NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Selatan hingga Senin (2/11/2026) pagi. Gampong Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai 130 sentimeter.
Kepala Data, Informasi, dan Humas Posko Komando Kabupaten Aceh Selatan, Dicky Ichwan, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Aceh Selatan, genangan air di badan jalan Gampong Cot Bayu berkisar 70–130 sentimeter. Adapun ketinggian air di dalam rumah warga mencapai 30–60 sentimeter.
“Selain Cot Bayu, banjir juga masih menggenangi Gampong Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, dengan ketinggian air di badan jalan 20-65 sentimeter dan di dalam rumah warga berkisar 15-70 sentimeter,” kata Dicky di Tapaktuan.
Selain Cot Bayu dan Lhok Raya, banjir turut merendam Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon. Ketinggian air di badan jalan di wilayah tersebut sekitar 15 sentimeter, sedangkan genangan di rumah warga mencapai 15–20 sentimeter.
Banjir yang melanda Aceh Selatan sejak Rabu (28/10/2026) itu dipicu hujan berintensitas tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan debit air Sungai Lae Soraya di Kota Subulussalam dan Krueng Trumon Raya meningkat hingga meluap ke kawasan permukiman penduduk.
Berdasarkan data sementara, bencana banjir tersebut berdampak terhadap 756 jiwa yang tersebar di tiga gampong. Dari jumlah tersebut, sebanyak 161 jiwa dari 43 kepala keluarga (KK) telah mengungsi ke sejumlah tempat yang dinilai lebih aman.
“Untuk warga yang mengungsi, sebanyak 124 jiwa dari 37 KK berasal dari Gampong Lhok Raya. Mereka menempati Kompi C Brimob. Sementara dari Gampong Cot Bayu terdapat 37 jiwa dari enam KK yang mengungsi ke TPA dan rumah kerabat,” ujarnya.
Adapun pengungsi di lokasi Kompi C Brimob, Gampong Lhok Raya, terdiri atas empat bayi, 10 balita, 14 anak-anak, 17 remaja, 78 orang dewasa, dan lima lansia.
Sementara itu, warga Gampong Cot Bayu yang mengungsi berjumlah 37 jiwa, terdiri atas 11 anak-anak dan 26 orang dewasa.
Di luar dua gampong tersebut, banjir yang melanda Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon, turut berdampak terhadap 21 KK atau sebanyak 82 jiwa.
Dicky menjelaskan, BPBD Aceh Selatan masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah wilayah terdampak. Personel pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana (Damkar-PB) bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus memantau perkembangan ketinggian air, melakukan asesmen, serta mendata kondisi masyarakat.
Petugas juga menjalin koordinasi dengan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat untuk mengetahui perkembangan situasi sekaligus mengidentifikasi dampak banjir di lapangan.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan debit air, khususnya apabila hujan kembali turun di kawasan hulu sungai.
“Warga diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi dan arahan petugas. Apabila kondisi air kembali meningkat dan membahayakan keselamatan, masyarakat diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Dicky.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





