Beranda blog Halaman 1330

Tak Perhatikan Kekhususan Aceh, YARA Somasi Ketua DPR RI

0
Surat somasi YARA kepada Ketua DPR-RI. (Foto: Dok. YARA)

Nukilan.id – Ketua Yayasan Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin mengirimkan somasi kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani. YARA menilai DPR RI tidak serius memperhatikan kekhususan Aceh.

Dalam surat tersebut, Safaruddin menyampaikan bahwa Aceh merupakan satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau istimewa. Hal itu jelas disebutkan dalam Pasal 18B ayat 1 Undang-undang Dasar (UUD) Pasal sudah menegaskan bahwa negara mengakui dan mengakui satuan-satuan pemerintah yang bersifat khusus atau istimewa.

“Keistimewaan ini telah diatur dalam UU Nomor 44 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh dan UU Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh atau UUPA yang merupakan UU Otonomi Khusus untuk Aceh,” ujar Safaruddin, Selasa (7/11/2023).

Safaruddin menambahkan, dalam Pasal 8 UUPA telah ditegaskan rencana persetujuan internasional yang berkaitan langsung dengan Pemerintahan Aceh yang dilakukan dengan konsultasi dan pertimbangan DPRA.

Safaruddin menyebutkan pada 23 Januari 2023 lalu, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh telah pernah menyurati Pimpinan Badan Legislasi DPR RI. Dalam surat nomor: 11/101/DPDRI-ACEH/2019 itu, anggota DPD RI asal Aceh meminta agar DPR RI mengakomodasi mekanisme tatacara konsultasi dan rencana pembentukan undang-undang untuk Aceh dalam penyusunan Perubahan Tatatertib DPR RI.

Ketua DPRA saat itu, Dahlan Jamaluddin juga telah menyurati Ketua DPR RI agar memperhatikan kekhususan Aceh. Namun Safaruddin mengaku sampai saat ini permintaan tersebut tidak dihiraukan DPR RI.

YARA memberikan waktu kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani selama tujuh hari untuk melaksanakan perubahan tatatertib DPR untuk mengakomodasi kekhususan Aceh yang diatur dalam undang-undang yang disahkan oleh DPR RI sendiri.

“Kami menunggu jawaban Ketua DPRRI atas somasi ini untuk memperhatikan dan mengakomodir kekhususan Aceh yang telah disebutkan dalam UU Nomor 11 Tahun 2006, tapi DPR RI sendiri mengingkari apa yang telah disepakati dalam UU tersebut,” kata Safar.

Surat somasi tertanggal 7 November 2023 itu dikirimkan melalui jasa pengiriman ekspres serta dikirimkan via surel ke bag_pengaduan@dpr.go.id dan bag_humas@dpr.go.id yang ditembuskan kepada Presiden, Ketua Forum Bersama DPR/DPD RI asal Aceh, Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe, Ketua DPR Aceh dan Pj Gubernur Aceh. [Sammy]

Seminar Nasional di PNL Dorong Kolaborasi untuk Kemajuan Pendidikan di Aceh

0

Nukilan.id – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) sukses menggelar Seminar Nasional (Semnas) ke-7 Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema, Sinergisitas Akademisi, Pemerintah dan Praktisi Industri dalam Pemanfaatan Potensi Lokal Menuju Indonesia Mandiri Energi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Lantai III Gedung Utama PNL pada 8-9 November 2023.

Ketua Panitia Amir Fauzi, ST. M.Sc. Ph.D dalam laporan panitia mengatakan, Semnas ini merupakan kegiatan ilmiah tahunan yang terselenggara berkat dukungan pimpinan, manajemen dan seluruh sivitas akademika PNL. 

Semnas ini diharapkan menjadi tempat bertukar pikiran para peneliti yang ada di PNL dengan peneliti eksternal.

