NUKILAN.id | Banda Aceh – Kabar mengejutkan datang dari internal Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh. Tgk H Bulqaini, S.Sos.I, atau yang lebih dikenal sebagai Tu Bulqaini, dikabarkan dinonaktifkan dari posisinya sebagai Ketua Majelis Tandziah PAS Aceh. Informasi ini beredar luas di grup WhatsApp sejak Jumat (6/12/2024) pagi.
Menurut sumber internal partai, keputusan tersebut diduga terkait gaya kepemimpinan Tu Bulqaini yang dinilai terlalu dominan atau “one-man show.” Hal ini dianggap memicu ketegangan di tubuh partai, yang baru pertama kali berpartisipasi dalam pemilu.
Selain itu, transparansi kebijakan keuangan partai juga disebut menjadi salah satu isu yang memanaskan suasana. Ketegangan internal semakin tajam pasca kekalahan pasangan calon gubernur Om Bus. Beberapa kader potensial, seperti Muhammad Nur dari PAS Aceh Utara dan Ketua Mustasyar MPW PAS Aceh Barat Daya, bahkan diberhentikan setelah mereka disebut mengalihkan dukungan kepada pasangan Mualem-Dek Fadh.
Belum Ada Konfirmasi Resmi
Hingga Sabtu (7/12/2024), pengurus teras PAS Aceh masih bungkam terkait kabar ini. Ketua Majelis Mustasyar PAS Aceh, Tgk Haji Hidayat Muhibuddin Waly, SE, belum memberikan tanggapan, begitu juga dengan sejumlah pengurus lainnya yang dihubungi.
Namun, Wakil Sekjen PAS Aceh, Hamdan Budiman, menyatakan bahwa Majelis Mustasyar memiliki kewenangan penuh untuk menunjuk atau memberhentikan pengurus Majelis Tandziah, termasuk ketua.
“Berdasarkan Anggaran Dasar PAS Aceh yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM, Majelis Mustasyar adalah lembaga tertinggi dalam partai. Mereka memiliki kewenangan penuh untuk membuat, menetapkan, serta mengubah pedoman umum partai,” ujar Hamdan dikutip dari Dialeksis.com, Minggu (8/12/2024).
Keteguhan Struktur Partai
Hamdan menegaskan, desain struktur organisasi PAS Aceh sengaja melibatkan ulama sebagai pemimpin utama dan mengedepankan prinsip musyawarah. Struktur ini, menurutnya, bertujuan menjaga kesolidan partai dari upaya perpecahan, baik internal maupun eksternal.
“Dengan sistem yang jelas dan prinsip musyawarah, kami yakin PAS Aceh dapat tetap solid menghadapi tantangan politik di masa depan,” tambah Hamdan.
Pemecatan Kader dan Dinamika Internal
Kekalahan pasangan Om Bus di Pilkada sebelumnya dinilai menjadi titik krusial perpecahan di internal PAS Aceh. Keputusan untuk memecat beberapa kader yang mendukung pasangan calon lain memunculkan kritik dari berbagai pihak. Situasi ini semakin mempersulit konsolidasi di internal partai.
Kabar dinonaktifkannya Tu Bulqaini turut memunculkan spekulasi baru mengenai arah dan dinamika politik PAS Aceh menjelang Pilkada 2024. Apakah ini menjadi awal dari restrukturisasi besar-besaran di tubuh partai? Hanya waktu yang akan menjawab.
PAS Aceh, yang dikenal dengan basis kekuatannya di kalangan ulama dayah, kini menghadapi ujian besar untuk menjaga stabilitas di tengah dinamika politik yang semakin kompleks. Pihak partai diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi terkait isu ini untuk meredam spekulasi dan menjaga kepercayaan publik.
Pantone Pilih Mocha Mousse sebagai Warna Tren 2025. (Foto: Kompas.com)
NUKILAN.id | Jakarta – Pantone, perusahaan global yang dikenal sebagai penyedia sistem warna universal, secara resmi mengumumkan Mocha Mousse sebagai Color of The Year 2025. Warna ini, yang berupa cokelat lembut dengan nuansa hangat, diharapkan menjadi tren yang menggambarkan harmoni, kenyamanan, dan sentuhan kemewahan yang bijaksana.
“Mocha Mousse adalah warna yang menggugah indera, membawa kita pada kenikmatan aroma cokelat, kakao, dan kopi yang lezat,” tulis Pantone dalam unggahan Instagram resminya, @pantone, pada Sabtu (7/12/2024).
