Beranda blog Halaman 2272

14 Maret, Hari Raya Nyepi & Perayaan Tahun Baru Saka

0
Umat Hindu mengikuti upacara Melasti menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1943 di Pantai Kuta, Bali, Kamis (11/3/2021). Ritual Melasti untuk menyucikan alam agar Hari Raya Nyepi dapat berjalan hening serta damai tersebut dilakukan oleh perwakilan desa adat dengan jumlah terbatas serta menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.

Nukilan.id – Tahun ini hari raya Nyepi dirayakan pada hari Minggu, tanggal 14 Maret 2021 yang bertepatan dengan tanggal 1 Saka tahun 1943 pada kalender Bali.

Hari raya Nyepi adalah peringatan tahun baru Saka berdasarkan kalender Bali. Kalender ini adalah kalender modifikasi Kalender Saka yang berasal dari India dengan tambahan sejumlah elemen masyarakat setempat.

Baca juga: 14 Maret, Pemerintah Aceh Gelar Lomba Balap Sepeda “Tour de Koetaradja”

Hari raya Nyepi dirayakan oleh umat Hindu. Nyepi berasal dari kata sepi, artinya di satu hari tersebut masyarakat Hindu berhenti dari semua kegiatan. Nyepi diperingati sehari sesudah tileming kesanga pada penanggal 1 sasih Kedasa. Nyepi bagi umat Hindu berarti memohon kepada Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, untuk melakukan penyucian Buana Alit (manusia) dan Buana Agung (alam dan seluruh isinya).

Biasanya, pada Hari Raya Nyepi di Bali yang sebagian besar masyarakat menganut agama Hindu, semua aktivitas umum juga ditiadakan kecuali untuk rumah sakit. Termasuk juga bandar udara internasional Ngurah Rai pun ditutup selama 24 jam.

Terkait Nyepi tahun ini, Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat provinsi setempat mengeluarkan surat edaran bersama tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1943 (2021) yang salah satu isinya meniadakan pengarakan ogoh-ogoh.

“Pengarakan ogoh-ogoh bukan merupakan rangkaian wajib Hari Suci Nyepi. Oleh karena itu pengarakan ogoh-ogoh pada Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1943 ditiadakan,” kata Ketua PHDI Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana dalam surat edarannya sebagaimana dikutip Antara.

Baca juga: Surat Perintah 11 Maret, Sejarah Lahirnya Orde Baru

Dalam Surat Edaran Bersama bernomor 009/PHDI-Bali/I/2021 dan bernomor 002/MDA-Prov Bali/I/2021 tertanggal 19 Januari 2021 itu ditandatangani Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana, Bandesa Agung Majelis Desa Adat Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Di antaranya yang menjadi dasar hukum SE bersama itu seperti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19, Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

Termasuk juga Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru dan regulasi lainnya.

Baca juga: 10 Maret, Hari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI)

Dalam Surat Edaran juga disampaikan dalam rangkaian Upacara Malasti, Tawur, Pangrupukan yang merupakan rangkaian Suci Nyepi agar dilaksanakan dengan memperhatikan sejumlah ketentuan, yaitu,

  1. Membatasi jumlah peserta yang ikut dalam prosesi paling banyak 50 orang.
  2. Para Pamangku (pemuka agama) agar menggunakan “panyiratan” yang sudah bersih untuk nyiratang (memercikkan) tirta kepada krama (umat), dan memberikan bija dengan peralatan yang bersih.
  3. Dilarang memakai/membunyikan petasan/mercon dan sejenisnya.
  4. Bagi umat yang sakit atau merasa kurang sehat, agar tidak mengikuti rangkaian upacara.
  5. Guna menghindari berbagai potensi penyebaran COVID-19, semua panitia dan peserta agar mengikuti protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian COVID-19 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

Sumber: tirto.id
Baca juga: BKSDA Aceh Lepas Liarkan Harimau Sumatra ke Gunung Leuser

Bupati Aceh Tengah Lantik 8 Reje di Kecamatan Ketol

0
Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar sedang mengambil sumpah dan melantik 8 (Delapan) Reje

Nukilan.id – Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar mengambil sumpah dan melantik 8 (Delapan) Reje Kampung dalam wilayah Kecamatan Ketol yang bertempat di Aula Kantor Camat setempat, Sabtu (13/03/2021).

