Beranda blog Halaman 2439

Mereka yang Semakin Sukses setelah Pensiun

0
Jack Komboy, mantan bek tanggung Persipura FC yang kini jadi anggota DPRD Papua. Foto: indosport.com

Nukilan.id – Karier umumnya pemain sepak bola tidak lama. Jarang sekali ada yang masih berkiprah di kancah sepak bola profesional di atas usia 37 tahun.

Selain faktor umur, babak-bakat muda yang terus bermunculan membuat beberapa pemain ada yang beralih profesi dari dunia sepak bola. Sebagian lain tetap berkarier di dunia sepak bola tetapi bukan sebagai pemain.

Hal demikian terjadi pada sejumlah mantan pesepak bola Indonesia.

Mereka justru semakin sukses setelah gantung sepatu atau pensiun. Ada yang sukses sebagai wirausahawan, bahkan di antaranya ada yang berjaya di dunia politik.

Berikut lima pesepak bola Indonesia yang sukses pascapensiun:

5. Ferry Rotinsulu

Ferry Rotinsulu yang kini berusia 36 tahun telah memutuskan pensiun dari sepakbola Indonesia pada 2015 lalu setelah membela Sriwijaya FC selama 8 tahun. Sejak saat itu dia sibuk menjadi menjadi pelatih kiper Sriwijaya FC.

Selain menjadi pelatih, Ferry memiliki kesibukan lain. Dia menjadi seorang wirausaha yang membuka berbagai bisni. Ferry mempunya bengkel dan rumah makaan yang diberi nama Golazo.

Ferry Rotinsulu saat membela Sriwijaya FC. Foto: okezone.com.

4. Aji Santoso

Dia adalah salah satu pemain terbaik yang pernah memperkuat Tim Nasional Indonesia. Eks pemain yang menjadi bek sayap ini juga memiliki jiwa kepemimpinan sehingga dia sering ditunjuk menjadi kapten saat membela sejumlah klub yang dibelanya, seperti Arema.

Setelah memutuskan pensiun, Aji yang pernah menjadi asisten pelatih tim nasional U-23, mempunyai bisnis yang masih terkait dengan sepakbola. Dia mendirikan Aji Santoso Football Academy (Asifa) untuk pendidikan sepakbola bagi anak usia dini. Asifa berada di Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Jawa Timur.

3. Mursyid Effendi

Dia dilarang seumur hidup untuk bermain di kancah sepakbola internasional. Musababnya karena Mursyid dianggap terlibat pengaturan skor di turnamen AFF 1998. Mursyid mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia, saat melawan Thailand.

Sejak pensiun, Mursyid tetap berkarier di dunia sepakbola dengan menjadi pelatih sekolah sepakbola, PON Jatim. Dia juga berkiprah di dunia usaha dengan membuka gelangang olahraga (GOR).

2. Vennard Hutabarat

Perjalanan karier Vennard Hutabarat memang lebih mentereng di futsal. Namun tidak banyak tahu jika Vennard pernah berkarier bersama Persija Jakarta.

Setelah berkiprah di level junior, Veve pun ditarik memperkuat Persija senior pada awal perhelatan Liga Indonesia jilid dua dan bermain dengan Patar Tambunan, Mbeng Jean, Rahmad Darmawan, Widodo C. Putro dan Rochy Putiray.

Setelah meninggalkan karier sebagai pesepak bola dan futsal, Vennard menekuni bidang lain, namun masih terkait dengan sepakbola. Dia kerap membawakan acara-acara sepakbola serta menjadi komentar pertandingan sepakbola.

1. Jack Komboy

Kamasan Jacob Komboy alias Jack Komboy adalah pemain sepakbola Indonesia, yang memperkuat lini pertahanan Persipura Jayapura. Pada 2008-2009 Jack Komboy ikut merasakan tim Mutiara Hitam raih gelar Indonesia Super League (ISL).

Usai meraih gelar itu, Jack Komboy tidak lagi masuk dalam skuad utama Persipura. Jack Kamasan Komboy memilih jalan sebagai anggota DRP Papua bersama Partai Hanura pada 2009. Loncat ke 2020, dia terpilih sebagai Ketua Komisi V DPR Papua yang membidangi olahraga.

