Beranda blog Halaman 1743

Polda Aceh Imbau Peserta Unjuk Rasa 11 April tidak Anarkis

0
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Menyampaikan pendapat di muka umum merupakan salah satu hak asasi manusia yang dijamin konstitusi dan dilindungi undang-undang. Namun dalam pelaksanaannya, peserta aksi harus tertib dan tidak keluar dari koridor hukum yang berlaku.

“Kalau pun unjuk rasa itu harus dilakukan, tolong yang tertib, tidak anarkis, dan antisipasi penumpang gelap atau oknum yang berusaha menunggangi aksi,” imbau Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy dalam keterangannya, Senin pagi, 11 April 2022.

Winardy menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, aksi unjuk rasa di Banda Aceh akan dilakukan Aliansi BEM Kota Banda Aceh di Gedung DPR Aceh dengan perkiraan massa sekitar 200 orang.

Sementara di wilayah, aksi juga dilakukan di Lhokseumawe, Langsa, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Pidie, dan Aceh Barat.

Terkait pengamanan, Winardy mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sekitar 500 personel dari berbagai fungsi, baik dari TNI-Polri dan Satpol PP untuk mengawal agar kegiatan unjuk rasa tersebut berjalan tertib dan lancar serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

Begitu juga di kewilayahan, Polres yang di-backup TNI dan Satpol PP akan melakukan pengamanan di titik-titik unjuk rasa.

Dalam hal ini, Polda Aceh dan jajaran tetap mengedapankan pengamanan dengan unsur humanis dan bertindak sesuai SOP. Jadi diharapkan kerja sama para peserta aksi agar tetap tertib dan tidak anarkis.

Selain itu, ia juga meminta peserta unjuk rasa mematuhi batas waktu kegiatan dan menghormati nuansa bulan Ramadan. Sehingga, kegiatan yang dijamin konstitusi tersebut tidak mengganggu kekhusyukan berpuasa.

“Sampaikan aspirasi dengan tertib dan damai hingga batas waktu yang ditentukan, dan tentunya tidak mengganggu kegiatan ibadah Ramadan,” ujar Winardy. []

Diterkam Harimau, Petani di Bengkalis Tewas Mengenaskan

0
Bonita, harimau yang diduga menewaskan beberapa warga di Riau ini berhasil dievakuasi. Foto: Facebook KLHK

Nukilan.id – Jatuh lagi korban konflik manusia dan satwa. Kali ini, warga di Riau diduga kena terkam harimau sampai tewas. Adalah Indra, warga Desa Tasik Tebing Serai, Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis, Riau, ditemukan meninggal dunia dengan kepala terpisah sekitar dua meter dari tubuh dan pundak terkoyak bekas cakaran pada 6 April lalu.

Sejumlah pemberitaan menyebut, sehari sebelum ditemukan, Indra pamit dengan istrinya, Erna, untuk membersihkan ladang dan menengok jerat rusa di seberang Pulau Teluk Padi.

Sampai petang, Indra tak kunjung pulang dan ponsel tak dapat dihubungi. Sekitar lima 50-an warga pun berbondong-bondong mencarinya.

Dia ditemukan tewas di Suka Margasatwa Giam Siak Kecil, sekitar 20 meter dari pemasangan jerat. Kuat dugaan, dia diserang harimau Sumatera, karena di sekitar tempat kejadian ada jejak satwa dilindungi itu. Apalagi, kawasan itu memang habitat kucing besar.

Bripka Juanda Marpaung, PS Kasi Humas Polsek Pinggir, membenarkan informasi itu. Begitu mendapat kabar, tim Polsek Pinggir langsung menuju tempat kejadian. Mereka telah koordinasi ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. “Sepertinya, mereka masih di lapangan,” kata Juanda, Sabtu (9/4/22), via telepon.

Baca Juga: Konflik Harimau dengan Manusia di Jambi Telan Korban Jiwa

BBKSDA Riau belum memberikan keterangan resmi. Hartono, Plh Kepala BBSKDA Riau, tak merespon panggilan dan permintaan konfirmasi melalui WhatsApp. Sedangkan Kepala Bidang Teknis, Mahfud, enggan komentar dan melempar ke humas, Dian Indriati. Dia tengah cuti.

Kematian Indra, kasus kedua konflik harimau Sumatera dan manusia, tahun ini. Minggu pertama Februari lalu, harimau juga menerkam Tugiat (41), operator chainsaw rekanan PT Satria Perkasa Agung (SPA).

