Beranda blog Halaman 2464

Tiga Musuh Jadi Penyebab Lemahnya Iman

0

Nukilan.id – Setiap orang ingin keimanannya terus bertambah dan memuncak. Dan sebaliknya, seorang hamba tidak ingin keimanannya berkurang.

Untuk itu setiap hamba harus dapat menyadari penyebab dari lemahnya iman. Allah SWT berfirman: 

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah mendinding antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kalian akan dihimpunkan.” (QS Al-Anfal: 24).

Baca juga: Doa Malaikat untuk Orang yang Sholat Berjamaah

Gemetarlah hati seorang hamba yang beriman tatkala mengingat ayat ini, dia menyadari kegembiraannya di siang dan malam hari dapat mencegahnya dari tujuan yang sebenarnya. Keimanan seorang hamba bisa saja pudar.

Dikutip dari laman Islamweb pada Kamis (4/3), terdapat tiga musuh yang menjadi penyebab lemahnya iman, berikut rinciannya:

Pertama, setan dan bisikannya. Dalam Alquran disebutkan:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ. ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS Al-Araf: 16-17).

Baca juga: 5 Sunnah Nabi Muhammad SAW yang Terbukti Secara Ilmiah

Dari sini iblis telah mengumumkan pertempuran panjangnya dengan umat manusia. Kemudian juga disebutkan: 

وَاسۡتَفۡزِزۡ مَنِ اسۡتَطَعۡتَ مِنۡهُمۡ بِصَوۡتِكَ وَاَجۡلِبۡ عَلَيۡهِمۡ بِخَيۡلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكۡهُمۡ فِى الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَوۡلَادِ وَعِدۡهُمۡ‌ ؕ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيۡطٰنُ اِلَّا غُرُوۡرًا

“Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (Iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka. Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.” (QS Al Isra: 64).

Baca juga: Doa Malaikat untuk Orang yang Sholat Berjamaah
Sumber: Republika

Gandeng PT ZNS, BLK UPTP Banda Aceh Targetkan 100% Penempatan Kerja

0

Nukilan.id – Balai Latihan Kerja (BLK) unit pelaksana teknis pusat (UPTP) Banda Aceh bekerjasama dengan PT. Zapana Nuyuska Samudera (PT ZNS) menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi dengan target seratus persen penempatan kerja.

Pelatihan diselenggarakan di Rumah Pengolahan Tiram Gampong Alue Naga, Syiah Kuala, Banda Aceh.

Tempat upsaha tersebut dikelola oleh para akitivis ISMI Aceh.

Pujo Basuki, Direktur Utama PT ZNS menyebutkan, pelatihan diselenggarakan dengan durasi lima belas hari kerja, berlangsung sejak 25 Februari lalu.

“Ini merupakan waktu yang cukup untuk menjadikan peserta dapat memiliki ketrampilan yang cukup sehingga disebut kompeten,” kata Basuki.

Selain itu, BLK bekerjasama dengan FKLPI juga menggandeng sepuluh perusahaan lainnya, di antaranya CV Guntomara, CV Alfazil Jaya, Dputroe Café, Palapa Café, D’Arabica Café, Asosiasi Penjahit Wanita (APW), Polem Coffee, dan beberapa perusahaan lainnya yang sudah menyatakan berminat untuk bermitra.

Kasie Pemberdayaan Susanto menjelaskan bahwa BLK UPTP Banda Aceh melaksanakan pelatihan, pemberdayaan, dan uji kompetensi tenaga kerja yang salah satu outcome-nya adalah terserapnya perserta pelatihan ke lapangan kerja yang ada. Baik melalui usaha mandiri maupun hubungan kerja.

“Semua kegiatan harus sudah terjalin link and match dengan pasar kerja sehingga semua luaran pelatihan yang ada dapat tertempatkan baik melalui hubungan kerja maupun non-hubungan kerja,” katanya.

Sebelum Sukses Bersama Band Padi, Piyu Adalah Tukang Las dan “Cleaning Service”

0
Gitaris ban Padi, Piyu. Foto: Kompas.com

Nukilan.id – Satriyo Yudi Wahono bukan nama yang diketahui orang banyak. Tetapi ketika orang-orang diberitahu bahwa pemilik nama tersebut adalah Piyu gitaris Padi, mereka pasti mengenalnya.

