Beranda blog Halaman 2256

Sore ini, Bali United vs Persiraja, Berikut Prediksi Line Up dan Head to Head

0
Pemain Persib Bandung Ardi Idrus berebut bola dengan pemain Bali United Fahmi Al Ayyubi pada pertandingan Piala Menpora di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (24/3). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

Nukilan.id – Bali United akan melawan Persiraja di laga kedua Grup D Piala Menpora 2021. Stadion Maguwoharjo Sleman, bakal menjadi arena adu kuat kedua tim pada Senin (29/3/2021) Sore WIB.

Laga ini merupakan duel yang cukup menarik. Sebab, Bali United merupakan klub tangguh yang meraih predikat juara Liga 1 2019, sementara Persiraja Banda Aceh adalah tim promosi.

Baca juga: Man City Enam Kemenangan Menuju Juara Liga Inggris

Di pekan pembuka Piala Menpora 2021, kedua tim memiliki nasib berbeda. Bali United berbagai poin dengan Persib Bandung, sedangkan Persiraja meraih poin penuh setelah mengalahkan Persita.

Catatan itulah yang membuat pelatih Stefano Cugurra Teco sadar akan kekuatan Persiraja. Meski begitu, ia percaya timnya bisa meraih hasil maksimal.

Persita Tangerang melawan Persiraja Banda Aceh pada pertandingan Piala Menpora di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (24/3). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

“Bali United harus menang untuk dapat melewati posisi Persiraja. Mereka punya tiga poin dari laga sebelumnya, kalau kami bisa menang tentu kami punya empat poin,” ucap Teco, dikutip dari laman klub.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Nyatakan Tetap Bersama Juventus

“Meski begitu, Bali United tetap menghormati Persiraja. Mereka tim yang pekerja keras saat di Liga 2 untuk bisa promosi ke Liga 1. Kami tetap harus kerja keras untuk hasil maksimal,” tegasnya.

Di sisi lain, usai memborong tiga gol ke gawang Persita di laga perdana, aksi Assanur Rijal tentu layak ditunggu. Assanur berpeluang menambah pundi-pundi golnya andai mampu melewati para bek Bali United yang berpotensi kembali memasang duet Willian Pacheco dan Haudi Abdillah selaku defender sentral.

Untuk komposisi pemain, Persiraja juga baru saja mendapatkan amunisi baru dalam mengarungi gelaran Piala Menpora. Kehadiran Ousmane Fane membuat kekuatan Laskar Rencong kini semakin lengkap dengan tiga penggawa asing yang dimiliki.

Baca juga: Ronaldo Jadi Dalang Tersingkirnya Juventus di Liga Champions

Sebelumnya, mereka juga sudah mendatangkan Samir Ayass Ahmed dan Gabriel Do Carmo sebagai dua penggawa impor dan belum sempat ditampilkan.

“Tim pelatih sudah merancang latihan lagi di lapangan sebagai persiapan menghadapi Bali United nanti, dan Ousmane Fane juga sudah bisa bergabung besok,” papar Rahmat Djailani, Sekretaris Umum Persiraja.

Pemain Bali United Ilja Spasojevic berusaha melewati pemain Persib Bandung Ardi Idrus pada pertandingan Piala Menpora di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (24/3). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

Prediksi Line Up Bali United vs Persiraja

Bali United (4-3-3): Wawan Hendrawan (kiper), Dias Angga, Haudi Abdillah, Willian Pacheco, Ricky Fajrin (belakang), Hariono, Diego Assis, Fadhil Sausu (tengah), Stefano Lilipaly, Fahmi Al-Ayyubi, Ilija Spasojevic (depan).

Persiraja (4-3-3): Fakhrurrazi Quba (kiper), Luis Irsandi, Rendy Saputra, Tri Rahmad, Ganjar Mukti (belakang), Fery Komul, Defri Riski, Muklis Nakata, Zamrony (tengah), Silvio Escobar, Miftahul Hamdi, Assanur Rijal (depan).

Head to Head Bali United vs Persiraja

Kedua kesebelasan belum pernah bertemu sebelumnya. Ini merupakan laga pertama Bali United kontra Persiraja.