“Alhamdulillah, jumlah peserta Semnas tahun ini mencapai 132 presenter. Untuk bidang penelitian terdiri dari 72 presenter dan bidang pengabdian kepada masyarakat sebanyak 60 orang. Selain itu, ada 4 orang non pemakalah yang hadir bersama kita untuk menggali informasi-informasi terkini dari para keynote speaker,” ungkap Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PNL ini.

Amir melanjutkan, untuk topik yang disampaikan oleh presenter cukup beragam mulai dari energi dan konversi energi, air dan pengolahan limbah, ketekniksipilan, material dan inovasi teknologi tepat guna,  komputasi dan system informasi teknologi, ekonomi dan managemen, serta humaniora dan budaya. Sebagian besar dari topik-topik tersebut merupakan hasil penelitian dan inovasi yang ada di PNL tahun 2023. 

Sementara itu, Direktur PNL, Ir. Rizal Syahyadi, ST. M.Eng.Sc. IPM. ASEAN.Eng di hadapan peserta dan tamu undangan memaparkan alasan pihaknya mengangkat tema tersebut dalam Seminar Nasional ke-7.

“Kunci sukses adalah kolaborasi. Kolaborasi diantara akademisi, pemerintah dan praktisi industri diharapkan dapat mengangkat harkat dan martabat pendidikan di Aceh,” pungkas lulusan USK dan University of Malaya ini.

Rizal Syahyadi menambahkan, sejak 5 Oktober 1987 PNL hingga saat ini, PNL telah banyak memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara ini. 

“Pada tema kegiatan Semnas ke-7 hari ini ada 3 subjek yang kita angkat yaitu, akademisi, pemerintahan dan praktisi industri., karena kesuksesan tidak bisa kita bangun sendiri, perlu adanya sinergisitas dan kolaborasi untuk mencapai kesuksesan. dan juga saat ini PNL lebih mengarahkan penelitiannya ke arah produk terapan yang sesuai dengan kebutuhan saat ini terutama untuk masyarakat,” ungkap pria yang biasa disapa Didi ini.

Untuk Semnas kali ini menghadirkan lima orang keynote speaker diantaranya Muhammad Fajar Subkhan, ST. MT (Plt. Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek), Ali Ridho Barakbah, S.Kom. Ph.D (Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), Dr.Eng. Topan Setiadipura, M.Si. M.Eng (Kepala Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir dari Badan Riset dan Inovasi Nasional), Kornel Bram Bahadi dari PT PLN Nusantara Power UBJOM PLTMG Arun, dan Muhammad Nasir, S.Sos. M.Si, Kepala Bappeda Aceh Utara. 

Pantauan media ini, hadir dalam kegiatan Semnas ke-7 PNL unsur Pemerintah Kota Lhokseumawe, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, DPRK Lhokseumawe, DPRK Aceh Utara,  Kadin Aceh, Kadin Kota Lhokseumawe, Kadin Aceh Utara, Kacabdisdik Wilayah Lhokseumawe dan Kacabdisdik Wilayah Aceh Utara.

Turut hadir juga dari Manajemen dari PT. PIM, PT. PAG, PT. PGE, PTPN I Langsa, PLN UP3 Lhokseumawe, BAS Lhokseumawe, BSI Area Lhokseumawe, PDAM Tirta Mon Pase Aceh Utara, PDAM Ie Beusare Rata Kota Lhokseumawe, Akaogas dan Aceh Oil Institure, PT. Bina Usaha Aceh Utara, PT. Takabeya Perkasa Grup, PT. Abad Jaya Grup, PT Indonesia Comnets Plus Area Lhokseumawe dan Pimpinan Dayah QAHA Lhokseumawe.

