Beranda blog Halaman 2440

Masyarakat Pining Gayo Lues Minta Sebagian Hutannya Dijadikan Hutan Adat

0
Hutan Pining, Gayo Lues. (Foto: Mongabay _ Junaidi Hanafiah)

Nukilan.id – Masyarakat Kecamatan Pining, Gayo Lues memohon agar sebagian kawasan hutan yang ada di daerah tersebut dialihkan menjadi hutan adat.

Permohonan masyarakat Kecamatan Pining tersebut mencuat setelah masyarakat dari dua kemukiman di daerah tersebut yakni Kemukiman Goh Lemu dan Kemukiman Pining menggelar pertemuan dengan Pemkab setempat beberapa waktu lalu.

Mukim Pining, M Daud dalam kesempatan itu mengatakan, sebelum ada peraturan pemerintah tentang kawasan hutan, warga Pining dan urang Gayo secara umum sudah mendiami kawasan hutan, bahkan sebelum republik ini berdiri (merdeka).

Hal senada disampaikan oleh Ketua LSM Harimau Pining, Abu Kari Aman Jarum menurutnya, hutan tersebut merupakan milik orang Gayo, dan harus dikembalikan kepada adat urang Gayo.

“Nenek moyang kita dulu sudah memiliki tata ruang untuk menjaga dan memanfaatkan kawasan hutan, dan pemerintah harus memikirkan itu,” ujarnya.

Lain itu, Sekretaris Harimau Pining, Usman Ali mengatakan proses pengalihan hutan menjadi hutan adat sudah dilakukan sejak 2017 silam.

Menanggapi itu, pihak Pemkab Gayo Lues yang hadir diwakili oleh Asisten I, Asisten II, Kadis Lingkungan Hidup merespon keinginan masyarakat Pining tersebut.

Mereka akan menyampaikan ke Bupati Gayo Lues untuk menindaklanjuti permohonan tersebut.

Sumber: LintasGAYO.CO

Mulai Maret Lowongan CPNS Kembali Dibuka, Catat Jadwalnya

1
Ilustrasi tes CPNS. (Foto: Liputan6)

Mulai Maret Lowongan CPNS Kembali Dibuka, Catat Jadwalnya

Nukilan.id – Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2021 akan segera dibuka.

Deputi Bidang SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Teguh Widjinarko menerangkan bahwa pemerintah akan berencana menetapkan formasi CPNS pada bulan Maret, pada bulan April – Mei proses pendaftaran dan mulai dilakukan seleksi pada bulan Juni tahun 2021.

Pemerintah membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 sekitar bulan April 2021. Sekitar 1,3 juta formasi yang dibutuhkan.

“Rencananya bulan Maret 2021 akan ditetapkan formasinya, dan bulan April – Mei 2021 dibuka proses pendaftaran. Dan Juni 2021 mulai dilakukan seleksi,” ujarnya Sabtu (13/2/2021) kemarin.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah menyetujui usulan Kementerian PAN-RB terkait jumlah formasi dan rencana kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2021 dan pihaknya tinggal menunggu pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Pada saat ini Kementerian PAN-RB sudah memperoleh pertimbangan teknis dari Menteri Keuangan. Pada intinya Menteri Keuangan setuju dengan usulan rencana kebutuhan ASN tahun 2021. Selanjutnya Kementerian PAN-RB sedang menunggu pertimbangan teknis dari BKN.” ungkapnya

Jumlah kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diusulkan oleh Kementerian PAN-RB kepada Kemenkeu sekitar 1,3 juta orang, (jika tidak ada kebijakan lain yang bersifat darurat).

Berikut formasi sementara CPNS tahun 2021:

A. Sebanyak 1 juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) melalui skema yang menjadi program Kemendikbud dan khusus untuk Pemerintah Daerah.

B. Untuk kebutuhan lainnya di Pemerintah Daerah (di luar guru) ditentukan sebanyak 189.000 yang terdiri dari: 70.000 PPPK jabatan fungsional selain guru dan 119.000 CPNS untuk berbagai jabatan teknis yang sangat diperlukan (termasuk Tenaga Kesehatan).