Pemain Persita Tangerang Kito Chandra berusaha melewati pemain Persiraja Banda Aceh pada pertandingan Piala Menpora di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (24/3). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

Jadwal Tayang

Pertandingan Bali United vs Persiraja akan berlangsung pada Senin (29/3) pukul 15:15 WIB. Anda bisa menyaksikan laga ini melalui siaran langsung Indosiar atau layanan live streaming Vidio.com.[kumparanbola]

Baca juga: Menang Telak, Man City Makin Jauh Tinggalkan MU

Konsil Kedokteran Indonesia Kunjungi FK-UNAYA

0
Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Kunjungi FK-UNAYA, Senin (29/3/2021). Doc. Universitas Abulyatama.

Nukilan.id – Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) adalah Lembaga Negara yang bersifat otonom, mandiri, non struktural serta lembaga yang bersifat independent bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia hadir di Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama pada hari Sabtu, (27/3/2021).

Baca juga: Dekan FP Unaya: Tanah Kita Menderita dan Sakit

Kedatangan Tim KKI ini dalam rangka melaksanakan salah satu kewenangannya dalam pasal 7 Undang-Undang  No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran yaitu, melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran.

Dalam kunjungan ini ikut hadir Ketua KKI Prof. dr. Taruna Ikrar. M.Biomed.,Ph.D, Brigjen TNI (Purn) drg. Nurdjamil Sayuti, MARS sebagai Ketua Devisi Pembinaan Konsil Kedokteran Gigi dan Dr. dr. Dollar. SH.,MM.,MH selaku Ketua Devisi Pembinaan KKI. Tim yang datang disambut langsung oleh Dekan FK-UNAYA Dr. Fachrul Jamal, Sp.An.KIC. Meskipun kegiatan dilaksanakan pada masa pandemi dengan protokol kesehatan, namun tidak mengurangi esensi tujuan dari kegiatan ini.

Dalam pemaparannya Prof. Taruna Ikrar yang merupakan seorang pakar Neuro Science dan merintis karir di Califronia Amerika ini menyampaikan tentang Current and Future Advance Biomedical Sciences. Beliau mendorong dan siap membantu  FK-UNAYA untuk mengembangkan penelitian-penelitian dibidang ilmu kedokteran yang saat ini terus berkembang.

Baca juga: Pertamina Dorong Penggunaan BBM Ramah Lingkungan

Sementara Dr. Dollar yang juga alumni FK-UNAYA ini menyampaikan materi megenai Pembinaan Praktik Kedokteran yang lebih menekankan pada prinsip kehati-hatian dokter dalam pelaksanaan praktik kedokteran yang baik, menjunjung tinggi hak pasien dan melaksanakan kewajiban seorang dokter untuk menghindari timbulnya sengketa medis atau “Malpractice” yang dapat berdampak kepada sanksi administratif sampai sanksi pidana terhadap dokter.

Dalam kesempatan tersebut, Tim KKI ini juga ikut melakukan visitasi meninjau fasilitas sarana, prasarana serta sumber daya manusia dan RS Pendidikan FK-UNAYA. Kesan yang disampaikan oleh tim KKI ini, FK-UNAYA memiliki fasilitas  yang sudah sangat baik dalam menunjang proses pelaksanakan pendidikan kedokteran untuk menciptakan lulusan dokter yang kompeten. Dan mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Universitasn Abulyatama.

Dalam sambutan Rektor Universitas Abulyatama yang diwakilkan oleh Wakil Rektor II Drs. Syaifuddin. M.Pd menyampaikan terimakasih kepada KKI atas kunjunganya ke Universitas Abulyatama. Ia berharap kepada KKI untuk terus membantu serta memberikan bimbingan kepada FK-UNAYA untuk terus berkembang.

Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Fachrul Jamal, Sp.An. KIC, dalam pemaparan profil singkat FK-UNAYA, beliau bersama seluruh unit kerja akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan untuk melahirkan dokter-dokter kompeten yang siap dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Baca juga: KKJ Minta Polisi Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Nurhadih

“Kami akan terus berjuang untuk meningkatkan kualitas lulusan yang siap dimanfaatkan untuk kemaslahatan ummat, dimana pendidikan FK-UNAYA ini sendiri akan fokus pada konsep dokter emergensi dengan karakter budaya islami dan siap bersaing secara global,” tegas Dr. Fachrul.