(Sumber: okezone.com)

Dalam Setahun, Penduduk Miskin di Indonesia Bertambah 2,76 Juta

0
Foto: Ilustrasi/net

Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan jumlah penduduk miskin di Indonesia semakin meningkat, bahkan levelnya kembali menembus dua digit.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, persentase penduduk miskin pada September 2020 sebesar 10,19%, meningkat 0,41% poin terhadap Maret 2020 dan meningkat 0,97% poin terhadap September 2019. Sehingga jumlah penduduk miskin pada September 2020 menjadi 27,55 juta orang, meningkat 1,13 juta orang terhadap Maret 2020 dan meningkat 2,76 juta orang terhadap September 2019. Angka kemisikinan ini dihitung dua kali dalam setahun di bulan Maret dan September.

“Pada September 2020, jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 27,55 juta jiwa, atau setara dengan 10,19%,” kata Kepala BPS, Suhariyanto, Senin (15/2/2021).

Diungkapkan Suhariyanto, meskipun terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin, tetapi kenaikannya tidak sedalam yang diduga. Misalnya saja pada Juni 2020 lalu, World Bank membuat sebuah simulasi, apabila tidak ada program perlindungan sosial dari pemerintah, angka kemiskinan di Indonesia akan mengalami kenaikan hingga di level 10,7% hingga 11,6%.

“Hasil BPS menunjukkan, meskipun terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin, tetapi kenaikannya pada September 2020 ini hanya sebesar 0,97%. ini menunjukan berbagai program perlindungan sosial yang dirancang selama masa pandmei sangat membantu, terutama untuk masyarakat lapisan bawah,” kata Suhariyanto [BeritaSatu.com].

Kejati Aceh Periksa Kadis Perhubungan Terkait Dugaan Korupsi

0

Nukilan.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh memanggil Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, Junaidi ke Kantor Kejati Aceh terkait Permintaan Keterangan Mengenai Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pada Dinas Perhubungan Aceh Tahun 2019.

Kadishub Aceh Junaidi, dipanggil untuk bertemu Kasi C Bidang Intelijen Kejati Aceh sebagai Pengguna Anggaran (PA) Dishub Aceh.

Surat bernomor R-56/L.1.3/Dek.1/02/2021 yang ditandatangani Asisten Intelijen atas nama Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Mohammad Rohmadi juga meminta Kadishub Junaidi membawa sejumlah dokumen antara lain;

  • Dokumen Persiapan Pengadaan
  • Pengadaan dan Pemasangan Rolling Guardrail di Pegunungan Geurutee
  • Pemasangan Paku Marka LED Glass Eye dan Rolling Guardrail U-Turn di – AcehTimur dan Kota Langsa
  • Pengadaan dan Pemasangan Rolling Guardrail di Pegunungan Seunapet
  • Pemasangan Rolling Guardrail Aceh Selatan- Aceh Barat Daya
  • Pemasangan Rolling Guardrail U-tum dan daerah rawan kecelakaan di Provinsi Aceh
  • Pengadaan Rolling Guardrail, Chevron, Cermin, Deliniator, dan Paku – Marka dilintasan Bener Meriah pada
  • Simpang Bogor, Gelelungi – Lintasan Jagung Jeged dan Bintang.
    KAK

(red)

Pendaftaran SNMPTN USK Dibuka Tanggal 15-24 Februari 2021

0

Nukilan.id – Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2021 ( SNMPTN 201) dimulai tanggal 15-24 Februari 2021.

Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof Samsul Rizal mengingatkan para peserta Seleksi SNMPTN 2021 untuk cermat dalam memutuskan program studi (prodi) pilihannya karena peserta yang dinyatakan lulus wajib memilih prodi tersebut.

“Jika telah lulus SNMPTN, secara otomatis mereka tidak dapat mendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk mengikuti jalur masuk perguruan tinggi lainnya yaitu Seleksi Bersama Masuk Peguruan Tinggi Negeri (SBMPTN),” kata Rektor USK di Banda Aceh, Minggu (14/2/2021).

Prof Samsul menjelaskan pendaftaran SNMPTN mulai tanggal 15 – 24 Februari 2021 melalui laman Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) yakni https://portal.ltmpt.ac.id dengan menggunakan akun LTMPT yang sudah didaftarkan. Pada SNMPTN 2021 ini, lanjutnya, ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian peserta SNMPTN dalam memilih prodi. Antara lain peserta SNMPTN dapat memilih 2 prodi dalam satu PTN, atau peserta dapat memilih 2 prodi pada dua PTN berbeda.

