Beranda blog Halaman 1382

5.575 Narapidana di Aceh Dapat Remisi HUT Kemerdekaan RI ke-78

0

Nukilan.id – Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki, didampingi Plh Kanwil Kemenkumham Aceh Lilik Sujandi, menyerahkan Surat Keputusan Remisi Umum secara simbolik kepada tiga Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Banda Aceh, Kamis 17 Agustus 2023. 

Pemberian remisi dilakukan dalam rangka Hari Ulang  Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Hadir bersama Penjabat Gubernur Wali Nanggroe Aceh, Pangdam, Kapolda, Ketua DPR Aceh, Wakajati Aceh, Sekda, dan sejumlah pejabat lain juga hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Lapas Kelas IIA Banda Aceh itu.

Lilik mengatakan mereka yang mendapatkan remisi adalah tahanan yang menunjukkan perilaku baik dengan tidak melanggar tata tertib lapas dan rutan serta mengikuti program pembinaan dengan baik selama masa tahanan.

Lilik Sujandi dalam laporannya menyebutkan secara keseluruhan jumlah usulan remisi umum 17 Agustus tahun 2023 berjumlah 5.598 orang. 

Sementara jumlah keseluruhan usulan yang sudah turun Surat Keputusan Remisi Umum 17 Agustus Tahun 2023 berjumlah 5.575 orang, tersisa 39 orang yang SK-nya belum turun karena masih dalam proses verifikasi di Ditjen Pemasyarakatan.

Dari jumlah yang mendapatkan remisi, dilaporkan jika 5.553 orang merupakan napi dewasa dan 22 orang lainnya adalah anak didik pemasyarakatan. Ditetapkan menkumham untuk mendapatkan remisi.

Lilik berharap dengan kehadiran penjabat gubernur dan Pimpinan Forkopimda lainnya ke Lapas Kelas II Banda Aceh bisa memberikan dukungan moril kepada warga lapas dan rutan. 

“Mohon doanya agar teman-teman di sini bisa mengikuti masa tahanan dengan baik sehingga setelah dari sini mereka tidak ada lagi catatan negatif dan bisa berbaur dengan baik di tengah masyarakat,” kata Lilik. []

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-78 di Aceh Berlangsung Khidmat

0

Nukilan.id – Upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di Aceh dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis, (17/8/2023). Rangkaian acara sakral tersebut berlangsung khidmat dan lancar.

Upacara dipimpin langsung Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Tampak hadir Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, Ketua DPR Aceh Saiful Bahri, Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Novi Helmi Prasetya, Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Haydar, Kajati Aceh Bambang Bachtiar, dan Pj. Walikota Banda Aceh, Amiruddin.

Peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan tahun ini mengusung tema ” Terus Melaju, Untuk Indonesia Maju”. Bertindak selaku komandan upacara, yaitu, AKBP, Afrizal, S.E., M. Si.

Puan Zahwa Fauri, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Kota Banda Aceh selanjutnya membawa bendera Merah Putih untuk kemudian dikibarkan. 

Adapun Paskibra lainnya yang bertugas mengibarkan bendera yakni Aryan Alif Pranata sebagai pembentang bendera, Sultan Abdul Aziz Al Husein sebagai penggerak bendera. Sementara Daffa Al Najib Lubis bertindak sebagai Komandan Paskibraka.

Pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, berhasil ditunaikan dengan baik oleh para Paskibraka. Sang Merah Putih tampak gagah berkibar di halaman Kantor Gubernur Aceh.

Selanjutnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari, memandu pembacaan doa. Laporan komandan upacara kepada inspektur upacara bahwa upacara telah selesai dilakukan menjadi penutup rangkaian upacara.

Penghargaan Pahlawan

Usai pelaksanaan upacara, seluruh unsur Forkopimda Aceh menyerahkan cinderamata kepada keturunan para Pahlawan Aceh di masa penjajahan dan perjuangan kemerdekaan masa silam. Diantara yang menerima cinderamata itu adalah keturunan dari Cut Nyak Meutia, Cut Nyak Dhien, dan Laksamana Keumala Hayati.

Rektor UIN Ar-Raniry Diminta Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual di Kampus

0
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman M.Ag. (Foto: Dok. UIN)

Nukilan.id – Demisioner Ketua Dema Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Daudi Alwi, mengungkapkan rasa geramnya terhadap banyaknya laporan dugaan pelecehan seksual dari mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry.

