NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Masa jabatan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh periode 2023–2026 akan segera berakhir. Hingga kini, belum terlihat figur yang secara terbuka menyatakan diri maju sebagai calon. Namun, Drs. H. Azhari, M.Si. sebagai petahana tentu memiliki peluang tersendiri untuk kembali bersaing mempertahankan posisi tersebut.
Di sisi lain, berdasarkan capaian kinerja dan rekam jejak kepemimpinan hingga April 2026, sejumlah Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) kabupaten/kota di Aceh dinilai memiliki potensi kuat untuk ikut berkompetisi dalam seleksi Kakanwil mendatang.
Berdasarkan hasil tracking media Nukilan.id, berikut beberapa nama yang dinilai berpeluang maju:
1. H. Salman, S.Pd., M.Ag. (Kakankemenag Kota Banda Aceh)
H. Salman dinilai berhasil membawa Kemenag Kota Banda Aceh meraih berbagai penghargaan inovasi, termasuk penghargaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) inspiratif tingkat nasional pada 2025.
Selain itu, ia dikenal aktif mendorong transformasi digital layanan keagamaan serta sukses menyelenggarakan kegiatan berskala besar, seperti Aksinos-5 pada 2025.
2. H. Saifuddin, S.E. (Kakankemenag Kabupaten Aceh Besar)
Di bawah kepemimpinannya, Kemenag Aceh Besar meraih predikat Terbaik I dalam pengelolaan data nasional melalui aplikasi Siaga Pendis dan EMIS PAI pada 2025.
Prestasi lain juga terlihat dari capaian akademik, di mana siswa madrasah Aceh Besar menjuarai ajang riset nasional OMI Riset 2025 di Banten.
3. Dr. H. Salman Al Farisi, S.Ag., M.Pd. (Kakankemenag Kabupaten Nagan Raya)
Nama Salman Al Farisi bukan sosok baru dalam bursa calon Kakanwil. Pada seleksi tahun 2023 lalu, ia masuk dalam tiga besar kandidat yang lolos hingga tahap akhir.
Ia memiliki rekam jejak kepemimpinan di berbagai daerah, termasuk saat menjabat di Aceh Barat Daya, dengan raihan tujuh penghargaan dalam ajang Kakanwil Awards.
4. Dr. Zulkifli, M.Pd. (Kakankemenag Kabupaten Bireuen)
Zulkifli dikenal melalui sejumlah inovasi, seperti program Madrasah Unggulan dan Gerakan Menanam Seribu Pohon Wakaf Produktif yang diluncurkan pada April 2026.
Di bawah kepemimpinannya, sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) di Bireuen, seperti KUA Peusangan Selatan, meraih penghargaan sebagai KUA Terbersih dan KUA Ekoteologi tingkat provinsi.
Nama-nama tersebut dinilai memiliki peluang berdasarkan rekam jejak, inovasi program, serta capaian kinerja di daerah masing-masing. Namun demikian, proses penentuan Kakanwil Kemenag Aceh tetap akan melalui mekanisme seleksi terbuka yang ditetapkan oleh Kementerian Agama RI. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