Hadir pada kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Aceh Tengah, Para Kepala SKPK di lingkungan Kabupaten Aceh Tengah, Anggota DPRK, Forkopimcam Ketol, Mukim Ketol, Para Reje Se-Kecamatan Ketol, Petue, RGM, Imem, serta tamu undangan lainnya.

Baca juga: Nova Lantik Wakil Bupati Bener Meriah

Mengawali sambutannya Bupati mengungkapkan rasa bahagianya karena selain dalam rangka pelantikan Reje, acara tersebut menjadi ajang pimpinan daerah untuk bersilaturahmi dengan masyarakat di Kecamatan Ketol.

Melanjutkan sambutannya Shabela menyampaikan bahwa para Reje telah cukup berjasa dalam menata dan membina kehidupan masyarakat kampung. Reje bukan saja telah mampu berperan aktif dalam mengendalikan jalannya roda pemerintahan kampung, tetapi juga dalam memelihara ketertiban, kerukunan, ketentraman dan pembangunan masyarakat.

Lebih lanjut beliau mengatakan dengan diberlakukannya Undang-Undang Pemerintahan Aceh sekarang ini, maka semakin terbuka kesempatan bagi kita untuk kembali ke jati diri yang berakar pada adat dan Budaya Gayo, yang kental dengan tata nilai dan norma, yang terbingkai dengan nuansa agama yang islami, bahwa sistem pemerintahan di Tanoh Gayo ini, memiliki nilai luhur dan filosofi sakral, dimana Reje Si Musuket Sipet, Imem Si Muperlu Sunet, Petue Si Musidik Sasat dan Rakyat Genap Mupakat, kesemua ini terbingkai dalam wadah Sarak Opat.

“Untuk itu, betapapun berat dan sulitnya halangan ke depan, harus dihadapi dengan arif dan bijaksana, sebagaimana juga disebutkan dalam falsafah Adat Gayo, Agama Urum Edet Lagu Zet Urum Sifet, Murip Ikandung Edet, Mate Ikandung Bumi, Murip Benar Mate Suci” ujar Shabela.

Baca juga: Tahapan Pemilu 2024 Dimulai Pertengahan 2022

“Maknanya adalah bahwa dalam setiap tingkah laku, sikap, perbuatan, dan tindakan yang berhubungan dengan orang lain, selalu ada aturan dan disiplin dengan memakai tolok ukur adat istiadat, yang selalu berdampingan dengan tolok ukur agama” lanjutnya.

Lebih lanjut Bupati Shabela berharap kehadiran seorang Reje mampu menjadi suluh didalam kegelapan, menjadi penyejuk didalam kegerahan dan menjadi mata air bagi yang kehausan. Artinya tampilan seorang Reje hendaknya mampu memberi pencerahan kepada masyarakat, yaitu mampu menjadi contoh, mampu melindungi dan mengayomi masyarakat, serta sebagai pemimpin yang mampu mendorong dan memotivasi masyarakat untuk membangun.

Shabela juga berharap agar alokasi dana desa yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat, bukan sebaliknya, anggaran untuk kampung dipergunakan tidak seharusnya.

Baca juga: 2020, Baitul Mal Aceh Kumpulkan Zakat Rp 287 miliar

Bupati juga mengingatkan para Reje untuk mengelola administrasi keuangan dengan sebaik-baiknya.

“Pada kesempatan yang baik ini, kami ingin mengingatkan pentingnya berhati-hati dalam pengelolaan administrasi keuangan, karena pengawasan akan semakin ketat” ingatnya.