Mengapa Mocha Mousse?
Pemilihan warna cokelat muda ini tidak hanya didasarkan pada keindahannya. Leatrice Eiseman, Direktur Eksekutif Pantone Color Institute, menjelaskan bahwa warna ini memberikan sensasi mewah yang subtil sekaligus membangkitkan rasa nyaman.
“Kami membayangkan aroma cokelat dalam oven dan cita rasanya yang luar biasa di lidah. Warna ini mengungkapkan suasana hati global yang mencari ketenangan dan keseimbangan,” ujar Eiseman seperti dilansir dari Architectural Digest.
Menurut Laurie Pressman, Wakil Presiden Pantone Color Institute, Mocha Mousse mencerminkan keinginan masyarakat untuk harmoni setelah bertahun-tahun menghadapi tantangan global, seperti pandemi COVID-19.
“Jika 2023 dan 2024 diwakili oleh warna-warna energik seperti magenta dan persik untuk merayakan kebebasan pasca-pandemi, maka Mocha Mousse adalah peralihan menuju suasana yang lebih lembut dan menenangkan,” kata Pressman.
Harmoni dalam Kehidupan Modern
Dalam konteks budaya, Pressman menjelaskan bahwa Mocha Mousse tidak hanya mencerminkan estetika, tetapi juga resonansi emosional.
“Saat dunia semakin kompleks, konsumen mencari kedamaian dan keseimbangan batin. Warna ini hadir sebagai pengingat untuk tetap terhubung dengan alam dan diri sendiri,” tambahnya.
Warna serbaguna ini mampu membawa elemen kemewahan yang tenang dan harmonis dengan alam. Misalnya, Mocha Mousse terlihat elegan ketika dipadukan dengan warna kayu terang atau putih cerah, serta memberikan kontras yang memikat pada tekstur marmer dan pelapis interior seperti wol, kulit, atau suede.
Mocha Mousse untuk Interior dan Gaya Hidup
Dalam desain interior, Mocha Mousse disebut mampu menciptakan suasana nyaman sekaligus glamor.
“Warna ini adalah pilihan sempurna untuk dinding aksen yang menenangkan tanpa terasa berlebihan,” ujar Pressman.
Bagi yang ingin menyatu dengan alam tanpa kehilangan estetika modern, Mocha Mousse menghadirkan pesona perdesaan yang menyegarkan.
“Warna ini mampu menghormati keindahan alam tanpa terkesan terlalu sederhana,” tambahnya.
Tren Warna dengan Makna
Pantone Color of The Year bukan sekadar selebrasi visual, tetapi juga refleksi suasana hati global. Mocha Mousse tidak hanya mewakili estetika, tetapi juga kebutuhan emosional masyarakat untuk harmoni dan kehangatan.
Dengan sentuhan lembut dan kaya, warna ini siap mendominasi tren desain, fashion, dan gaya hidup di tahun mendatang. Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi kemewahan yang bersahaja, Mocha Mousse mungkin adalah pilihan sempurna.
BRIN Dorong Sinergi Riset untuk Eliminasi HIV/AIDS 2030. (Foto: Shutterstock)
NUKILAN.id | Jakarta – Peringatan Hari AIDS Sedunia 2024 pada 1 Desember menjadi momen penting bagi Indonesia untuk memperkuat komitmen global dalam mengakhiri epidemi HIV/AIDS pada 2030. Sinergi lintas sektor dan upaya eliminasi stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi sorotan utama dalam diskusi publik bertajuk BRIN Insight Every Friday (BRIEF) edisi ke-144, Jumat (6/12/2024).
Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi (PR-KMG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mirna Widiyanti, menekankan pentingnya mencapai tiga target eliminasi HIV/AIDS: nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol diskriminasi terhadap ODHA.
“Penurunan infeksi baru HIV sebesar 43 persen pada 2010–2020 menunjukkan kemajuan. Namun, tantangan besar masih ada, terutama untuk menurunkan infeksi baru hingga di bawah 5.000 kasus per tahun pada 2030,” ujar Mirna.
