Beranda blog Halaman 1381

Info Terkini: Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 3,4 SR Guncang Kuta Cane

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisik (BMKG) menginformasikan telah terjadi gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,4 Skala Ricter (SR) mengguncang Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara pukul 08.21 WIB pada Selasa (21/3/2023).

Baca Juga: Gempa 5,2 Magnitudo Guncang Sinabang

Di kutip Nukilan.id dari laman bmkg.go.id, lokasi gempa berada pada titik koordinat 3,48 lintang utara (LU) dan 97,79 bujur timur (BT). Kemudian, pusat gempa berada di 1 Km barat daya Kutacane, Aceh Tenggara dengan kedalaman 5 Km.

Selanjutnya, menurut keterangan dari BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Masih menurut keterangan BMKG, gempa di Kutacane tersebut dirasakan dengan skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) II yang merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa dilokasi tertentu.[]

Tagore Abu Bakar Minta Kader GMNI Aceh Tengah Jadi Agent Of Change di Masyarakat

0
DPC GMNI Aceh Tengah mengelar perayaan Dies Natalis ke-69 dengan tema enjaga Toleransi Merawat NKRI. (Foto: Ist)

Nukilan.id – DPC GMNI Aceh Tengah mengelar perayaan Dies Natalis atau Hari Lahir Organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang ke-69 Tahun, tema yang di usung oleh panitia dies natalis yang ke-69 tahun ini yaitu Menjaga Toleransi Merawat NKRI.

Kegiatan yang di gelar untuk merayakan hari jadi GMNI pada tahun ini berkenaan dalam momentum menyambut Bulan Suci Ramadhan dan sekaligus merayakan tradisi Megang sebelum bulan suci ramadhan, GMNI Aceh Tengah melaksanakan penyantunan Anak yatim di wilayah Aceh Tengah, pemotongan tumpeng dan gelar Do’a bersama, Yang di hadiri oleh seluruh Keluarga Besar GmnI dan PA alumni GMNI Aceh dan Tamu undangan yang tidak terkait Serta puluhan anak yatim yang di hadirkan dari berbagai kecamatan yang ada di kabupaten Aceh Tengah Sebut Muhtady Panitia Kegiatan

Mukhlis Gayo dalam pembukaan nya menyampaiakan harapan terhadap kader pejuang pemikir-Pemikir Pejuang itu dapat berkontribusi besar terhadap negeri di atas awas itu dan mampu menjaga kebhinekaan di wilayah Aceh terkhusus Aceh Tengah,

Tagore abu bakar peberpesan kepada seluruh kader GmnI untuk dapat menjadi salah satu egent of change di lingkugan masyarakat dan mampu membawa rakyat Aceh Tengah peka akan problem problem di sendi sendi masyarakat.

Juga di sampaiakan oleh Shabela Abubbakar kepada kader GmnI dapat menjaga kerukunan dan mampu hadir di tengah tengah masyarakat, karna Kader GmnI lahir dari rakyat, hidup dengan rakyat maka kader GmnI harus aktif dan bisa melindungi rakyat tutupnya.

Gmni berkomitmen akan selalu ada di lingkungan rakyat sesuai harapan para senior dan berkomitmen akan melakukan survey ke wilayah-wiayah tertentu (terisolir) dan sekolah sekolah yang jauh dari pusat kota untuk di jadikan desa binaan dan sekolah binaan demi terwujudnya visi misi GmnI dan program-program DPC GmnI Aceh Tengah
Tutup Saparuda IB Ketua GmnI Aceh Tengah.[]

Fachrur Razi Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Karang Taruna Kecamatan Kualasimpang

0
Terpilih Secara Aklamasi, Fachrur Razi (Tengah kanan) Jadi Ketua Karang Taruna Kecamatan Aceh Tamiang. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Fachrur Razi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Kota Kualasimpang untuk Periode 2023-2028. Ia terpilih secara aklamasi dalam Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Kota Kualasimpang di Aula Kantor Camat setempat, Senin (20/3/2023).