Menutup sambutannya Bupati mengucapkan selamat bekerja kepada para Reje yang baru dilantik. Semoga menjalankan amanah dengan baik serta mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Reje periode sebelumnya atas sumbangsihnya kepada Negara dan Masyarakat.

Baca juga: Pemerintah Aceh Dukung Penguatan Syariat Islam Dilakukan Ulama Dayah

Adapun 8 orang Reje Kampung yang dilantik tersebut adalah : Sudirman (Kampung Gelumpang Payung), Salawati, S.Sos (Kampung Pantan Penyo), Mude Sedang (Kampung Bah), Kariadi (Kampung Buter), Misran, SH (Kampung Bintang Pepara), Syaparuddin (Kampung Buge Ara), Abd. Wahid (Kampung Jaluk) dan Ramli (Kampung Kekuyang). (KS/Humas).[]

Baca juga: BMKG Lakukan Rukyat Hilal Awal Sya’ban 1442 H pada Ahad

Baca juga: APBA 2021, Dana Operasional Pemerintah Aceh 3,9 Miliar

BKSDA Aceh Lepas Liarkan Harimau Sumatra ke Gunung Leuser

0
Beritasatu

Nukilan.id – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama mitra melepasliarkan seekor harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) yang sebelumnya sempat dirawat di Barumun Sanctuary ke Taman Nasional Gunung Leuser.

Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto mengatakan pelepasliaran harimau sumatra itu setelah kondisi fisik dan kesehatan satwa dilindungi tersebut dinyatakan pulih.

“Pelepasliaran harimau tersebut setelah tim medis menyatakan satwa dilindungi itu sehat. Pelepasliaran untuk mengembalikan harimau Sumatra tersebut ke habitat,” kata Agus Arianto, di Banda Aceh, Sabtu (13/3).

Agus Arianto mengatakan sebelumnya harimau tersebut masuk perangkap BKSDA Aceh di Desa Pangkalan Sulampi, Kecamatan Suro Makmur, Kabupaten Aceh Singkil, 13 Desember 2020. Pemasangan perangkap tersebut sebagai upaya penyelamatan karena harimau sumatra jantan dengan usia antara empat hingga lima tahun itu berada dalam wilayah risiko tinggi.

Setelah masuk perangkap, harimau tersebut dievakuasi dan dititipkan Barumun Sanctuary yang berada di Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Penitipan untuk perawatan dan kenyamanan harimau sumatra tersebut.

Berdasarkan daftar kelangkaan satwa dikeluarkan lembaga konservasi dunia International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus spesies terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

BKSDA Aceh mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian khususnya harimau sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa. Serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

Kemudian, tidak memasang jerat, racun, pagar listrik tegangan tinggi yang dapat menyebabkan kematian satwa liar dilindungi. Semua perbuatan ilegal tersebut dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan.

Di samping itu, aktivitas ilegal lainnya juga dapat menyebabkan konflik satwa liar khususnya harimau sumatra dengan manusia. Konflik ini berakibat kerugian secara ekonomi hingga korban jiwa, baik manusia maupun keberlangsungan hidup satwa liar tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, para pihak terkait lainnya serta mitra yang mendukung penyelamatan dan pelepasliaran harimau tersebut. Dukungan ini merupakan upaya pelestarian satwa dilindungi di Provinsi Aceh,” kata Agus Arianto.[]

Sumber: Ihram.co/Republika

Sah, Vicky Prasetyo Nikah dengan Kalina Oktarani

0
Sah, Vicky Prasetyo dan Kalina Octaranny jadi pasangan suami istri. (Foto: YouTube)

Nukilan.id – Kebahagiaan tengah dirasakan Vicky Prasetyo dan Kalina Oktarani. Keduanya menggelar akad nikah hari ini, Sabtu (13/3/2021) di The Lodge Golf at Jagorawi, Bogor, Jawa Barat.

“Saudara Vicky Prasetyo aku nikahakan dan aku kawinkan engkau Vicky Prasetyo bin Hermanto dengan Erie Oktarani Binti Sardie Asairi dengan mas kawin seperangkat alat salat dan uang Rp130.321 dibayar tunai,” ujar sang penghulu, Hasyim Adnani.

