Beranda blog Halaman 1322

YLBHI Banda Aceh Sebut Rumoh Gedong Simpan Banyak Sejarah Pelanggaran HAM Berat

0
Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Banda Aceh, Syahrul saat konferensi pers Melawan Impunitas dalam Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Berat melalui zoom meeting, Senin (26/6/2023). (Foto: Screenshot)

Nukilan.id – Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Banda Aceh, Syahrul menyampaikan berdasarkan hasil penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah mendapatkan kesimpulan tentang tragedi Rumoh Gedong yakni tiga peristiwa di Aceh yang masuk dalam wilayah kerja TPP HAM yaitu simpang KKA, Rumoh Gedung dan Jambo Kepok.

Baca JugaYLBHI: Ombudsman Bongkar Skenario Penyelenggaraan TWK KPK

“Kalau kita lihat dari laporan Komnas HAM. Maka, ketiga hal itu sudah masuk kedalam pelanggaran HAM yang sudah di serahkan ke Kejaksaan Agung,” kata Syahrul kepada Nukilan.id saat konferensi pers Melawan Impunitas dalam Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Berat melalui zoom meeting, Senin (26/6/2023).

Menurutnya, dari laporan tersebut sudah cukup untuk memenuhi alat bukti permulaan yang cukup. Hanya saja, Presiden Joko Widodo mencoba mengalihkan kasus tersebut menjadi non yudisial.

“Sejak penggunaan diksi penyelesaian itu sudah salah, seolah-oleh kejahatan kemanusiaan HAM berat bisa digunakan dua pilihan yakni yudisial dan non yudisial,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, sudah seharusnya para korban pelanggaran HAM berat itu berfokus pada pemenuhan kebutuhan yang bersifat non yudisial karena dianggap lebih tepat.

“Seolah-olah ketika pemenuhan kebutuhan korban telah selesai maka permasalahan secara yudisial dan non yudisial yang dalam artian berkemungkinan besar non yudisial itu tak akan terlaksana,” tambahnya.

Selanjutnya, Syahrul menjelaskan, sejauh ini belum ada pernyataan atau statement dari presiden tentang pemenuhan kebutuhan korban dari proses non yudisial menjadi proses yudisial.

Ia menegaskan, bahwa Rumoh Gedong tersebut menjadi post statis yang ada di Provinsi Aceh khususnya di Kabupaten Pidie yang menyimpan banyak sejarah tentang peristiwa pelanggaran HAM berat dimasa lalu. Pertama kejatahan seksual, kekerasan, penyiksaan dan perampasan hak korban.

“Banyak orang-orang yang dilecehkan atau diperkosa. Bahkan, didepan para tahanan saat itu,” tegasnya.

Sementara itu, dirinya berharap, dengan hasil penyidikan dan laporan kesimpulan dari Komnas HAM dapat menjadi petunjuk serta penguatan bukti-bukti agar segala upaya penyelesaian permasalahan pelanggaran HAM masa lalu bisa terselesaikan. [Azril]

Baca Juga: Diduga Langgar Kode Etik, YLBHI-LBH Banda Aceh dan MaTA Lapor Komisioner KIA

Jelang Wukuf di Arafah, Timwas Haji DPR Desak Menag Siapkan ‘Golf Car’ dan Kursi Roda untuk Lansia

0
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily saat rapat kerja antara Timwas Haji DPR dengan Kementerian Agama RI di Mekkah, Arab Saudi, Minggu (25/6/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ace Hasan Syadzily mendesak Kementerian Agama dan jajarannya, agar menyiapkan mobil golf (Golf Car) dan kursi roda yang memadai untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji Lansia yang jumlahnya mencapai 30 persen dari total kuota keseluruhan jemaah haji. Hal itu dalam rangka mempersiapkan jelang ibadah Wukuf di Arafah esok hari.

Kang Ace, sapaan akrabnya, mengungkapkan hal ini saat rapat kerja antara Timwas Haji DPR dengan Kementerian Agama RI di Mekkah, Arab Saudi, Minggu (25/6/2023) malam waktu setempat.

Baca Juga: Dana APBK Minim, Anggota DPR RI asal Gayo Lues Diminta Fasilitasi Usulan Pembangunan ke APBN

“Nah yang menjadi concern kami adalah ya karena tempatnya masih cukup jauh dari Mina ke Jamarat (lempar jumroh), karena itu kami tentu mendesak kepada Kementerian Agama untuk menyediakan semacam golf car. Pak Nur Arifin yang bilang ke saya, golf car ada 20 alhamdulillah. Tapi saya tidak tahu apakah sekarang (jumlahnya) ada40, alhamdulillah kalau memang sudah ditambahkan 40. Ya, makanya lebih banyak lebih bagus. Karena itu sangat membantu,” tandas Kang Ace, demikian sapaan akrabnya.