Piyu adalah musisi senior di Indonesia yang sebelum sukses seperti sekarang harus menjalani hidup yang serba susah.

Ketika hijrah ke Jakarta dari Surabaya pada tahun 1995, awalnya Piyu harus tidur di bengkel. Sementara pekerjaannya adalah kernet, sambil menjadi tukang cat dan las di bengkel tersebut.

“Selama kurang lebih setahun, saya di situ tinggal di bengkel. Bengkel mobil, saya jadi kernetnya. Jadi kalau ada tukang cat dan tukang lasnya, saya yang bantuin di belakangnya,” ucap Piyu.

Selain itu, dia juga pernah melakoni pekerjaan sebagai cleaning service di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta.

“Sempat juga saya kerja jadi cleaning service di Hero Supermarket. Waktu itu kita keliling setiap malam. Kita jadi cleaning service di bagian pendingin. Malam kita masuk ke situ toko udah tutup terus kita bersihin,” tutur Piyu.

Kini, Piyu sudah menghasilkan cukup banyak karya musik yang disukai orang banyak. Isi dompetnya pun sudah tidak pas-pasan lagi seperti dulu.

Kepatuhan Masyarakat Aceh terhadap Protokol Kesehatan Menurun

0
Jubir Covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani

Nukilan.id – Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan cenderung menurun dalam sepekan terakhir.

Kesimpulan itu disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani melalui kepada media, di Banda Aceh, Kamis (4/42021).

“Menurun berdasarkan hasil monitoring perubahan perilaku masyarakat sepekan terakhir,” ujar pria yang akrab disapa SAG itu.

Ia menjelaskan, Satgas Penanganan Covid-19 Nasional memantau perilaku masyarakat setiap hari di tempat-tempat umum, dan hasilnya dilaporkan secara mingguan.

Hasil monitoring periode 15-21 Februari 2021 dengan periode 22-28 Februari 2021 menunjukkan gejala penurunan tingkat kepatuhan pada protokol kesehatan.

Berdasarkan data yang dimiliki SAG, kepatuhan memakai masker rata-rata  nasional pada pekan lalu sekitar 89,34 persen, kemudian turun menjadi 88,74 persen dalam sepekan terakhir.

Tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan juga turun dari 88,39 persen menjadi 87,91 persen.

Gejala yang sama juga terjadi di Aceh.

Tingkat pemakaian masker di Aceh turun dari 73,97 persen menjadi 73,15 persen dalam seminggu terakhir.

Sementara kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan juga turun dari 81,71 persen menjadi 80,81 persen.

Tingkat kepatuhan memakai masker paling tinggi adalah di Kabupaten Aceh Selatan, yakni mencapai 99,35 persen dan yang paling rendah di Kabupaten Aceh Jaya, sekitar 47,42 persen.

Kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan paling tinggi juga di Aceh Selatan, namun paling rendah di Aceh Utara, yakni sekitar 57,80 persen.

“Secara kuantitatif deviasinya masih rendah, namun perlu perhatian semua elemen masyarakat agar tidak semakin abai pada ancaman Covid-19,” kata SAG.

Menurutnya, tren negatif itu perlu disikapi dengan mengencarkan kembali kampanye protokol kesehatan di tengah-tengah penyadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi Covid-19. Sebab, kedua intervensi tersebut untuk memberi perlindungan optimal dari ancaman virus corona dan penularan Covid-19.

“Intervensi kombinasi protkes dan vaksinasi akan memberi perlindungan optimal dari serangan virus corona,” tambah SAG. 

Progres vaksinasi

SAG juga melaporkan progres vaksinasi tenaga kesehatan (nakes) di Aceh.

Sejak program vaksinasi dimulai 15 Januari 2021 silam, nakes yang sudah mendapatkan vaksin Sinovac dosis pertama mencapai 51.091 orang, atau sekitar 90,5 persen dari 56.470 nakes sasaran, per 3 Maret 2021.

