Beranda blog Halaman 1105

Pj Gubernur Aceh Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi di Istana Negara

0
Pj Gubernur Aceh Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi di Istana Negara. (Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Bustami Hamzah turut serta dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2024 yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (14/6/2024). Acara ini dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri oleh sejumlah Menteri serta Gubernur dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyoroti kemajuan signifikan dalam pengendalian inflasi di Indonesia. Menurut Jokowi, pada Mei 2024, tingkat inflasi berhasil ditekan hingga 2,84 persen, angka yang disebutnya sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

“Kalau 9-10 tahun lalu, inflasi berada di angka 9,6 persen. Berkat kerja keras semua pihak, sekarang inflasi berada di level 2,84 persen,” ujarnya.

Jokowi menegaskan bahwa capaian inflasi yang rendah ini turut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Inflasi 2,84 persen ini memberikan kesegaran pada perekonomian kita, sehingga kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11 persen,” tambahnya.

Namun, Presiden juga mengingatkan akan tantangan ke depan yang lebih besar, termasuk ancaman perubahan iklim yang masif.

“Sekretaris PBB telah mewanti-wanti bahwa dunia akan menuju perubahan iklim yang signifikan. Suhu dalam lima tahun ke depan diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi, yang tentunya berpengaruh pada panen komoditas utama,” kata Jokowi.

Ia menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan di tengah kondisi tersebut.

Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah menyatakan komitmennya untuk menjalankan arahan Presiden dalam menjaga stabilitas inflasi, khususnya di wilayah Aceh.

“Kami akan menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan berbagai terobosan agar angka inflasi tidak naik. Kami komit dan fokus terhadap pengendalian inflasi di Aceh,” ujarnya.

Bustami menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh saat ini juga tengah berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan rutin mengadakan kegiatan pasar murah di 23 kabupaten/kota di Aceh.

“Pasar murah ini diakui mampu menekan inflasi sekaligus mengantisipasi melonjaknya harga pasar,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan pasar murah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.

“Ini sejalan dengan apa yang sedang kita lakukan saat ini, yaitu melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat Aceh,” kata Bustami Hamzah.

Dengan berbagai langkah strategis ini, diharapkan Aceh dapat terus mempertahankan capaian inflasi yang rendah dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih baik ke depannya.

Editor: Akil Rahmatillah

Iskandar Usman Al-Farlaky Gelar Pertemuan dengan Petinggi KPA dan PA Aceh Timur

0
Iskandar Usman Al-Farlaky Gelar Pertemuan dengan Petinggi KPA dan PA Aceh Timur. (Foto: Serambinews)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Calon Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky SHi MSi, bersama calon wakilnya, T Zainal Abidin, menggelar pertemuan penting dengan jajaran petinggi Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Peureulak dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh (PA) Aceh Timur. Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat (14/6/2024) malam di Kantor DPW PA Kabupaten Aceh Timur di Peureulak.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah tokoh penting KPA dan PA, seperti Tgk Hamdani Hasan alias Wakdan, Zulfadli Aiyub atau dikenal sebagai Kupiyah Seuke, Muntasir Age (Panglima KPA D-1 Peureulak), Taufik 88 (Panglima KPA D-3 Idi), serta Panglima KPA D-2 Simpang Ulim dan Panglima D-Istimewa Lokop Renggali.

Ketua DPW PA Kabupaten Aceh Timur, Zulfadli Aiyub, menyatakan bahwa pencalonan Iskandar Usman Al-Farlaky sebagai Bupati Aceh Timur telah mendapatkan restu langsung dari Mualem, pimpinan pusat KPA/PA.

“Ini adalah keputusan tertinggi pimpinan partai yang harus kita jalankan bersama-sama. Wajib kita menangkan,” kata Kupiyah Seuke, yang disambut tepuk tangan meriah dari para panglima sagoe dan ketua DPS PA.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPW PA menginstruksikan seluruh jajaran partai untuk bekerja keras memenangkan pasangan Iskandar Usman Al-Farlaky dan T Zainal Abidin dalam pemilihan Bupati Aceh Timur.

