Beranda blog Halaman 781

Kejari Aceh Besar Ajak Pelajar Perangi Korupsi Melalui Lomba Berhitung Cepat

0
Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar, Jemmy Novian Tirayudi, S.H., M.H., M.Si. (Foto: Dok. Kejari Aceh Besar)

NUKILAN.id | Aceh Besar – Kejaksaan Negeri Aceh Besar menyelenggarakan Lomba Berhitung Cepat (LBC) Se-Kabupaten Aceh Besar 2024 dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia pada 9 Desember 2024. 

Kegiatan yang digelar di Gedung Dekranasda Aceh Besar ini diikuti lebih dari 500 peserta dari tingkat SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Aceh Besar.

Perlombaan ini merupakan kolaborasi antara Teknik Sipil USK dengan Kejari Aceh Besar yang didukung oleh sejumlah pihak, sebagai komitmen menumbuhkan kesadaran dan sikap anti korupsi dikalangan pelajar.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar, Jemmy Novian 

Tirayudi, S.H., M.H., M.Si., mengatakan, “Kegiatan lomba berhitung ini bukan sekadar mengasah kecerdasan akademik, tetapi juga memberikan pesan moral pentingnya menanamkan kedisiplinan dan kejujuran sejak dini.”

Acara yang bertema “Pintar Berhitung Bukan Pintar Korupsi” merupakan kolaborasi antara Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala (USK) dan Kejaksaan Negeri Aceh Besar. Kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan setempat.

Turut hadir dalam pembukaan acara, antara lain Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd., Kabid Disdak Sanusi, S.E., dan Kepala Departemen Teknik Sipil USK, Dr. Ir. Yusria Darma, S.T., M. Eng. Sc.

Sejalan dengan tema besar Hari Anti Korupsi Sedunia 2024 “Bersama Melawan Korupsi untuk Indonesia Maju”, Kejaksaan Negeri Aceh Besar terus berkomitmen melaksanakan kegiatan pencegahan dan penindakan untuk memerangi korupsi.[]

Anggaran Perlindungan Perempuan dan Anak di Aceh Dinilai Minim

0
Aktivis Perempuan Aceh, Suraiya Kamaruzzaman. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Anggaran perlindungan perempuan dan anak di Aceh masih menjadi sorotan berbagai pihak. Suraiya Kamaruzzaman, aktivis perempuan Aceh, menilai anggaran yang dialokasikan untuk program pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak jauh dari mencukupi.

Suraiya menjelaskan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh memang telah melakukan berbagai upaya, seperti sosialisasi isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta membangun Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di beberapa daerah. Namun, upaya tersebut masih terhambat oleh minimnya dukungan anggaran.

“Anggaran untuk pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak di kabupaten/kota itu masih sangat kecil dibandingkan dengan anggaran untuk kepentingan lain,” ujar Suraiya saat dihubungi, Minggu (8/12/2024).

Data dari organisasi MaTA (Masyarakat Transparansi Aceh) menunjukkan bahwa anggaran yang digunakan pemerintah melalui DPPPA hanya sebesar 0,12 persen dari total anggaran pembangunan di Aceh.

Suraiya juga menyoroti belum adanya responsivitas gender dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) di tingkat provinsi. Menurutnya, persoalan perlindungan perempuan dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab DPPPA, tetapi juga membutuhkan keterlibatan dinas-dinas lainnya.

“Hingga saat ini, kebijakan anggaran di RPJM provinsi belum responsif gender. Ini menjadi tantangan besar karena dinas-dinas lain masih sangat terbatas dalam menangani isu ini,” tegasnya.