Jasad Tugiat ditemukan di Blok K Petak 501, Distrik Simpang Kanan, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Indragiri Hilir, Riau. Juga bagian dari areal kerja daerah Pulau Muda, Teluk Meranti, Pelalawan. Masih dalam bentangan alam Kerumutan, kantong harimau Sumatera lain di Riau.

Konflik harimau berujung kematian di areal kerja anak perusahaan APP Sinar Mas sudah jadi langganan dari tahun ke tahun. Tak hanya di bentangan alam Kerumutan juga di Giam Siak Kecil.

Habitat tergerus

Dalam diskusi baru-baru ini Mahfud, Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, menyebut, satwa liar terutama gajah dan harimau sebagai satwa kunci makin terdesak karena kehadiran orang-orang yang beraktivitas dalam kawasan konservasi.

Dia bilang, banyak tantangan dalam mengelola kawasan konservasi di Riau dan sebagian di Kepulauan Riau, seluas 439.197,25 hektar itu. Terlebih lagi, dengan perkembangan sosial, budaya dan ekonomi, BBKSDA Riau harus mengubah paradigma pengelolaan kawasan.

Tantangan utama, katanya, konflik penguasaan hutan dan lahan. Berupa, alih fungsi hutan jadi kebun sawit, baik oleh masyarakat maupun korporasi. Luasnya tak tanggung-tanggung, ratusan sampai ribuan hektar. “Tidak kaget, hampir 1,4 juta hektar kebun sawit ilegal di Riau.”

Tantangan lain, ada pemukiman dalam kawasan konservasi. Seperti di SM Balai Raja, dari luas 15.343, 96 hektar, tak sampai 250 hektar lagi yang berhutan.

Sejak awal, akses pada terbuka ketika ada pengelolaan migas oleh PT Chevron Pasifik Indonesia, sebelum diambil alih Pertamina. Kawasan ini merupakan rumah bagi harimau, gajah dan beruang.

BBKSDA Riau, tengah mengidentifikasi penggunaan kawasan konservasi di luar peruntukan. Targetnya, mendapatkan nama dan alamat penggarap lahan dalam kawasan dilindungi itu.

“Kalau memang ada masyarakat tempatan hidup sebelum ada penunjukkan kawasan konservasi, akan kita sesuaikan melalui revisi blok pengelolaan,” kata Mahfud.

Tantangan berikutnya, penebangan liar. Tidak hanya dalam kawasan konservasi juga pada areal yang masih memiliki pohon bernilai ekonomis. Kejahatan ini, katanya, seringkali terjadi di SM Giam Siak Kecil dan Cagar Alam Bukit Bungkuk.

Tantangan lagi, persoalan kebakaran hutan dan lahan. Hampir semua kawasan konservasi di Riau bergambut yang rentan kebakaran.

Belum lagi, kata Mahfud, sumberdaya manusia yang tak sebanding dengan makin banyak kasus.

Dia juga menyinggung, sekitar 99% konflik satwa dengan manusia terjadi di luar kawasan konservasi. “Artinya, habitat satwa liar sekarang berada di hutan produksi atau areal penggunaan lain. Sebetulnya itu juga habitatnya.”

Di tengah kondisi habitat satwa terus tergerus, BBKSDA Riau berupaya membangun kembali konektivitas habitat supaya tidak terputus. Usaha ini menggandeng semua pemegang konsesi perkebunan maupun hutan tanaman industri. Mereka wajib menyediakan areal perlindungan tempat hidup satwa liar.

Penebangan liar dan perambahan kawasan hutan di GSK yang jadi ancaman dibenarkan Rahmaidi Azani, Direktur Kelompok Advokasi Riau (KAR). Pertengahan 2021, dia menemukan langsung aktivitas itu.

Komet, panggilan akrabnya, mengatakan, titik penebangan liar menembus ke zona inti cagar biosfer GSK. Areal ini berada dalam konsesi PT Satria Perkasa Agung, Grup APP Sinar Mas. Di lokasi itu ada mesin, sawmill dan pondok pekerja.

Potongan kayu hasil olahan berbentuk papan dan balok dihanyutkan lewat kanal. “Informasinya, dalam satu malam 10 truk keluar dari lokasi mulai jam 9.00 malam. Meskipun, kemarin, Kapolda Riau meninjau pakai helikopter dan menangkap ‘anak jenderal’, sampai saat ini aktivitas illegal logging masih berjalan,” ucap Komet.

