Beranda blog Halaman 1290

Ini Harapan Rektor USK dan Dekan FKIP kepada Para Guru Besar

0
Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, saat meresmikan ruang baru bagi para profesor FKIP USK di lantai dua gedung FKIP. (Foto: For Nukilan)

Nukilan.id – Rektor Universitas Syiah Kuala dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan USK menyampaikan harapan besar kepada para guru besar (profesor) di lingkungan FKIP USK, pada Jumat (26/1/2024).

Harapan tersebut berupa karya dan kinerja agar para profesor dalam lebih produktif. Kata Rektor, sudah saatnya para profesor di lingkungan USK, khususnya FKIP, meningkatkan kinerjanya, terutama dalam bidang publikasi dan buku. 

“Dengan fasilitas ruangan baru yang nyaman, tentunya kinerja harus meningkat juga. Kita harapkan para profesor FKIP ke depan lebih produktif. Kalau bisa, menulis buku dalam satu tahun satu buku minimal,” ujar Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, saat meresmikan ruang baru bagi para profesor FKIP USK di lantai dua gedung FKIP.

Marwan mengatakan sudah saatnya para profesor di FKIP menjalin kolaborasi internal dan eksternal. Kolaborasi internal, kata Marwan, berupa memotivasi dan membantu para calon profesor yang sudah cukup syarat agar segera bisa usul profesor. 

Kolaborasi eksternal, tambah Marwan, berupa jalinan kerja sama dengan akademisi luar negeri.

Hal yang sama disampaikan Dekan FKIP USK, Dr. Drs. Syamsulrizal, M.Kes. Menurutnya, jumlah guru besar di FKIP saat ini memang sudah banyak, tetapi masih terbilang kurang jika dibanding dengan jumlah dosen yang ada.

“Saat ini FKIP sudah punya 20 guru besar. Namun, sebagian dikaryakan pada institusi lain. Ada yang jadi rektor dan wakil rektor di perguruan tinggi lain. Makanya kita perlu dorong dan ajak teman-teman lain agar segera usul profesor,” ujar Syamsulrizal.

Lebih lanjut, Dekan FKIP menyampaikan andai saja setiap guru besar di FKIP sekarang merekrut satu orang calon profesor untuk dibimbing dan diajak kolaborasi, tentunya dua tiga tahun ke depan FKIP bisa punya tambahan 20 profesor lagi.

“Sekarang 20 orang sudah profesor FKIP. Kalau masing-masing membimbing 1 orang untuk jadi profesor, dalam waktu dekat kita bisa punya 40 profesor,” harap Dekan FKIP USK. []

Atasi Stunting, DKP Aceh dan Kejati Bagikan Ikan Segar

0
Pembagian ikan segar kepada warga stunting. (Foto: For Nukilan)

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) membagikan sebanyak 300 kg ikan segar kepada ratusan warga yang terpapar stunting di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa, pada Kamis (25/01/2024).

Distribusi ikan segar gratis kepada warga tersebut merupakan kegiatan berkolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Aceh dalam Program Adhyaksa Peduli Stunting Tahun 2024.

Kegiatan Peduli Stunting ini dilaksanakan pada dua lokasi terpisah yaitu di Puskesmas Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang serta dua gampong binaan Adhyaksa Peduli Stunting yakni Gampong Geudeubang Jawa dan Gampong Karang Anyar Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa.

Kepala DKP Aceh Aliman S.Pi.,M.Si dalam kesempatan tersebut yang diwakili oleh Kabid Budidaya dan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Abdus Syakur, S.Pi.,M.Si mengatakan, 

“Kegiatan ini diprakarsai oleh Kejaksaan Tinggi Aceh sebagai leading sector, DKP Aceh atas nama Pemerintah Aceh tentu memberikan dukungan penuh dengan menyediakan ikan segar untuk dibagikan kepada warga atau keluarga yang terdampak stunting, dan DKP ikut turun ke lokasi bersama tim lainnya,” ujar Abdus Syakur.

Ia juga mengatakan, DKP Aceh secara kelembagaan berkomitmen dan berperan aktif untuk melakukan intervensi pengurangan angka penderita stunting melalui upaya peningkatan jumlah konsumsi ikan per kapita, terutama di daerah-daerah yang menjadi sasaran.

“Alhamdulillah penanganan stunting oleh DKP Aceh telah kami lakukan sejak beberapa tahun terakhir dengan beragam program kegiatan, diantaranya Program Gemarikan yang dilakukan di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Aceh,” tambah Abdus Syakur.