“Dari awal saya masuk kuliah pada tahun 2018, kita sudah banyak mendengar dugaan-dugaan pelecehan seksual yang terjadi di UIN Ar-Raniry. Namun, dalam beberapa hari ini, aduan-aduan semacam itu semakin meningkat, khususnya dari mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan,” kata Daudi Alwi saat dikonfirmasi Nukilan, Kamis (17/8/2023).

Alwi menjelaskan, salah satu kasus yang menonjol adalah kesaksian yang diberikan oleh salah seorang mahasiswi yang beridentitas (SA). Menurut (SA), saat ia sedang memberikan syarat daftar yudisium, seorang oknum dari pihak akademik Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry mengajukan pertanyaan sensitif mengenai asal daerah korban. 

Namun, oknum tersebut kemudian mengarahkan percakapan ke arah yang tidak pantas dengan mengatakan, “Di daerah tersebut banyak durian ya? Saya suka belah durian, apalagi belah durian berdua.”

Kejadian lebih lanjut melibatkan oknum kedua yang mendekati korban dan menyentuh cincin yang dikenakan korban sambil mengatakan pujian. Pada saat yang sama, oknum tersebut mengelus bekas luka di tangan korban dengan kata-kata yang tidak senonoh. 

Bahkan, oknum tersebut dengan jelas menyatakan ketertarikannya terhadap tangan berbulu korban dengan nada yang merujuk pada nafsu.

Dalam kondisi yang sangat ketakutan, korban segera mengakhiri proses yudisiumnya dan meninggalkan ruangan tersebut. Perilaku oknum-oknum tersebut jelas merupakan tindakan pelecehan seksual yang serius, sebagaimana diatur dalam pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Kasus serupa juga dilaporkan oleh mahasiswi lainnya yang juga menjadi korban perilaku bejat oknum-oknum tersebut. Oleh karena itu, Daudi Alwi meminta kepada Rektor UIN Ar-Raniry untuk segera mengambil tindakan tegas. Ia mendesak agar kasus ini dilaporkan kepada pihak berwajib guna menjalani proses hukum yang sesuai. 

“Dengan tindakan ini, diharapkan pelaku dapat mendapat sanksi yang layak dan kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi oknum-oknum lain yang mungkin melakukan hal serupa yang belum terungkap,” pungkasnya. [Rjf]

FISIP USK Gelar Kegaiatan Sosialisasi Pemilu Kepada Pemilih Pemula di SMKN 1 Al-Mubarkeya

0
Kelompok pengajar Prodi Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan serta mahasiswa FISIP Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Pemilih Muda Cerdas untuk Pemilu Berkualitas. Kemudian, kegiatan sosialisasi pemilu dan Pendidikan politik ini kepada siswa/i SMKN 1 Al-Mubarkeya yang berlangsung di Aula SMKN 1 Al-Mubarkeya, Kayee Lee, Aceh Besar pada Rabu (16/8/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kelompok pengajar Prodi Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan serta mahasiswa FISIP Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Pemilih Muda Cerdas untuk Pemilu Berkualitas. Kemudian, kegiatan sosialisasi pemilu dan Pendidikan politik ini kepada siswa/i SMKN 1 Al-Mubarkeya yang berlangsung di Aula SMKN 1 Al-Mubarkeya, Kayee Lee, Aceh Besar pada Rabu (16/8/2023).

Generasi muda yang akrab disebut dengan nama Generasi Milenial dan Gen-Z, memiliki jumlah suara lebih dari 50% dalam Pemilu 2024 nanti. Oleh karena itu, peranan kelompok ini sangat menentukan hasil pemilihan pemimpin yang akan mengelola pemerintahan dan kebijakan politik selama lima tahun kedepan.

Selaras dengan pernyataan dari Ahmad Mirza Safwandy, S.H., M.H, Komisioner KIP Aceh yang menjelaskan, Pemilih muda yang menggunakan pilihan politik dengan pikiran cerdas, akan menghasilkan sebuah Pemilu yang berkualitas. Sehingga menjadi contoh kedepannya, semangat anak muda dimana partisipasi dan kontribusi aktifnya akan membuat negara menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Ia juga menjelaskan aspek-aspek teknis yang sangat membantu kelompok siswa yang  akan mengikuti Pemilu pertama sekali, menjadi bekal pengetahuan mereka terhadap proses pelaksanaan pemilihan umum di tahun depan.

