Beranda blog Halaman 2273

Sumatera Barat Diusul Jadi Provinsi Istimewa Minangkabau

0
Foto: Indonesiadaily

Nukilan.id – Provisni Sumatera Barat di usul menjadi Daerah Istimewa Minangkabau. Mekanisme untuk penggantian nama daerah tersebut sudah termuat dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2012.

Perubahan nama daerah harus diusulkan dengan naskah akademik yang berasal dari pemerintah daerah atau masyarakat. Isi naskah harus sesuai dengan kaidah penamaan yang memperhatikan sejarah, budaya, adat istiadat atau adanya nama yang sama.

“Usulan juga harus disertai dengan surat usulan ke DPRD, sampai dengan surat usulan ke pemerintah pusat melalui Kemendagri,” kata Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal.

Daerah istimewa adalah daerah yang mendapat perlakuan istimewa berdasar faktor warisan sejarah. Yogyakarta ditetapkan Presiden RI Soekarno sebagai daerah istimewa karena peran Kesultanan yang luar biasa besar dalam mendukung Republik. Setidaknya ada 250 bukti sejarah bahwa Yogyakarta berjuang sebelum dan sesudah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Sedangkan daerah khusus mendapat perlakuan istimewa berdasarkan faktor situasional di daerah tersebut. Aceh misalnya, menjadi daerah khusus karena faktor agama dengan penerapan hukum syariah Islam. Jakarta ditetapkan sebagai daerah khusus karena faktor kedudukannya sebagai ibu kota negara.

Dalam format keistimewaan secara eksekutif, Gubernur DI Yogyakarta tidak dipilih lewat pemilihan umum, melainkan berasal dari Kesultanan Yogyakarta. Sultan sebagai raja sekaligus gubernur. Lantaran melekat, jabatan gubernur tersebut langsung ditetapkan atau diangkat, bukan melalui pemilihan.

Pengangkatannya pun dilakukan Presiden secara langsung. Saat ini, Kepala Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta dijabat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB X).

Sebelumnya, anggota Komisi II DPR RI yang membidangi urusan dalam negeri, Guspardi Gaus, mengatakan tim Kerja Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (BP2DIM) telah menyelesaikan naskah akademik terkait usul perubahan nama tersebut. “Naskah akademik ini merupakan sebuah langkah positif dan maju,” kata Guspardi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 11 Maret 2021.

Sumber: Tempo

Kejahatan Kebencian Terhadap Orang Asia-Amerika di AS Meningkat

0
Getty Images

Nukilan.id – Seorang imigran lansia (lanjut usia) asal Thailand meninggal setelah didorong hingga jatuh. Wajah seorang keturunan Filipina-Amerika disayat dengan pisau. Seorang perempuan China ditampar dan kemudian dibakar.

Ini hanyalah contoh serangan kekerasan baru-baru ini terhadap orang Asia-Amerika, yang menjadi bagian dari lonjakan pelecehan sejak dimulainya pandemi setahun yang lalu di Amerika Serikat.

Dari diludahi dan dilecehkan secara verbal hingga insiden penyerangan fisik, ada ribuan kasus yang dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir.

Para pendukung dan aktivis mengatakan ini adalah kejahatan rasial, dan sering dikaitkan dengan retorika yang menyalahkan orang Asia atas penyebaran Covid-19.

Baca juga: Tiongkok Bangkit, Nilai Ekspor Tumbuh 150%

Apa yang terjadi di AS?
FBI (Biro Penyelidik Federal) memperingatkan pada awal wabah Covid-19 di AS bahwa mereka memperkirakan akan terjadi lonjakan kejahatan rasial terhadap orang-orang keturunan Asia.

Data federal kejahatan kebencian untuk tahun 2020 belum dirilis, meskipun demikian, kejahatan kebencian pada tahun 2019 diketahui berada pada level tertinggi dalam lebih dari satu dekade.

Akhir tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan laporan yang merinci “tingkat yang mengkhawatirkan” dari kekerasan bermotif rasial dan insiden kebencian lainnya terhadap orang Asia-Amerika.

Sulit untuk menentukan jumlah pasti untuk kejahatan dan kasus diskriminasi semacam itu, karena tidak ada organisasi atau lembaga pemerintah yang melacak masalah ini dalam jangka panjang, dan standar pelaporan dapat berbeda dari satu wilayah ke wilayah lain.

Kelompok advokasi Stop AAPI Hate mengatakan menerima lebih dari 2.800 laporan insiden kebencian yang ditujukan pada orang Asia-Amerika secara nasional tahun lalu. Kelompok tersebut menyiapkan alat pelaporan mandiri online pada awal pandemi.

