Beranda blog Halaman 2463

UEA Akan Bangun Resort Mewah di Pulau Kosong Aceh Singkil

0

Nukilan.id – Perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) akan menanamkan investasi USD 500 juta atau setara Rp 7,19 triliun di Aceh. Pemerintah dan investor pun telah menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk proyek khusus ini.

“Saya rasa kita punya peluang investasi baru untuk turis di Aceh,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam Konferensi Pers: Business Forum IEAW 2021 di Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Pengamat: Ada Pejabat Pemerintah Aceh yang Mau Menggagalkan Investasi di Aceh Singkil

Proyek investasi khusus ini telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Untuk itu, pemerintah akan segera melakukan studi dengan cepat.

“Kami melakukan studi ini dengan sangat cepat. Presiden juga sudah memberikan lampu hijau saat kami bertemu di Bogor,” kata dia.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan melihat kemajuan proyek khusus ini di daerah Singkil. Sebab investasi ini akan membangun resort mewah di pulau kosong sekitar area tersebut.

Baca juga: Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras

“Saya harus mengatakan ini adalah resort wisata. ada pulau kosong ini di suatu tempat di sekitar area ini,” kata Luhut.

Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA), Suhail Al Mazroui telah menjadi saksi penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk investasi perusahaan asal UEA di Aceh, Indonesia.

“Sudah ada indentifikasi pulau-pulau yang diharapkan tim bisa final,” kata Suhail.

Tunggu Pendalaman
Bila proses ini selesai, maka investasi akan dilanjutkan pada tahapan persetujuan. Untuk itu pihaknya saat ini masih menunggu para pihak yang melakukan pendalaman terkait rencana investasi tersebut.

Baca juga: Prof M Shabri: Aceh Butuh Penguatan Investasi Untuk Tekan Kemiskinan

“Kemudian kita akan pindah ke tahap berikutnya yaitu memiliki beberapa persetujuan yang pasti. Saya lebih suka menunggu sampai mereka mencapai tahap itu,” tutur Suhail.

Suhail mengatakan sebagai bagian dari pemerintah UEA, dia hanya memfasilitasi beberapa perusahaan yang akan berinvestasi di Indonesia.

“Tugas saya dan Jenderal Luhut adalah memfasilitasi. Memastikan tidak ada yang menghambat rencana tersebut,” ungkapnya.

Baca juga: Hipmi Aceh Dorong Realisasi Investasi di Aceh

Dalam kesempatan yang sama, Suhai mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Aceh yang telah memberikan dukungan kepada perusahaan dari UEA yang akan berinvestasi. Segera dan secepatnya dia akan memberikan informasi terkini terkait perkembangan rencana pembangunan resor di Aceh.

“Kami akan memberikan kejutan kepada Anda semoga hal ini sesuai dengan perkembangannya,” pungkasnya.
Baca juga: Moeldoko Ketua Umum DPP Partai Demokrat Versi KLB
Sumber: merdeka

Petani Milenial Ini Ingin Lakukan Inovasi di Aceh Tamiang

0
Foto Irwansyah didampingi Kadistanbunnak Aceh Tamiang, Yunus (kanan) dan Kabid Penyuluhan Azwanil Fachri (kiri)

Nukilan.id – Irwansyah, sosok petani milenial berinovasi di Aceh Tamiang ini, walaupun sudah mendapatkan penghargaan sebagai penyuluh swadaya terbaik tingkat provinsi Aceh, kedepan dirinya ingin maju lagi melalui teknologi inovasi pertanian organik yang berguna serta bermanfaat bagi daerahnya.

Menurutnya, dunia pertanian saat ini masih saja dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar, karena masih saja terjadi serangan hama dan penyakit pada tanaman padi. Untuk itu, saat ini dia sekarang tengah mendampingi petani yang memiliki lahan seluas 0.5 hektare dengan beberapa perlakuan organik di desa Muka Sungai Kuruk, Seruway, kabupaten Aceh Tamiang.

Baca juga: Moeldoko Ketua Umum DPP Partai Demokrat Versi KLB

Walaupun empunya lahan sudah tua, tapi lebih memilih Irwansyah yang berusia jauh lebih muda untuk memperbaiki lahannya. Alasannya kalau masih muda semangatnya masih tinggi dalam berinovasi dengan berbagai macam terobosan teknologi.