C. Untuk lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil di  Instansi Pemerintah Pusat ditentukan kebutuhan sebanyak 83.000 dengan presentase 50% PPPK dan 50% CPNS.

Sumber: finance.detik.com

Besok, KIP Aceh Belum Agendakan Pleno Pilkada Aceh

0
Ilustrasi Kepala Daerah. (Foto: Kompas)

Nukilan.id – Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Munawarsyah mengatakan, pihaknya belum membahas jadwal pleno terkait Pilkada seperti perintah KPU Pusat kemungkingkinan pada rapat rutin Senin besok.

“Besok kami akan pleno rutin biasa, pleno Pelaksanaan Pilkada belum diagendakan lagi,” kata Komisioner KIP Munawarsyah ketika dihubungi Nukilan.id, Media Online di Aceh, Minggu (14/2/2021) di Banda Aceh.

Munawarsyah dihubungi terkait jawaban surat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat terhadap KIP Aceh dan agenda pleno yang akan digelar KIP Aceh.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menjawab surat Ketua Komisi Independen Pemilihan, bahwa jawabannya pelaksanaan Pilkada 2022 tidak dapat dilaksanakan.

Baca: Jawab Surat KIP Aceh, KPU Pusat Tolak Pilkada 2022

Hal itu berdasarkan pasal 201 ayat 3 dan Ayat 9 Undang-undang No.10 tahun 2016, pemilihan serentak dilaksanakan tahun 2024.

Jawaban KPU RI itu tertuang dalam surat No. 151/PP.01-SD/01/KPU/11/2021 yang diteken Plt Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Ilham Saputra.

Dalam perintah dalam surat tersebut juga menyampaikan bahwa KIP Aceh dan Kabupaten Kota agar tidak menjalankan tahapan pemilihan apapun sampai ada putusan sesuai dengan UU No.6 tahun 2020.

Laporan: Akhi Wanda

Soal Pilkada 2024, DPC PD Aceh Jaya: Mereka Telah Khianati UUPA

0
M. Jamin

Nukilan.id – Bendahara Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Aceh Jaya Muhammad Jamin mengatakan, Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) adalah hak kekhususan dan Marwah Aceh, sudah sepatutnya masyarakat Aceh bersatu menyelamatkan UUPA.

Hal itu disampaikan Muhammad Jamin sekaligus mengecam keras pernyataan sekelompok orang yang mendukung Pilkada 2024,
seharusnya tetap dilaksanakan 2022.

Dalam rilis yang dikirim ke Nukilan.id, media online di Aceh, Minggu (14/2/2021), mantan anggota DPRK Aceh Jaya itu menyebut, siapun yang mendukung Pilkada Aceh Tahun 2024, mereka telah mengkhianati kekhususan Aceh yang tercantum dalam UUPA.

“Lebih baik keluar aja dari Aceh daripada menjadi musuh dalam selimut,” kata M. Jamin.

Menurut M. Jamin Apapun Partai Politik, Ras, dan suku yang ada di Aceh Wajib Memperjuangkan hak dan kekhususan Aceh dari hasil Perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Pusat yang sangat lama

“UUPA itu hak kesususan dan Marwah Aceh, sudah sepatutnya kita bersatu menyelamatkan ini,” pungkasnya

Tahapan pelaksanaan Pilkada di Aceh masih tarik ulur antara Pemerintah Pusat dengan Daerah. KIP Aceh telah menyurati Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat untuk melaksanakan Pilkada Aceh 2022, namun ditolak dan pelaksanaan pilkada tetap digelar 2024, sekaligus meminta KIP Se-Aceh untuk tidak menjalankan tahapan, jadwal, dan program pilkada 2022 dan menjalankan tahapan, jadwal, dan program pilkada 2024, kecuali ada perubahan UU Pilkada.

Penetapan itu menjadi pro kontra di masyarakat, ada yang mendukung dan ada yang menolak. Sejumlah Anggota Dewan (DPRK) di wilayah Tengah Aceh tidak membubuh tanda tangan pilkada Aceh 2022 seperti yang didorong DPR Aceh dan Pemerintah Aceh.[]

Laporan: JI

Pasien Covid-19 Bergejala Berat di Aceh Menurun

0
ilustrasi

Pasien Covid-19 Bergejala Berat di Aceh Menurun

Nukilan.id – Pasien Covid yang menunjukkan gejala berat di Aceh terus menurun. Umumnya, warga yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala berat atau orang tanpa gejala (OTG).