Acara ini ditutup dengan sesi diskusi serta menyerahan cindera mata baik oleh KKI dan oleh pihak FK-UNAYA.

Harga TBS Sawit Rp1.920 per Kilogram di Subulussalam

0
Petani mengangkut tandan buah segar kelapa sawit di Kota Subulussalam, Senin (29/3/2021). (Foto: Antara).

Nukilan.id – Harga beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit oleh pabrik minyak kelapa sawit di Kota Subulussalam, berada di kisaran harga Rp1.850 hingga Rp1.920 per kilogram.

Sedangkan harga TBS kelapa sawit di tingkat petani berkisar Rp1.630 hingga Rp1.700 per kilogram.

“Harga ini masih cukup stabil. Kami berharap harga TBS sawit ini bisa bertahan hingga memasuki bulan Ramadhan 1442 H dan lebaran mendatang,” kata Subangun Berutu Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) Kota Subulussalam keapda wartawan, Senin (29/3/2021).

Baca juga: KKJ Minta Polisi Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Nurhadih

Subangun mengatakan bahwa, harga TBS sawit dipengaruhi harga jual minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Saat ini, harga CPO sebesar Rp10.493 per kilogram.

Berdasarkan harga minyak sawit mentah tersebut, kata Subangun – harga TBS kelapa sawit di Subulussalam minimal berada di kisaran Rp2.000 per kilogram.

Akan tetapi, lanjutnya – fakta di lapangan, pihak Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) membeli TBS sawit di bawah harga tersebut. Kondisi ini tentu merugikan kalangan petani.

Baca juga: Mualem: Pemerintah Tak Serius Perjuangkan Pilkada Aceh 2022

“Seharusnya harga TBS di PMKS di atas Rp2.000 per kilogram. Seperti di Kabupaten Aceh Singkil, PMKS di sana berani membeli harga TBS sawit dari petani dengan harga yang lebih tinggi,” ujar Subangun.

Sementara itu, berdasarkan data Apkasindo, harga TBS kelapa sawit di sejumlah PMKS di Kota Subulussalam berkisar Rp1.850 hingga Rp1.920 per kilogram. Sedangkan, di Kabupaten Aceh Singkil harga TBS kelapa sawit berkisar Rp1.860 hingga Rp1.960 per kilogram.[antara]

Baca juga: 46 Gampong di Aceh Jaya Terendam Banjir

46 Gampong di Aceh Jaya Terendam Banjir

0

Nukilan.id – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 46 gampong (desa) dalam delapan kecamatan di Kabupaten Aceh Jaya terendam banjir yang dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah setempat sejak beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas di Banda Aceh, Minggu (28/3) mengatakan, banjir luapan air sungai tersebut dengan ketinggian air mulai 10 centimeter hingga satu meter. Peristiwa banjir itu dilaporkan sejak Kamis (25/3) lalu, dan debit air masih belum surut dari rumah warga.

“Akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Aceh Jaya mengakibatkan tergenangnya air dan meluapnya Krueng Ulu Masen dengan ketinggian air 20 hingga 100 sentimeter,” kata Ilyas.

Ia menjelaskan, korban terdampak meliputi dua gampong di Kecamatan Krueng Sabee yakni 44 jiwa dalam 16 kepala keluarga (KK). Kemudian 12 gampong di Kecamatan Panga 1.885 jiwa dalam 643 KK, lima gampong di Kecamatan Darul Hikmah 320 jiwa dalam 141 KK, lima gampong di Kecamatan Sampoinet 693 jiwa dalam 166 KK.

Selanjutnya, lima gampong di Kecamatan Teunom 461 jiwa dalam 159 KK, empat gampong di Kecamatan Pasie Raya 197 jiwa dalam 66 KK, satu gampong di Kecamatan Indra Jaya 37 jiwa dalam 15 KK, sedangkan Kecamatan Jaya ada dua gampong yang masih dalam pendataan.

“Tidak ada korban jiwa. Dampak material sedang dalam pendataan petugas di lapangan,” kata Ilyas seperti dikutip Antara.

Untuk pengungsi, lanjut Ilyas, di Kecamatan Teunom terdapat 168 jiwa dalam 65 KK, Kecamatan Panga 570 jiwa dalam 220 KK, Kecamatan Kreung Sabee 19 jiwa dalam enam KK dan Kecamatan Indra Jaya 37 jiwa dalam 15 KK.

