Beranda blog Halaman 1323

YEL Susun Dokumen Rencana Lindung dan Kelola Ekosistem Gambut

0
Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya dengan dukungan Lembaga GIZ-SUPA, melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan dokumen rencana perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut (RPPEG) di wilayah tersebut. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya dengan dukungan Lembaga GIZ-SUPA, melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan dokumen rencana perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut (RPPEG) di wilayah tersebut.

Kegiatan tersebut berlangsung di aula kantor Bappeda Aceh Barat pada hari Kamis, 22 Juni 2023 dibuka oleh Sekretaris Daerah Aceh Barat yang diwakili oleh Asisten II, Bismi, S.Pd., sedangkan kegiatan di Nagan Raya berlangsung di Aula Sekdakab yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Nagan Raya yang diwakili oleh Asisten I, Zulfika, SH.

Baca Juga: Penolakan PT. BME, T.M Zulfikar Nilai Pentingnya Pertanggungjawaban Dampak Kerusakan Lingkungan

Hadir pada kegiatan di 2 Kabupaten tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup, SKPK atau Instansi Pemerintah setempat seperti Perwakilan BAPPEDA, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, BPBD, Unsur atau Perwakilan Universitas Teuku Umar, Lembaga Swadaya Masyarakat/Mahasiswa serta beberapa unsur Dinas/Lembaga lainnya. Termasuk YEL juga menghadirkan Dr. Ir. Syahrul, M.Sc., tim ahli penyusun yang merupakan salah seorang Dosen di Fakultas Pertanian USK sebagai Narasumber.

Koordinator Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) Aceh, TM Zulfikar mengatakan bahwa kita ketahui bersama Ekosistem Gambut dalam wilayah Aceh tersebar sepanjang Pantai Barat Daratan Pulau Sumatera dengan total luas berdasarkan data yang termuat dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor SK.130/Menlhk/Setjen/Pkl.0/2/2017 Tentang Penetapan Peta Fungsi Ekosistem Gambut Nasional, 339,282 ha. Dari total luasan tersebut, 178,662 (53%) ditetapkan dengan fungsi lindung dan 160,622 ha (47%) fungsi budidaya. Luas total 36 kesatuan hidrologis gambut atau KHG di Aceh kurang dari 10% luas total KHG di Pulau Sumatera, 4.985.913 ha (lindung) dan 4.618.616 ha (budidaya).

“Walaupun luas bentang alamnya relatif kecil, namun kawasan rawa gambut di Aceh memiliki keunikan geografis dan memiliki keragaman hayati sangat tinggi,” kata TM Zulfikar kepada Nukilan.id, Senin (26/6/2023).

Menurutnya, semua unit ekosistem (36 KHG) di Aceh tersebar sepanjang Pantai Barat – Selatan yang terkonsentrasi dalam bentang alam rawa gambut RawaTeunom-Arongan dan sekitarnya dalam wilayah Kabupaten Aceh Jaya dan Aceh Barat, Kawasan Rawa Tripa-Bahah Rot dan sekitarnya dalam wilayah Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat Daya, Rawa Kluet dalam wilayah Kabupaten Aceh Selatan dan Rawa Trumon-Singkil dalam wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam.

“Disamping terkonsentrasi dalam beberap kawasan tersebut, beberapa KHG secara terpisah sepanjang pesisir Kabupaten Aceh Jaya sampai Kabupaten Aceh Singkil,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam konteks ruang dan kebijakan, kawasan Rawa Gambut Teunom–Arongan berada diluar Kawasan Strateigs Nasional (KSN) Kawasan Eosistem Leuser (KEL) dan hanya 4,042.0 ha dari total luas 32,717.2 ha yang ditetapkan sebagai kawasan lindung gambut RTRW Aceh. Kawasan Rawa Teunom-Arongan sebagian berada dalam wilayah KPH-4 Aceh dan sebagian lainnya berada dalam wilayah KPH-1 Aceh.

“Hampir seluruh kawasasan Rawa Trumon-Singkil berada dalam pengelolaan KPH konservasi SM Rawa Singkil yang overlap dengan wilayah KPH-6 Aceh. Sebagian besar Rawa Kluet berada dalam wilayah Taman Nasional Gunung Leuser yang juga masih dalam wilayah KPH-6 Aceh. Kawasan Rawa Tripa berada dalam wilayah KPH-5 Aceh dan 11347,7 ha dari total luas lebih dari 60,000.0 ha. telah ditetapkan sebagai kawasan lindung gambut RTRW Aceh,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari semua kawasan ekosistem gambut di Aceh, Rawa Gambut Tripa-Babahrot menjadi fokus banyak pihak domestik dan internasional dikarenakan status kekinian kawasan ini berada pada tingkat ancaman kepunahan tertinggi dan masuk dalam salah satu dari 174 Situs yang Tak Tergantikan di Dunia (World’s Most Irreplaceable Places) berdasarkan kajian yang dilakuka International Union for Conservation of Nature (IUCN) tahun 2013.

