Monday, 2 November 2026 Banda Aceh 30°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Aktual

Banjir Rendam Lima Kecamatan di Pidie Jaya, Sejumlah Infrastruktur Rusak

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pidie Jaya pada Sabtu (31/10/2026) menyebabkan banjir di sejumlah gampong yang tersebar di lima kecamatan. (Foto: BPBA)
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pidie Jaya pada Sabtu (31/10/2026) menyebabkan banjir di sejumlah gampong yang tersebar di lima kecamatan. (Foto: BPBA)

NUKILAN.ID | MEUREUDU – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pidie Jaya pada Sabtu (31/10/2026) menyebabkan banjir di sejumlah gampong yang tersebar di lima kecamatan. Banjir terjadi sekitar pukul 19.00 WIB hingga 22.30 WIB, setelah debit air sejumlah sungai meningkat dan meluap hingga memasuki kawasan permukiman warga.

Lima kecamatan yang terdampak meliputi Meurah Dua, Meureudu, Bandar Dua, Bandar Baru, dan Panteraja.

Di Kecamatan Meurah Dua, banjir menggenangi enam gampong, yakni Geunteng, Blang Cut, Dayah Usen, Meunasah Mancang, Pante Beurene, dan Dayah Kruet. Sementara di Kecamatan Meureudu, wilayah terdampak mencakup Gampong Berawang/Simpang 3, Meunasah Lhok, Manyang Cut, Mesjid Tuha, serta Grong-Grong Beuracan.

Adapun di Kecamatan Bandar Dua, banjir dilaporkan terjadi di Gampong Jeulanga. Di Kecamatan Bandar Baru, genangan air merendam Gampong Balang Sukon, Sagoe Langien, dan Blang Glong. Sedangkan di Kecamatan Panteraja, banjir berdampak pada Gampong Lhok Puuk dan Muka Blang.

Berdasarkan data sementara, ketinggian air yang menggenangi permukiman warga mencapai sekitar 20 hingga 100 sentimeter. Selain merendam rumah penduduk, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas infrastruktur, termasuk jalan, tanggul sungai, dan bangunan sekolah.

Hingga Minggu (1/11/2026), jumlah warga yang terdampak maupun mengungsi masih dalam pendataan petugas di lapangan. Meski demikian, belum terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Untuk menangani kondisi darurat, BPBD Kabupaten Pidie Jaya telah menurunkan personel Tim SAR ke sejumlah lokasi banjir. Petugas melakukan pendataan, memantau perkembangan kondisi air, serta bersiaga untuk melaksanakan evakuasi apabila dibutuhkan demi menjaga keselamatan masyarakat.

Upaya penanganan tersebut juga melibatkan BPBD Kota Lhokseumawe, TNI, Polri, Relawan SAR Pidie Jaya, para camat, dan masyarakat setempat. Seluruh unsur terkait turut melakukan pemantauan serta membantu penanganan dampak banjir di wilayah terdampak.

Dalam perkembangan terakhir, air di beberapa lokasi dilaporkan mulai mengalami penyusutan. Namun, sejumlah kawasan masih menyisakan lumpur sehingga diperlukan pembersihan lebih lanjut.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News