Areal yang telah ditebang juga berubah jadi kebun sawit. Dilihat dari pola tanam dan ada barak di sekitar kebun, diduga sawit dimiliki korporasi atau pemodal. Kini, dalam dan luar SM GSK sudah terhampar kebun sawit, baik baru buka maupun yang berumur 10 tahun.

Bicara flora dan fauna, Wakil Koordinator Jikalahari Okto Yugo Setyo, mengatakan, tak bisa lepas dari kondisi tutupan hutan.

Masalahnya, sejak 1982-2020, Riau mengalami deforestasi masif. Dari 6,7 juta hektar luas hutan alam tersisa hanya 1,4 juta hektar.

Hutan alam tersisa di wilayah konservasi juga tak lepas dari degradasi. Analisis Jikalahari, ada pengurangan luas hutan di kawasan konservasi 1.800 hektar dalam satu tahun. Paling luas di SM Bukit Batu, SM Rimbang Baling, TN Bukit Tiga Puluh dan TN Tesso Nilo.

Masalah deforestasi, juga tak lepas dari andil korporasi. Okto beri contoh PT Arara Abadi menebang hutan Kepungan Sialang milik Masyarakat Adat Petalangan, Pelalawan. Pohon sialang merupakan rumah bagi lebah yang menghasilkan madu. Hilangnya pohon sialang juga memusnahkan tradisi manumbai dalam masyarakat adat itu.

Selain penebangan hutan, Okto juga senada dengan Mahfud, bahwa karhutla jadi salah satu penyebab kehancuran habitat flora-fauna. Lagi-lagi, masalah ini karena keterlibatan korporasi.

Dia contohkan, sejak 2015 ada 13 perusahaan sawit sudah vonis bersalah karena terjadi kebakaran di lahannya, baik sengaja maupun lalai.

“Poinnya, putusan pengadilan membenarkan bahwa korporasi turut memusnahkan makhluk hidup. Ini juga jadi poin kita untuk berikan keadilan bagi flora-fauna dengan menghentikan kejahatan lingkungan itu.”

Penebangan hutan dan karhutla itulah, katanya, yang berujung menimbulkan konflik satwa-manusia. Mereka mencari makan pada wilayah jelajah yang makin menyempit hingga berhadapan dengan manusia.

Okto juga menyinggung keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang pencabutan izin konsesi kawasan hutan, awal tahun lalu.

“Seharusnya, pemerintah menambah satu alasan lagi ketika mencabut izin perusahaan, yakni, ruang hidup satwa hilang dan konflik yang menyebabkan manusia meninggal. Itu sangat substansial jadi alasan untuk evaluasi perusahaan atau dicabut,” kata Okto. [Mongabay]

Hari Ini BEM Se-Aceh Siap Kepung Gedung DPRA

0
Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Mahmudin. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se- Aceh akan mengepung Gedung DPR Aceh dalam rangka melakukan aksi massal di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin (11/4/2022) pukul 14.00 WIB.

Aksi tersebut membawa beberapa tuntutan mulai dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPn) 11%, hingga masalah kelangkaan bahan pokok dan sejumlah tuntutan lainnya.

“Kita dari BEM Se-Aceh akan mengelar aksi besar-besaran di depan kantor DPRA,” tegas Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Mahmudin kepada Nukilan di Banda Aceh.

Menurutnya, kenaikan harga BBM ini tidak terlepas dari kolerasi dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang sudah terserap untuk pembangunan Ibu kota Negara (IKN) baru.

Kemudian, lanjutnya, jika melihat dari perjanjian awal bahwa pembangunan IKN baru boleh disahkan atau direalisasikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI). Tapi jelas perjanjiannya ini tanpa memakan anggaran sedikitpun dari APBN.

“Namun selaras perjalan waktu dana APBN terserap sekitar 19% atau sekitar 400 T lebih untuk pembangunan pembangunan IKN baru ini,” ungkap Mahmudin.

Sehingga, dia menilai bahwa terjadinya kenaikan BBM, PPn 11% dan kelangkaan bahan pokok ini jelas untuk menutupi APBN yang sudah terserap tersebut.

“Tapi hari ini Negara beralasan, bahwa kenaikan BBM, pajak, dan bahan pokok ini akibat terjadinya peperangan antara Rusia dan Ukraina,” ujar Mahmudin.

Selain menuntut kenaikan BBM, PPn 11% dan bahan pokok, BEM Se-Aceh juga menuntut DPRA untuk menolak jabatan Presiden 3 periode.

“Namun, masalah jabatan Presiden 3 periode ini akan kita kaji kembali, karena fokus kita yaitu menuntut hak yang pro terhadap rakyat agar masyarakat lebih sejahtera,” pungkas Mahmudin.