Semangatnya tak pernah pupus, sebagai penyuluh swadaya dia masih membutuhkan dukungan dari pemerintah terutama dalam hal pembinaan dan pendampingan agar menjadi lebih baik dan maju lagi kedepannya.

Pertanian masa lalu, kata dia memulai ceritanya, sangat berbeda dengan sekarang. Dulu petani setelah menanam padi atau cabai merah tidak pernah melakukan pemeliharaan dan merawat tanamannya dengan baik. Padahal untuk mendapatkan hasil terbaik, semua jenis tanaman memerlukan perhatian khusus dan perlakuan secara intensif.

Baca juga: Demokrat Aceh: Pelaku KLB Lakukan Kejahatan Serius

Saat ini masih terganjal dalam benaknya untuk meneliti perbenihan padi yang sedang digelutinya. Waktu luangnya hanya dihabiskan untuk menyilangkan tiga jenis padi yaitu Lokal (Selamaya), Sertani/ Ngaos dan Rajasa (bulirnya panjang) dengan varietas unggul Inpari 32.

Menurutnya, Padi lokal (Selamaya) merupakan sebagai Sumberdaya Genetik yang harus dipelihara, berumur empat bulan dan memiliki ketahanan terhadap hama penyakit. Untuk itu, Ia ingin silangkan padi lokal agar lebih unggul. Dia berharap hasilnya nanti tentu akan lebih baik dan meningkat.

Inpari yang selama ini memiliki malai pendek katanya, bisa menghasilkan malai panjang dengan jumlah anakan yang lebih banyak serta tahan terhadap hama penyakit.

Baca juga: Giliran Papan Bunga “Selamat dan Sukses” Atas Prestasi Pemerintah Aceh Terpajang di Depan Meuligoe

Selain membaca buku, hobbinya disalurkan untuk belajar tentang perkembangan teknologi pertanian organik melalui chanel Youtube.

Diibaratkan seekor sapi yang tubuhnya kecil jika dilakukan perkawinan silang dengan sapi Bali, akan melahirkan anak sapi yang unggul pula.

“Namun semua itu ada proses dan beberapa tahapan yang harus dilakukan, seperti halnya dengan tanaman…”, bebernya.

Bakat peneliti pernah dilakukan waktu usianya beranjak remaja, dengan cara menanam padi ketan itam disebelah Utara, dan padi ketan putih lokal diletakkan sebelah Selatan. Penyerbukannya terjadi secara alami mlalui angin.

“Namun setelah ditanam kedua kali, hasilnya terjadi perubahan dari padi ketan itam, menghasilkan isi dalamnya berubah menjadi ketan putih”, sambungnya.

Baca juga: Surya Paloh Prihatin Terhadap Partai Demokrat

Walaupun biaya penelitian dilakukan secara mandiri, jika benihnya kelak bisa berproduksi tinggi, langkah pertama yang dilakukan yaitu membagikan benih tersebut kepada petani sekitarnya. Sementara belum mendapatkan sertifakasi, dia akan bagikan secara gratis.

“Karena niat saya hanya ingin membantu petani, agar hidupnya bisa lebih sejahtera”, katanya.

Saat ini saya sedang melakukan pengujian tahap ke empat (masih kecambah) setiap varietas padi ditanam dalam lima polybag, malai yang kurang sempurna, akan dibuang dan dipilih yang baik untuk ditanam kembali.

Terkadang kalau ada orang yang melihat dirinya aneh, dan pernah menyebutkan dirinya seperti orang gila, namun dia tetap tabah dan selalu bersabar, walau adakalanya merasa sedih.

“Itu buat apalagi Apa udah berat ya…ga ada kerjaan lagi?,” lirihnya.

Namun dia tidak menghiraukan, karena apa yang dia lakukan, semua sudah menjadi hobi dan semakin tertantang.

“Untuk mencari dan memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya, memang banyak cemoohan orang”, ujarnya.

Baca juga: Pengamat: Ada Pejabat Pemerintah Aceh yang Mau Menggagalkan Investasi di Aceh Singkil

Dalam benaknya sering terobsesi, kenapa di Jawa bertani organik bisa berhasil, sementara Aceh kenapa tidak? Padahal kita disini memiliki lahan cukup luas, dan kenapa kita harus malas.