Seperti dilaporkan sebelumnya, progres vaksinasi Nakes di kabupaten/kota yang telah disuntik dosis pertama ada yang sudah di atas 100 persen, seperti Aceh Barat, Banda Aceh, Aceh Besar, dan Kota Langsa.

Progres vaksinasi di Pidie sudah mencapai 68,9 persen, namun secara persentase paling rendah di Aceh. Nakes yang sudah divaksin dosis pertama di Pidie sebanyak 4.102 orang dari 5.953 Nakes sasaran.

Sementara nakes yang telah menuntaskan vaksinasi dosis kedua sudah mencapai 30.337 orang di seluruh Aceh. Progres vaksinasi dosis ganda ini mengikuti penjadwalan bagi masing-masing nakes.

Arti Istidraj dan Tanda-tandanya, Hati-Hati!

0

Nukilan.id – Kita sering mendengar kata Istidraj dan banyak nasihat ulama agar kita hati-hati dengan perkara yang satu ini. Bagaimana sebenarnya ciri-ciri istidraj ini?

Istidraj adalah kesenangan dan kenikmatan yang diberikan Allah Ta’ala kepada orang-orang yang jauh dari-Nya atau suka bermaksiat. Dalam pengertian lain Istidraj merupakan nikmat yang hakikatnya adalah hukuman dari Allah.

Baca juga: 3 Prinsip Meraih Sukses Hidup di Dunia

Secara bahasa Istidraj diambil dari kata ‘daraja’ yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya. Sementara istidraj dari Allah kepada hamba dipahami sebagai ‘hukuman’ yang diundur-undur oleh Allah.

Mari kita kenali tanda-tanda Istidraj. Semoga kita dijauhkan dari perkara ini.

1. Harta berlimpah, padahal tidak pernah bersedekah apalagi mengeluarkan zakat.
2. Rezeki lancar dan berlipat-lipat, padahal jarang salat dan tidak senang pada nasihat ulama, serta terus menerus berbuat maksiat.
3. Dikagumi dan dihormati, padahal akhlaknya buruk dan jauh dari agama.
4. Diikuti dan diidolakan banyak orang, padahal bangga mengumbar aurat dalam berpakaian.
5. Jarang menderita sakit, padahal dosa-dosanya menggunung.
6. Punya anak-anak yang sehat dan cerdas, padahal diberi makan dari harta yang haram (menipu, korupsi, riba’, dan lain-lain).
mengumbar aurat dalam berpakaian.
7. Hidup bahagia penuh canda tawa, padahal tak pernah berdzikir dan tak pernah hadir di majelis ilmu.
8. Karirnya terus menanjak, padahal banyak hak orang lain yang diabaikan dan diinjak-injak.
9. Semakin tua semakin makmur, padahal hidupnya diselimuti dosa dan tidak pernah bertaubat.

Baca juga: Seorang Pemuda, Jadi Mualaf Usai Bertemu Rombongan Haji, Bagaimana kisahnya?

Itulah beberapa ciri-ciri Istidraj. Mengenai Istidraj ini, Ulama yang juga Pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan, Al-Habib Quraisy Baharun menukil salah satu firman Allah dalam Al-Qur’an.

فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَٰهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (Surah Al-An’am Ayat 44).

Dalam satu riwayat yang bersumber dari ‘Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad).

Baca juga: 3 Penyebab Hancurnya Bangsa Menurut Rasulullah SAW

Karena itu kita tak perlu silau atau merasa iri dengan kesuksesan dan kemegahan yang ditampilkan seseorang. Bisa jadi dia sedang mengalami Istidraj, hukuman berbalut nikmat.

