Beranda blog Halaman 1339

Direktur Perencanaan dan Kemitraan Universitas Syiah Kuala Tinjau Kampus PGSD

0
(Foto: Ist)

Nukilan.id – Direktur Perencanaan dan Kemitraan Universitas Syiah Kuala, dr. Iflan Nauval, M.ScIH, Sp.GK (K), Sp.KKLP, AIFO-K mengunjungi lokasi kampus Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP USK di Lampeuneurut, Aceh Besar, Rabu (03/05/2023). Kunjungan itu dalam rangka melihat sarana dan prasarana di kampus PGSD tersebut.

Baca Juga: Ketua KoBar-GB Sampaikan Pentingnya Perhatian Terhadap Kesejahteraan Tenaga Pendidik

“Agak prihatin melihat kondisi gedung dan sarana belajar mengajar di PGSD ini. AC tidak ada. Ada kipas angin, tetapi tidak berfungsi dengan baik. Kita akan buat perencanaan untuk renovasi kampus PGSD ini sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan selayaknya,” kata Iflan.

Menurut Iflan, sarana prasana kampus PGSD USK itu memang sudah saatnya menjadi perhatian, mengingat Jurusan PGSD akan menghadapi akreditasi. Apalagi, tambah Iflan, informasi yang ia terima dari Dekan FKIP USK, kawasan PGSD Lampeuneurut itu nantinya akan dikembangkan sebagai tempat pelaksanaan belajar mengajar Program Profesi Guru (PPG).

Dekan FKIP USK, Dr. Drs. Syamsulrizal, M.Kes, yang mendampingi Direktur Perencanaan dan Kemitraan USK saat itu, membenarkan bahwa kawasan kampus PGSD akan dikembangkan sebagai lokasi pelaksanaan PPG.

“Kawasan ini sangat luas, bisa didirikan asrama mahasiswa, lapangan aktivitas mahasiswa, restoran, dan sebagainya. Makanya, kita harapkan kawasan PGSD ini direnovasi dan dikembangkan sehingga nanti kegiatan PPG Prajabatan dan Dalam Jabatan dapat dipusatkan di sini,” ujar Syamsulrizal.

Dekan FKIP menambahkan, jika kawasan PGSD Lampeuneurut dikembangkan sebagai lokasi PPG, tentunya bisa didirikan asrama mahasiswa PPG, katering, dan sebagainya sehingga semua pelaksanaan PPG terpusat pada satu tempat.

“Hal ini akan menguntungkan USK yang baru saja berstatus PTN BH. Dengan adanya asrama dan katering terpusat di satu lokasi, mahasiswa PPG nantinya tidak perlu menyewa kos di luar lagi,” ujar Dekan FKIP.

Oleh karena itu, Dekan FKIP sangat berharap bagian Perencanaan dan Kemitraan USK memprioritaskan renovasi dan pengembangan kawasan kampus PGSD FKIP USK di Lampeuneurut.

Menyahuti harapan Dekan FKIP, Direktur Perencanaan USK menegaskan akan memasukkan perencanaan renovasi dan pengembangan kawasan kampus PGSD Lampeuneurut sebagai program prioritas tahun ini juga.[]

Baca Juga: Silaturahmi Hardiknas, Pj Bupati Azwardi Ajak Guru Ciptakan Pendidikan Berkarakter pada Anak

Satu Unit Rumah Warga di Dusun Silaguri Kabupaten Simeulue Hangus Terbakar

0
Petugas Damkar BPBD Kabupaten Simeulue dibantu TNI, kepolisian dan masyarakat melakukan pemadaman dan pembersihan dilokasi kejadian, Rabu (3/5/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – satu unit rumah yang berlokasi di Dusun Silaguri Desa Ganting Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue hangus terbakar sekitar pukul 12.40 WIB pada Rabu (3/5/2023).

Menurut Laporan dari Pusdalops BPBD Kabupaten Simeulue, kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah warga pada siang hari ini tepatnya pukul 12.40 WIB.

Baca Juga: Terhambat Faktor Cuaca, BPBD Kesulitan Padamkan Lahan Kebakaran di Desa Napai

Petugas Damkar BPBD Kabupaten Simeulue dibantu TNI, kepolisian dan masyarakat melakukan pemadaman dan pembersihan dilokasi kejadian, Rabu (3/5/2023). (Foto: Ist)

Selanjutnya, setelah mendapatkan laporan adanya kebakaran, BPBD Kabupaten Simeulue langsung mengerahkan empat unit armada kebakaran dari pos siaga damkar dan satu unit tambahan milik Lanal Simeulue, serta sejumlah petugas untuk terjun ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.