“Kawasan Ekosistem Gambut Rawa Tripa-Babah Rot sangat penting dalam konservasi keanekaragaman hayati secara global dan seluruh areal (lebih dari 60.000 ha) berada di dalam Kawasan Ekosistem Leuser yang telah ditetapkan sebagai KSN dalam penataan ruang nasional,” jelasnya.

Rangkuman informasi diatas memberikan gambaran kompleksitas pengelolaan ekosistem gambut di Aceh saat ini dengan struktur kewenangan berbeda dan stakeholder yang beragam baik sektor publik, swasta maupun masyarakat.

“Sebagai upaya harmonisasi dari kompleksitas pengelolaan diatas, diperlukan suatu rencana bersama yang melibatkan multipihak untuk perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut yang berkelanjutan di Aceh. Upaya ini juga memuat strategi perlindungan dan pengelolaan yang mencegah penurunan kualitas dan kerusakan permanen ekosistem gambut. Sesuai mandat dari PP 71/2014 dan perubahannya dalam PP 57/2016,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dengan adanya dokumen RPPEG Aceh ini diharapkan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya dapat benar-benar dijalankan secara baik dan bersinergi dengan rencana pembangunan yang berwawasan lingkungan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya. [Azril]

Baca Juga: Rektor Mujiburrahman Lantik 9 Pejabat Di Lingkungan UIN Ar-Raniry

Hamdani Bin Muhammad Jafar Jemaah Asal Kota Lhokseumawe Meninggal Dunia di Arab Saudi

0
Ilustrasi. (Foto: Kemenag)

Nukilan.id – Seorang Jemaah Haji Aceh asal Kota Lhokseumawe, Hamdani bin Muhammad Jafar (55 tahun) meninggal dunia di Arab Saudi, Minggu (25/6/2023).

Pemilik paspor E3058827 tersebut tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 04-BTJ. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Mekah, jam 10 waktu setempat.

Informasi meninggalnya Hamdani disampaikan Ketua kloter 04-BTJ, Zulkifli, kepada Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari melalui aplikasi perpesanan daring.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia salah seorang jamaah kita kloter BTJ-04 bernama Hamdani bin Muhammad Jafar jamaah di RS King Abdul Aziz Mekah jam 10 WAS,” kata Zulkifli kepada Nukilan.id.

Dalam sertifikat kematian (CoD) yang dilkeluarkan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah, almarhum diduga mengalami gagal jantung (congestive heart failure) karena mengidap penyakit gula dan tekanan darah tinggi. Ia sudah dirujuk ke RS King Abdul Aziz sejak Rabu, 21 Juni 2021.

Zulkifli juga mengatakan bahwa petugas kloter 04-BTJ bersama pihak maktab sudah melakukan proses pengurusan jenazah dan fardu kifayah.

“Sudah disalatkan di masjidilharam setelah asar dan dimakamkan di Syaraya,” kata Zulkfili.

Sementara itu, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari mengatakan bahwa jemaah haji Aceh yang meninggal dunia di Arab Saudi bertambah menjadi 6 orang.

Sebelumnya, Muhammad Yusuf Dadeh (70 tahun) dari Kota Lhokseumawe yang tergabung dalam kloter 04-BTJ, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Madinah Almunawarah, Madinah, Minggu (4 Juni 2023).

Lalu, Marzuki bin Husen Hanafiah (70 tahun) dari kloter 06-BTJ asal Kabupaten Bireuen, meninggal dunia di KKHI Mekah, Rabu (7 Juni 2023) dan pada Jumat (9 Juni 2023), Razali bin Ibrahim Pekan (61 tahun) dari kloter 08-BTJ asal Aceh Utara juga meninggal dunia di Mekah.

Kemudian pada Minggu, 18 Juni 2023, Abdullah Ali (66 tahun) dari kloter 11-BTJ yang berasal dari Banda Aceh meninggal dunia RS King Abdul Aziz, Mekah dan pada Sabtu, 24 Juni 2023, Abdullah Meglih (82 tahun) dari kloter 03-BTJ asal Aceh Barat juga wafat di Rumah Sakit Heera, Mekah. [Azril]

Baca Juga: Jemaah Haji Aceh Kloter 12-BTJ Tertunda Terima Dana Wakaf Baitul Asyi, Abiya Anwar: Insyaallah dalam Waktu Dekat Ini

Belasan Alumni Politeknik Negeri Lhokseumawe Diterima Bekerja di Eropa

0
Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc. (Foto/Humas)

Nukilan.id – Capaian yang membanggakan kembali ditoreh  Politeknik Negeri Lhokseumawe ( PNL), alumni kampus vokasi yang terletak di Buketrata itu, diterima bekerja di negara Eropa, yakni empat orang diterima bekerja di Hongaria berasal dari Jurusan Teknik Mesin (JTM) dan tujuh orang dari Jurusan Teknik Elektro (JTE) diterima di Cekoslowakia.