Hingga akhir 2023, Indonesia mencatat 515.455 kasus kumulatif HIV/AIDS, dengan prevalensi HIV sebesar 0,26 persen pada populasi usia 15 tahun ke atas. Beberapa provinsi seperti Papua, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat menjadi daerah dengan epidemi meluas. Papua mencatat prevalensi tertinggi, mencapai 2,3 persen, jauh di atas rata-rata nasional 0,5 persen.
Pemerintah telah mengimplementasikan empat strategi utama untuk pengendalian HIV/AIDS, meliputi:
Pencegahan kombinasi, melalui edukasi kondom, alat suntik steril, terapi metadon, serta profilaksis pra dan pasca-pajanan (PrEP dan PEP).
Pencegahan penularan ibu ke anak, lewat program PPIA.
Edukasi kesehatan reproduksi, dengan pendekatan ABCDE (Abstinence, Be Faithful, Condom Use, Drug Avoidance, Education).
Penguatan surveilans dan pengujian, dengan tes HIV tersedia di lebih dari 12.000 fasilitas kesehatan, serta pemeriksaan viral load di laboratorium.
“Pengobatan infeksi menular seksual seperti sifilis, gonore, dan herpes juga menjadi prioritas, karena sering menjadi pintu masuk HIV,” kata Mirna.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, stigma terhadap ODHA masih menjadi isu besar di Indonesia. Mirna menilai, kurangnya edukasi publik tentang cara penularan HIV, seperti melalui darah, hubungan seksual, dan jarum suntik tidak steril, memicu miskonsepsi bahwa HIV dapat menular lewat makan bersama atau menggunakan toilet bersama.
“Kita harus meningkatkan edukasi melalui tenaga kesehatan dan media massa untuk menghilangkan stigma ini,” tegasnya.
Mirna menekankan bahwa keberhasilan eliminasi HIV/AIDS hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor. Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan LSM dan komunitas dalam kampanye melawan HIV/AIDS. Bahkan, riset BRIN telah mencatat strain dominan HIV-1 di Indonesia, yaitu CRF01_AE, serta mutasi genetik yang menyebabkan resistensi obat ARV.
“Kolaborasi nasional dan internasional, seperti dengan UNAIDS dan WHO, sangat penting untuk memastikan kebijakan ARV tetap sesuai standar global,” jelas Mirna.
Dengan tema Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa, Indonesia berkomitmen untuk mencapai tiga nol: nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol diskriminasi terhadap ODHA pada 2030.
“Kolaborasi adalah kunci. Kita harus bekerja sama agar target eliminasi HIV dapat tercapai,” pungkas Mirna.
Persiraja Banda Aceh Gagal Amankan Kemenangan. (Foto: Nukilan)
NUKILAN.id | Banda Aceh – Persiraja Banda Aceh harus puas berbagi angka usai ditahan imbang 1-1 oleh PSKC Cimahi dalam lanjutan Liga 2 2024/2025. Pertandingan yang digelar di Stadion H Dimurthala Lampineung ini berlangsung sengit, penuh peluang, dan diwarnai kartu merah dari kedua tim.
Amatan Nukilan.id, tampil di hadapan ribuan pendukung setia, Persiraja justru tertinggal lebih dulu. Gol pembuka tercipta pada menit ke-33 melalui sepakan Himawan, memanfaatkan umpan terobosan Rudiyana. Kesalahan lini belakang Persiraja menjadi pemicu gol PSKC yang membuat suasana stadion sempat hening.
Namun, Lantak Laju — julukan Persiraja — tak tinggal diam. Hanya berselang tiga menit, Miftahul Hamdi berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan tajamnya setelah menerima umpan silang akurat dari Andik Vermansyah. Skor berubah menjadi 1-1, memanaskan jalannya pertandingan.
Drama mulai terjadi ketika Adam Maulana, gelandang Persiraja, menerima kartu kuning kedua pada menit ke-41 setelah melakukan pelanggaran keras. Bermain dengan sepuluh pemain, anak asuh Akhyar Ilyas tampil lebih berhati-hati hingga babak pertama usai.
Meski kekurangan pemain, Persiraja tetap tampil agresif di babak kedua. Sejumlah peluang tercipta, namun rapatnya lini belakang PSKC membuat tuan rumah kesulitan mencetak gol tambahan.
Kejadian serupa menimpa PSKC pada menit ke-60, ketika Al Maruf diusir keluar lapangan setelah menjatuhkan Andik Vermansyah dengan pelanggaran keras. Kondisi ini membuat jumlah pemain kembali seimbang, meningkatkan tensi permainan.