Politisi Partai Golkar ini juga menyinggung masalah ketersediaan kursi roda. Menurutnya kursi roda harus tetap standby. Bahkan, jika memungkinkan, bisa sebanyak-banyaknya di sana, untuk mengantisipasi jumlah jemaah Lansia yang membutuhkan. Adapun soal pengalaman bagaimana mengatur tentang aliran pergerakan orang, ia meyakini hal itu sesuatu yang sudah biasa dilakukan di tiap tahun penyelenggaraan ibadah Haji.

“Cuma yang kami ingin pastikan juga adalah soal minimal setiap 1 km ada semacam posko-posko untuk menunjukan arah Jamarat agar para jemaah tidak tersesat. Karena bagi kami saja yang beberapa kali dari Al Muashir ke Jamarat kadang-kadang suka tersesat. Dan karena itu saya kira harus dipastikan, termasuk disediakan di setiap posko-posko tersebut adalah air minum bagi para jemaah,” tukas politisi kelahiran Pandeglang ini.

Selain itu, tentu yang paling utama juga menurut Kang Ace adalah soal Tarwiyah. Menurutnya, memang Kementerian Agama tidak memfasilitasi bagi jemaah haji yang ingin melakukan Tarwiyah. Namun, jika ada jemaah haji yang esok hari sudah mulai bergerak, ia menegaskan jajaran Kemenag untuk tetap memfasilitasi dengan cara memberikan pelayanan. Tanpa perlu diimbau untuk tidak melakukannya.

“Tetapi kalau ada yang mau melakukan Tarwiyah, saya kira penting sekali untuk diberikan fasilitas terutama di Arafahnya. Ini supaya tidak menimbulkan ada hal-hal, karena tadi laporan dari Gus Menteri, saya tadinya mengira (ada) 133 (orang) yang meninggal, tapi sekarang sudah 144 (orang yang meninggal. Artinya bahwa grafiknya biasanya akan lebih naik pada saat Armuzna,” pungkas Legislator Dapil Jawa Barat II.

Diketahui, Tarwiyah adalah nama salah satu hari pada bulan Zulhijah. Kata Tarwiyah diambil diambil dari kata riwayah(riwayat) karena pada hari itu sang imam meriwayatkan tata cara ibadah haji. Ada juga yang mengatakan bahwa Tarwiyah berasal dari kata irtiwa (meminum air hingga puas), karena pada hari itu orang-orang meminum air hingga puas dan membawanya untuk bekal di Mina. [DPR RI]

Baca Juga: Disetujui 6 Fraksi, Baleg DPR RI Sepakati Perpanjang Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun

Pj Bupati Aceh Besar Sebut Stok Hewan Kurban di Aceh Besar Dipastikan Cukup

0
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Memasuki hari H Hari Raya Iduladha 1444 H, yang hanya hitungan hari, stok hewan kurban di Aceh Besar dipastikan sangat mencukupi, atau jauh di atas potensi kebutuhan.

“Seperti tahun tahun sebelumnya, kita di Aceh Besar bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan ternak Aceh Besar, namun juga memasok untuk kebutuhan hewan qurban Kota Banda Aceh dan bahkan Pidie dan Aceh Jaya. Insha Allah, tingkat ketersediaan masih dalam level tercover, seperti tahun tahun sebelumnya,” ujarnya.

Kondisi tingkat ketersediaan itu, berdasarkan laporan dari Kadistan Aceh Besar M Jakfar SP, yang mendapatkan informasi secara real time dari para petugas medis Peternakan Kecamatan, di Aceh Besar.

Selain itu, Muhammad Iswanto juga melakukan pemantauan kondisi lapangan secara langsung, dengan menghubungi secara acak kelompok ternak dan bahkan peternak perorangan di Aceh Besar.

Baca Juga: Penjabat Gubernur Aceh Tutup MQK se-Aceh, Serahkan Piala Juara Umum untuk Aceh Besar

“Bagi yang ingin berkurban, tak perlu merasa khawatir, karena stok ternak layak kurban di Aceh Besar juga masih mampu mengcover permintaan pasar. Baik itu kambing maupun hewan besar seperti sapi dan kerbau,” kata Iswanto.

Mengutip laporan dari Kadistan Aceh Besar, M Jakfar SP, stok hewan kurban–sesuai informasi dari petugas medis peternakan kecamatan di Aceh Besar untuk ternak sapi jantan mencapai 2460 ekor dan kerbau jantan 648 ekor. Sebaran sapi terbesar adalah di Kecamatan Montasik, sedangkan kerbau terbanyak ada di Kecamatan Seulimuem.