Baca juga: Hari ini, Atta Halilintar Lamar Aurel

Pernikahan mereka ditayangkan secara live melalui saluran YouTube milik Vicky Prasetyo. Pria yang menjuluki dirinya gladiator itu tampak lancar saat mengucap ijab kabul.

“Saya terima nikah dan kawinnya Erie Oktarani binti Sardie Asairi dengan mas kawin tersebut dibayar tunai,” ucap Vicky dengan lantang.

Prosesi ijab kabul yang berjalan lancar itu disambut dengan ucap syukur dan tepuk tangan hadirin. Kalina lalu mencium tangan Vicky sebagai tanda dirinya resmi sebagai istri.

Baca juga: Psikolog Liza M Djaprie: Banyak Faktor Terjadi Perselingkuhan

Vicky Prasetyo terlihat gagah mengenakan beskap putih. Sementara, Kalina Oktarani terlihat menawan dengan kebaya berwarna peach dan polesan makeup cantik.

Pernikahan itu berlangsung secara intimate. Kalina dan Vicky menggelar pesta tanpa tamu undangan dan hanya dihadiri keluarga besar.

Pelaksanaan akad nikah berjalan sesuai protokol kesehatan covid-19. Lokasi disterilkan melalui penyemprotan disinfektan, dan para hadirin telah melakukan tes PCR serta swab antigen.
Sumber: iNews
Baca juga: Istri Ayus Sering Dandani Nissa Sabyan

Tahapan Pemilu 2024 Dimulai Pertengahan 2022

0
Ilustrasi

Nukilan.id – Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar memprediksi, persiapan Pemilu 2024 akan berlangsung mulai tahun depan tepatnya sekitar Juli atau Agustus 2022. Adapun pernyataan itu dia ungkapkan jika Pemilu 2024 benar-benar diselenggarakan pada Maret atau April 2024.

“Kalau Pilkadanya November 2024, kemudian Pemilunya 2024. Taruhlah misalnya bulan April atau Maret kita laksanakan. Kalau kita tarik, itu praktis tahun depan, bulan Juli atau Agustus ya, itu sebenarnya tahapan Pemilu sudah harus kita mulai itu,” kata Bahtiar dalam diskusi daring bertajuk “Implikasi Batalnya Revisi UU Pemilu” Sabtu (13/3/2021).

Ia menjelaskan alasan hitung-hitungan dimulainya tahapan Pemilu 2024 dengan menggunakan dasar Undang-undang (UU) Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Berdasarkan UU tersebut, lanjut Bahtiar, perlu 20 bulan untuk menyiapkan segala tahapan sebelum pemilu terlaksana.
“Yang paling penting adalah simulasinya. Karena UU Pemilu memerintahkan, pelaksanaan Pemilu itu kan tahapannya 20 bulan. Kemudian kalau Pilkada itu kan 12 bulan,” jelas dia.

Untuk itu, Bahtiar mengingatkan agar pemerintah sudah harus menyiapkan anggaran untuk tahapan Pemilu 2024 tahun depan.

Selain itu, dia menambahkan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga harus menyiapkan beragam hal untuk tahapan pemilu.

“Sebenarnya ini momentum positif kalau teman-teman penyelenggara menerimanya secara baik. Ini momentum positif untuk teman-teman penyelenggara menyiapkan berbagai hal untuk 2024. Misalnya, dulu tiba-tiba ujug-ujug KPU membuat Silon, itu membuat gagap semua teman-teman peserta pemilu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bahtiar juga menyoroti pembuatan e-Rekap yang dinilainya membuat masalah tidak perlu.

Ia menambahkan, persoalan mengenai formulir yang dianggapnya begitu banyak pada pelaksanaan pemilu juga perlu disoroti.

