Beranda blog Halaman 1321

Polisi Kembali Terima Satu Pucuk Senjata Api Rakitan dari Masyarakat

0

Nukilan.id – Personel Polres Aceh Tamiang kembali menerima satu pucuk senjata api rakitan jenis pistol, satu unit magazine, serta lima butir amunisi yang diserahkan secara sukarela oleh masyarakat.

“Penyerahan senpi dari masyarakat ini sudah tiga kali pada tahun 2023. Sebelumnya, kami menerima tiga pucuk senjata api rakitan dari masyarakat. Sekarang satu unit, jenis pistol,” jelas Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muhammad Yanis, dalam konferensi pers di polres setempat, Selasa, 28 November 2023.

Yanis mengatakan, senjata api yang diserahkan oleh masyarakat itu merupakan hasil penggalangan dan pendekatan yang dilakukan personel Intelkam Polres Aceh Tamiang.

“Senjata api ini hasil galangan personel intel kepada salah satu warga di Kecamatan Karang Baru, sehingga senjata itu diserahkan secara sukarela,” ujarnya.

Kapolres berdarah Aceh itu juga mengimbau masyarakat yang masih memiliki senjata api maupun senjata senjata lainnya agar dapat menyerahkan kepada pihak Kepolisian.

“Bila masih ada masyarakat yang masih menyimpan senjata api, baik bekas konflik atau lainnya agar menyerahkan kepada petugas kepolisian terdekat. Di samping itu, kami juga akan menindak tegas siapapun yang mengancam dan mengganggu keamanan dan ketertiban khususnya di Aceh Tamiang, terlebih dengan menggunakan senjata api, terutama menjelang Pemilu 2024,” demikian, imbau Yanis.

Penyidik Polda Aceh Serahkan Abu Laot ke Jaksa

0

Nukilan.id – Penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Aceh telah melakukan tahap II atau penyerahan tersangka MI alias Abu Laot atau AL (34) beserta barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Aceh.

Penyerahan tersangka dan barang bukti kasus tindak pidana ITE terkait pencemaran nama baik dan menyebarkan berita bohong itu dilaksanakan di Kejari Banda Aceh, Selasa, 28 November 2023.

“Benar, bahwa hari ini penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Aceh telah menyerahkan tersangka MI alias Abu Laot atau AL beserta barang bukti ke jaksa,” kata Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Winardy melalui Kasubdit Siber Kompol Ibrahim, dalam keterangannya usai tahap II tersebut.

Ibrahim menjelaskan, tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti ini dilakukan usai sebelumnya berkas kasus MI alias Abu Laot telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa.

Untuk diketahui, sebelumnya penyidik menahan MI alias Abu Laot (34) setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ITE terkait pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh korban atas nama Sayed Muhammad Mulyadi.

Selama pemeriksaan, yang bersangkutan ditahan di rutan Mapolda Aceh. Bersama MI petugas mengamankan barang bukti berupa 1 unit handphone merk Iphone 13 Pro Max, 2 sim card, dan 1 akun Tiktok dan Video atas nama @abupayaphasi.

Motif MI melakukan tindak pidana tersebut karena tersinggung atas komentar pelapor, yang menyatakan bahwa yang jual obat di Jakarta itu hanya modus, padahal di dalamnya mereka menjual obat keras tramadol.

MI alias Abu Laot disangkakan Pasal 27 Ayat (3) Jo pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 310 dan Pasal 311 KUHPidana, serta Pasal 14 Ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. [Rjf]

Pengamat Nilai Kedatangan Pengungsi Rohingya ke Aceh Diduga Skenario Dunia Internasional

0
Ketua AMSI Aceh, Aryos Nivada. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada, mengungkapkan keprihatinannya terkait keberadaan pengungsi Rohingya di Aceh. Menurutnya, fenomena ini menjadi satu tanda tanya besar, dengan dugaan bahwa pola dan cara masuknya pengungsi tersebut sudah terskenario.

“Apa yang saya lihat terkesan terskenariokan, karena pengungsi Rohingya masuk ke Aceh sudah menjadi rutinitas setiap bulan. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah ini merupakan bagian dari agenda settingan yang dimainkan oleh pihak-pihak dunia internasional,” ujar Aryos.