“Jika pilihannya adalah dua PTN, maka salah satu PTN-nya wajib PTN yang berada di provinsi asal SMA. Namun, jika pilihannya hanya satu PTN maka peserta bebas memilih PTN tersebut dari provinsi mana saja,” katanya. Rektor juga mengimbau para peserta SNMPTN untuk memilih prodi berdasarkan kesadaran sendiri sesuai dengan cita-cita yang ingin mereka capai bukan ikut-ikutan teman.

Kepala Humas USK Chairil Munawir menambahkan merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 6 Tahun 2020, kuota masuk perguruan tinggi terbagi dalam tiga bagian yaitu untuk jalur SNMPTN minimal 20 persen, SBMPTN minimal 40 persen dan Mandiri maksimal 30 persen.

Berdasarkan persentase tersebut, USK akan menerima jalur SNMPTN 25 persen atau sebanyak 1.907 orang, SBMPTN 45 persen atau 3.427 orang dan Mandiri 30 persen atau 2.286 orang. “Jika dijumlahkan, maka untuk kuota tahun ini USK menerima 7.620 mahasiswa baru dari tiga jalur masuk perguruan tinggi tersebut,” katanya.

Ia menambahkan untuk informasi lebih lanjut peserta dapat melihatnya di website resmi LTMPT, dan apabila ada kendala selama proses pendaftaran atau lainnya dapat menghubungi helpdesk LTMPT, atau Humas USK pada nomor 08116752000.

Sumber: jpnn

Putra Aceh Jabat Pj Gubernur Kalimantan Selatan

0
Pejabat di Pemprov Kalsel mengukuti pelantikan Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal, Senin (15/2/2021). Foto Tribunbanjarbaru.com

Nukilan.id – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian resmi melantik Putra Aceh Dr.Drs.Safrizal ZA,M.Si sebagai PJ Gubernur Kalimantan Selatan Secara virtual, hari ini Senin (15/2/2021)

Sebelumnya Dr. Safrizal menjabat sebagai Direktur Manajemen Bencana dan Kebakaran pada Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri.

Selama menjabat Direktur Bina Adwil Safrizal juga dipercaya sebagai salah seorang wakil Kemendagri dalam Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19.

Itu sebabnya Tito Karnavian menunjukkan Safrizal menjadi PJ Gubernur Kalimantan Selatan.

“Seperti kita ketahui situasi wilayah Kalsel yang beberapa waktu lalu mengalami bencana banjir sehingga memerlukan mitigasi pasca bencana dan karena itu salah satu faktor penunjukan Safrizal yang sebelumnya menggeluti bidang manajemen bencana untuk menjabat PJ Gubernur Kalsel,” jelas Tito Karnavian.

Bukan itu saja, putera Aceh ini juga dipercaya sebagai salah seorang wakil Kemendagri dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang ditunjuk untuk menekan angka positif Covid 19 di Kalimantan Selatan.

Tito meminta kepada Safrizal nantinya bisa menyukseskan Kalimantan Selatan dalam tahap pendistribusian hingga vaksinasi Covid 19. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa kota Banjarmasin merupakan salah satu kota di Indonesia yang mendapatkan atensi langsung dari Pemerintah Pusat.

“Pelantikan PJ Gubernur ini memang mendadak, demi mengisi kosongan jabatan Gubernur yang kemarin diisi oleh Plh, karena kewenangan Plh terbatas sehingga dari pemerintah pusat ditunjuklah Pj.” Jelasnya.

Mengenal sosok Safrizal ia merupakan putera Aceh kelahiran Banda Aceh 1970, setelah menyelesai pendidikan di SMA Negeri 3 Banda Aceh, putra pasangan Zakaria Ali dan Ainun Yusuf ini melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) di Jatinangor dan selanjutnya menempuh pendidikan Institut Ilmu Pemerintah (IIP) Jakarta, ia juga mengambil Program doktoral di jakarta. Pada pertengahan 2019 putera Aceh ini sudah menyelesaikan Pendidikan Doktor pada Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) dengan prestasi yang membanggakan.

BPS: Kemiskinan di Aceh Meningkat

0
Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh. (Foto: BPS Aceh)

Nukilan.id – Penduduk miskin di Aceh meningkat 19 ribu orang pada September 2020. Secara persentase, angka kemiskinan di Serambi Mekah sebesar 15,43% atau tertinggi di Sumatera. Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh Ihsanurrijal dalam konferensi pers virtual, Senin (15/2/2021).