Untuk itu, dia menyarankan agar Pemilu 2024 lebih disederhanakan khususnya soal banyaknya formulir.
“Formulir itu banyak sekali. Banyaknya itu formulir, jangan-jangan yang bikin capek para KPPS penyelenggara itu. Bisa nggak sih disederhanakan itu, formulir-formulir itu. Indonesia mungkin negara yang pemilunya memiliki formulir paling banyak,” tuturnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Viryan Aziz menyarankan, agar tahapan Pemilu Serentak Tahun 2024 di mulai sejak 30 bulan sebelum waktu pemungutan suara. Hal itu, kata dia, dilakukan agar pelaksanaan pemilu menjadi lebih matang dan maksimal.

“Guna meningkatkan kualitas Pemilu 2024, sebaiknya tahapan pemilu dimulai sekitar 30 bulan dari waktu pemungutan suara,” kata Viryan dalam laman pribadinya yang telah diizinkan untuk dikutip oleh Kompas.com, Selasa (9/3/2021).

Sumber: Kompas

Hari ini, Atta Halilintar Lamar Aurel

0
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah usai menggelar acara lamaran di hotel Intercontinental, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (13/3/2021)(Foto: Kompas.com)

Nukilan.id – YouTuber Atta Halilintar melamar kekasihnya, Aurel Hermansyah, di hotel Intercontinental, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sabtu (13/3/2021).

Namun, dalam acara bahagia tersebut, Atta Halilintar hanya didampingi oleh adiknya, Thariq Halilintar.

Atta Halilintar menjelaskan, kedua orangtuanya tidak bisa hadir dikarenakan alasan kesehatan.

Baca juga: Istri Ayus Sering Dandani Nissa Sabyan

“Sebenarnya aku ini pengin lamaran, nikah, itu ada adekku semua 11, orang tuaku juga. Ya, perasaannya campur aduk lah. Aku juga di sini sambil berdoa terus supaya mereka sehat,” ungkap Atta saat memberikan keterangan pers di hotel Intercontinental, Sabtu (13/3/2021).

YouTuber dengan subscriber terbanyak di Asia Tenggara ini mengabarkan, ayahnya baru saja menjalani operasi besar.

Sedangkan sang ibunda, harus menjalani perawatan berkala karena ada masalah dengan perutnya.

“Sudah lama papa berobat ke sana, itu sudah lama. Cuma aku kasihan kalau orangtuaku jadi diserang media. Ya, kalau mau mereka cepat sembuh kan didoain aja gitu,” ucap Atta.

Baca juga: Digugat Cerai Istri, Ayus Sabyan Sudah 4 Kali Selingkuh

“Ya, ini (papa) masih mau ada operasi berikutnya dan masih banyak pengobatan yang lain. Tapi kemarin itu berhasil,” kata Atta melanjutkan

Meski orangtuanya tidak hadir, Atta Halilintar mengaku, selalu memberitahu kondisi terkini di acara lamarannya tersebut.

“Kalau tadi pada lihat video aku pegang handphone terus, itu aku selalu berkabar dan fotoin keadaan di sini. Ya, aku kan LDR sama orang tua, jadi aku kirimin foto aja,” tutur Atta Halilintar.

Diketahui, saat melamar Aurel Hermansyah, Atta Halilintar hanya didampingi pamannya dan sejumlah keluarga dekat.

Perwakilan dari keluarga inti yang hadir hanyalah adik Atta, Thariq Halilintar.

Setelah melewati prosesi lamaran, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah akan melangsungkan pengajian dan dilanjutkan akad nikah pada 3 April 2021.
Sumber: kompas
Baca juga: Psikolog Liza M Djaprie: Banyak Faktor Terjadi Perselingkuhan

2020, Baitul Mal Aceh Kumpulkan Zakat Rp 287 miliar

0
Ketua Komisioner Baitul Mal Aceh, Prof Nazaruddin A Wahid, MA

Nukilan.id – Ketua Komisioner Baitul Mal Aceh, Prof Nazaruddin mengatakan sepanjang 2020 zakat terkumpul Rp 287 miliar di seluruh Aceh. Khusus di Baitul Mal Provinsi Aceh, di tahun yang sama terkumpul Rp 57 miliar.