Menurutnya, situasi ini terjadi karena ada upaya untuk memanipulasi perasaan orang Aceh yang peduli terhadap penderitaan orang lain. Pihak-pihak ini disebut sangat paham cara memanipulasi emosi orang Aceh sehingga dapat dijadikan sebagai alat untuk menyusupkan Rohingya ke Aceh.

“Aktivitas ini sebagai bagian dari skenario tertentu dari dunia internasional, dengan tujuan membuat Indonesia sebagai titik transit bagi pengungsi Rohingya yang sudah membludak di negara-negara Asean,” kata Aryos yang juga Dosen FISIP USK.

Aryos juga menekankan perlunya fokus tidak hanya pada pengungsi Rohingya, tetapi juga memperhatikan kepentingan masyarakat Aceh. “Jangan sampai pola yang muncul malah mengabaikan masyarakat lokal dan memusatkan perhatian hanya pada pengungsi Rohingya,” katanya.

Dalam mengatasi situasi ini, Aryos menyarankan untuk memperkuat jalur pintu masuk pengungsi Rohingya, menggelar operasi dan patroli di wilayah tersebut, serta mengkerahkan armada laut. 

Ia juga meminta pemerintah untuk bersikap tegas terhadap dunia internasional dan tidak terlibat dalam permainan yang dapat merugikan stabilitas daerah.

“Penolakan terhadap pengungsi Rohingya oleh masyarakat Aceh bukan berarti tidak peduli terhadap kemanusiaan. Sebaliknya, hal tersebut dianggap sebagai upaya menjaga kepentingan dan stabilitas daerah demi kesejahteraan masyarakat Aceh,” demikian tutup Aryos. [Rjf]

Kejari Banda Aceh Musnahkan Barang Bukti Narkotika Hingga Handphone

0

Nukilan.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh musnahkan barang bukti dan barang rampasan  yang telah dikumpulkan sejak Maret 2023 hingga November 2023. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Kejari setempat pada Senin (27/11/2023).

­­­­­­Kepala Kejari Banda Aceh,  Irwansyah, S.H.,M.H. menyampaikan, pemusnahan barang bukti merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di Kejari Banda Aceh. Tujuan dari pemusnahan ini adalah untuk melaksanakan putusan pengadilan, menindaklanjuti keputusan hakim, dan mencegah penyalahgunaan barang bukti yang disimpan.

“Pelaksanaan pemusnahan barang bukti kami laksanakan secara terbuka dan ditempat terbuka, sehingga masyarakat dapat melihat langsung apa saja barang bukti yang dimusnahkan, tentunya barang bukti tersebut sudah berkekuatan hukum tetap (Inkrach),” ujar Irwansyah.

Eksekusi pemusnahan barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum tetap mencakup 20 perkara tindak pidana orang dan harta benda, 17 perkara keamanan dan ketertiban umum/TPUL (Qanun), serta 48 perkara Narkotika.

Adapun jenis barang bukti yang dimusnahkan antara lain narkotika jenis sabu seberat 103,606 gram (Bruto), ganja seberat 4.047,83 gram (Bruto), dan 32 unit handphone berbagai merk.

Selain itu, barang bukti dari perkara Qanun yang dimusnahkan melibatkan Tangga Kayu sebanyak 1 pcs, Produk Pangan Olahan/Obat sebanyak 972 pcs, Linggis sebanyak 2 pcs, Parang/Pisau sebanyak 4 pcs, serta berbagai jenis pakaian dan barang lainnya.

Proses pemusnahan barang bukti ini dihadiri oleh jajaran Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Pengadilan Negeri Banda Aceh/Mewakili, Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh/Mewakili, Kapolresta Banda Aceh/Mewakili, dan BNNK Banda Aceh. []

Panitera Mahkamah Agung Sosialisasikan Pembayaran Biaya Perkara via Virtual Account

0

Nukilan.id – Panitera Mahkamah Agung RI, Ridwan Mansyur bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) melakukan sosialisasi penggunaan virtual account untuk pembayaran biaya perkara dan kebijakan modernisasi manajemen perkara pada Mahkamah Agung RI.

Ridwan Mansyur mengatakan bahwa dengan penggunaan virtual account dimaksudkan agar manajemen perkara menjadi lebih mudah dan lebih modern.

