Beranda blog Halaman 1775

Kisah Mbah Tumi, 50 Tahun Tekuni Usaha Produksi Minyak Klentik

0
Minyak Klentik (Kelapa) © Africa Studio/Shutterstock

Nukilan.id – Kelangkaan minyak goreng yang terjadi saat ini memang menimbulkan permasalahan yang cukup besar bagi masyarakat Indonesia. Namun bagi beberapa kalangan tertentu, kondisi yang terjadi rupanya tidak memberikan pengaruh yang begitu berarti karena sudah lama atau terbiasa beralih menggunakan jenis minyak yang berbeda, bahkan cenderung memiliki lebih banyak khasiat, yakni minyak klentik.

Lebih banyak dikenal juga sebagai minyak kelapa, meski mulai banyak digaungkan sebagai bahan pangan alternatif dan dihadirkan dengan sejumlah inovasi baru, sebenarnya keberadaan dan pengolahan minyak klentik sendiri sudah ada sejak lama.

Sejak dulu, pengolahannya banyak dilakukan secara tradisional oleh sejumlah kalangan di beberapa desa dan selalu memiliki peminatnya sendiri. Namun, seiring berjalannya waktu pembuat minyak klentik tradisional mulai berkurang, bersamaan dengan populernya pengolahan minyak kelapa dengan cara lebih modern yang kaya akan khasiat dan hanya digunakan oleh sejumlah kalangan tertentu.

Meski begitu, hingga saat ini setidaknya masih ada segelintir pembuat minyak klentik tradisional yang mempertahankan kearifan lokal tersebut, salah satunya adalah Mbah Tumi, seorang warga Padukuhan Gedangsari, Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Membuat minyak klentik selama 50 tahun

Mbah Tumi saat membuat minyak klentik | Daruwaskita/IDN Times

Mbah Tumi adalah seorang nenek berusia 70 tahun dan menjadi sosok yang masih konsisten melakukan produksi minyak klentik secara tradisional, bahkan bisa dibilang sebagai satu-satunya orang yang bertahan membuat minyak tersebut di kampungnya.

Sudah mengolah minyak yang berasal dari kelapa murni tersebut selama 50 tahun sejak 1970, dulunya dia biasa membuat minyak klentik dengan mendiang suami yang kini sudah meninggal dunia sejak keduanya masih berusia muda.

Jelas, kapasitas pembuatan yang dia lakukan saat ini sudah tidak bisa lagi sama seperti dulu, apalagi sekarang dia melakukannya seorang diri.

“Kalau sekarang kadang sehari, kadang dua hari sekali baru membuat minyak klentik. Saat masih muda dan suami masih hidup dalam sehari bisa menghabiskan 1.000 butir kelapa untuk membuat minyak klentik hanya dalam waktu dua minggu,” ujar Mbah Tumi, mengutip IDN Times.

Sedangkan saat ini, dirinya diketahui hanya bisa mengolah sebanyak 50 butir atau paling banyak 100 butir kelapa yang dibelinya seharga Rp5.000-Rp6.000 per butir dalam sekali produksi, di mana jumlah tersebut hanya menghasilkan sekitar tiga liter minyak klentik.

Mengenai harga, minyak klentik berukuran 600 mililiter ia jual dengan harga Rp50 ribu, sedangkan untuk ukuran 1,5 liter dijual dengan harga Rp125 ribu. Mbah Tumi biasa menjajakan minyak klentik buatannya di Pasar Argosari Wonosari, di mana ia biasa berangkat berjualan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari dan akan habis terjual pada kisaran pukul 07.00 WIB.

Mbah Tumi juga menjual minyak klentik dengan ukuran plastik kecil yang dibanderol dengan harga lebih murah yakni sekitar Rp8.000 per bungkus. Untuk kemasan tersebut, dia lebih banyak menitipkan penjualan ke pedagang sayur kecil.

