Beranda blog Halaman 1320

Bank Indonesia Optimis Pertumbuhan Ekonomi Aceh Tetap Tinggi di 2024

0

Nukilan.id – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Prabu Dewanto, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang kuat dan berkelanjutan. 

Hal ini diungkapkan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh di Banda Aceh, pada Rabu (29/11/2023).

Prabu menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2023, KPWBI Provinsi Aceh dan Lhokseumawe secara konsisten bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta seluruh unsur Forkopimda di Provinsi Aceh. 

Kerjasama ini dilakukan untuk menjaga stabilitas inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, memastikan kelancaran sistem pembayaran, serta mengakselerasi digitalisasi daerah.

“Berbagai upaya bersama telah membuahkan hasil positif. Pada triwulan III 2023, Provinsi Aceh mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,76% (yoy), meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya,” ujar Prabu. 

Meskipun demikian, ia optimis pertumbuhan ekonomi Aceh akan terus tumbuh pada kisaran 4,03-4,53% pada tahun 2023.

Pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan III 2023 didorong oleh sektor pertanian, perdagangan, dan konstruksi yang mencatatkan pertumbuhan tinggi. Pencabutan status pandemi juga turut mendorong pemulihan konsumsi, peningkatan mobilitas, dan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi.

“Kita patut bersyukur dengan terus memperkuat koordinasi kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh, sehingga meningkatkan kontribusi terhadap ekonomi wilayah Sumatera maupun Nasional,” tambah Prabu.

Menyikapi tantangan dan potensi risiko di tahun 2024, seperti fragmentasi geopolitik, ketidakpastian pasar keuangan, ancaman perubahan iklim, Prabu menyatakan bahwa melalui sinergi berbagai pihak, Bank Indonesia optimis pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh akan tetap tinggi di tahun 2024. 

Diprakirakan, ekonomi Aceh pada tahun 2024 akan tetap tumbuh kuat pada kisaran 4,28%-4,78% (yoy).

“Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi Aceh yang berkelanjutan, perlu kita dorong bersama melalui strategi hilirisasi sektor pertanian, peningkatan kualitas promosi dan atraksi pariwisata, mendorong investasi di sektor potensial, dan akselerasi pengembangan UMKM dan ekonomi syariah,” tegas Prabu.

Sementara itu, terkait inflasi, Prabu mengungkapkan bahwa sinergi erat antara Bank Indonesia, TPID, dan mitra strategis lainnya terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). 

Pada Oktober 2023, gabungan 3 (tiga) kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Aceh mencatatkan inflasi sebesar 1,95% (yoy), jauh lebih baik dibandingkan inflasi pada Desember 2022 yang mencapai 5,89% (yoy).

“Inflasi relatif terkendali, berkat implementasi program-program unggulan seperti operasi pasar murah, gerakan tanam dan replikasi model bisnis, penyaluran bantuan alsintan dan saprotan, kerjasama antar daerah, subsidi ongkos angkut, digitalisasi data dan informasi, serta koordinasi dan komunikasi melalui HLM TPID,” pungkasnya. []

Asisten Sekda Buka Rakor Satgas Saber Pungli se- Aceh

0

Nukilan.id – Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Iskandar mewakili Penjabat Gubernur Aceh membuka Rapat Koordinasi dan Asistensi Kegiatan Satgas Saber Pungli se-Aceh, di Banda Aceh Kamis, 30 November 2023. Rakor ini dalam rangka mengevaluasi kinerja dan membahas langkah penanggulangan yang lebih optimal ke depan.

Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Iskandar menyebutkan, sejak dibentuk pada November 2016, keberadaan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar atau Saber Pungli di Aceh telah banyak menghadirkan terobosan dalam memberantas pungli di daerah ini.

Tim Saber Pungli Kabupaten/kota se-Aceh juga disebut telah berhasil melakukan beberapa kali operasi tangkap tangan terhadap pelaku pungli.

Meski demikian, aksi pungli diakui masih ada di sejumlah lembaga di mana efeknya sangat besar dalam merusak sendi kehidupan masyarakat, mengganggu dunia usaha dan menurunkan kualitas pelayanan publik.

Citra Pemerintahan juga diakui akan menurun manakala pungli masih ada di lingkup birokrasi. Karena itu dia mengharapkan Tim Saber Pungli Aceh untuk terus mengoptimalkan kinerja dalam memberantas kejahatan ini.