“Mahmakah Agung tidak pernah katakan tidak pada kemajuan teknologi informasi. Justru kita harus menggunakan kemajuan IT agar penanganan perkara menjadi lebih mudah dan lebih murah atau lebih efektif dan lebih efisien,” ujar Ridwan Mansyur dalam acara sosialisasi yang dilaksanakan di Hotel Kyriad Banda Aceh, Seni (27/11/2023).

Ridwan menambahkan, penggunaan IT penting dilakukan agar proses pelayanan kepada masyarakat jadi lebih sederhana dan tepat. Apalagi Indonesia sangat luas dengan penduduknya yang tersebar di ribuan pulau di Indonesia.

Sementara itu, CEO Regional BSI Aceh, Wisnu Munandar menyampaikan terima kasih kepada Mahkamah Agung yang melakukan kerjasama terkait penggunaan virtual account untuk pembayaran biaya perkara di lingkungan Mahkamah Agung.

“BSI sebagai market leader di Aceh yang memiliki 703 ATM dan insya Allah tahun depan kami akan tambah 300 ATM lagi sehingga akan berjumlah 1000 ATM. Kami berharap agar para nasabah BSI di Aceh akan mendapatkan kemudahan bersama kami, termasuk para warga pengadilan yang ada di Aceh,”, kata Wisnu. [Sammy]

Populasi Kuda Gayo Terancam Punah

0
Kuda Gayo. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kuda Gayo merupakan sumber daya genetik ternak lokal yang sudah mendapatkan pengakuan dari pemerintah, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 1054/Kpts/SR.120/10/2014 tentang penetapan rumpun kuda Gayo. 

Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Prof DR Eka Meutia Sari MSc mengatakan, kuda Gayo merupakan bagian dari kekayaan sumber daya genetik hewan lokal Indonesia. 

“Perjuangan untuk mendapatkan pengakuan dari Kementan RI tidak lah mudah, harus melalui tahapan penelitian dan validasi data, penelitian dilakukan di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues,” kata Eka dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Senin (27/11/2023).

Dan untuk wilayah sebaran kuda Gayo terdapat di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

Dijelaskan, secara kultur kuda Gayo merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Gayo, kuda Gayo sejak dahulu sudah digunakan sebagai alat transportasi, ternak kerja dan dipergunakan sebagai kuda pacuan atau dalam bahasa gayo disebut “pacu kude”. 

Sementara untuk masyarakat Alas yang mendiami Kabupaten Aceh Tenggara, kuda Gayo disamping digunakan sebagai tenaga kerja, juga digunakan dalam prosesi adat Alas. Penggunaan kuda Gayo dilakukan untuk kegiatan adat menikah dan sunatan, dalam bahasa Alas disebut “pemamanan”.

Terancam Punah

“Hal yang paling mengkhawatirkan dari kuda Gayo saat ini adalah menurunnya jumlah populasi kuda Gayo,” ungkapnya. 

Lebih detil dibeberkan, data jumlah kuda Gayo pada tahun 2023 yang bersumber dari Dinas Peternakan Provinsi Aceh sebanyak 326 ekor. 

“Kita dapat memprediksi kuda gayo akan punah dalam beberapa dekade yang akan datang. Prediksi punahnya kuda Gayo ini harus menjadi atensi dari semua pihak,” terang Prof Eka. 

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah maupun dari non pemerintah, salah satunya adalah karena kuda Gayo saat ini hanya digunakan untuk pacuan di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Hendaknya pemerintah di tiga kabupaten tersebut dapat melakukan komunikasi dengan Pordasi sebagai induk olahraga berkuda di Provinsi Aceh agar memasukkan kelas pacuan khusus untuk kuda Gayo. 

Kabarnya kelas khusus untuk kuda Gayo sudah pernah ada, namun beberapa tahun terakhir kelas khusus kuda gayo sudah hilang. Kelas khusus kuda Gayo harus dibuat seistimewa mungkin, baik dari segi hadiah mungkin bisa menjadi yang paling tinggi agar ada prestise bagi peternak kuda Gayo. Karena hadiah dari kelas kuda Gayo yang paling tinggi dan mahal. Ini dapat menjadi stimulus dan penyemangat agar peternak mau beternak kuda Gayo.

