telur-telur yang didatangkan dari luar daerah, terutama dari Sumatera Utara, yang relatif jauh dan butuh waktu lama untuk sampai ke Aceh Jaya.

Maulidi tertarik berbisnis ayam petelur setelah melihat usaha yang sama milik kerabatnya saat kuliah. Setelah mengantongi titel sarjana teknik mesin, dia mencoba bisnis yang sama dengan modal sendiri. Dia memulai usaha itu dengan membuat kandang ayam dan mengisi kandang besar itu perlahan-perlahan, sesuai dengan isi kantong. 

Kandang itu sendiri dapat menampung lebih dari 1.600 ekor. Namun di awal, dia hanya mampu mengisi kandang itu dengan 500 ekor ayam. 

Total modal yang dihabiskan Maulidi untuk membeli ayam, vaksin, obat-obatan, dan pakan, di luar biaya pembuatan kandang, mencapai seratusan juta. Ayam yang dia beli tidak langsung bertelur. Maulidi harus menunggu dua hingga tiga bulan agar ayam-ayam itu cukup umur untuk menghasilkan telur. 

Hingga saat itu tiba, dia tetap mengeluarkan modal untuk membeli pakan ayam. Semua menjadi lebih ringan setelah ayam-ayam itu menghasilkan dan telur-telur itu dijual ke masyarakat di Pasie Raya. Uang hasil penjualan telur itu digunakan untuk membeli pakan yang diproduksi oleh perusahaan raksasa yang memproduksi pakan ayam. 

“Keinginan saya sederhana. Saya hanya ingin masyarakat kita tidak lagi bergantung dengan pasokan telur dari luar,” kata Maulidi.

Tidak banyak bantuan yang diperoleh Maulidi untuk mengembangkan usaha ini. Selain dari kerabat, dia mendapatkan bantuan modal dari Bank Aceh. 

Sempat ada tawaran dari beberapa pihak, namun Maulidi lebih memercayai Bank Aceh. Sama seperti alasan mendirikan usaha ini, dia ingin uang masyarakat Aceh tetap beredar di Aceh. Selain itu, prosesnya cepat, angsurannya juga relatif lebih murah. 

Bantuan modal yang dia peroleh dari Bank Aceh, digunakan untuk membeli pakan ayam dan membeli mesin perontok jagung. Proses pengajuan pembiayaan di Bank Aceh juga terbilang mudah. 

Maulidi mengatakan petugas bank banyak membantu dia dalam pengajuan pinjaman modal. Bahkan setelah mengajukan pembiayaan, petugas bank segera menyurvei usaha Maulidi dan menyetujui permohonan bantuan yang dia harapkan. 

“Bank Aceh juga memberikan banyak masukan positif terkait pengelolaan usaya yang Saya jalani,” ujarnya.

Maulidi bertekad untuk membuat sendiri pakan ayam yang saat ini tergolong sulit didapat. Pernah, beberapa waktu lalu, pakan ayam yang dipesan Maulidi telat sampai. Akibatnya, Maulidi terpaksa mengurangi jatah makan ayam dan itu mengakibatkan produksi ayam berkurang hingga 50 persen. 

Maulidi mendapat satu pelajaran penting dari kejadian itu: dia harus memproduksi sendiri pakan ayam. Apalagi, di Aceh Jaya, semua bahan baku pembuatan pakan tersedia. Dengan memproduksi sendiri pakan ayam, Maulidi hakul yakin dapat menjual telur ayam lebih murah dan membeli jagung dari petani dengan harga lebih tinggi. 

Saat ini, Maulidi mempekerjakan dua orang. Mereka bertugas untuk membersihkan kandang dari kotoran ayam. Untuk mengantisipasi bau tidak sedap dan hama lalat, Maulidi menggunakan obat khusus. 

Untuk bisa memproduksi pakan ayam sendiri, Maulidi berencana menambah beberapa mesin lain. Terutama mesin untuk membentuk pakan ayam seukuran biji kemiri. 