Wakil Kepala Bidang Humas SMKN 1 Al-Mubarkeya, Fitriadi, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini, berterimakasih kepada pihak kampus USK yang telah berupaya tetap turun ke masyarakat dalam memberikan edukasi terutama kepada para siswa. Fitriadi juga mengatakan bahwa ada banyak manfaat yang akan diperoleh bagi para siswa/i yang dirasa belum tersentuh pendidikan politik. Apalagi menurutnya, kegiatan ini merupakan suatu kewajiban menjelang tahun 2024 mendatang sudah masuk dalam tahun politik, sehingga siswa/i sebagai pemilih pemula dapat mengetahui perannya sebagai warga negara.

Baca Juga: Pasca pandemi Covid-19, HUT RI ke-78 Disambut Meriah Seluruh Rakyat Indonesia

Sosialisasi pemilu dan pendidikan politik ini juga menghadirkan pemateri dari kalangan Praktisi Muda yaitu M.Akmal Farraz, M.Si, Akademisi FISIP USK Iqbal Ahmady, M.IP dan Waka Kesiswaan Harmiati, S.Pd. M.Akmal Farraz dalam penjelasannya memberikan gambaran terkait kondisi anak muda yang saat ini cenderung apatis terhadap politik. Ia menambahkan bahwa dengan besarnya jumlah pemilih muda pada masa ini, jika diimbangi dengan kesadaran penuh untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu, maka dapat dipastikan akan memberikan perubahan yang berarti bagi Indonesia.

Selanjutnya, Waka Kesiswaan SMKN 1 Al-Mubarkeya juga menambahkan kalimat-kalimat inspirasi kepada para siswa.

“Lima tahun itu sangat lama, jangan sampai rasa enggan kita dalam pemilu akan menghasilkan pemimpin yang tidak pro rakyat. Jangan gadaikan suara kalian dengan jilbab atau duit seratus ribu”, jelas Harmiati.

Akademisi FISIP USK, Iqbal Ahmady sebagai pemateri terakhir menyebutkan tentang visi Indonesia Emas 2045 menjadi momentum bagi kalangan muda saat ini demi tujuan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

“Generasi muda yang pada saat ini berusia 15 hingga 25 tahun, akan menjadi pemimpin Aceh maupun Indonesia pada rentan tahun 2045. Pemahaman arah pembangunan tujuan bangsa ini menjadi tugas penting karena estafet kepemimpinan akan diterima oleh generasi muda. Sehingga menjadi cerdas dalam memilih pada Pemilu 2024 menjadi tugas pertama, untuk menghasilkan pikiran dan Tindakan cerdas selanjutnya,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi dan pendidikan politik ini disambut baik oleh seluruh peserta yang berhadir. Beberapa siswa/i yang terkesan dengan pemaparan pemateri ikut berpartisipasi aktif bertanya. Azka salah satunya, bertanya tentang bagaimana jika keluarga memaksakan pilihan memilih pada mereka yang notabenenya pemilih pemula yang dianggap masih hijau dalam politik.

“Jawaban yang diberikan oleh pemateri dianggap cukup memuaskan, sehingga ia ikut berkomentar, “Berati satu suara kita cukup berharga, kami senang akan ikut Pemilu tahun depan. Dan memilih sesuai keinginan hati kami” simpul Azka.

Tim Pengabdian FISIP USK juga mengajak seluruh siswa/i untuk melakukan simulasi pemilu lengkap dengan alat peraga seperti surat suara dan kotak suara yang telah disediakan.

Para siswa berkesempatan untuk merasakan bagaimana mencoblos surat suara, memasukkan surat suara dalam kotak suara, dan memberikan tinta di jari sebagai tanda telah selesai memberikan hak pilihnya.

Diketahui, acara ini ditutup dengan peluncuran website aspirasimuda.com, sebuah media kreasi sosial politik bagi generasi muda mengekspresikan pikiran-pikiran dan aspirasi mereka. []

Baca Juga: Peringati HUT RI ke-78, Pj Bupati Aceh Besar Ziarah dan Tabur Bunga di Makam T Nyak Arief

Direktur PNL Ingatkan ASN Untuk Tidak Sebar Hoax dan Politik Praktis

0
Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc. (Foto/Humas)

Nukilan.id – Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) Ir. Rizal Syahyadi dalam pidatonya setelah membacakan amanat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim pada saat menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke-78 di halaman Kantor Pusat Akademik (KPA) PNL mengingatkan ASN di jajarannya untuk tidak berpolitik praktis menjelang Pemilu 2024, dan tidak menyebarkan berita-berita hoaks di media sosial untuk itu diingatkan admin supaya berhati-hati pada Kamis (17/08/2023).