Direktur PNL Ir Rizal Syahyadi, ST MEng Sc IPM, Minggu, (25/06/2023) menyebutkan, alumni PNL tersebut diterima bekerja di Eropa melalui Program Markija Berdaya. Hal ini membuka peluang baru bagi alumni PNL dalam mengembangkan karir di kancah internasional.

“Mereka lulus melalui Program Markija Berdaya, yang merupakan program yang memberdayakan pekerja dan profesional muda Indonesia dengan memberikan mereka kesempatan untuk belajar dan bekerja di Eropa dengan memastikan kondisi belajar, bekerja dan hidup sesuai dengan standar tinggi,” kata Rizal.

“Alhamdulillah dan selamat atas capaian yang luar biasa ini, membuktikan bahwa alumni PNL bisa bersaing di tingkat global. Hal ini patut kita syukuri, karena juga sesuai dengan visi PNL sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang mandiri dan unggul di tingkat global pada tahun 2024,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rizal juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, sehingga alumni PNL ini lolos ke Eropa.

Sementara itu, Kepala UPT PK2M PNL Diana, SE.Ak. M.Si  merincikan nama-nama alumni PNL yaitu, empat orang alumni JTM untuk bekerja di negara Hongaria yaitu Muhammad Aulia Friadi, Kafrawi Mizan, Haikal Ferziaz Alif, Muhammad Rafli Fachriansyah.

Selanjutnya alumni JTE berhasil lulus sebanyak tujuh orang dalam program ini dan ditempatkan di Cekoslowakia, yakni Ziah Ulhazis, Fahmi Khalis, M. Sultan Nizam K, Miftahul Muttaqin, Rifki, Muhammad Akbar Syauqi dan Cut Zalfa Ratu Nabila. [Serambinews]

KPAY Aceh Selatan Santuni Puluhan Anak Yatim Jelang Idul Adha

0

Nukilan.id – Dalam rangka milad ke 8, Komunitas Peduli Aneuk Yatim (KPAY) Lhok Pawoh Sawang Kabupaten Aceh Selatan melaksanakan kegiatan tahunan, yakni kegiatan penyantunan anak yatim yang ada dalam Gampong Lhok Pawoh.

Munthasirul Abral selaku ketua menyampaikan bahwa, kegiatan ini rutin dilaksanakan saban tahun oleh KPAY, biasa menjelang hari raya Idhul Adha, kegiatan ini untuk membantu keluarga anak yatim dalam menyambut meugang Idhul Adha.

Untuk tahun ini, anak yatim yang berjumlah 20 orang mendapatkan uang tunai Rp. 1.400.000,-/jiwa di tambah sembako senilai 400 ribu rupiah.

Penyerahan santunan kepada anak yatim yang kedelapan kali ini berlangsung di Musalla Ar Rahim, Gampong Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan, Minggu (25/06/2023).

Sementara itu, Keuchik Lhok Pawoh Sawang, Yulizar Abdya, dalam sambutannya mengapresiasi para pemuda Gampong Lhok Pawoh yang masih bertahan menjalankan lembaga peduli anak yatim itu.

Keuchik berharap KPAY selain menyantuni akan yatim dalam bentuk materi, juga sekaligus bisa memberi motivasi kepada yang sudah ditinggal ayah kandung ini.

Lebih dari itu, Yulizar juga mengapresiasi KPAY karena kegiatan mereka juga sudah banyak ditiru gampong lainnya dalam Kecamatan Sawang, Aceh Selatan. []

Peneliti ADI Nilai Bakri Siddiq Layak Jabat Pj Walikota Banda Aceh

0

Nukilan.id – Selama mengemban amanah sebagai Penjabat (Pj)  Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq dinilai sukses menjalankan berbagai kebijakan dan program pemerintah pusat. Di saat yang bersamaan, pembangunan Ibukota Provinsi Aceh pun terus dipacunya.

Menurut Peneliti Analisa Demokrasi Indonesia (ADI) Zulfikar Mirza, keberhasilan Kabiro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP tersebut, tak terlepas dari peran Bakri selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat.

“Ada banyak best practice beliau yang saya catat, di antaranya soal pengendalian inflasi dan menciptakan situasi politik yang kondusif menjelang pemilu,” ucap Zulfikar, Minggu (25/6/2023).

“Dan satu lagi yang bisa langsung kini dirasakan oleh masyarakat adalah gencarnya pembangunan infrastruktur di Banda Aceh. Beberapa yang sedang berlangsung, yakni pelebaran jalan dan jembatan di kawasan Punge dan pelebaran Jalan Hasan Saleh di Neusu,” ujarnya menambahkan.