Lain itu bukan hanya untuk dijual ke pasar atau ke tukang sayur, dirinya juga mengungkap jika biasanya selalu ada beberapa orang tertentu yang memesan secara khusus atau tiba-tiba datang langsung ke rumahnya untuk membeli minyak klentik, sehingga kadang sudah habis lebih dulu sebelum dijual ke pasar.

Proses pembuatan yang lama dan melelahkan

Minyak klentik selama ini memang dikenal memiliki harga yang lebih tinggi atau mahal jika dibandingkan dengan minyak sawit biasa. Selain karena lebih banyak khasiat yang diperoleh, proses pembuatannya sendiri memang tidak mudah, bahkan terbilang melelahkan terutama jika dilakukan secara tradisional.

Diceritakan jika proses pembuatan dimulai pukul 07.00 WIB, Mbah Tumi baru selesai mengolah pukul 15.00 WIB, bahkan bisa sampai pukul 18.00 WIB jika jumlah kelapa yang diolah mencapai 100 butir.

Untuk membuat minyak klentik, kelapa yang sudah dibersihkan batoknya kemudian diparut dan diambil santannya. Kemudian, santan dimasak dengan api yang secukupnya dan diaduk terus menerus hingga menjadi blondo.

Blondo kemudian dimasukkan ke dalam saringan dan diperas menggunakan kain, dari proses itu baru diperoleh minyak klentik dan olahan sampingan berupa blondo kering.

Lebih lanjut diceritakan jika akan lebih baik apabila air yang digunakan untuk memasak kelapa yang sudah diparut adalah air kelapa itu sendiri. Menurutnya, hal tersebut akan membuat kualitas minyak klentik yang dihasilkan menjadi lebih bagus dan blondo menjadi lebih gurih.

Olahan sampingan blondo untuk makanan Tradisional

Blondo kelapa | Sriyana/Shutterstock

Selain minyak klentik, hasil olahan sampingan berupa blondo ternyata juga banyak diminati terutama oleh para penjual makanan tradisional di wilayah Yogyakarta. Apabila sudah diolah secara kering, blondo akan menjadi santapan pelengkap yang bentuknya menyerupai abon dan banyak dinikmati bersama nasi, ketan hangat, atau lauk pelengkap gudeg.

Memiliki cita rasa yang gurih, Mbah Tumi biasa menjual blondo dengan harga di kisaran Rp50 ribu sampai Rp90 ribu.

“Pedagang bakmi dan rumah makan masakan tradisional yang langganan. Kalau Blondo bisa dijadikan campuran Gudeg,” ujar Mbah Tumi.

Meski masih dibuat dengan cara tradisional, Mbah Tumi mengaku tidak takut barang dagangannya tidak terjual, karena memang sudah memiliki pelanggan tetap di pasar. Bahkan dirinya mengungkap ada beberapa orang yang datang dari Klaten untuk membeli minyak klentik buatannya.

“Langganan saya terus bertambah, tak hanya warga Gunungkidul bahkan dari daerah Klaten, katanya minyak klentik ini ada khasiat untuk kesehatan tubuh, dan saat ini mencari yang membuatnya sudah sangat jarang,” imbuh mbah Tumi, mengutip SuaraJogja.id

Dengan proses pembuatan yang memakan waktu cukup lama, Mbah Tumi mengungkap jika penghasilan yang diperoleh juga tidak menentu, yakni rata-rata berada di kisaran Rp35 ribu sampai Rp70 ribu untuk sekali pembuatan, tapi terkadang dirinya juga memperoleh penghasilan di atas rata-rata.

Meski begitu uang tersebut menurutnya masih bisa ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti belanja sayur, atau diputar kembali untuk menjadi modal pengolahan minyak klentik berikutnya. [GNFI]

BPPA Fasilitasi Balita Bocor Jantung Asal Aceh Utara

0
Hasna Nabila (2), usai operasi dua Minggu yang lalu di Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Rencananya, Hasna beserta kedua orang tuanya akanpulang ke Aceh, pada Kamis, 17 Maret 2022. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) memberikan bantuan kepada balita asal Aceh Utara, Hasna Nabila (2), yang mengalami bocor jantung.