Sebagai orang beriman, hendaknya kita meningkatkan iman dan ketakwaan pada Allah. Kemudian berusaha menjauhi diri dari segala perkara maksiat . Apabila seseorang beramal saleh dan taat pada-Nya, namun mendapat ujian dan musibah, itulah tanda kasih sayang Allah pada hamba-hamba yang dicintai-Nya. Semoga kita semua dipelihara dari Istidraj.
Wallahu A’lam
Baca juga: Belajar dari Pengelolaan Wakaf Baitul Asyi’ Aceh di Makkah
Sumber: kalam.sindonews

Karena Pandemi, Atlet Panahan Peraih Medali Emas Ini Terpaksa Jual Gorengan

0
Atlet Panahan India, Mamta Tuddu. Foto: Telegraph India
Atlet Panahan India, Mamta Tuddu. Foto: Telegraph India

Nukilan.id – Mamta Tuddu pada 2010 dan 2014 lalu merasa cukup bahagia karena berhasil memegang emas berkat jerih payahnya sendiri.

Pada tahun tersebut, ia berhasil meraih medali emas dalam kompetisi panahan di level junior dan sub-junior.

Tetapi ketika pandemi Covid-19 melanda India pada 2020 lalu, dan pemerintah memberlakukan lockdown, dia bersama jutaan orang India lainnya ikut terdampak.

Sejak pandemi, alih-alih menghabiskan banyak waktu dengan busur dan panah, Tuddu harus berkutat dengan adonan, minyak goreng, dan bahan-bahan makanan lainnya.

Ia terpaksa menjual bahan makanan dan gorengan demi bisa bertahan hidup.

Atlet panahan India ini merupakan anak sulung dari tujuh bersaudara. Dia sempat menjalani pelatihan memanah di Ranchi sejak 2018.

Meski memiliki talenta, dia harus kembali ke kampung halamannya karena dampak dari penerapan lockdown di India.

Kini akademi tempatnya berlatih telah dibuka, tetapi Matta mengungkap tak bisa kembali karena kondisi ekonomi.

“Semua adik saya berhenti sekolah di tengah jalan karena masa pensiun ayah saya baru akan dimulai,” terangnya.

Dia membuka toko kelontong untuk mencukupi kebutuhannya dengan menjual makanan seperti gram, pakora, hingga beras.

Kondisinya bisa menjadi seperti ini, ungkap Matta karena pemerintah setempat yang lamban dalam menegakkan aturan.

Mendengar kabar tersebut mantan pelatih Mamta, Md Shamshad mengungkapkan kesedihan dan terluka karena anak asuhnya terpaksa berjualan.

Pihak panahan India langsung merespons dan menyatakan akan mengunjungi Mamta serta mencoba memberikan bantuan sebisanya.

(Sumber: Kompas.tv)

Sudah Dijerat UU ITE, Ravio Patra Dituduh Pula sebagai Mata-mata Asing

0
Aktivis Ravio Patra. Foto: Facebook Ravio Patra.

Nukilan.id – Aktivis Ravio Patra menceritakan pengalamannya dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Dia dilaporkan dengan undang-undang tersebut atas kasus dugaan penyebaran pesan hasutan berbuat keonaran melalui aplikasi WhatsApp.

Ravio membeberkan pengalamannya ketika diminta pendapat Tim Kajian UU yang dibentuk Menteri Koordinator Bidang, Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pada melalui virtual, Selasa (2/3/2021).

“Saya dikata-katain, difitnah dinarasikan sebagai mata-mata asing suatu negara. Kalau saya bereaksi dengan melaporkan banyak orang-orang, ujungnya satu negara dipenjara, kan?,” ujar Ravio dalam keterangan tertulis Kemenko Polhukam, Rabu (3/3/2021).

Ravio mengatakan, kasus yang menjeratnya tak ubahnya sebagai bentuk pengekangan kebebasan sipil.

Karena itu, kata dia, hukum seharusnya menciptakan ketertiban, bukan memunculkan keresahan di kalangan masyarakat.

Dia secara pribadi menginginkan supaya UU ITE dihapuskan.

“Saya sebenarnya secara pribadi saya penginnya dihapus, tapi karena saya juga paham ada kebutuhan, karena saya juga mengakui, juga memahami, bahwa secara global banyak negara masih belajar mengatur medium internet,” kata Ravio.

Namun menurut Ravio, apa yang terjadi di Indonesia sudah keterlaluan. Bahkan, menjurus ke sifat beringas karena tidak adanya moderasinya mengenai internet.