“Sebagai bank daerah, Bank Aceh telah membantu masyarakat Aceh untuk memutus ketergantungan pada telur dari Medan,” kata Maulidi. “Kita mulai dari yang kecil untuk menjadi mandiri.” []

FKIP USK Perkuat Jejaring Kerja Sama Internasional

0

Nukilan.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP USK) kembali melakukan penandatangan kerja sama (MoU) dengan perguruan tinggi luar negeri, Selasa (3/10/2023). MoU kali ini dilakukan dengan Universiti Malaysia Terengganu (UMT).

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di Auditorium lantai 3 gedung FKIP USK yang diikuti dengan kuliah tamu internasional oleh narsumber dari UMT.

Dekan FKIP USK, Dr. Drs. Syamsulrizal, M.Kes., mengatakan FKIP USK akan terus menambah, memperluas, dan memperkuat jejaring kerja sama internasional sesuai dengan visi dan misi FKIP USK.

“Kita sudah menandatangani kerja sama internasional dengan beberapa perguruan tinggi di Asia. Khusus dari Malaysia, kita sudah ada MoU dengan Universiti Sains Malaysia (USM) dan Universiti Malaysia (UM). Hari ini kita MoU lagi dengan UMT. FKIP USK akan terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di dunia. Ini komitmen kita untuk menjadi fakultas yang terkemuka,” ujar Syamsulrizal.

Menurut Syamsulrizal, memperluas jejaring kerja sama internasional merupakan visi FKIP USK untuk menjadi fakultas yang inovatif, mandiri, dan terkemuka dalam bidang tridharma perguruan tinggi pada tingkat global.

Dalam sambutannya saat penandatangan MoU dengan UMT, Syamsulrizal juga memotivasi mahasiswa yang berhadir agar mendengar secara serius materi yang akan disampaikan oleh narasumber dari UMT.

“Kegiatan hari ini bukan hanya penandatanganan MoU dan MoA, tetapi juga kuliah tamu internasional. Saya berharap mahasiswa yang berhadir dalam ruangan ini dapat mengikuti kuliah tamu dengan serius sehingga tahu mempersiapkan diri menjadi guru mada depan yang professional dan berdedikasi bagi masyarakat,” kata Syamsulrizal.

Panitia Pelaksana, Dr. Muhammad Aulia, mengatakan narasumber kuliah tamu internasional berjumlah dua orang, yakni Prof. Dr. Asyraf Haji Abd. Rahman (Dekan Pusat Pendidikan Asas dan Lanjutan UMT) dan Assoc. Prof. Dr. Hjjh. Azza Jauhar Ahmad Tajuddin (Deputi Dekan Academics and Student Affairs UMT).

“Prof. Asyraf akan menyampaikan materi tentang Pusat Pendidikan Asas dan Lanjutan, sedangkan Assoc. Prof. Azza membawa materi tentang Pendidik sebagai Penggerak Perubahan,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut para wakil dekan FKIP USK, para ketua jurusan, beberapa koordinator program studi, dan seratusan mahasiswa perwakilan masing-masing jurusan di FKIP USK.[]

Polda Aceh Salurkan Buku dan Kitab ke SMA Negeri 1 Montasik

0

Nukilan.id – Polda Aceh yang diwakili Biro SDM kembali mendistribusikan bantuan berupa buku dan kitab. Kali ini, sasarannya di SMA Negeri 1 Montasik, Gampong Lampaseh Krueng, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, Selasa, 3 Oktober 2023.

Kedatangan Karo SDM Polda Aceh Kombes Fajar Budiyanto, yang diwakili Kasubbag Seleksi Bagdalpers Kompol Aditia Kusuma disambut langsung Kepala SMA Negeri 1 Montasik Yusniar beserta dewan guru, Camat Yuslizar, dan Kapolsek Ipda Abu Sofyan.

Kompol Aditia pun menyerahkan secara simbolis sejumlah buku dan kitab kepada beberapa perwakilan pelajar. Kegiatan berlanjut dengan sesi foto bersama dan testimoni pelajar.

