NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh menggelar pelatihan pemanfaatan Generative dan Agentic Artificial Intelligence (AI) bagi aparatur sipil negara (ASN), Kamis (5/11/2026).
Kegiatan bertajuk Pelatihan Peningkatan Produktivitas Kerja ASN melalui Pemanfaatan Generative dan Agentic AI Tahun 2026 tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ASN dalam menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung pekerjaan administrasi serta pelayanan pemerintahan.
Kegiatan berlangsung di Aula BPSDM Aceh dan diawali dengan laporan penyelenggaraan yang disampaikan Sekretaris BPSDM Aceh sekaligus Ketua Panitia, Faisal Reza, S.Sos., MPA. Selanjutnya, Kepala BPSDM Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A., membuka pelatihan secara resmi.
Setelah pembukaan, peserta dibagi ke dalam dua kelompok pembelajaran, yakni Kelas A dan Kelas B. Mereka berasal dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) di lingkungan Pemerintah Aceh.
Pelatihan ini secara khusus menyasar sekretaris atau pejabat yang bertanggung jawab dalam koordinasi, pengelolaan dokumen, dan pelaporan. Karena itu, materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan administratif tersebut.
Untuk mendukung proses pembelajaran, BPSDM Aceh menghadirkan enam narasumber dari Data Science and Artificial Intelligence Research Center (DSAI-RC) Universitas Syiah Kuala. Mereka terdiri atas Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech.; Prof. Dr. Ir. Izarul Machdar, M.Eng.; Rizal Wahyudi, S.Si., M.Kom.; Zuhra Sofyan, M.Sc.; Dr. Muhammad Chaidir, S.Kom., M.Kom.; dan Khairil Ilmi, S.Kom.
Materi disampaikan melalui presentasi, demonstrasi penggunaan aplikasi, serta praktik langsung dengan bahan latihan yang telah disediakan.
Pada sesi pengenalan AI, peserta mempelajari konsep dasar Generative AI beserta penerapannya dalam pekerjaan pemerintahan. Beberapa praktik yang dilakukan meliputi pembuatan kerangka acuan kerja, penyusunan ringkasan eksekutif dari laporan, pencarian gagasan kegiatan, hingga penulisan dan penerjemahan dokumen.
Dalam sesi tersebut, peserta juga dilatih menyusun prompt atau instruksi yang tepat agar hasil yang diberikan AI sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan GeoFlux dan GeoDisease, dua perangkat yang memanfaatkan informasi dari pemberitaan daring untuk merekap kejadian banjir dan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Aceh.
Melalui praktik tersebut, peserta mempelajari proses penelusuran berita, pendataan lokasi kejadian, pencocokan koordinat gampong, hingga identifikasi peristiwa yang terjadi berulang. Ketelitian dalam memeriksa sumber informasi turut ditekankan agar data yang dihasilkan dapat ditelusuri kembali.
Pembelajaran kemudian berlanjut pada materi Agentic AI, yakni teknologi kecerdasan buatan yang mampu merencanakan tahapan pekerjaan, memanfaatkan berbagai perangkat, serta memeriksa hasil untuk mencapai tujuan tertentu.
Salah satu contoh penerapannya diperlihatkan melalui Gemini Gems yang dapat dimanfaatkan sebagai asisten sekretariat. Teknologi tersebut diperagakan untuk membantu menelaah surat masuk sekaligus menyusun usulan tindak lanjut.
Dalam kesempatan yang sama, narasumber juga memperkenalkan demonstrasi pengembangan asisten suara bernama Akhtar, Agam, dan Inong yang menggunakan bahasa Gayo dan Aceh.
Asisten suara tersebut memanfaatkan teknologi pengenalan suara, pencarian informasi, serta penyusunan jawaban dalam bentuk suara. Namun, aplikasi tersebut saat ini masih berada dalam tahap pengembangan.
Selain kemampuan teknis, pelatihan ini turut menekankan pentingnya penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab. Peserta diingatkan agar selalu memverifikasi sumber, angka, serta isi dokumen yang dihasilkan AI.
Perlindungan data pribadi dan informasi kedinasan juga menjadi perhatian dalam penggunaan teknologi tersebut. Setiap hasil pekerjaan yang dibantu AI tetap harus melalui pemeriksaan manusia sebelum dijadikan bahan pengambilan keputusan.
Melalui kegiatan ini, BPSDM Aceh mendorong ASN untuk mulai memanfaatkan teknologi AI dalam pekerjaan rutin dengan alur yang jelas, terutama penyusunan dokumen dan rekapitulasi laporan.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi penyelesaian pekerjaan ASN tanpa mengabaikan ketelitian dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan pemerintahan.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