Penegakan hukum setempat juga memperhatikan insiden-insiden serupa: gugus tugas kejahatan rasial Kota New York menyelidiki 27 insiden pada tahun 2020, angka yang meningkat sembilan kali lipat dari tahun sebelumnya. Di Oakland, California, polisi telah menambahkan patroli dan mendirikan pos komando di Chinatown.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah selebriti dan influencer telah angkat bicara setelah beberapa insiden yang mengganggu menjadi viral di media sosial.

Berikut beberapa serangan yang baru-baru ini dilaporkan:

  1. Seorang imigran Thailand berusia 84 tahun di San Francisco, California, meninggal bulan lalu setelah didorong dengan kasar hingga jatuh saat jalan pagi.
  2. Di Oakland, California, seorang senior berusia 91 tahun didorong ke trotoar dari belakang.
  3. Seorang perempuan China berusia 89 tahun ditampar dan dibakar oleh dua orang di Brooklyn, New York.
  4. Seorang asing di kereta bawah tanah New York menyayat wajah penumpang Filipina-Amerika berusia 61 tahun dengan pisau pemotong kerdus.
  5. Sejumlah karyawan restoran Amerika Asia di Kota New York mengatakan kepada New York Times bahwa mereka sekarang selalu pulang lebih awal karena takut akan kekerasan dan pelecehan.
  6. Seorang pemilik toko daging keturunan Asia-Amerika di Sacramento, California menemukan seekor kucing mati – kemungkinan besar ditujukan untuknya – tertinggal di tempat parkir toko; polisi sedang menyelidikinya sebagai kejahatan rasial.
  7. Sebuah keluarga Amerika keturunan Asia yang merayakan ulang tahun di sebuah restoran di Carmel, California, dimarahi dengan ejekan rasis oleh seorang eksekutif teknologi pendukung Trump.
  8. Beberapa pemilik rumah keturunan Asia-Amerika mengatakan bahwa mereka telah dilecehkan dengan penghinaan rasial dan dilempar batu ke rumah mereka.

Bagaimana situasi di California?
Lebih dari enam juta orang Amerika keturunan Asia tinggal di negara bagian California, menurut perkiraan populasi terbaru, dan itu merupakan angka paling tinggi di wilayah AS mana pun.

Mereka membentuk lebih dari 15% penduduk di negara bagian tersebut.

Virus corona menghantam negara bagian itu dengan keras dan juga merupakan salah satu wilayah yang paling dulu terpukul, hingga menghentikan aktivitas di perkotaan dan kegiatan bisnisnya yang ramai. Virus ini telah merenggut lebih dari 50.000 nyawa orang California.

Dari Maret hingga Mei 2020 saja, lebih dari 800 insiden kebencian terkait Covid dilaporkan dari 34 kabupaten di negara bagian itu, menurut laporan yang dirilis oleh Dewan Perencanaan Kebijakan Asia Pasifik.

Angka-angka itu terus meningkat di Orange County, di mana insiden kebencian anti-Asia naik sekitar 1200%, menurut Pusat Studi Kebencian dan Ekstremisme.

Di wilayah tetangga Los Angeles County, kejahatan rasial terhadap orang Asia-Amerika naik 115%, CBS News melaporkan.

Baca juga: Militer Myanmar Bebaskan Ribuan Demonstran yang Ditahan

Bagaimana reaksinya?
Para pendukung orang Asia-Amerika mengatakan kekerasan dapat dikaitkan dengan meningkatnya sentimen anti-Asia di AS.

Beberapa orang secara langsung menyalahkan retorika anti-China dari mantan Presiden Donald Trump, yang sering menyebut pandemi sebagai “virus China” atau “kung flu”.

Selama pekan pertamanya menjabat, Presiden Joe Biden menandatangani tindakan eksekutif yang pada dasarnya melarang penggunaan bahasa semacam itu di dalam pemerintah federal.

Namun, dengan Demokrat sekarang mengendalikan kedua bagian Kongres, anggota parlemen dan aktivis menyerukan lebih banyak perhatian dan sumber daya yang ditujukan untuk masalah ini.

Anggota Kongres California, Judy Chu, ketua Kaukus Asia Pasifik Amerika, menyebut insiden baru-baru ini sebagai “titik krisis” bagi masyarakat.

Dia dan anggota parlemen lainnya mendorong Departemen Kehakiman AS untuk memperluas upaya untuk melaporkan, melacak, dan menuntut kejahatan rasial.

Di tingkat negara bagian, anggota parlemen California mengalokasikan $ 1,4 juta (Rp 19.9 miliar) dari dana negara bagian untuk memperluas pengumpulan data, inisiatif advokasi, dan sumber daya bagi para korban.