Sementara itu, pihak sekolah beserta dewan guru dan para pelajar terlihat sangat antusias dalam kegiatan tersebut. Mereka berterima kasih atas bantuan buku yang telah diberikan.

Hal tersebut diungkapkan salah satu pelajar kelas XI IPA I di SMA Negeri 1 Montasik, Jamalidiana.

“Terima kasih kepada Kapolri dan Kapolda Aceh atas bantuan buku dan kitab yang diberikan kepada kami,” ucap Jamalidiana.

Ia berharap, dengan adanya pembagian buku ini dapat menumbuhkan minat baca di kalangan masyarakat, khususnya para pelajar di SMA 1 Montasik, serta dapat meminimalisir tingkat buta aksara di daerah tersebut.

Sementara itu, secara terpisah, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan, Polri Peduli Budaya Literasi merupakan program gagasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mendistribusikan buku atau kitab ke seluruh pelosok nusantara.

“Program Polri Peduli Literasi bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan mendukung perkembangan industri buku, khususnya di Aceh,” kata mantan Kapolresta Banda Aceh itu.

Polda Aceh sendiri, lanjut Joko, menargetkan pendistribusian sebanyak 22.000 eksemplar buku atau kitab di 160 lokasi di Aceh.

“Program ini merupakan salah satu wujud kepedulian dan langkah konkret yang diambil oleh Polri, dalam hal ini Polda Aceh untuk mencerdaskan anak bangsa,” demikian, pungkas Joko.

Kejati Aceh Tetapkan Azwir Basyah Sebagai DPO

0
Plh Kasi Penkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh  telah menetapkan Azwir Basyah terpidana pembunuhan berencana terhadap dua warga Gampong Aneuk Glee, Indrapuri, Aceh Besar masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Terpidana Azwir Basyah telah menjadi buronan berdasarkan surat Nomor : B-2443/l.1.27.3/Eoh.3/08/2023 tanggal 29 Agustus 2023,” kata Plh Kasi Penkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis saat konferensi pers, Selasa (3/10/2023).

Dijelaskan Ali, sebelumnya Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Aceh Besar telah menuntut Feriadi, Muhammad Yahya, Tarmizi alias Abu Midi, Darwis, Zardan, dan Nazar dengan pidana 7 hingga 9 tahun penjara.

Sedangkan terpidana Azwir Basyah dibebaskan dari seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Jantho sehingga Azwir Basyah dikeluarkan dari tahanan.

“Namun, dikarenakan putusan Pengadilan Negeri Jantho bebas, Azwir Basyah dibebaskan dari tahanan dan pada saat akan melakukan Eksekusi kepada Azwir Basyah tidak berada di tempat tinggalnya,” kata Ali.

Oleh karena itu, Kejati Aceh meminta kepada terpidana Azwir Basyah untuk dapat menyerahkan diri ke Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Besar. 

“Kepada masyarakat kita harap dapat membantu dengan menginformasikan keberadaan buronan yang bersangkutan apabila mengetahuinya,” demikian, kata Ali.

Azwir Basyah telah terbukti melakukan tindak pidana menganjurkan orang lain untuk melakukan pembunuhan berencana, yang melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP. Atas perbuatannya tersebut, Azwir Basyah dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI Nomor : 736K/Pid/2023 sesuai dengan tuntutan dari Penuntut Umum. [Rjf]

Purna Tugas, Irjen Ahmad Haydar Diarak TNI Menggunakan Panser Anoa

0

Nukilan.id – Memasuki purna tugas, Irjen Ahmad Haydar meninggalkan kesan yang luar biasa. Bagaimana tidak, purnawirawan jenderal bintang dua itu ikut dilepas oleh Pangdam IM Mayjen Novi Helmy Prasetya dan diarak menggunakan panser anoa dari Kodam IM hingga ke lobi Mapolda Aceh, Selasa, 3 Oktober 2023.