Putri dari pasangan Jailani (34) dan Mahlini (27) itu, baru saja menjalani operasi di Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta, dua minggu lalu. Mereka akan pulang ke Aceh, pada Kamis, 17 Maret 2022 besok.

Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) selama ini memfasilitasi tempat tinggal bagi Hasna Nabila dan kedua orang tuanya di Rumah Singgah BPPA di Cipinang, Jakarta Timur.

“Kita memfasilitasi tempat penginapan di Rumah Singgah milik Pemerintah Aceh bagi warga kurang mampu saat berobat di Jakarta,” kata Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal S.STP, M.Si, Rabu, 15 Maret 2022.

Hal itu, katanya, sesuai dengan amanah yang selalu disampaikan Gubernur Aceh Nova Iriansyah, agar membantu warga Aceh kurang mampu saat berada di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. “Selain itu, kita juga memberikan bantuan untuk keperluan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Jailani, bapak dari Hasna Nabila mengatakan, mereka membawa anak keduanya ke Jakarta sejak lima bulan lalu untuk berobat, setelah dirujuk dari Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

“Anak saya ini mengalami bocor jantung sejak dari lahir. Selama ini kita hanya berobat di Aceh sebelum dibawa ke Jakarta,” katanya.

Jailani sangat bersyukur setelah putrinya menjalani operasi sekitar dua Minggu lalu di Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta. Karena keluhan yang dialaminya sudah berkurang.

“Alhamdulillah, sekarang sudah mulai baikan setelah operasi. Dan mulai banyak berkurang keluhan yang dialaminya selama ini,” sebut Jailani yang sehari-hari bekerja sebagai kernet mobil boks.

Mewakili keluarga, Jailani sangat berterima kasih kepada Pemerintah Aceh, khususnya BPPA, karena selama di Jakarta dibantu tempat penginapan di Rumah Singgah. []

Kapolda Aceh Apresiasi Masyarakat yang Sudah Vaksin

0
Vaksinasi (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar melalui Kabid Humas Kombes Winardy menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang dengan suka rela telah melakukan vaksinasi, baik dosis I, dosis II, dan dosis III atau booster.

“Kapolda mengapresiasi dan mengharapkan kerja sama ini terus diperkuat agar cakupan vaksinasi khususnya di Aceh bisa lebih maksimal,” kata Winardy di Polda Aceh, Rabu (16/3/2022).

Winardy mengatakan, Polda Aceh beserta jajaran berkomitmen penuh untuk terus melanjutkan percepatan vaksinasi hingga target tercapai dan tuntas.

Menurutnya, capaian vaksinasi Polda Aceh dan jajaran selama ini juga tidak terlepas dari kerja sama seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, Winardy juga menyampaikan capaian harian vaksinasi Polda Aceh dan jajaran. Di mana per tanggal 15 Maret 2022 mencapai 48.124 orang.

Capaian tersebut terdiri dari dosis I sebanyak 7.289 orang, dosis II 35.562 orang, dan dosis III atau booster 5.273 orang. []

Ikan Mujair Ternyata Bukan Asli Indonesia

0
Ikan mujair atau dikenal juga dengan nama Mozambique Tilapia di Cincinnati Zoo. Foto: Wikimedia Commons/Greg Hume/CC BY-SA 3.0

Nukilan.id – Ikan mujair sangat populer di Indonesia, untuk dikonsumsi. Namun, mujair bukanlah ikan asli Indonesia, melainkan hasil introduksi.

Ikan dengan nama ilmiah Oreochromis mossambicus ini persebaran alaminya adalah Afrika, meliputi dataran rendah Zambezi, Shire hingga dataran pesisir Delta Zambezi dan beberapa wilayah Afrika lainnya. Mujair berkerabat dekat dengan ikan nila (Oreochromis niloticus), jenis yang begitu digemari di Indonesia.