Di lapangan, ada lebih banyak upaya lokal untuk memerangi kebencian juga.

Di Orange County, para sesama tetangga turun tangan untuk membantu keluarga Asia-Amerika setelah sekelompok remaja berulang kali menargetkan mereka selama berbulan-bulan dan bantuan polisi terbatas. Para tetangga keluarga itu sekarang berjaga di luar rumah mereka setiap malam, menurut laporan Washington Post.

Mengapa ini terjadi?
Insiden ini paling tepat dijelaskan berupa “kelalaian secara luas” atas orang Asia-Amerika dalam percakapan budaya, menurut Amanda Nguyen, seorang aktivis dan pendiri organisasi nirlaba hak-hak sipil Rise.

Meskipun populasi Asia tumbuh lebih cepat daripada kelompok besar lainnya dalam sensus AS terakhir, cerita komunitas tidak diliput secara luas di media dan kekhawatiran yang ada tidak disurvei oleh partai politik, kata Nguyen kepada BBC.

Beberapa badan federal bahkan tidak memasukkan komunitas Asia Amerika dan Kepulauan Pasifik dalam definisi mereka tentang ras minoritas, catatnya.

Nguyen mengatakan bahwa orang-orang yang menyerang Asia-Amerika sejak pandemi dimulai “tidak dapat benar-benar membedakan dan tidak peduli apakah kami X, Y atau Z”.

“Mereka telah menjadikan kami kambing hitam untuk melakukan kekerasan mereka.”

Bagi Nguyen, semakin banyak sorotan yang diterima terkait kejahatan anti-Asia, semakin baik. Dia mencatat bahwa undang-undang dapat membantu menyelesaikan masalah, tetapi AS juga membutuhkan perubahan budaya.

“Kami berada dalam momen penting sekarang,” tambah Nguyen. “Kami telah dihapus secara sistematis di setiap tingkatan dan orang-orang dapat mulai memerangi masalah itu dengan mendidik diri mereka sendiri tentang kami.”
Sumber: detik.news
Baca juga: Warga Thailand dan Vietnam Segera Dievakuasi dari Myanmar

Kadisdik Aceh: Perlu Sinergitas Dalam Mewujudkan Lulusan Unggul

0

Nukilan.id – Kepala sekolah, komite, guru dan tenaga kependidikan diminta bersinergi dan bekerja keras untuk mewujudkan lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs. Alhudri, MM dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Sabtu (13/3/2021).

Baca juga: Kejati Aceh usut dugaan korupsi peremajaan sawit Rp684,8 miliar

Alhudri menyampaikan bahwa, pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Ir. H. Nova Iriansyah, MT sangat berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan Aceh yang lebih baik, dalam rangka mewujudkan Aceh Carong. Karena, masa depan Aceh sangat tergantung dari kualitas pendidikan generasi Aceh saat ini,”

“Tugas bapak dan ibu guru memang tidak mudah dalam mengendalikan moral dan tingkah laku peserta didik. Oleh karena itu diperlukan keikhlasan dan kesungguhan dalam bekerja,” pesannya.

Karena, kata Alhudri – dengan pelaksanaan proses pembelajaran yang baik, maka akan terciptanya siswa-siswi yang memiliki sumber daya manusia yang berkompeten dan handal.

Baca juga: Gubernur Aceh Raih Penghargaan BNPB, Dinilai Sukses Tekan Kasus Covid-19

“Untuk mengukur keberhasilan pendidikan di SMA, sekolah perlu menyusun database lulusan. Berapa banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, swasta atau pun tidak melanjutkan,” terangnya.

Alhudri menuturkan, untuk melatih kemampuan siswa dalam berpikir, guru dapat merancang pola pembelajaran secara diskusi untuk memecahkan masalah.

“Jika lulusan SMK, berapa banyak yang bisa bekerja di dunia industri dan dunia kerja (IDUKA). Kemampuan siswa harus selaras dengan kebutuhan industri saat ini,” ujarnya.

Sebab itu, kata Alhudri, masih banyak lulusan vokasi yang hanya memahami teori, namun belum memahami implementasi di dunia kerja.

“Pemerintah Aceh akan terus menjembatani SMK dengan dunia industri dan dunia kerja melalui kerjasama-kerjasama yang telah dan yang akan dilaksanakan,” ujarnya.

Baca juga: Rektor IAIN Lhokseumawe Lantik 22 Pejabat Baru

Kadisdik Aceh beserta rombongan meninjau beberapa sekolah antara lain, SMAN 1 Pintu Rime Gayo, SMAN 2 Timang Gajah, SMAN 1 Bukit, SMKN 1 Bener Meriah, SMKN 1 Takengon, SMAN 7 Takengon, SMAN 8 Takengon, dan sejumlah sekolah lainnya.

