Wednesday, 4 November 2026 Banda Aceh 27°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

Banjir Meluas di Trumon Raya, 205 Warga Aceh Selatan Terpaksa Mengungsi

Banjir melanda kawasan Trumon Aceh Selatan. (Foto: BPBD Aceh Selatan)
Banjir melanda kawasan Trumon Aceh Selatan. (Foto: BPBD Aceh Selatan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Banjir yang melanda kawasan Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan, semakin meluas. Sebanyak 205 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat terendam banjir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, jumlah warga yang terdampak mencapai 794 jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Mudatsir, menyampaikan bahwa wilayah yang terendam banjir kini bertambah. Sebelumnya, bencana tersebut hanya melanda dua desa, tetapi saat ini telah meluas hingga tiga desa yang tersebar di dua kecamatan.

Proses evakuasi warga dilakukan menggunakan perahu karet. Sementara itu, tim gabungan masih disiagakan di sejumlah titik untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Adapun tiga desa yang terdampak meliputi Gampong Padang Harapan di Kecamatan Trumon dengan jumlah 124 warga terdampak. Kemudian, di Kecamatan Trumon Tengah, banjir merendam Gampong Lhok Raya yang berdampak terhadap 540 jiwa serta Gampong Cot Bayu sebanyak 114 jiwa.

Dari jumlah keseluruhan pengungsi, sebanyak 72 jiwa dari 18 keluarga dilaporkan berasal dari Gampong Cot Bayu. Mereka mengungsi ke sejumlah tempat, di antaranya lembaga pendidikan, rumah kerabat, rumah ibadah, serta lokasi pengungsian lainnya.

Selain itu, terdapat 133 jiwa dari 40 keluarga lainnya yang juga disebut berasal dari Gampong Cot Bayu. Mereka saat ini mengungsi di Markas Kompi Brimob Polda Aceh, Gampong Ie Jerineh, Kecamatan Trumon Tengah.

Berbeda dengan warga di dua desa lainnya, masyarakat Gampong Padang Harapan hingga kini masih bertahan di rumah masing-masing. Meski demikian, BPBD mengingatkan warga agar segera menyelamatkan diri dan mengungsi apabila kondisi banjir mulai mengancam keselamatan.

Mudatsir menerangkan, banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Lae Soeraya dan Krueng Trumon menyusul hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.

Ia juga menyebutkan bahwa data jumlah warga terdampak dan pengungsi masih berpotensi mengalami perubahan sesuai perkembangan situasi di lapangan. Hingga saat ini, genangan banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut. Tim gabungan pun tetap bersiaga untuk melakukan evakuasi apabila terdapat warga yang membutuhkan bantuan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News