Minimnya anggaran ini, menurut Suraiya, berdampak pada efektivitas program pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak, khususnya dalam mencegah kekerasan berbasis gender. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

PMII Banda Aceh Peringati Maulid Nabi dengan Tema Peradaban Islam Berkemajuan

0
PMII Banda Aceh Peringati Maulid Nabi dengan Tema Peradaban Islam Berkemajuan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Ar-Raniry dan Universitas Serambi Mekkah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan acara silaturahmi antaranggota PMII, Minggu (8/12/2024). Acara bertema “Membangun Peradaban Islam yang Berkemajuan Berdasarkan Sunnah Rasulullah” ini berlangsung di Anjungan Aceh Singkil, Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Muhammad Ikram, Ketua Panitia, dengan dukungan penuh dari Ketua PK PMII UIN Ar-Raniry, Sadikin, dan Ketua PK PMII Universitas Serambi Mekkah, Teguh Ardiansyah. Turut hadir Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Banda Aceh, Sabriansyah, serta sejumlah senior PMII dan kader lainnya.

Acara diawali dengan zikir bersama yang dipandu oleh Walid Rusli dan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Tgk. Husnul Wara, Lc, dari Dayah Baitul Qur’an Geuce. Dalam ceramahnya, Tgk. Husnul menekankan pentingnya meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam membangun peradaban Islam yang berlandaskan nilai-nilai keadilan dan rahmatan lil ‘alamin.

“Rasulullah telah meletakkan fondasi peradaban Islam dengan menghadirkan ajaran yang mengutamakan kasih sayang, kerja keras, dan keadilan. Generasi muda Islam perlu menjadikan sunnah beliau sebagai pedoman dalam kehidupan,” ujar Tgk. Husnul di hadapan peserta.

Acara juga diwarnai dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial, serta penyajian tradisional kuah beulangong yang dimasak secara bergotong-royong oleh panitia dan masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi dan silaturahmi ini menjadi bukti bahwa PMII terus menjaga tradisi keislaman sembari beradaptasi dengan tantangan zaman. Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan kepada Rasulullah, PMII optimis dapat memberikan kontribusi positif bagi umat dan bangsa.

Kamanpye Stop Kekerasan terhadap Perempuan, Kopri PMII Aceh Soroti Kepemimpinan Perempuan Muda

0
Kopri PMII Aceh Gelar Kamanpye Stop Kekerasan terhadap Perempuan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi permasalahan serius di Aceh. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Aceh per Oktober 2024, tercatat 1.098 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan Banda Aceh sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, mencapai 135 kasus. Dari total tersebut, 164 kasus berupa pelecehan seksual, sementara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi kasus terbanyak dengan 330 laporan.

Menanggapi hal ini, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Aceh menggelar kampanye “16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan” (16 HAKTP) yang digabungkan dengan peringatan Hari Lahir Kopri ke-57. Acara tersebut berlangsung pada Jumat (6/12/2024) di SMEA Jeulingke Premium, Banda Aceh, dengan tema Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Pemerintahan Baru Aceh.

Peran Strategis Perempuan Muda

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Nora Idah Nita, Anggota DPRA periode 2024-2029, dan Lia Nurhilaliah, aktivis perempuan Fatayat NU Aceh. Dalam diskusi, para pembicara menyoroti pentingnya kepemimpinan perempuan muda yang memiliki visi jelas, komunikasi efektif, integritas tinggi, serta kemampuan untuk terus mengembangkan diri.

“Dengan tema ini, kami ingin mendorong perempuan muda untuk berani mengambil peran kepemimpinan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” ujar Desi Hartika, Sekretaris Kopri Aceh.

Desi menambahkan bahwa acara ini menjadi momen refleksi atas capaian yang telah diraih sekaligus langkah awal menyusun strategi baru menghadapi tantangan masa depan.

“Kami berharap kampanye ini bisa menciptakan resonansi yang lebih besar dalam perjuangan hak perempuan, sekaligus menjadi sarana strategis untuk mengangkat narasi positif tentang peran perempuan muda di pemerintahan baru,” katanya.

Kolaborasi dan Dukungan

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Forum Alumni Aktivis Mahasiswa Islam (FAAM-I) dan melibatkan kolaborasi berbagai pihak. Menurut Lia Nurhilaliah, penting bagi perempuan untuk saling mendukung dalam berbagai sektor kehidupan.