Selain itu, Kadisdik Aceh juga meninjau secara langsung kondisi lingkungan sekolah, mulai ruang belajar, ruang guru, kantin sehat, toilet, mushalla, perpustakaan, dan lain sebagainya. Selanjutnya, Alhudri memantau pelaksanaan buku kerja kepala sekolah.[red]

Baca juga: KJRI New York Imbau WNI Melapor Jika Alami Kekerasan Bermotif Ras

Akhir 2021, Mesjid Giok Jadi Destinasi Wisata Islami Baru di Aceh

0
Masjid Agung Baitul A'la atau Masjid Giok di Suka Makmue, Nagan Raya, Aceh (Foto: Antara)

Nukilan.id – Mesjid Agung Baitul Makmur Baitul A’la di Kompleks Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Nagan Raya di Suka Makmue segera rampung. Masjid yang dilapisi batu giok ini akan jadi objek wisata religi baru di Aceh.

Bupati Nagan Raya H.M. Jamin Idham mengatakan, Mesjid Agung Baitul A’la nantinya akan menjadi salah satu tujuan wisata Islami baru di, dan meningkatkan daya tarik masyarakat untuk beribadah di masjid.

Baca juga: Petani Milenial Ini Ingin Lakukan Inovasi di Aceh Tamiang

Jamin Idham menegaskan Mesjid Giok diharapkan dibuka untuk umum dan bisa digunakan untuk ibadah shalat pada akhir 2021.

“Insya Allah, jika tidak ada kendala, dalam tahun ini Mesjid Agung Nagan Raya sudah bisa digunakan untuk shalat berjamaah lima waktu, termasuk ibadah shalat Jumat,” katanya di Suka Makmue, Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Radar Satelit Bumi Buatan Profesor Sumantyo Sudah Digunakan Lebih 118 Negara

Menurutnya, rencana tersebut diharapkan dapat dilaksanakan setelah beberapa tahapan pekerjaan pemasangan bagian lantai yang terbuat dari batu giok, selesai dilakukan pemasangan.

Pada 2021 , pemerintah daerah sudah mengalokasikan anggaran pembangunan untuk masjid tersebut mencapai Rp8 miliar.

Jamin Idham menambahkan, total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun mesjid tersebut mencapai Rp173 miliar.

Dari kebutuhan anggaran sebesar Rp173 miliar tersebut, jumlah dana yang sudah dikucurkan untuk membangun mesjid tersebut kini sudah mencapai Rp107 miliar lebih.
Sumber: travel.okezone.com
Baca juga: Kisah Winarti, Pengusaha Perempuan yang “Bangkrut” karena Pandemi tetapi Bisa Sukses Kembali

Berita Bagus, Saatnya Berburu Durian di Krueng Tuan

0
Pedagang durian di Krueng Tuan, Kecamatan Nisam, Aceh Utara(FOTO:KOMPAS.COM)

Nukilan.id – Musim durian di Krueng Tuan, Aceh Utara agak terlambat tahun ini. Jika biasanya, musim durian jatuh pada Agustus setiap tahun, kali ini mundur jadi Februari 2021 di Krueng Tuan.

Krueng Tuan merupakan daerah di dataran tinggi tepatnya di Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara.

Baca juga: Syakir Daniel, Penyanyi Aceh yang Dipuji Nyanyi Lagu Bahasa Melayu

Di dataran tinggi ini, buah durian lokal tumbuh subur. Durian biasanya ditanam oleh petani sembari menanam kopi dan pinang.

Cara menuju Krueng Tuan, bisa melewati jalur Medan-Banda Aceh. Saat tiba di Simpang Kertas Kraf Aceh (KKA) ikutilah jalan itu. Jalanan lurus dan mulus beraspal hingga ke Krueng Tuan.

Jalan itu juga menghubungkan Aceh Utara dan Bener Meriah.

Di sepanjang jalan aspal itu lah petani membuat pondok-pondok kecil. Mereka menjajakan durian dengan cara ditumpuk.

Pedagang durian di Krueng Tuan, Kecamatan Nisam, Aceh Utara (FOTO: KOMPAS.COM)

Salah seorang pedagang, Nur Aini, Rabu (10/3/2021) menyebutkan, harga durian bervariasi mulai Rp 25.000 – Rp 100.000 per butir. Namun, dia memastikan legit dan manisnya durian itu.

“Jika tak manis jangan bayar,” katanya.