Di sisa waktu, Persiraja terus menekan pertahanan PSKC dengan serangan bertubi-tubi. Namun, lini belakang PSKC yang solid dan penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang.
Meski hanya meraih satu poin, Persiraja tetap memimpin klasemen sementara Grup 1 Liga 2 dengan koleksi 24 poin. Di sisi lain, PSKC Cimahi harus puas turun ke peringkat ketiga dengan raihan 21 poin.
Pertandingan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kompetisi Liga 2 masih menyimpan banyak kejutan. Persiraja kini harus bersiap untuk laga berikutnya agar tetap mempertahankan posisi di puncak. (XRQ)
Video Dukungan Anies Baswedan untuk Dua Paslon Wali Kota Banda Aceh Dibuat dengan AI. (Foto: Nukilan)
NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang Pilkada 2024, masyarakat Banda Aceh dihebohkan dengan dua video viral yang mengklaim dukungan Anies Baswedan kepada pasangan calon wali kota yang berbeda. Kedua video ini menciptakan perdebatan panas di media sosial hingga memicu keresahan di tengah masyarakat.
Cek Video melalui TrueMedia.org. (Foto: Tangkapan layar)
Video pertama yang diunggah melalui akun TikTok resmi calon Wali Kota Banda Aceh, Teuku Irwan Djohan, menampilkan Anies Baswedan seolah mendukung pasangan nomor urut empat, Teuku Irwan Djohan-Khairul Amal. Sementara itu, video kedua yang beredar di Instagram melalui akun @kotabandaaceh mengklaim Anies mendukung pasangan nomor urut tiga, Aminullah Usman-Isnaini Husda.
Verifikasi Video dan Gambar
Untuk memverifikasi apakah sebuah video itu asli atau palsu, Nukilan.id menggunakan dua alat pengecekan, yaitu TrueMedia.org dan Google Lens.
TrueMedia.org adalah platform yang dirancang untuk membantu pengguna mendeteksi apakah suatu konten dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Platform ini menggunakan algoritma canggih untuk menganalisis berbagai aspek konten, seperti gaya bahasa, struktur kalimat, dan konsistensi data, guna menentukan kemungkinan konten tersebut dibuat oleh AI.
Langkah-langkah Menggunakan TrueMedia.org:
Akses Situs Web: Kunjungi situs web TrueMedia.org.
Masukkan Konten: Salin dan tempelkan teks, gambar, atau video yang ingin dianalisis ke dalam alat yang disediakan.
Jalankan Analisis: Klik tombol “Analisis” untuk memulai proses pengecekan.
Periksa Hasil: Tunggu beberapa saat hingga proses selesai. Hasil analisis akan memberikan persentase kemungkinan bahwa konten tersebut dihasilkan oleh AI.
Cara Menginterpretasi Hasil:
Persentase Tinggi: Jika hasil menunjukkan persentase tinggi (misalnya 80% atau lebih), kemungkinan besar konten tersebut dihasilkan oleh AI.
Persentase Rendah: Jika persentase rendah, konten mungkin tidak dibuat oleh AI, namun ada faktor lain yang mempengaruhi hasil analisis.
Hasil Tidak Pasti: Jika alat tidak dapat memberikan hasil yang pasti, itu bisa disebabkan oleh karakteristik konten yang unik atau karena keterbatasan algoritma deteksi.
Hasil dari analisis menggunakan TrueMedia.org menunjukkan Little evidence of manipulation, artinya tidak ada indikasi kuat bahwa konten tersebut dimanipulasi.
Selain itu, kami juga menggunakan Google Lens, sebuah fitur dari Google untuk memverifikasi gambar. Google Lens memungkinkan kita untuk mencari informasi lebih lanjut tentang gambar, seperti asal-usulnya, informasi terkait, atau produk serupa.
Cara Memverifikasi Gambar dengan Google Lens:
Melalui Ponsel:
Buka aplikasi Google atau Google Photos.
Pilih gambar yang ingin diverifikasi dari galeri ponsel.
Klik ikon Google Lens (berbentuk lensa kamera).
Tunggu hasil penelusuran yang ditampilkan oleh Google Lens.
Atau, Anda bisa langsung menggunakan kamera:
Buka aplikasi Google Lens.
Arahkan kamera ke gambar atau objek yang ingin Anda telusuri.