“Warga ada yang mengungsi ke rumah keluarganya, ke menasah atau tempat pengajian anak (TPA) dan ada juga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, BPBD Aceh Jaya juga telah mengerahkan tim reaksi cepat (TRC) dengan satu unit ruber boat dan mobil pikap untuk proses evakuasi. Petugas juga terus melakukan pendataan korban terdampak banjir serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Kondisi terakhir untuk sementara sebagian lokasi air belum surut,” katanya.

KKJ Minta Polisi Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Nurhadih

0

Nukilan.id Komite Keselamatan Jurnalis mengecam kasus kekerasan yang menimpa jurnalis Tempo, Nurhadi, Sabtu (27/3/2021 malam di Surabaya.

Nurhadi mengalami kekerasan ketika menjalankan tugas jurnalistik dari redaksi Majalah Tempo meliput mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji. Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyatakan Angin sebagai tersangka dugaan kasus suap pajak.

Sabtu, sore pukul 18.25, Nurhadi mendatangi Gedung Samudra Bumimoro di Jalan Moro Krembangan, Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Ia hendak meminta konfirmasi dan melakukan peliputan kepada Angin terkait kasus yang sedang menjeratnya. Kebetulan, pada saat itu sedang berlangsung resepsi pernikahan antara anak Angin dengan anak Kombes Pol Achmad Yani, mantan Karo Perencanaan Polda Jatim.

Namun, ketika Nurhadi sedang memotret Angin yang sedang berada di atas pelaminan dengan besannya, ia kemudian didatangi oleh seorang panitia pernikahan serta difoto.

Nurhadi yang akan keluar dari gedung kemudian dihentikan oleh beberapa orang panitia dan ditanya identitas dan undangan mengikuti acara.

Panitia sampai mendatangkan keluarga mempelai untuk mengonfirmasi apakah mengenal Nurhadi atau tidak. Setelah keluarga mempelai mengatakan tidak mengangenali, Nurhadi langsung didorong dan dibawa ke belakang gedung oleh sesorang ajudan Angin.

Meski sudah menjelaskan statusnya sebagai wartawan Tempo yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, mereka tetap merampas telepon genggam Nurhadi dan memaksa untuk memeriksa isinya. Nurhadi juga ditampar, dipiting, dipukul di beberapa bagian tubuhnya, dan diancam akan dibunuh.

Sepanjang proses interogasi tersebut, korban kembali mengalami tindakan kekerasan (pemukulan, tendangan, tamparan) hingga ancaman pembunuhan. Nurhadi juga dipaksa menerima uang Rp. 600.000,- sebagai kompensasi perampasan dan pengrusakan alat liputan milik korban.

Oleh Nurhadi, uang ini ditolak namun pelaku bersikeras memaksanya menerima, bahkan memotret ketika Nurhadi memegang uang tersebut. Meski demikian, Nurhadi tetap tidak menerima uang itu, ia meletakkannya di salah satu bagian mobil pelaku.

Setelah menjalani proses interogasi penuh kekerasan itu, pukul 22.25, Nurhadi kemudian dibawa ke sebuah hotel di Jalan Rajawali, Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Surabaya.

Di hotel itu, ia kembali di interogasi oleh dua orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian Polrestabes dan anak asuh Kombes. Pol. Achmad Yani yang bernama Purwanto dan Firman. Pukul 01.10, Nurhadi baru diperbolehkan keluar dari hotel dan diantarkan pulang.

“Nurhadi mengalami berbagai macam tindakan kekerasan, mulai dari intimidasi, kekerasan fisik, perusakan alat kerja, hingga penyekapan pada saat melakukan tugas jurnalistik,” kata Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Wawan Abk, Minggu (28/3/2021) di Jakarta.

“Penghalang-halangan terhadap kegiatan jurnalistik seperti ini melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pihak Kepolisian mesti mengusut tuntas kasus ini,” sambungnya.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mencatat, kasus kekerasan terhadap wartawan pada 2020 meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. LBH Pers mencatat, pada 2020 terjadi 117 kasus kekerasan terhadap wartawan dan media, meningkat 32 persen dibandingkan pada 2019 (79 kasus).