Dalam sambutannya sebelum pelepasan, Mayjen Novi Helmy Prasetya mengatakan, Irjen Ahmad Haydar telah mencapai masa pengabdian maksimal hingga memasuki masa purna. Kata Novi, seremonial pelepasan yang digelar pihaknya merupakan tradisi baru dan wujud penghargaan Kodam IM kepada Kapolda Aceh yang purna tugas.

Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi Irjen Ahmad Haydar yang luar biasa dalam menjalankan tugas sebagai Kapolda Aceh. Selama kepemimpinannya, sambung Novi, Ahmad Haydar telah menunjukkan komitmen yang tidak tergoyahkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Aceh, serta komitmen yang luar biasa dalam mewujudkan sinergisitas TNI-Polri.

“Sinergisitas antara TNI-Polri yang selama ini dibangun merupakan pondasi kokoh dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Hal ini harus menjadi contoh dan motivasi untuk dijaga dengan baik ke depan, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga harus menjalar hingga ke daerah-daerah, di mana kolaborasi yang harmonis antara kedua institusi jadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan Kamtibmas yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat,” kata Panglima Kodam IM itu.

Ia juga menyampaikan, dalam dunia yang selalu berubah, peran kepolisian sangat penting dalam menjaga Kamtibmas. Menurutnya, Irjen Ahmad Haydar telah menjalankan tugasnya dengan penuh integritas, keberanian, dan profesionalisme yang luar biasa.

“Kami sangat bangga dengan prestasi Irjen Ahmad Haydar selama menjabat sebagai Kapolda Aceh, meskipun pada hari ini kita harus melepasnya karena telah berakhir masa tugas. Namun saya yakin, Irjen Ahmad Haydar akan terus berkontribusi dalam skala yang lebih luas untuk kebaikan bangsa dan negara ini. Selamat jalan, dan sekali lagi terima kasih kepada Irjen Ahmad Haydar atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini. Semoga keberhasilan selalu mengiringi langkah di masa yang akan datang,” pungkas Mayjen Novi Helmy Prasetya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Irjen Ahmad Haydar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pangdam IM dan jajaran atas segala dukungan, kerja sama, dan sinergisitas selama 2 tahun 2 bulan dirinya bertugas di Aceh sebagai Kapolda.

Ahmad Haydar mengakui, selama dirinya bertugas sebagai Kapolda Aceh telah membersamai tiga Pangdam IM dengan berbagai kegiatan, program strategis, dan kebijakan pimpinan Polri, di antaranya adalah menjunjung tinggi sinergisitas untuk menciptakan situasi Aceh yang kondusif.

Namun, ia juga menyadari bahwa selama kepemimpinannya masih terdapat banyak kekurangan, baik dalam pelaksanaannya maupun hal-hal lain. Oleh karena itu, dirinya meminta maaf, khususnya kepada Pangdam IM beserta seluruh jajaran.

“Saya memohon maaf kepada Pangdam IM dan jajaran. Semoga kekurangan dan ketidaksempurnaan ini dapat dibenahi di masa kepemimpinan Kapolda Aceh yang baru,” ucap Ahmad Haydar.

Ahmad Haydar juga memohon doa restu kepada seluruh jajaran TNI-Polri dan masyarakat Aceh untuk dirinya yang memasuki masa purna bhakti. Ia berharap, silaturahmi yang selama ini telah terbina dapat terus terjalin dan terjaga dengan baik.

“Masak mie tidak pakai kecap, sudah pasti rasanya hambar. Hanya terima kasih yang terucap, untuk teman-teman TNI yang berbudi besar,” tutup Ahmad Haydar dengan sebuah pantun. []

PT BNA Periksa 544 Perkara Banding selama Januari-September 2023

0
Kantor Pengadilan Tinggi Banda Aceh. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Pengadilan Tinggi Banda Aceh (PT BNA) sebagai pengadilan yang berwenang memeriksa upaya hukum banding menyampaikan bahwa pemeriksaan perkara yang sudah berjalan dimulai dari bulan Januari hingga September 2023 telah mencapai 544 perkara.