“Kalau saya tidak punya prinsip bahwa UU ITE ini bentuk mengekang kebebasan sipil, saya bisa laporkan orang-orang yang ketika saya mengalami kriminalisasi tahun lalu misalnya, kalau saya hitung ada ratusan orang yang bisa saya UU ITE kan,” imbuh Patra.

Dalam diskusi virtual itu, Tim Kajian UU ITE meminta sejumlah narasumber yang pernah menjadi pelapor maupun terlapor terkait UU ITE.

Dari pihak terlapor meliputi Muhammad Arsyad, Ravio Patra, Prita Mulyasari, Yahdi Basma, dan Teddy Sukardi.

Sementara dari kalangan pelapor adalah Alvin Lie, Nikita Mirzani, Dewi Tanjung, dan Muannas Al Aidid.

Pembentukan tim ini tertuang dalam Keputusan Menko Polhukam (Kepmenko Polhukam) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Tim Kajian Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik tertanggal 22 Februari 2021.

Adapun komposisi Tim Kajian UU ITE terdiri dari Tim Pengarah dan Tim Pelaksana.

Tim Pengarah terdiri dari Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Tim ini akan melakukan kajian selama dua hingga tiga bulan ke depan.

(Sumber: Kompas.com)

Profesor Perempuan di Australia Gaungkan “Revolusi Daur Ulang”, Ubah Baju Bekas Jadi Bahan Marmer

0
Profesor Veena Sahaajwalla. Foto: science.org.au

Nukilan.id – Profesor Veena Sahajwalla punya kebiasaan unik. Setiap kali hendak berangkat ke kantor, dia akan mengecek dengan saksama isi semua tong sampah di rumahnya.

Sebagaimana diulas situs Abc.net, suami Sahajwalla, Rama Mahapatra, mengatakan bahwa istrinya tergila-gila dengan sampah.

Sampah-sampah yang ditemukan Sahajwalla diangkutnya dengan mobil ke tempat daur ulang.

“Mobilnya penuh dengan sampah,” kata Rama.

Akan tetapi bagi Veena semua yang dikumpulkannya itu bukan sampah, melainkan peluang.

“Sampah adalah salah satu sumber daya yang menunggu untuk digunakan dengan maksimal,” ujar Sahajwalla.

Bagi Professor Sahajwalla, bungkusan kentang goreng bukan semata bungkus tanpa nilai. Di lapisan dalamnya terdapat aluminium yang bisa digunakan.

Berkeliling di Pusat Pendauran Ulang Kimbriki di Sydney, dia mengambil contoh sebuah pot plastik dan kursi plastik yang dibuang di sana.

“Semua bahan plastik ini bisa dimanfaatkan lagi di Australia,” katanya.

Setiap tahunnya ada 67 juta ton sampah yang dibuang di seluruh dunia dan sekarang masalah pembuangan sampah sudah menjadi krisis.

“Sudah terlalu lama kita semua berpiikir bahwa kita bisa menggunakan sesuatu dan kemudian membuangnya,” kata Profesor Sahajwalla.

Tahun 2020, Australia mulai mengambil langkah serius menangani dampak dari krisis sampah dengan pelarangan ekspor sampah yang belum diproses.

Profesor Sahajwalla mengatakan sudah waktunya mencari cara baru untuk menggunakan kembali sampah-sampah yang kita hasilkan.

“Kita tidak bisa lagi beranggapan dapat mengumpulkan sampah kita dan mengirim ke luar negeri dan kemudian menjadi masalah bagi orang lain untuk menyelesaikannya,” katanya.

“Pendeknya, kita harus mengambil tanggung jawab untuk mengatasi masalah sampah kita sendiri.”

Pandangan Profesor Sahajwalla selalu ke depan dengan pemikiran inovatifnya sudah mengarah ke pembuatan “keramik hijau ramah lingkungan”, produk yang diperkirakan akan mengubah wajah manufaktur dan bagaimana kita mengisi kebutuhan rumah tangga.