Dari unsur lembaga pendidikan juga hadir dari USK, Unimal, IAIN Lhokseumawe, Universitas Almuslim, Politeknik Aceh, Poltas, Poliven, Politeknik Kutaraja, serta para peserta yang menjadi pemateri. []

Warga Malaysia Terpesona Keanekaragaman Budaya Aceh Besar di PKA ke-8

0

Nukilan.id – Zuchairi bin Adnan, seorang warga asal Malaysia, terpukau oleh keanekaragaman budaya yang terdapat di anjungan Aceh Besar. Hal ini diungkapkan Zuchairi ketika ia berkunjung ke anjungan Aceh Besar dalam acara Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 yang berlangsung di Taman Ratu Safiatuddin pada Senin (6/11/2023).

Bagi Zuchairi, keberagaman budaya yang terdapat di anjungan Aceh Besar menjadi sebuah pengetahuan baru baginya tentang Aceh. “Ternyata banyak sekali seni dan budaya Aceh ini, termasuk berbagai rempah yang menjadi bumbu masak bagi masyarakat,” ujarnya.

Selama kunjungannya, Zuchairi juga beberapa kali berkomunikasi dengan petugas anjungan untuk memahami cara mengolah kain songket dan sutra yang dipamerkan di anjungan Aceh Besar.

Ia juga tertarik untuk mengetahui cara mengolah serta kegunaan beragam rempah khas Aceh. Zuchairi benar-benar terkesan dengan kekayaan yang dimiliki oleh Aceh Besar.

“Ini bagus untuk dijaga dan dilestarikan, karena budaya dan kerajinan ini akan memiliki nilai yang mahal di kemudian hari, jadi, harus dijaga dengan baik,” pungkas Zuchairi. [Rjf]

13 Tokoh Terima Penghargaan Anugerah Budaya PKA-8

0
Penyerahan Penghargaan Anugerah Budaya PKA-8. (Foto: Dok. Humas Wali Nanggroe)

Nukilan.id – Lembaga Wali Nanggroe Aceh memberikan penghargaan kepada 13 orang yang berjasa dan berkontribusi dalam dunia seni, adat, dan budaya. Malam Anugerah Budaya dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 itu berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Darul Imarah, Aceh Besar, Senin 6 November 2023.

Ada tiga penghargaan yang diberikan oleh lembaga Wali Nanggroe, yaitu; Penghargaan Meukuta Alam, Tajul Alam, dan Penghargaan Syah Alam.

Para penerima sudah melalui seleksi dan penjaringan yang ketat oleh tim juri yang diketuai akademisi Prof Dr Syahrizal Abbas, dengan anggotanya Dr Yusri Yusuf M.Pd, Drs Nurdin Ar M.Hum, Drs Nabhany, Muhammad Taufik Abda, dan Dr Rafiq.

Penerima penghargaan Meukuta Alam ada empat orang yang berasal dari berbagai daerah. Mereka adalah Alm M Kalam Daud asal Banda Aceh untuk kategori pelestarian warisan budaya. Syarifuddin asal Gayo Lues atas kontribusi pada pelestarian seni.

Lalu Amirullah Hamzah asal Banda Aceh untuk kategori sejarah dan peradaban. 

Terakhir, penghargaan Meukuta Alam diberikan kepada Alm Abdul Gani Mutiara asal Banda Aceh untuk kategori pengembangan inovasi produk budaya.

Untuk penghargaan Tajul Alam terdapat dua penerima, yaitu Yanimar W Yusuf asal Aceh Barat, untuk kategori pelestarian seni, dan Hamidah asal Aceh Tenggara untuk kategori pelestarian warisan budaya.

Sementara penghargaan Syah Alam terdapat tujuh orang penerimanya. Mereka adalah Zakirul Pohan asal Aceh Singkil untuk kategori pelestarian warisan budaya. Yasuddin asal Aceh Singkil untuk kategori pelestarian adat, Mahrisal Rubi asal Bireuen untuk kategori pelestarian seni.

Selanjutnya, Muntasir Wandiman asal Aceh Tamiang untuk kategori sejarah dan peradaban. Junaidi asal Pidie untuk kategori pengembangan dan inovasi produk warisan budaya. Kurniatun asal Banda Aceh untuk kategori pelestarian seni. Terakhir, Pekeriana Kobat asal Aceh Tengah untuk kategori pelestarian warisan budaya.

Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar dalam sambutannya menyampaikan, seperti tahun-tahun sebelumnya Lembaga Wali Nanggroe kembali memberikan anugerah budaya, bertepatan dengan PKA-8 tahun 2023.

“Penyerahan anugerah tentunya bukan sebuah hal kebetulan, melainkan hasil proses panjang, mulai dari tahapan rapat persiapan, pendaftaran, penilaian, hingga verifikasi calon penerima anugerah. Begitu pula dengan calon penerima untuk setiap masing-masing kategori. Anugerah yang diserahkan malam ini juga bukan hasil yang diperoleh secara instan, tapi buah dari dedikasi berpuluh tahun lamanya,” ujarnya.

Oleh karena itu, tutur Malik Mahmud, jika dibandingkan dengan apa yang telah diabdikan oleh masing-masing calon penerima, anugerah ini tentunya tak dapat dibanding-bandingkan.

“Namun inilah salah satu bentuk nyata upaya kami dalam menghargai dan mengapresiasi setinggi-tingginya jasa besar para penjaga warisan indatu di bumi Serambi Mekkah ini,” ungkapnya.

Malik Mahmud menambahkan keberadaan Lembaga Wali Nanggroe merupakan salah satu manifestasi dari perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia pada 2005 lalu.

Dalam UUPA dan Qanun Nomor 10 tahun 2019, disebutkan bahwa salah satu wewenang Lembaga Wali Nanggroe adalah memberikan  gelar atau derajat.

“Dimana dalam qanun ini disebutkan antara lain; Lembaga Wali Nanggroe mempunyai wewenang untuk memberikan dan mencabut gelar kehormatan kepada seseorang atau badan dengan nama-nama gelar berdasarkan tradisi sejarah, bahasa, dan adat istiadat rakyat Aceh,” jelasnya. 

Sehingga, pemberian gelar khususnya di bidang kebudayaan, sangat penting untuk dilaksanakan secara berkelanjutan. Karena budaya merupakan identitas suatu bangsa.

Menurut Wali, khusus bagi bangsa Aceh, menjaga warisan budaya sama artinya dengan menegakkan agama. Karena kebudayaan Aceh selalu berlandaskan pada pondasi dimensi Islami.

“Filosofi hidup orang Aceh muncul sebuah Hadih Maja, “hukom ngen adat, lage zat ngen sifuet”.

Dimensi tersebut telah membentuk pola hukum dan kebudayaan dalam masyarakat Aceh sehingga “adat han jeut barangkahoe takong, hukom han jeut barangkahoe takieh,” ungkapnya.

“Ini adalah bukti indikator natural, bahwa orang Aceh menjaga adat dan kebudayaannya dengan benteng agama,” tambah Wali.

Malik Mahmud berharap, apa yang telah didedikasikan para penerima anugerah selama ini, agar dapat terus ditingkatkan. selain itu, ia juga berharap akan lahir generasi-generasi baru yang dididik untuk menjadi penjaga dan pelestari khazanah kebudayaan Aceh. []

Ekonomi Aceh Tumbuh 3,76 Persen di Triwulan III 2023

0

Nukilan.id – Fungsional statistisi Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Tasdik Ilhamudin mengatakan ekonomi Aceh pada triwulan III 2023 tumbuh sebesar 3,76 persen secara year on year (y-on-y) dibandingkan triwulan III 2022 atau tumbuh 4,36 persen tanpa minyak dan gas bumi (migas).

Secara quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Aceh meningkat sebesar 1,43 persen dibandingkan triwulan II 2023 atau tumbuh 1,07 tanpa migas. Sumber pertumbuhan tertinggi pada triwulan III 2023 menurut lapangan usaha berasal dari pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 1,61 persen.