Kemudian, pada pukul 14.15 WIB api berhasil dipadamkan oleh petugas dibantu TNI, Kepolisian dan warga setempat.

Sementara itu, sejauh ini belum diketahui penyebab dari kebakaran tersebut dan masih dalam tahap kajian oleh petugas dilokasi kejadian.

Disisi lain, warga yang menjadi korban dari kebakaran tersebut diketahui mengungsi ke rumah sanak family yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Diketahui, tak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran tersebut. Namun, terdapat tiga warga yang harus dilarikan ke rumah sakit RSUD Kabupaten Simeulue karena pingsan akibat kejadian tersebut. [Azril]

Baca Juga: Kilang Minyak RU II Dumai Alami Kebakaran Akibatkan 5 Pekerja Terluka

Rektor Unimal Lantik Sembilan Pejabat Baru dan Berpesan Harus Lebih Responsif

0
Rektor Universitas Malikussaleh Prof Dr Herman Fithra Asean Eng hari ini, Rabu (3/5/2023) lantik sembilan pejabat di lingkungan kampus tersebut, Rabu (3/5/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Rektor Universitas Malikussaleh Prof Dr Herman Fithra Asean Eng hari ini, Rabu (3/5/2023) lantik sembilan pejabat di lingkungan kampus tersebut.

Pelantikan yang berlangsung di Aula Meurah Silu, Kampus Lancang Garam, Lhokseumawe turut hadir semua pimpinan yang ada di kampus tersebut.

Baca Juga: FMTR Sosialisasikan Perguruan Tinggi ke Sejumlah Sekolah di Aceh Selatan

Nama-nama yang akan dilantik adalah Dr Ir Azhari ASEAN Eng sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, Jullimursyida PhD sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr Muhammad Yusuf sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr Muhammad Daud sebagai Dekan Fakultas Teknik.

Kemudian, Dr Baidhawi MP sebagai Dekan Fakultas Pertanian, Dr Faisal M.Hum sebagai Dekan Fakultas Hukum, Dr Mawardati sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Ir Syamsul Bahri MSi sebagai Kepala Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Pengembangan Mutu (LP3M), dan yang terakhir Dr Muhammad MSc sebagai Kepala UPT Perpustakaan.

Rektor Universitas Malikussaleh Prof Dr Herman Fithra menyampaikan, proses pelantikan ini adalah suatu yang biasa yang terjadi dalam sebuah instansi atau lembaga pemerintahan. Yang dilantik hari ini pasti ada pro dan kontra karena setiap manusia itu ada kekurangan. Tetapi setelah diadakan rapat dan diskusi inilah orang yang layak, namun kelayakan biarlah waktu yang menjawab.

“Jabatan yang diemban hari ini tidak lagi otomatis empat tahun. Nanti akan ada evaluasi secara berkala, jika tidak memuaskan maka harus siap mengundurkan diri dan diganti,” papar Prof Herman.

Lanjutnya, yang dilantik hari ini harus siap melayani, membangun komunikasi, dan responsif.

“Jadi begitu ada kendala harus segera direspon dan jangan dianggap sepele setiap keluhan-keluhan kecil, baik itu dosen, tendik, dan mahasiswa,” ungkapnya.

Prof Herman mengingatkan, para pimpinan yang dilantik hari ini harus diingat bahwa dirinya sudah disumpah, maka jangan ada lagi perasaan tidak enak yaitu dengan membela bagi yang salah dan orang-orang yang tidak pernah datang ke kampus tapi dibuatkan kedatangan 100 persen.

“Jika dosen tidak datang ke kampus, secara otomatis sudah menzalimi mahasiswa. Maka saya harap semua pimpinan harus keluar dari zona nyaman dan harus berubah. InsyaAllah akhir bulan ini Unimal dapat PMK tentang BLU, dan kita harus siap,” tutur Prof Herman.

Herman menambahkan, tugas yang dilantik hari ini adalah yang pertama akreditasi, terhitung hari ini, maka per 100 hari kedepan akan dievaluasi terkait akreditasi. Kemudian yang kedua adalah kedisiplinan, jadi pimpinan harus masuk kantor dan kerja di kantor, harus kasih contoh bagi yang lain, dan yang ketiga kualitas pengajaran, diharapkan agar semua dosen membuka ruang diskusi dengan mahasiswa baik ketika mau konsultasi skripsi dan sebagainnya.[]

Baca Juga: Disdik Aceh Latih 230 Guru Jadi Pembimbing Belajar Tes Masuk Perguruan Tinggi

Inflasi Banda Aceh Turun Dari Bulan Sebelumnya Menjadi 4,23 Persen

0
(Foto: DOK. Humas Banda Aceh)

Nukilan.id – Selama April 2023, Kota Banda Aceh mencatatkan inflasi year on year (yoy) sebesar 4,23 persen. Angka tersebut turun signifikan dari bulan sebelumnya 5,32 persen.