Sementara untuk jumlah kambing yang terdata mencapai 1573 ekor, belum termasuk jenis domba. Serta diperkirakan masih banyak peternak kambing/domba yang enggan mendatakan ternaknya ke petugas. Sehingga potensi kambin/domba itu juga cukup untuk memenuhi trend permintaan pasar.

Menurut Iswanto, jika dikonversi dengan tingkat kebutuhan per KK daging 1 kg di Idul Qurban, maka jumlah hewan yang tersedia dipastikan cukup, dengan jumlah KK di Aceh Besar yang mencapai 118.364 KK atau jumlah penduduk 395.653 jiwa atau terdiri atas 198.888 pria serta 196.765 wanita.

Muhammad Iswanto juga memastikan hewan ternak yang diplot untuk qurban itu telah diperiksa kesehatannya secara medis dan layak sembelih.

“Namun petugas kita akan turun kembali ke gampon gampong atau pusat penyembelihan, sehari sebelum Idul Adha untuk melakukan sreening kesehatan hewan dan untuk administrasi kelayakan hewan, bahkan juga secara acak akan turun di hari H penyembelihan. Kita ingin agar hewan yang disembelih memang layak konsumsi,” tutur Iswanto.

Seperti diketahui, Aceh Besar adalah salah satu pusat ternak atau hewan potong di Aceh, terutama sapi. Sebagai contoh, saat merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) tahun 2022, Aceh Besar termasuk daerah yang terparah di Aceh, dengan jumlah hewan terjangkit mencapai 12.000 ekor lebih.

Namun berkat kerja keras Pemkab Aceh Besar yang dikomandoi Muhammad Iswanto, Aceh Besar secara luar biasa bangkit dan menjadi daerah pertama di Aceh yang zero kasus PMK. Dengan kata lain, stok hewan kurban di Aceh Besar masih sangat melimpah, sesuai dengan data ril yang ada saat pengobatan massal PMK dulu.

Saat ini di Aceh Besar terdapat 13 unit Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dengan jumlah petugas medis mencapai 47. Mengcover 23 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar.

“Alhamdulillah, mereka menjadi ujung tombak untuk terwujudnya ternak yang sehat dan bebas penyakit di Aceh Besar, karena mereka juga menjadi penyuluh kesehatan ternak masyarakat,” pungkas Iswanto. []

Baca Juga: Pemkab Aceh Besar Raih Penghargaan Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting

Pengayoman Masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Lawe Bulan Bantu Petani Tanam Benih Padi

0
Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat ( Bhabinkamtibmas) Kepolisian Sektor (Polsek) Lawe Bulan, Polres Aceh Tenggara, melakukan kegiatan sosial dengan membantu masyarak t diwilayahnya untuk menanam padi guna meningkatkan solidaritas dan pengayoman kepada masyarakat pada Senin (26/6/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat ( Bhabinkamtibmas) Kepolisian Sektor (Polsek) Lawe Bulan, Polres Aceh Tenggara, melakukan kegiatan sosial dengan membantu masyarak t diwilayahnya untuk menanam padi guna meningkatkan solidaritas dan pengayoman kepada masyarakat pada Senin (26/6/2023).

Aiptu Zulpan Indar Bhabinkamtibmas Polsek Lawe Bulan, Polres Aceh Tenggara, kali ini program yang dibentuk yakni untuk membantu masyarakat yang berprofesi sebagai petani yang sedang melakukan penanaman padi di sawah.

Baca Juga: Kapolres Lhokseumawe Pimpin Sertijab Dua Kasat dan Enam Kapolsek

“Kami hanya sekedar membantu, kebetulan sedang melintas patroli,” kata Aiptu Zulpan  dalam keterangan tertulis kepada Nukilan.id, Senin (26/6/2023).

Ia menyampaikan, bahwa hal tersebut dialkukan agar mempermudah proses kerja masyarakat dalam melakukan penanaman benih padi dan juga mempersingkat waktu pengerjaan.

“Untuk mempersingkat waktu tanam pagi milik petani disini,” ujarnya.

Selanjutnya, Aiptu Zulpan, berharap dengan hadirnya pihaknya di tengah-tengah masyarakat mampu memberikan dampak yang positif bagi masyarakat itu sendiri

“Semoga dengan ini kedekatan dan soliditas antara masyarakat dan polisi bisa semakin baik,” tutupnya. [Azril]

Baca Juga: Kapolres Aceh Utara Pimpin Sertijab 2 Kabag Dan 5 Kapolsek

Pemerhati Konflik Sebut Penggusuran Rumoh Geudong Jadi Tanda Kemunduran Pemerintah

0
pemerhati konflik yakni Annas A’an Tekong. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Salah satu pemerhati konflik yakni Annas A’an Tekong sangat menyayangkan kebijakan yang dilakukan Penjabat (Pj) Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto atas perobohan sisa bangunan Rumoh Geudong yang jadi tempat penyiksaan dan pembunuhan warga saat konflik dulu merupakan inisiatif dari Pemkab Pidie.