“Kita tentu sangat bangga kalau Tim Saber Pungli Aceh mampu menangkap banyak pelaku pungli yang meresahkan masyarakat. Namun saat bersamaan kita juga lebih bangga lagi jika aksi pungli itu dapat kita hilangkan, sehingga tidak ada lagi orang yang ditangkap,” sebut Iskandar.

Karena itu, tindakan penegakan hukum dalam mengatasi pungli dikatakan harus pula sejalan dengan pemberian pemahaman dan sosialisasi kepada para pihak, agar jangan sampai melakukan aksi pungli itu.

Lebih lanjut, Iskandar menguraikan, pemerintah Aceh telah melahirkan sejumlah kebijakan guna mempersempit gerak pungli ini. Misalnya, memastikan semua proses perizinan melalui sistem satu pintu; dimana setiap transaksi harus dilakukan secara cashless, dan pengurusan sistem administrasi dilakukan secara online.

“Namun, bukan berarti pungli cepat hilang. Bagi mereka yang punya niat buruk, pasti punya cara baru untuk menjalankan aksinya. Untuk itu, saya mengharapkan kepada Tim Saber Pungli Aceh untuk semakin aktif melakukan pemantauan sehingga tidak ada masyarakat yang dirugikan akibat pungli ini.”

Selain itu, masyarakat juga didorong lebih berani bersuara manakala mengetahui ada aksi pungli. Dengan demikian secara bertahap ruang gerak pungli diharapkan dapat dipersempit, sehingga pada akhirnya kejahatan ini dapat kita hilangkan. []

Polisi Berhasil Amankan 10 Bungkus Sabu saat Razia OMB Seulawah

0

Nukilan.id — Personel Polres Aceh Tamiang Polda Aceh berhasil mengamankan 10 bungkus narkotika jenis sabu saat razia rutin Operasi Mantap Brata (OMB) Seulawah 2023-2024 di depan Polsek Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu, 29 November 2023.

Selain sabu, petugas juga ikut mengamankan dua orang pelaku yang saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh personel Satresnarkoba Polres Aceh Tamiang.

“Benar, kami berhasil mengamankan 10 bungkusan berisi sabu di dalam bagasi mobil saat razia OMB. Beratnya diperkirakan kurang lebih 10 kg,” jelas Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muhammad Yanis, dalam keterangan singkatnya usai penangkapan.

Yanis menerangkan, penangkapan ini bermula saat personel Polres Aceh Tamiang melakukan razia rutin OMB Seulawah dengan memeriksa kelengkapan surat beserta barang bawaan kendaraan baik dari Banda Aceh—Medan maupun sebaliknya.

Kemudian, sambung Yanis, waktu pemeriksaan satu mobil pribadi jenis Honda Jazz, petugas merasa curiga, karena saat mau memeriksa barang bawaan terlihat bagasinya terpaku. Petugas juga meminta untuk dibukakan, tetapi para pelaku menolak, sehingga dibuka paksa.

“Ada salah satu mobil Honda Jazz, saat mau diperiksa barang bawaannya, ternyata bagasinya dipaku, sehingga dibuka paksa dan didapati 10 bungkusan yang diduga berisi sabu,” terangnya.

Saat ini, kedua terduga pelaku dan barang bukti berupa 10 bungkusan yang berisi sabu diamankan ke Polres Aceh Tamiang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Di samping itu, Yanis juga menyatakan komitmennya dalam menjaga Kamtibmas agar tetap kondusif di Kabupaten Aceh Tamiang jelang Pemilu 2024. Hal tersebut dibuktikannya dengan melaksanakan patroli secara berkala dan razia rutin

“Kami komit menjaga kamtibmas di Tamiang dan mengantisipasi gangguan keamanan dengan sasaran senjata api, senjata tajam, dan narkoba, serta hal hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban jelang Pemilu 2024,” demikian, kata Kapolres berdarah Aceh itu.

Pengguna BBM Diminta Beli Solar Subsidi Sesuai Kebutuhan

0

Nukilan.id – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh meminta para pengguna bahan bakar minyak jenis solar subsidi agar membeli sesuai kebutuhan agar BBM yang ada di SPBU dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin mengatakan imbauan tersebut disampaikan lantaran padatnya antrian berbagai jenis kendaraan di sejumlah SPBU di Banda Aceh yang menunggu jatah pengisian subsidi jenis solar beberapa hari terakhir ini.

“Salah satu faktor penyebab terjadinya antrian panjang karena ada tiga SPBU di Banda Aceh dan dua di Aceh Besar terkena sanksi pembinaan dari Pertamina Patra Niaga,” ujar Nahrawi Noerdin, Rabu (29/11/2023).