Berdasarkan data BPS, inflasi di Ibukota Provinsi Aceh ini berada di bawah rata-rata nasional (4,33 persen). Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq pun mengucap syukurnya

“Alhamdulillah, setelah sempat naik menjelang puasa lalu, namun setelahnya inflasi di kota kita trennya terus menurun,”ujarnya, Selasa, 2 Mei 2023.

Baca Juga: Demokrat Aceh Besar Bantu Korban Kebakaran di Ulee Lueng Darul Imarah

“Artinya segala upaya yang kita lakukan selama ini bersama stakeholder terkait membuahkan hasil positif, sehingga sekarang inflasi bisa kita tekan bersama hingga berada di bawah rata-rata nasional.”

Adapun sejumlah program dan kegiatan yang diintesifkan Pemko Banda Aceh selama ini , antara lain sidak dan operasi pasar secara berkala. “Secara rutin kita meninjau stok dan harga pangan di pasar, sekaligus meluncurkan pasar murah, termasuk dengan mobil berkeliling desa,” katanya.

Kemudian, pihaknya juga mencanangkan gerakan menanam tanaman cepat panen seperti cabai, tomat, dan beragam sayur-mayur di perkarangan rumah warga dan perkantoran. “Ternyata ini efektif, minimal bisa membantu memenuhi kebutuhan dapur keluarga.”

“Lalu kerja sama pasokan pangan terus kita galakkan dengan daerah tetangga. Begitu pun subsidi ongkos angkut komoditi ke Banda Aceh,” ujarnya.

Dan yang tak kalah penting, pemko senantiasa bersinergi dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota tetangga, forkopimda, bulog, bank indonesia, dan pihak terkait lainnya.

“Pencapaian ini merupakan sukses bersama dengan dukungan penuh masyarakat, karena sejatinya upaya penurunan inflasi tak bisa dilakukan sendiri oleh Pemko Banda Aceh,” ujarnya. []

Baca Juga: Aceh Batal Jadi Tuan Rumah Porwanas XIV, Ini Penyebabnya

Aceh Batal Jadi Tuan Rumah Porwanas XIV, Ini Penyebabnya

0
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin. (Foto: Dok. Pribadi)

Nukilan.id – Meski sempat mendapat dukungan luas dari Pengurus SIWO (Seksi Wartawan Olahraga) dan Pengurus PWI dari berbagai provinsi di Indonesia, namun pada akhirnya Aceh batal menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2024.

Baca Juga: HPN 2023 Sukses, PWI Pusat Beri Penghargaan Kepada Gubsu, Kapoldasu dan Pangdam

Seperti diketahui, PWI Pusat telah menetapkan Sumatera Barat (Sumbar) sebagai tuan rumah Porwanas 2024 berdasarkan Surat Keputusan PWI Pusat No: 465-PLP/PP-PWI/2023 Tanggal 17 April 2023.

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin didampingi Ketua SIWO PWI Aceh, Imran Thaib dalam keterangannya mengatakan, sebenarnya Aceh sudah sejak jauh-jauh hari mengajukan diri sebagai tuan rumah Porwanas XIV yang sebelumnya sempat dijadwalkan pada tahun 2025.

Bahkan, kata Nasir, dokumen berupa surat pendaftaran sebagai calon tuan rumah diantar langsung oleh Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin kepada Ketua Umum PWI Pusat, Atal S. Depari pada 6 Januari 2023.

Prosesi penyerahan surat pendaftaran yang berlangsung di Sekretariat PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Lantai IV, Jakarta Pusat disaksikan oleh Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat Fachri Muhammad, anggota Dewan Penasihat N. Syamsoeddin Ch. Haesy, Ketua Bidang Pembinaan Daerah Ahmad Munir, dan Wakil Bendahara Umum Dar Edi Yoga.

Pada kesempatan itu Ketua PWI Aceh ikut didampingi Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik.

“Sebagai provinsi tetangga, kami dari PWI Sumut mendukung sepenuhnya Aceh menjadi tuan rumah Porwanas 2025.Perhelatan tiga tahunan itu dijadwalkan digelar setelah PON Aceh-Sumut 2024,” kata Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik yang berada di Jakarta dalam rangka koordinasi pelaksanaan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Medan, 7-10 Februari 2023.