Dari 117 kasus tersebut, sebanyak 99 kasus terjadi pada wartawan, 12 kasus pada pers mahasiswa, dan 6 kasus pada media, terutama media siber.

Sementara AJI Indonesia mencatat, pada 2020 terjadi 84 kasus kekerasan terhadap wartawan atau bertambah 31 kasus dibandingkan pada 2019 (53 kasus). Pelaku kekerasan paling banyak adalah aparat keamanan.

Menyikapi kasus yang menimpa Nurhadi, jurnalis Tempo di Surabaya, KKJ menyampaikan beberapa hal:

  1. Meminta Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta Polda Jawa Timur mengusut tuntas kasus kekerasan yang menimpa jurnalis Tempo, Nurhadi sesuai hukum yang berlaku. Keseriusan Polda Jatim dalam menindak para pelaku kekerasan menjadi bukti profesionalisme Kepolisian ke depan.
  2. Meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya untuk memberikan perlindungan terhadap jurnalis yang melakukan kerja-kerja jurnalistik.
  3. Mengingatkan kepada masyarakat serta aparat penegak hukum di manapun bahwa kerja-kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-undang Pers.

Tentang Komite Keselamatan Jurnalis

Komite Keselamatan Jurnalis dideklarasikan di Jakarta, 5 April 2019. Komite beranggotakan 10 organisasi pers dan organisasi masyarakat sipil, yaitu; Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, SAFEnet, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI), Amnesty International Indonesia, Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).[]

Mualem: Pemerintah Tak Serius Perjuangkan Pilkada Aceh 2022

0
Ketua Komite Peralihan Aceh Muzakir Manaf, (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bahwa, Pemerintah Aceh tidak serius memperjuangkan agar Pilkada Aceh dapat dilaksanakan pada tahun 2022.

“Saya lihat Pemerintah Aceh tidak begitu serius untuk menjalankan Pilkada 2022,” ujar Mualem dalam Rapat Kerja Partai Aceh di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aceh Tengah, Senin (28/3/2021).

Baca juga: Malik Mahmud: Pilkada 2022, Mualem Satu-Satunya Calon Gubernur Aceh

Menurut Mualem, jika merujuk pada komitmen perjanjian MoU Helsinki antara Aceh dengan pemerintah pusat, Pilkada Aceh harus tetap dilangsungkan pada tahun 2022.

“Kita harap pusat supaya tetap sesuai dengan komitmen perjanjian MoU Helsinki,” ujarnya.

Saat ini kata Mualem, pihaknya tengah melakukan pendekatan ke Pusat, agar Pilkada Aceh digelar pada waktunya.

“Kita siap menemui Presiden. Kalau ditolak, memungkinkan kita gugat ke MK, lihat dulu perkembangannya bagaimana,” kata Mualem.

Sementara itu, Tuha Peut Partai Aceh Malik Mahmud dalam penjelasannya pada kesempatan itu juga mengatakan, bahwa dirinya akan menemui Presiden dan meminta untuk menghargai hak-hak Aceh.

Baca juga: Rakerda PA, AHY: Tetap Jadi Garda Terdepan Jaga Perdamaian Aceh

“Saya akan temui Presiden dalam waktu dekat, karena Pilkada Aceh sesuai dengan MoU Helsinki digelar setiap 5 tahun sekali,” kata Malik Mahmud Al Haytar yang juga Wali Nanggroe Aceh.[]

Malik Mahmud: Pilkada 2022, Mualem Satu-Satunya Calon Gubernur Aceh

0
Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar

Nukilan.id – Ketua Majelis Tinggi Tuha Peut Partai Aceh Malik Mahmud Al Haytar menegaskan Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh Muzakir Manaf alias Mualem, satu-satunya kandidat calon Gubernur Aceh diusung pada Pilkada 2022.

“Ini anak saya, Muzakir Manaf adalah satu-satunya calon Gubernur Aceh dari Partai Aceh ke depan,” kata Malik Mahmud Al Haytar yang juga Wali Nanggroe Aceh saat membuka rapat kerja Partai Aceh Tahun 2021 di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aceh Tengah, Senin (28/3/2021).