“Pimpinan juga menyebutkan bahwa wakilnya adalah saudara T Zainal,” tambahnya.

Panglima KPA Wilayah Peureulak, Tgk Hamdani Hasan alias Wakdan, menegaskan bahwa pengumuman dari Mualem mengenai pencalonan Iskandar Usman Al-Farlaky harus dilaksanakan oleh seluruh jajaran.

“Apalagi ini sudah disampaikan langsung kepada kami selaku pimpinan wilayah. Semua jajaran Sagoe, saya minta untuk melaksanakan dengan patuh,” pinta Wakdan.

Dalam sambutannya, Iskandar Usman Al-Farlaky mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Dia berjanji akan menjalankan amanah dengan baik.

“Terima kasih kepada pimpinan tertinggi KPA/PA Mualem dan Abu Razak, Panglima Wilayah, Ketua DPW PA, Panglima Daerah, Panglima Sagoe, DPS PA, tim relawan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat atas dukungannya,” ucap Al-Farlaky.

Dia juga mengajak semua pihak untuk bekerja keras demi mencapai kemenangan. “Mari kita bekerja keras agar Allah SWT memberi kemenangan bersama,” ujarnya.

Pertemuan ini menegaskan soliditas dan keseriusan Partai Aceh dalam memenangkan pasangan Iskandar Usman Al-Farlaky dan T Zainal Abidin di Pilkada Aceh Timur mendatang.

Editor: Akil Rahmatillah

Amanah Sosialisasikan Program Unggul ke Dayah Babussalam Al Aziziyah

0
Amanah Sosialisasikan Program Unggul ke Dayah Babussalam Al Aziziyah. (Foto: Amanah)

NUKILAN.id | Bireuen – Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (Amanah) kembali melanjutkan sosialisasi program unggulannya dengan mengunjungi Dayah Babussalam Al Aziziyah di Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh, Rabu (12/6/2024). Acara bertajuk “Amanah Goes to Dayah” ini dihadiri ribuan santri dan santriwati yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari upaya Amanah memperkenalkan program-programnya, setelah sebelumnya sukses disosialisasikan di berbagai kampus di Aceh. Melalui pentas teater yang diperankan oleh santri-santri Dayah Babussalam Al Aziziyah, Amanah memperkenalkan sejumlah program unggulannya di sektor pertanian, perikanan, peternakan, UMKM, industri ekonomi kreatif, olahraga, hingga gerakan sosial.

Komitmen Amanah terhadap dunia pesantren atau dayah tercermin dalam acara ini. Melalui kegiatan ini, Amanah berharap dapat menginspirasi dan memberikan dukungan bagi generasi muda Aceh untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi negeri.

Acara ini semakin semarak dengan kehadiran dua influencer ternama, Syakir Daulay dan Mufadhal Fuzzari. Keduanya berbagi kisah keberhasilan dan bersama-sama santri melantunkan salawat kepada Nabi Muhammad SAW. Syakir Daulay, putra asli Bireuen, mengungkapkan rasa bahagianya bisa kembali ke kampung halaman dan bertemu dengan generasi muda yang berada di posisi yang pernah ia alami dulu.

“Acara seperti ini sangat bagus karena bukan hanya mendengarkan kami, tapi juga menampilkan bakat-bakat mereka. Semoga acara ini dapat memancing anak muda Aceh lainnya untuk tampil dan berkarya,” ujar Syakir, Kamis (13/6/2024).

Mufadhal Fuzzari juga memberikan dukungannya terhadap program Amanah yang dianggapnya sangat luar biasa dalam memotivasi santri dan dewan guru untuk mengembangkan usaha. Ia berharap Amanah dapat menjadi solusi bagi berbagai masalah yang dihadapi santri dan dewan guru.

Pengasuh Dayah Babussalam Al Aziziyah, Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab, menyambut baik program-program Amanah yang dianggapnya dapat menjadi solusi bagi masalah generasi muda, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi.

“Kemampuan itu hal yang terpenting yang diajarkan. Kita tidak memanjakan mereka tapi membuat mereka mandiri dan kuat,” ujar Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab.