“Upaya lainnya adalah secara berkala dilakukan kontes terhadap kuda Gayo, kegiatan ini dapat secara rutin dilakukan setiap tahunnya secara bergantian di empat kabupaten wilayah sebaran kuda gayo secara bergantian. Secara teknis nantinya dapat dilakukan pendampingan oleh Pusat Riset Sapi Aceh dan Ternak Lokal USK. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari memonitor kuda-kuda Gayo unggul yang memenuhi standar dari Kementan RI berada didaerah mana saja. 

Karena namanya kontes, pasti ada ternak yang menjadi pemenang. Pemenang akan mendapatkan reward dan juga hadiah uang pembinaan,” terang Ketua Pusat Riset Sapi Aceh dan Ternak Lokal, USK Prof. Dr. Ir. Eka Meutia Sari, M.Sc ini memberi solusi.

Satwa Dilindungi

Selanjutnya untuk menjaga kelestarian kuda Gayo sebagai ternak kebanggaan masyarakat Gayo perlu mendaftarkannya sebagai satwa yang dilindungi ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. 

Dikatakan, pihaknya dari Pusat Riset Sapi Aceh dan Ternak Lokal, USK telah melakukan inisiasi rencana untuk mendaftarkan kuda Gayo sebagai satwa yang dilindungi. 

Rencana ini mendapatkan dukungan yang sangat positif dari Kepala Dinas Peternakan Provinsi Aceh Bapak Zalsufran, S.T., M.Si dan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Aceh Tengah Ibu drh. Hulfah, M.P. 

“Hal ini penting menjadi kajian bersama, karena dari informasi masyarakat tidak sedikit juga kuda Gayo yang dibawa ke Dolog Sanggul Provinsi Sumatera Utara untuk dikonsumsi dagingnya. Mengingat populasi kuda Gayo yang sudah sangat sedikit, kita harus menjaga populasinya. Jangan sampai populasi terus menurun,” ujarnya.

Upaya menjadikan kuda Gayo menjadi satwa yang dilindungi akan menjadi isu nasional bahkan internasional. Kuda Gayo tidak hanya menjadi atensi lokal masyarakat Gayo, tetapi juga akan menjadi sorotan dunia bahwa kuda Gayo sudah masuk kedalam kategori kritis yang harus dilakukan konservasi secepatnya. 

Untuk pilihan wilayah konservasinya bisa dilakukan di Kabupaten Aceh Tengah, karena peternak kuda Gayo di Kabupaten Aceh Tengah sudah lama menjaga tradisi beternak kuda Gayo. Dengan beberapa cara diatas terbuka ruang diskusi untuk upaya penyelamatan kuda Gayo agar tidak hilang dan punah. 

“Semoga anak cucu kita masih dapat melihat kuda Gayo sebagai kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia,” Profesor ini. [Rjf]

Buka MTQ XXXVI Aceh, Penjabat Gubernur Minta Peserta Junjung Tinggi Sportivitas dan Ukhuwah

0

Nukilan.id – Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki, membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an XXXVI ATAU KE-36 Aceh tahun 2023, di Lapangan Meuligoe Bupati Simeulue, Minggu (26/11/2023) malam.

Dalam sambutannya, Achmad Marzuki berpesan kepada para kafilah dari seluruh Aceh untuk berkompetisi dengan santun dan selalu menjunjung tinggi sportifitas dan selalu menjaga ukhuwah antar sesama muslim.

“Kepada seluruh Kafilah MTQ Aceh, saya mengucapkan selamat bertanding. Junjung tinggi sportivitas dan yang terpenting, jaga ukhuwah sebagai sesama muslim. Berusahalah menjadi yang terbaik, agar kelak suatu hari nanti dapat mengharumkan nama Aceh dalam ajang lainnya, baik di level nasional maupun internasional,” ujar Gubernur berpesan.

Dalam sambutannya, Achmad Marzuki mengingatkan, MTQ bukan semata sebagai ajang perlombaan mencari siapa yang terbaik. Lebih dari itu, MTQ adalah panggung yang lebih luas untuk dijadikan sebagai wahana memperdalam pemahaman akan ajaran Al-Qur’an, dan menghayati sisi keindahan kalimat pada setiap ayatnya melalui lantunan yang menggetarkan hati.