“Sebagai perempuan, kita harus saling mendukung, baik dalam ranah pemerintahan, kampus, maupun komunitas. Tidak boleh ada diskriminasi di antara kita,” ujarnya.

Lia juga mendorong perempuan muda untuk berani mengambil peran, termasuk dalam posisi strategis di berbagai bidang.

Momentum untuk Perubahan

Kopri Aceh berharap, dengan semangat kolaborasi dan kepemimpinan perempuan muda, lahir generasi baru yang visioner dan mampu menciptakan perubahan positif.

“Ini adalah komitmen kami untuk terus memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender, tidak hanya di Aceh tetapi juga di seluruh Indonesia,” tutup Desi.

Dengan perpaduan kampanye dan perayaan, acara ini menjadi tonggak penting dalam memperjuangkan hak perempuan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetaraan gender.

Editor: Akil

Aktivis Perempuan: Kekerasan Berbasis Gender di Aceh Belum Tuntas

0
Kekerasan Berbasis Gender. (Foto: Unplash)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Konflik bersenjata yang berlangsung di Aceh selama puluhan tahun menyisakan luka mendalam, terutama bagi perempuan. Suraiya Kamaruzzaman, aktivis perempuan Aceh, menyoroti dampak konflik masa lalu terhadap tingginya kasus kekerasan berbasis gender hingga kini.

“Pada masa konflik, banyak perempuan menjadi korban kekerasan seksual, terutama oleh aparat negara. Ketika sudah damai, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) sudah memiliki data yang cukup, bahkan by name by address. Namun, proses pemulihan yang komprehensif kepada korban belum dilakukan,” ujar Suraiya kepada Nukilan.id, Kamis (7/12/2024).

Menurutnya, dampak trauma masih dirasakan oleh para korban. Tidak sedikit yang hidup dengan ketakutan mendalam akibat kekerasan yang pernah dialami. Suraiya juga menyoroti kurangnya dukungan psikologis bagi mereka yang terlibat konflik.

“Orang-orang yang terlibat dalam konflik hampir tidak pernah mendapatkan konseling. Ini menjadi tantangan besar bagi upaya pemulihan Aceh secara menyeluruh,” tambahnya.

Sejak perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 2005, KKR Aceh telah mendokumentasikan ribuan kasus pelanggaran HAM, termasuk kekerasan terhadap perempuan. Namun, langkah konkret untuk memberikan keadilan dan penyembuhan bagi korban dinilai masih jauh dari harapan.

Suraiya menekankan pentingnya pemulihan yang tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga psikis. Ia berharap ada perhatian lebih dari pemerintah dan pihak terkait untuk mengintegrasikan konseling trauma bagi korban dan pelaku konflik dalam program rekonsiliasi Aceh.

“Rekonsiliasi tidak hanya soal pengakuan dan pengampunan, tetapi juga pemulihan psikologis. Jika ini terus diabaikan, luka konflik akan terus menjadi beban generasi mendatang,” tegas Suraiya.

Dalam upaya mewujudkan Aceh yang lebih damai dan setara, Suraiya mengajak seluruh pihak untuk lebih peka terhadap isu kekerasan berbasis gender dan memberikan ruang aman bagi para penyintas untuk berbicara.

“Ini bukan hanya soal korban perempuan, tetapi soal keadilan dan kemanusiaan untuk seluruh masyarakat Aceh,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Kasus Pemerkosaan di Indonesia Melonjak, Aceh Catat Angka Tertinggi

0
Ilustrasi pemerkosaan. (Foto: shutterstock.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis melalui “Statistik Kriminal 2023” menunjukkan lonjakan signifikan pada kasus pemerkosaan di Indonesia. Sepanjang 2022, tercatat 1.443 kasus tindak kejahatan asusila berupa pemerkosaan, meningkat 23,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 1.164 kasus.