Baginya, daripada mengimpor marmer mahal dari Italia sebenarnya orang bisa menggunakan marmer yang dibuat dari bahan kaca yang dikombinasikan dengan bahan baju bekas, dan marmer ini bisa digunakan untuk dapur dan kamar mandi.

Apa yang dilakukan Profesor Sawajhalla sudah mulai dilakukannya dua puluh tahun lalu.

Dia pernah menciptakan cara untuk bisa memisahkan karbon dari ban bekas yang digunakan dalam proses pembuatan baja guna menggantikan batu bara.

“Ketika itu kita terlalu mengandalkan bahan tradisional seperti batu bara dan tidak seorang pun mencari bahan alternatif,” katanya.

Dia menyebutnya sebagai baja “hijau” ramah lingkungan, dan sejak itu jutaan bekas tidak lagi dibuang begitu saja.

Karena penemuannya tersebut, Profesor Sahajwalla menjadi “ilmuwan superstar” yang dikenal luas di dunia internasional.

“Itu inovasi yang hanya terjadi 100 tahun sekali dalam cara produksi baja,” kata Kylie Walker, CEO Akademi Teknologi dan Teknik Australia.

“Penemuannya belum pernah terpikirkan sebelumnya.”

Sejak itu Profesor Sahajwalla terus mengembangkan pemikiran untuk mendaur apa saja yang mungkin dilakukan.

“Kita harus berpikiran berani dan jauh ke depan,” katanya.

Menurut laporan lembaga ilmu pengetahuan Australia CSIRO di bulan Januari, Australia bisa menambah sekitar Rp 10 triliun ke dalam angka GDP tahunan dengan memfokuskan diri pada pendauran ulang lebih banyak lagi bahan yang ada.

Profesor Sahajwalla dibesarkan di Mumbai, India, di mana banyak warga di sana tidak mampu membeli barang baru.

“Tidak ada barang yang disia-siakan, semua memiliki potensi, semua bisa digunakan lagi,” katanya.

Sejak kecil kemanapun dia pergi, Profesor Sahajwalla melihat bagaimana warga mendaur ulang apa yang bisa mereka lakukan.

“Saya melihat orang memperbaiki sepatu yang rusak, atau orang membawa gerobak mengangkut televisi, atau memanggul barang-barang berat di pundak atau kepala mereka.”

“Bahkan sampai sekarang ini masih menjadi bagian besar dari perekonomian, perbaikan barang rusak.”

“Hal itulah yang memberi inspirasi saya untuk belajar teknik di universitas,” katanya.

Ayahnya adalah seorang insinyur sipil dan ibunya seorang dokter anak yang selalu melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan transportasi umum.

“Ibu saya sampai sekarang tetap menjadi panutan,” kata Professor Sahajwalla.

“Baginya semua hal mungkin. Lakukan apa yang senang lakukan namun lakukan dengan maksimal dan jadilah yang terbaik.”

Profesor Sahajwalla menjadi satu-satunya perempuan yang kuliah di jurusan metalurgi di Institut Teknologi India.

“Waktu itu memang terlihat aneh dalam menekuni bidang yang saya sukai, yaitu sains dan teknik. Namun saya menyukainya.”

Profesor Sahajwalla bertemu suaminya di Vancouver, Kanada, di mana keduanya sedang belajar teknik metalurgi di University of British Columbia.

Ketika Sahajwalla menyelesaikan pendidikan doktoralnya, dia kemudian mengikuti suaminya pindah ke Australia.

“Saya memulai karir saya di CSIRO sebelumnya akhirnya di UNSW.”

Di University of New South Wales, Profesor Sahajwalla mulai bekerja yang akhirnya menemukan baja ‘hijau’ ramah lingkungan tersebut.

Dia berharap generasi berikutnya bisa menghilangkan batu bara sama sekali dalam proses pembuatan baja.

Tahun 2005, Profesor Sahajwalla memenangkan Hadiah Eureka penghargaan tertinggi di bidang sains di Australia.

Sejak itu dia sudah menerima berbagai penghargaan baik di Australia maupun dari tempat lain.