Wilda Shaleha, seorang santriwati yang juga penulis naskah drama untuk Amanah, menyatakan bahwa acara ini sangat inspiratif dan memberikan peluang bagi santri untuk menjadi entrepreneur sambil menuntut ilmu.

“Acara Amanah sangat seru sekali, dan saya sangat berbangga bisa berpartisipasi dalam acara yang sangat besar ini,” ujar Wilda.

Dengan acara ini, Amanah berharap dapat terus memberikan inspirasi dan motivasi bagi para santri untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi positif bagi Aceh dan Indonesia.

Editor: Akil Rahmatillah

Reza Hendra Putra Terpilih sebagai Ketua Umum Badko HMI Aceh Periode 2024-2026

0
Reza Hendra Putra, Ketua Umum Badko HMI Aceh periode 2024-2026. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Takengon – Reza Hendra Putra resmi terpilih sebagai Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Aceh periode 2024-2026. Pemilihan ini berlangsung dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) ke-XV yang digelar di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Tengah sejak 7 Juni 2024.

Tiga kandidat bersaing dalam pemilihan ini, yaitu Muhammad Mohan Dinata dari HMI Cabang Sigli, Muhammad Fadli dari HMI Cabang Lhokseumawe, dan Reza Hendra Putra dari HMI Cabang Banda Aceh. Setelah melalui proses musyawarah yang panjang, Muhammad Fadli memberikan dukungan kepada Reza Hendra Putra.

Hasil pemungutan suara menunjukkan Reza Hendra Putra unggul dengan 20 suara, mengalahkan Muhammad Mohan Dinata yang memperoleh 15 suara. Dengan demikian, Reza Hendra Putra secara sah terpilih sebagai Ketua Umum Badko HMI Aceh.

“Semoga ke depannya Badko HMI Aceh menjadi pilar peradaban terdepan dalam mewujudkan tujuan HMI dengan sempurna,” ujar Reza Hendra Putra dalam pidato perdananya sebagai Formateur Badko HMI Aceh.

Pemilihan ini mencerminkan semangat demokrasi dan kebersamaan di antara anggota HMI Aceh, yang berharap kepemimpinan Reza Hendra Putra dapat membawa organisasi menuju pencapaian yang lebih tinggi dalam periode mendatang.

Editor: Akil Rahmatillah

Forum Keluarga Besar Habib Bugak Luruskan Sejarah Wakaf Baitul Asyi

0
Forum Keluarga Besar Habib Bugak Luruskan Sejarah Wakaf Baitul Asyi. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Forum Keluarga Besar Habib Bugak menegaskan bahwa tanah wakaf Baitul Asyi yang ada di Arab Saudi itu pewakafnya adalah Habib Abdurrahman bin Alwy Al-Habsyi atau Habib Bugak.

Hal tersebut ditegaskan Juru Bicara Forum Keluarga Besar Habib Bugak, Sayed Nazar Al-Habsyi, dalam konferensi pers yang diadakan di Dumpatna Kuphie, Banda Aceh, Jumat (14/6/2024) sore.

“Kami ingin menjaga sejarah ini supaya tidak ada oknum-oknum di Aceh yang mencoba mengaburkan fakta sejarah, mengatakan bahwa seolah-olah tanah wakaf itu bukan diwakafkan oleh Habib Bugak melainkan oleh Tgk Habib bin Tgk Buja’ seperti yang gencar dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab selama ini,” ujar Sayed Nazar.

Sayed Nazar menambahkan, selama ini di Kota Banda Aceh sedang gencar diadakan seminar-seminar yang menggiring atau menyesatkan publik untuk mempercayai bahwa tanah wakaf Baitul Asyi di Arab Saudi bukan diwakafkan oleh Habib Bugak, melainkan diwakafkan oleh Habib bin Buja’.

“Mana ada orang Aceh bernama Buja’, ini mengada-ngada sekali. Terkesan seperti sebuah skenario yang sengaja dibuat untuk menggiring masyarakat mempercayai mereka, supaya manfaat dari tanah wakaf Habib Bugak di Arab Saudi yang peruntukannya untuk jamaah haji Aceh bisa dinikmati oleh mereka,” jelas Sayed Nazar.

