NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh membuka seleksi Beasiswa Diploma Pertambangan Tahun Anggaran 2026. Program tersebut ditujukan untuk menyiapkan tenaga vokasi yang kompeten di sektor energi dan pertambangan sekaligus mendukung kebutuhan sumber daya manusia di industri yang terus berkembang.
Berdasarkan pengumuman Nomor BPSDM.400.14.4.3/682/2026 yang dikutip Nukilan, Pemerintah Aceh menyebut sektor pertambangan dan penggalian di Aceh tumbuh 11,16 persen pada 2024. Pertumbuhan tersebut dinilai perlu diimbangi dengan ketersediaan tenaga teknis yang memiliki kompetensi di bidang pertambangan serta memahami penerapan good mining practices.
Program beasiswa ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung transisi pengelolaan pertambangan masyarakat menuju aktivitas yang legal melalui pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan pemberian Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Pemerintah Aceh menilai keberadaan tenaga vokasi dibutuhkan agar pengelolaan pertambangan berlangsung lebih profesional, aman, ramah lingkungan, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Beasiswa dibuka untuk tiga program studi, yakni Diploma III Teknologi Geologi, Diploma III Teknologi Pertambangan, dan Diploma III Teknologi Metalurgi. Peserta merupakan penduduk Aceh yang telah berdomisili minimal dua tahun, berusia paling tinggi 21 tahun per 31 Juli 2026, serta berasal dari lulusan SMA/MA jurusan IPA, Paket C IPA, atau SMK dengan bidang keahlian yang sesuai.
Selain persyaratan administrasi, pelamar wajib memiliki nilai rapor minimal 75 pada mata pelajaran Matematika, IPA/Fisika/Kimia, dan Bahasa Inggris sesuai jenjang pendidikan, serta tidak mengalami buta warna parsial maupun total.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi BPSDM Aceh pada 3–12 Juli 2026. Seleksi administrasi berlangsung hingga 15 Juli, hasil administrasi diumumkan pada 17 Juli, sedangkan Tes Potensi Akademik (TPA) dan wawancara dijadwalkan pada 20–21 Juli 2026. Hasil akhir seleksi akan diumumkan pada 24 Juli 2026.
Dalam pengumuman tersebut, BPSDM Aceh menetapkan pelaksanaan TPA dan wawancara dilakukan oleh Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung, sementara penetapan kelulusan dilakukan tim seleksi penerima beasiswa dan ditetapkan melalui keputusan Kepala BPSDM Aceh.
Saat dikonfirmasi terkait jumlah kuota penerima beasiswa dan besaran anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut, Kepala BPSDM Aceh, Marthunis belum memberikan tanggapan. Panggilan telepon Nukilan tidak tersambung, sementara pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp hingga berita ini ditulis belum dibaca dan masih berstatus centang abu-abu. []
Reporter: Sammy