Terakhir, Mahmudin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam aksi tersebut. Pihaknya tidak membatasi siapapun dapat ikut serta dala aksi ini. Karena aksi ini atas nama Gerakan Mahasiswa Masyarakat Aceh (GMMA). Namun, tetap dibawah komando BEM Se-Aceh.

Reporter: Hadiansyah

Soal Aksi 11 April, Kapolri: Kawal dengan Humanis dan Jaga Kesucian Ramadhan

0
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, (Foto: Humas)

Nukilan.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengawal dan mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa pada 11 April 2022 dengan pendekatan humanis.

Hal itu diinstruksikan Kapolri saat menggelar video conference bersama seluruh jajaran baik dari tingkat Mabes Polri Polda dan Polres jajaran.

“Polri memberikan dan menjamin setiap warga negara untuk untuk menyampaikan aspirasinya atau memberikan ruang demokrasi. Oleh karena itu, pendekatan humanis harus terus dilaksanakan dalam mengawal aksi demonstrasi,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jakarta, Minggu, 10 April 2022.

Sigit memastikan, Polri memiliki komitmen dalam rangka menjunjung tinggi HAM dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia. Dalam hal ini, kata Sigit, Korps Bhayangkara berpegang teguh pada dalam UUD 1945 maupun Undang-Undang (UU) soal kebebasan berpendapat dan berekspresi yang merupakan bagian dari hak asasi manusia sehingga diberikan perlindungan secara universal.

Disisi lain, Sigit juga menegaskan, aparat kepolisian tetap akan menjalankan tugasnya dalam memberikan jaminan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sebab itu, Sigit berharap, demonstrasi 11 April besok, juga diharapkan mampu menghormati dan menjaga kesucian serta kekhusyukan umat Islam yang sedang menjalani Ibadah Puasa Ramadhan.

“Sebab itu, humanis harus terus dilaksanakan. Apalagi, karena saat ini bulan Ramadhan, kesucian dan kekhusyuan bagi umat muslim yang sedang menjalani puasa tetap harus kita perhatikan,” ujar Sigit.

Demi semakin menciptakan situasi kamtibmas yang tetap kondusif, aman dan damai dalam demonstrasi di bulan Ramadhan, Sigit mengimbau, baik ke kepolisian maupun peserta aksi untuk sama-sama mengantisipasi adanya penumpang gelap atau oknum yang berusaha menunggangi demonstrasi tersebut.

Menurut Sigit, dengan adanya antisipasi penumpang gelap dari pihak kepolisian dan peserta aksi, maka aspirasi yang disampaikan bisa berjalan dan tersalurkan dengan baik tanpa adanya noise atau sumbatan komunikasi.

Dengan tidaknya adanya noise tersebut, Sigit meyakini aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan masyarakat bisa diterima dengan baik dan ditindaklanjuti oleh para pemangku kebijakan. Sebagai kaum intelektual, Sigit juga meyakini bahwa, mahasiswa juga tidak ingin dan berharap aksinya disusupi oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

“Sehingga penyampaian pesan ini betul-betul tersampaikan dengan jernih tidak ada noise. Dengan begitu, para pengambil keputusan, pemangku kebijakan, mendengarkan dengan jelas, kemudian segera bisa ditindaklanjuti pesan tersebut tanpa terganggu oleh noise-noise tersebut. Ini tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama,” papar Sigit.

Terkait penumpang gelap atau oknum yang berusaha menciderai aspirasi mahasiswa dan masyarakat, Sigit menyatakan bahwa, kepolisian akan memberikan tindakan tegas kepada siapapun pihak yang mencoba memanfaatkan demonstrasi tersebut demi mengambil keuntungan untuk kepentingan segelintir kelompok.

“Tapi terhadap kelompok-kelompok penyusup yang akan menunggangi tolong dari rekan-rekan untuk mengawasi betul. Kalau sampai terjadi pemicu kemudian terjadi hal yang sifatnya anarkis dan kita harus melakukan penegakan hukum, tarik sampai ke atas hingga sampai tuntas dan itu semuanya akan kita proses. Karena Polri ingin gerakan mahasiswa betul-betul berjalan aman, tertib dan aspirasinya tersampaikan,” tutup Sigit.

