NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh bersama BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda memperkuat koordinasi dalam penyebaran informasi cuaca kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan membantu masyarakat memantau kondisi cuaca sebelum bepergian sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko selama perjalanan.
Kepala Dishub Aceh, T. Faisal, berharap kerja sama tersebut tidak hanya mempererat koordinasi antarlembaga, tetapi juga mempermudah masyarakat mengakses informasi mengenai hujan, potensi cuaca ekstrem, dan kualitas udara.
“Dengan informasi yang lebih mudah dijangkau, masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan dan meningkatkan kewaspadaan ketika kondisi alam berpotensi mengganggu keselamatan,” kata Faisal saat menerima kunjungan silaturahmi pimpinan BMKG di kantornya, Senin (19/10/2026).
Menurut Faisal, informasi cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan transportasi. Kondisi cuaca yang tidak mendukung dapat mengganggu kelancaran perjalanan sehingga informasi dari BMKG perlu menjadi pertimbangan bagi pengelola layanan transportasi maupun masyarakat yang hendak bepergian.
“Perhubungan dan BMKG tidak dapat dipisahkan. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk perjalanan, informasi tersebut harus menjadi perhatian bersama,” ujar Faisal.
Ia menambahkan, Dishub Aceh siap membantu menyebarluaskan informasi cuaca melalui media sosial resmi instansi. Upaya tersebut diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkini sebelum melakukan perjalanan.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Cucu Kusmayancu, menyambut positif rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, informasi yang dapat disebarluaskan meliputi prakiraan cuaca harian, kualitas udara, hingga wilayah yang berpotensi terdampak bencana.
Cucu menilai media sosial dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat. Selain itu, penggunaan videotron milik pemerintah juga dapat menjadi alternatif untuk memperluas jangkauan informasi cuaca.
Ia turut mengingatkan potensi peningkatan curah hujan, terutama di wilayah yang masih terdampak bencana, seperti Aceh Tamiang. Material sisa bencana yang belum dibersihkan berisiko terbawa aliran air hujan dan mengganggu kegiatan masyarakat maupun akses transportasi.
Cucu memperkirakan puncak musim hujan di Aceh terjadi pada November. Wilayah pantai barat Aceh perlu mewaspadai potensi hujan ekstrem. Sementara itu, hujan di kawasan tengah juga perlu mendapat perhatian karena aliran air dapat bergerak menuju wilayah pesisir, mulai dari Kabupaten Pidie hingga Aceh Tamiang.
“Kondisi ini penting menjadi perhatian, terutama di daerah yang masih melakukan pembersihan material pascabencana,” kata Cucu. Ia mengingatkan bahwa hujan lebat berpotensi menghambat perjalanan jika material sisa bencana kembali menutupi jalan.
Selain cuaca hujan, Cucu memaparkan perkembangan kabut asap yang sempat memasuki wilayah Aceh pada 14 Oktober. Sehari kemudian, kualitas udara tercatat dalam kondisi sangat tidak baik sebelum berangsur membaik dalam beberapa hari berikutnya.
Ia menjelaskan, pergerakan asap berkaitan dengan keberadaan sumber kebakaran dan arah angin. Dengan demikian, membaiknya kualitas udara belum sepenuhnya menutup kemungkinan asap kembali masuk ke Aceh apabila kebakaran masih berlangsung dan arah angin membawa asap menuju wilayah tersebut.
“Kita tentu berharap sumber kebakaran dapat berkurang sehingga kualitas udara terus membaik dan masyarakat tidak kembali terdampak asap,” kata Cucu.
Cucu juga menjelaskan perbedaan antara asap dan kabut yang sama-sama dapat mengurangi jarak pandang. Asap umumnya memiliki bau dan dapat menyebabkan mata terasa perih, sedangkan kabut tidak berbau.
Untuk mengantisipasi penurunan jarak pandang, pengguna jalan diimbau mengurangi kecepatan serta menjaga jarak aman antarkendaraan. Adapun pengguna transportasi laut dan udara perlu memperhatikan informasi cuaca dan mengikuti arahan petugas terkait.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



![Suasana terminal di Banda Aceh pada momen mudik Lebaran Idulfitri. [Foto: dok Dishub Aceh]](https://nukilan.id/wp-content/uploads/2026/02/muudik.jpg)
