NUKILA.ID | BANDA ACEH – Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh mencatat surplus sebesar 61,83 juta dolar AS pada September 2026. Surplus tersebut ditopang nilai ekspor yang mencapai 79,75 juta dolar AS, sementara nilai impor tercatat sebesar 17,92 juta dolar AS.
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria mencatat bahwa nilai ekspor Aceh pada September 2026 mencapai 79,75 juta dolar AS, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
“Nilai ekspor Aceh mengalami peningkatan 7,77 persen dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat sebesar 74 juta dolar AS,” ujar Agus dalam konferensi pers BPS Aceh yang dilansir Nukilan, Selasa (3/11/2026).
Secara tahunan, nilai ekspor September 2026 juga meningkat 57,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 50,58 juta dolar AS.
Komoditas batu bara menjadi penyumbang terbesar ekspor Aceh dengan nilai 52,90 juta dolar AS atau 66,34 persen dari total ekspor. Selanjutnya, lemak dan minyak hewan atau nabati, termasuk minyak kelapa sawit (CPO), mencapai 9,84 juta dolar AS atau 12,34 persen.
Ekspor pupuk tercatat sebesar 8,76 juta dolar AS atau 11 persen, sedangkan kopi dan rempah-rempah mencapai 3,13 juta dolar AS atau 3,92 persen.
India menjadi negara tujuan ekspor terbesar Aceh dengan nilai 64,96 juta dolar AS atau 81,46 persen. Posisi berikutnya ditempati Thailand sebesar 6,25 juta dolar AS atau 7,84 persen dan Filipina sebesar 2,58 juta dolar AS atau 3,24 persen.
Di sisi lain, nilai impor Aceh pada September 2026 justru mengalami penurunan cukup tajam. BPS mencatat impor mencapai 17,92 juta dolar AS, turun 78,32 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 82,67 juta dolar AS.
Secara tahunan, nilai impor tersebut juga turun 62,13 persen dibandingkan September 2025 yang tercatat sebesar 47,32 juta dolar AS.
Gas propana dan butana menjadi komoditas impor terbesar dengan nilai 11,53 juta dolar AS atau 64,33 persen dari total impor. Selanjutnya, bahan kimia anorganik mencapai 3,49 juta dolar AS atau 19,48 persen, sedangkan pupuk sebesar 2,54 juta dolar AS atau 14,15 persen.
Amerika Serikat tercatat sebagai negara asal impor terbesar dengan nilai 11,53 juta dolar AS. Selanjutnya Jepang sebesar 3,49 juta dolar AS dan Tiongkok sebesar 2,54 juta dolar AS.
Berdasarkan pelabuhan muat, nilai ekspor komoditas melalui pelabuhan di Aceh mencapai 72,41 juta dolar AS atau sekitar 90,82 persen. Sementara ekspor melalui pelabuhan di Sumatera Utara tercatat sebesar 7,31 juta dolar AS.
Dengan nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan impor, Aceh membukukan surplus perdagangan luar negeri sebesar 61,83 juta dolar AS pada September 2026.
Capaian tersebut menunjukkan penguatan nilai ekspor Aceh secara bulanan, sekaligus penurunan nilai impor dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, komposisi ekspor masih didominasi batu bara yang menyumbang lebih dari separuh total nilai ekspor provinsi tersebut. []
Reporter: Sammy