Kalaulah anak muda lainnya yang ingin mengikut jejaknya. Dia akan selalu bersedia, menyempatkan waktu berbagi pengalaman. Ada kawannya bernama Hendri, dulu dia belum tau makna bertani organik, kerjanya hanya pergi ke laut mencari udang/ikan saja. Namun seljak melihat dirinya menanam cabai merah dengan produksi tinggi, “maka tak sungkan sungkan saya tularkan apa yang saya ketahui, sehingga sekarang sudah berhasil”, sebutnya bangga.

Bahkan, kalau dia tidak sempat datang menemui masyarakat, namun jika mereka datang ke rumahnya atau ke BPP juga dilayani sepenuh hati. Kalau sudah merasa manfaatnya, malah ada yang bawa makanan dan kopi. Namun semua dilakukan dengan ikhlas dan belum pernah menerima bayaran alias Gratis.

Baca juga: Kementan Komit Jaga Produksi Padi Nasional

“Jika ada yang masih ragu dan belum yakin dengan produk pupuk organic yang saya buat, saya memberikannya gratis untuk dicoba” ungkapnya sambil promosi.

Dia bersyukur dengan terpilih dirinya sebagai penyuluh swadaya terbaik tingkat Aceh tahun 2020 dan mendapat hadiah laptop. Dia sangat berterimakasih katanya, kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh yang telah memilih dirinya. “Laptop tersebut saya manfaatkan untuk membuat layanan dan diskusi serta menjual produknya secara online”, pungkasnya.

Jika bulan Juli tahun ini keuar Ijazah paket C nya, cita cintanya akan melanjutkan studi ke jenjang strata 1, untuk menjadi sarjana.
Kuncinya hanya satu, kita harus menjalani semuanya dengan sabar dan tulus ikhlas semata hanya mengharapkan keridhaan Allah swt.
Dia mengajak petani milenial harus maju, mandiri dan modern tanpa mengharapkan bantuan pemerintah.

Baca juga: 2021, Aceh Siapkan 76.000 Ton Pupuk Urea Subsidi

Menurutnya, penggunaan pupuk kimia di dalam tanah akan melemahkan tanaman itu sendiri. Hasil pengamatannya terhadap benih cabai yang diberikan pupuk kimia hanya mampu bertahan selama 3-4 bulan saja. Sementara dengan perlakuan non kimia (organik) bertahan hingga 1- 2 tahun.

Dicontohkannua seperti pada ternak ayam potong yang diberikan pakan kimia, memang bisa di panen dalam 1-2 bulan, tapi kalau ayam kampong yang diberikan pakan alami waktu dikejar masih mampu berlari kencang dan susah ditangkap. “Dengan mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung kimia, maka tubuhnya akan semakin kuat dan tidak melemah”, bandingnya. Begitu juga dengan tanaman, yang diberikan pupuk kimia waktu panen hasilnya banyak, namun tidak berkelanjutan hanya sementara saja.

Pada tanaman cabai merah yang dilakukan pupuk kimia dapat dipanen 2,5 bulan, namun yang pakai organic, panennya hingga berumur 3,5 bulan dan sepanjang masa hinga 1-1,5 tahum. Kalau pakai kimia masa panennya hanya selama 8 bulan sudah habis.
Dalam waktu dekat lahan disebelah rumahnya seluas dua rante, akan dilakukan tumpang sari cabai merah dengan bawang.
Diakhir cerita, ia ingin belajar menguji sampel tanah desa Bangunrejo yang luasnya 100 hektar. Selama ini menggunakan full kimia, untuk dijadikan pembanding.

Disisi lain saat dihubungi, Kadistanbunnak berencana mengajak Irwansyah untuk pengenalan singkat di Laboratorium BPTP Aceh. Selain itu, berkeinginan juga untuk belajar tentang benih sumber di BPSB Aceh. Sehingga nantinya dapat menambah wawasan sambil melihat wajah Ibukota Serambi Mekkah dan ingin sholat berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.(Abda)
Baca juga: Rektor IPB: Saya Bangga, Aceh Sudah Mulai Produksi Gula Sawit

Gara-gara Anaknya Beli Sepatu Adidas, Bos Nike Mengundurkan Diri

0

Nukilan.id – Vice President sekaligus General Manager Nike Amerika Utara, Ann Hebert, memutuskan mengundurkan diri usai kabar mengenai sang anak beredar luas. Putranya itu dikabarkan menghabiskan sekitar Rp 1,8 miliar untuk membeli sepatu sneakers. Sepatu yang dibeli oleh putranya itu juga merupakan sepatu edisi terbatas.