“Sekali lagi saya imbau, mari bersama-sama kita jaga kesucian bulan Ramadhan. Sampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Semoga saudara-saudara kita umat muslim bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan lancar hingga akhir.” []

Ironi Presidential Threshold, Ruang Bagi Oligarki Bermain

0
Sekretaris Departemen (Sekdep) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Kautsar SHI MH

Nukilan.id – Sekretaris Departemen (Sekdep) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Kautsar SHI MH menyatakan, presidential threshold merupakan satu siasat atau seni yang dimainkan para pemimpin partai untuk melabelkan harga partainya di meja oligarki.

“Dengan presidentary threshold, pemimpin-pemimpin partai punya alat untuk berdagang, punya wibawa dan harga,” ujar Kautsar kepada reporter Dialeksis.com, Banda Aceh, Minggu (10/4/2022).

Kautsar menjelaskan, presidential threshold atau istilah lainnya “ambang batas presiden” merupakan upaya untuk mengunci supaya calon presiden Indonesia nanti tak perlu ramai-ramai. Sehingga, sejak awal menu dari nama kandidat memang sudah dibatasi.

“Sehebat apapun konsepsi dan elektabitas kita apabila tidak mendapat tiket 20 persen jumlah kursi di parlemen maka si kandidat tersebut tidak bisa melenggang,” jelasnya.

Menurutnya, angka 20 persen benar-benar besar sekali. Bahkan saat ini hanya PDIP satu-satunya partai yang paling mendekati ambang batas tersebut, yaitu 19,33 persen. Sedangkan bagi partai-partai lain harus gotong royong berkoalisi untuk bisa mengusung kandidat presiden.

“Nah, di sinilah yang kemudian terjadi ruang saling mengunci dan bertawar harga, baik dari segi finansial maupun kepentingan-kepentingan lain, termasuk penguasaan jumlah menteri di kabinet, porsi APBN, komisaris dan direksi BUMN dan previlege- previlege negara lainnya,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Kautsar, di ruang tersebut para oligarki bermain mengikat. Mengunci dan mengucilkan partai-partai yang ada. Di sini pula, kata dia, pemimpin-pemimpin partai merasa sangat berkepentingan menjaga supaya presidensial threshold selalu ada dalam UU, karena mereka diuntungkan.

Sementara itu, menurut Kautsar, kondisi sulit tentunya kepada partai-partai kecil yang ingin menawarkan calon presiden sesuai dengan suara politiknya. Namun, dengan ambang batas ini mereka terkunci dan dipaksa membebek kepada ketidakbenaran karena semua partai harus turut mengusung presiden tak boleh absen.

“Akan tetapi, di sisi yang lain mereka dikunci dengan ambang batas sehingga partai-partai kecil yang terkunci ini kemudian dipaksa mencalonkan presiden yang mereka sendiri tak suka. Inilah ironinya ambang batas presiden,” pungkasnya. []

Safari Ramadhan Disdik Aceh, Ini Kegiatan dan Pesannya

0
(Foto: Humas Disdik Aceh)

Nukilan.id – Dinas Pendidikan Aceh melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid Syuhada, Gampong Tanoh Anou, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Sabtu 9 April 2022. Tim safari yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri MM, turut menghadirkan penceramah Tgk. H. Mutiara Fahmi, Lc., MA dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Kegiatan Safari Ramadhan ini merupakan program Pemerintah Aceh yang dilaksanakan oleh seluruh SKPA secara serentak pada seluruh kabupaten/kota di Aceh pada 9 April 2022. Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan ini diantaranya pembersihan masjid, penanaman pohon, shalat tarawih dan tausiah Ramadhan, serta penyerahan cinderamata.

Camat Idi Rayeuk, M. Hasbi menyambut baik kedatangan Tim Safari Ramadhan Dinas Pendidikan Aceh. Menurut Hasbi sejak pagi hingga sore hari (Sabtu 9 April 2022) telah banyak kegiatan yang bermanfaat dilakukan bersama Dinas Pendidikan Aceh di Masjid Syuhada dalam mewujudkan lingkungan yang Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau (BEREH).

“Terimakasih yang tiada terhingga kepada tim Safari Ramadhan Pemerintah Aceh dalam hal ini Disdik Aceh. Ini semua kita sudah kita laksanakan sebagaimana mestinya,” kata Hasbi.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, mengatakan bahwa gerakan BEREH sedang giat-giatnya dilakukan Pemerintah Aceh terhadap sekolah-sekolah, tujuannya agar tidak ada lagi lingkungan sekolah yang kumuh dan tidak baik, sehingga proses transfer ilmu pengetahuan berjalan dengan baik.