Juru Bicara Satgas covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) mengatakan, dengan menurunnya pasien bergejala berat, membuat tingkat pemakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 juga relatif lebih rendah.

Pasien Covid-19 yang mengisi tempat tidur rumah sakit rujukan hanya sekitar 16 persen dari kapasitas yang tersedia.

“Kapasitas tempat tidur rumah sakit rujukan yang dipersiapkan untuk penderita Covid-19 di seluruh provinsi Aceh mencapai 744 tempat tidur,” katanya, Sabtu (13/2/2021).

Rinciannya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh sebagai rumah sakit rujukan utama menyediakan 93 tempat tidur.

Sedangkan 651 tempat tidur lainnya tersebar di RSUD kabupaten/kota rujukan di Tanah Rencong. BACA JUGA: Ketahuan Berkeliaran, Satgas Covid-19 Baros Cimahi Datangi Rumah Pasien Tanpa Gejala Saat ini, pasien infeksi virus corona yang mengisi tempat tidur hanya 76 orang atau 16 persen dari kapasitas yang tersedia.

“Mereka yang memiliki gejala berat dirawat di ruang intensive care unit (ICU) sebanyak lima orang, sedangkan 71 penderita lainnya gejala sedang dan ditempatkan di ruang perawatan isolasi,” katanya.

Menurut SAG, rendahnya penggunaan tempat tidur rumah sakit merupakan kabar baik. Ini mencerminkan rendahnya kasus Covid-19 dengan gejala sedang dan berat.

Tetapi, banyaknya OTG yang melakukan isolasi mandiri di luar rumah sakit juga merupakan tantangan tersendiri. Tantangan bagi OTG wajib melakukan isolasi mandiri secara disiplin sesuai petunjuk tenaga medis yang merawatnya.

“Apabila mereka tidak disiplin dan mencuri kesempatan berkeluyuran, dapat menjadi ancaman bagi masyarakat sekitarnya,” katanya.

Maka dari itu, masyarakat dapat melakukan pengawasan untuk mengamankan lingkungan. Meski demikian, tidak boleh mengambil tindakan di luar kepatutan.

“Sebaiknya membuat laporan kepada petugas kesehatan terdekat,” ujarnya.

Hingga Sabtu (13/2/2021), kasus Covid-19 di Aceh telah mencapai 9.399 orang. Pasien yang masih dirawat (baik di rumah sakit maupun mandiri) sebanyak 1.280 orang. Sementara yang telah sembuh mencapai 7.739 orang. Jumlah pasien meninggal mencapai 380 orang.

Sumber: aceh.inews.id

Di Aceh, Pasien Covid-19 Bergejala Berat Menurun

BANDA ACEH, iNews.id – Pasien Covid yang menunjukkan gejala berat di Aceh terus menurun. Umumnya, warga yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala berat atau orang tanpa gejala (OTG).

Juru Bicara Satgas covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) mengatakan, dengan menurunnya pasien bergejala berat, membuat tingkat pemakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 juga relatif lebih rendah.

Pasien Covid-19 yang mengisi tempat tidur rumah sakit rujukan hanya sekitar 16 persen dari kapasitas yang tersedia.

“Kapasitas tempat tidur rumah sakit rujukan yang dipersiapkan untuk penderita Covid-19 di seluruh provinsi Aceh mencapai 744 tempat tidur,” katanya, Sabtu (13/2/2021).

Rinciannya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh sebagai rumah sakit rujukan utama menyediakan 93 tempat tidur.

Sedangkan 651 tempat tidur lainnya tersebar di RSUD kabupaten/kota rujukan di Tanah Rencong. BACA JUGA: Ketahuan Berkeliaran, Satgas Covid-19 Baros Cimahi Datangi Rumah Pasien Tanpa Gejala Saat ini, pasien infeksi virus corona yang mengisi tempat tidur hanya 76 orang atau 16 persen dari kapasitas yang tersedia.