Dalam buku “Jenis Ikan Introduksi dan Invasif Asing di Indonesia, 2016” terbitan LIPI (2016), secara biologi ikan mujair memiliki tubuh memipih sedang sampai besar dengan panjang maksimal 40 cm. Bentuk mulut relatif besar dengan moncong yang dapat disembulkan. Sirip punggung panjang dengan bagian depan mengeras tajam menyerupai duri. Umumnya mujair berwarna kehijauan kusam, kekuningan, atau abu-abu.

Pada sisi tubuh terdapat sembilan garis vertikal gelap, mulai dari tutup insang hingga pangkal batang ekor. Ikan mujair dapat dijumpai hampir di seluruh perairan tawar sampai muara-muara sungai dan menyukai substrat lumpur dengan banyak tumbuhan air pada kisaran suhu 21-37 derajat Celcius.

“Mujair termasuk bersifat omnivora dengan zooplankton, larva serangga, ikan, udang, cacing tanah, tumbuhan air bahkan detritus sebagai makanannya,” ungkap Gema Wahyu Dewantoro dan Ike Rachmatika, penulis buku tersebut.

Ikan mujair merupakan ancaman bagi ikan asli yang ada di Indonesia. Dalam buku itu disebutkan bahwa mujair diintroduksi ke Indonesia tahun 1939. Selanjutnya, dibawa ke danau di Sulawesi pada 1951 dan menjadi invasif yang mengakibatkan kepunahan ikan lokal, misalnya ikan moncong bebek yang merupakan jenis endemik di Danau Poso, Sulawesi Tengah.

Ikan Introduksi

Kasus serupa juga terjadi di Danau Sentani, danau terbesar di Papua. Menurut Hari Suroto, arkeolog Papua dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), saat ini jenis ikan yang dominan di Danau Sentani adalah mujair.

Kehadiran mujair telah membuat ikan asli menyusut bahkan sulit ditemui lagi. Misalnya, ikan asli atau endemik berupa gabus hitam atau dalam bahasa Sentani disebut kayou [Eleotrididae Oxyeleotris heterodon] dan gabus merah atau kahe (Eleotrididae Giuris margaritacea), ikan pelangi Sentani (Chilatherina sentaniensis), serta ikan pelangi merah (Glossolepis incisus).

Hari menuturkan, pertama kali ikan mujair diintroduksi di Danau Sentani tahun 1973. Masyarakat di sekitar danau menyebutnya ikan mujair Acub. Nama ini merujuk Gubernur Irian Jaya periode 1973-1975, Acub Zaenal, yang pertama kali mengenalkan benih ikan mujair dan menyebarkannya di Danau Sentani. Benih didatangkan dari Sukabumi, Jawa Barat.

Mulai saat itu, masyarakat Sentani menyebut mujair yang mereka tangkap dan konsumsi dengan nama mujair Acub. Ikan ini mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan cepat berkembang biak. Sejak itu, mujair pelan dan pasti mulai menggeser ikan gabus Sentani sebagai menu ikan berkuah kuning dalam sajian makan papeda.

Jumlah ikan gabus asli di danau yang semakin berkurang beserta hasil tangkapan terbatas, membuat kuliner ikan mujair lebih banyak disajikan dalam tradisi makan bersama atau festival budaya, sejak tahun 2000-an,

“Mujair merupakan ikan konsumsi, ikan komersial dan banyak dibudidaya di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura. Selain dipelihara dalam keramba, ikan ini juga hidup bebas di danau dan menjadi tangkapan nelayan. Untuk satu ikat tali berisi empat ekor mujair dihargai seratus ribu Rupiah. Mujair dijual dalam bentuk ikan segar atau ikan asap. Tentu saja, mujair asap berharga lebih mahal,” ungkap Hari, Sabtu (12/03/2022).