Fachrur Razi yang juga pengurus Karang Taruna Kampung Kota Lintang menggantikan ketua carateker, Anwar. Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Kota Kualasimpang ini, dihadiri oleh Ketua Pemuda dan pengurus Karang Taruna dari 5 Kampung di Kecamatan Kota Kualasimpang.

Baca Juga: Satpol PP Aceh Besar Tertibkan dan Bongkar Lapak Pedagang Nakal di Darul Imarah

Selain itu, hadir juga Ketua Karang Taruna Kabupaten Aceh Tamiang, Joko Sudirman, Sekretaris Husni Mubarak, Wakil Sekretaris Muhammad Syahyan, Ketua Caretaker, Anwar dan pengurus Karang Taruna Kabupaten lainnya. Acara temu karya di buka oleh Pj Camat Kota Kualasimpang, Azhari, SE.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Aceh Tamiang, Joko Sudirman mengharapkan Karang Taruna Kecamatan Kota Kualasimpang dan seluruh Ketua Pemuda di Kecamatan Kota Kualasimpang, untuk selalu menjaga kekompakan.

“Karang Taruna sebagai mitra strategis pemerintah baik pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa harus mampu membawa perubahan dalam pembangunan, khususnya di Kota Kualasimpang. Tugas utama ketua terpilih yakni melakukan konsolidasi internal di 5 Kampung di kecamatan Kota Kualasimpang,” ujar Hendra.

Karang Taruna Kecamatan Kota Kualasimpang, kata Joko, yang berada di Kota dan dekat dengan pusat ibu kota Kabupaten Aceh Tamiang, harus mampu menjadi ikon atau contoh bagi karang taruna kecamatan lainnya di Kabupaten Aceh Tamiang.

Karang Taruna Kota Kualasimpang ke depan harus lebih aktif dan kreatif, serta selalu kompak dalam melaksanakan berbagai kegiatan, baik kegiatan kepemudaan, keagamaan, sosial, budaya, olahraga, maupun kesenian. “Karang Taruna harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan, baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat desa, pemuda adalah generasi penerus bangsa,” pungkas Joko.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Kota Kualasimpang terpilih, Fachrur Razi mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh ketua karang taruna desa dan ketua pemuda yang ada di kecamatan Kota Kualasimpang untuk memimpin Karang Taruna Kecamatan Kota Kualasimpang.

“Amanah yang diberikan ini akan saya jalankan dengan sungguh-sungguh. Karang Taruna Kecamatan Kota Kualasimpang akan memberi support dan dukungan terhadap pelaksanaan bulan bakti Karang Taruna tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tamiang pada tahun 2023 ini,” ujar Fachrur Razi, yang merupakan putra Sulung dari Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH. []

Pemkab Aceh Besar Antar Bantuan masa Panik Korban Angin Kencang di Montasik

0
Camat Montasiek Drs Rusdi, didampingi anggota Tagana Aceh Besar menyerahkan bantuan masa panik kepada korban angin kencang di Gampong Atong Kecamatan Montasiek, Aceh Besar, Minggu (20/3/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Pemkab Aceh Besar melalui Dinas Sosial  kembali menyerahkan bantuan masa panik untuk Korban angin kencang. Kali ini, bantuan disalurkan kepada Bakhtiar, warga Gampong Atong Kecamatan Montasiek, Aceh Besar, yang rumahnya di terpa angin kencang sekitar pukul 15,30 wib pada Minggu (20/3/2023).

Bantuan berupa   pangan itu diantar langsung oleh tim Taruna Siaga Bencana (Tagana)   Dinas Sosial Aceh Besar dan diterima langsung oleh  korban.

Pada  kesempatan itu hadir Langsung Camat Montasiek Drs Rusdi, Babinsa, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Penyaluran bantuan masa paniki juga dihadiri  tokoh masyarakat setempat.