Potensi zakat di Aceh menurut penelitian Baitul Mal mencapai Rp 1,4 triliun per tahun. Sementara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyebut, potensi zakat di Aceh bisa mencapai Rp 2,6 triliun per tahun.

Adapun daerah-daerah pengumpul zakat terbanyak yakni Aceh Timur, Aceh Utara, Banda Aceh, Aceh Tengah dan Aceh Barat. “Sangat bervariasi jumlahnya, tapi beberapa daerah ini dianggap lebih banyak zakatnya dari yang lain,” kata Prof Nazaruddin saat dihubungi Dialeksis.com, Sabtu (13/3/2021).

Baca juga: Nova Tunaikan Zakat di Baitul Mal Aceh

Sumber zakat masih didominasi oleh zakat profesi khususnya bagi ASN Provinsi Aceh dan ASN vertikal seperti Kantor Kementerian Agama Wilayah Aceh dan UIN Ar-Raniry, serta instansi vertikal lainnya.

Selain itu zakat juga bersumber dari beberapa perusahaan di Aceh semisal Bank Aceh Syariah.

Ketua Komisioner Baitul Mal Aceh itu mengatakan, penyaluran zakat berpedoman pada delapan asnaf (penerima yang berhak) seperti fakir, miskin, amil, mualaf, riqab (hamba sahaya), gharim (orang yang terlilit utang), fisabilillah, dan ibnu sabil (orang yang sedang dalam perjalanan).

“Hanya saja di Aceh, riqab (hamba sahaya) dihapus sebab kita anggap tidak ada lagi budak untuk saat ini,” jelas Prof Nazaruddin.

Baca juga: Gubernur Aceh Raih Penghargaan BNPB, Dinilai Sukses Tekan Kasus Covid-19

Sementara itu, beberapa program yang ada khususnya di Baitul Mal Aceh seperti beasiswa dengan berbagai kategori, santunan kepada 2000 fakir uzur (orang tua yang tak mampu bekerja) setiap bulannya, penyaluran bantuan modal usaha dan pendampingan kepada UMKM, bantuan alat kerja, serta berbagai program lainnya.

“Bantuan Ramadhan khusus untuk tahun ini di seluruh Aceh, kita membagikan kepada 10.000 orang dalam bentuk santunan Rp 1 juta per orangnya,” ungkap Prof Nazaruddin.

Pesan kepada yang belum bayar zakat

Ketua Komisioner Baitul Mal Aceh, Prof Nazaruddin mengatakan, ada tiga kategori Muzakki (wajib bayar zakat) yakni: pertama, sudah membayar zakat tapi belum menghitung secara benar; Kedua, belum membayar zakat dan; ketiga, sudah membayar zakat secara sempurna.

Untuk itu pihaknya berharap agar masyarakat yang sudah wajib zakat untuk menunaikan salah satu perintah Allah Swt yang satu ini. Sebab zakat, lanjutnya, merupakan sesuatu yang wajib bahkan disandingkan dengan shalat.

Baca juga: Cegah Stunting, Baitul Mal Aceh Bangun Jamban untuk Keluarga Miskin

“Wa aqimus salata wa atuz zakata. Di situ jelas perintahnya laksanakan shalat dan tunaikan zakat. Selama ini barang kali kita taat melaksanakan shalat, tapi kurang peduli terhadap zakat,” ungkap Prof Nazaruddin.

Oleh karena itu, kata Prof Nazaruddin – diimbau kepada semua Muzakki (wajib bayar zakat) untuk menempatkan zakat dan shalat satu paket, benar-benar wajib ditunaikan,” pungkasnya.[]
Baca juga: BMKG Lakukan Rukyat Hilal Awal Sya’ban 1442 H pada Ahad

Pemerintah Aceh Dukung Penguatan Syariat Islam Dilakukan Ulama Dayah

0
[Ist]

Nukilan.id – Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan Pemerintah Aceh selalu memiliki komitmen tinggi untuk mendukung setiap kegiatan keagamaan terutama yang menyangkut penguatan pelaksanaan Syariat Islam.