Sayed Nazar juga menegaskan, pihaknya merasa geram atas tindakan beberapa oknum yang mencoba meneliti sosok Habib Bugak dalam upaya untuk memalsukan validitas Habib Bugak sebagai seorang pewakaf tanah Baitul Asyi di Kota Mekkah.

“Kenapa kita tidak memfokuskan diri saja untuk menjaga ikrar tanah wakaf ini, toh manfaat dari tanah wakaf ini juga untuk kebaikan umat Islam yang ada di Aceh. Kenapa kita harus ngotot memaksakan diri bahwa yang mewakafkan tanah Baitul Asyi ini bukan wakaf dari Habib Bugak. Apakah supaya manfaat dari tanah wakaf ini bisa kalian nikmati semua, apakah kalian mau membunuh sosok Habib Bugak supaya tanah wakaf ini bisa kalian kuasai?” ungkap Sayed Nazar.

“Kepada guru-guru saya, maha guru saya, orang yang berilmu pengetahuan, kami tidak mengemis satu perak pun dari manfaat tanah wakaf Habib Bugak di Arab Saudi. Kami ingin tekankan, wahai bangsa Aceh yang ingin mengaburkan fakta sejarah Habib Bugak, yang ingin masuk ke dalam tahap pertama grand design untuk menguasai harta Baitul Asyi, berhentilah. Antum itu punya ilmu, punya wawasan, tetapi antum semua tidak punya adab dan tidak punya malu,” tegasnya.

Tanggapan Atas Beredarnya Brosur Yayasan untuk Jamaah Haji Aceh 2024

Sebagaimana investigasi wartawan Theacehpost.com beberapa waktu lalu yang menemukan indikasi pelanggaran pembagian brosur Yayasan Wakaf Baitul Asyi untuk jamaah haji Aceh saat para jamaah sedang antri mengambil kartu tanda penerima wakaf Habib Bugak di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Sayed Nazar menegaskan, pihaknya sangat menyesalkan adanya peristiwa pembagian brosur yayasan tersebut.

Untuk diketahui, Yayasan Wakaf Baitul Asyi merupakan sebuah yayasan yang terpisah wujudnya dengan Wakaf Baitul Asyi atau wakaf Habib Bugak yang ada di Kota Mekkah. Yayasan Wakaf Baitul Asyi didirikan di Banda Aceh pada 8 Juni 2022 dan diluncurkan di Kota Mekkah pada tanggal 30 Juni 2022. Sementara Wakaf Baitul Asyi adalah sebuah tanah wakaf yang diwakafkan oleh Habib Bugak pada tahun 1222 H.

“Kami menyesalkan adanya peredaran brosur Yayasan Wakaf Baitul Asyi yang dibagi-bagikan kepada jamaah haji Aceh. Jelas mereka ini tidak punya malu. Mereka mencari funding (pendanaan) untuk yayasan mereka dari jamaah haji. Kami juga menyesalkan Panitia Pelaksanaan Ibadah Haji (PPIH), kenapa kalian biarkan praktek-praktek seperti ini terjadi, sekalipun yayasan itu legal secara hukum,” tegas Sayed Nazar.

Sayed Nazar menegaskan, pihaknya menuntut Pemerintah Aceh untuk segera menertibkan segala usaha dan upaya dari oknum-oknum yang mencari-cari cara untuk mengaburkan validitas Habib Bugak sebagai sosok yang mewakafkan tanah wakaf Baitul Asyi di Kota Mekkah.