Solo Menggebu-gebu

Ketika pertemuan Pengurus SIWO se-Indonesia pada peringatan HPN di Medan, muncul empat provinsi sebagai calon tuan rumah Porwanas XIV, yaitu Aceh, Solo, Kaltim, dan Sumbar. Bahkan dalam forum tersebut, perwakilan SIWO dan PWI Solo menyampaikan pesan khusus dari Wali Kota Surakarta (Solo), Gibran Rakabuming Raka yang menyatakan siap menjadi tuan rumah Porwanas XIV walaupun dilaksanakan tahun 2024.

Respons Pemerintah Aceh

Hasil pertemuan Pengurus SIWO di Medan dilaporkan oleh Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin kepada Pj Gubernur Aceh melalui Sekda Aceh, Bustami Hamzah.

Merespons laporan tersebut, Sekda Aceh dengan tegas mengatakan, kalau memang Solo mengajukan diri sebagai tuan rumah Porwanas XIV maka Aceh mundur. Begitu juga kalau pelaksanaannya pada 2024, jelas tidak mungkin karena pada waktu bersamaan Aceh melaksanakan Pekan Olahraga Nasional (PON) bersama Sumut.

Keputusan Aceh menarik diri sebagai calon tuan rumah Porwanas XIV sudah disampaikan oleh Pengurus SIWO PWI Aceh pada setiap kali rapat koordinasi SIWO se-Indonesia melalui zoom meeting.

“Pengurus SIWO Pusat bisa memaklumi keputusan Pemerintah Aceh,” kata Saiful Alam selaku salah seorang unsur Pengurus SIWO PWI Aceh yang rutin mewakili Pengurus pada rapat dengan SIWO PWI Pusat.

Solo Akhirnya Diam

Ternyata, lanjut Ketua PWI Aceh, dalam perjalanannya SIWO PWI Solo tidak memberikan konfirmasi lanjutan mengenai kesiapannya sebagai tuan rumah Porwanas 2024.

Hal itu dibenarkan Ketua SIWO PWI Pusat, Gungde Ariwangsa sebagaimana diberitakan LKBN Antara, Jumat, 21 April 2023.

“Setelah beberapa kali dikontak dan dikirim WA, namun tidak ada respons sama sekali oleh Ketua SIWO Solo. Terus terang saya menyesalkan tidak ada respons yang sebelumnya menggebu-gebu ingin jadi tuan rumah. Seharusnya kan bisa dibalas, kalau tidak bisa tuan rumah ya bilang aja, kan beres ya?” kata Gungde Ariwangsa.

Di sisi lain, Ketua SIWO PWI Pusat menyatakan salut atas perjuangan yang gigih Sumbar ingin menjadi tuan rumah yang didukung oleh gubernur dan Ketua DPRD-nya.

“Saya mengucapkan terima kasih dan salut kepada Ketua SIWO PWI Sumbar, Uda Syaiful, Ketua PWI Sumbar, Uda Basril Basyar dan gubernur serta ketua DPRD yang telah begitu gigih berjuang untuk menjadi tuan rumah Porwanas XIV. Selamat buat Sumbar,” demikian Ketua SIWO PWI Pusat.[]

Baca Juga: Peringati HPN, Polri dan Dewan Pers Sosialiasi Perlindungan Kemerdekaan Pers

Petani Aceh Besar Mulai Panen Tanaman Jagung Untuk Pakan Ternak di Empat Kecamatan

0
Ratusan hektare tanaman jagung untuk pakan ternak mulai dipanen di empat kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, yaitu Kecamatan Indrapuri, Seulimuem, Kota Jantho, dan Lembah Seulawah. Tanaman jagung tersebut dikembangkan oleh puluhan kelompok tani binaan anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh, Pak Cek Saifuddin Yahya. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Ratusan hektare tanaman jagung untuk pakan ternak mulai dipanen di empat kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, yaitu Kecamatan Indrapuri, Seulimuem, Kota Jantho, dan Lembah Seulawah. Tanaman jagung tersebut dikembangkan oleh puluhan kelompok tani binaan anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh, Pak Cek Saifuddin Yahya.

Baca Juga: Kadis Pertanian Aceh Besar Harapkan Petani Tingkatkan Produktivitas Jagung

Seremonial panen raya dilaksanakan di kawasan perkebunan Kemukiman Meureu, Kecamatan Indrapuri, Selasa, 2 Mei 2023. Acara seremonial itu dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Pejabat Bupati Aceh Besar Iswanto, anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh Pak Cek Saifuddin Yahya dan Dahlan Jamaluddin, Wakil Ketua DPRK Aceh Besar dari Fraksi Partai Aceh Gunawan, serta perwakilan kelompok tani dari empat kecamatan.