“Alasannya pun tidak masuk akal dikarenakan perobohan ini dilakukan untuk menghilangkan dendam agar generasi muda berikutnya di wilayah itu tidak larut dalam kesedihan atas peristiwa masa lalu.” katanya Annas A’an Tekong saat diwawancarai Nukilan.id, Senin (26/6/2023)

Menurutnya, Rumoeh Geudong Pidie merupakan sebuah rumah yang menyisakan sejarah kelam pada masa penerapan daerah operasi militer di Aceh (1989-1998). Kala itu, rumah bernuansa tradisional Aceh ini digunakan untuk menyiksa beberapa masyarakat setempat.

Ia menyayangkan, perbuatan ini dilakukan oleh Oknum aparat TNI yang menggunakan rumah tersebut sebagai markas untuk mengawasi masyarakat dan memburu pasukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Saat menjalankan operasi itu, tak sedikit dari mereka yang melakukan tindak kekerasan.

“Masyarakat yang merasa resah akan kelakuan oknum militer sontak membakar rumah tersebut pada 20 Agustus 1998.” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, bahwa saat ini Presiden Joko Widodo juga sudah mengakui bahwa rumah tersebut digunakan untuk beberapa rangkaian kekerasan oleh sejumlah oknum militer.

“Baru pada pada 11 Januari 2023 lalu, pemerintah mengakui kasus pelanggaran HAM Geudong Pidie,” tambahnya.

Annas juga mempertanyakan apakah perobohan Rumoh Geudong ini ada kaitannya dengan kedatangan Presiden Jokowi ke Aceh? Presiden Jokowi akan datang ke provinsi Aceh pada Selasa (27/6/2023) mendatang untuk memulai pelaksanaan rekomendasi Tim Pemantau Pelaksanaan Rekomendasi Penyelesaian Nonyudisial Pelanggaran HAM yang Berat (PKPHAM).

“Jangan sampai sejarah kelam ini dilupakan oleh dunia, dikarenakan penghapusan sejarah adalah bagian kecil dari menolak kenyataan. Ini tidak bisa dibiarkan, Bapak Presiden harus melihat bukti sejarah kelam ini. Kita sebagai masyarakat Aceh juga jangan pernah lupa bahwasanya perdamaian Aceh sudah berlangsung cukup lama, oleh karena itu jangan sampai luka lama tumbuh kembali di tubuh NKRI ini, kita cinta terhadap negeri dan kita juga mau untuk berekonsiliasi dengan jalur yang baik dan benar sesuai dengan peraturan yang ada,” tutupnya. [Azril]

Baca Juga:

Gampong Jawa, Ditetapkan Jadi Desa Binaan IDI Kota Banda Aceh

0
Memperingati hari bakti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke 115, IDI Banda Aceh bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Aceh dan beberapa organisasi profesi, PDGI (dokter gigi) dan beberapa perhimpunan profesi serta RSUZA & Universitas Syiah Kuala, mengadakan serangkaian kegiatan. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Memperingati hari bakti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke 115, IDI Banda Aceh bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Aceh dan beberapa organisasi profesi, PDGI (dokter gigi) dan beberapa perhimpunan profesi serta RSUZA & Universitas Syiah Kuala, mengadakan serangkaian kegiatan.

Baca Juga: Hadirkan Desainer Nasional, Aceh Besar Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif

Diantaranya adalah sunatan massal, pemeriksaan diagnostik USG & EKG, pelayanan poliklinik spesialistik, pemeriksaan deteksi dini kanker payudara, pembagian paket makanan olahan dan edukasi menyusui.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gampong Jawa Kec. Kuta Raja Banda Aceh pada Minggu (25/06).

Lokasi pelaksanaan acara ini sekaligus ditetapkan sebagai gampong binaan IDI Banda Aceh dalam hal kesehatan. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah dalam upaya penurunan angka stunting di Kota Banda Aceh.

Ketua Panitia, dr. Hilda Chandra, MKM, menyebutkan, sunatan massal diikuti oleh 60 an anak dari 5 wilayah di kecamatan di Banda Aceh. Antusias anak-anak mengikuti sunatan massal ini, juga terkait dengan dengan liburan sekolah saat ini.

“Masyarakat kecamatan Kutaraja dan sekitarnya sangat antusias mengikuti pengobatan gratis yang mendatang sejumlah dokter spesialis ini. Mereka juga memanfaatkan pelayanan diagnostik USG & EKG dilokasi”, urai dokter yang biasa disapa Hilda itu.