“September 2019 tahun lalu sebelum terdampak COVID-19, kemiskinan Aceh sebesar 15,01%, kemudian turun pada Maret 2020 (menjadi) sebesar 14,99%, dan September 2020 dengan adanya pandemi COVID-19 tidak hanya di Aceh tapi juga nasional, kemiskinan Aceh meningkat menjadi 15,43%,” terang Ihsanurrijal.

Ihsanurrijal menjelaskan jumlah penduduk miskin Aceh pada September 2020 sebanyak 833,91 ribu orang. Jumlah itu bertambah 19 ribu orang dibandingkan Maret 2020 yakni 814,91 ribu orang.

Dalam enam bulan tersebut, persentase penduduk miskin di daerah pedesaan dan perkotaan mengalami kenaikan. Di perkotaan, persentase penduduk miskin naik sebesar 0,47 poin atau dari 9,84 persen menjadi 10,31 persen. Sedangkan di daerah pedesaan angkanya naik 0,50 poin atau dari 17,46 persen menjadi 17,96 persen.

“Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di pedesaan, di antaranya adalah beras, rokok, dan ikan tongkol/tuna/cakalang,” jelas Ihsanurrijal.

“Sedangkan untuk komoditi bukan makanan yang berpengaruh terhadap nilai garis kemiskinan adalah biaya perumahan, bensin, dan listrik,”

Ihsanurrijal menduga ada beberapa faktor penyebab jumlah penduduk miskin di Aceh bertambah. Di antaranya ekonomi Aceh pada triwulan III-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,10 persen dibanding triwulan III-2019 (y-on-y).

Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2020 (6,59 persen) lebih tinggi dibanding Februari 2020 (5,42 persen). Ihsanurrijal menyebutkan, sebanyak 388 ribu penduduk usia kerja (10,01 persen) terdampak COVID-19 pada
Agustus 2020.

“Bantuan sosial pusat dan daerah relatif berjalan dengan baik, sehingga kemiskinan tidak semakin parah,” ujarnya.

Bila dilihat persentase penduduk miskin menurut provinsi di Pulau Sumatera, Aceh menduduki peringkat nomor satu. Kemiskinan Aceh 15,43% lalu diikuti Bengkulu 15,30% dan Sumatera Selatan 12,98%.

Untuk diketahui, jumlah penduduk miskin di Aceh pada Maret 2020 sebesar 14,99% atau nomor dua di Sumatera. Provinsi dengan penduduk miskin tertinggi saat itu adalah Bengkulu yaitu 15,03%.

Sumber:detikfinance

Warga Harus Waspada, Aceh Memasuki Masa Peralihan Musim

0
Ilustrasi

Nukilan.id – Wilayah Provinsi Aceh sudah memasuki masa peralihan musim, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar meminta warga waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan/Karhutla.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah yang berpotensi hujan ringan hingga sedang tetapi tidak merata meliputi Aceh Besar, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Gayo Lues, Subulussalam dan Aceh Tenggara. Sedangkan 14 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Aceh diprediksikan sampai tiga hari kedepan cerah hingga cerah berawan.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Zakaria menjelaskan kondisi dinamika atmosfir di sebagian wilayah Aceh terlihat ada belokan angin, kemudian sebagian daerah lainnya juga terdapat penyebaran massa udara atau divergen massa udara. Divergan ini merupakan kebalikan dari kondisi konvergen.

“Pada masa peralihan musim ini, sebagian kabupaten/kota biasa terjadi hujan dan sebagian lainnya tidak berpotensi hujan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Zakaria Ahmad, saat dikonfirmasi, Senin (15/2./2021).

Menurutnya, kondisi dua fenomena dinamika atmosfir ini betolak belakang, dimana divergen dapat mengurangi pembentukan awan-awan hujan, sedangkan belokan angin memicu turunnya hujan. Maka terjadilah pada sebagian wilayah mengalami hujan dan sebagian lainnya tidak berpotensi hujan dan Keadaan ini sering terjadi pada masa-masa sekarang yaitu yang disebut dengan masa peralihan musim.

Udara kita semakin kering, Hal ini diliat dari naiknya suhu maksimum udara yang mencapai angka 33.0 °C, sementara itu uap air diudara semakin bekurang yakni relatif humanity (RH) minimum turun pada angka 58 persen.