“Sementara perdagangan besar dan eceran bersumber dari reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 1,35 persen konstruksi sebesar 0,63 persen,” ujar Tasdik Ilhamudin, Selasa (6/11/2023).

Sedangkan pertumbuhan negatif berasal dari administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib minus 0,54 persen, jasa keuangan dan asuransi minus 0,39 persen, pertambangan dan penggalian minus 0,14 persen dan konstruksi yang juga minus 0,14 persen.

Kemudian sumber pertumbuhan ekonomi triwulan III 2023 menurut pengeluaran bersumber dari ekspor sebesar 7,84 persen, pembentukan modal tetap bruto sebesar 2,35 persen, dan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 2,21 persen. Sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari impor barang dan jasa sebesar 10,32 persen, namun sebagai komponen pengurang. [Sammy]

Kejari Aceh Besar Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum 

0

Nukilan.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar melaksanakan kegiatan seleksi duta pelajar sadar hukum tingkat SMA/SMK Se-Kabupaten Aceh Besar di Aula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Kegiatan Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum Tingkat SMA/SMK Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dilakukan pada Jum’at, 03 November 2023 dan Sabtu, 04 November 2023 dengan tema/materi perlombaan Tugas dan Kewenangan Kejaksaan, Narkotika, Tindak Pidana Korupsi, Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan Bulliying.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut ialah Kepala Kejari Banda Aceh, Bapak Irwansyah beserta jajaran, Kepala Kejari Aceh Besar, Basril G didampingi Kepala Seksi Intelijen Kejari Aceh Besar, Maulijar.

Beserta jajaran, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Bapak Syarwan Joni, Para Dewan Juri dan Panitia serta Bapak/Ibu pendamping Siswa.

Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri lebih kurang 200 orang dan diikuti sebanyak 27 sekolah SMA/SMK dari Kota Banda Aceh dan 32 sekolah SMA/SMK dari Kabupaten Aceh Besar.

Dimana, setiap sekolah mengirimkan 2 orang siswa/siswi dengan jumlah total 118 siswa/siswi. Adapun dari 59 Sekolah tersebut akan dipilih 1 orang Duta Perempuan dan 1 orang Duta Laki untuk masing-masing Kota/Kabupaten.

Dijelaskan, pelaksanaan kegiatan Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum adalah sebagai agenda rutin tahunan dan tindak lanjut program kerjasama antara Kejaksaan Tinggi Aceh dengan Dinas Pendidikan Pemerintah Aceh dalam penjaringan pelajar berprestasi sebagai Duta Pelajar Sadar Hukum se-Provinsi Aceh yang dilaksanakan sejak tahun 2017.

Kepala Kejari Aceh Besar, Basril G menyampaikan bahwa Duta Pelajar Sadar Hukum adalah agen sekaligus role model generasi sadar hukum di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. 

Selaku pimpinan Kejari Aceh Besar menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi atas telah terealisasinya kegiatan Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum ini. 

“Selamat untuk pemenang karena sudah menjadi yang terbaik diantara yang baik. Semoga yang terpilih menjadi Duta Pelajar Sadar Hukum ini mampu memperkuat karakter pelajar sebagai penerus bangsa yang unggul, berkualitas, berkarakter kebangsaan dan taat pada aturan hukum yang berlaku, sehingga nantinya duta pelajar sadar hukum ini bisa menjadi role model di lingkungan sekolah maupun dalam masyarakat umumnya,” kata Basril G.