Baca juga: Segarnya Air Kelapa Muda di Jalan Imam Bonjol Banda Aceh

Dalam satu tumpuk berisi empat durian dihargai Rp 100.000. Jumlah itu jauh lebih dari cukup buat konsumsi bersama. Karena dagingnya yang tebal, legit, dan lezat.

Pedagang durian Hamdan menyebutkan, hanya saat musim durian mereka berjualan. Durian, kata Hamdan bukan tumbuhan utama kawasan itu.

“Durian itu peyangga, di antara sela kopi. Ini lumayan menghasilkan,” katanya.

Nah, para pembeli umumnya mereka yang melintas menuju destinasi wisata Gunung Salak, Aceh Utara.

“Apalagi ini jalan penghubung. Jadi, seberapa banyak pun buah durian yang tersedia, pasti habis,” sebut Hamdan.

Apabila kamu melintas kawasan ini, silakan lihat kiri-kanan jalan. Di sana gubuk kecil penuh durian dipajang rapi dan sayang untuk tak dicicipi.
Sumber: kompas
Baca juga: BMKG: Sebagian Wilayah di Aceh Hujan Hingga 3 Hari ke Depan

AS Mencekam, TB Hasanuddin Keluarkan Imbauan untuk WNI

0
TB Hasanuddin. (Foto: dokumen JPNN.Com)

Nukilan.id – Politikus PDI Perjuangan Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat untuk tetap tenang dan tidak panik.

Imbauan ini menyusul seruan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) kepada WNI terkait maraknya insiden diskriminasi dan kekerasan bermotif rasial di kota New York, Amerika Serikat.

“Bila melihat gelagat yang mencurigakan segera lapor atau berkomunikasi dengan KJRI yang siaga 1x 24 jam,” kata Hasanuddin dalam pernyataan resminya, Jumat (12/3).

Baca juga: Ketua DPRK Minta Nova Perhatikan Pembangunan Jalan di Bener Meriah

Menurut anggota Komisi I DPR RI ini, sejak 4 Maret, Pemerintah New York telah mengumumkan bahwa tindakan diskriminasi terhadap warga Asia terus meningkat.

Komisi I DPR juga mengapresiasi langkah Kementerian Luar Negeri yang bergerak cepat memberikan peringatan kepada seluruh WNI di sana.

“Kemenlu telah membuka posko siaga pengaduan,” ujarnya.

Pihak KJRI New York juga mengimbau WNI untuk terus memerhatikan situasi keamanan setempat melalui pemberitaan di media massa atau sumber-sumber resmi dari pemerintah setempat.

Dalam keadaan darurat, hubungi 911. Sekiranya memerlukan bantuan, KJRI New York juga membuka hotline dan bisa menghubungi KJRI New York pada nomor: 347 806 9279 – 646 491 3809 – 646 238 8721 – 929 366 9842 – 929 329 4872.
Sumber: jpnn
Baca juga: Cegah Stunting, Baitul Mal Aceh Bangun Jamban untuk Keluarga Miskin

Rektor IAIN Lhokseumawe Lantik 22 Pejabat Baru

0
Rektor IAIN Lhokseumawe Dr. Danial, S. Ag., M. Ag

Nukilan.id – Rektor IAIN Lhokseumawe Dr. Danial, S. Ag., M. Ag melantik 22 pejabat di lingkungan kampus setempat dengan masa jabatan 2021-2025, Jumat (12/3/2021) di aula Biro Rektorat lantai 3. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Mereka yang dilantik diantaranya adalah Dr. Iskandar, S. H. I., M.S.I sebagai Wakil Rektor I bidang akademik dan kelembagaan, Dr. Darmadi, S. Sos,I., M.Si sebagai Wakil Rektor II bidang administrasi umum, perencanaan, dan keuangan, kemudian Wakil Rektor III Dr. Al. Husaini M. Daud, S. Ag., M.A.

Baca juga: Nova Lantik Wakil Bupati Bener Meriah

Selanjutnya di lingkungan Fakultas Syariah (FASYA) diantaranya Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Lc.,M.A.,Ph.D sebagai Dekan, Drs. Mahdi, M.H sebagai Wakil Dekan II dan Kafrawi, S. Ag., MA sebagai Wakil Dekan III.

Di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) diantaranya Dr. Jumat Barus, SS., MS sebagai Dekan, kemudian Wakil Dekan I Dr. Nurlaila, S. Pd., M. Pd, Wakil Dekan II Dr. Husaini, M. Ag dan Dr. Syarifah Rahmah, S. Ag.,M. Ag sebagai Wakil Dekan III.