Tekan tombol shutter untuk mengambil gambar, lalu tunggu hasilnya.
Melalui Komputer (Google Chrome):
Buka situs yang memuat gambar yang ingin diverifikasi.
Klik kanan pada gambar dan pilih opsi “Telusuri gambar dengan Google Lens”.
Atau, klik ikon kamera di bilah pencarian Google dan unggah gambar untuk mencari informasi terkait.
Hasil verifikasi menggunakan Google Lens menunjukkan bahwa Nukilan.id menemukan beberapa video yang identik, terutama di Instagram. Video-video tersebut mengandung berbagai konten serupa, mulai dari endorsement untuk calon kepala daerah lainnya, dukungan terhadap partai politik tertentu, hingga iklan lowongan pekerjaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa video tersebut tersebar di berbagai platform dengan konten yang hampir sama.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa video ini diduga kuat merupakan hasil manipulasi AI.
Manipulasi dengan AI: Suara dan Video
Perlu diketahui bahwa, kecerdasan Buatan (AI) telah berkembang pesat hingga memungkinkan pembuatan konten yang sangat realistis namun sepenuhnya palsu. Kemajuan ini membuka peluang untuk manipulasi yang dapat berdampak besar pada individu, organisasi, hingga masyarakat secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa bentuk manipulasi dengan AI yang semakin marak:
Deepfake
Definisi: Deepfake adalah teknologi AI yang memungkinkan pengeditan video atau audio dengan tingkat realisme yang tinggi, sehingga tampak seolah-olah seseorang melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah mereka lakukan.
Cara Kerja: AI dilatih dengan data wajah dan suara individu, kemudian digunakan untuk mengganti wajah atau suara asli dalam sebuah video dengan wajah atau suara orang lain.
Contoh:
Video politikus yang mengucapkan kata-kata kontroversial.
Video selebriti yang melakukan tindakan tidak senonoh.
Rekaman suara seseorang yang memberikan perintah palsu.
Kloning Suara
Definisi: Kloning suara adalah teknologi AI yang mampu meniru suara seseorang dengan sangat akurat.
Cara Kerja: AI menganalisis sampel suara seseorang, lalu menghasilkan suara sintetis yang hampir tak bisa dibedakan dari suara aslinya.
Contoh:
Penipuan telepon yang meniru suara kerabat atau pejabat.
Pembuatan konten palsu yang seolah-olah diucapkan oleh tokoh terkenal.
Manipulasi Video
Definisi: Selain deepfake, AI juga dapat digunakan untuk memanipulasi video dengan cara lain, seperti mengubah ekspresi wajah, latar belakang, atau bahkan menciptakan gerakan yang sebenarnya tidak pernah terjadi.
Contoh:
Video yang menunjukkan seseorang melakukan kekerasan padahal itu tidak pernah terjadi.
Video yang mengubah konteks suatu peristiwa, menciptakan kesan yang menyesatkan.
Teknologi-teknologi ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran dan kehati-hatian dalam mengonsumsi informasi di dunia digital, agar kita tidak mudah terjebak dalam manipulasi yang berpotensi merusak reputasi atau bahkan kepercayaan publik.
Penjelasan Pakar
Fenomena ini mengundang perhatian Destika Gilang, Koordinator Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Aceh. Dalam wawancara dengan Nukilan.id, Destika menyebutkan bahwa video tersebut kemungkinan besar hasil manipulasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang digunakan untuk menyebarkan disinformasi.
“Kami telah memantau penyebaran hoaks yang meningkat menjelang Pilkada. Video-video seperti ini kerap diedit dengan teknologi canggih, sehingga sulit dibedakan dari konten asli,” ungkap Destika.
Menurutnya, platform media sosial seperti TikTok dan Instagram memperburuk situasi dengan menciptakan ruang gema yang memperkuat keyakinan tanpa verifikasi. “Generasi muda yang menjadi pengguna utama media sosial harus lebih kritis dalam mengonsumsi informasi. Jangan sampai terjebak dalam bias politik yang berujung pada polarisasi,” tambahnya.
Destika menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat memicu konflik selama Pilkada. Aparat kepolisian, penyelenggara pemilu, hingga masyarakat sipil harus bekerja sama menjaga kondusifitas demokrasi.