Karena itu, kata Nahrawi, kendaraan yang selama ini mengisi BBM subsidi solar di SPBU itu terpaksa pindah ke SPBU lain, sehingga mengakibatkan terjadinya antrian panjang di SPBU.

Nahrawi mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM jenis solar agar bisa membeli sesuai kebutuhan jarak tempuh per hari. Dengan begitu, jatah yang diperuntukkan bagi setiap SPBU dapat dinikmati oleh pengguna kendaraan lain secara merata.

Dia menyampaikan agar masyarakat tidak khawatir terhadap kekosongan stok BBM karena ketersediaannya cukup dan tidak ada kendala dalam pendistribusian BBM ke SPBU.

“Selain itu kami juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga BBM biosolar subsidi dengan membeli sesuai aturan agar BBM subsidi dapat tepat sasaran,” kata Nahrawi. [Sammy]

Rakor dengan PT. Pertamina, Dinas ESDM Aceh Bahas Antrean Panjang Solar

0
Dinas ESDM Aceh rakor bersama PT. Pertamina. (Foto: esdm.acehprov.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengadakan rapat koordinasi dengan PT. Pertamina Patra Niaga Sales Area Aceh, Rabu (29/11/2023). Manager Sales Area PT. Pertamina Patra Niaga Aceh turut hadir dalam pertemuan ini.

Pertemuan tersebut menyoroti kondisi antrean yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Aceh, seperti Kota Banda Aceh, Aceh Besar, dan Kota Lhokseumawe.

Menurut penjelasan pihak Pertamina, antrean solar subsidi di beberapa SPBU disebabkan oleh tindakan pembinaan yang dilakukan oleh Pertamina. Pembinaan ini berupa sanksi penghentian pasokan solar subsidi kepada SPBU yang melakukan pelanggaran penyaluran yang tidak tepat sasaran, atau dikenal sebagai pelansiran.
Sanksi ini, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, berupa penghentian pasokan selama 14 hingga 30 hari. Enam SPBU di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar telah menerima sanksi ini, menyebabkan penumpukan kendaraan di SPBU lain yang masih beroperasi normal.
Kepala Dinas ESDM Aceh, Mahdinur, meminta Pertamina untuk memberlakukan kebijakan penghentian pasokan secara bergiliran, bukan secara serentak. Hal ini bertujuan agar SPBU yang mendapat sanksi masih dapat menerima pasokan Solar Subsidi secara teratur dan dapat terus melayani konsumen.

Mahdinur juga mengusulkan penambahan kuota (top up) ke SPBU terdekat yang tidak terkena sanksi.

“Sehingga antrean ini bisa diurai,” katanya.

Menanggapi prediksi kekurangan kuota, Pertamina menjamin ketersediaan Solar Subsidi di SPBU dan mendorong penyediaan produk substitusi seperti Dexlite dan Pertamina Dex.

Sebelumnya, pada tanggal 29 Mei 2023, Pj. Gubernur Aceh telah mengirim surat kepada Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, mengusulkan penambahan kuota Solar Subsidi sebesar 45.000 Kilo liter untuk tahun 2023. Namun, kebijakan penambahan kuota masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas ESDM Aceh menekankan agar SPBU mematuhi ketentuan penyaluran solar subsidi dan meyakinkan masyarakat bahwa pasokan akan tetap normal selama penyaluran berlangsung sesuai sasaran.

“Kepada masyarakat diminta untuk tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan solar subsidi, karena Pertamina berdasarkan kondisi realisasi terakhir, telah menjamin penyaluran akan tetap normal sampai akhir tahun,” pungkasnya.

Dinas ESDM Aceh Koordinasi dengan Pertamina Terkait Antrian Solar Subsidi di SPBU

0

Nukilan.id – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh menggelar rapat koordinasi dengan PT. Pertamina Patra Niaga Sales Area Aceh pada hari Rabu, 29 November 2023. 

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan koordinasi sebelumnya antara PT. Pertamina Patra Niaga Saleas Area Aceh dengan Kabupaten/Kota dan SKPA terkait surat Rekomendasi untuk pembelian minyak Solar Subsidi dan Pertalite di Dinas ESDM Aceh pada 31 Oktober 2023.

Pertemuan ini membahas terkait degan kondisi terjadinya antrian di beberapa SPBU di wilayah Aceh,  seperti Kota Banda Aceh, Aceh Besar dan Kota Lhokseumawe.  