Kemudian, di lingkungkan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) diantaranya Dr. Marhamah, M. Kom.I sebagai Dekan I, Saifuddin Dhuhri, Lc.,MA sebagai Wakil Dekan I, Abdul Mugni, S. Sos.i.,MA sebagai Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III Zamri, S. Sos.I., M.Kom.I.

Baca juga: Ketua DPRK Minta Nova Perhatikan Pembangunan Jalan di Bener Meriah

Di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) diantaranya Dekan Dr. Mukhtasar, S. Ag., M.Ag, Wakil Dekan I Dr. Husni, S. Ag.,M.Ag, Wakil Dekan II Siti Najma, S. Ag., MM dan Wakil Dekan III Taufiq, S. HI., MA.

Sedangkan Direktur Pascasarjana Syahrizal, S. Ag., M.Ag., Ph.D dan Wakil Direktur Dr. Almuhajir, S.Ag., M.A. Kemudian Dr. Nasrullah sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), dan Dr. Zulfikar Ali Buto, S.Pd.I.,MA dilantik sebagai Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM).

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Lhokseumawe, Dr. Danial, S.Ag.,M.Ag berpesan kepada seluruh jajarannya terutama yang dilantik agar senantiasa dan berperan aktif guna mengembangkan inovasi-inovasi. Tutur Rektor.

Rektor juga menyebutkan pentingnya komunikasi antar sesama dalam proses pengembangan terutama mengembangkan lembaga yang maju dan unggul “hal mendasar adalah komunikasi, layaknya jembatan yang saling menghubungkan antar sesama secara sistematis demi tercapai tujuan dan arah bersama,” Pesan Rektor.
Sumber: iainlhokseumawe.ac.id
Baca juga: 50 Universitas Terbaik di Indonesia: Unimal Peringkat 40, Unsyiah Nomor 17

KJRI New York Imbau WNI Melapor Jika Alami Kekerasan Bermotif Ras

0
Ilustrasi -- Suasana di kota New York (Foto: Maria Khrenova/Getty Images)

Nukilan.id – Setiap warga negara Indonesia (WNI) di New York, Amerika Serikat (AS) dan sekitarnya diimbau untuk segera mengajukan laporan jika mengalami tindak diskriminasi atau kekerasan bermotif rasial di kota tersebut. Diketahui New York sedang dilanda banyak insiden kekerasan bermotif rasial.

Imbauan itu disampaikan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York melalui akun Instagram resmi mereka, @indonesiainnewyork, Kamis (11/3/2021). Imbauan kepada WNI itu dimuat dalam surat imbauan no 058/Kons/New York/III/2021 tertanggal 6 Maret 2021.

“Sehubungan dengan terjadinya insiden diskriminasi dan kekerasan bermotif rasial di kota New York, Pemerintah Kota New York telah meluncurkan website untuk melaporkan tindak diskriminasi atau kejahatan bermotif rasial dimaksud di laman: https://www1.nyc.gov/site/cchr/media/covid-19.page,” demikian isi imbauan tersebut.

Baca juga: Polisi Tahan 13 Orang Dianggap Menghina Erdogan

Sementara itu, KJRI New York juga mengimbau WNI untuk terus memantau situasi keamanan di wilayah itu dari media massa ataupun sumber-sumber resmi pemerintah setempat.

Jika terjadi keadaan darurat, KJRI New York mengimbau untuk menghubungi 911, dan jika memerlukan bantuan, KJRI New York juga membuka hotline dan bisa menghubungi KJRI New York pada nomor : 347 806 9279, 646 491 3809, 646 238 8721, 929 366 9842 atau 929 329 4872.

Sebelumnya, diberitakan serangan terhadap warga keturunan Asia melonjak di berbagai wilayah AS. Salah satunya kejadian yang dialami warga Malaysia yang ditonjok seseorang tak dikenal di luar sebuah stasiun kereta bawah tanah di New York.

Seperti dilaporkan Newsweek dan dilansir The Star, serangan itu terjadi di luar pintu masuk stasiun kereta bawah tanah East Broadway F, tidak jauh dari area Pecinan di Manhattan, New York. Serangan terjadi pada Selasa (2/3) malam, sekitar pukul 23.00 waktu setempat.

Rekaman CCTV menunjukkan Teoh Ming Soon (56), seorang pekerja konstruksi yang sudah 20 tahun tinggal di AS, ditonjok oleh seseorang tak dikenal saat dalam perjalanan pulang. Menurut laporan, Soon mengalami luka memar di mata bagian kiri dan luka-luka di bibirnya.