Dia menjelaskan, terdapat dua macam mujair di Danau Sentani berdasarkan cara memperolehnya. Pertama, ikan hasil tangkapan jaring atau pancing merupakan jenis bebas yang hidup di sela tanaman air atau akar pohon sagu, di rawa-rawa tepi danau. Jenis ini memakan lumut dan plankton. Kedua, hasil budidaya di keramba dengan pakan pelet.

Ikan mujair keramba berukuran 200 gram, sudah dipanen dan dipasarkan di rumah makan atau restoran di seputaran Jayapura. Sementara, mujair tangkapan nelayan, berukuran beragam dan dijual oleh mama-mama Papua pada sore hari, secara lesehan di trotoar Pasar Lama Sentani. Tekstur daging mujair dari keramba berasa manis dan lebih lembut daripada mujair liar.

“Dokumentasi foto tahun 1990-an menunjukan, ikan gabus endemik Danau Sentani masih banyak diperjualbelikan di pasar tradisional Sentani. Namun, sejak tahun 2000-an, ikan mujair dan louhan yang lebih banyak dijual di pasar tradisional Sentani,” ungkap Hari.

Sebuah penelitian berjudul “Ikan Asing Invasif Tantangan Keberlanjutan Biodiversitas Perairan,” yang diterbitkan Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan 92018), menjelaskan bahwa kehadiran ikan asing invasif pada suatu ekosistem perairan, akan merugikan ekosistem perairan dalam dua hal.

Pertama, sebagai pesaing relung makanan dan habitat terhadap ikan asli, bahkan sering terjadi merupakan predator bagi ikan asli. Karena, ikan asing invasif ini menjadi pemangsa ikan asli dan ikan endemik. Kedua, sebagai inang pembawa berbagai penyakit yang sebelumnya tidak terdapat dalam ekosistem perairan, habitatnya ikan asli bahkan endemik.

“Kedua hal ini seringkali mengubah komposisi spesies dan struktur komunitas ikan, mendominasi, hingga menyingkirkan ikan asli dan endemik,” tulis Lenny Syafei dan Dinno Sudino, dalam penelitiannya. [Mongabay]

Jokowi Batal Riding Bareng Pebalap di Parade MotoGP

0
Pembalap MotoGP 2022. © Dorna Sports/MotoGP

Nukilan.id – Presiden Joko Widodo batal berkendara atau riding bersama para pebalap MotoGP dalam parade MotoGP di Jakarta pada hari ini, Rabu (16/3/2022), dengan rute dari Istana Merdeka menuju Hotel Kempinski.

Hal itu disampaikan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo pada Selasa (15/3/2022).

“Jadi dari 20 pebalap ini akan memulai paradenya, rangkaian acaranya dari Istana Merdeka sampai Hotel Kempinski. Pak Jokowi hanya melepas saja di Istana,” kata Sambodo.

Sambodo menjelaskan, parade tersebut akan diikuti oleh 80 sepeda motor. 20 di antaranya merupakan 20 pebalap MotoGP, Moto3, dan LATC.

“Rencana besok akan diikuti oleh kurang lebih sekitar 80 pemotor. 20 dari tim MotoGP dan di belakangnya ada 60 motor dari pabrikan yang ada di Indonesia,” ujar Sambodo.

Dalam pelaksanaannya, kata Sambodo, Polda Metro Jaya akan menutup kawasan Istana Merdeka dan Jalan Thamrin arah Hotel Kempinski mulai pukul 10.00 sampai 11.00 WIB.

Sementara itu, Jalur Sudirman-Thamrin dari Bundaran Senayan hingga Medan Merdeka tetap bisa dilintasi kendaraan.

“Akan ada penutupan jalur pada saat rombongan melintas, terutama dari arah utara ke selatan. Sedang dari arah berlawanan selatan ke utara akan berjalan normal seperti biasa,” tutur dia.

Untuk diketahui, parade itu dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Rabu besok atau dua hari menjelang rangkaian MotoGP Indonesia 2022.