Hal itu disampaikan Gubernur Nova dalam sambutan tertulisnya pada pembukaan Forum Bahtsul Masail Ulama Dayah Aceh, di Hotel Mekkah, Jumat malam, 12 Maret 2021. Sambutan tersebut dibacakan Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya manusia dan Hubungan Kerjasama, Bukhari.

Baca juga: Kisah Turunnya Perintah Sholat Saat Isra Mi’raj

Dukungan untuk Dayah dalam penguatan syariat Islam, kata Gubenur, sejalan dengan salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Aceh saat ini yaitu Program Aceh Meuadab. Program itu disebut fokus pada upaya mengembalikan Khittah Aceh sebagai Serambi Mekkah melalui implementasi nilai nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami yakin dan percaya bahwa selama ini para ulama telah banyak berperan dan berkontribusi dalam upaya penguatan implementasi syariat terutama melalui jalur pendidikan Islam di Aceh,” ujar Bukhari membacakan sambutan Gubernur.

Baca juga: Isra’ Mi’raj, Peristiwa Penting Umat Islam

Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya Manusia dan Hubungan Kerjasama Drs. Bukhari, MM, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri, S.Ag, MH, saat menghadiri acara pembukaan Forum Bahtsul Masail Ulama Dayah Aceh, di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Jumat, (12/3/2021) malam.

Karena itu, Pemerintah Aceh sangat mendukung digelarnya Forum Bahtsul Masail Ulama Dayah Aceh. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh itu dihadiri para ulama pimpinan dayah se Aceh dan sejumlah narasumber dari unsur Pemerintah Aceh, dayah dan perguruan tinggi.

Forum tersebut mengangkat tema “Sanksi adat dan penghakiman massa terhadap pelanggaran syariat Islam di Aceh menurut perspektif fikih”. Tujuan digelarnya forum itu di antaranya agar melahirkan solusi atas sejumlah persoalan keagamaan di masyarakat, agar masyarakat memahami terkait persoalan kekinian tentang fikih Islam dan juga untuk memperkuat silaturahim antar ulama dan santri dengan Pemerintah Aceh.

Baca juga: BMKG Lakukan Rukyat Hilal Awal Sya’ban 1442 H pada Ahad

“Kami bersyukur, malam ini ulama-ulama besar se-Aceh telah berhadir di tempat ini, dalam rangka memperkuat peran tersebut sekaligus membangun sinergitas dan komitmen bersama mewujudkan kemaslahatan ummat yang lebih baik di masa-masa yang akan datang,” ujar Bukhari.

Bukhari juga mengatakan, Pemerintah Aceh memberikan apresiasi yabg tinggi kepada para ulama atas dedikasi dan pengabdian dalam memajukan pendidikan Islam di Aceh.
Baca juga: Akhir 2021, Mesjid Giok Jadi Destinasi Wisata Islami Baru di Aceh

BMKG Lakukan Rukyat Hilal Awal Sya’ban 1442 H pada Ahad

0
BMKG Lakukan Rukyat Hilal Awal Syaban 1442 H pada Ahad. (Ilustrasi)

Nukilan.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaksanakan rukyat hilal awal Sya’ban 1442 H pada Ahad (14/3) saat matahari terbenam paling awal di Waris (Papua) pukul 17.50 WIT atau pukul 18.50 WIB di Sabang (Aceh).

Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (13/3), mengatakan konjungsi atau ijtimak awal bulan Syakban 1442 H terjadi Sabtu (13/3) pukul 17.21.05 WIB.