“Terkait Pemilu, diingatkan kepada kita ASN untuk tidak berpolitik aktif. Banyak laporan ke saya, bahwa banyak ASN yang menyebar berita-berita hoaks, terutama di grup-grup WA,” kata pria yang biasa disapa Didi ini.

Lanjut Didi, semua postingan di grup medsos, itu menjadi tanggung jawab admin grup, jadi harus hati-hati.

“Ini menjadi tanggung jawab admin. Jadi hati-hati,” tegasnya.

Baca Juga: Peringati HUT RI ke-78, Pj Bupati Aceh Besar Ziarah dan Tabur Bunga di Makam T Nyak Arief

Sebelumnya, saat membacakan teks sambutan Nadiem Makarim, Didi mengatakan bahwa kemerdekaan adalah sesuatu yang perlu diperjuangkan, bukan merupakan hadiah dari bangsa asing.

“Banyak perubahan terbesar dalam dunia pendidikan Indonesia dalam implementasi Merdeka Belajar. Perubahan itu sangat terasa di berbagai pelosok Indonesia, karena anak-anak sudah bebas berkreasi dan menentukan pilihan,” katanya.

“Semua warga sekolah semakin terjamin dan aman dan nyaman dengan adanya keputusan menteri dengan menghapuskan segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan,” lanjutnya.

Selanjutnya disebutkan, bahwa untuk jenjang pendidikan tinggi, dengan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga sudah menunjukkan hasil. Untuk terus maju, mari kita beranjak maju.

Setelah membacakan sambutan menteri, di akhir sambutannya Didi mengatakan, pimpinan mengucapkan apresiasi kepada seluruh ASN di lingkungan PNL, juga kepada mahasiswa yang sudah hadir untuk mengikuti upacara bendera HUT RI ke-78.

“Terimakasih kepada yang hadir, upacara di lingkungan PNL diadakan dua kali setahun, yakni 2 Mai pada hari pendidikan nasional dan 17 Agustus hari kemerdekaan RI,” ujar Didi.

Dalam kesempatan itu Didi juga mengatakan ada penambahan asset PNL untuk tahun ini.

“Saat ini PNL ada penambahan asset di beberapa titik, berupa hibah tanah,” pungkasnya.

Kegiatan Upacara HUT-RI ke-78 di lingkungan PNL juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan dari Presiden RI kepada PNS di jajaran PNL yang sudah berbakti selama 10 tahun sampai 30 tahun, berupa Piagam Satya Lencana, kepada 38 orang PNS. []

Baca Juga: Psikolog: Penanganan Korban Konflik Bersenjata Bisa Dimulai dari Gampong

Pasca pandemi Covid-19, HUT RI ke-78 Disambut Meriah Seluruh Rakyat Indonesia

0
Setelah 3 tahun perayaan HUT RI dalam keterbatasan karena pandemi COVID-19,  seluruh tanah air menyambut perayaan HUT RI ke 78 dengan gegap gempita. Dalam hal ini semaraknya HUT RI ke 78 di Istana Merdeka disambut meriah oleh seluruh rakyat Indonesia. (Foto: Ist)

Nukilan.id –  Setelah 3 tahun perayaan HUT RI dalam keterbatasan karena pandemi COVID-19,  seluruh tanah air menyambut perayaan HUT RI ke 78 dengan gegap gempita. Dalam hal ini semaraknya HUT RI ke 78 di Istana Merdeka disambut meriah oleh seluruh rakyat Indonesia.

Momentum pelaksanaan HUT RI ke 78 tahun 2023 adalah tahun terakhir perayaan HUT RI yang dipusatkan di Istana Negara, karena direncakan HUT RI tahun 2024 akan dilaksanakan di Ibukota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur.

Pelaksanaan HUT RI yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya tidak hanya sebatas disambut dengan suka di seluruh penjuru tanah air dengan bermacam atraksi perayaan, mulai dari aktraksi budaya, pawai di jalan-jalan protokol, perlombaan khas Indonesia, sampai dengan atraksi dilangit dengan terjun payung, pengibaran bendera, atraksi pesawat terbang, dan kegiatan lainnya di dalam laut maupun dipuncak gunung.