Dalam keterangannya, MotoGP menyebut 20 pebalap yang dijadwalkan mengikuti parade akan terlebih dahulu mengunjungi Istana Merdeka di Jakarta. Marc Marquez dan 19 pebalap lainnya akan disambut langsung oleh Presiden Joko Widodo setibanya di Istana Merdeka.

Setelah itu, 20 pebalap tersebut akan keluar untuk mengikuti parade sambil mengendarai motor berkeliling Jakarta. Setelah serangkaian seremoni di Jakarta, Marc Marquez dkk dijadwalkan langsung bertolak ke Lombok untuk bersiap mengikuti MotoGP Indonesia.

Rangkaian MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika dijadwalkan berlangsung pada 18-20 Maret mendatang. [Kompas]

Ketua Komisi V DPRA: Bukan Soal Dihapus Atau Tidak, JKA Perlu Evaluasi untuk BPJS

0
Anggota DPRA Fraksi PNA dan juga Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Fahlevi Kirani. (Foto: Ist).

Nukilan.id – Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), M Rizal Fahlevi Kirani menjelaskan persoalan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang terjadi pada saat ini bukan persoalan dihapus atau tidaknya, akan tetapi lebih untuk memperjelas data dari setiap tanggungan biaya kesehatan Pemerintah Aceh yang bekerja sama dengan BPJS.

“Perlu untuk mengevaluasi serta ada hal yang harus diluruskan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),” kata Ketua Komisi V DPR Aceh M rizal Fahlevi Kirani kepada Nukilan.id di Banda Aceh Selasa, (15/3/2022).

Ia mengatakan, persoalan data yang sangat subtansial ada 2,1 juta jiwa yang di tanggung oleh Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) dengan anggaran APBN untuk rakyat Aceh miskin sedangkan data siapa saja yang ditanggung tidak ada dan sampai sekarang belum diberikan oleh BPJS data tersebut.

Sedangkan Pemerintah Aceh memberikan premi sebanyak 2,2 juta jiwa dengan anggaran sebesar Rp. 1,2 Triliun dalam program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

“Berbicara Premi, Pemerintah aceh selalu memberikan uang didepan untuk Pogram jaminan kesehatan aceh. Tetapi kita tidak tahu mana data yang masuk ke JKA dan mana data yang masuk ke BPJS,” jelas fahlevi.

Menurutnya, sejak di Komisi V DPRA sudah mengirimkan surat kepada BPJS untuk meminta data, tapi belum pernah di berikan data tersebut. Sehingga hari ini adalah momentum untuk mengevaluasi kinerja kerja sama Pemerintah Aceh dengan BPJS.

“Momentum ini coba kita manfaatkan untuk mengevaluasi mengenai kejelasan tanggungan biaya tersebut. Terkait persoalan lanjut atau tidak lanjut ini perlu adanya forum kebijakan dimana ada Pemerintah aceh, DPRA dan ada Pihak BPJS,” ucap Fahlevi.

Menurut Fahlevi, terkait JKA tidak mungkin di hapuskan, karna persoalan hapus menghapus perlu adanya kajian terlebih dahulu dan berkaitan juga dengan korelasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh. Di tahun 2022 ini, pemerintah Aceh harus tuntas semuanya menurut RPJM.

“Terkait ada nama-nama yang double dan tumpang tindih dalam tanggungan biaya kesehatan, belum bisa kita simpulkan, semua dari kita masih berasumsi karna data JKN KIS yang di tanggung oleh pemerintah pusat belum di berikan oleh BPJS kepada kami selaku Anggota DPRA yang membidangi kesehatan dan belum kita dapatkan,” ungkap Fahlevi.

Ini semua ingin kita luruskan dulu, supaya jelas,” kata Fahlevi.

Dari komisi V DPRA juga sudah meminta data perbandingan dari teman-teman Dinas Tenaga Kerja tentang BPJS ketenagakerjaan.