“Dengan kondisi cuaca yang seperti ini, maka perlu kami ingatkan waspada terhadap munculnya titik panas atau Karhutla. Demikian juga rentan terhadap kebakaran rumah atau gedung lainnya terutama yang terbuat dari kayu,” tutupnya lagi.[red]

Sampah Rumah Tangga Meningkat 36 Persen Saat Pandemi

0

Nukilan.id- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang mendorong pengelolaan limbah medis Covid-19 secara benar dan efektif. Ini lantaran sampah, termasuk di antaranya limbah medis, menjadi salah satu persoalan yang ada saat pandemi Covid-19.

“Sampah di masa pandemi di rumah tangga itu meningkat 36 persen. Karena memang dari kemasan kemasan, masker, dan sampah lainnya,  tapi memang ada penurunan terutama perkantoran, mal dan sejenisnya,” kata Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 Sinta Saptarina dalam Seminar Nasional “Peduli Limbah Medis’ dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional yang disiarkan secara daring, Senin (15/2).

Karena itu, pada Hari Peduli Sampah Nasional 2021, tema yang diangkat terkait sampah saat pandemi. Sinta mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang didorong yakni memperkuat partisipasi publik dalam rangka mengurangi sampah plastik, memperkuat komitmen dan pesan aktif pemerintah daerah, serta memperkuat komitmen dan pesan aktif produsen pelaku usaha dalam pengurangan sampah kemasan, plastik dan penjualan.

Sumber : Repubika

Gerakan Aceh Hebat Juga Minta Gubernur Selektif pilih Eselon II

0
AKsi Gah di depan Gerbang Kantor Gubernur Aceh, Senin (15/2/2021)

Nukilan.id – Gerakan Aceh Hebat (GAH) meminta Pemerintah Aceh terbuka dalam menseleksi Pengisian Jabatan Tinggi Pratama (PJPT) atau Pejabat Eselon II pemerintah Aceh.

Permintaan itu disampaikan GAH pada aksi yang digelar di alaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin, (15/2/2021).

Koordinator Gerakan Aceh Hebat (GAH) Eriza Gusmanda pada aksinya juga meminta Pemerintah Aceh untuk lebih selektif dan obekjektif dalam melakukan seleksi pejabat eselon II, panitia pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (PJPT) atau Pejabat Essolon II agar menolak segala intervensi dari pihak manapun.

“kami harap jangan ada unsur politik dalam pelaksanaan seleksi pejabat eselon II ini”. katanya.

Selain itu, GAH meminta Gubernur Aceh segera melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan Tinggi Aceh untuk mengusut tuntas kasus jembatan kilangan kabupaten aceh singkil, dimana ada dugaan keterlibatan oknum dilingkungan Pemerintah Aceh.

“Ada dua oknum ini diduga terlibat kasus korupsi di jembatan kilangan kabupaten Aceh Singkil. Kalau kondisi ini tidak ditindaklanjuti, bisa dipastikan adanya stigma negatif dari masyarakat untuk pemerintah Aceh.” jelasnya.

Sebanyak 147 orang telah mendaftar seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau Pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Aceh.

“Jangan sampai open bidding merefleksikan KKN,” ujarnya.

Laporan: Akhi Wanda

Investor Aceh Incar Saham Keuangan dan Farmasi

0
Ilustrasi IDX. (Foto: BEI)

Nukilan.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Aceh mencatat sektor keuangan dan farmasi menjadi incaran para investor di tengah pandemi Covid-19. Investasi di pasar modal menjadi salah satu upaya investor meningkatkan pengembangan dana.

“Saat pandemi bisnis sektor riil ikut terdampak sehingga para investor memilih alternatif lain untuk mengembangkan dananya dan pilihan itu yakni ada di sektor keuangan dan farmasi,” kata Kepala Kantor BEI Provinsi Aceh, Thasrif Murhadi di Banda Aceh, Senin (15/2).

Ia menyebutkan total investasi kepemilikan saham masyarakat Aceh di bursa saham pada 2009 sebesar Rp 236 miliar. Nilai ini naik pada 2020 menjadi Rp 410 miliar atau meningkat sebesar 73 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kenaikan tersebut juga dipengaruhi meningkatnya literasi dan inklusi tentang pasar modal kepada masyarakat yang dilakukan secara tidak terbatas melalui daring,” katanya.

Menurut dia edukasi yang diberikan kepada masyarakat di tengah pandemic Covid-19 tidak terbatas. Semua boleh ikut kelas investasi saham karena edukasi yang diberikan berlangsung secara daring.

Sumber: republika