Soal pengendalian inflasi daerah, di tangan Bakri Siddiq kini angkanya berada di bawah rata-rata nasional.

“Beragam upaya pengendalian inflasi yang telah dilakukan beliau bersama stakeholder terkait, membuahkan tren penurunan inflasi di kota kita hingga terakhir tercatat pada Mei lalu 3,41 persen,” sebutnya.

Kemudian, Bakri Siddiq juga mampu menciptakan situasi politik yang kondusif menjelang pemilu serentak 2024.

“Saya rasa baru di masa beliau ada acara silaturahmi para pimpinan parpol di pendopo wali kota. Itu sudah digelar beberapa kali. Sinergi dengan KIP selaku pihak penyelenggara pemilu juga sangat baik,” ujar Zulfikar.

Dan yang tak bisa dipungkiri, Bakri Siddiq mumpuni dalam membenahi kondisi keuangan Pemko Banda Aceh yang carut-marut.

“Lewat tangan dinginnya, potensi defisit anggaran yang diwariskan pemerintahan sebelumnya bisa ditekan hingga 50 persen,” imbuhnya.

Merujuk data dari BPKK Banda Aceh, beber Zulfikar, tatkala Bakri Siddiq dilantik, Pemko Banda Aceh dalam kondisi terutang Rp25 miliar. “Plus potensi defisit anggaran hingga mencapai Rp225 miliar,” katanya.

Namun yang perlu digarisbawahi, sebut Zulfikar, angkanya kini jauh berkurang dari potensi defisit anggaran yang telah dihitung sebelumnya, yakni Rp105 miliar sebagaimana laporan hasil pemeriksaan BPK atas laporan keuangan 2022.  Jadi, salah besar jika ada yang bilang kondisi keuangan Pemko Banda Aceh semakin memburuk.

“Malah beliau terus berusaha membenahinya demi lancarnya roda pemerintahan dan pembangunan yang berkelanjutan demi kemaslahatan masyarakat,” katanya.

Soal pembangunan infrastruktur yang disambut antusias oleh masyarakat, Zulfikar menyampaikan apresiasinya.

“Melihat track record beliau selama ini, kami akan mendukung penuh Bakri untuk mewujudkan rencana pembangunan infrastruktur lainnya, seperti Bundaran Simpang Tujuh Ulee Kareng dan Pedestrian di sepanjang Jalan TP Nyak Makam,” jelasnya.

Zulfikar pun meragukan klaim sejumlah oknum jika Bakri Siddiq ikut “bermain” dalam pentas pesta demokrasi ke depan.

“Beliau utusan pemerintah pusat. Saya yakin beliau akan mematuhi setiap instruksi dari pusat, dalam hal ini Mendagari selaku atasan langsung beliau. Bahkan di mata kami, Bakri Siddiq layak dipercayakan kembali Mendagri sebagai Pj Wali Kota Banda Aceh,” pungkasnya. []

Plh Kadisdik Aceh Minta Guru dan Orang Tua Berikan Pemahaman Tentang Bahaya Narkoba

0
Plh. Dinas Pendidikan Aceh Dr. Asbaruddin, M.Eng. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penyalahgunaan narkoba atau narkotika, psikotropika, dan obat terlarang merupakan kejahatan luar biasa yang sangat mengancam generasi bangsa. Data yang dirilis Badan Narkotika Nasional (BNN) menembus angka 15.455 kasus di semester pertama 2022.

Kejahatan terorganisir lintas negara ini telah menjadi ancaman yang sangat serius dan merusak sendi-sendi kehidupan suatu bangsa. Korbannya tidak mengenal usia, dari anak-anak hingga lansia.

Baca Juga: Kadisdik Aceh Tutup LKS- SMK se-Aceh 2023, Banda Aceh Sabet Juara Umum

Untuk mencegah penyebaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di Aceh, Dinas Pendidikan Aceh melakukan berbagai upaya sebagai ikhtiar untuk menyelamatkan menyelamatkan generasi Aceh dari bahaya laten narkoba.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melalui Plh. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Dr. Asbaruddin mengatakan, berbagai ikhtiar yang dilakukan diantaranya adalah dengan penyuluhan dan edukasi. Melalui para guru saat mengajar, selalu diminta untuk mengedukasi peserta didik tentang bahaya narkoba.

“Di beberapa kesempatan kita melibatkan penyuluhan langsung oleh petugas kesehatan atau lembaga yang berkompeten dalam bidang penanggulangan narkoba, seperti kepolisian, kejaksaan, bahkan BNN Aceh,” katanya.