Lebih dari itu pelaksanaan perayaan HUT RI adalah momentum kita bersama untuk mengingat jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari negara-negara penjajah. Bagaimana pada masa lalu, seluruh komponen masyarakat yang dipelopori pemuda bangkit melawan penjajah.

Baca Juga: Peringati HUT RI ke-78, Pj Bupati Aceh Besar Ziarah dan Tabur Bunga di Makam T Nyak Arief

Para pemuda bangkit bersama tanpa melihat perbedaan warna kulit, bentuk rambut, bahasa, budaya, agama. Mereka meninggalkan semua perbedaan yang dipakai oleh penjajah untuk melemahkan perjuangan dan dipakai sebagai alat adu domba untuk melemahkan perjuangan. Para pemuda dan seluruh rakyat Indonesia bangkit bersatu padu melawan penjajah dengan mengorbankan harta benda, darah, air mata, bahkan nyawanya untuk merebut kemerdekaan ini.

Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus perjuangan bangsa sudah seyogyanya meneruskan perjuangan para pejuang bangsa dengan tujuan mencapai tujuan berbangsa dan bernegara sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945.

Pada tahun 2045 Indonesia akan memasuki usia emas 100 tahun kemerdekaan Indonesia. 22 tahun lagi Indonesia diproyeksikan oleh banyak lembaga dunia akan menjadi negara 4 besar dunia dalam bidang ekonomi. Kesempatan ini harus direbut bersama demi tujuan mencapai masyarakat adil dan nakmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Menjadi pertanyaan bagaimana menjadikan Indonesia menjadi negara maju di tahun 1945?.

Adapun cara untuk meningkatkan SDM Indonesia melalui kualitas pendidikan dan peningkatan kompetensi para pemuda. Hilirisasi produk pertanian, perkebunan dan perikanan menjadi keniscayaan.

Negara wajib terus menjaga kesehatan masyarakat dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis diseluruh wilayah Indonesia. Karena bangsa Indonesia akan kuat jika masyarakatnya sehat terbebas dari stunting.

Menilai pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan Jokowi sudah baik, dan wajib diteruskan oleh siapapun yang akan memerintah selanjutnya. Jangan biarkan infrastruktur yang ada menjadi terbengkalai, misalnya pembangunan jalan tol dan kereta api yang menghubungkan Aceh sampai ke Lampung bila belum selesai sampai berakhirnya masa pemerintahan Jokowi maka wajib tetap dilanjutkan oleh pemerintah berikutnya untuk kelanjutan pembangunan menunu Indonesia maju 2045.

Tanpa infrastruktur yang unggul, mustahil Indonesia menjadi negara kuat dan maju karena infrastruktur menjadi urat nadi pergerakan barang dan manusia dengan cepat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Terakhir kami menghimbau kepada kita semua dalam menghadapi tahun pemilu mari jaga perdamaian dan persatuan bangsa. Kesatuan bangsa adalah yang utama, tiada arti kekuasaan bila bangsa ini terpecah belah dan menjadi rapuh.

Sambut pesta demokrasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota DPR RI, DPRD dan DPD dengan lenuh kegembiraan yang merupakan pesta rakyat lima tahunan. Hilangkan permusuhan, karena perbedaan pilihan. Jadikan demokrasi Indonesia demokrasi bermartabat.

Baca Juga: Psikolog: Penanganan Korban Konflik Bersenjata Bisa Dimulai dari Gampong

Pj Walikota Banda Aceh Komitmen Tingkatkan PAD Melalui Penerimaan Pajak dan Restribusi Daerah

0
Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh Amiruddin menyatakan komitmennya untuk menata wajah ibu kota menjadi lebih baik. Ia juga komit untuk meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh Amiruddin menyatakan komitmennya untuk menata wajah ibu kota menjadi lebih baik. Ia juga komit untuk meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah.

Hal itu disampaikan Pj Wali Kota Amiruddin saat tampil live di podcast Serambinews.com di kantor Harian Serambi Indonesia, Rabu (16/8/2023). Dipandu host Bukhari M Ali, News Manajer Serambi Indonesia, pj wali kota mengupas tema “Menata Wajah Kota, Meningkatkan PAD”.