Penanganan stunting di Aceh memang harus terus dilakukan secara intensif oleh pemerintah dengan melibatkan berbagai pihak. Dengan semangat kolaborasi lintas instansi, target penurunan angka stunting pada tahun 2024 yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo dapat tercapai. []

Satgas Opsda OMB Seulawah Cek Kesiapan Pengamanan Pemilu 2024 di Aceh Barat

0
Satgas Opsda Operasi Mantap Brata (OMB) Seulawah Polda Aceh saat mengecek kesiapan pengamanan Pemilu 2024 di wilayah hukum Polres Aceh Barat, Kamis, 25 Januari 2024. (Foto: Dok. Polda Aceh)

Nukilan.id – Satgas Opsda Operasi Mantap Brata (OMB) Seulawah Polda Aceh berpatroli udara menggunakan helikopter untuk mengecek kesiapan pengamanan Pemilu 2024 di wilayah hukum Polres Aceh Barat, Kamis, 25 Januari 2024.

Satgas OMB tersebut terdiri dari Karo Ops Polda Aceh Kombes Heri Heryandi, Dirsamapta Kombes Misbahul Munauwar, Dirlantas Kombes M Iqbal Alqudusy, Dirintelkam Kombes Mohammad Ali Khadafi, serta Dirpolairud Kombes Risnanto.

Kombes Heri Heryandi mengatakan, pengecekan tersebut dilakukan sesuai dengan perintah Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko, yang bertujuan untuk mengetahui kesiapan pengamanan di jajaran, serta memastikan kesiapan terakhir KIP dan logistik jelang Pemilu 2024.

“Ini merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan pelaksanaan Pemilu berjalan lancar, jujur, adil, dan aman. Kami juga ingin memastikan bahwa gudang logistik ini bebas dari potensi kerawanan keamanan,” kata Heri.

“Kita harus bekerja sama untuk menjaga integritas dan keamanan dalam pelaksanaan pemilu. Kami juga mengawal tahapan pemilu ini dari awal hingga akhir,” tambahnya.

Selanjutnya, Dirsamapta selaku Kasatgas Opsda OMB Polda Aceh, Kombes Misbahul Munauwar menambahkan, pengecekan kesiapan wilayah itu dilakukan sesuai arahan dari pimpinan, mengingat pemilu tinggal 20 hari lagi.

“Pengecekkan dan kesiapan personel di wilayah Aceh Barat itu dalam rangka pengamanan Pemilu 2024, yang tinggal 20 hari lagi,” kata Kombes Misbahul.

Sementara itu, Dirlantas Polda Aceh Kombes Iqbal Alqudusy menyampaikan, sesuai tupoksi dirinya fokus dalam hal keamanan dan kelancaran arus lalu lintas baik sebelum, pada saat, maupun sesudah pelaksanaan pesta demokrasi tahun 2024.

“Secara umum, arus lalu lintas sangat lancar. Kami juga siap mendukung pelaksanaan Pemilu 2024 yang aman dan damai,” pungkas M Iqbal Alqudusy.

Pesantren Babul Maqfirah di Aceh Besar Terbakar

0
Kondisi Pesantren Babul Maqfirah setelah terbakar. (Foto: Dok. BPBA)

Nukilan.id – Kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren Babul Maqfirah di Gampong Cot Keuung, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (25/1/2021) sekira pukul 11.10 WIB.

Dalam kejadian ini, sebanyak satu rumah pimpinan dayah, satu mushalla dan delapan ruangan yang digunakan sebagai tempat tinggal para santri mengalami kerusakan berat akibat dilalap si jago merah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas menyebutkan ada beberapa korban yang terdampak akibat kebaran ini yaitu Ustdzah Cut Annisa Ulfitra (21) mengalami luka bakar pada bagian kaki dan badan, Ustadzah Syarifa (20) mengalami patah tulang dan Santri Riski Maulina (16) mengalami sesak nafas. 

“Kebakaran terjadi saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Dewan guru dan para santri, begitu mengetahui kejadian tersebut, langsung berusaha menyelamatkan diri,” kata Ilyas dalam laporannya yang diterima Nukilan.

Sementara barang perlengkapan santri yang berada di asrama semua habis terbakar dan tak ada yang berhasil diselamatkan kecuali baju seragam di badan.