Dari 34 Kepolisian Daerah (Polda) yang melaporkan data tersebut, Aceh menduduki peringkat pertama dengan 135 kasus, meningkat hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya mencatat 70 kasus. Data ini mencerminkan tantangan serius dalam upaya pemberantasan kekerasan berbasis gender di provinsi yang dikenal menerapkan syariat Islam itu.

Namun, angka tersebut belum mencerminkan kondisi sebenarnya. Berdasarkan catatan Mahkamah Syar’iyah Aceh, jumlah kasus perkosaan di wilayah ini bahkan lebih tinggi dari data yang dirilis BPS. Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Aceh pun menyerukan pemenuhan hak korban secara maksimal, termasuk akses keadilan dan perlindungan.

Suraiya Kamaruzzaman, akademisi Universitas Syiah Kuala sekaligus aktivis perempuan Aceh, menyebut budaya patriarki sebagai salah satu akar permasalahan.

“Aceh saat ini memiliki budaya yang sangat patriarki, di mana peran perempuan seringkali dianggap subordinat dalam keluarga dan masyarakat. Hal ini menciptakan ketimpangan relasi kuasa antara perempuan dan laki-laki, yang berujung pada diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan,” ujar Suraiya kepada Nukilan.id, Minggu (8/12/2024).

Suraiya menyoroti penyampaian ajaran agama yang cenderung tidak menyeluruh sebagai salah satu pemicu.

“Perempuan diajarkan untuk tunduk kepada laki-laki, terutama suami, tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai seperti apa suami atau pemimpin yang layak dipatuhi. Akibatnya, perempuan menjadi rentan terhadap kekerasan, baik secara fisik, emosional, maupun seksual,” jelasnya.

Lemahnya penegakan hukum juga memperburuk situasi. Banyak pelaku kekerasan yang tidak mendapatkan hukuman optimal, sehingga tidak menimbulkan efek jera.

“Akses perempuan terhadap keadilan juga masih terbatas, yang akhirnya membuat kasus-kasus kekerasan terus meningkat,” tambahnya.

Peningkatan kasus pemerkosaan ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk segera bertindak. Penegakan hukum yang lebih tegas, penyediaan layanan perlindungan korban, serta perubahan pola pikir dalam masyarakat menjadi kebutuhan mendesak.

Komnas HAM Aceh mengingatkan bahwa hak-hak korban harus dipenuhi secara maksimal, termasuk dukungan psikologis dan bantuan hukum. Di sisi lain, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama mengikis budaya patriarki yang selama ini membelenggu perempuan.

“Tanpa upaya kolektif, lonjakan angka ini hanya akan menjadi awal dari persoalan yang lebih besar di masa depan,” tutup Suraiya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Analisis Kemenangan Mualem-Dek Fadh di Pilkada Gubernur Aceh 2024

0
Pendiri JSI, Aryos Nivada. (Foto: Youtube Jalan Ary Official)

NUKILAN.id | Banda Aceh- Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada, mengungkapkan beberapa faktor utama yang membawa kemenangan pasangan Muzakir Manaf (Mualem) dan Muhammad Fadhil Rahmi (Dek Fadh) dalam Pilkada Gubernur Aceh 2024. Menurutnya, kemenangan tersebut mencerminkan keberhasilan strategi politik yang solid dan dukungan publik yang luas.

Aryos menjelaskan, salah satu kunci utama kemenangan Mualem-Dek Fadh adalah semangat sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Pasangan ini dinilai berhasil meyakinkan masyarakat bahwa hubungan harmonis dengan pemerintah pusat penting untuk mempercepat pembangunan di Aceh.

“Sebelumnya, arah politik Aceh sering berseberangan dengan pusat, terutama dalam konteks Pilpres. Namun, Paslon 02 berhasil membawa narasi sinergi dengan pusat demi pembangunan Aceh,” ujar Aryos, Minggu (8/12/2024).