Katanya, Pemko Banda Aceh terus berupaya mempersolek kota, salah satunya dengan menata kawasan Pedagang Kali Lima (PKL).

“Penataan PKL ini bukan untuk merugikan pedagang, tapi mengangkat harkat dan derajat para pedagang,” ujarnya.

Menurutnya, banyak imbas positif dari penataan PKL nantinya trotoar akan kembali ke fungsi semula untuk pejalan kaki, kemacetan arus lalulintas dapat kita minimalkan, dan yang utama akan menjadi destinasi belanja favorit sehingga omset pedagang pun akan meningkat..

Sementara terkait upaya meningkatkan PAD, Pemko Banda Aceh akan semakin intensif mendongkrak penerimaan daerah melalui pajak dan retribusi daerah.

“Sebagai kota perdagangan dan jasa, masih banyak potensi PAD yang belum tergarap maksimal di kota kita.”

“Sebenarnya, potensi PAD kita begitu besar, mulai dari sektor perhotelan, kuliner seperti warkop, kafe, restoran, dan rumah makan, hingga parkir. Ini yang akan kita garap lebih optimal lagi untuk menambah kas daerah,” ujar pj wali kota.

Hanya saja, ujarnya lagi, selama ini masih ada persepsi yang keliru di tengah-tengah masyarakat, terutama di sebagian kalangan pengusaha selaku wajib pajak.

“Soal pajak restoran 10 persen misalnya. Besaran pajak ini bukan dibebankan kepada pemilik usaha, tapi kepada konsumen,” ungkapnya.

“Jadi kalau ada yang makan-minum Rp 100 ribu, sesuai peraturan daerah ada tambahan nilai pajak Rp 10 ribu yang harus dibayar oleh konsumen. Pajak inilah yang dititipkan oleh pengunjung kepada pemilik warkop atau kafe untuk selanjutnya disetorkan ke kas daerah,” pungkasnya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada pengusaha untuk ikut mensosialisasikan pajak restoran ini kepada masyarakat.

“Kemudian pelaporan pajaknya juga tolong dilaporkan dengan benar, karena itu adalah amanah. Semua pajak daerah ini nantinya akan kita ‘kembalikan’ lagi kepada masyarakat lewat program-program pembangunan,” tutupnya. []

Baca Juga: Diseminasi Karya Jurnalisme Warga Gambarkan Kondisi Lingkungan dan Sosial di Kawasan Rawa Tripa

Sekda Aceh Hadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Ateuk Pahlawan

0
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Bustami, menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci, di Taman Makam Pahlawan, yang berada di Gampong Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, tepat pukul 00.00 WIB, Selasa (17/8/2023) dini hari.⁣ (Foto: Dok. Humas Aceh)

Nukilan.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Bustami, menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci, di Taman Makam Pahlawan, yang berada di Gampong Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, tepat pukul 00.00 WIB, Selasa (17/8/2023) dini hari.⁣

Apel Kehormatan dan Renungan Suci merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun atau HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yang tahun ini telah berusia 78 tahun.⁣

Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Novy Helmi Prasetya, bertindak sebagai Inspektur upacara pada apel kehormatan dan renungan suci tersebut.⁣

Pelaksanaan apel berlangsung khidmat dan sakral dengan diawali dengan pembacaan tanda kehormatan dan renungan suci oleh Irup dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta serta penyalaan obor.⁣

Selain Sekda Aceh, apel tersebut juga dihadiri Kapolda Aceh Achmad Haydar, Ketua DPR Aceh Saiful Bahri, Kajati Aceh Bambang Bachtiar dan Pj Walikota Banda Aceh, Amiruddin. Kegiatan ini diikuti pula oleh prajurit TNI- Polri serta Satpol PP dan WH Aceh.⁣

Hingga saat ini, di Taman Makam Pahlawan di Gampong Ateuk itu bersemayam 400 jasad pahlawan, yang terdiri atas Pusara Angkatan Bersenjata sebanyak 384, Pegawai Sipil 4 pusara, Pejuang Rakyat 7 pusara dan pahlawan tak Dikenal sebanyak 5 pusara.⁣

Apel Kehormatan dan Renungan Suci digelar setiap tanggal 17 Agustus setiap tahun, tepat pukul 00:00 WIB. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang dengan ikhlas dan gugur di medan tugas demi Negara Kesatuan Republik Indonesia. []

Peringati HUT RI ke-78, Pemko Sabang Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut

0
Penjabat (Pj) Wali Kota Sabang Reza Fahlevi bersama Forkopimda kota setempat mengibarkan bendera merah putih di bawah laut di kawasan Iboih dan Pulou Rubiah dalam rangka memeriahkan HUT ke 78 Republik Indonesia. (Foto: InfoPublik)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Wali Kota Sabang Reza Fahlevi bersama Forkopimda kota setempat mengibarkan bendera merah putih di bawah laut di kawasan Iboih dan Pulou Rubiah dalam rangka memeriahkan HUT ke 78 Republik Indonesia.