“Aparat kepolisian harus tegas terhadap pelaku penyebaran hoaks dan intimidasi. Penegakan hukum yang kuat menjadi kunci mencegah konflik. Selain itu, KIP dan Panwaslu harus menjalankan tugasnya secara independen dan profesional,” tegas Destika.
Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital bagi masyarakat untuk melawan disinformasi.
“Mafindo terus melakukan edukasi dan pengecekan fakta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Pemilih harus cerdas memilih pemimpin berintegritas yang mampu membawa kemajuan bagi Aceh,” jelasnya.
Destika turut mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk segera menurunkan konten hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. Ia juga meminta polisi siber lebih proaktif dalam mendeteksi dan menangani kasus serupa.
“Teknologi pendeteksian sudah tersedia. Sekarang tinggal bagaimana mengoptimalkannya untuk kepentingan masyarakat,” imbuh Destika.
Di akhir wawancara, Destika mengajak masyarakat untuk menjaga kedamaian selama Pilkada.
“Pilkada adalah pesta demokrasi, bukan ajang untuk menyebar kebencian atau perpecahan. Pilihlah pemimpin yang memiliki gagasan dan visi untuk Aceh,” ujarnya.
Mafindo berkomitmen memantau dinamika politik Aceh jelang Pilkada 2024 dan memastikan bahwa demokrasi berjalan secara damai dan adil.
“Kita semua bertanggung jawab menjaga keharmonisan masyarakat. Jangan biarkan disinformasi menghancurkan apa yang telah kita bangun bersama,” pungkasnya.
Fenomena ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam mengolah informasi digital, terutama di tengah tensi politik yang kian memanas. (XRQ)
Kaum Muda Banda Aceh Larut dalam Kemeriahan Maulid Raya 2024 Bersama Opick. (Foto: Nukilan)
NUKILAN.id | Banda Aceh — Semarak Maulid Raya 2024 menggema di Balang Padang, Kota Banda Aceh, Sabtu (7/12/2024). Ribuan warga, terutama generasi muda, larut dalam kemeriahan acara bertajuk “Nyalakan Merahmu” ini. Kehadiran Opick, penyanyi religi ternama, menjadi magnet utama dalam perayaan yang kental dengan nuansa Islami ini.
Opick membawakan sejumlah lagu hitsnya, seperti Tombo Ati, Ya Maulana, dan Ramadhan Tiba. Penampilannya tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan spiritual yang menyentuh hati para penonton. Suara syahdu Opick diiringi dengan iringan penuh semangat dari para hadirin, yang tampak khidmat mengikuti setiap alunan musiknya.
“Acaranya luar biasa. Kehadiran Opick membawa kesan tersendiri, apalagi lagu-lagunya sangat menyentuh hati,” ujar Rizki, salah satu penonton kepada Nukilan.id, Sabtu (7/12/2024).
Sejalan dengan penerapan syariat Islam di Aceh, panitia pelaksana tetap memastikan pemisahan tempat duduk antara penonton laki-laki dan perempuan. Pengaturan ini tidak mengurangi antusiasme peserta, yang terlihat menikmati setiap rangkaian acara.
Maulid Raya 2024 diselenggarakan sebagai bentuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus untuk mempererat silaturahmi masyarakat. Acara ini juga menjadi ruang ekspresi religius bagi kaum muda Banda Aceh.
Selain penampilan Opick, acara ini juga diisi dengan ceramah agama, zikir bersama, dan bazar makanan tradisional khas Aceh. Kemeriahan berlangsung hingga malam hari dengan tetap menjaga suasana religius dan damai.
Maulid Raya 2024 menjadi bukti bahwa kegiatan Islami dapat dikemas dengan menarik tanpa mengurangi nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Aceh. (XRQ)
Opick Meriahkan Maulid Raya 2024 di Banda Aceh. (Foto: Nukilan)
NUKILAN.id | Banda Aceh – Penyanyi religi ternama, Opick, tampil memukau sebagai bintang tamu dalam acara Maulid Raya 2024 yang digelar di Blang Padang, Banda Aceh, pada Sabtu (7/12/2024). Acara ini bertema “Nyalakan Merahmu” dan berlangsung meriah dengan ribuan pengunjung yang hadir.
Amatan Nukilan.id di lokasi, Opick membawakan sejumlah tembang andalannya seperti Tombo Ati dan Ya Maulana. Penampilannya sukses memikat hati para penonton yang larut dalam suasana syahdu namun penuh semangat.