Berdasarkan penjelasan dari pihak Pertamina disampaikan bahwa terjadinya antrian Solar Subsisi di beberapa SPBU adalah dikarenakan telah dilakukannya pembinaan oleh pihak Pertamina berupa sanksi penghentian pasokan Solar Subsidi karena melakukan pelanggaran penyaluran yang tidak tepat sasaran (pelansiran).

Oleh pihak Pertamina sanksi ini dilakukan  sesuai dengan ketentuan dan peraturan  yang berlaku bahwa jika ada pihak SPBU yang melakukan pelanggaran  dalam penyaluran solar subsidi  (pelansiran) akan dikenakan sanksi penghentian pasokan secara terus menerus selama 14 hari sampai dengan  30 hari. 

Pertamina telah melakukan penghentian pasokan kepada 6 (enam) SPBU khususnya di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar yang mengakibatkan  terjadinya penumpukan   kendaraan yang mingisi Solar Subsidi pada beberapa SPBU lainnya yang beroperasi secara normal.  

Kepala Dinas ESDM meminta kepada pihak Pertamina adanya kebijakan (tetap dalam batas pemberian sanksi  yang telah ditetapkan)  untuk tidak menghentikan  pemasokan secara serentak, tetapi ada penggiliran (tidak terus menerus) yang memungkinkan SPBU yang dikenakan sanksi tersebut masih mendapat pasokan solar subsidi dan masih bisa menyalurkan kepada konsumen,  serta menambah kuota (top up) ke SPBU terdekat yang tidak terkena sanksi.  

Terkait dengan adanya prediksi kekurangan kuota, pihak Pertamina telah memberi penjelasan bahwa   Pertamina tetap menjamin ketersediaan Solar Subsidi  di SPBU, dan juga mendorong penyediaan produk subsitusi yaitu Dexlite dan Pertamina Dex. 

Sebelumnya pada tanggal 29 Mei 2023    Pj. Gubernur Aceh telah menyurati Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi dengan nomor surat :  452/7944 perihal Usulan Penambahan Kuota Solar Subsidi Tahun 2023 sebesar 45.000 Kilo liter. Pemerintah Aceh masih menunggu kebijakan Pemerintah Pusat untuk penambahan kuota solar subsdi untuk wilayah Aceh.  

Kepala Dinas ESDM Aceh menghimbau secara tegas agar SPBU-SPBU tidak menyalahi ketentuan melakukan pelanggaran penyaluran Solar Subsidi kepada yang tidak berhak (pelansiran) dan kita yakini bahwa  selama penyaluran Solar Subsidi disalurkan tepat sasaran,  kepada masyarakat diminta untuk tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan Solar Subsidi, karena Pertamina berdasarkan kondisi realisasi  terakhir, telah menjamin penyaluran akan tetap normal sampai akhir tahun. 

Dewan Apresiasi Kinerja Alhudri Dalam Membangun Gayo Lues

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM. (Foto: Dok. Disdik Aceh)

Nukilan.id – Kinerja Pj Bupati Gayo Lues, Alhudri, mendapatkan apresiasi yang cukup signifikan dari beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues. 

Apresiasi ini disampaikan dalam sidang Paripurna Pembahasan Anggaran APBK tahun 2024 pada Selasa, 28 November 2023.

Salah seorang anggota DPRK Gayo Lues Ridwan,  menyoroti perubahan positif yang terjadi di desa terpencil Lesten, Kecamatan Pining. Desa yang sebelumnya terpinggirkan ini, kini menjadi fokus perhatian khusus setelah Alhudri menunjukkan komitmennya dalam pembangunan daerah.

“Sebelumnya, desa Lesten hanya bisa diakses oleh kendaraan roda empat, namun kini, bahkan kendaraan setingkat Grand Max Pickup dan Inova matic sudah dapat menjangkau desa tersebut. Perubahan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat,” kata Ridwan.

Selain itu, kata Ridwan, pembangunan jembatan Box Karpet di Kecamatan Tripe Jaya juga berhasil diselesaikan di bawah kepemimpinan Alhudri. 

“Sebuah prestasi yang lama dinanti-nanti oleh masyarakat setempat. Hal ini membuktikan komitmen Pj Bupati dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.

Upaya Alhudri dalam menangani stunting dan menekan inflasi di Gayo Lues juga mendapatkan apresiasi dari anggota Dewan Abdul Karim Kemala Darma. Ia menyampaikan kenaikan harga coklat di pedalaman Lesten dari 10 ribu menjadi 45 ribu sebagai bukti nyata efisiensi dalam distribusi barang.