Sekarang dia mendapat pendanaan untuk mengembangkan Pusat Penelitian Teknologi Bahan-Bahan Berkelanjutan (SMaRT) di UNSW dan bersama 30 insinyur muda lainnya memulai penelitian mengenai bahan-bahan sampah yang bisa digunakan.

Kurang Bukti, Polisi Tolak Laporan Marzuki Alie Terhadap AHY

0
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Republika

Nukilan.id – Mantan politikus Partai Demokrat Marzuki Alie melaporkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan empat kader partai atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah ke Bareskrim Polri, Kamis (4/3/2021). Namun, laporan itu ditolak karena dianggap kurang bukti.

Kuasa hukum Marzuki Alie, Rusdiansyah, mengatakan pihaknya akan melengkapi barang bukti dan akan kembali pada 7 Maret 2021.

“Masih ada beberapa barang bukti yang kurang terkait masalah AD/ART Demokrat. Maka kami memilih untuk melakukan pengaduan terlebih dahulu, tiga hari ke depan kita akan konfirmasi kembali sembari kita lengkapi syarat formil dan materilnya,” kata Rusdiansyah di Bareskrim Polri, Jakarta, dikutip dari Tribunnews.com.

Ia menuturkan, penyidik Bareskrim Polri meminta kuasa hukum untuk melengkapi barang bukti yang berkaitan dengan pemecatan Marzuki Alie. Marzuki Alie diketahui dipecat dari partai karena dianggap terlibat dalam upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat.

“Karena ada keterkaitan aturan partai, karena kan diperingatkan pidana murni. Jadi teman-teman penyidik menyarankan kita agar bawa aturan yang misalnya AD/ART partai Demokrat ketentuan tentang pemberhentian tidak hormat. Kan kita tidak bisa Googling di internet. Kan gak bisa begitu,” ujar dia.

Adapun kelima orang yang dilaporkan oleh Marzuki Alie adalah AHY dan empat orang elite Partai Demokrat yang berinisial SH, RN, HMP dan HK.[]

Laporan: Kompas

KIP Aceh: Pilkada 2022 Tergantung pada Pemerintah Aceh

0

Nukilan.id – Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Samsul Bahri Mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan perkembangan pelaksanaan pilkada Aceh, apakah dilaksanakan tahun 2022 atau 2024?

“Kami masih menunggu sejauhmana sudah koordinasi yang dilakukan Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Pusat terkait penyelenggaraan pilkada serentak,” Samsul Bahri ketika dihubungi Nukilan.id di Banda Aceh, Kamis (4/3/2021).

Namun, Kata Samsul, pihaknya sejauh ini hanya mengetahui Pemerintahan Aceh melalui Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) terkait Pilkada Aceh 2022.

“Informasi terakhir, DPRA sudah melakukan koordinasi dengan kementerian Dalam Negeri dan DPR-RI,” kata samsul.

Hasil koordinasi–kata Samsul–sejauh ini pihaknya belum mengethui hasilnya.

“Menurut informasi yang kami dapatkan, pihak Pemerintah Aceh akan melakukan koordinasi kembali pada bulan ini, namun kita belum mengetahui kapan kepastian koordinasi itu dilakukan,” ujarnya.

Kendati demikian, kata Samsul, tugas Komisi Independen Pemilihan (KIP) sudah selesai menetapkan tahapan pilkada sesuai perintah undang-undang, dan pada bulan April ini (2021) sudah masuk ketahap penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Aceh (NPHA).

“Mungkin besok kita akan surati Gubernur Aceh, kita ingin pertanyakan sampai dimana pembahasan anggaran pilkada Aceh,” Kata Samsul lagi.

Sejauh ini, lanjut Samsul, ada atau tidaknya pilkada kita tidak tau, tergantung pada Pemerintah Aceh, bagaimana koordinasi yang dilakukan dengan mendagri, kalau itu sudah selesai, pemerintah Aceh bisa segera menganggarkan anggaran pelaksanaan pilkada untuk Aceh sesuai perintah undang-undang.

“Sekarang tugas pemerintahan Aceh melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat,” lanjutnya.

Menurutnya, sebagai penyelenggara KIP harus independen.

Reporter: Akhi Wanda