Disini nanti adanya forum kebijakan, disaat data sudah terkumpul. Berapa yang harus di tanggung oleh JKA, berapa yang sudah di tanggung oleh BPJS dan kemudian berapa data BPJS mandiri dan BPJS ketenagakerjaan, semua jadi jelas dan tidak boleh double.

Selama ini Premi di Aceh setiap tahunnya di bayar. Tapi tidak pernah di evaluasi dan kami bebrapa kali Dari tahun 2019 semenjak pelantikan Anggota DPRA, 2020 kita minta lagi data tersebut tidak di berikan dan sampai hari ini. Maka Perlu adanya evaluasi yang konfrehensif terhadap kerja sama BPJS dan Pemerintah aceh.

Tugas mulia ini yang harus di selesaikan, sehingga kerja sama dengan BPJS betul-betul Pembayaran premi yang sudah sepatutnya di butuhkan oleh rakyat aceh, Bukan main ugal-ugalan,” tuturnya.[Irfan]

Pon Yahya Target Jalankan MoU Helsinky

0
Saiful Bahri alias Pon Yahya (kanan) bersama Dahlan Jamaluddin (kiri). (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Saiful Bahri alias Pon yahya yang ditunjuk sebagai kandidat Ketua DPRA menggantikan Dahlan Jamaluddin mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh, Muzakkir Manaf atas keperayaan yang sudah diberikan kepadanya.

“Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada pimpinan Partai Aceh atas kepercayaan yang sudah diberikan kepada saya sebagai kandidat Ketua DPRA,” ucap Pon Yahya dalam keteranganya kepada Nukilan di Gedung DPRA, Selasa (15/3/2022).

Selain itu, Pon Yahya menyampaikan, harapan dan tujuannya kedepan untuk membawa lembaga DPRA agar lebih bermartabat, dengan tetap menjalankan butir-butri MoU Helsinky.

“Target kita kedepan untuk mewujudkan semua kesepakatan yang tertuang di dalam butir-butir MoU Helsingky, dan ini harus dijalankan. Tapi jika ini tidak bisa dijalankan, maka harus diumumkan bahwa MoU Helsinky batal. Jadi jangan sedekar harapan yang diberikan untuk rakyat Aceh,” tegasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus), DPRA akan menggelar rapat paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW) Ketua DPRA dari Dahlan Jamaluddin ke Saiful Bahri alias Pon Yahya pada Senin, 21 Maret 2022 mendatang.[]

Reporter: Hadiansyah

Ketua Fraksi Demokrat DPRA: Pergantian Wakil Ketua Belum Masuk Agenda Banmus

0
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRA, Drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), bahwa Pimpinan DPRA hanya mengagendakan Pergantian Ketua DPRA, sedangkan pergantian Wakil Ketua DPRA Fraksi Partai Demokrat belum dimasukkan dalam agenda Banmus.

Hal itu disampaiakan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRA, Drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes dalam keterangannya kepada Nukilan di Gedung DPRA, Selasa (15/3/2022).

Nurdiansyah mengatakan, pihaknya telah berupaya mengusulkan kepada Banmus DPRA melalui pimpinan DPRA untuk mengagendakan pergantian Wakil Ketua DPRA.

“Saya sudah mencoba mengusulkan kepada Banda melalui pimpinan DPRA. Dan kita akan terus membangun komunikasi yang baik dengan semua pimpinan DPRA dan Ketua-Ketua Fraksi, agar usulan kita terkait pergantian Wakil Ketua DPRA dapat dilakukan secepatnya,” kata Nurdiansyah dalam keteranganya kepada Nukilan, Selasa (15/3/2022).

Ia mengatakan, meskipun belum dimasukan dalam agenda. Namun, dirinya yakin pimpinan DPRA akan segera mengagendakan kembali rapat Banmus untuk pergantian Wakil Ketua DPRA tersebut.