Bagi Alhudri, anak-anak Aceh adalah anak-anak yang pintar hanya saja terkadang mereka belum mendapatkan “pengasah” yang tepat termasuk lingkungan yang tidak sehat dan kumuh. “Padahal kalau bagus kita asah didukung dengan lingkungan yang bersih. Insya Allah ia akan tampil kepermukaan, tapi jika didiamkan maka mereka sulit untuk berkembang,” kata Alhudri.

Sementara itu, Tgk. H. Mutiara Fahmi, dalam ceramahnya menyampaikan urgensi penerapan gerakan BEREH dalam kehidupan sehari-hari, pencegahan Covid-19, maraknya berita hoax hingga bahaya judi online (chip/PUBG) dan peredaran narkoba yang marak di kalangan generasi Aceh saat ini.

“Dalam Islam, salah satu hal yang sangat diperhatikan adalah terkait bersuci atau kebersihan. Kebersihan menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh Islam karena ketidakbersihan akan menimbulkan kemudharatan. Karena itu dalam islam disebutkan bahwa kebersihan sebagian dari Iman,” kata Mutiara Fahmi.

Oleh karena itu untuk mencegah kemudharatan tersebut salah satu gerakan yang selama ini gencar dilakukan Pemerintah Aceh adalah gerakan BEREH. “Kenapa harus BEREH? karena menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih dan sehat merupakan prasyarat bagi kemajuan suatu bangsa,” kata Mutiara Fahmi.

Selain BEREH, upaya pencegahan kemudharatan Pemerintah Aceh juga sangat intens mengkampanyekan metode-metode pencegahan dan penanganan Covid-19.

Oleh karena itu, Mutiara Fahmi mengajak para jamaah untuk berikhtiar secara maksimal dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah, mengkonsumsi makanan bergizi serta rutin menjalani hidup sehat dengan berolahraga.

“Dan ini sesuai dengan Firman Allah dalam Alquran Surat Albaqarah ayat 195 yang berbunyi : Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan,” ujarnya.

Maka Sebagai bukti komitmen Pemerintah Aceh untuk melindungi masyarakat, dilaksanakanlah Gerakan Masker Aceh (GEMA), Gerakan Masker Sekolah (GEMAS), Gerakan Nakes Cegah Covid-19 (GENCAR), Gerakan Edukasi Vaksinasi (GESID) dan Kegiatan Vaksinasi Siswa/i Sekolah/Madrasah.

Mutiara Fahmi juga menyampaikan bahwa seiring kemajuan zaman, dengan adanya media-media baru yang memiliki jangkauan yang sangat luas, berita bohong (hoax) bertebaran di mana-mana yang akan berdampak terhadap kehancuran dunia semakin besar dan tidak terbendung.

“Maka sebagai muslim yang cerdas, berwibawa, kita tidak seharusnya dengan begitu mudah terpengaruh oleh perkataan dusta,” katanya.

Selain itu, dalam moment Ramadhan ini Tgk Mutiara Fahmi juga mengingatkan semua pihak agar terus waspada terhadap bahaya judi online (chip/PUBG) dan narkoba yang semakin marak di kalangan masyarakat terutama anak muda.

“Kita juga sangat prihatin dengan status Aceh sebagai salah satu pintu masuk peredaran narkoba di wilayah Asia Tenggara. Jaringan peredaran narkoba disinyalir sudah berada di hampir setiap kampung di Aceh, jika tidak kita antisipasi dengan serius maka akan berujung pada malapetaka besar bagi generasi Aceh di masa yang akan datang,” katanya.

Dalam safari ramadhan tersebut, Disdik Aceh juga memberikan cinderamata berupa karpet sajadah dan Alquran yang diterima oleh oleh Camat Idi Rayeuk, M. Hasbi bersama Keuchik Gampong Tanoh Anou. []

Waktu Terbaik Berolahraga di Bulan Ramadhan

0
Ilustrasi perempuan muslim olahraga (Foto: Shutterstock)

Nukilan.id – Puasa di bulan Ramadan banyak dijadikan alasan untuk menerapkan ‘puasa’ berolahraga. Padahal, faktanya kita harus tetap aktif bergerak agar tubuh tetap fit dan bugar meski dalam kondisi berpuasa.

Minimnya asupan makanan yang dimiliki tubuh saat berpuasa, nyatanya tetap cukup, kok, untuk kita berolahraga. Selama disesuaikan dengan kemampuan dan pemilihan waktu untuk berolahraga.

dr. Elsye Sp.KO, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Halodoc menjelaskan pada kita, kalau olahraga di bulan Ramadan bisa dimulai dari gerakan yang sederhana. Misalnya melakukan minimal 10.000 langkah setiap hari atau bisa juga dilakukan minimal 10 menit setiap 2 jam.