Sesuai laporan TKSK setempat Kepala Dinas  Sosial Kabupaten Aceh Besar Bahrul Jamil, S.Sos, M,Si langsung menghubungi Tagana untuk segera bergerak ke Lokasi dan  menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam kepada korban dan keluarganya atas musibah tersebut.

“Kami berharap, bantuan ini bisa bermanfaat sesuai harapan Pemkab Aceh Besar yang sangat peduli serta merespons pada kesempatan pertama untuk semua warga yang mengalami musibah dengan secepatnya mengantar bantuan,” ungkapnya.

Menurutnya, bantuan masa panik tersebut merupakan proses awal penanganan musibah, sejak adanya laporan, pihaknya langsung melakukan pendataan dan segera menyiapkan logistik untuk disalurkan dengan secepat mungkin, dengan harapan korban musibah itu tertangani.

“Semoga bantuan ini akan membantu mengurangi beban korban,” pungkas  Kadinsos yang sering disapa BJ.

Pejabat Aceh Besar Ikut Rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang Dipimpin oleh Irjen Kemendagri

0
RAKOR PENGENDALIAN INFLASI DAERAH - Penjabat Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, S.STP MM yang diwakili Asisten II Sekdakab Aceh Besar M Ali, S.Sos, M.Si bersama Forkopimda, TNI, Polri, Kepala BPS, dan OPD terkait mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor). (Foto: ist)

Nukilan.id – Penjabat Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, S.STP MM yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdakab Aceh Besar M Ali SSos MSi bersama Forkopimda, TNI, Polri, pejabat BPS, dan Kepala OPD terkait mengikuti Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Tahun 2023 secara zoom meeting yang dipimpin Irjen Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir di ruang Rapat Lantai III Kantor Setdakab Aceh Besar, Senin (20/3/2023).

Rakor Pengendalian Inflasi yang juga dihadiri para gubernur, walikota, dan bupati se-Indonesia itu antara lain bertujuan membahas langkah konkret pengendalian inflasi di daerah masing-masing, terlebih menjelang tibanya bulan Ramadhan 1444 H.
Dalam arahannya, Tomsi Tohir meminta Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota se-Indonesia bergerak bersama-sama dalam mengendalikan inflasi dan mengambil langkah-langkah strategis menjelang tibanya bulan Ramadhan 1444 ini.

Berbagai upaya harus segera ditempuh, seperti melanjutkan operasi pasar murah dengan tujuan membantu warga ekonomi menengah ke bawah guna mendapatkan bahan pangan dengan murah, terjangkau, serta mendorong stabilitas harga pangan.

Selanjutnya melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang dan memperkuat kerjasama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan.

“Mari kita bersama-sama terus memantau harga barang dan meneruskan kegiatan Pasar Murah untuk meringankan beban hidup masyarakat kita,” pinta Tomsi Tohir.

Dalam Rakor Pengendalian Inflasi tersebut, juga terungkap bahwa ada 82 Pemda di Indonesia yang saat ini mengalami defisit minyak goreng, bahkan empat kabupaten/kota di antaranya terdapat di Provinsi Aceh, masing-masing Kabupaten Aceh Selatan, Abdya, Bener Meriah, serta Kota Langsa.

Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Kerawanan Pangan Badan Pangan Nasional, Dr Drs Nyoto Suwignyo MM menyampaikan materi tentang “Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Persiapan Bulan Ramadhan”. Dikatakannya, ada beberapa upaya untuk memastikan ketersediaan pangan. Seperti rencana pengadaan cadangan beras pemerintah tahun 2023 dari dalam negeri adalah 1,75 juta ton. Selain itu, optimalisasi kinerja Bulog untuk menyerap gabah/beras petani pada panen raya tahun ini (bulan Februari-April 2023) untuk memperkuat CBP.

“Kita juga harus melakukan percepatan realisasi impor bulan Maret hingga April 2023 oleh pelaku usaha untuk mengamankan stok bawang putih selama Ramadhan dan lebaran Idul Fitri,” ujarnya.