Pengembangan tanaman jagung seluas 250 hektare tersebut merupakan program Pokok Pikiran (Pokir) Pak Cek Saifuddin Yahya pada tahun anggaran 2022.

Dalam sambutannya, Pak Cek Saifuddin Yahya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan yang telah banyak membantu hingga terlaksananya program pengembangan jagung di Aceh Besar.

“Ke depan,bersama-sama dengan para petani di Aceh Besar, kita akan terus mengembangkan dan membangun sektor pertanian demi terwujudnya kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan di Aceh, khususnya Aceh Besar,” kata Pak Cek.

Pak Cek mengatakan jagung merupakan komoditi andalan nasional dan menjadi bagian dari program kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, tananam jagung juga menjadi andalan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sementara itu, pejabat bupati Aceh Besar, Iswanto, memberi apresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh Pak Cek dan para petani di Aceh Besar yang telah mengembangkan jagung pakan ternak.

Iswanto melihat langsung jagung yang siap dipanen di lokasi dengan perkiraan per hektare menghasilkan 8 ton. “Semuanya tumbuh subur. Alhamdulillah. Ini menjadi penguatan yang sangat besar bagi saya pribadi dan bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Ini menjadi contoh bagi masyarakat lain yang ada di Aceh Besar,” kata Iswanto.

Terkait dengan ketersediaan alat dan mesin pertanian, dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus berupaya dan berusaha untuk memaksimalkan ketersediaan alat dan mesin bagi petani. Salah satunya adalah dengan membangun komunikasi yang intens dengan Kementerian Pertanian. Dia berharap, dengan kerja sama dengan kementerian, alat dan mesin pertanian dapat tersedia di kalangan petani.

Iswanto juga menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sudah membangun hubungan dengan PT. Pembangunan Aceh (PEMA) untuk menjembatani pemasaran hasil produksi petani di Aceh Besar. “Ke depan, kita juga akan mengundang PT. PEMA berkunjung kemari,” kata Iswanto. []

Baca Juga: Muhammad Iswanto Tutup STQ Aceh Besar

Muhammad Iswanto Tutup STQ Aceh Besar

0
Pj Bupati Aceh Besar Muhamamd Iswanto SSTP MM menutup Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Kabupaten Aceh Besar di komplek BPMP, Gampong Niron, Kecamatan Sukamakmur, Selasa (2/5/2023). (Foto: PROKOPIM SETDAKAB ACEH BESAR)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhamamd Iswanto S.STP MM menutup secara resmi kegiatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Kabupaten Aceh Besar di komplek BPMP, Gampong Niron, Kecamatan Sukamakmur, Selasa (2/5/2023) malam ini.

Kepada para juara, Pj Bupati Aceh Bessr itu berharap untuk mempersiapkan diri menuju perhelatan MTQ ke-36 Tingkat Provinsi Aceh di Kabupaten Simeulue.

Baca Juga: Pemkab Besar Pilih Komplek BPMP Aceh, Darul Imarah dan Ingin Jaya Jadi Lokasi STQ 2023

Dalam sambutannya, Muhammad Iswanto menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan STQ yang telah berlangsung sejak 28 April 2023 itu.

“Alhamdulillah pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tahun 2023 di Kabupaten Aceh Besar telah berjalan lancar sebagaimana harapan kita bersama. Patut kita syukuri bersama dan apresiasi kepada para panitia yang telah bekerja keras serta semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan mulia ini. Semoga Allah SWT, membalas kebaikan dan jasa baik kita semua dengan pahala berlipat ganda,” katanya.

Sehubungan dengan persiapan menghadapi perhelatan MTQ Provinsi Aceh di Simeulue Tahun 2023, kata Pj Bupati Aceh Besar, Pemerintah Aceh Besar dalam hal ini telah melakukan langkah-langkah untuk membentuk tim kafilah MTQ dengan komposisi peserta terbaik. Tentunya hasil dari seleksi ini perlu ditindaklanjuti dengan lebih fokus dengan mencari formulasi dan komposisi peserta yang sesuai dengan kebutuhan dan mampu bersaing di MTQ Provinsi Aceh nantinya.

Ia menambahkan, pelaksanaan STQ ini juga guna membangkitkan kembali kecintaan masyarakat dan generasi muda dalam mempelajari al-Quran dan mengembangkan bakat seninya, sehingga menjadikan Kabupaten Aceh Besar sebagai salah satu kabupaten pencetak kader-kader berprestasi yang mengharumkan nama daerah di level nasional maupun internasional.