Seperti dikutip dari India Times, sang anak diketahui membeli sepatu edisi terbatas itu dengan menggunakan kartu kredit milik Ann. Karena hal itu, Ann yang sudah bekerja selama 25 tahun di perusahaan tersebut memilh untuk mengundurkan diri. Pihak perusahaan sendiri telah mengatakan akan segera mencari bos baru untuk Nike Amerika Utara.

Ann dituduh terlibat setelah laporan dari Bloomberg Businessweek mengungkapkan bahwa putranya, Joe Herbert, melakukan pembelian online 600 pasang sepatu sneakers Adidas Yeezy Boost 350 Zyon edisi terbatas sesaat setelah dirilis. Sepatu sneakers itu adalah salah satu yang paling banyak dicari dan disukai.

Tak hanya itu, kabarnya Joe juga seringkali membeli sepatu dengan harga diskon untuk dijual kembali. Diketahui bahwa Joe memang sedang menjalankan bisnis reseller sepatu bernama West Coast Streetwear. Banyak yang kemudian menduga bahwa jabatan Ann lah yang membuat Joe bisa bisa dengan mudah memperoleh akses ke sepatu-sepatu edisi terbatas itu.

Menurut laporan dari New York Daily News, Joe bisa mendapatkan keuntungan hingga lebih dari Rp 285 juta saat menjual sepatu-sepatu tersebut. Dilansir dari The New York Times, Ann Hebert sendiri sebenarnya telah menginformasikan kepada perusahaan tempatnya bekerja mengenai usaha sang anak. Pihak Nike saat itu telah menyetujuinya dan mengatakan bahwa tidak ada pelanggaran.

(Sumber: wolipop.detik.com)

Warga Gampong Wih Tenang Uken Diminta Tetap Jaga Keamanan Lingkungan

0

Nukilan.id – Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dari Polsek Kecamatan Permata, Kecamatan Bener Meriah, melakukan giat sosialisasi sejumlah hal kepada warga Gampong Wih Tenang Uken.

Giat yang dilakukan pada Jumat (5/3/2021) ini dipimpim Bripka Nopriandy.

Dalam giat Kamtibmas menyampaikan agar warga gampong senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan bebas dari arkoba.

Selain itu, pesan yang disampaikan berkenaan dengan situasi pandemi saat ini.

“Tetap jaga jarak pada saat berinteraksi satu sama lain dan hindari kontak fisik,” kata Bripka Nopriandy.

Demikian pula dengan keharusan mengenakan masker pada saat keluar rumah. Warga mesti menjadikan masker sebagai kebutuhan.

Warga juga diimbau agar jangan percaya dengan berita hoax serta isu yang belum jelas dasar kebenarannya, yang dapat menimbulkan kepanikan/keresahan dalam masyarakat.

Warga pun diminta tidak membakar lahan dan hutan.

Terakhir, Bripka Nopriandy meminta semua warga selalu berdoa meminta pertolongan Yang Maha Kuasa.

“Jangan lupa berdoa kelada Allah agar kita semua dijauhkan dari segala wabah penyakit,” tutup Nopriandy.

Aceh, Pilkada, dan Politik Paradoksal

0
Masri Amin
Masri Amin

Penulis: Masri Amin

Semasa kepemimpinan Presiden SBY, ia membuka wacana agar para gubernur tidak dipilih oleh rakyat melainkan ditentukan DPRD tingkat provinsi. Opsi lain: diangkat presiden.

Penolakan bergemuruh begitu kencang dengan beragam dalih. Presiden SBY punya rasionalitas yang cukup, namun dicurigai bagian dari pelanggengan kekuasaan saat itu. Akhirnya idenya tak dijalankan dan tenggelam demi menghargai aspirasi dan konsensus rakyat.