Pemateri lainnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Pudji Ismartini mengungkapkan berbagai hal terkait dengan konsumsi pangan masyarakat Indonesia saat ini.

“Menjelang Ramadhan ini, sejumlah harga dan permintaan kebutuhan pokok masyarakat sudah bergerak naik, seperti cabai merah, cabai rawit, beras, minyak goreng, dan telur. Untuk itu, Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota harus terus mengupayakan berbagai hal untuk membantu masyarakat,” ungkapnya. []

Pj Bupati Aceh Besar Ucapkan Selamat Bermusyawarah Kepada Partai Aceh

0
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP, MM, yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Aceh Besar Sofian, SH memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah III DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Besar di Aula BPMP, Gampong Niron, (Foto: ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Aceh Besar Sofian SH mengucapkan selamat atas terlaksananya Musyawarah Wilayah III DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Besar di Aula BPMP, Gampong Niron, Kecamatan Sukamakmur, Senin (20/3/2023).

“Selamat bermusyawarah dan mari bersama-sama menyukseskan pemilu 2024,” katanya sebagaimana dibacakan Sofian.

Pj Bupati Iswanto mengapresiasi kerja sama dan kemitraan dengan Partai Aceh dalam membangun daerah melalui berbagai program kerja dan Partai Aceh merupakan salah satu partai politik yang sangat berperan aktif dan dewasa dalam berdemokrasi.

“Partai Aceh salah satu partai politik yang mampu berperan secara aktif dan dewasa dalam berdemokrasi,” ujarnya.

Ketua Partai Aceh Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin Yahya SE kepada para kader mengaku Partai Aceh memiliki banyak kader partai yang handal dan mumpuni dalam membangun Partai. Sehingga 3 (tiga) kader akan bersanding untuk mendapatkan kepercayaan peserta muswil menjadi penerus pucuk pimpinan Partai.

“3 kandidat calon ketua kedepan merupakan kader terbaik Partai Aceh,” katanya.

Sementara itu, Ketua Organizing Committee Zulkiram Hasan Basri dalam laporan panitia menyampaikan musyawarah wilayah ke-3 yng dihadiri 235 peserta dan akan membahas program kerja partai Aceh, strategi pemenangan pemilu serta pergantian pucuk pimpinan partai.

“235 peserta tersebut dari unsur DPW, Pimpinan KPA wilayah, Majelis Tuha Peut, Tuha Lapan, DPS dan KPA tingkat Kecamatan,” sebutnya.

uswil III Partai Aceh kabupaten Aceh Besar mengusung tema “Bak Tatunyok Bek Meusireuk, Bak Tapeuduek Beu Meulabang” tersebut turut dihadiri Ketua DPRK, Perwakilan Dandim 0101/BS, Perwakilan Kapolres Aceh Besar, Perwakilan Rektor USK dan ISBI Aceh, para Ketua Partai Politik Nasional ditingkat Kabupaten Aceh Besar dan Partai Politik Lokal serta Muspika Kecamatan Sukamakmur. []

Satpol PP Aceh Besar Tertibkan dan Bongkar Lapak Pedagang Nakal di Darul Imarah

0

Nukilan.id – Dua hari menjelang meugang puasa Ramadhan 1444 H, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Besar melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dan membongkar lapak pedagang nakal, di sepanjang jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Minggu (19/3/2023) pagi.

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Besar Muhajir S.STP MPA menegaskan penertiban tersebut tindak lanjut dari kegiatan penertiban yang beberapa waktu lalu juga dilakukan terhadap keberadaan PKL di Pasar Lambaro Kecamatan Ingin Jaya dan Pasar Pagi Keutapang Dua, Kecamatan Darul Imarah.