Selain itu tentu saja untuk menggaungkan syiar Islam. “Saya yakin, semua peserta yang hadir di sini adalah orang-orang pilihan, yang berprestasi di daerahnya masing-masing. Maka, setiap presentasi di atas pentas nantinya harus bisa dimaknai pula sebagai langkah untuk mengukir pencapaian spiritual yang hakiki,” kata Achmad Marzuki seraya mengucapkan terima kasih kepada para kafilah dan masyarakat yang telah hadir malam ini.

“Kita berkumpul di sini dalam sebuah momen berharga dengan tekad kuat untuk menghidupkan semangat syiar Islam dan memuliakan Al-Qur’an, sebuah mukjizat terbesar yang diberikan Allah kepada Rasul kita yang mulia Muhammad SAW,” imbuh Penjabat Gubernur.

Achmad Marzuki menjelaskan, MTQ Aceh ke-36 hadir dengan semangat mewujudkan Generasi Qur’ani, sebuah generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman mendalam tentang Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai moral dan akhlak mulia yang terkandung dalam Al-Qur’anul Karim.

“Dengan memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran suci Al-Qur’an, Generasi Qur’ani kita harapkan dapat menjadi kekuatan positif yang mampu memimpin perubahan dalam masyarakat, bangsa, dan negara, serta menjadi inspirasi mewujudkan Aceh sebagai daerah yang melimpah dengan kebaikan dan rahmat Allah,” kata Gubernur.

Gubernur menambahkan, untuk mewujudkan Generasi Qur’ani Aceh, maka dibutuhkan langkah-langkah kolaboratif dari semua pihak. Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an. 

“Dengan tekad dan sinergi bersama, kita tidak hanya menciptakan kebijakan yang mendukung, tetapi juga membentuk fondasi yang kokoh untuk mendorong terwujudnya generasi Qur’ani dan menjadikan Aceh sebagai pelopor dalam menghasilkan individu yang membumikan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” sambung Gubernur.

“Insya Allah, dengan niat yang lurus, kerja keras dan kesungguhan, serta do’a-do’a yang terus dipanjatkan, kita dapat mewujudkan Generasi Qur’ani yang menjadi kebanggaan Aceh dan Indonesia. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Simeulue dan seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan event ini dengan baik. Mudah-mudahan, MTQ Aceh ke-36 ini berjalan lancar dan sukses,” pungkas Gubernur.

Untuk diketahui bersama, pada gelaran MTQ XXXVI yang diikuti oleh 1.761 Kafilah ini, panitia penyelenggara juga menyediakan gerai dan stand untuk UMKM.

Melihat antusiasme penonton dan banyaknya stand UMKM yang disediakan oleh panitia, usai seremonial pembukaan MTQ, Achmad Marzuki mengajak masyarakat untuk mendukung UMKM di Simeulue dengan berbelanja berbagai produk yang disediakan di stand-stand tersebut.

“Apresiasi saya kepada panitia yang telah menyediakan sarana bagi UMKM pada gelaran MTQ ke-36 ini. Upaya ini tentu sangat baik untuk mendukung UMKM kita bangkit dan berdaya. Kepada masyarakat, kami imbau untuk berbelanja sebanyak-banyaknya sebagai bentuk dukungan untuk kebangkitan UMKM,” pesan Gubernur.

Ribuan Masyarakat Antusias Saksikan Pembukaan MTQ XXXVI

Ribuan masyarakat Simeulue memadati arena pembukaan MTQ XXXVI Aceh. Riuh tepuk tangan penonton menyambut defile para Kafilah MTQ dari seluruh kabupaten dan kota di Aceh.

Defile diawali oleh Kafilah dari Kabupaten Aceh Besar selaku Juara Umum pada MTQ XXXV Pidie, di bawah pembinaan Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto. Defile ditutup oleh kafilah dari Kabupaten Bener Meriah. Pada MTQ XXXVI Simeulue ini, Kafilah yang selama ini dibina oleh Haili Yoga selaku Pj Bupati, menargetkan masuk 5 besar.

Tepuk tangan riuh para penonton kembali membahana, saat ratusan penari teatrikal kolosal selesai mementaskan persembahan tari, yang menggambarkan sejarah singkat masuknya Islam di Bumi Ate Fulawan.