“Kalau ini tidak ada perhatian dari Pemerintah Aceh, terus dibiarkan terjadi seperti ini, kami akan laporkan ke Pemerintah Arab Saudi. Bukan kalian saja yang punya jaringan ke Arab Saudi, kami juga punya. Banyak keluarga kami di sana. Kami akan laporkan ke Pemerintah Arab Saudi jika Pemerintah Aceh menutup mata soal ini,” tegasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Rumah Makan Eungkot Paya Khas Barsela yang Menggugah Selera

0
Gulai engkot paya khas barat selatan Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Suka Makmue – Rumah Makan Engkot Paya. Nama itu tertulis di sebuah pamflet di sisi kanan jalan. Nama rumah makan ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi para penikmat kuliner khas Barat Selatan Aceh (Barsela). Setiap harinya, warung makan ini tak pernah sepi dari pengunjung yang datang dari berbagai penjuru untuk menikmati kelezatan hidangannya.

Rumah makan ini terletak 1 kilometer sebelum Simpang Empat Jeuram, persisnya di Jalan Nasional Meulaboh-Tapaktuan, Gampong Blang Mulo, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya.

Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut dengan bangunan semi permanen yang sederhana namun nyaman. Para pelayan tampak sibuk, hilir mudik dari satu meja ke meja lain, memastikan setiap tamu mendapatkan pelayanan terbaik. Dari balik dapur yang diawaki oleh sejumlah perempuan, tercium aroma gurih yang menggugah selera.

Rumah makan ini terkenal dengan menu khasnya, terutama gulai eungkot paya (ikan air tawar). Beberapa menu andalan yang ditawarkan meliputi gulai ikan gabus, ikan nila, ikan lele, ikan lele jumbo, dan ikan kerling.

Seorang pengunjung, saat ditemui Nukilan.id di lokasi mengatakan bahwa, semua hidangan di rumah makan ini diracik dengan bumbu khas Barat Selatan yang kaya akan rasa dan rempah, menjadikannya istimewa di hati para pecinta kuliner.

“Rasanya memang berbeda dari tempat lain, sangat khas masakan Barat Selatan,” ujar Rafik kepada Nukilan.id, Jumat (14/6/2024).

Menurut Rafik, gulai eungkot paya di rumah makan ini memiliki cita rasa yang sulit ditemukan di tempat lain.

Setiap hari, Rumah Makan Engkot Paya dipadati pengunjung dari berbagai kalangan, baik masyarakat lokal maupun wisatawan. Pengunjung lainnya Irma, yang datang bersama keluarganya dari Banda Aceh, mengaku terkesan dengan cita rasa masakan di rumah makan ini.

“Kami mau ke Tapaktuan, sengaja mampir ke sini karena mendengar banyak rekomendasi dari teman-teman. Ternyata benar, rasanya luar biasa enak,” ujarnya.

Dengan cita rasa yang khas dan pelayanan yang ramah, tidak heran jika Rumah Makan Engkot Paya selalu menjadi pilihan utama bagi para pecinta kuliner. Bagi Anda yang berencana mengunjungi kawasan Barat Selatan Aceh, jangan lupa untuk mampir dan mencicipi kelezatan hidangan di Rumah Makan Engkot Paya.

Reporter: Akil Rahmatillah

Guru di Aceh Besar Terima Dana Sertifikasi Rp14,661 Miliar Sebelum Idul Adha

0
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar Saweu Sikula di Kecamatan Pulo Aceh (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menyalurkan dana sertifikasi guru dengan total Rp14,661 miliar sejak Rabu (12/6). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Bahrul Jamil, menyampaikan kabar baik ini di Lambaro pada Jumat (14/6/2024).

“Alhamdulillah, dana sertifikasi dan gaji guru honorer telah ditransfer ke rekening masing-masing guru sebelum lebaran Idul Adha 1445 Hijriah,” ujar Bahrul Jamil.

Pencairan insentif guru ini sangat dinantikan oleh para pendidik, baik dari kategori PNS, PPPK, maupun guru honor, khususnya menjelang lebaran. Berdasarkan Surat Perintah Membayar (SPM), dana sertifikasi yang dicairkan mencakup Rp14,661 miliar untuk guru PNS, Rp993,708 juta untuk guru PPPK, dan Rp489,456 juta untuk jerih guru honor.

Bahrul Jamil berharap pencairan dana ini dapat membantu meringankan beban para guru, terutama dalam menyambut Idul Adha.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pj Bupati Aceh Besar yang sangat peduli dan memfasilitasi pencairan dana sertifikasi dan honor untuk para guru di Aceh Besar. Ini benar-benar sangat membahagiakan para guru,” tambahnya.