Ia menambahkan, perpanjangan dana Otonomi Khusus (Otsus) melalui revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) menjadi salah satu agenda besar yang membutuhkan dukungan pusat.

Faktor lain yang turut memperkuat elektabilitas pasangan ini adalah kedekatan personal Mualem dengan masyarakat Aceh. Tradisi berbagi dalam berbagai momen kehidupan masyarakat menjadi salah satu alasan kuat mengapa Mualem diterima di berbagai wilayah, termasuk daerah yang dulu menginginkan pemekaran, seperti ALA dan ABAS.

“Nilai-nilai keacehan yang dimiliki Mualem mampu menyatukan suara masyarakat dari berbagai daerah, tidak hanya di Aceh Utara, tetapi juga di ALA dan ABAS,” ungkap Aryos.

Keberhasilan pasangan ini juga ditopang oleh soliditas struktur pemenangan yang menjangkau hingga ke tingkat gampong. Organisasi Partai Aceh (PA) dan Komite Peralihan Aceh (KPA) menjadi tulang punggung utama dalam meyakinkan pemilih.

“Meski sempat ada gesekan internal, namun pada akhirnya semua pihak bersatu untuk kemenangan Mualem-Dek Fadh,” katanya.

Masifnya pemberitaan positif terhadap Mualem-Dek Fadh di media online dan media sosial juga menjadi faktor krusial. Tim pemenangan Paslon 02 aktif dalam menggiring opini publik, didukung oleh akademisi dan tokoh masyarakat.

“Penguasaan media sosial dan pemberitaan menjadi senjata ampuh yang mematahkan serangan lawan,” kata Aryos.

Selain itu, dukungan dari tiga mantan gubernur Aceh, yakni Abdullah Puteh, Irwandi Yusuf, dan Zaini Abdullah, semakin memperkuat posisi pasangan ini di mata pemilih.

Aryos juga menyoroti dampak narasi pengkhianatan yang diarahkan kepada lawan politik mereka, Bustami. Isu ini memicu resistensi di kalangan pemilih, terutama di akar rumput.

“Di masyarakat Aceh, sosok pengkhianat sangat ditolak. Hal ini menambah gelombang dukungan untuk Mualem-Dek Fadh,” katanya.

Selain itu, pernyataan yang dianggap meremehkan latar belakang pendidikan Mualem justru membangkitkan simpati publik. “Pernyataan tersebut memicu kemarahan publik yang merasa diremehkan, sehingga dukungan untuk Paslon 02 semakin menguat,” tambah Aryos.

Aryos menegaskan, militansi pendukung dan tim pemenangan menjadi salah satu faktor penentu kemenangan. Relawan bekerja bukan atas dasar uang, melainkan rasa memiliki terhadap Mualem dan Dek Fadh.

“Militansi ini menciptakan gerakan pemenangan yang masif di seluruh Aceh,” jelasnya.

Peran partai pengusung seperti Demokrat, PKS, dan PKB juga dinilai signifikan. Instruksi kepada kader untuk memenangkan Paslon 02 berdampak nyata di lapangan.

Di akhir analisisnya, Aryos menyerukan agar semua pihak bersatu membangun Aceh pasca-Pilkada.

“Pilkada telah usai. Sekarang saatnya bekerja bersama untuk membuat Aceh lebih baik di bawah kepemimpinan Mualem-Dek Fadh,” tutup Aryos, yang juga penulis buku Wajah Politik Keamanan Aceh.

TP PKK Kuta Alam Raih Prestasi di Lomba Cipta Menu B2SA dan Serba Ikan

0
TP PKK Kuta Alam Raih Prestasi di Lomba Cipta Menu B2SA dan Serba Ikan. (Foto: MC BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim Penggerak PKK Kecamatan Kuta Alam, yang diwakili oleh TP PKK Gampong Lamdingin, berhasil meraih Juara Harapan I dan Juara Hiburan dalam Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta Serba Ikan. Pengumuman pemenang berlangsung pada Selasa (3/12/2024), dalam ajang yang diselenggarakan oleh Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara DP2KP, TP PKK Kota Banda Aceh, dan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Banda Aceh. Lomba tersebut diikuti oleh perwakilan TP PKK dari sembilan kecamatan di Banda Aceh.