Hakim Tinggi Humas PT BNA, Dr Taqwaddin, SH, SE, MS mengatakan bahwa hingga Jumat (29/10/2023), PT BNA telah menerima total sebanyak 544 perkara pelimpahan dari keseluruhan 22 Pengadilan Negeri (PN) yang berada dalam wilayah hukum Provinsi Aceh yang berasal dari data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Banding PT BNA.

Dari 544 perkara tersebut di atas terdiri dari 409 perkara pidana, 2 perkara pidana anak, 99 perkara perdata, dan 34 perkara tindak pidana korupsi (tipikor).

“408 perkara pidana tersebut memiliki klasifikasi yang bermacam-macam. Perkara kasus narkotika sebanyak 297 perkara, pencurian 25 perkara, penganiayaan 12 perkara, serta kejahatan terhadap nyawa dan penggelapan masing-masing sebanyak 8 perkara,” ujar Taqwaddin, Selasa (3/10/2023).

Diikuti dengan perkara yang jumlahnya lebih sedikit, seperti klasifikasi kerusakan lingkungan, penipuan, perlindungan anak, ITE, penghinaan dan laklantas serta tindak pidana khusus lain-lain masing-masing sebanyak 5 perkara, dan KDRT sebanyak 4 perkara.

Tindak pidana khusus klasifikasi “lain-lain” di atas meliputi antara lain perdagangan yang dilarang, penyalahgunaan pengangkutan bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah, dan tidak memiliki perizinan berusaha terkait pangan olahan yang diproduksi dalam negeri.

Kemudian disusul dengan kejahatan yang jumlah perkaranya rendah yaitu tindak pidana senjata api benda tajam sebanyak 3 perkara, pengancaman, pencemaran nama baik, tindak pidana di bidang kesehatan serta penadahan, penerbitan dan percetakan masing-masing 2 perkara.

Terakhir, perkara dengan jumlah paling rendah antara lain perbuatan tidak menyenangkan, penghinaan terhadap lambang negara, pertambangan tanpa izin, mengedarkan uang palsu, pengeroyokan yang mengakibatkan kematian, kejahatan terhadap kemerdekaan orang, penghancuran atau pengrusakan barang dan kejahatan terhadap asal-usul perkawinan masing-masing sebanyak 1 perkara.

“Sementara itu dari 99 perkara perdata, 72 di antaranya merupakan perkara jenis perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad), 15 perkara wanprestasi, 8 perkara objek sengketa tanah, 1 perkara tentang penyerobotan, serta 3 perkara perdata lainnya,” kata Taqwaddin.

Selain itu, 36 perkara sisanya merupakan perkara tindak pidana korupsi, yang mana menurut Taqwaddin akan terus naik menyaingi besaran perkara korupsi terbanyak yang pernah diterima PT BNA sejak lima tahun terakhir, yaitu pada tahun 2022 dengan jumlah 38 perkara.

“Besaran perkara ini masihlah jumlah sementara dan akan terus bertambah seiring dengan berjalannya sisa tahun 2023 ini mengingat banyaknya upaya hukum banding yang kami terima dari tahun ke tahun yang bisa mencapai enam ratus perkara,” demikian disampaikan Taqwaddin. [Sammy]

Kodam IM Gelar Acara Pelepasan Irjen Pol Purn Achmad Haydar 

0

Nukilan.id – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya, S.I.P., M.I.P, menggelar acara pelepasan mantan Kapolda Aceh Irjen Pol (Purn) Drs. Achmad Haydar Baaqil Assegaf, S.H., M.M., beserta Isteri, di Makodam Iskandar Muda, Banda Aceh, Selasa (3/10/23) pagi.

Acara pelepasan untuk Kapolda Aceh yang telah purna tugas ini, adalah merupakan tradisi baru dan merupakan bentuk penghargaan Kodam Iskandar Muda kepada Kapolda Aceh yang telah purna tugas.