Dana sertifikasi diberikan secara triwulanan, baik untuk guru PNS maupun PPPK, yaitu untuk triwulan pertama dari Januari hingga Maret. Sementara itu, jerih guru honor dicairkan untuk bulan April dan Mei 2024.

Bahrul menambahkan, upaya ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat bagi para guru dalam menjalankan tugas mulia mereka dalam mencerdaskan anak bangsa.

Editor: Akil Rahmatillah

Shalat Idul Adha 1445 H Dipusatkan di Lapangan Blang Padang 

0
Suasana Shalat Idul Fitri 1444 Hijriah di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, pada Sabtu 22 April 2023. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala UPTD Masjid Raya Baiturrahman, Saifan Nur, mengumumkan bahwa shalat Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah akan dipusatkan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh pada Senin, 17 Juni 2024.

Saifan mengatakan, persiapan untuk pelaksanaan shalat Idul Adha di Lapangan Blang Padang telah matang. Panitia akan melakukan penentuan arah kiblat pada Minggu 16 Juni 2024.

“Pelaksanaan Shalat dimulai pukul 07.30 WIB. Bertindak sebagai imam Tgk. Miswar Muhammad, S. PD,I, dan khatibnya Prof. Dr. Muzakkir, MA,” kata Saifan kepada Nukilan, Jum’at (14/6/2024).

Saifan menghimbau kepada masyarakat yang ingin melaksanakan shalat agar terlebih dahulu berwudhu di rumah dan membawa sajadah masing-masing. Hal ini untuk menghindari penumpukan jamaah yang berwudhu di lokasi.

“Kami harapkan jamaah bisa berwudhu di rumah dan membawa sajadah sendiri. Diusahakan juga berangkat lebih awal karena shalat dimulai pukul 07.30 WIB,” ujar Saifan.

Saifan juga mengimbau masyarakat untuk tidak membawa kendaraan roda empat ke Lapangan Blang Padang. Hal ini untuk menghindari kemacetan.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak membawa kendaraan roda empat atau mobil guna menghindari kemacetan menuju ke Lapangan Blang Padang,” imbuhnya.

Reporter: Rezi

Warga Banda Aceh Mulai Berburu Kue Kering Jelang Idul Adha

0
Pedagang kue di pasar Aceh sedang melayani pembeli. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang H-4 perayaan Idul Adha 1445 Hijriah/2024, warga Banda Aceh dan sekitarnya mulai sibuk berburu kue kering yang akan dihidangkan saat lebaran. Pusat perbelanjaan Pasar Aceh, terutama lapak yang menjual kue tradisional khas Aceh, mulai dipadati pengunjung yang antusias memilih aneka jenis kue.

Pantauan Nukilan.id pada Jumat (14/6/2024) siang menunjukkan suasana yang ramai di pasar tersebut. Para pedagang kue kering kebanjiran pembeli, dengan warga yang terlihat antusias memadati lapak-lapak demi mendapatkan kue kesukaan mereka.

Bang Boy, salah satu pedagang kue kering di Pasar Aceh, mengakui bahwa dagangannya mulai laris diburu warga sejak dua hari terakhir.

“Sejak dua hari yang lalu, pembeli mulai ramai. Saya perkirakan puncaknya akan terjadi pada H-2 lebaran, yaitu Sabtu dan Minggu ini,” ujarnya kepada Nukilan.id, Jumat (14/6/2024).

Di tengah keramaian, beberapa pembeli berbagi cerita dan pengalaman mereka kepada Nukilan.id. Salah satunya adalah Ibu Nurhayati, seorang ibu rumah tangga yang mengaku rutin membeli kue kering menjelang Idul Adha.

“Setiap tahun saya selalu membeli kue kering di sini. Rasanya enak dan harganya juga terjangkau. Anak-anak saya paling suka kue nastar dan putri salju,” tuturnya sambil tersenyum.