Ketua IDI Banda Aceh, dr. Muntadahar, Sp.BA menyampaikan harapannya dalam program desa binaan ini. Ia berharap masyarakat di gampong jawa dapat terwujud suatu komunitas masyarakat yang sehat & mandiri nantinya.

Sementara itu, Wakil Ketua I IDI Banda Aceh, dr Teuku Yusriadi Sp. BA menyebut, kegiatan Hari Bakti IDI ini setiap tahun digelar.

“Berdasarkan kosensus nasional, Hari Bakti kita laksanakan setiap 20 Mei. Namun ada beberapa Cabang IDI yang melaksanakannya satu hingga dua bulan kemudian,” jelasnya.

Alasan pemilihan Gampong Jawa sebagai Desa Binaan IDI Banda Aceh berdasarkan hasil diskusi dengan Dinas Kesehatan. Dari 90 desa, dua desa difokuskan menjadi sasaran, yakni Gampong Alue Naga dan Gampong Jawa.

“Tahun ini kita fokuskan serangkaian kegiatan medis di Gampong Jawa. Masyarakat cukup antusias dan terbantu dengan kehadiran kita,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif dan sejumlah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK), yang turun langsung memeriksa pasien pada acara bakti IDI ke 115 ini. []

Baca Juga: APBDes: Bupati Gagal Jalankan Pembinaan dan Pengawasan Desa di Aceh Tenggara

50 Mahasiswa Teknik di Aceh Ikut Pelatihan K3 Migas

0

Nukilan.id – Badan Pengembangan Sumber Daya Migas Kementerian ESDM, bersama Dinas ESDM Aceh, Politeknik Energi dan Mineral Akamigas Cepu dan pihak terkait lainnya, melakukan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Migas kepada 50 orang mahasiswa fakultas teknis yang memiliki mata kuliah K3, yang berlokasi di Banda Aceh dan sekitarnya.

“Acara ini dilaksanakan untuk memberikan kemudahan bagi mahasiswa fakultas teknik di Aceh untuk mendapat Sertifikat Kompetensi K3 Migas, untuk persyaratannya melamar di sejumlah perusahaan migas lokal dan luar Aceh,” kata Kadis ESDM Aceh, Ir Mahdinur MM, dalam pidatonya pada acara Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi K3 Migas yang dilaksanakan di Aula Dinas ESDM Aceh, Kamis (22/6) di Banda Aceh.

Baca Juga: Dinas ESDM Aceh Buka Stand Penukaran Gas LPG Subsidi

Untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja migas madya di Aceh, Pemerintah Aceh saat ini telah mengirim putra-putri terbaiknya sebanyak 97orang mahasiswa sebagai penerima bea siswa Aceh di Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas – Cepu, selama tiga tahun 2019 – 2021, melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh.

Keberadaan Industri Hulu dan Hilir Migas di Aceh diharapkan dapat menjadi potensi penyerapan tenaga kerja melalui penyerapan tenaga kerja tetap Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) sebagai tenaga penunjang dan tenaga kerja jasa, dalam menjalankan aktivitas operasi Migas di wilayah Aceh.

Mahdinur menyebutkan, Aceh memiliki 14 wilayah kerja (WK) migas Aktif. 10 WK, merupakan kewenangan Aceh, berada dibawah 12 mil laut. Sesuai dengan PP Nomor 23 tahun 215 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak Bumi dan Gas Bumi di Aceh yang pengelolanya dibawah Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).

Sebanyak 4 WK lagi, merupakan kewenangan pusat, berada di atas 12 mili laut, yang pengelolaannya di bawah Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas, dengan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh.

Selanjutnya, Kawasan KEK Arun Lhokseumawe, sangat berpotensi untuk dikembangkan karena berada di Selat Malaka, yang merupakan jalur pelayaran Internasional, dekat dengan sumber bahan minyak mentah, yang sebagian besar berasal dari Jazirah Arab.

Karena wilayah Aceh, masih berpotensi kembali menjadi kawasan produksi migas, pasca Exxon Mobil dan Mobil Oil, kata Kadis ESDM Aceh, kita perlu menyiapkan tenaga profesional migas madya yang profesional.

Anak-anak Aceh yang berminat menekuni pengetahuan bidang migas, kata Mahdinur, dikirim sekolah ke luar, seperti ke Politeknik Energi  dan Mineral Akamigas di Cepu.

Selanjutnya, Fakultas Teknik, yang memiliki program studi perminyakan, dan sejenisnya serta miliki mata kuliah K3, kita berikan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi K3, agar setelah mereka menamatkan studinya di perguruan tinggi, begitu ada peluang penerimaan tenaga kerja di perusahaan migas di Aceh maupun luar Aceh, mereka sudah bisa melamar kerja di perusahaan migas tersebut.