Para guru juga diminta mengintegrasikan informasi tentang bahaya narkoba ke dalam berbagai mata pelajaran, termasuk ilmu pengetahuan, kesehatan, dan pendidikan agama.

Di sekolah juga diberlakukan pengawasan dan pengendalian sekolah untuk mencegah peredaran narkoba yang mencakup kebijakan pemeriksaan acak, pengawasan ketat terhadap lingkungan sekolah, serta kerjasama dengan pihak kepolisian dan penegak hukum.

“Di kegiatan ekstrakurikuler kita juga mendorong siswa untuk mengikuti kegiatan yang positif, seperti olahraga, seni, atau kegiatan sosial lainnya. Melalui kegiatan ini, siswa dapat terlibat dalam aktivitas yang membangun, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengembangkan minat yang sehat, sehingga mengurangi potensi terlibat dalam penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Terakhir, Dinas Pendidikan juga meminta kerjasama aktif dengan orang tua siswa melalui komite sekolah untuk memberikan pemahaman terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Kita memang tidak bisa menjamin anak-anak kita tidak terjamah penyalahgunaan barang terlarang itu, tapi setidaknya ini upaya preventif kita untuk menyelamatkan generasi Aceh,” kata Asbaruddin.[]

Baca Juga: Satresnarkoba Polres Nagan Raya Ringkus 12 Tersangka Penyalagunaan Narkotika

Fase Kedatangan Jemaah Haji Indonesia Kelompok Trakhir Telah Tiba di Arab Saudi

0
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/2023 M Subhan Cholid. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Fase kedatangan jemaah haji Indonesia 1444 H di Makkah Al-Mukarramah berakhir hari ini, Sabtu (24/6/2023).

Ada tiga kelompok terbang (kloter) yang mendarat pada hari terakhir kedatangan di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, yaitu: kloter 87 dan 88 Embarkasi Surabaya (SUB 87 dan SUB 88), serta kloter 34 Embarkasi Batam (BTH 34).

“Alhamdulillah, hari ini proses kedatangan jemaah haji Indonesia di Makkah sudah selesai semua, ditandai kedatangan tiga kloter terakhir, SUB 87 dan 88, serta BTH 34,” terang Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/2023 M Subhan Cholid di Makkah, Sabtu (24/6/2023).

Baca Juga: Jemaah Haji Aceh Kloter 12-BTJ Tertunda Terima Dana Wakaf Baitul Asyi, Abiya Anwar: Insyaallah dalam Waktu Dekat Ini

Fase kedatangan jemaah haji Indonesia berlangsung sejak 24 Mei 2023. Sebanyak 103.809 jemaah mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Mereka terbagi dalalm 276 kelompok terbang (kloter). Selain itu, ada 105.973 jemaah yang tergabung dalam 282 kloter mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz-Jeddah.

“Jadi, ada 558 kloter dengan 209.782 jemaah yang telah diberangkatkan dari Tanah Air menuju Tanah Suci. Mulai hari ini, seluruh jemaah haji Indonesia sudah berada di Makkah untuk bersiap menjalani prosesi puncak haji di Arafah – Muzdalifah – Mina atau Armina,” papar Subhan Cholid.

Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan 1 Zulhijjah 1444 H bertepatan dengan 19 Juni 2023. Karenanya, wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah 1444 H bertepatan dengan Selasa, 27 Juni 2023. Jemaah haji Indonesia secara bertahap akan diberangkatkan dari hotel mereka masing-masing menuju Arafah pada 26 Juni 2023.

“Puncak haji semakin dekat. Kami imbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjaga stamina dan kondisi kesehatannya untuk persiapan menjalani wukuf di Arafah serta mabit di Muzdalifah dan Mina,” pesan Subhan.

“Untuk jemaah yang baru datang, setelah menyelesikan Umrah Wajib, agar memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk beristirahat dan mempersiapkan diri menjalani puncak haji,” sambungnya.

Bersamaan berakhirnya fase kedatangan jemaah haji Indonesia di Makkah, dapat dilaporkan sejumlah data sebagai berikut:

1. Total ada 209.782 jemaah haji Indonesia yang tiba di Tanah Suci tahun ini (99,57%). Sebanyak 98,34% belum berhaji, hanya 1,66% jemaah yang sudah pernah menjalankan ibadah haji.

2. Mayoritas jemaah haji Indonesia adalah perempuan, dengan perbandingan 55,1% : 44,9%.

3. Dari sisi pendidikan, 67.543 jemaah lulusan SD, 23.819 (SLTP), 50.252 (SLTA), 12.056 (Diploma), 46.793 (S1), 7.403 (S2), 537 (S3), dan 1.379 dengan jenjang pendidikan lainnya.