“Misalnya dengan jalan di tempat atau peregangan ringan, yang penting dilakukan secara teratur. Dan saat berpuasa, olahraga bisa dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang.” ujarnya dalam jumpa virtual HaloTalks Spesial Ramadan: Serba-Serbi Puasa Anti Lemas dan Tetap Fit bersama Halodoc.

dr. Elsye juga merekomendasikan waktu paling tepat untuk berolahraga adalah 1-2 jam setelah buka puasa. Namun jika tubuh masih memiliki cadangan energi, bisa dilakukan pada 1 jam sebelum buka puasa atau 1 jam setelah sahur dengan intensitas ringan.

“Cara tahu intensitas olahraga itu gampang, bisa dengan tes bicara. Nah kalau masih bisa ngobrol dan nyanyi ringan, itu intensitas ringan. Susah untuk nyanyi tapi masih bisa ngobrol, itu sedang. Kalau sudah enggak ngobrol dan nyanyi serta napas sudah terengah, itu intensitas tinggi,” jelasnya. [Fimela]

Resep Kue Putu Ayu, Cocok untuk Menu Takjil yang Sehat

0

Nukilan.id – Saat puasa tentu kita butuh asupan nutrisi yang baik. Setelah seharian berpuasa, tubuh perlu makanan yang menyehatkan. Sebelum menyantap menu buka puasa kamu bisa mencoba kudapan sehat untuk takjil.

Putu Ayu yang gurih bisa menjadi pilihan. Berbahan dari sagu membuat Putu Ayu ini sangat cocok sebagai rekomendasi menu takjil yang sehat karena bebas gluten. Bagaimana cara membuatnya? Cek resepnya di bawah ini.

Bahan-bahan:

  • Tepung Sagu Sapapua®150 gr
  • Tepung Beras 100 gr
  • Gula Pasir 120 gr
  • Kelapa parut 160 gr
  • Santan kental instant 100 ml
  • Air 100 ml
  • Margarin 40 gr
  • Telur 2 btr
  • emulsifier 1 sdt
  • Vanilia Secukupnya / ¼ sdt
  • Pasta pandan Secukupnya / ½ sdt
  • Garam ½ sdt
  • Daun pandan 1 lbr

Cara Membuat Putu Ayu

  • Campurkan tepung beras dan tepung Sapapua, aduk rata dan sisihkan (A).
  • Campurkan santan, margarin, vanila, dan pasta pandan, aduk rata dan sisihkan (B).
  • Campurkan kelapa parut, garam, dan daun pandan, aduk rata dan kukus selama 10 menit, angkat dan sisihkan (C)
  • Campurkan telur, gula, dan emulsifier, kocok dengan cepat hingga putih mengembang dan berjejak,
  • Tambahkan campuran tepung (A) dan campuran (B) sedikit demi sedikit dan bergantian ke dalam campuran telur, aduk perlahan hingga rata
  • Siapkan cetakan, masukkan kelapa parut yang sudah dikukus dan padatkan
  • Tuangkan adonan perlahan ke atas kelapa, lalu hentak-hentak perlahan untuk memadatkan
  • Kukus selama 30 menit hi ngga matang
  • Angkat, dinginkan dan keluarkan dari cetakan, Putu Ayu Sagu siap disajikan

Sumber: Fimela.com

Orang Mesir Ternyata Lebih Suka Sahur Barsama Ketimbang Bukber

0
Ilustrasi sahur bersama. (Foto: Freepik)

Nukilan.id – Bukber merupakan istilah umum yang sering kita dengar ketika bulan Ramadhan. Bukber atau buka bersama, tradisi yang sudah mengakar kuat di kalangan masyarakat.

Tapi beda cerita dengan Mesir, di sana orang-orang lebih suka sahur bersama daripada buka bersama.

Dilansir Antara, Wakil Duta Besar RI untuk Mesir Muhamad Aji Surya mengatakan rutinitas warga Mesir bergeser ke malam hari saat Ramadhan, termasuk menyantap sahur bersama di kafe atau restoran.

“Jangan harap pagi dan siang hari kita bisa dengan mudah menemukan yang buka seperti di bulan-bulan biasa,” kata Aji dalam acara ‘Antara Obrol Bareng Edisi Ramadhan Mancanegara’ secara virtual.