Adapun pemenang dari proses seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum Tingkat SMA/SMK se- Kabupaten Aceh Besar yang telah dilaksanakan tanggal 03 November 2023 s/d 04 November 2023 yaitu sebagai berikut : 

Juara I Putra : Ibnu Akil (SMA Negeri Modal Bangsa) 

Juara I Putri : Haura Athifah Mawardi (SMA Negeri Modal Bangsa) 

Juara II Putra : Alvito Adhi Kesuma Manurung (SUPM Negeri Ladong) 

Juara II Putri : Tazkiyatun Nufus (SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya) 

Juara III Putra : Muhammad Zidane Al-Farisi (SMA Islam Ruhul Falah) 

Juara III Putri : Salma Azzura (SMA Islam Ruhul Falah) 

“Adapun untuk selanjutnya juara 1 putra dan putri seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum ini nantinya akan mewakili KKabupaten Aceh Besar seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum tingkat Provinsi Aceh,” ungkapnya.

Pansel Umumkan Tiga Nama yang Lulus Seleksi Calon Sekda Pidie

0

Nukilan.id – Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pidie mengumumkan tiga dari lima pejabat dinyatakan lulus pada seleksi JPT Pratama calon Sekda Pidie tahun 2023.

Keputusan tersebut dinyatakan dalam Pengumuman Nomor: 011/Pansel.JPT.PD/2023 tanggal 2 November 2023 yang ditandatangani Ketua Pansel, Dr Iskandar AP.

Tiga nama yang dinyatakan lulus seleksi yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, Buchari, SP, MSi; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie, Safrizal, SSTP, M Ec.Dev; dan Asisten I Setdakab Pidie, Drs Samsul Azhar. Nama terakhir saat ini juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Pidie.

kelulusan tiga nama di atas setelah mereka mengikuti serangkaian seleksi adminitrasi, ujian kompetensi, makalah, wawancara hingga rekam jejak.

Sementara dua nama lagi yang dinyatakan tidak lulus seleksi yaitu Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara, Abdullah Hasbullah, MSM dan Kepala Dinas Perhubungan Pidie, Jufrizal, SSos MSi.

Selanjutnya, tiga nama peserta yang dinyatakan lulus calon Sekda Pidie itu akan segera disampaikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Keputusan panitia seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” demikian maklumat pengumuman tersebut. [Sammy]

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Meulaboh

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang kawasan Meulaboh, Aceh Barat dan daerah pesisir pantai barat Sumatera dekat dengan Kabupaten Nagan Raya, Selasa (7/11/2023) sekira pukul 04.12 WIB dini hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan titik pusat gempa berada di 124 Km arah Barat Daya Kota Meulaboh. Titik koordinat gempa berada di 5.24 derajat Lintang Utara (LU) dan 94.25 derajat Bujur Timur (BT) atau pada Koordinat: 5.24° LU – 94.25° BT.

Seismolog Pusat Gempa Regional BMKG Wilayah I, Rini Kumalasari Purba mengatakan gempa ini tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami dan dikategorikan sebagai gempa signifikan. Hingga saat ini belum diketahui mengenai kerusakan yang disebabkan gempa ini, namun getaran gempa dilaporkan warga cukup kuat.

“Informasi yang diperoleh dari BPBD setempat, beberapa warga sempat keluar rumah karena panik terhadap guncangan gempa yang terjadi dengan durasi sekitar 2-5 detik,” ujar Rini Kumala Sari Purba, Selasa (7/11/2023).

Rini menjelaskan gempa dini hari ini terjadi di kedalaman dangkal-menengah, yaitu 40 km, karena itu bisa dikaitkan dengan aktivitas tektonik dari zona subduksi Sumatera.

Dia menambahkan, gempa itu memiliki mekanisme patahan naik thrust fault yang bisa dianggap terjadi pada bagian batas antara interior lempeng oseanik Indo-Australia dan kontinen Eurasia. Distribusi gempa bumi dibangkitkan karena adanya pergerakan subduksi miring Lempeng Oseanik Indo-Australia yang menunjam Lempeng Benua Eurasia dengan laju geser 5-6 cm/tahun.