Acara ini tetap mengedepankan penerapan syariat Islam, dengan memisahkan area penonton laki-laki dan perempuan sebagai upaya menjaga nilai-nilai Islami di Aceh. Acara ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Banda Aceh untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW. (XRQ)
Pewarta Foto Indonesia Aceh menggelar pelatihan fotografi jurnalistik. (Foto: RRI)
NUKILAN.id | Banda Aceh – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh sukses menggelar pelatihan fotografi jurnalistik di SMAN 4 Banda Aceh pada 3-4 Desember 2024. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkenalkan dunia foto jurnalistik kepada generasi muda, sekaligus mengasah bakat siswa dalam mengabadikan momen berharga.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Syarifah Ruqaiyah, mengapresiasi inisiatif ini dan menyebutnya sebagai peluang emas bagi siswa untuk belajar langsung dari para ahli.
“Kegiatan ini membuka wawasan siswa tentang peran penting foto jurnalistik dalam menyampaikan informasi. Kami berharap ke depannya, mereka dapat mengembangkan talenta yang telah diasah dalam pelatihan ini,” ujar Syarifah pada Rabu (4/12/2024).
Teori dan Praktik yang Berimbang
Pelatihan selama dua hari tersebut dibagi menjadi sesi teori dan praktik. Pada hari pertama, Fahzian Aldevan, pengurus PFI Aceh, menyampaikan materi dasar fotografi jurnalistik. Peserta diajarkan teknik komposisi, pencahayaan, hingga cara mengemas cerita dalam sebuah foto.
Hari kedua, siswa diberikan kesempatan untuk mempraktikkan ilmu yang mereka dapatkan. Dengan kamera di tangan, mereka belajar mengambil foto sesuai teknik yang benar, lengkap dengan pembuatan teks atau keterangan foto yang relevan.
Salah satu siswa, Ningsih Aywan, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti pelatihan ini.
“Saya belajar banyak, mulai dari teknik dasar hingga cara membuat caption foto. Ini benar-benar pengalaman yang menginspirasi,” katanya.
Acinta Humaira, siswa lainnya, juga tak kalah antusias. “Kami diajarkan teori yang mudah dipahami, lalu langsung praktik di lapangan. Ini benar-benar pengalaman baru yang tak terlupakan,” ujarnya.
Komitmen Edukasi PFI Aceh
Ketua PFI Aceh, M. Anshar, menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari program edukasi PFI Aceh yang menyasar sekolah-sekolah. Tujuannya, menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya peran fotografi dalam jurnalistik.
“Kami berharap program ini dapat menjadi awal bagi lahirnya fotografer-fotografer muda berbakat di Aceh. Ke depannya, kami berkomitmen untuk terus memperluas program ini ke sekolah-sekolah lainnya,” kata Anshar.
Ia menambahkan, PFI Aceh juga berkomitmen menjaga profesionalisme dan integritas dalam setiap karya jurnalistik.
“Melalui pelatihan seperti ini, kami ingin menanamkan semangat itu kepada generasi muda,” tegasnya.
Pelatihan ini menandai langkah awal yang menjanjikan dalam memperkuat kemitraan antara PFI Aceh dengan institusi pendidikan, sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi mereka di bidang fotografi jurnalistik.
NUKILAN.id | Jantho – Auditorium Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Aceh pada Kamis, 5 Desember 2024, menjadi saksi sinergi yang erat antara seni, budaya, dan ekonomi. Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Safuadi, hadir memberikan kuliah umum bertema “Kolaborasi Seni dan Ekonomi Menuju Daya Saing Global.”
Acara yang dihadiri lebih dari 150 peserta ini menarik antusiasme mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Rektor ISBI Aceh, Prof. Dr. Wildan, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan visi besar ISBI Aceh sebagai pelopor pendidikan seni budaya di Tanah Rencong. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara dunia akademik dan instansi pemerintah.
“Kolaborasi semacam ini adalah kunci untuk melestarikan seni dan budaya, sekaligus menjadikannya sebagai salah satu pilar pembangunan Aceh,” ujar Prof. Wildan.
Peran Bea Cukai dalam Mendukung Seni
Dalam paparannya, Safuadi menyoroti peran strategis Bea Cukai dalam mendukung perkembangan seni dan budaya melalui regulasi yang mempermudah distribusi barang seni. Ia mengungkapkan bahwa seni dan budaya Aceh memiliki potensi besar untuk menembus pasar global.