Lain halnya dengan Rahmat, seorang karyawan swasta yang sengaja meluangkan waktu di siang hari untuk berbelanja kue kering.

“Saya lebih suka membeli di pagi siang hari, waktu istirahat,” jelasnya.

Menurut Bang Boy, beberapa jenis kue kering yang paling diminati adalah nastar, putri salju, dan kue sagu.

“Ketiga jenis kue ini selalu habis lebih dulu. Mungkin karena rasanya yang cocok di lidah banyak orang,” tambahnya.

Suasana pasar yang semarak ini memberikan gambaran betapa lebaran Idul Adha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga tentang tradisi dan kebersamaan keluarga yang dirayakan dengan sajian khas, termasuk kue kering.

“Kami berharap tahun ini penjualan kue kering bisa lebih baik dari tahun sebelumnya, dan semoga semua orang bisa merayakan lebaran dengan sukacita,” pungkas Bang Boy.

Dengan semakin dekatnya hari raya, antusiasme warga Banda Aceh dalam mempersiapkan segala kebutuhan lebaran, termasuk kue kering, menunjukkan betapa pentingnya tradisi ini bagi mereka. Suasana pasar yang ramai dan hangat menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kebahagiaan adalah hal yang utama dalam setiap perayaan.

Reporter: Akil Rahmatillah

Dinas Pendidikan Aceh Keluarkan Surat Edaran Larangan Pungli di Sekolah

0
Dinas Pendidikan Aceh Keluarkan Surat Edaran Larangan Pungli di Sekolah. (Foto: SE Disdik Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam upaya meningkatkan tata kelola dan akuntabilitas di lingkungan pendidikan, Dinas Pendidikan Aceh mengeluarkan surat edaran dengan nomor 400.3/7697. Surat yang bertanggal 3 Juni 2024 ini menegaskan larangan pungutan liar (pungli) dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), pengadaan pakaian seragam, dan kegiatan komite sekolah.

“Surat edaran ini ditujukan kepada seluruh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten/Kota se-Aceh untuk kemudian disampaikan ke sekolah-sekolah di wilayahnya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, Jumat (14/6/2024).

Dalam surat edaran tersebut, Dinas Pendidikan Aceh mengingatkan bahwa seluruh kepala sekolah diharapkan untuk tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun di lingkungan sekolah. Penggalangan sumbangan atau bantuan pendidikan harus mematuhi peraturan hukum yang berlaku.

Surat edaran ini merujuk pada beberapa ketentuan dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) sebagai dasar hukum.

Pertama, Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPDB menyebutkan bahwa sekolah yang telah menerima bantuan operasional sekolah tidak boleh memungut biaya. Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah juga dilarang melakukan pungutan terkait PPDB, pembelian seragam, dan buku.

Kedua, Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah menegaskan bahwa pengadaan seragam harus diusahakan sendiri oleh orang tua atau wali peserta didik dan tidak boleh dikaitkan dengan pelaksanaan PPDB atau kenaikan kelas.

Ketiga, Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah melarang Pemerintah Daerah dan pihak sekolah menjual buku teks, bahan ajar, lembar kerja siswa (LKS), serta perlengkapan seragam. Selain itu, segala bentuk tindakan yang mencederai integritas seleksi penerimaan peserta didik baru dan evaluasi hasil belajar peserta didik juga dilarang.

Dinas Pendidikan Aceh berharap semua pihak dapat mematuhi ketentuan ini demi terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih dan transparan.

“Langkah ini diambil untuk menghindari praktik-praktik pungli yang merugikan masyarakat dan mengganggu proses pendidikan yang seharusnya berjalan dengan jujur dan adil,” kata Marthunis.

Marthunis menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak dalam pelaksanaan kebijakan ini. Ia berharap, langkah ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh dan memberikan manfaat yang besar bagi peserta didik.

Dengan adanya surat edaran ini, diharapkan sekolah-sekolah di seluruh Aceh dapat menjalankan proses penerimaan peserta didik baru dengan lebih transparan dan bebas dari praktik pungli, sehingga menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih jujur dan adil.

Editor: Akil Rahmatillah