Oleh karena itu, Iswanto berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan semakin digiatkan di berbagai tingkatan mulai dari tingkat gampong, kecamatan hingga Kabupaten, ditambah dengan pembinaan secara kontinyu oleh guru-guru pengajian di berbagai titik dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Iswanto melanjutkan, ke depan, tentunya tantangan kita dalam mencerdaskan anak bangsa semakin besar, oleh karenanya dibutuhkan tekad kuat dan niat yang sungguh-sungguh serta kerjasama yang baik dari seluruh elemen masyarakat dan juga pemerintah dalam menciptakan program-program unggulan yang mampu menjaga proses kaderisasi tetap berjalan dengan baik.

Pj Bupati Aceh Besar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta STQ yang telah berjuang dan berkompetisi mengikuti STQ ini dengan penuh keikhlasan dan sungguh-sungguh untuk mendapat ridha Allah SWT serta dapat meraih prestasi yang baik.

“Kami ucapkan juga selamat kepada para juara, semoga semakin termotivasi untuk belajar meningkatkan kemampuan diri dan bagi anak-anak kami yang belum berhasil tahun ini tetaplah semangat, Insya Allah kita doakan pada event akan datang dapat terpilih sebagai peserta terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana, Farhan AP menjelaskan, pelaksanaan STQ yang berlangsung sejak 28 April hingga 2 Mei 2023 itu berlangsung lancar dan sukses. Menurutnya, STQ tersebut diikuti 533 peserta dari 23 kecamatan se-Aceh Besar.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk memotivasi masyarakat dan generasi muda Islam agar semakin terpikat hatinya dengan al-Quran dan semakin tertarik untuk mempelajari Al-Quran. Di samping itu, nantinya akan menyeleksi qari dan qariah terbaik di tingkat Kabupaten Aceh Besar untuk nantinya diikutsertakan di jenjang MTQ Provinsi, bahkan tingkat nasional. Bahkan, Aceh Besar akan siap tampil pada MTQ Provinsi Aceh yang akan dilaksanakan di Kabupaten Simeulue beberapa bulan mendatang.

Farhan menambahkan, cabang dan golongan yang diperlombakan pada STQ tersebut adalah 24 cabang dan golongan untuk kategori putra dan putri. Total peserta seluruhnya berjumlah 533 orang (249 peserta putra dan 284 peserta putri) dari 23 kecamatan se-Aceh Besar.

Dalam kesempatan itu, Pj Bupati Muhammad Iswanto bersama Forkopimda dan pejabat terkait lainnya ikut menyerahkan hadiah dan piala kepada para juara STQ. Ikut tampil pada penutupan STQ itu, Group Hadrah Baitul Quran Aceh Besar yang dipimpin oleh Tgk H Takdir Feriza SPdI.

Kegiatan itu, turut dihadiri Forkopimda, Sekdakab Drs Sulaimi MSi, para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekdakab, Pj Ketua TP-PKK Aceh Besar Cut Rezky Handayani SIP MM, para Kepala OPD, camat, Kakankemenag Aceh Besar H Salman, dan tokoh-tokoh masyarakat.[]

Baca Juga: Kadis Pertanian Aceh Besar Harapkan Petani Tingkatkan Produktivitas Jagung

Kadis Pertanian Aceh Besar Harapkan Petani Tingkatkan Produktivitas Jagung

0
Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar, SP, MSi, mengharapkan para petani di Aceh Besar meningkatkan produktivitas jagung. Hal itu sebagai upaya mewujudkan kemandirian pangan di Aceh Besar. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar, SP, MSi, mengharapkan para petani di Aceh Besar meningkatkan produktivitas jagung. Hal itu sebagai upaya mewujudkan kemandirian pangan di Aceh Besar.

Baca Juga: Arus Penyeberangan Pelabuhan Sabang-Banda Aceh Terpantau Padat

Kadistan Aceh Besar mengapresiasi para petani Gampong Meureu Kecamatan Indrapuri yang saat ini mampu melaksanakan panen perdana jagung hybrida seluas 20 hektare. Adapun hasil ubinan panen hari ini yang telah dilakukan pengambilan ubinan oleh Dinas Pertanian melalui Mantri Tani setempat hasilnya cukup memuaskan, yaitu rata-rata produktivitas jagung 8,6 Ton per hektare.

“Setiap tahun kita menanam sekitar 2500 hektare dengan hasil rata-rata 7 ton per hektare,” katanya, usai panen perdana oleh Pj Bupati Aceh Besar, di Gampong Mereu, Kecamatan Indrapuri, Selasa (2/5/2023).

Jakfar juga mengatakan, petani bersama Kelompok Tani di Gampong Mureu Kecamatan Indrapuri, pada hari ini telah berhasil serta sukses mengolah dan menggarap lahan pertanian jagung hingga panen.