Pelatihan dan Sertifikat Kompetensi K 3, kata Mahdinur, menjadi salah satu persyaratan utama dalam melamar pekerjaan di perusahaan migas. Kita harapkan, program dan kegiatan Pelatihan dan Pemberian Sertifikasi Kompetensi K3 dan sejenisnya ini, bisa dilaksanakan terus di Aceh.

Program Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi K3, yang dilaksanakan BPSDM ESDM Pusat dan PEM Akamigas Cepu ini, kata Mahdinur, hendaknya, bisa dilakukan setiap tahunnya.

Tujuannya, supaya mahasiswa fakultas tehnik, yang miliki mata kuliah K3, bisa mengikuti pelatihan tersebut, sehingga ketika ia sudah tamat dari fakultasnya, sudah gampang untuk melamar di perusahaan migas.

Pelaksananya, dari sejumlah perusahaan tambang mineral dan migas yang ada di Aceh, sedangkan tenaga mengajarnya kita datangkan dari luar Aceh, maupun tenaga lokal.

Pelatihan dan pendidikan Sertifikasi Kompetensi K3 itu, menurut kami, kata Mahdinur, sangat penting. Oleh karena itu, kerja sama Pemerintah Aceh bersama BPSDM Kementerian ESDM Pusat dan PEM Akamigas Cepu, terus kita tingkatkan, agar Program dan Kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi K 3 dilaksanakan di Aceh, sehingga lulusan fakultas teknis di Aceh, semuanya memiliki Sertifikat Kompetensi K3,” pungkas Mahdinur. []

Baca Juga: Buka Pelatihan dan Sertifikasi K3, Kadis ESDM Aceh Harap Dapat Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

Hadiri Pelantikan Pengurus DPD Ormas MKGR Aceh, Asisten II Ajak para Kader Bekerja untuk Kemajuan Aceh

0
Asisten II Sekda Aceh, Ir. Mawardi. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Asisten II Sekda Aceh, Ir. Mawardi, menghadiri Pelantikan Pengurus DPD Ormas MKGR Provinsi Aceh, di Anjong Mon Mata Meuligoe Gubernur Aceh, Minggu 25 Juni 2023. Mawardi berharap seluruh kader Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong atau MKGR untuk terus berbuat demi kemajuan Aceh dan Indonesia di masa depan.

Mawardi mengatakan, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong atau MKGR sebagai Organisasi Kemasyarakatan telah dikenal lama berkiprah di Indonesia dan kiprahnya tak bisa dipisahkan dari Partai Golkar. Didirikan pada 3 Januari 1960, organisasi ini menjadi salah satu pencetus lahirnya Golkar sebagai partai politik.

Baca Juga: Asisten I Sekda Aceh Pimpin Rapat Pleno I TKPPA, Ini yang Dibahas

“Organisasi ini telah banyak berperan dalam pembangunan di Indonesia, melahirkan kader-kader pemimpin bangsa Indonesia, termasuk di Aceh,” kata Mawardi

Di Aceh, kata Mawardi, para kader MKGR kerap bahu-membahu bersama pemerintah dalam mengisi pembangunan, terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, serta ikut memikirkan solusi terhadap berbagai persoalan daerah, terutama terkait masalah pemuda seiring dengan perkembangan zaman.

Pelantikan pengurus DPD Ormas MKGR, bertema Memperkuat Konsolidasi MKGR dalam Rangka Memenangkan Plipres dan Pileg 2024.

Diketahui bahwa Indonesia sedang bersiap menghadapi tahun politik atau pelaksanaan Pemilihan Umum tahun 2024 yang digelar secara serentak. Untuk memilih Presiden/Wakil Presiden serta para anggota legislatif di berbagai tingkatan, saat ini sebagian tahapan sedang bergulir, di mana pemungutan suara akan berlangsung pada 14 Februari 2024.

Sementara itu, Pemilihan Kepala Daerah yang juga diadakan secara serentak untuk memilih gubernur, bupati/wali kota di seluruh Indonesia, yang diagendakan akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang.

“Bagi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Aceh, dua agenda tersebut sangatlah penting untuk menentukan masa depan Indonesia,” ujar Mawardi.

Mawardi mengatakan pemerintah Aceh melihat ada sejumlah tantangan saat ini yang perlu disikapi bersama termasuk oleh para kader MKGR Aceh dan kader Partai Golkar, yaitu mencegah berbagai potensi konflik sosial kemasyarakatan dan politik di Indonesia.