“Mereka yang memiliki gejala berat dirawat di ruang intensive care unit (ICU) sebanyak lima orang, sedangkan 71 penderita lainnya gejala sedang dan ditempatkan di ruang perawatan isolasi,” katanya.

Menurut SAG, rendahnya penggunaan tempat tidur rumah sakit merupakan kabar baik. Ini mencerminkan rendahnya kasus Covid-19 dengan gejala sedang dan berat.

Tetapi, banyaknya OTG yang melakukan isolasi mandiri di luar rumah sakit juga merupakan tantangan tersendiri. Tantangan bagi OTG wajib melakukan isolasi mandiri secara disiplin sesuai petunjuk tenaga medis yang merawatnya.

“Apabila mereka tidak disiplin dan mencuri kesempatan berkeluyuran, dapat menjadi ancaman bagi masyarakat sekitarnya,” katanya.

Maka dari itu, masyarakat dapat melakukan pengawasan untuk mengamankan lingkungan. Meski demikian, tidak boleh mengambil tindakan di luar kepatutan.

“Sebaiknya membuat laporan kepada petugas kesehatan terdekat,” ujarnya.

Hingga Sabtu (13/2/2021), kasus Covid-19 di Aceh telah mencapai 9.399 orang. Pasien yang masih dirawat (baik di rumah sakit maupun mandiri) sebanyak 1.280 orang. Sementara yang telah sembuh mencapai 7.739 orang. Jumlah pasien meninggal mencapai 380 orang.

Sumber: aceh.inews.id

Sana Khan, Hijrah dari Dunia Hiburan setelah Dinikahi Ulama

0

Nukilan.id – Sana Khan meninggalkan dunia hiburan yang telah membesarkan namanya sempat menjadi sorotan.

Sebulan berlalu dari pengumumannya berhijrah, Sana Khan kini membagikan kabar bahagia.

Lawan main Salman Khan di film Jai Ho itu ternyata sudah menikah.

Sosok yang jadi suaminya tersebut juga bukan orang sembarangan. Dia menikah dengan pria bernama Mufti Anaas.

Mufti Anaas selama ini dikenal sebagai ulama kondang di Gujarat.

Sana Khan mengenal Mufti Anaas dari mantan kontestan ‘Bigg Bos 8’ Ajaz Khan.

Mufti Anaas dan Sana Khan pun memilih pernikahan sederhana.

Lewat Instagram pribadinya, Sana Khan mengumumkan mundur dari dunia hiburan Bollywood.

Sana Khan menyatakan keluar dari dunia hiburan karena ingin memperdalam agama Islam.

Bersamaan dengan itu, Sana juga menghapus sejumlah foto dari akun Instagram miliknya.

Foto-foto yang dihapus adalah postingan yang terkait dengan pekerjaannya di industri hiburan.

Saat ini, yang tersisa hanyalah unggahan religius dan foto-foto dirinya berhijab.

(tribunnews.com)

BKSDA Evakuasi Bayi Gajah Terjebak Kubangan Lumpur di Pidie

0
Bayi Gajah (Foto: antara)

Nukilan.id – Seekor bayi gajah sumatra atau Elephas maximus sumatranus terjebak berhari-hari dalam kubangan lumpur di di Desa Panton Bunot, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.

Gajah itu akhirnya dikeluarkan warga dari kubangan dan hingga kini masih kritis.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto mengatakan, petugas BKSDA Aceh bekerja sama dengan mitra mengevakuasi bayi gajah itu setelah masyarakat mengeluarkannya dari kubangan lumpur.

“Bayi gajah tersebut diperkirakan terjebak di kubangan lumpur sudah berhari-hari. Masyarakat kemudian berhasil mengeluarkannya dari kubangan dan selanjutnya menginformasikannya kepada kami,” kata Agus Arianto di Banda Aceh, Sabtu (13/2/2021).

Dari informasi masyarakat tersebut, BKSDA menurunkan tim terdiri atas dokter hewan, Pusat Kajian Satwa Liar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Saree, Aceh Besar.

“Kondisi bayi gajah saat penanganan tim sangat lemah dan kritis. Bayi gajah tersebut berkelamin betina dan usia diperkirakan sekitar tiga minggu. Beratnya kurang lebih 85 kilogram,” kata Agus Arianto.