“Keberhasilan ini tentunya perlu kita dukung serta berikan apresiasi, karena petani yang tergabung dalam kelompok tani, secara tidak langsung telah berkonstribusi secara nyata dalam peningkatan produksi dan produktivitas pangan, khususnya produksi jagung,” ujarnya.

Menurutnya, produktivitas jagung saat ini di Aceh Besar mencukupi kebutuhan masyarakat, bahkan menurut Jakfar, jagung hasil panen masyarakat Aceh Besar juga ditampung oleh PT. Golden Daru Utama (GDU) Shim Kyung Hee di Blang Bintang.

“Alhamdulillah produktivitas jagung kita bagus, karena sangat mencukupi kebutuhan masyarakat, bahkan petani Aceh Besar mampu menyuplai kebutuhan jagung PT. GDU Shim Kyung Hee,” terangnya.

Jakfar juga mengatakan, Aceh Besar memiliki potensi pertanian yang luar biasa, khususnya jagung dan padi. Usaha budidaya tanaman jagung, merupakan prioritas yang akan terus akan dikembangkan di kabupaten Aceh Besar, itu sebabnya Pemkab terus berusaha mampu meningkatkan produksi jagung, padi, dan kedelai guna mewujudkan lumbung pangan di Kabupaten Aceh Besar.

“Karena sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan daerah. Peranan sektor pertanian bukan saja memberikan andil terhadap ketahanan pangan daerah, akan tetapi ikut berkontribusi besar terhadap perkembangan perekonomian secara menyeluruh, baik menyangkut pendapatan petani dan pendapatan daerah,” pungkasnya.[]

Baca Juga:

Ketua KoBar-GB Sampaikan Pentingnya Perhatian Terhadap Kesejahteraan Tenaga Pendidik

0
Ketua KoBar-GB Aceh, Husniati Bantasyam. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada hari ini Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar-GB) Aceh sampaikan Kualitas pendidikan Aceh sudah mulai mengalami peningkatan meskipun belum ada kemajuan yang signifikan.

“Hal ini dapat dilihat dari data jumlah siswa yang lulus di perguruan tinggi negeri. anak-anak kita daya saing masih kurang dibandingkan dengan anak2 di luar Aceh dan anak Aceh sendiri belum banyak yang mampu menerobos PTN terbaik seperti di IPB, ITS serta UI baik di daerah Jawa dan Sumatera.” kata Ketua KoBar-GB Aceh, Husniati Bantasyam saat diwawancarai Nukilan.id, Selasa (2/5/2023).

Baca Juga: Silaturahmi Hardiknas, Pj Bupati Azwardi Ajak Guru Ciptakan Pendidikan Berkarakter pada Anak

Husniati menyampaikan, pendidikan di Aceh diibaratkan seperti “Bak Joek dalam Uten” yang memiliki arti sebuah pohon ketika hanya mempunyai satu-satunya batang sehingga selalu berusaha sendiri agar bisa lebih dari tumbuhan di sekelilingnya. Hal itu, bukan karena adanya pemberian pupuk dan lainnya untuk tumbuh subur.

“Pengibaratan itu seperti anak-anak di Aceh saat ini yang memang sudah memiliki kepintaran tersendiri didalam keluarganya bukan hanya karena sekolahnya, tetapi itu hanya satu atau dua orang saja ditambah lagi hal itu hasil dari pendidikan disekolah yang belum menentukan seluruh anak sebagai siswa mampu berhasil dan sukses seluruhnya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kualitas mutu pendidikan di Aceh masih belum maksimal seutuhnya sehingga masih banyak hal yang perlu diperbaiki seperti peningkatan SDM tenaga pendidik serta fasilitas yang memadai dan canggih seperti setiap ruang kelas harus memiliki minimal satu infocus guna mendukung proses belajar mengajar agar lebih baik. Hal tersebut juga harus diberlakukan kepada seluruh sekolah tanpa memandang apakah itu favorite atau tidak.

“Bicara mutu tentu saja ada hal yang harus dibenahi baik itu softwere maupun hardwere yaitu seperti gurunya dan perangkat pembelajarannya yang memang memadai serta canggih,” jelasnya.

Husniati menegaskan, ada upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Aceh, salah satunya dengan peningkatan SDM tenaga pendidik. Maka dari itu, setiap proses perekrutan kepala sekolah harus lebih memperhatikan berbagai aspek penting yakni guru terbaik secara akademik, integritas dan kemampuan sosial.