Baca juga: Rakerda PA, AHY: Tetap Jadi Garda Terdepan Jaga Perdamaian Aceh

Ia menegaskan bahwa, Partai Aceh adalah partai milik seluruh masyarakat Aceh, yang wajib didukung dan dipertahankan sebagai simbol perjuangan untuk menyejahterakan seluruh rakyat Aceh.

Selain itu, Malik Mahmud menegaskan, pelaksanaan Pilkada di Aceh harus merujuk pada Undang Udang Nomor 11 Tahun 2006, tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) bahwa Pilkada di Aceh dilaksanakan dalam waktu lima tahun sekali.

“Kita akan memperjuangkan pelaksanaan Pilkada di Aceh dilaksanakan pada tahun 2022,” ujarnya.

Lanjutnya, Soal kapan pusat ingin melaksanakan pilkada, itu kembali ke pusat. Namun, kita meminta pusat untuk menghormati Undang-Undang Pemerintahan Aceh.[]

Baca juga: Gelar Raker, FPMPA Dukung Pemerintah Wujudkan Aceh Sejahtera

PKBI-Canada Fund Adakan Ruang Dengar Untuk Kelompok Perempuan tentang Keterbukaan Informasi

0
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) bekerjasama dengan Canada Fund for Local Initiatives (CFLI) melakukan ruang berbagi dan dengar tentang pentingnya keterbukaan informasi dalam perencanaan dan pembangunan di desa. Kegiatan dilakukan di Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, Minggu (28/3/2021).

Nukilan.id – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) bekerjasama dengan Canada Fund for Local Initiatives (CFLI) melakukan ruang berbagi dan dengar tentang pentingnya keterbukaan informasi dalam perencanaan dan pembangunan di desa. Kegiatan dilakukan di Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, Minggu (28/3/2021).

Direktur PKBI Aceh, Eva Khovivah, S. Hum mengatakan bahwa, kegiatan ini dalam rangka penguatan partisipasi perempuan dan aparatur Gampong Nusa untuk membangun keterbukaan informasi publik dalam perencanaan dan pembangunan desa.

“Kegiatan hari ini adalah ruang berbagi kelompok perempuan di Gampong Nusa terkait kegiatan-kegiatan yang sudah mereka lakukan. Kegiatan ini menjadi kebutuhan, bagaimana membangun keterbukaan informasi dalam perencanaan dan pembangunan di desa,” kata Eva saat diwawancarai Nukilan.id, Minggu (28/3/2021).

Oleh karena itu, lanjutnya – kita mengundang perwakilan-perwakilan dari masyarakat, khususnya kelompok perempuan dan aparatur gampong.

Baca juga: PKBI: Rawat Perdamaian dan Kesetaraan Gender

Ia menyampaikan bahwa, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Komisi Informasi Aceh (KIA). Terkait sosialisasi tema ini, Gampong Nusa yang memulainya untuk membangun keterbukaan informasi melalui PPID.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Aceh (KIA), Arman sangat mengapresiasi acara ini, dan ia mengaku sangat senang bisa berdiskusi langsung dengan kelompok perempuan dan aparatur desa yang ada di Gampong Nusa, karena akseptabilitas masyarakat di Gampong Nusa dari kegiatan sangat baik dan sangat antusias. Sehingga komitmen untuk dapat membentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Gampong Nusa bisa terlaksana.

“Pertemuan hari ini cukup bagus, animo masyarakat yang cukup kritis, beberapa pertanyaan dan komitmen yang hari ini muncul dan terbangun di diskusi ini, kami sangat menghargai, saya dari Komisi Informasi merasa sangat senang bisa berdiskusi dengan aparatur gampong Nusa, sehingga komitmen ini bisa dijalankan dengan pembentukkan PPID ditingkat gampong dan menjadi salah satu gampong yang memiliki komitmen dan inovasi dalam penyediaan informasi publik,” kata Arman.

Ia menambahkan bahwa, undang-undang keterbukaan informasi publik ini salah satunya adalah untuk mendorong transparansi ditingkat gampong, sehingga gampong bisa lebih informatif dalam menyediakan dan melayani informasi publik kepada masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap aparatur di Gampung Nusa dalam membentuk PPID, sehingga pengelolaan informasi bisa berjalan dengan baik.