Selanjutnya bayi gajah tersebut dievakuasi ke PKG Saree untuk penanganan medis lebih lanjut. Sebab, berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, kondisi bayi gajah tersebut lemah dan kritis.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut termasuk rontgen, kata Agus Arianto, diketahui kaki kiri depan bayi gajah mengalami dislokasi. Sementara kedua kaki belakang mengalami paralisa atau kelumpuhan, sehingga bayi gajah tersebut tidak bisa berdiri.

Saat ini kelumpuhan kaki bayi gajah tersebut belum diketahui, apakah bersifat sementara atau permanen. Tim medis masih terus menangani dan merawat bayi gajah sumatra tersebut.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada camat Tiro dan masyarakat Panton Bunot serta para pihak terkait lainnya yang telah menyelamatkan bayi gajah sumatra tersebut,” katanya.

Agus Arianto menegaskan gajah sumatra merupakan satwa liar yang dilindungi. Berdasarkan data organisasi konservasi alam dunia, IUCN, gajah sumatra hanya ditemukan di Pulau Sumatra.

“Satwa tersebut masuk spesies terancam kritis dan berisiko tinggi untuk punah di alam liar. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian gajah sumatra,” kata Agus Arianto.

Sumber: aceh.inews.id

Investasi Pasar Modal di Aceh Tumbuh Positif, Capai Rp 2 Triliun

0

Investasi Pasar Modal di Aceh Tumbuh Positif, Capai Rp 2 Triliun

Nukilan.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Aceh mencatat investasi berbagai instrumen pasar modal di daerah setempat mencapai Rp2 triliun atau tumbuh positif di tengah pandemi COVID-19.

“Alhamdulillah investasi berbagai instrumen di pasar modal yakni saham dan reksa dana tumbuh mencapai 60 persen di banding tahun sebelumnya, seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pasar modal,” kata Kepala Kantor BEI Aceh, Thasrif Murhadi di Banda Aceh, Sabtu (13/2) kemarin.

Ia menyebutkan investasi pasar modal di Provinsi Aceh pada tahun 2019 tercatat senilai Rp1,3 triliun dan pada tahun 2020 menjadi Rp2 triliun atau tumbuh 60 persen.

Thasrif mengatakan peningkatan tersebut juga disebabkan karena saat pademi bisnis sektor rill macet sehingga banyak orang memcari alternatif lain untuk mengembangkan dananya.

“Pertumbuhan ini juga turut didukung dengan perubahan kebiasaan masyarakat dari luring menjadi daring menyusul pandemi COVID-19,” katanya.

Menurut dia edukasi pasar modal yang diberikan secara daring tersebut juga bisa menjangkau calon investor lebih luas dibanding dengan luring yang sangat terbatas.

Ia menambahkan saat ini jumlah investor di Pasar Modal Provinsi Aceh tercatat sebanyak 34.631 orang pada tahun 2020 atau meningkat dibanding tahun 2019 hanya 21.323 orang.

Pihaknnya akan terus meningkatkan edukasi secara kepada masyarakat di Provinsi Aceh sehingga jumlah investor yang berinvestasi di pasar modal terus tumbuh setiap tahunnya.[]

Sumber: Republika

Atta Halilintar dan Aurel Menikah 21 Maret, Tempatnya Masih Rahasia

0

Nukilan.id – Hubungan pasangan selebritis Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah semakin serius. Pasangan tersebut akan meningkatkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.

Setelah berbincang dengan kedua orangtuanya masing-masing, Atta dan Aurel kini mengumumkan rencana pernikahan keduanya pada 21 Maret 2021.

Ini jadwal persiapan pernikahan Atta dan Aurel.

  1. Tanggal pernikahan ditentukan Aurel, Aurel yang memilih sendiri tanggal pernikahannya dengan Atta.

“Karena aku pikir tanggalnya kan cantik. 21, 3, 21 gitu. Jadi ya sudah, itu juga pas di hari Minggu,” kata Aurel dikutip dari kanal YouTube Atta Halilintar, Sabtu (13/2/2021).

Meski begitu, mereka enggan membocorkan lokasi pernikahannya menghindari hal-hal tak diinginkan.