“Upaya peningkatan partisipasi masyarakat baik secara kuantitas maupun kualitas dalam Pemilu 2024. Hal ini dapat dilakukan melalui sosialisasi dan pendidikan baik secara langsung maupun lewat media,” ujar Mawardi.

Selanjutnya, para kader MKGR diajak ikut memberantas hoaks yang menyebar luas jelang Pemilu 2024 dengan berbagai materi negatif terkait SARA maupun ujaran kebencian. Umumnya sebaran hoaks beredar lewat media sosial. “Kita perlu bersama-sama menghentikannya dengan sikap cerdas dalam bermedia sosial,” kata Mawardi.

“Pemerintah Aceh mengajak para kader Ormas MKGR di Aceh dapat berperan aktif dalam menjawab berbagai tantangan tersebut untuk menghadirkan Pemilu 2024 yang demokratis dan berkualitas. Pada momentum pelantikan Pengurus DPD Ormas MKGR Provinsi Aceh hari ini, kami berharap kepada seluruh kader Ormas MKGR untuk terus berbuat demi kemajuan Aceh dan Indonesia di masa depan,” ujar Mawardi. []

Baca Juga: Asisten III Ikut Apel Bersama Kasat Kamling di Mapolda Aceh

Puluhan ASN Timor Leste Magang di Indonesia

0
Indonesia mengundang 30 Aparatur Sipil Negara (ASN) Timor Leste mengikuti program magang, sebagai bagian dari capaian prioritas hasil atau deliverable keketuaan Indonesia dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 2023. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Indonesia mengundang 30 Aparatur Sipil Negara (ASN) Timor Leste mengikuti program magang, sebagai bagian dari capaian prioritas hasil atau deliverable keketuaan Indonesia dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 2023.

Ke-30 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Timor Leste itu akan melaksanakan magang selama enam bulan pada Juni hingga November di kementerian/lembaga nasional pengampu badan sektoral ASEAN.

 Baca Juga: Indonesia Kawal Capaian Tiga Pilar Utama Keketuaan ASEAN 2023

Demikian disampailan  Kemlu RI, melalui keterangan tertulisnya, pada Minggu (25/6/2023).

Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman ASN Timor Leste mengenai mekanisme, tata kerja, proses pengambilan keputusan, dan struktur organisasi ASEAN melalui keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan dan pertemuan yang diselenggarakan Indonesia selaku Ketua ASEAN 2023.

Peserta magang merupakan ASN Timor Leste yang telah lolos proses seleksi, dan berasal dari berbagai kementerian/lembaga pada bidang politik keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.

Pada awal program, para peserta menjalani serangkaian kegiatan orientasi dan sosialisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Keria Sama ASEAN dan Direktorat Jenderal Asia-Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri.

Rangkaian program orientasi dan sosialisasi mencakup pertemuan dan mendengarkan langsung paparan dari para pejabat di kedua Direktorat Jenderal itu.

Para peserta magang ASN Timor Leste juga berkesempatan melakukan kunjungan kehormatan (courtesy call) kepada Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Sidharto Suryodipuro.

“Dirjen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan pemahaman mendalam terkait dengan pengalaman Indonesia dalam memainkan peran sentral di ASEAN,” kata pernyataan tersebut.

Para peserta juga belajar mengelola koordinasi lintas kementerian/lembaga di tingkat nasional untuk mendukung peran Indonesia di kawasan pada tingkat regional.

Setelah sosialisasi, para peserta disebar ke berbagai kementerian/lembaga pengampu badan sektoral ASEAN untuk melaksanakan magang sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Di akhir periode magang, para peserta akan menyusun beberapa rekomendasi yang akan diimplementasikan di Timor Leste sebagai bagian dari implementasi peta jalan Timor Leste untuk mendapatkan keanggotaan penuh di ASEAN.

Pada KTT November 2022, para pemimpin ASEAN sepakat untuk menerima secara prinsip Timor Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN.

Sementara itu, pada KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo pada Mei 2023 menjadi momen bersejarah ketika untuk pertama kalinya Timor Leste hadir dalam pertemuan para pemimpin ASEAN dengan status sebagai pengamat (observer).

Pada KTT itu pula diadopsi peta jalan keanggotaan penuh Timor Leste yang berisikan sejumlah upaya yang harus dipenuhi Timor Leste untuk dapat menjadi anggota penuh ASEAN.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) Kao Kim Hourn berharap Timor Leste bisa bekerja keras untuk menjadi anggota penuh organisasi regional tersebut.

Peta jalan keanggotaan penuh Timor Leste telah disepakati oleh para pemimpin ASEAN dalam KTT ke-42 di Labuan Bajo, pekan lalu, yang juga dihadiri oleh Perdana Menteri Taur Matan Ruak.