Baca Juga: Pemerintah Cairkan Tunjangan Profesi Tahap I Kepada 5.672 Guru PNS dan 512 Guru P3K

“Minimal Sudah menduduki dua Waka baru promosikan ke kepala sekolah. Pejabat yang mengurus pendidikan harus berlatarbelakang sarjana pendidikan dan basic guru. Promosi sesuai jenjang eselon, tidak lompat eselon,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain aspek tersebut, perlu juga diperhatikan bahwa setiap calon kepala sekolah harus memiliki kemampuan berbicara didepan umum karena hal itu menjadi salah satu bagian penting yang harus tetap dimiliki oleh pejabat pendidikan.

Selanjutnya, Husniati berharap, agar pihak yang mengambil kebijakan pendidikan lebih mengutamakan kesejahteraan tenaga pendidik baik itu berstatus PNS maupun non-PNS serta tidak memandang asal sekolah antara negeri dan swasta.

“Kepada pengambil kebijakan untuk lebih mengutamakan gaji dan insentif para guru baik yang PNS maupun non-PNS baik itu yang mengajar di sekolah negeri maupun swasta. Oleh karena itu, tidak perlu ada perbedaan antara guru honorer yangg mengajar di sekolah negeri maupun swasta. Perlu diketahui bahwa sekolah swasta di Aceh tidak sama dengan diluar Aceh. Padahal para guru swasta adalah sebagai sosok montir untuk memperbaiki kualitas siswa yang tidak diterima di sekolah negeri, jadi sudah seharusnya pemerintah Aceh lebih serius memperhatikan kesejahteraan mereka,” tutupnya. [Azril]

Baca Juga: Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Gayo Lues Dongkrak Peningkatan Mutu Pendidikan

Nasrul Zaman: Dibutuhkan Evaluasi Kualitas Guru Guna Peningkatan Mutu Pendidikan

0
Pengamat kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pengamat publik, Nasrul Zaman menyampaikan pendidikan di Aceh memasuki pada tahap sangat mengkhawatirkan mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Baca Juga: Ketua KoBar-GB Sampaikan Pentingnya Perhatian Terhadap Kesejahteraan Tenaga Pendidik

“Hal tersebut dapat ini dilihat dari kualitas pendidikan Aceh yang berada pada posisi paling bawah dari 8 provinsi di pulau sumatera,” ucap Nasrul Zaman pada Nukilan.id, Selasa (2/4/2023).

Nasrul Zaman mengatakan, bahwa selama ini Pemerintah Aceh beralasan bahwa presentasi siswa yang lulus PTN (perguruan tunggu negeri) pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2023 yang mencapai 41,86 persen dari 16.456 pendaftar secara keseluruhan.

“Hal tersebut tidak bisa dibanggakan karena di Aceh saat ini terdapat 18 PTN yang terdiri dari universitas, politeknik, politekes, IAIN dan sekolah tinggi sehingga sebagian besar siwa Aceh tersebut lulus pada PTN lokal di Aceh,” kata dia.

Ia menjelaskan, provinsi Aceh merupakan daerah yang memiliki dana pendidikan lebih besar dibanding wilayah lain di Indonesia karena didukung oleh Qanun No. 11 Tahun 2014 tentang penyeleggaraan pendidikan Aceh. Namun, pengelolaan anggaran tersebut tidak berfokus pada peningkatan kualitas tenaga pengajar serta tata kelola pendidikan, justru lebih banyak dihabiskan untuk pengadaan sarana dan prasarana sehingga kurang berdampak langsung terhadap kualitas mutu anak didik atau siswa.

“Dibutuhkan evaluasi kualitas guru dan pengelola pendidikan yang menyeluruh untuk mengukur kepantasan guru mengasuh mata pelajaran,” jelasnya.

Nasrul menambahkan, saat ini kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat tidak semuanya berkorelasi baik pada kualitas pendidikan Aceh dikarenakan ada beberapa perbedaan karakter dan cara mengajak oleh tenaga pendidik.

“Apalagi pada 10 tahun terakhir terjadi beberapa perubahan kurikulum yag membuat tanaga pengajar dan insan pendidikan Aceh gagap dan gugup untuk mengikuti kurikulum tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, setiap penempatan guru honorer harusnya diseleksi dengan baik sehingga dapat dipastikan mereka memiliki kualitas. Namun, selama ini dalam praktekanya lebih kepada kesediaan diri saja, justru bukan diskenariokan oleh pemerintah untuk menyaring tenaga pendidik yang mampu memenuhi standar minimal lulusan asli pendidikan. [Azril]

Baca Juga: Hardiknas 2023: Tantangan dan Harapan Mewujudkan Mutu Pendidikan Aceh yang Lebih Baik