Tak hanya memuji Alhudri, Abdul Karim juga memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jakarta, S. Hut. MP, yang responsif terhadap perintah pimpinan. 

Dia menekankan bahwa kerja keras dan kesungguhan jajaran PUPR Gayo Lues merupakan faktor penting dalam kelancaran pembangunan.

Dalam tanggapannya terhadap apresiasi tersebut, Kepala Dinas PU Gayo Lues, Jakaria, S. HUT. MP, menekankan bahwa keberhasilan pembangunan merupakan hasil kerjasama dan dukungan dari semua elemen terkait, termasuk DPRK Gayo Lues. 

Ia berterima kasih atas apresiasi yang diberikan dan berharap dukungan tersebut terus berlanjut demi kelancaran pembangunan di Kabupaten Gayo Lues. []

BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Aceh Dilanda Hujan Dua Hari Kedepan

0
Ilustrasi hujan ringan. (Foto: Medcom.id)

Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geoofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar kabupaten/kota di Aceh akan dilanda hujan lebat dan hujan petir untuk dua hari ke depan.

Dilansir dari laman BMKG, pada Rabu (29/11/2023) besok, kabupaten/kota yang diprakirakan turun hujan lebat dan hujan disertai petir yaitu Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Banda Aceh, Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Nagan Raya, dan Simeulue.

Sementara pada Kamis (30/11/2023), beberapa kabupaten/kota yang diprakirakan turun hujan lebat dan petir yaitu Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Utara, dan Gayo Lues. Sedangkan hujan ringan diprakirakan akan melanda Aceh Barat Daya, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Banda Aceh, Bener Meriah, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Pidie, Pidie Jaya, Sabang, dan Subulussalam.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Aceh Utara, Aceh Jaya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Barat, Pidie, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, dan sekitarnya. [Sammy]

Kejari Aceh Besar Eksekusi Cambuk 3 Orang Pelanggar Syariat Islam

0

Nukilan.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar telah melaksanakan eksekusi cambuk terhadap tiga orang terhukum perkara Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Eksekusi cambuk yang dilakukan di Halaman Mesjid Al Munawwarah, Jantho, pada Selasa (28/11/2023), merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Syar’iyah Jantho. Ketiga terhukum tersebut adalah A, R, dan J.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Aceh Besar, Maulijar, menyampaikan bahwa eksekusi ini menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Aceh Besar, untuk patuh dan taat terhadap Qanun Jinayat yang berlaku di Provinsi Aceh.

“Eksekusi uqubat cambuk ini dapat menjadi pelajaran kepada masyarakat agar mentaati dan mematuhi Qanun Jinayat yang berlaku di Wilayah  Aceh,” ujarnya.

Maulijar menyebutkan terhukum berinisial A melanggar Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014dikenakan uqubat cambuk didepan umum sebanyak 30 kali cambuk.

Kemudian terhukum R melanggar Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 dikenakan uqubat cambuk didepan umum sebanyak 25 kali cambuk. Terakhir terhukum J melanggar Pasal 18 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 dikenakan uqubat cambuk didepan umum sebanyak 12  kali cambuk.

“Sebelum pelaksanaan eksekusi uqubat cambuk, para terhukum menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Tim Kesehatan dari Puskesmas Kota Jantho,” pungkasnya. [Rjf]

Pengguna QRIS di Aceh Capai 445 Ribu per September 2023

0

Nukilan.id – Perkembangan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Aceh periode Januari hingga September 2023 mengalami peningkatan signifikan.

Berdasarkan Data yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) Aceh menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 455 ribu pengguna QRIS di wilayah ini. Jumlah tersebut mencakup pertambahan pengguna sebanyak 174 ribu pengguna per-September tahun 2023.

“Pengguna Qris di Aceh mencapai 77 persen dari target BI Aceh yang sebelumnya sebanyak 226 ribu pengguna baru,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Rony Widijarto P kepada media ini, Selasa (28/11/2023).

Selain pertumbuhan jumlah pengguna, sisi transaksi QRIS juga mencapai angka yang mengesankan. Hingga bulan September 2023, telah tercatat sebanyak 5,6 juta transaksi menggunakan QRIS di Aceh.

“Dari sisi transaksi, per Januari hingga September 2023 telah terdapat 5,6 Juta transaksi atau 112 persen dari target BI Aceh sebanyak 5 juta transaksi,” terangnya.

“Nilai ini jauh meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya dimana terdapat 2,3 Juta transaksi sepanjang Januari hingga Desember 2022,” sambungnya. [Rjf]