“Pengibaran bendera di bawah laut bersama unsur Forkopimda Sabang ini merupakan bagian menyampaikan pesan terhadap beratnya perjuangan para pahlawan kita dalam merebut kemerdekaan,” kata Pj Wali Kota Sabang Reza Fahlevi di Sabang, Selasa (16/8/2023).

Baca Juga: Psikolog: Penanganan Korban Konflik Bersenjata Bisa Dimulai dari Gampong

Ia menjelaskan pengibaran bendera merah putih di bawah laut memang tidak semudah seperti yang dilaksanakan di daratan seperti biasanya.

Menurut dia untuk pengibaran di bawah laut membutuhkan kemampuan yang mumpuni serta tenaga serta menyesuaikan dengan keadaan arus di bawah laut.

“Artinya, berbagai rintangan yang dihadapi saat mengibarkan bendera merah putih di bawah laut tersebut menjadi bagian merefleksikan para pendahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini,” katanya.

Ia menambahkan dalam kesempatan tersebut pihaknya juga ingin mempromosikan wisata bawah laut di Sabang kepada dunia.

“Kegiatan ini juga bagian mempromosikan wisata bahari Sabang,” katanya. []

Baca Juga: Diseminasi Karya Jurnalisme Warga Gambarkan Kondisi Lingkungan dan Sosial di Kawasan Rawa Tripa

Psikolog: Penanganan Korban Konflik Bersenjata Bisa Dimulai dari Gampong

0
Psikolog senior, Dra Nur Janah Alsharafi, Psikolog, MM, CHt (Foto: Dok Pribadi)

Nukilan.id – Psikolog senior, Dra Nur Janah Alsharafi, Psikolog, MM, CHt mengatakan penanganan untuk korban yang mengalami trauma konflik bersenjata di Aceh dulu saat ini masih belum menyeluruh dan hanya sebagian saja yang berhasil tertangani. Padahal perdamaian Aceh kini sudah memasuki usia 18 tahun.

“Penanganannya sendiri kan belum menyeluruh. Boleh dikatakan masih parsial, ada yang ditangani, ada yang belum. Yang sudah ditangani pun juga tidak sustain (berkelanjutan),” ujar Dra Nur Janah kepada Nukilan, Selasa (15/8/2023).

Direktur Psikodista Konsultan itu mencontohkan kasus korban konflik bersenjata yang dulu pernah ditangani bekerjasama dengan USAID selama satu tahun. Setelah durasinya berakhir, pihaknya menyerahkan tindak lanjutnya kepada pemerintah daerah. Namun dari pemerintah sendiri sudah berbeda lagi programnya sehingga penanganan korban tidak berkelanjutan.

“Pemerintah sudah berbeda lagi program dan kebijakannya sehingga program-program yang sudah dirintis oleh lembaga-lembaga dengan dukungan NGO itu juga ada yang tidak terlanjutkan.”

Dia menyarankan jika pemerintah betul-betul dan punya niat baik untuk menangani korban konflik bersenjata secara psikologis maka bisa dimulai dari basis gampong. Dari tingkat gampong bisa dilakukan pemetaan (mapping) desa-desa dari kabupaten yang dulu terpapar konflik bersenjata dari mulai yang intensitasnya tinggi, sedang, hingga rendah.

“Nanti bisa dibuat satu program berbasis desa dengan cara memberdayakan lembaga yang ada di desa, misalnya PKK, melibatkan Puskesmas, di sana kan ada ners yang sudah dilatih mental health. Juga bisa melibatkan psikolog. Kalau tidak mencukupi bisa ditambah dengan alumni S1 Psikologi yang diberikan pelatihan khusus sebagai pertolongan pertama untuk menangani korban sebelum dirujuk ke psikolog klinis,” demikian disampaikan Nur Janah. [Sammy]