Baca juga: Militer Myanmar Bebaskan Ribuan Demonstran yang Ditahan

Rekaman CCTV yang kemudian dibagikan di Twitter itu menunjukkan pelaku penyerangan tampaknya menunggu di pintu masuk stasiun sebelum Soon datang mendekat dan menyerangnya. Pelaku kemudian terlihat berjalan menuruni tangga menuju kereta bawah tanah.

Beberapa pekan terakhir, serangan terhadap warga Asia-Amerika di AS dilaporkan mengalami peningkatan. TIME melaporkan pada 28 Januari lalu, bahwa seorang pria lanjut usia (lansia) keturunan Thailand, Vicha Ratanapakdee, didorong ke tanah saat berjalan pagi hari di San Francisco, California dan meninggal dunia dua hari kemudian. Pelaku penyerangan, yang diidentifikasi sebagai Antoine Watson (19), telah ditangkap dan didakwa atas pembunuhan dan penganiayaan.

Insiden lainnya dilaporkan terjadi di San Jose, California, ketika seorang nenek asal Vietnam berusia 64 tahun diserang dan dirampok orang tak dikenal. Kemudian di New York, dalam serangan serupa, seorang pria keturunan Filipina yang berusia 61 tahun disayat dengan silet saat berada di dalam kereta bawah tanah.
Sumber: detik.news
Baca juga: Warga Thailand dan Vietnam Segera Dievakuasi dari Myanmar

Kejati Aceh usut dugaan korupsi peremajaan sawit Rp684,8 miliar

0
Kajati Aceh Muhammad Yusuf. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh Muhammad Yusuf mengatakan, pengusutan kasus dugaan korupsi program peremajaan sawit rakyat di provinsi ujung barat Indonesia tersebut dengan nilai Rp684,8 miliar lebih kini sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

“Sumber anggaran program peremajaan sawit rakyat berasal dari Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang berada di bawah Kementerian Keuangan RI,” kata Muhammad Yusuf, Jum’at (12/3/2021).

Baca juga: Kejati Aceh Periksa Kadis Perhubungan Terkait Dugaan Korupsi

Didampingi Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Munawal Hadi, Muhammad Yusuf mengatakan program peremajaan sawit tersebut berlangsung selama tiga tahun anggaran, yakni 2018, 2019, dan 2020.

Ia menyebutkan bahwa, tahun anggaran 2018 dikucurkan sebanyak Rp16 miliar. Kemudian, pada tahun anggaran 2019 sebesar Rp243,2 miliar, dan tahun 2020 anggaran mencapai Rp425,5 miliar.

Muhammad Yusuf mengungkapkan, program peremajaan sawit rakyat di Provinsi Aceh dilakukan atas perjanjian tiga pihak antara Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), koperasi, dan perbankan.

“Permasalahan dalam perkara ini secara garis besar adanya temuan proses verifikasi. Dana diperuntukan untuk peremajaan sawit tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam setiap kegiatan atau pengadaan,” ungkapnya.

Baca juga: Kejati Aceh Tangkap Koruptor yang Buron 4 Tahun

Selain itu, kata Kajati Aceh – adanya syarat-syarat pengajuan yang tidak sesuai dengan ketentuan berlaku, seperti tumpang tindih alas hak atas lahan para pengusul atau penerima manfaat program.

Seharusnya, kata Muhammad Yusuf – pelaksanaan program peremajaan sawit rakyat dilaksanakan oleh pekebun melalui kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan koperasi.

“Jadi yang mengajukan permohonan itu adalah ketiga pihak tersebut dan permohonannya diajukan ke Dinas Perkebunan kabupaten. Selanjutnya Dinas Perkebunan kabupaten memverifikasi permohonan,” katanya.

Kemudian, lanjutnya – hasil verifikasi diteruskan ke Dinas Perkebunan provinsi, dan hasil verifikasi selanjutnya diteruskan ke Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI.

Lanjutnya, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI merekomendasikan nama pengusul, lokasi kebun, dan jumlah luas serta mengirimkannya ke BPDPKS sebagai syarat penyaluran dana.

Baca juga: Kejati Periksa Sekda Aceh Tenggara Terkait Kasus Pembangunan Jalan

“Penerima dana adalah kelompok tani, gabungan kelompok tani dan koperasi. Dan para pihak itulah memanfaatkan dana dari BPDPKS untuk peremajaan kelapa sawit,” kata Muhammad Yusuf.

Muhammad Yusuf menyatakan penyidik Kejati Aceh sudah meminta keterangan dan pengumpulan data dari pihak-pihak terkait, antara lain pihak Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Kementerian Keuangan, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Aceh, Dinas Perkebunan dan Peternakan kabupaten, dan para pihak penerima dana program peremajaan sawit rakyat.