“Kita perlu memastikan seni dan budaya Aceh tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga daya tarik dunia,” katanya.
Safuadi juga berbagi pengalaman pribadi dalam memahami pentingnya seni budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.
“Kolaborasi lintas sektor akan memperkuat ekosistem seni dan budaya yang berdaya saing global,” tambahnya.
Inspirasi untuk Mahasiswa
Kuliah umum ini juga menjadi ajang motivasi bagi mahasiswa ISBI. Safuadi mengajak mereka menjadi agent of change yang membawa perubahan positif bagi Aceh. Ia menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan seni dan kebudayaan.
Sesi diskusi yang berlangsung interaktif memperlihatkan antusiasme mahasiswa. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari dukungan Bea Cukai terhadap seni budaya, strategi menghadapi tantangan pasca-kampus, hingga kebijakan yang relevan bagi pengembangan seni di Aceh.
“Jawaban beliau sangat membuka wawasan kami tentang peran Bea Cukai dalam mendukung seni. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk lebih serius mengembangkan seni Aceh,” ujar Nabila, salah satu mahasiswa yang hadir.
Komitmen Bersama
Di akhir acara, Prof. Wildan memberikan apresiasi atas kehadiran Safuadi. “Kami berharap sinergi antara ISBI Aceh dan Bea Cukai Aceh akan terus berlanjut untuk membangun Aceh yang lebih kreatif dan inovatif,” ujarnya.
Kuliah umum ini bukan sekadar diskusi akademik, tetapi juga sebuah langkah nyata untuk mempererat kerja sama antara dunia pendidikan dan pemerintah. ISBI Aceh dan Bea Cukai Aceh kini menjadi motor penggerak untuk menjadikan seni dan budaya Aceh bersinar di panggung global.
Tiga Perangkat Desa di Aceh Ditangkap Diduga Jual Kulit Harimau dan Beruang Madu. (Foto: Detik)
NUKILAN.id | Lhosukon – Praktik ilegal yang mengancam keberlangsungan satwa dilindungi kembali terungkap di Aceh. Tiga perangkat desa asal Gampong Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, ditangkap polisi karena diduga terlibat dalam penjualan kulit harimau dan beruang madu, serta bagian tubuh lainnya. Penangkapan dilakukan oleh personel Satreskrim Polres Aceh Utara di area parkiran Masjid Raya Pase, Kota Panton Labu, Senin (26/11/2024) malam.
Ketiga tersangka berinisial R (26), Z (35), dan I (36) merupakan bendahara, sekretaris desa, dan kepala dusun di desa mereka. Dalam operasi itu, polisi menyita barang bukti berupa satu lembar kulit harimau beserta tulang belulangnya, serta satu lembar kulit beruang madu yang disembunyikan dalam karung.
“Penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat. Saat itu, tersangka R membawa kulit satwa menggunakan sepeda motor bersama Z,” ungkap Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP Novrizaldi pada Sabtu (7/12/2024).
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa satwa dilindungi tersebut didapatkan melalui jerat yang dipasang oleh R di kawasan hutan Langkahan, Aceh Utara. Tersangka I, menurut polisi, bertugas mencari pembeli untuk bagian tubuh satwa tersebut. Polisi kini masih mendalami kemungkinan ada bagian tubuh lain yang sudah terjual.
Ketiga perangkat desa itu kini ditahan di Mapolres Aceh Utara dan dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 40 Ayat (2) jo Pasal 21 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.
“Perbuatan ini merupakan pelanggaran serius yang dapat merusak ekosistem. Mereka terancam hukuman penjara hingga lima tahun,” tambah AKP Novrizaldi.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap perlindungan satwa liar. Harimau Sumatra dan beruang madu, yang termasuk dalam daftar satwa dilindungi, kini berada di ambang kepunahan akibat perburuan liar dan kerusakan habitat.
Lembaga konservasi mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas perburuan di wilayah hutan Aceh, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik ilegal ini.
“Kita semua punya tanggung jawab menjaga keberlangsungan hidup satwa liar ini. Kasus ini menjadi bukti betapa mendesaknya penguatan penegakan hukum di sektor konservasi,” ujar seorang aktivis lingkungan di Aceh Utara.
Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya agar tidak melakukan tindakan yang merugikan alam dan lingkungan. Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui aktivitas serupa di wilayah mereka.