“Kepada PKL dan pemilik toko yang menggelar lapak dan kanopinya dibahu jalan dan diatas drainase, kita sudah berikan pemahaman bahwa hal tersebut melanggar aturan sehingga perlu ditertibkan supaya tidak terlihat kumuh, dan mulai hari ini sampai selesai lebaran Idul Fitri jika masih belum dibongkar atau dipindahkan, maka akan kami bongkar paksa,” katanya.

Baca Juga: Terbukti Berzina, Pasangan Non Muhrim di Banda Aceh Dicambuk 22 Kali

Kasatpol PP dan WH Aceh Besar mengaku pihaknya telah beberapa kali memberikan himbauan dan peringatan kepada para pedagang, agar menggelar lapak jualan pada lokasi yang telah ditentukan dan ditata dengan rapi supaya terlihat indah. Jika masih membandel maka akan ditertibkan sebagai langkah penegakan hukum.

“Penegakan hukum adalah upaya pemerintah agar terciptanya suasana yang kondusif dan kenyamanan semua pihak,” ujarnya.

Penertiban yang dilakukan pihaknya, selain melibatkan Tim Satpol PP Aceh Besar, juga ikut serta Dinas Perhubungan dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Darul Imarah pada saat penertiban.

“Petugas mengambil tindakan tegas kepada pedagang yang melanggar yaitu dengan cara membongkar atau memindahkan lemari-lemari yang berada diatas saluran yang ada di sepanjang jalan Soekarno-Hatta,” tegasnya.

Disampaikan, Muhajir, bahwa penertiban yang dilakukan sesuai dengan Permendagri Nomor 26 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketrentraman masyarakat, serta berdasarkan Qanun Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

“Petugas terus mengintensifkan sosialisasi larangan berjualan di tempat-tempat umum dan fasilitas publik lainnya sampai batasnya hari Raya Idul Fitri, jika tidak dibongkar dan saat hari Raya Idul Fitri belum ada perubahan, maka kami akan bersikap tegas untuk membongkar kanopi-kanopi tersebut,” tegasnya.

Menjelang bulan Ramadhan, Muhajir mengajak segenap pedagang agar bersama-sama dapat mencari rezeki dengan tertib, supaya apa yang dilakukan nantinya juga bernilai ibadah serta membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan.

“Mari bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan saat mencari rezeki, agar apa yang kita lakukan mendapatkan berkah di bulan ramadhan nanti,” demikian pinta Muhajir SSTP MPA yang juga pernah menjabat Camat Simpang Tiga dan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Aceh Besar. []

Pedagang Keluhkan Harga LPG 3 Kg di Banda Aceh Sangat Mahal

0
Tabung gas LPG 3 Kilogram. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – LPG 3 Kg di kios-kios di Banda Aceh masih dijual dengan harga Rp 40 ribu per tabung atau di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Harga tersebut tidak kunjung turun meski sudah beberapa kali dilakukan sidak.

“Sejumlah pedagang kuliner di kawasan Darussalam mengeluh harga LPG 3 Kg mencapai Rp 38.000 hingga Rp 40.000 jauh dari harga yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp 18.000,” kata Ketua Hiswana Migas Aceh Nahrawi Noerdin dikutip Detiksumut, Senin (20/3/2023).

Nahrawi mengatakan, dirinya sudah beberapa kali menemui pedagang kuliner dan mereka mengeluhkan harga LPG yang sangat mahal. Para pedagang juga mengeluhkan susahnya mendapatkan LPG di pangkalan karena kuota terbatas.

“Mereka mengaku mudah mendapatkan LPG dari kios-kios. Ini sangat aneh, dari mana LPG 3 kg yang dijual di kios-kios, yang seharusnya LPG 3 Kg hanya dijual di pangkalan,” jelasnya.

Dia meminta pihak terkait untuk memperketat pengawasan peredaran LPG 3 Kg di Aceh agar penyalurannya tepat sasaran. Menurutnya, elpiji tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin serta pelaku UMKM.

“Apalagi beberapa hari lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan, tingkat kebutuhan LPG akan lebih banyak,” jelasnya.