“Dan alasan belum diagendakan untuk pergatian Wakil Ketua DPRA ini karena hasil keputusan rapat pimpinan DPRA belum ada. Kemudian kita juga belum mendapatkan dukungan penuh dari anggota Banmus yang hadir dalam rapat tersebut,” pungkas Nurdiansyah.

Reporter: Hadiansyah

Ketua IDI Aceh Utara: Penghentian JKA Dinilai Timbulkan Konflik

0
Ketua IDI Aceh Utara dr Harry Laksamana

Nukilan.id – Memasuki 1 April 2022, Pemerintah Aceh tidak lagi menanggung premi peserta Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang masuk golongan mampu.

Premi JKA untuk tahun ini juga berbuah dari upaya evaluasi dan rasionalisasi pelaksanaan JKA.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh Utara dr Harry Laksamana mengatakan penghentian premi JKA akan berpotensi menimbulkan konflik karena kurangnya waktu yang dipersiapkan untuk sosialisasi.

“Selain itu, masalah teknis bagaimana mengalihkan kepesertaan dari masyarakat yang sebelumnya berstatus JKRA menjadi JKN mandiri yang belum pernah disosialisasikan oleh pihak BPJS sendiri,” kata dr Harry Laksamana dalam keterangannya kepada Nukilan.id Selasa (15/3/2022).

Menurutnya, potensi konflik akan muncul di kasus-kasus kesehatan emergensi seperti kecelakaan, persalinan dengan penyulut serta beberapa bentuk pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Sebagai tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan di dunia kesehatan, dr Harry menyarankan kepada pemerintah untuk lebih mempersiapkan solusi lainnya agar tidak terjadi konflik mendatang.

“Tenaga Kesehatan yang berfungsi ganda, bekerja sebagai pemberi pelayanan juga langsung sebagai pemberi informasi soal perubahan status ini, turut menyayangkan jika hal itu terjadi tanpa ada solusi alternatif lainnya,” jelas dr Harry.

Lanjutnya, jikapun itu mesti terjadi, seharusnya pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) maupun Pemerintah Aceh memberikan tenggat waktu dan solusi lain yang dipersiapkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan tenaga Kesehatan.

Ketua Fraksi PA: Banmus Cuma Agendakan Pergantian Ketua DPRA

0
Ketua Fraksi PA Tarmizi Panyang. (Foto: Irfan/Nukilan)

Nukilan.id – Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tarmizi Panyang mengatakan Berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah  (Banmus) DPRA pada Selasa (15/3/2022) hanya mengagendakan paripurna pergantian Ketua DPRA.

“Pergantian Wakil Ketua DPRA fraksi Demokrat itu akan dibuat rapat pimpinan kembali. Jadi alasan kuat, bahwa pergantian Ketua DPRA itu lebih urgen, makanya didahulukan. Kemudian pergantian Ketua DPRA juga sudah sah karena sudah dilakukan rapat pimpinan DPRA, hasilnya akan diparipurnakan pada tanggal 21 Maret 2022 ini,” kata Tarmizi di sela rapat Banmus di Gedung DPRA, Selasa (15/03/2022).

Selain itu, Tarmizi juga mengatakan, bahwa pergantian Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin dengan Saiful Bahri alias Pon Yahya itu merupakan keputusan Partai, bukan karena unsur kesalahan. Dan kedepan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Partai Aceh juga akan menyusul, dirinya sebagai Ketua Fraksi Partai Aceh sangat menghargai hal itu.

“Ini mutlak keputusan partai, kita sangat mendukung keputusan partai, walaupun pada prinsipnya saya yang sudah menjabat 2 periode di kursi DPRA ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, Tarmizi berharap kedepan Ketua DPRA yang baru, Saiful Bahri alias Pon Yahya mampu memimpin dan membangun Aceh ke Arah yang lebih baik.

“Dan kita akan mendukungnya bersama-sama untuk membangun Aceh kedepan,” pungkas Politisi Partai Aceh itu.

Reporter: Hadiansyah