Rangkaian acara dimulai dengan sambutan Pangdam IM dan ucapan selamat jalan untuk Irjen Pol (Purn) Drs. Achmad Haydar Baaqil Assegaf, S.H., M.M., beserta Isteri, dilanjutkan dengan pengantaran, diiringi tarian Ranup Lampuan dan acara pedang pora. Setelah itu Irjen Pol (Purn) Drs. Achmad Haydar Baaqil Assegaf, S.H., M.M., beserta Isteri, melewati barisan pedang pora Perwira Kodam IM dan acara menerima hormat jajar Dinas Jaga Ksatiran Kodam IM.

Selanjutnya Pangdam IM beserta ibu mendampingi Irjen Pol (Purn) Drs. Achmad Haydar Baaqil Assegaf, S.H., M.M., beserta Isteri, menaiki Panser Anoa untuk menuju Mapolda Aceh. Iring-iringan 2 Panser Anoa tersebut menempuh rute dari Markas Kodam IM menuju ke Mapolda Aceh dengan didampingi barisan motoris Babinsa seluruh Banda Aceh.

Hadir pada acara tersebut Kasdam IM, Irdam IM, Kapoksahli Pangdam IM, Kabinda Aceh, Para Asisten Kasdam IM, Para Kabalakdam IM, Danlanud SIM, Danlanal Sabang, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IM beserta pengurus, dan para Prajurit serta PNS Kodam Iskandar Muda. []

Warga Temukan Kerangka Manusia dalam Drum di Sungai Jurong Iboh Aceh Besar

0

Nukilan.id – Bhabinkamtibmas Polsek Indrapuri menerima informasi penting dari seorang warga yang mengklaim menemukan kerangka tulang manusia dalam sebuah drum yang dicor dengan semen di sungai Jurong Iboh, Desa Reukih Dayah, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. 

Kapolres Aceh Besar, AKBP Carlie Syahputra Bustamam S.I.K,M.M, melalui Kasat Reskrim, Iptu Subihan Afuan Ardhi, S. Tr.K mengonfirmasi adanya penemuan mayat dalam keadaan yang mencurigakan. 

“Kejadian ini dilaporkan oleh Muhda Hadi Saputra, seorang warga Reukih Dayah, pada hari Minggu tanggal 1 Oktober 2024, sekitar pukul 18.00 Wib,” kata Iptu Subihan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan.

Dijelaskannya, saksi tersebut tengah membersihkan jalan menuju sungai untuk mengambil air guna menyiram tanamannya di kebun. Ketika melihat sebuah drum tergeletak di sungai, rasa penasaran mendorongnya untuk membukanya. 

“Hasilnya, ia menemukan sejumlah tulang yang diduga kuat merupakan kerangka manusia. Muhda Hadi Saputra segera melapor kepada perangkat desa, yang kemudian melaporkan temuan tersebut ke Bhabinkantibmas Polsek Indrapuri,” terangnya.

Pukul 19.00, tim identifikasi dari Polres Aceh Besar tiba di lokasi dengan bantuan Kasat Reskrim Polres Aceh Besar dan Kapolsek Indrapuri, serta dibantu oleh personil Koramil 06 Indrapuri dan warga setempat. Mereka melakukan penggalian drum tersebut dan menemukan kerangka manusia yang diperkirakan telah lama berada di dalamnya.

Masyarakat setempat mengungkapkan bahwa drum tersebut telah ada di sungai sejak tahun 2011 dan digunakan oleh warga setempat untuk mencari ikan.

Dari petunjuk yang ditemukan, terlihat adanya baju kaos berwarna kuning dengan tulisan angka 13 dan celana bahan kain. Polres Aceh Besar menghimbau kepada masyarakat yang ada kehilangan keluarga dengan ciri-ciri pakaian tersebut untuk segera menghubungi polsek terdekat atau Polres Aceh Besar guna membantu identifikasi lebih lanjut. [Rjf]