Baca juga: Dana Operasional Pemerintah Aceh 3,9 Miliar

Menurut dia, karena sebagian wilayah Indonesia konjungsi/ijtimak terjadi setelah matahari terbenam, maka BMKG melaksanakan rukyat hilal pada Ahad (14/3). Dengan data tinggi hilal berkisar antara 9,92 derajat di Merauke (Papua) sampai dengan 11,29 derajat di Calang (Aceh).

Elongasi berkisar antara 10,77 derajat di Waris (Papua) sampai dengan 12,06 derajat di Banda Aceh (Aceh). Umur bulan berkisar antara 22,48 jam di Waris (Papua) sampai dengan 25,49 jam di Banda Aceh (Aceh). Lag berkisar antara 44,26 menit di Merauke (Papua) sampai dengan 49,84 menit di Sabang (Aceh).

Baca juga: Akhir 2021, Mesjid Giok Jadi Destinasi Wisata Islami Baru di Aceh

FIB berkisar antara 0,89 di Waris (Papua) sampai dengan 1,11 persen di Banda Aceh (Aceh). Pada bulan ini, BMKG akan melaksanakan rukyat di 22 lokasi di Indonesia.

Mekanisme rukyat hilal penentu awal bulan Hijriyah oleh BMKG adalah dengan memanfaatkan teleskop terkomputerisasi yang dipadukan dengan teknologi informasi.

Saat pengamatan dilaksanakan, redupnya cahaya hilal akan direkam oleh detektor yang dipasang pada teleskop, secara otomatis mengikuti berubahnya posisi bulan di ufuk barat.

Dengan teknologi informasi, data tersebut langsung dikirim ke server di BMKG Pusat, untuk kemudian disimpan dan disebarluaskan ke seluruh dunia melalui http://www.bmkg.go.id/hilal.

Baca juga: Kisah Turunnya Perintah Sholat Saat Isra Mi’raj

Berdasarkan data hilal awal Sya’ban 1442 H pada 14 Maret 2021, ilmu atsronomi dan data rekor hilal di BMKG, hilal awal Sya’ban 1442 H berpotensi untuk teramati.

Meskipun demikian, hilal bisa saja tidak teramati jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, yaitu jika ufuk barat berawan atau hujan, sehingga menghalangi arah pandang teleskop ke posisi hilal berada.

Masyarakat luas dapat turut melihat hilal penentu awal Sya’ban 1442 H pada Ahad sore, 14 Maret 2021 secara live streaming dengan mengakses laman BMKG http://www.bmkg.go.id/hilal.
Baca juga: Isra’ Mi’raj, Peristiwa Penting Umat Islam

APBA 2021, Dana Operasional Pemerintah Aceh 3,9 Miliar

0
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, dan Wakil Ketua DPRA pada saat foto bersama menunjukkan dokumen KUA dan PPAS 2021 kepada Anggota DPRA yang sudah disepakati dan diteken bersama dalam sidang paripurna di Gedung DPRA, Jumat (20/11/2020). (Foto: serambinews.com).

Nukilan.id – Dana operasional pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan gubernur-wakil gubernur Aceh dianggarkan Rp3,96 miliar, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2021.

Baca juga: Gubernur Aceh Raih Penghargaan BNPB, Dinilai Sukses Tekan Kasus Covid-19

Hal ini tercantum dalam Peraturan gubernur (Pergub) nomor 1 tahun 2021 yang ditandatangani oleh Nova Iriansyah selaku gubernur Aceh.

Dalam Pergub tersebut dijelaskan bahwa, belanja penerimaan lainnya pimpinan DPRA serta kepala daerah/wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf e direncanakan sebesar Rp3.962.523.672.

Baca juga: Ketua DPRK Minta Nova Perhatikan Pembangunan Jalan di Bener Meriah

Kemudian dari jumlah tadi, dirincikan bahwa belanja dana operasional pimpinan DPRA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp360.000.000.

Sedangkan belanja dana operasional kepala daerah/wakil kepala daerah (gubernur Aceh-red) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp3.602.523.672.[]
Baca juga: Kadisdik Aceh: Perlu Sinergitas Dalam Mewujudkan Lulusan Unggul