Kini, pada masa Presiden Jokowi,  ide tersebut—walau telah dimodifikasi—diberi ruang oleh regulasi untuk konteks kursi kepala daerah yang akan kosong pada 2022-2023.  Bukan cuma posisi gubernur, bupati dan wali kota juga akan ditentukan pejabatnya untuk mengisi masa jeda/transisi menuju Pilkada Serentak 2024. Ini sebuah realitas gila.

Dengan begitu, lebih dari separuh negeri ini akan dijabat oleh para pelaksana tugas yang legal tetapi bersifat “boneka”. Maksudnya, kedudukan mereka secara hukum memang sah tetapi secara politik akan menjadi alat jejaring kuasa negara. Dan legitimasi murni dari rakyat tak ada.

Potensi kegaduhan politik lokal akan jauh lebih parah sekiranya itu terjadi,  karena hal  ini terkait otoritas terbatas dan legitimasi “palsu”. Akan terjadi kekacauan pada mesin birokrasi secara meluas karena birokrasi dipakai untuk misi-misi politis atau non-pelayanan publik.

Terkait hal ini, ada paradoksial basis berpikir Presiden Jokowi dalam meredam revisi Undang-Undang 10/2016 yang memengaruhi sikap partai politik.

Presiden Jokowi memasukkan komponen energi yang diperlukan untuk menuntaskan Covid-19 dalam hal menolak pilkada 2022 dan 2023 namun mengabaikannya untuk pilkada 2020 yang lalu. Begitu juga alasan tidak menunda pilkada 2020 dengan mengumbar akan terlalu lama daerah dijabat Plt/Pj,  namun menghilangkan alasan itu untuk Pilkada 2022 dan 2023.

Amnesia dan Krisis Moral Politik Berbangsa yang Dipanggungkan secara telanjang. Kasus sama namun sikap berbeda dalam rentang waktu pendek. Patut diduga punya tujuan untuk merawat oligarki, bancakan politik dan memancung “siklus” dan struktur politik secara “kurang etis”. Terlebih,  Pemilu lebih dahulu beberapa bulan digelar,  baru Pilkada. Artinya,  potensi Pj/Plt KDH menjadi mesin politik ketika Pemilu menjadi kecurigaan yang mendasar. Belum lagi ditengarai variabel untuk menjegal jalan Anies Baswedan menghuni Balai Kota DKI untuk periode ke 2 tahun 2022 yang ditakuti menjadi peta Jalan Tol penghuni Istana Negara tahun 2024.

Konteks lokal Aceh turut berimbas sikap ambigu dari pusat kekuasaan Jakarta yang bertameng konsistensi. Partai Demokrat berkomitmen menjaga kekhususan Aceh yang termaktub dalam UU PA  11/2006 dengan mendukung Pilkada Aceh 2022. Bila jujur kita melihat,  tidak murni menghargai kekhususan Aceh, tetapi terusan dan irisan sikap Demokrat yang mendukung Pilkada secara Periodik di 2022 dan 2023 secara nasional yang berbeda dengan ” niat” rezim Jokowi tahun 2024.

Karena menguntungkan,  Aceh menghargai sikap Demokrat sebagai energi positif untuk mendorong Pilkada 2022 untuk Aceh. Sikap Demokrat cukup “cerdas” mengambil panggung di Aceh. Namun sikap Aceh (DPRA ) agak Kurang Cerdas mengambil energi secara politik mengunjungi Fraksi Demokrat secara Khusus diawal safari di Jakarta,  tanpa mengunjungi secara khusus Fraksi atau faksi para pendukung Pilkada 2024 pada kesempatan Pertama agar setara (terpublis). Untuk harmonisasi dan energi politik lokal – tindakan ini bisa dimaklumi, karena Demokrat pemegang mandat power full Eksekutif di Aceh.

Sikap Demokrat Mendukung Pilkada 2022 di Aceh terlihat cukup jelas dan nyata, namun berbanding terbalik dengan tidak bersikap atas Jabatan Wakil Gubernur Aceh yang kosong.  Sikap paradok ini bukan hanya diperankan Demokrat semata,  namun turut diperankan partai pengusung lainnya serta lembaga DPRA. DPRA bersikukuh mengawal kekhususan Aceh lewat Pilkada 2022,  namun bersikap cuek dan menelantarkan kursi Wagub yang kosong dengan membangun narasi dan dalih politik tersendiri. Jabatan Wagub itu ada dalam UUPA,  Namun dibiarkan kosong berjelaga disudut ruang politik kekhususan Aceh.