“Dalam beberapa kasus, aktivitas gempa interface memiliki potensi untuk mempengaruhi seismisitas pada patahan aktif yang tersegmentasi di sepanjang daratan Aceh yang bergerak pada arah dekstral atau menganan,” demikian penjelasan Rini Kumala Sari Purba. [Sammy]

Polsek Daruh Imarah Amankan Lima Unit Sepeda Motor Balap Liar

0

Nukilan.id – Polres Darul Imarah mengamankan lima unit sepeda motor yang digunakan untuk balap liar pada Minggu (5/11/2023) dini hari. Kapolsek Darul Imarah, Iptu Hendra Syah Putra mengatakan lima unit kendaraan roda dua itu diamankan saat melakukan aksi balap liar Minggu (5/11/2023) dini hari di Jalan Sukarno Hatta depan Gedung Wali Nanggroe, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Hendra menambahkan pengamanan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat yang resah dengan aksi balap liar di jalan raya, apalagi di jalan nasional yang kerap dilintasi kendaraan besar. Selain itu, kondisi jalan yang gelap juga menyebabkan rawan kecelakaan lalulintas (lakalantas).

“Sebanyak lima unit motor yang diamankan itu rata-rata sudah tidak standar lagi, alias protolan,” ujar Hendra Syah Putra, Senin (6/11/2023).

Hendra mengungkapkan para pelaku aksi balap liar sudah pernah ditertibkan beberapa bulan lalu. Namun sekarang para pelaku kembali berulah dengan melakukan aksi yang sama.

Dari lima unit sepeda motor yang diamankan diketahui surat-suratnya tidak lengkap. Bahkan ada yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Hendra mengimbau kepada masyarakat, terutama para orang tua agar tidak mengizinkan anak-anaknya menggunakan kendaraan yang tidak sesuai ketentuan seperti knalpot brong dan tidak sesuai standarnya.

“Untuk saat ini kendaraan motor tersebut sudah diamankan di Mako Polsek Darul Imarah,” demikian disampaikan Iptu Hendra Syah Putra. [Sammy]

Rangkaian Acara Pekan Kebudayaan Aceh ke-8

0

Nukilan.id – Ajang Pekan kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 Tahun 2023 sudah dibuka sejak Sabtu (4/11/2023) malam lalu. Berbagai acara dan perlombaan diadakan untuk menyemarakkan ajang lima tahunan ini di beberapa titik lokasi di Kota Banda Aceh sejak 4-12 November 2023.

Dirangkum dari akun Instagram @pkaceh.official, beberapa titik lokasi ajang PKA-8 yaitu Taman Sulthanah Safiatuddin, area Blang Padang, aliran Krueng Aceh, Anjong Mon Mata, Amel Hotel & Convention Hall, Hermes Palace Hotel, kampus UIN Ar-Raniry dan USK, area Krueng Aceh, Museum Aceh, Taman Seni Budaya, dan Pendopo Wali Nanggroe.

Di Taman Sulthanah Safiatuddin akan diselenggarakan event pameran, perlombaan seni, festival kuliner, dan penutupan PKA-8 pada 12 November nanti. Kemudian di area Blang Padang diadakan pameran pembangunan mulai 5-12 November. Selanjutnya business marching pada 5-6 November di Hermes Palace Hotel dan seminar internasional di UIN Ar-Raniry dan USK pada 6 November.

Sementara anugerah budaya akan dilaksanakan di Pendopo Wali Nanggroe pada 6 November. Selanjutnya lomba permainan rakyat akan diadakan di area Krueng Lamnyong pada 6-7 November. Kemudian dilanjutkan dengan festival busana yang akan diadakan pada Amel Hotel & Convention Hall pada 7-9 November.

Kemudian perlombaan seni pada 5-10 November dan pameran foto budaya pada 5-12 November diadakan di Taman Seni Budaya. Sedangkan di Museum Aceh akan diadakan Festival Adat Budaya pada 7-9 November dan lomba permainan rakyat pada 9-11 November. Terakhir akan diadakan khanduri blang pada 9 November 2023 dan khanduri laot pada 12 November di kawasan Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. [Sammy]