Plt Camat Kuta Alam, Ria Jelmanita, S.Sos, memberikan apresiasi atas kerja keras timnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Cici dan Ibu Eli yang telah mewakili Kecamatan Kuta Alam. Alhamdulillah, kita berhasil meraih Juara Harapan I untuk kategori Serba Ikan dan Juara Hiburan untuk kategori Cipta Menu B2SA,” ungkap Ria.

Dorongan untuk Kreativitas Kuliner

Ria berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi para ibu-ibu di Kuta Alam untuk terus berinovasi dalam mengolah bahan pangan menjadi menu bergizi dan menarik. “Saya ingin kreasi ini tidak hanya berhenti di lomba, tetapi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Makanan yang bergizi, enak, dan menarik tentu akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Ria.

Ia juga menambahkan bahwa memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia sehari-hari dapat menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Ajang Kreativitas Pangan

Lomba Cipta Menu B2SA dan Serba Ikan merupakan agenda tahunan yang bertujuan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan bahan pangan lokal dengan cara yang kreatif dan bergizi. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah bagi TP PKK untuk menunjukkan inovasi kuliner mereka dalam mendukung program peningkatan konsumsi ikan di Banda Aceh.

Keberhasilan TP PKK Gampong Lamdingin menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kerja keras dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan, sekaligus memberikan inspirasi bagi gampong-gampong lain untuk terus berinovasi di bidang pangan.

Editor: Akil

Potensi Zakat dan Infak di Simeulue Capai Rp70 Miliar, Realisasi Baru 11 Persen

0
Ketua Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi. (Foto: BMK Simeulue)

NUKILAN.id | Sinabang – Potensi zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, mencapai Rp70 miliar per tahun. Namun, hingga akhir 2024, realisasi pengumpulan baru mencapai Rp7,64 miliar, atau sekitar 11 persen dari potensi tersebut.

Ketua Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi, mengatakan angka potensi ini didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan Rusdy, seorang dosen di salah satu universitas di Aceh.

“Jika potensi zakat, infak, dan sedekah ini dapat dioptimalkan, kesejahteraan masyarakat di Simeulue bisa meningkat secara signifikan,” ujar Supriadi, Minggu (8/12/2024).

Melebihi Target Tahunan

Meski demikian, capaian pengumpulan zakat, infak, dan sedekah tahun ini telah melampaui target sebesar Rp7,3 miliar. Supriadi menyebutkan, pihaknya terus berupaya agar angka ini dapat meningkat setiap tahunnya.

“Zakat yang terkumpul kami salurkan kepada penerima yang berhak, seperti fakir miskin, bantuan beasiswa bagi pelajar dari keluarga tidak mampu, pembangunan rumah layak huni, hingga sunatan massal bagi anak-anak dari keluarga miskin,” katanya.

Hingga saat ini, Baitul Mal Simeulue telah membangun 81 unit rumah layak huni dari target 150 unit. Supriadi memastikan setiap penerima bantuan diverifikasi dengan cermat agar tepat sasaran.

Sosialisasi dan Koordinasi di Gampong

Untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat, Baitul Mal Simeulue menggiatkan sosialisasi ke berbagai kalangan, termasuk instansi pemerintah dan masyarakat desa. Salah satu strategi yang dilakukan adalah membentuk unit pengumpulan zakat di tingkat desa dan instansi.

“Kami juga memanfaatkan mimbar masjid untuk menyampaikan pentingnya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baitul Mal,” jelas Supriadi.

Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola potensi besar ini. Jika pengelolaan zakat dapat berjalan maksimal, Supriadi optimistis pengentasan kemiskinan di Simeulue dapat terwujud.