Terlepas siapa yang mengisi kursi itu dan stategis atau tidak dalam rentang waktu yang tidak “seksi” lagi,  bahwa Kursi Wagub itu wajib di isi. Bila tidak diisi,  maka secara berjamaah,  terutama di shaff terdepan para partai pengusung dan di ikuti DPRA turut membajak hak rakyat Aceh agar tidak dilayani oleh struktur politik negara dengan membiarkan kursi wagub kosong. Lebih dari itu, secara bersama-sama struktur politik telah menginjak dan merobek regulasi termasuk didalamnya UUPA yang diagungkan khusus. Ini sebuah pengkhianatan yang massif.

Sekali lagi ini semata suguhan panggung politik paradoks. Politik yang kita kenal dipenuhi sikap ambigu dan rendah nilai moral konsistensi. Bukan soal benci dan senang,  kita atau lawan. Namun itulah dinamika politik yang diyakini umum tentang  politik itu sendiri. Kita nikmati diruang dan waktu yang berbeda.

Masri Amin, alumnus Pascasarjana Ilmu Politik UGM

Dr Nasrul Zaman: KLB Demokrat Tanda Aksi Penguasa Legalkan Demokrasi Kalap

0

Nukilan.id – Pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dianggap “Bodong” rupanya tidak hanya menjadi pembicaraan dikalangan Kader Partai Demokrat, tetapi juga akademisi dan pengamat kebijakan publik Aceh mencurah perhatian.

“Proses KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang memutuskan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai Ketua, merupakan aksi terakhir “penguasa” melegalkan demokrasi kalap di indonesia,” Kata Dr Nasrul Zaman kepada Nukilan.id, Jum’at (5/3/2021).

Kata Dr Nasrul, negara atau Presiden Republik Indonesia bisa bersikap tegas dan jelas atas atraksi “pejabat” yang menggunakan cara-cara kasar dalam merebut kekuasaan.

“Harus ada punishment bagi siapa saja yg terlibat dalam kongres “abal-abal” dimaksud agar menjadi efek jera bagi siapapun di masa mendatang. Cukup sudah Golkar dan Demokrat yg mengalami hal tersebut,” ujarnya.

Menurut Nasrul Zaman, reformasi yang telah berjalan 23 tahun ini, baru pada 5 tahun terakhir tiang-tiang demokrasi luluh lantak, baik parpol, media massa bahkan ormas dan LSM.

“KLB Partai Demokrat di Medan merupakan ujian terakhir bagi Presiden untuk menunjukkan sikap pembelaannya bagi demokrasi yang baik dan adil untuk menjadi catatan sejarah perjalanan bangsa ini,” demikian Nasrul Zaman.[]

Surya Paloh Prihatin Terhadap Partai Demokrat

0

Nukilan.id – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengaku prihatin atas kemelut yang terjadi pada Partai Demokrat.

“Kita tentu semua amat menyayangkan atas apa yang kita saksikan akhir-akhir ini terhadap Partai Demokrat,” kata Surya Paloh dalam keterangan tertulis, Jum’at (5/3/2021).

Baca juga: Moeldoko Ketua Umum DPP Partai Demokrat Versi KLB

Ia menambahkan, bahwa kemelut yang terjadi cukup mengagetkan banyak pihak dan kalangan dan mungkin tidak pernah kita duga sama sekali. Kemelut yang semestinya bisa diurai masalahnya untuk kemudian dicari benang merah atau titik temunya agar jalannya roda organisasi dan kerja-kerja politik partai bisa terus berlanjut dengan baik.

Kendati demikian, kata surya paloh, Demokrat adalah partai yang telah menjadi bagian dari kehidupan demokrasi kita. Bagaimana pun, partai politik adalah satu pilar utama demokrasi di antara berbagai pilar lainnya.

Baca juga: SBY: Partai Demokrat Not For Sale

“Sebagai organisasi politik, Demokrat memiliki kedaulatannya yang oleh karena itu, jangan sampai, masalah atau kemelut yang terjadi tidak mengindahkan norma dan kewibawaan partai,” ungkapnya

Oleh karena itu, Partai NasDem menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas kemelut yang terjadi atas Partai Demokrat. Semoga Partai Demokrat bisa melalui semua cobaan ini dengan baik. Dan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi kita semua dari perpecahan.