“Jika tidak diperketat pengawasan penjualan LPG 3 Kg ini, saya khawatir bulan Ramadhan usaha mikro khususnya para pedagang kuliner akan semakin sulit mendapatkan LPG melon tersebut,” lanjut Nahrawi.

Sebelumnya, Kasi Pembinaan Usaha Hilir Dinas ESDM Aceh Eulis Yesika, mengatakan, elpiji subsidi tidak boleh dijual di kios karena secara aturan LPG dari agen ke pangkalan. Pihaknya masih menyelidiki dari mana ‘kebocoran’ tersebut sehingga gas LPG 3 Kg beredar di kios-kios.

“Karena kita sering turun segelnya dibuka. Kalau ada segel bisa kita selidiki. kita terus memantau kalau curang kita lapor, kita awasi terus,” katanya, Kamis (23/2).

Menurutnya, pihaknya menginginkan agar penyaluran LPG subsidi itu tepat sasaran dan yang digunakan oleh orang-orang yang memang berhak. Berdasarkan informasi diperoleh Dinas ESDM, harga gas dijual di kios lebih mahal.

“Kita koordinasi dengan konsumen pengguna banyak pedagang itu menjual di luar pangkalan dengan harga Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu,” jelasnya. [Detik]

Pemko Banda Aceh Raih Digital Government Award 2023

0

Nukilan.id – Pemerintah Kota Banda Aceh di bawah kepemimpinan Penjabat Wali Kota Bakri Siddiq, kembali menorehkan prestasi emas. Kali ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menganugerahkan Digital Government Award untuk Banda Aceh.

Baca Juga: Cegah Stunting, Pemko Banda Aceh Gelar Aksi Penimbangan Balita Serentak

Penghargaan tersebut diberikan pemerintah pusat atas peningkatan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diterapkan Pemko Banda Aceh. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan KemenPANRB sedari Agustus 2022, indeks SPBE Banda Aceh mencapai 3,15 poin dengan predikat Baik.

Angka ini naik drastis dari pencapaian indeks 2021, yakni 2,62 poin. Adapun domain dan aspek penilaian SPBE sendiri meliputi Kebijakan SPBE (kebijakan internal tata kelola SPBE), Tata Kelola SPBE (perencanaan strategis, TIK, penyelenggaraan SPBE), Manajemen SPBE (penerapan manajemen, audit TIK), dan Layanan SPBE (layanan administrasi pemerintahan berbasis elektronik).

Dan yang lebih membanggakan, indeks SPBE Banda Aceh merupakan yang tertinggi di Provinsi Aceh, bahkan melampaui target nasional (2,6). Bukan hanya itu, dalam kategori Penguatan Kebijakan SPBE, Pemko Banda Aceh menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Sumatra yang berhasil meraih Digital Government Award tahun ini.

Penghargaan bergengsi dimaksud, diserahkan langsung oleh Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas bersama Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kepada Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq di sela-sela pelaksanaan SPBE Summit 2023 di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, Senin, 20 Maret 2023.

“Pertama sekali, saya mendedikasikan Digital Government Award atau Anugerah Pemerintahan Digital ini kepada segenap jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh yang telah berkerja keras dan cerdas dalam menerapkan SPBE selama ini,” ujar Bakri usai menerima penghargaan.

Menurutnya, di era serba digital seperti sekarang ini, pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mutlak harus dilakukan pemerintah daerah di semua lini pembangunan. “Di samping untuk memastikan pelayanan optimal kepada masyarakat, SPBE ini kita jalankan guna memenuhi prinsip akuntabilitas, efektivitas, dan publisitas.”

“Dengan begitu, semua pihak dapat bersama-sama mengawasi sekaligus memberikan masukan konstruktif demi kelancaran roda pemerintahan dan kesuksesan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pemko Banda Aceh pun disebutnya telah selangkah lebih maju dalam pemanfaatan IT sehingga menjadi rujukan banyak kabupaten/kota lain, termasuk dari luar Aceh. “Hal ini bisa dilihat dari beragam inovasi plus aplikasi berbasis elektronik yang telah kita lahirkan, mulai dari e-Kinerja, e-Absensi, SP2D online, sistem monitoring pajak online (tapping box), e-Parking, hingga pelayanan kependudukan dan perizinan berbasis online.”