  1. Berharap tak ada gangguan Atta berharap akad nikahnya nanti bisa berjalan lancar. Ia juga minta didoakan seluruh masyarakat Indonesia. Semoga Enggak Ada Gangguan “Please banget semoga enggak ada gangguan, please banget. Karena aku berat hati ngomong ini, tapi dia juga sudah bilang tadi sepakat kami ngomong aja,” kata Atta.

Aurel membenarkan mereka memutuskan untuk mengumumkan tanggal rencana akad nikah agar tak ada gosip simpang siur yang berkembang.

Keduanya berharap tak ada halangan sampai hari H.

  1. Sayangnya, hari bahagia tersebut kemungkinan tidak dihadiri orangtua Atta Halilintar. Sebab orangtua Atta kini masih berada di Malaysia.

“Mungkin orangtuaku enggak (datang) karena memang ada hal kayak sakit ya. Jadi doain dari sana aja,” tutur Atta.

Sebelumnya diketahui, keduanya sudah bertunangan sejak sekitar satu tahun lalu. Mereka sempat berencana menggelar pesta di GBK, tetapi terkendala pandemi Covid-19.[]

sumber: Kompas

Bukan Orang Indonesia tetapi Mati-matian Bela Indonesia

0

Nukilan.id – Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan, ada satu kisah kepahlawanan di Kota Magelang yang tak diketahui banyak orang.

Kisah ini datang dari Tanaka Mitsuyuki, seorang prajurit Jepang, yang dulu membela kekaisaran Nippon, meneguhkan hatinya dan beralih berjuang membela Indonesia.

Rentang kisahnya dimulai saat ia harus meninggalkan istri dan keluarganya di Jepang, berperang di berbagai pertempuran.

Tetapi pada akhirnya ia berjuang sebagai prajurit tanah air, jatuh cinta dengan seorang gadis Indonesia, hidup mati memperjuangkan kemerdekaan, setia membela tanah air sampai akhir hayatnya.

Ia lahir pada 10 Oktober 1921. Tumbuh dan dibesarkan di sebuah desa kecil di Kota Takayama, Provinsi Gifu, Jepang.

Saat berumur 17 tahun, ia dipanggil untuk mengikuti wajib militer. Tanaka dikirim ke Machuria, Tiongkok dan dilatih menjadi tentara.

Selepas dari sana, ia dikirim ke berbagai medan pertempuran. Pada tahun 1942, ia mendapatkan tugas militer di Indonesia. Baru tiga tahun Tanaka bertugas di Indonesia dengan pangkat Sersan, Jepang sudah mengumumkan kekalahannya terhadap sekutu pada tahun 1945, ditandai dengan peristiwa bom Nagasaki dan Hiroshima.

Kaisar Jepang pun meminta tentara Jepang menyerahkan diri, tetapi Tanaka menolak menyerah.

Banyak rekan-rekannya yang menyerahkan diri. Ada yang sampai melakukan harakiri atau bunuh diri.

Ia pun diliputi rasa kecewa dan bingung, tetapi ia berpikir, daripada mati konyol atau menyerah ke pangkuan sekutu, lebih baik ia bertempur di sisi tentara Indonesia dan bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Terlebih, saat itu Tanaka juga tahu betul penderitaan rakyat Indonesia di bawah penjajahan Jepang.

“Saat semua tentara diminta menyerah, bapak memiliki prinsip sendiri, kenapa saya diperintahkan mati sekarang dan menyerah. Indonesia sendiri juga belum merdeka. Nantinya kalau saya pulang, kita menyerah, pasti Belanda datang. Daripada saya bunuh diri, gak ada artinya, mati konyol, lebih baik saya bantu Indonesia, saya berjuang untuk Indonesia. Saya sudah sumpah untuk mati, nyawa sudah gak reken, sudah gak ada harganya , kita harus berjuang untuk kemerdekaan,” ujar Sugiyon, putra Tanaka, saat ditemui di kediamannya di Jalan Kalingga Nomor 668, Kota Magelang, Rabu (7/8/2019).

Tanaka pun merasa terpanggil untuk berjuang membela tanah air.