4. Berdasarkan profesi, mayoritas jemaah haji Indonesia adalah ibu rumah tangga, jumlahnya mencapai 57.178 orang. Sebanyak 43.253 pegawai swasta, sementara 42.368 adalah PNS. Ada 29.082 jemaah dengan profesi sebagai petani, 18.069 pedagang, 9.389 pensiunan, 4.214 pelajar/mahasiswa, 3.137 pegawai BUMN, dan 3.092 jemaah dengan beragam profesi lainnya.

5. Ada 61.536 jemaah masuk kategori lanjut usia, terbanyak dari Embarkasi Solo dengan 11.800 orang, disusul Embarkasi Surabaya (10.158), Jakarta – Bekasi (8.036), dan Jakarta – Pondok Gede (7.139).

6. Tercatat ada 5.791 jemaah disabilitas, terdiri atas 3.659 perempuan dan 2.132 laki-laki. Mayoritas jemaah disabilitas berangkat dari Embarkasi Surabaya (811), Solo (771), Jakarta – Pondok Gede (489), Makassar (489), dan Batam (268).

7. Sebanyak 133 jemaah wafat, dan 74 (55,5%) di antaranya masuk kategori lansia (65 tahun ke atas). Rinciannya, 96 jemaah wafat di Makkah, 34 orang di Madinah, dan 3 orang di Jeddah.

Baca Juga: PPIH Mulai Bersiap Sambut Puncak Haji, Ini Skemanya

8. Sebanyak 2.627 armada bus digunakan untuk membawa jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah. Selain itu, ada 2.517 bus yang membawa jemaah haji Indonesia dari Jeddah ke Makkah. Selama di Makkah, jemaah memanfaatkan 442 bus shalawat yang beroperasi selama 24 jam dari hotel ke Masjidilharam (pergi – pulang) melalui tiga terminal: Ajyad, Bab Ali, dan Syib Amir.

9. PPIH Arab Saudi telah mendistribusikan 2.588.922 boks katering kepada jemaah haji Indonesia selama di Madinah (termasuk Jemaah haji gelombang kedua yang mendarat dan transit di Madinah). Sementara di Makkah, telah didistribusikan sebanyak 7.774.944 boks katering untuk jemaah haji Indonesia. Sebagai konsumsi selamat datang, PPIH Arab Saudi menyiapkan 213.572 boks katering yang dibagikan di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Jadi, total ada 10.577.438 boks katering yang telah didistribusikan selama fase kedatangan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

10. Pada puncak haji di Arafah – Muzdalifah – Mina, PPIH bekerja sama dengan pihak Masyariq akan menyediakan sekitar 3.417.152 boks katering. Layanan konsumsi ini akan dibagikan sejak 8 – 13 Zulhijah 1444 H.

11. PPIH Arab Saudi telah menyiapkan 122 hotel yang tersebar di lima wilayah, yaitu: Mahbas Jin, Syisyah, Raudhah, Jarwal, dan Misfalah. Total ada 52.187 kamar yang disiapkan. Jarak terdekat hotel ke Masjidilharam adalah 850 m, sedang jarak terjauh adalah 4.339 m. Untuk mengantar jemaah dari hotel ke Masjidilharam, PPIH Arab Saudi telah menyiapkan bus shalawat.

Untuk di Madinah, PPIH Arab Saudi menyiapkan 107 hotel yang tersebar di tiga wilayah Markaziyah (sekitar Masjid Nabawi), yaitu: Syimaliyah (sisi utara Masjid Nabawi), Wilayah Gharbiyah (sisi barat Masjid Nabawi), dan Wilayah Janubiyah (sisi selatan Masjid Nabawi). Jarak terdekat hotel dari halaman utama Masjid Nabawi adalah 15 m, sementara yang terjauh 500 m. Sebanyak 107 hotel ini juga akan digunakan oleh jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang ke Madinah setelah menjalani ibadah haji. []

Baca Juga: Kloter BTJ-12 Embarkasi Haji Resmi Diberangkatkan ke Arab Saudi

Kemenaker Kawal Perluasan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan di Papua

0
Nukilan.id - Kementerian Ketenagakerjaan telah mengimplementasikan program Perluasan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan di Teluk Bintuni, Papua Barat, sejak 2021 lalu. Selain di Teluk Bintuni, program serupa juga dilakukan di Mimika, Papua Tengah. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah mengimplementasikan program Perluasan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan di Teluk Bintuni, Papua Barat, sejak 2021 lalu. Selain di Teluk Bintuni, program serupa juga dilakukan di Mimika, Papua Tengah.

Hal ini dalam rangka mendukung percepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat Papua dan pengentasan kemiskinan ekstrim.

Baca Juga: Kemenaker Jelaskan Kebijakan Pemberian THR 2021

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Caswiyono Rusydie Cw mengatakan, program perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan merupakan program terobosan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan berbasis pada potensi lokal.