Sesuai dengan tagline “Aceh Meutaloe Wareh Gaseh-Meugaseh Bila-Meubila”, Bakri juga menyatakan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan TIK dalam menjalankan pemerintahan dan melayani masyarakat.

“Seiring sejalan, pembenahan di beberapa kategori penilaian perlu dilakukan agar dapat meningkatkan, minimal mempertahankan apa yang sudah kita raih. Saya optimis, dengan penyederhanaan birokrasi di berbagai lini plus pemanfaatan IT akan berdampak pada pelayanan kepada masyarakat dan jalannya pemerintahan yang semakin baik,” ujarnya.

Selain itu, dalam waktu dekat dengan dukungan pemerintah pusat melalui kementerian terkait, Ia menyatakan kesiapan Banda Aceh sebagai pilot project Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital di Indonesia.

“Tujuan utamanya agar masyarakat bisa semakin mudah mengakses berbagai keperluan perizinan maupun non perizinan, cukup dengan gadget di tangan saja,” ujarnya.

Dirinya pun sangat bersyukur, berdasarkan pemantauan dan penilaian yang dilakukan oleh Kementerian PANRB sedari Agustus 2022 lalu, penerapan SPBE Pemko Banda Aceh kini semakin baik, “Sehingga kita berhak mendapatkan Digital Government Award untuk kategori Penguatan Kebijakan SPBE tahun ini.”

Dan yang lebih membanggakan, dalam kategori tersebut, Banda Aceh menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Pulau Sumatra yang meraihnya.

“Dengan nilai indeks SPBE 3,15 poin, Banda Aceh menjadi yang terbaik di Aceh. Pencapaian kita pun lebih baik dibanding 2021 (2,62), dan bahkan bisa melampaui target nasional sebesar 2,6 poin. Alhamdulillah,” ujarnya.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Menteri PANRB dan segenap jajaran, serta Bapak Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi yang telah memberi atensi penuh kepada Banda Aceh. Insyaallah, penghargaan ini kian memotivasi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat,” ujarnya lagi. []

Baca Juga: Hardiknas 2023: Tantangan dan Harapan Mewujudkan Mutu Pendidikan Aceh yang Lebih Baik

Kapolda Aceh dan Kapolresta Banda Aceh Terima Penghargaan pada Puncak Acara PPKM Award 2023

0
Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar (kiri) dan Kapolresta Banda Aceh Kombes Fahmi Irwan Ramli (kanan) menerima penghargaan pada puncak acara PPKM Award 2023. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar dan Kapolresta Banda Aceh Kombes Fahmi Irwan Ramli menerima penghargaan pada puncak acara PPKM Award 2023 yang digelar di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 20 Maret 2023.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan, penghargaan yang ditandatangani Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tersebut diterima Kapolda Aceh atas keberhasilnnya dalam menanggulangi Covid-19 di wilayah Aceh.

“Kapolda Aceh mendapat penghargaan Terbaik III kategori Pengendalian Covid-19 pada Operasi Aman Nusa II tingkat Polda Imbangan dalam PPKM Award 2023,” kata Joko, dalam rilisnya, Senin, 20 Maret 2023.

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh Kombes Fahmi Irwan Ramli juga ikut menerima penghargaan dalam PPKM Award 2023 tersebut.

Kombes Fahmi Irwan Ramli mendapat penghargaan Terbaik III kategori Pengendalian Covid-19 pada Operasi Aman Nusa II tingkat Polres.

“Selain Kapolda Aceh, Kapolresta Banda Aceh juga mendapat penghargaan dengan kategori yang sama, tapi pada tingkat Polres,” demikian, kata Joko. []