“Penyidik terus bekerja mengumpulkan bukti-bukti dan segera para menetapkan para pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka,” demikian kata Muhammad Yusuf.
Sumber: antara
Baca juga: Kejati Aceh Sebar Tim Tabur Sampai ke Sumut, Buru 38 Orang Sisa Buron

Menyatukan Aceh dan Kupang dalam Rasa

0
Foto adalah hak milik penulis (Prabu Yudianto).

Penulis: Prabu Yudianto

Nukilan.id – Aceh selalu masyur sebagai serambi Mekkah. Budaya Islam yang dibawa dari Timur Tengah kental terasa dalam setiap lini kehidupan. Baik perkara busana, tarian, musik, hingga kuliner. Betapa Aceh menjadi miniatur dari budaya yang nun jauh di barat Nusantara.

Sedangkan Kupang yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah cerminan budaya timur Indonesia. Meskipun pengaruh agama dan budaya Islam juga kuat, namun NTT tetap menyimpan identitas khas Melanesia. Kupang dan NTT juga masyur dengan keindahan alam yang eksotis.

Tentu kita maklum, kedua daerah tersebut punya perbedaan budaya yang tegas. Terpisah sejauh 5000 km tentu membentuk ciri khas spesifik dari kedua daerah. Apalagi bicara perkara kuliner.

Kuliner sangat ditentukan oleh ketersediaan bahan pangan daerah tersebut. Budaya setempat juga punya andil dalam karakteristik kuliner. Dan tentunya perbedaan ini menambah keberagaman di Nusantara. Kembali dalam semboyan Indonesia “bhinneka tunggal ika”, berbeda-beda tapi tetap satu.

Baca juga: Segarnya Air Kelapa Muda di Jalan Imam Bonjol Banda Aceh

Namun bagaimana jika warga Aceh ingin menikmati kuliner khas Kupang? Apakah harus melewati ribuan kilometer dan ratusan jam agar dapat mencicipi nikmatnya makanan khas NTT? Jika kita mengenang era kerajaan, tentu ini harus dilakukan. Apalagi dengan transportasi yang belum maju, menikmati makanan khas Kupang NTT hampir seperti keniscayaan.

Mungkin masyarakat Kerajaan Samudera Pasai merindukan kemewahan ini. Membayangkan sajian khas dari negeri nun jauh di timur Nusantara seperti mimpi yang tak terbeli. Apalagi jika bicara sajian kuliner yang otentik.

Seperti yang sudah disampaikan, perkara kuliner sangat bergantung pada ketersediaan bahan pangan di daerah masing-masing. Bahan pangan yang unik ini membuat sajian setiap daerah punya otentisitas tersendiri. Semisal sei sapi dari Kupang. Dengan bahan baku dan pengasapan yang khas, sei sapi yang otentik akan sulit diperoleh diluar Kupang.

Baca juga: Disbudpar Aceh Dorong Pelaku Wisata Manfaatkan Medsos

Namun apa jadinya jika masyarakat Aceh bisa merasakan nikmatnya sajian kuliner khas Kupang? Dan tentu saja, sajian yang otentik. Bukan sekadar sajian yang mirip dan dipaksakan, namun sajian yang seperti datang langsung dari NTT. Tentu ini akan menjawab kerinduan masyarakat Aceh. Dan seperti membalas rindu kerajaan Samudera Pasai yang kesulitan mencicipi kuliner otentik khas Kupang NTT.

Warung Daging Asap (WDA) ingin menjawab kerinduan ini. Berawal dari Medan, WDA ingin membawa cita rasa sei yang otentik dan halal menuju Aceh. Tepatnya di Lhokseumawe. Tidak sekadar membawa kuliner abal-abal dan menumpang nama besar sei, WDA menyajikan sei sapi dan ayam yang otentik selayaknya disajikan dari dapur Kupang NTT.

Baca juga: Sempat Terpuruk, Kini Sektor Pariwisata Aceh Mulai Bangkit

WDA menyajikan sei sapi dan ayam dengan bumbu yang pas serta marinasi yang tepat. Teknik pengasapan khas Kupang menjamin rasa yang otentik sampai ke lidah penikmatnya. Dan tentu saja, sei sapi dan ayam dari WDA 100% halal!

Tanpa sadar, WDA telah menyatukan Aceh dan Kupang dalam rasa. Kini warga Aceh tidak lagi harus susah payah memperoleh sei sapi dan ayam yang otentik. Jika Kerajaan Samudera Pasai masih berdiri, mungkin kerinduan mereka dapat terjawab oleh WDA (Warung Daging Asap).[]
Baca juga: Logika Hukum Pilkada di Aceh