NUKILAN.ID | BERASTAGI – Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., menghadiri Master Trainer National Meeting 2026 yang diselenggarakan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) bersama The International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC) di Hotel Grand Mutiara, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (20/10/2026).
General Manager ITFC, Nasser Al-Thekair, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan kapasitas menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan petani agar mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi.
“Inti program ini membantu petani ketika mereka membutuhkan melalui para Master Trainer. Pengalaman mereka sudah siap untuk diimplementasikan di lapangan,” ujar Nasser.
Ia mengatakan, setelah kegiatan tersebut ditutup, ITFC akan melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua Dewan Pengurus SCOPI, Irvan Helmi, menyebutkan bahwa para Master Trainer SCOPI tetap aktif mendampingi petani di lapangan meskipun sejumlah wilayah di Sumatera tengah menghadapi bencana.
Dalam laporannya, Irvan menyampaikan bahwa sebanyak 5.156 petani telah mendapatkan pelatihan dari Master Trainer SCOPI. Jumlah tersebut terdiri atas 3.253 petani laki-laki atau 63 persen dan 1.903 petani perempuan atau 37 persen.
“Sampai saat ini selama 5 tahun telah dilaksanakan pelatihan di 4 provinsi di Indonesia serta menghasilkan 4 outcome yaitu penguatan Master Trainer, peningkatan kapasitas petani, peningkatan bisnis Master Trainer, serta pengambilan keputusan berbasis data yang diolah sendiri,” jelasnya.
Menurut Irvan, pelatihan tersebut turut memberikan dampak terhadap produktivitas kopi. Hasilnya menunjukkan peningkatan produksi green bean sebesar 647 kilogram per hektare atau naik 13,7 persen.
Ia juga menilai masih terdapat peluang besar untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kopi melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.
“Hari ini perkebunan kita baru menghasilkan 1/3 dari potensi yang ada dengan luas lahan saat ini. Kita melihat banyak ruang kerja sama yang bisa kita kolaborasikan bersama daerah seperti pembaharuan nota kesepahaman untuk pengembangan perkebunan pasca bencana dan kegiatan berkelanjutan lainnya,” ujar Irvan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan bahwa Menteri Pertanian pernah menceritakan popularitas Kopi Gayo di pasar internasional.
Ia juga mengungkapkan bahwa bencana telah berdampak terhadap hampir 12.000 hektare lahan di Kabupaten Aceh Tengah.
“Hari ini kolaborasi dari teman-teman ITFC dan SCOPI untuk meningkatkan produksi Kopi Gayo yang saat ini diminati di luar negeri, tapi kami kekurangan produksi kopi demi memenuhi permintaan pasar,” tegas Bupati Haili Yoga.
Sementara itu, Bupati Karo yang diwakili Kepala Bidang Perkebunan, Johan Ginting, menyampaikan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas yang berperan penting dalam perekonomian nasional, khususnya di Kabupaten Karo.
“Kami berharap kerja sama yang kita jalankan dapat memberikan ilmu agar produktivitas petani kopi meningkat,” ujar Johan.
Pada kegiatan tersebut, Istiqomah, petani perempuan asal Aceh Tengah, menerima penghargaan dari SCOPI dalam kategori Coffee Master Trainer (MT) of the Year. Ia sebelumnya juga menerima penghargaan Women Hero dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) di Roma, Italia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Tengah dan ditutup dengan kunjungan ke stan pameran yang menampilkan beragam produk hasil karya Master Trainer SCOPI dari berbagai daerah di Indonesia.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





