NUKILAN.ID | Banda Aceh – Ratusan mahasiswa dan massa aksi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/11/2026) sore.
Pantauan Nukilan di lapangan, pintu masuk utama menuju ke kompleks Gubernur Aceh tampak ditutup dengan tameng barikade polisi, begitu pula dengan pintu keluar di ujung timur kompleks tersebut juga tampak ditutup dengan tameng barikade polisi.
Massa tampak memadati pintu keluar yang berada dalam kompleks Gubernur Aceh. Tampak personel kepolisian dan Satpol PP-WH berjaga-jaga di depan pintu keluar tersebut.
Dalam aksi demonstrasi ini, mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan, yaitu mendesak pemerintah menetapkan bencana hidrometeorologi (banjir/longsor) yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai Bencana Nasional serta menuntut penghentian aktivitas korporasi yang merusak lingkungan (HGU, HPL, dan tambang ilegal).
Selain itu, massa aksi juga mendesak pembebasan tahanan politik serta mendesak kepolisian menghentikan kriminalisasi terhadap masyarakat sipil.
Massa aksi tampak bertahan di lokasi karena dihalangi masuk oleh personel kepolisian dan Satpol PP-WH. Mereka juga menyampaikan kekecewaan karena Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem tidak menemui mereka. Mualem dikabarkan sedang berada di luar kota saat aksi demonstrasi berlangsung. []
Reporter: Sammy