“Koordinasi yang baik antara semua pihak akan memastikan zakat, infak, dan sedekah bisa menjadi salah satu solusi bagi permasalahan sosial yang ada,” ujarnya.

Fokus Penyaluran

Dana yang terkumpul juga digunakan untuk mendukung berbagai program sosial lainnya. Selain beasiswa dan rumah layak huni, Baitul Mal Simeulue mengadakan program sunatan massal dan bantuan kemanusiaan lainnya.

Melihat potensi besar yang ada, Supriadi berharap masyarakat Simeulue semakin sadar akan kewajiban zakat.

“Kami mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam menyalurkan zakat dan infak melalui jalur resmi, demi kemaslahatan bersama,” tutupnya.

Editor: Akil

Kick-Off Penanaman 1.000 Pohon Cengkih di Sabang, Awali Peringatan HAB Ke-79

0
Kick-Off Penanaman 1.000 Pohon Cengkih di Sabang, Awali Peringatan HAB Ke-79. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Sabang – Penanaman 1.000 pohon cengkih secara simbolis di Gampong Paya Seunara, Kota Sabang, menandai dimulainya rangkaian peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama (Kemenag) RI, Sabtu (7/12/2024). Acara ini menjadi langkah awal yang penuh makna dalam upaya memberdayakan lahan wakaf untuk kesejahteraan umat.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, bersama sejumlah tokoh seperti Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Sabang Drs Marwan, serta Kapolres Sabang AKBP Erwan SH MH, turut hadir dalam penanaman simbolis tersebut.

“Kita ingin mengoptimalkan manfaat lahan wakaf produktif dengan tetap mematuhi ikrar wakif. Di Sabang, pohon cengkih menjadi pilihan karena cocok dengan karakteristik tanah di sini,” ujar Azhari, yang sebelumnya mengabdi di Kemenag Sabang selama 18 tahun.

Ia menambahkan, setelah penanaman ini, hak pengelolaan lahan akan diserahkan kembali kepada Nazir untuk dikelola secara optimal.

Langkah Awal Peringatan HAB Ke-79

Penanaman pohon cengkih ini menjadi salah satu kegiatan pembuka rangkaian peringatan HAB ke-79 yang akan berlangsung di Sabang. Sehari sebelumnya, kegiatan dimulai dengan Senam Kesegaran Jasmani.

Menurut Ketua Panitia HAB ke-79 Kemenag Sabang, Hj Nuranifah SAg MPd, sejumlah kegiatan lain akan menyusul.

“Akan ada Subuh Keliling, Lomba Kukur Kelapa, Lomba Hias Tumpeng, Ziarah Makam Aulia, Zikir dan Doa Peringatan Tsunami Aceh, hingga Gala Evening Kemenag Award,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, kegiatan sosial seperti donor darah juga menjadi bagian dari peringatan ini. Semua kegiatan dirancang untuk memupuk kebersamaan dan meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai keagamaan.

Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan

Azhari menekankan pentingnya wakaf produktif sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan perekonomian umat. Penanaman cengkih di Gampong Paya Seunara, misalnya, diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

“Kami menyurvei terlebih dahulu jenis tanaman yang cocok di setiap lokasi. Jika di Sabang pohon cengkih, di daerah lain mungkin bisa berupa sawit atau tanaman lain yang relevan,” jelasnya.

Dukungan Berbagai Pihak

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Pj Wali Kota Sabang, Andri Nourman AP MSi, yang diwakili oleh Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Sabang, serta jajaran Kemenag Kota Sabang.

Selain itu, Azhari juga sempat melaunching Program Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salayah (PKKPS) Dayah Istiqamatuddin Darul Wa’di untuk tingkat Wustha dan Ulya di Kecamatan Suka Karya.

Dengan berbagai kegiatan yang telah dirancang, peringatan HAB ke-79 ini diharapkan menjadi momentum penting bagi masyarakat Sabang dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf.

Editor: AKIL