“Kita akan membantu Gampong Nusa untuk memulai bagaimana pembentukan PPID dan peraturan-peraturannya,” kata Arman

Baca juga: PKBI Aceh: Budaya Diam Salah Satu Sebab Kekerasan Pada Perempuan dan Anak

Selain itu, Keuchik Gampong Nusa, M. Yasin mengaku sangat bahagia dan beruntung bisa mengikuti kegiatan ini, sehingga nantinya Gampong Nusa dapat membentuk PPID.

“Pada hari ini sangat bahagia dan beruntung Gampong Nusa bisa mendapatkan informasi yang baru, karena sekarang harus kita sesuaikan dengan zaman,” ungkapnya.

Yasin berharap, dengan adanya PPID, Gampong Nusa yang merupakan gampong wisata budaya di kabupaten Aceh Besar ini bisa berkembang dengan memberikan informasi secara transparan melalui website, sehingga mempermudah masyarakat mendapatkan informasi.

“Semoga Gampong Nusa ini, dengan adanya informasi terbuka dan dibentuknya website, insha allah ke depannya kita tidak lagi repot, dan bagi yang ingin mendapatkan infromasi jadi lebih mudah dan apa lagi desa Nusa sekarang menjadi desa wisata budaya yang nantinya Insha Allah akan berkembang,” pungkasnya.[akhi]

Baca juga: 8 Maret Jadi Tonggak Keadilan Bagi Perempuan Aceh

1.600 Calon Jamaah Haji Sudah Vaksin Covid-19 di Aceh

0
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani

Nukilan.id – Sebanyak 1.625 Calon Jamaah Haji (CJH) tahun 2021 sudah melakukan vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh. Sementara itu, pasien positif terinfeksi virus corona yang sembuh bertambah 19 orang, dan kasus baru sebanyak 12 orang. 

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media massa melalui rilis rutinnya di Banda Aceh, Minggu (28/3/2021).

Baca juga: Kemenag: 3.829 Jamaah Calon Haji Aceh Jalani Vaksinasi

“Para calon jamaah tetap mempersiapkan diri meski kepastian pelaksanaan ibadah haji tahun ini masih harus menunggu keputusan Pemerintah Arab Saudi,” kata pria yang akrab disapa SAG itu.

Ia menjelaskan, jumlah CJH Aceh yang sudah terdaftar dalam sistem vaksinasi Covid-19 sebanyak 4.186 orang, dan sebanyak 1.625 CJH  atau 38,82 persen telah melakukan vaksinasi dosis pertama per tanggal 27 Maret 2021.

“Bahkan CJH yang telah mendapatkan dosis kedua sebanyak 41 orang,” ujarnya.

Baca juga: Gelar Raker, FPMPA Dukung Pemerintah Wujudkan Aceh Sejahtera

“Proses vaksinasi CJH mengikuti skema vaksinasi nasional. CJH umur 60 tahun lebih digolongkan sebagai Lansia, dan umur di bawah 60 tahun disebut non-Lansia. Semua CJH yang mendapat kuota haji akan divaksinasi Covid-19 sebelum berangkat untuk menunaikan ibadah haji dalam masa Pandemi Covid-19 ini,” urai SAG.

Ia menghimbau, CJH yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 segera mendaftarkan diri ke pusat pelayanan kesehatan terdekat dengan tempat tinggalnya, seperti Puskesmas, klinik kesehatan, atau Rumah Sakit Umum, dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Kita menyarankan mendaftar pada sarana kesehatan yang sama saat  pengambilan surat keterangan sehat, karena sudah ada bio datanya,” imbaunya.

Selanjutnya, SAG melaporkan perkembangan vaksinasi petugas pelayanan publik, Lansia, dan tenaga kesehatan, di Aceh per 26 Maret 2021.

“Petugas pelayanan publik yang sudah divaksinasi Covid-19 sebanyak 36.330 orang, atau sekitar 7,6 persen dari sasaran yang sebanyak 78.489 orang. Bahkan 6.735 orang telah mendapatkan dosis kedua vaksin Sinovac,” terangnya.

Baca juga: PT. Terregra Asia Siap Garap Dua Proyek PLTA di Aceh

Sementara itu, kata SAG – kelompok Lansia di luar calon jamaah haji yang sudah menerima vaksin Covid-19 sebanyak 1.147 orang. Sasaran vaksinasi kelompok Lansia di Aceh sebanyak 435.651 orang. Lansia yang telah menerima suntikan dosis kedua sebanyak 48 orang. Dosis kedua diberikan kepada Lansia 28 hari setelah dosis pertama diterima.