“Potensi alam Papua yang melimpah, baik di atas tanah, bawah tanah, laut, dan bawah laut merupakan modal ekonomi yang besar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua,” kata Caswiyono Rusydie pada acara Rembuk Lokal Perluasan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan di Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (23/6/2023).

Ia menegaskan, butuh kolaborasi lintas-level pemerintah dan lintas-stakeholder untuk mengelola potensi SDA itu, terutama untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran.

“Program perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan ini merupakan program kolaborasi lintas sektor dan melibatkan semua stakeholder, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, swasta, perguruan tinggi, NGO dan kelompok-kelompok masyarakat”, ucapnya.

Rembuk kawasan dihadiri oleh Kemnaker, OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat, Bappeda dan berbagai OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, kepala-kepala Distrik dan kepala-kepala Kampung di Teluk Bintuni, para akademisi dari IPB University, Universitas Negeri Papua, Politeknik Pertanian Papua, pimpinan perusahaan BUMN dan swasta, GIZ, dan perwakilan kelompok-kelompok masyarakat Teluk Bintuni.

Rembuk lokal kawasan dilakukan untuk membahas dan menyusun rencana strategis program Perluasan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan di Teluk Bintuni. Program kolaborasi ini diselenggarakan di 3 kawasan, yaitu kawasan orang asli Papua di Pegunungan Merdey, kawasan orang asli papua di pesisir Masina, dan kawasan masyarakat multikultural Nusantara di Menimeri.

Rembuk lokal tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk mengembangkam program PKK Berbasis Kawasan di Teluk Bintuni itu.

Baca Juga: Kemenaker Siapkan Layanan Pusat Pasar Kerja

Komitmen tersebut berisi beberapa kesempatan. Pertama, gagasan, inisiatif dan program Perluasan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan di Kabupaten Teluk Bintuni yang telah berjalan selama setahun terakhir, mulai menunjukkan hasil awal yang menggembirakan dan patut dilanjutkan secara konsisten dan terpadu.

Kedua, para pihak yang hadir dalam Rembuk Lokal sepakat untuk melanjutkan kerja sama, kolaborasi, saling dukung, koordinasi dan sinergi dari kalangan yaitu sebgai berikut:

a) Pemerintah Pusat (terutama Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) termasuk Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sorong, dan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Maluku dan Papua.

b) Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Dinas Perikanan Provinsi Papua Barat, Politeknik Pertanian Provinsi Papua Barat.

c) Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.

d) Perusahaan Swasta dan BUMN yang beroperasi di wilayah Teluk Bintuni dan sekitar, serta lembaga GIZ.

e) Membangun rantai pasok secara bertahap dan sistematis untuk produk buah merah, produk laut, pakan ternak, dan aneka produk Kawasan dan

f) Menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang relevan dengan kebutuhan usaha TKM Kawasan.

Ketiga, program Perluasan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan dari Kemnaker, Program Perhutanan Sosial dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Program Pengembangan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat perlu dikawal secara terpadu oleh semua pihak guna peningkatan kesejahteraan warga masyarakat dalam suatu Kawasan.

Keempat, kelompok dan warga masyarakat yang terlibat dalam Program Perluasan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan sepakat untuk ikut mengawal keberlanjutan program; serta saling bahu-membahu dan memahami bila terjadi kesulitan, serta hambatan dalam pelaksanaan program.

Kelima, para pihak sepakat untuk menyusun rencana strategis pengembangan kawasan di Kawasan Orang Asli Papua (OAP) Kawasan Pegunungan Merdey, OAP Kawasan Pesisir Masina dan Masyarakat Kawasan Multikultur Nusantara Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni secara terpadu dan partisipatif dengan melibatkan seluruh stakeholder. []

Baca Juga: Menaker Pastikan Upah Minimum 2023 Lebih Tinggi

Penjabat Gubernur Aceh Tutup MQK se-Aceh, Serahkan Piala Juara Umum untuk Aceh Besar

0
Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, menutup secara resmi pelaksanaan Musabaqah Qiratul Kutub (MQK) atau lomba baca kitab kuning ke-3 tingkat provinsi Aceh, Jumat (24/06/2023) malam. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, menutup secara resmi pelaksanaan Musabaqah Qiratul Kutub (MQK) atau lomba baca kitab kuning ke-3 tingkat provinsi Aceh, Jumat (24/06/2023) malam.

Dalam kesempatan itu, Achmad Marzuki juga menyerahkan langsung piala untuk Juara Umum MQK ke-3 yang diraih kafilah Aceh Besar. Piala tersebut diterima Pj Bupati Aceh Besar melalui Asisten I Sekdakab, Farhan AP, sebagai perwakilan santri, di Hotel Grand Aceh Syariah.