Ia kemudian menghubungi tentara Indonesia yang ada di Magelang. Saat itu masih bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Ia mengubah namanya menjadi Sutoro dan berjuang di garis depan bersama para pejuang Indonesia.

“Saat banyak tentara Jepang yang menyerah, bapak justru memilih tetap berada di Magelang dan bergabung dengan BKR. Bapak mengganti namanya menjadi Sutoro, dan berjuang bersama empat rekannya juga yang bergabung dalam BKR di Magelang,” kata Sugiyon.

Mulai saat itu kiprah perjuangannya terlihat dengan banyaknya Tanaka bertempur di berbagai medan pertempuran.

Pahit getir ia rasakan dan banyak kisah kepahlawanannya yang heroik.

Salah satunya seperti saat Tanaka harus memanjat Water Toren Magelang, menembaki pesawat yang menyerang pejuang di daerah Magelang.

“Bapak itu pejuang yang berani. Seperti tidak memiliki rasa takut. Dulu ia memanjat Water Toren atau menara air di Magelang, menembaki pesawat yang saat itu menyerang wilayah Magelang. Dua pesawat cocor merah dari Belanda berhasil ditembaknya jatuh. Satu pesawat jatuh di Sapuran, Wonosono dan satunya lagi jatuh di Kaliangkrik, Magelang,” tutur Sugiyon.

Tanaka juga berjuang di Ambarawa dalam peristiwa Palagan Ambarawa.

Di tempat itu, ia berhasil selamat meski sempat tertembak oleh musuh di bagian dada hingga tembus ke belakang.

Kemudian, peristiwa di Kampung Tulung, Magelang, saat tentara Jepang yang marah karena diadu domba Belanda, menyerang kampung tersebut.

Ia dengan sikap tegar melindungi rekan-rekannya sesama pejuang dan rakyat di sana.

“Bapak terus berjuang hingga pensiun, bertempur di berbagai pertempuran, dari Magelang sampai ke Irian. Jiwa raganya sudah diserahkan untuk NKRI. Ia teguh berjuang untuk tanah air,” katanya.

Pada tahun 1948, Tanaka pun menikah dengan gadis asal Salaman bernama Suparti.

Ia jatuh cinta dengan Suparti, setelah kerap bertemu di lapangan.

Suparti kerap membawakan bekal makanan untuk para pejuang yang sedang berjuang di Magelang. Mereka dikaruniai 11 anak.

Susah-senang dilewati bersama oleh Tanaka dan istrinya. Ia pun terus berjuang untuk NKRI dan menjadi tentara sampai tahun 1974.

Ia terakhir berpangkat Mayor, kemudian saat pensiun mendapatkan pangkat kehormatan Letnan Kolonel.

Berbagai penghargaan, piagam dan medali diterima oleh Tanaka atas perjuangannya selama masa kemerdekaan. Seperti piagam Bintang Gerilya dari Presiden Sukarno pada tanggal 10 November 1958.

Tanggal 1 Agustus 1998, Sutoro meninggal dunia. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Dharmoloyo Magelang.

“Meskipun bapak adalah orang Jepang, tetapi jiwa raga bapak sudah diserahkan untuk Tanah Air Indonesia. Ia mencintai Tanah Air ini melebihi apa pun. Ia ingin hidup dan mati dikuburkan di sini,” tutur Sugiyon.

Ada satu pesan ayahnya yang selalu diingat oleh Sugiyon.

Tanaka berpesan kepada anak-anaknya untuk tak menjadi tentara saat tidak ada perang.

Namun saat negara membutuhkan, tidak perlu dipanggil, mereka harus mengajukan diri, membela tanah air dengan seluruh jiwa dan raga.

“Saya selalu ingat pesan bapak. Jangan jadi tentara kalau tidak ada peperangan Indonesia dengan negara lain. Seandainya ada peperangan, nggak usah dipanggil, langsung mendaptarkan diri. Bela tanah air dengan segenap jiwa dan raga,” kenangnya.

Beberapa barang peninggalan Tanaka atau Sutoro sendiri masih ada dan dapat ditemui di kediamannya dulu yang saat ini menjadi rumah putranya, Sugiyon. [jogja.tribunnews.com]