“Kami berharap Timor Leste bekerja sangat keras untuk mempercepat implementasi peta jalan tersebut, dan pada waktunya mereka akan siap menjadi anggota penuh ASEAN,” kata Kao usai pengarahan kepada perwakilan-perwakilan negara asing di Jakarta, Senin (15/5/2023).

Peta jalan itu memberikan gambaran keseluruhan tentang pekerjaan yang perlu dilakukan oleh Timor Leste maupun ASEAN untuk menuju keanggotaan penuh Timor Leste.

Peta jalan tersebut memuat lampiran yang mencakup tiga pilar masyarakat ASEAN, yaitu politik keamanan, ekonomi, dan sosial budaya, yang wajib dipenuhi oleh Timor Leste.

Selain itu, ujar Kao, peta jalan itu juga berisi berbagai persyaratan yang harus dipenuhi Timor Leste dengan segera, dalam jangka menengah, maupun ketika telah dinyatakan resmi menjadi anggota penuh ASEAN.

Tiga persyaratan itu adalah partisipasi Timor Leste dalam kegiatan dan pertemuan ASEAN, peningkatan kapasitas para pejabat pemerintahan Timor Leste, dan kepatuhan negara itu pada berbagai perjanjian ASEAN. [Antara]

Baca Juga: Indonesia Berupaya Persempit Jarak Perekonomian Negara Asean

Kebakaran Lahan Rumbia, BPBD Aceh Besar Kerahkan 2 Unit Armada Dengan 13 Personil

1
SebuahLahan rumbia yang berada di area permukiman warga di Gampong Cot Peutano, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar terbakar pada Minggu (25/06/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Telah terjadi kebaklaran di sebuah lahan rumbia yang berada di area permukiman warga di Gampong Cot Peutano, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar terbakar pada Minggu (25/06/2023).

Kalaksa BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil melalui petugas Pusdalops Maswani Mengatakan, Terbakarnya Lahan Rumbia yang berdekatan dengan pemukiman warga dengan perkiraan luas lahan diperkirakan seluas ±1/2 hektar.

Di katakan Maswani, Petugas Pemadam BPBD Aceh Besar Pos Induk sibreh menerima informasi yang di sampaikan oleh warga tentang adanya kejadian kebakaran Lahan Rumbia tersebut.

Baca Juga: Terhambat Faktor Cuaca, BPBD Kesulitan Padamkan Lahan Kebakaran di Desa Napai

“Yang mana lokasi Lahan rumbia tersebut berada di area pemukiman warga. Kejadian pada siang hari tersebut membuat masyarakat panik.Untuk penyebap terjadi nya kebakaran sudah dalam penanganan pihak berwajib.”ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Nukilan.id, Senin (26/6/2023).

Ia menyampikan, setelah pihaknya menerima informasi Petugas piket pemadam BPBD Aceh Besar Pos Induk sibreh langsung bergerak menuju ke lokasi kejadian dengan mengerahkan 2 unit armada pemadam kebakaran dan 1 unit dari Pos Kajhu dengan dukungan 13 Personil.

“Setiba petugas dilokasi kejadian petugas langsung melakukan penanganan pemadaman lahan Rumbia tersebut. Usaha pemadaman baru dapat di selesaikan oleh petugas pada pukul 15.30 Wib dan dibantu oleh Relawan Rapi dan Masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh, Kalaksa BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil mengharapkan kepada masyarakat dalam Menyikapi kondisi saat ini, terutama perkembangan dan anomali cuaca, kadang hujan dan kadang bisa panas terik seperti yang terjadi akhir- akhir-akhir ini.

Ia menghimbau, Mengingat di beberapa titik di Aceh Besar kejadian karhutla bahkan di lingkungan tempat tinggal pemukiman warga hampir setiap hari terjadi kebakaran.

“Jadi oleh sebab itu, kami menghimbau kepada masyarakat terus mewaspadai anomali cuaca saat ini dengan tidak melakukan aktifitas membakar saat membuka lahan kebun atau tumpukan sampah secara sembarang di lingkungan tempat tinggal,” ungkapnya.

“Jangan membakar lahan atau hutan secara sengaja karena itu bisa terkait pidana, kita juga mohon kepada warga masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan lahan di gampong gampong segera kerkoordinasi degan aparat yang ada baik petugas, babinsa maupun babinkamtibmas masing-masing,” lanjutnya.

Sementara itu, dirinya berharap agar masyarakat juga dapat segera menghubungi no emergency call BPBD Aceh besar jika menemukan ada kebakaran, guna dilakukan segera upaya-upaya pemadaman dan antisipasi meluasnya kejadian tersebut. [Azril]

Baca Juga: Kilang Minyak RU II Dumai Alami Kebakaran Akibatkan 5 Pekerja Terluka