Sebagaimana diketahui, Islam masuk ke Simeulue pada abad ke-17, yang disebarkan oleh Ulama Besar bernama Tengku Khalilullah atau juga dikenal dengan nama Tgk Diujong. Saat ini, untuk mengenang perjuangan Tgk Khalilullah, nama beliau diabadikan menjadi nama Masjid Agung Simeulue, yaitu Masjid Agung Tgk Khalilullah.

Tarian kolosal dipersembahkan oleh para siswa dan siswi tingkat SMA dan SMP sederajat di wilayah Simeulue. Selama ini, para siswa dididik dan dibina oleh Ketua Dekranasda Simeulue Erni Zahara. []

Hasil Survei LSN: PPP dan Hanura Diprediksikan Tidak Lolos DPR

0

Nukilan.id – Lembaga Survei Nasional (LSN) merilis hasil survei nasional terkait elektabilitas partai politik (parpol) peserta Pemilu 2024. PDIP unggul di peringkat pertama, diikuti oleh Partai Gerindra, Golkar, dan partai lainnya.

Hasil survei ini rilis pada Jumat (24/11/2023), oleh Direktur Eksekutif LSN Gema Nusantara Bakry. Survei dilakukan pada 5 sampai 12 November 2023 di 38 provinsi seluruh Indonesia.

Populasi dari survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun atau telah memiliki KTP. Jumlah sampel sebanyak 1.420 responden, diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Margin of error +/- 2,6% dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara melalui telepon dengan responden oleh tenaga terlatih dengan pedoman kuesioner.

Elektabilitas partai politik:
PDIP 19,8%
Gerindra 16,8%
Golkar 10,1%
NasDem 8,5%
Demokrat 8,4%
PKB 7,9%
PKS 7,4%
PAN 4,3%
Perindo 4,2%
PPP 3,3%
PSI 2,5%
Gelora 1,1%
PBB 0,9%
Hanura 0,7%
Ummat 0,7%
Buruh 0,4%
PKN 0,3%
Garuda 0,2%
TT/TJ 13,8%

Menurut LSN, dominasi PDIP terus dibayangi oleh Partai Gerindra 16,8%, responden mengaku akan memilih Partai Gerindra jika pemilu dilaksanakan saat ini. PDIP masih berpeluang menang pada Pemilu 2024 sekaligus membuat hattrick atau menang tiga kali beruntun.

Sementara itu Partai Golkar berhasil bertahan di posisi ketiga sebagaimana hasil Pemilu 2019. Sedangkan Partai Nasdem dan Partai Demokrat dengan selisih elektabilitas yang sangat tipis berebut posisi sebagai ranking keempat dan kelima.

“Untuk partai non parlemen nampaknya hanya Partai Perindo dan PSI yang berpeluang lolos ke Senayan. Namun Partai Perindo menunjukkan trend yang terus menurun, sedangkan PSI terus mengalami kenaikan elektabilitas pasca dipimpin Kaesang Pangarep,” imbuh Gema.

Sekdako Wahyudi Inspektur Upacara HUT ke-78 PGRI

0

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh Amiruddin diwakili Pj Sekretaris Kota Banda Aceh Wahyudi, menjadi Inspektur Upacara pada peringatan HUT ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2023, di Lapangan Mapolda Aceh, Sabtu, 25 November 2023.

Turut mengikuti upacara, unsur Forkopimda Kota Banda Aceh, para Ketua dan pengurus PGRI, Guru SD/SMP/SMA se-Kota Banda Aceh, serta para kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Menurut pantauan di lapangan, acara tersebut berlangsung khidmat. Adapun tema yang diangkat pada peringatan HGN dan HUT PGRI tahun ini, yaitu “Transformasi Guru Wujudkan Indonesia Maju”.

Pj Sekdako Wahyudi dalam arahannya mengatakan dirinya merasa terhormat menjadi Inspektur upacara dalam momentum yang begitu bersejarah itu.

“Data pertumbuhan satuan pendidikan di Kota Banda Aceh yang mencakup jenjang PAUD, SD, SMP, PKBM, dan SPNF, serta jumlah guru yang terlibat dalam proses pembelajaran, menjadikan kita semakin yakin bahwa pendidikan adalah investasi untuk kemajuan masyarakat,” katanya.