Lebih lanjut, SAG melaporkan bahwa, progres vaksinasi tenaga kesehatan (Nakes). Nakes  yang sudah vaksin dosis I sudah mencapai 56.636 orang, melebihi sasaran awal sebanyak 56.472 orang. Sementara Nakes yang sudah mendapat vaksin II sudah mencapai 48.321 orang atau sekitar 85,6 persen dari target. Vaksinasi Nakes sudah dimulai sejak 15 Januari 2021. 

“Nakes yang sudah mendapatkan dosis pertama di atas target, karena ada tambahan Nakes yang didaftar oleh rumah sakit atau klinik swasta,” ujarnya.

Kasus Covid-19

SAG mengabarkan kondisi terakhir penanganan Pandemi Covid-19 di Aceh, per tanggal 28 Maret 2021. Secara akumulatif, kasus Covid-19 di Aceh sudah tercatat sebanyak 9.845  kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 8.049 orang. Penderita dalam perawatan sebanyak 1.402 orang, dan kasus meninggal dunia sebanyak 394 orang.

Ada penambahan 12 kasus baru terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona. Para penderita Covid-19 tersebut terdiri dari warga Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Tengah masing-masing tiga orang. Warga Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Besar sama-sama dua orang. Sedangkan dua orang lainnya warga Gayo Lues dan Aceh Utara.

Pada kurun waktu yang sama, 24 jam terakhir, pasien Covid-19 dilaporkan sudah sembuh bertambah 19 orang, yakni warga Kota Lhokseumawe sebanyak 11 orang, dan warga Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak delapan orang.

Baca juga: Haji Uma desak polemik peraturan dana desa diselesaikan

Sementara itu, kata SAG – ada dua orang dilaporkan meninggal dunia sehari sebelumnya, yakni keduanya warga Kabupaten Pidie.

“Pasien yang meninggal dunia itu dilaporkan kemarin, dan hari ini tidak ada penambahan lagi,” ujarnya. 

Sementara, sambungnya – kasus-kasus probable secara akumulatif sebanyak 672 orang, yang meliputi 602 orang sudah selesai isolasi, 12 orang sedang isolasi di rumah sakit, dan 58 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

Baca juga: Bom Bunuh Diri Meledak di Depan Gereja Katedral Makassar

“Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 7.069 orang. Suspek yang telah selesai melakukan isolasi sebanyak 6.983 orang, sedang isolasi di rumah sebanyak 73 orang, dan sebanyak 40 orang sedang menjalani isolasi di rumah sakit,” tutup SAG.[]

FKUB Aceh Turut Prihatin dan Kecam Aksi Pengeboman di Makassar

0
Ketua FKUB Aceh Prof. A. Hamid Sarong, SH. MH.

Nukilan.id – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh, ikut prihatin dan mengecam aksi pengeboman di Komplek Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang terjadi Minggu (28/3/2021) pagi.

Baca juga: Bom Bunuh Diri Meledak di Depan Gereja Katedral Makassar

Ketua FKUB Aceh Prof. A. Hamid Sarong, SH. MH. mengucapkan keprihatinan dan turut berduka cita atas jatuhnya korban dalam kejadian pengeboman tersebut dan meminta pihak berwenang segera mengungkapkan motif dan pelakunya

“Kami mengecam segala bentuk aksi dan cara-cara kekerasan mengatasnamakan agama yang dapat merusak nilai-nilai luhur agama,” ujarnya.

Baca juga: Prof. Yusni Sabi: Abad 22, Mendidik Harus Lebih Lembut dan Toleransi

Prof. Hamid juga mengingatkan bahwa, setiap pribadi anak bangsa ber kewajiban menjaga dan merawat persatuan dan kesatuan dalam rangka mengokohkab kerukunan nasional sebagai cita cita bangsa.

“Kami meminta tokoh agama dan pemuka agama di seluruh tanah air yang bergabung dalam FKUB, untuk tetap tenang dan berdoa semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, selalu melindungi NKRI,” pintanya.[]

Baca juga: PT. Terregra Asia Siap Garap Dua Proyek PLTA di Aceh