Di Mesir semua aktivitas selama Ramadhan baru dimulai pada sore hari hingga dini hari. Aji juga mengatakan bahwa orang di Mesir tidak tidur sampai waktu sahur tiba, mereka mulai istirahat setelah sholat subuh.

Orang-orang di mesir lebih suka buka puasa di rumah masing-masing bersama keluarga, sehingga jalan dan tempat umum pada waktu buka puasa cenderung lebih sepi.

“Beda dengan di Indonesia di mana orang-orang justru ramai-ramai keluar rumah menjelang waktu berbuka. Sebaliknya, di Mesir orang-orang lebih gemar menghabiskan waktu sahur di luar rumah,” kata Aji.

Mulai pukul 01.00 hingga 03.00 restoran dan kafe di Mesir dipastikan ramai pengunjung. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang sahur di taman-taman seperti lagi piknik. [Indozone]

Tips agar Ibu Hamil Tetap Sehat Selama Berpuasa

0
Begini cara mudah atasi mual saat hamil dengan menggunakan jus buah. (Sumber Foto: shutterstock/TheList)

Nukilan.id – Ibu hamil diperbolehkan menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan syarat. Kondisi ibu dan kandungan harus dipastikan dalam keadaan sehat.

Ada beberapa tips puasa untuk ibu hamil yang perlu dicermati. Tips ini perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan kandungan selama berpuasa.

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan, Muhammad Fadli menyarankan ibu hamil untuk memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu demi memastikan kondisi kesehatan.

“Konsultasi dengan dokter kandungan, tanyakan juga, apakah Anda aman untuk berpuasa,” ujar Fadli dalam webinar yang digelar beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, Fadli juga mengingatkan ibu hamil untuk tetap memenuhi kebutuhan gizi harian selama berpuasa.

Tips Puasa untuk Ibu Hamil
Berikut beberapa tips yang bisa diikuti ibu hamil saat berpuasa di bulan Ramadan agar tetap sehat.

1. Banyak minum air putih

Ibu hamil tetap harus memenuhi kebutuhan cairan selama berpuasa.

Perlu diketahui, kebutuhan cairan ibu hamil berbeda dengan orang dewasa umumnya. Ibu hamil setidaknya mendapatkan asupan 2,5 liter air per hari.

“Usahakan banyak minum air di malam hari agar kebutuhan cairan terpenuhi walau siangnya berpuasa,” kata Fadli.

2. Jangan lewatkan sahur

Tips puasa untuk ibu hamil berikutnya adalah tidak melewatkan sahur.

Saat sahur, perhatikan makanan yang dikonsumsi. Agar puasa lancar, ibu hamil disarankan mengonsumsi makanan karbohidrat kompleks dan tinggi protein, lengkap dengan buah dan sayur.

Tujuannya, agar ibu hamil tak cepat merasa lapar dan tidak lemas saat berpuasa. Beberapa jenis karbohidrat kompleks yang bisa jadi pilihan di antaranya nasi merah, ubi, dan kacang-kacangan.

Jangan lupa juga lengkapi menu sahur dengan buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan serat dan vitamin.

3. Hindari makanan terlalu manis

Saat berbuka, makanan manis memang menjadi pilihan. Tapi, ibu hamil disarankan untuk mengurangi asupan makanan dan minuman manis.

Alih-alih mengonsumsi makanan dan minuman manis berlebih, ibu hamil disarankan untuk berbuka dengan air mineral dan dua butir kurma.

“Anda juga harus menghindari kafein, baik dari kopi atau teh, minum air putih saja lebih bagus,” kata dia.

4. Aktif bergerak

Ibu hamil yang sedang berpuasa juga harus tetap aktif bergerak. Misalnya, dengan mengikuti senam santai secara daring atau melakukan beberapa pekerjaan rumah yang ringan.

“Lakukan kegiatan yang membuat Anda banyak bergerak di dalam rumah,” kata dia.

5. Jangan stres

Stres bisa dialami siapa saja, terutama ibu hamil. Dalam banyak kasus, ibu hamil yang berpuasa selama Ramadan juga melepaskan kortisol atau hormon stres lebih tinggi daripada ibu hamil yang tidak berpuasa.

Jangan biarkan stres menguasai. Lakukan meditasi atau hal yang membuat hati senang untuk mengembalikan pikiran positif Anda.

Selain itu, mengikuti beberapa tips puasa untuk ibu hamil di atas, Anda juga perlu memastikan kualitas tidur. Tidurlah minimal selama enam jam per hari. [cnn]