Menurut Wahyudi, dari 194 satuan pendidikan PAUD, 95 SD, 36 SMP, tujuh PKBM, hingga satu SPNF, melibatkan guru-guru hebat dari berbagai latar belakang, baik dari sekolah negeri maupun swasta.

Total 881 guru di jenjang PAUD, 1380 guru di jenjang SD, 806 guru di Jljenjang SMP, 52 guru di PKBM, dan 18 guru di SPNF, adalah cerminan dari semangat kolaboratif antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung dunia pendidikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, peringatan HGN dan HUT PGRI ini mengingatkan pada tantangan yang masih dihadapi dalam menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan relevan.

“Oleh karena itu, mari bersama-sama menguatkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memfasilitasi guru dengan sumber daya yang memadai, serta mendorong inovasi dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.

Dalam mencapai transformasi pendidikan tersebut, Wahyudi berharap semua pemangku kebijakan fokus pada pemberdayaan guru sebagai agen perubahan. “Pemenuhan kebutuhan guru, pelatihan berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi pendidikan adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan secara serius.”

Terakhir Wahyudi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua guru yang telah memberikan dedikasi dan pengabdian tanpa batas. “Semangat dan tekad para guru adalah pilar utama dalam membangun generasi penerus yang cerdas, berbudi pekerti luhur, dan siap bersaing dalam dunia global,” ujarnya.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional 2023. Mari terus bersama-sama mewujudkan transformasi guru untuk mewujudkan Indonesia maju yang kita cita-citakan,” kata Wahyudi.

Peringati Hari Guru, Kadisdik Aceh: Tanpa Guru Pendidikan Tidak Berjalan

0

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, mengatakan guru adalah jantung pendidikan. Tanpa guru, pendidikan tidak bakal berjalan. Guru, kata Alhudri, merupakan pilar untuk menjalankan amanah konstitusi, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Di Jepang ada pepatah, satu hari bersama guru yang hebat lebih baik dari pada ribuan hari belajar sendiri,” kata Alhudri mengutip pidato Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, pada puncak peringatan Hari Guru 2023 dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Indonesia ke-78 di Gayo Lues, Sabtu, 25 November 2023.

Alhudri mengatakan, pada 2023-2026, Pemerintah Aceh menempatkan pembangunan bidang pendidikan sebagai prioritas. Dia berharap, langkah ini dapat terus meningkatkan dan memeratakan kualitas pendidikan dan membangun manusia Aceh berkualitas.

Dinas Pendidikan Aceh, kata Alhudri, menguatkan program pendidikan vokasional di berbagai bidang. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, penyediaan beasiswa, pemerataan guru dan peningkatan kualitas guru.

Pada beberapa tahun terakhir, kata Alhduri, pendidikan Aceh meraih sejumlah pencapaian penting di tingkat nasional dan tingkat internasional. Tahun ini, misalnya, Aceh tercatat dalam lima besar daerah terbanyak yang meloloskan pelajar ke perguruan tinggi negeri.

Sementara dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi, tercatat 6.888 pelajar Aceh masuk ke perguruan tinggi negeri. Hal ini menempatkan Aceh, secara persentase, sebagai tingkat pertama nasional.

Adapun di tingkat internasional, dunia pendidikan Aceh meraih sejumlah prestasi, baik yang diraih oleh guru, pelajar, dan pengawas. Tahun ini, kata Alhudri, Aceh meraih dua medali emas ajang penelitian yang diselenggarkan di Korea.

Alhudri mengatakan semua pencapaian itu adalah buah kerja keras guru. “Karena itu, jika ada orang yang mempertanyakan kualitas guru Aceh, kita patut mempertanyakan kembali motivasi pertanyaan itu,” kata Alhudri.

Namun, kata Alhudri, segala pencapaian itu jangan membuat puas. Alhudri mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk bekerja sama meningkatkan kualitas pendidikan aceh. Mulai dari perencanaan, pelaksaan, hingga evaluasi.

“Saya hakkul yakin di masa mendatang, pendidikan Aceh bakal menjadi modal penting pembangunan daerah karena melahirkan generasi yang berkualitas, berakhlak, dan cakap menghadapi persaingan,” kata Alhudri.[]