“Kami berharap segala kemelut dan masalah yang menyertainya bisa segera diselesaikan dengan baik, elegan, dengan tetap menjaga kehormatan partai,” Tutupnya.[rilis]

Moeldoko Ketua Umum DPP Partai Demokrat Versi KLB

1

Nukilan.id – Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diselenggarakan di Deli Serang, Sumatera Utara, pada Jumat (5/3/2021) menetapkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menjadi Ketua Umum Demokrat periode 2021-2025.

Berdasar siaran langsung yang ditayangkan Kompas TV, politisi Demokrat yang sebelumnya dipecat, Jhoni Allen Marbun, membacakan, ada dua kandidat ketua umum dalam KLB tersebut.

Kedua kandidat tersebut ialah Moeldoko dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sekaligus mantan Ketua DPR Marzuki Alie. Namun peserta KLB akhirnya memilih Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat versi KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Menetapkan Dr. H. Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat,” ujar Jhoni Allen dalam siaran langsung di Kompas TV, Jumat sore.

Adapun Marzuki ALie didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat periode 2021-2025. Moeldoko pun menyampaikan sambutannya usai ditetapkan sebagai ketua umum. Ia menyampaikan sambutannya via sambungan telepon.

“Dengan demikian saya menghargai dan menghormati keputusan Saudara. Oke, kita terima menjadi ketua umum,” ucap Moeldoko lewat sambungan telepon.

Sumber: Kompas

Demokrat Aceh: Pelaku KLB Lakukan Kejahatan Serius

0
Iqbal Farabi

Nukilan.id – Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD PD) Provinsi Aceh Iqbal Farabi, SH mengatakan Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar mantan kader Demokrat “Frustasi” di Deli, Sumatera utara adalah inkontitusional dan dapat mencederai demokrasi Indonesia.

“Hari ini pelaksana KLB sudah melakukan kejahatan serius,” Kata Iqbal Farabi lewat rilis yang dikirim Jum’at (5/3/2021)

Kata Mantan Direktur Lembaga bantuan Hukum Banda Aceh ini, negara dan aparaturnya harus bertanggung jawab karena telah terjadi perampasan partai politik oleh kelompok yang melakukan kejahatan pada Partai demokrat.

“Saat ini Partai Demokrat juga sedang membangun koalisi dengan rakyat, dan juga sedang fokus membantu pemerintah melawan Covid-19, tidak pantas diganggu oleh gerakan dan kejahatan seperti itu,” ujar Iqbal Farabi..

Menurut Iqbal, apalagi kejahatan itu terindikasi kuat inisiasi oleh kepala staf kepresidenan (KSP) Moeldoko, itu adalah bentuk arogansi kekuasaan.

“Tidak pantas upaya KLB didukung para pejabat di pemerintahan, seharusnya harus lebih fokus pada kesejahteraan rakyat di tengah pandemi covid-19 ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, Iqbal meminta KLB harus dihentikan, negara harus menindak pelakunya sesuai dengan aturan yang berlaku.[]

Reporter: Akhi Wanda

Giliran Papan Bunga “Selamat dan Sukses” Atas Prestasi Pemerintah Aceh Terpajang di Depan Meuligoe

0

Nukilan.id – Setelah sempat heboh papan bunga ucapan “Aceh Termiskin di Sumatera”, giliran sederetan papan bunga “Tandingan” yang menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada pemerintah Aceh dan jajarannya atas prestasi yang telah dicapai.

“Selamat dan Sukses kepada Gubernur Aceh dan Jajarannya atas terbukanya akses ekspor Sawit,” tulis salah satu papan Bunga yang mengatasnama Aneuk Sawit Aceh, di depan Musium Aceh sampai depan Meuligoe Aceh, Jum’at (5/3/2021).

Pajangan papan bunga di depan Meuligoe itu lebih kurang sebanyak 40 buah, belum diketahui pihak pengirim pajangan papan bunga.

hingga berita ini ditayang belum ada pihak yang dapat dikonfirmasi lantaran menjelang shalat Jum’at.[]

Laporan dan foto: Akhi Wanda