Baca Juga: Kadisbudpar Aceh Harap SDM Yang Berkelanjutan Untuk Kebangkitan Ekraf

Saat menutup kegiatan tersebut, Pj Gubernur Achmad Marzuki, menyampaikan harapan agar santri dayah di Aceh terus berkembang. Pemerintah, kata dia, terus memberikan berbagai dukungan, salah satunya dengan mengadakan event seperti MQK tersebut.

“Santri harus menjadi orang hebat agar Aceh menjadi negeri yang makmur dan sejahtera,” kata Achmad Marzuki.

Achmad Marzuki mengatakan, santri berperan penting dalam menegakkan hukum syariat di Aceh. Ia berharap Aceh semakin maju dan kuat dengan landasan syariat Islam.

Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk H. Muhammad Yusuf A Wahab, mengharapkan, musabaqah tersebut dapat menjadi wadah menerapkan nilai syariat yang ada dalam kitab untuk membangun peradaban yang lebih baik di Aceh.

Ulama yang akrab disapa Tu Sop itu mengatakan, setiap muslim sepatutnya menerapkan kaidah syariat dalam setiap hal dalam kehidupan. Menurutnya pribadi yang sukses adalah mereka yang mampu menjalankan syariat Islam.

“Kitab kuning yang bersumber dari Al-Quran tak hanya membahas soal ibadah, tapi juga perihal keluarga, muamalah, dan kehidupan,” kata Tu Sop.

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Irwan SHi M.Si, mengatakan, event MQK merupakan agenda besar santri yang digelar dua tahun sekali. Event pada tahun ini diikuti santri perwakilan dari 21 kabupaten/kota di Aceh dengan total 194 peserta.

“Kami menyediakan hadiah berupa uang pembinaan kepada juara 1 sampai 6 pada setiap cabang lomba dengan total Rp450 juta,” kata Irwan.

Irwan mengatakan, juara pertama dari setiap cabang lomba akan mewakili Aceh bersaing di MQK Nasional yang akan digelar di Lamongan, Jawa Timur.

Adapun cabang yang diperlombakan dalam MQK Aceh ke-3 terdiri dari 5 cabang yaitu Nawh, Akhlaq, Tafsir, Ushul Fiqh dan Tauhid. Kelima cabang lomba tersebut dibagi dalam dua kategori yaitu kategori putra dan kategori putri. []

Baca Juga: Pj Gubernur Aceh Dukung Tingkatkan Ekonomi Pedagang UMKM di Lhokseumawe

Hasil Uji Kepatuhan dan Kelayakan, Komisi I DPRK Bireuen Tetapkan 5 Nama Calon Komisioner KIP

0
Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen secara resmi menetapkan lima nama komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) periode tahun 2023-2028. Hal itu, diumumkan setelah dinyatakan uji kepatuhan dan kelayakan yang berlangsung pada Jum'at (23/6/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen secara resmi menetapkan lima nama komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) periode tahun 2023-2028. Hal itu, diumumkan setelah dinyatakan uji kepatuhan dan kelayakan yang berlangsung pada Jum’at (23/6/2023).

Ketua Komisi I DPRK Bireuen, M Nasir mengatakan, sebelumnya 15 peserta yang dinyatakan lulus berlatar belakang berbeda-beda, ada dari kalangan akademisi, aktivis masyarakat, hingga jurnalis.

Baca Juga: KIP Aceh Laksanakan Tes Uji Kemampuan Baca Al-Qur’an Kepada 446 Bacaleg DPRA

“Dari 15 peserta yang dinyatakan lulus, kemudian mengikuti uji kepatuhan dan kelayakan calon anggota KIP periode 2023-2028, sehingga ditetapkan lima orang untuk menduduki jabatan lima tahunan tersebut,” ujar Nasir kepada Nukilan.id, Minggu (25/6/2023).

Menurutnya, penetapan lima nama itu berdaasarkan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh dan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2016 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum dan Pemilihan di Aceh sebagaimana telah diubah dengan Qanun Nomor 6 Tahun 2018. Oleh karena itu, menetapkan kelima nama tersebut yakni Darmawan SPd, Muhammad Abrar SPdI, Safrizal SPd, Izuddin, dan Saiful Hadi SE MM.

“Selain itu ada kemudian lima peserta lainnya dinyatakan lulus cadangan, yaitu Rifani SSos, Herizal, Dr Tgk Musbani MA, Khafrawi MAg, dan Mufizal SE,” ungkapnya.

Sebelumnya, sejumlah 15 calon dinyatakan lulus wawancara yang dilaksanakan oleh panitia seleksi yang dibentuk khusus DPRK Bireuen untuk menyeleksi peserta calon anggota KIP dengan berlatar belakang berbeda-beda, ada dari kalangan akademisi, aktivis masyarakat, hingga jurnalis. [Azril]

Baca Juga: Tim Pansel Serahkan 15 Nama Calon Komisioner KIP Banda Aceh ke DPRK