“Untuk penyebap kejadian  kebakaran sudah dalam penanganan pihak yang berwajib,” pungkasnya. [Rjf]

DPPPA Aceh Beri Catatan Atasi Tren Pernikahan di Bawah Umur

0
Flower Aceh saat memaparkan penelitian aksi partisipatif feminis di Ivory Caffe, Banda Aceh, pada Senin 22 Januari 2024. (Foto: Nukilan/Auliana)

Nukilan.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DPPPA) memberikan masukan terkait tren pernikahan di bawah usia 19 tahun.

Perwakilan DPPPA, Eridar Agustina, menyarankan solusi dengan memfasilitasi anak desa untuk berkreativitas melalui forum anak di luar sekolah. Forum ini tidak hanya terbuka bagi mereka yang bersekolah, tapi juga untuk yang tidak sekolah.

“Di desa dan kabupaten sebenarnya sudah ada dan kita ikutkan anak-anak itu agar lebih bisa berkembang,” ujar Eridar Agustina dalam sebuah diskusi yang digelar Flower Aceh di Ivory Cafe, Senin 23 Januari 2024.

Sementara itu, Putri Balqis dari P2TP2A menekankan perlunya dana khusus untuk menanggulangi kasus pernikahan di bawah umur yang melibatkan banyak pihak dan menghasilkan berbagai rekomendasi.

Sebelumnya, Flower Aceh telah memaparkan hasil Penelitian Aksi Partisipatif Feminis Identifikasi Perubahan Tren Perkawinan Usia di bawah 19 tahun di Aceh.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perempuan yang menikah di bawah umur 19 tahun disebabkan oleh nilai-nilai budaya, penggrebekan, pemukulan, penghakiman sosial, dan pemaksaan perkawinan bagi pasangan yang tertangkap basah berzina atau pacaran.

Faktor lain yang menjadi penyebab pernikahan di bawah 19 tahun antara lain hamil di luar nikah, status anak broken home, faktor ekonomi, serta putus sekolah, yang membuat pernikahan dianggap sebagai solusi untuk meringankan beban orangtua. [Auliana Rizky]

Polisi Limpahkan Dua Berkas Perkara Penyelundupan Rohingya ke Jaksa

0
Penyerahan dua berkas perkara kasus penyelundupan pengungsi rohingya ke Kejaksaan Negeri Aceh Besar. (Foto: Dok. Polresta Banda Aceh)

Nukilan.id – Satreskrim Polresta Banda Aceh telah mengirimkan berkas perkara kasus penyelundupan Rohingya untuk dua tersangka tambahan, yaitu MAH dan HB.

MAH merupakan wakil kapten kapal dan HB selaku teknisi kapal, turut dijadikan tersangka dalam kasus penyelundupan ratusan Rohingya di Krueng Raya, Aceh Besar beberapa waktu lalu.

Sebelumnya penyidik telah berkas perkara MA, yang juga dikenal sebagai Mohammad Amin, selaku kapten kapal ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar, pada Senin 15 Januari 2023.

“Benar, penyidik juga sudah melimpahkan berkas perkara MAH dan HB ke jaksa tiga hari lalu,” ujar Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama pada Rabu (24/1/2024).

Seperti sebelumnya, berkas perkara ini akan diperiksa terlebih dahulu oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 14 hari ke depan.

“Dengan demikian kita menunggu pihak jaksa untuk menentukan apakah berkas perkaranya telah lengkap (P-21) untuk ke proses selanjutnya atau dikembalikan (P-19),” jelasnya.

Seperti diketahui, Mohammad Amin alias MA bersama MAH dan HB ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan penyelundupan ratusan imigran Rohingya dari Cox’s Bazaar, Bangladesh.

Hingga saat ini, para imigran Rohingya masih tinggal sementara di Gedung Balee Meuseuraya Aceh (BMA) di Banda Aceh. []

Direktur WALHI Aceh Ungkap Sebaran Tambang Ilegal di Tujuh Kabupaten

0
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh, Ahmad Shalihin. (Foto: Dok. Nukilan)

Nukilan.id – Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Aceh terus menjadi sorotan tajam, dengan Pemerintah setempat dinilai belum mampu menyelesaikan permasalahan ini. 

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh, Ahmad Shalihin, mengatakan keprihatinannya terhadap maraknya PETI yang menyebar di tujuh Kabupaten Aceh.

Pria yang akrab disapa Om Sol ini, menyebutkan PETI di Aceh tersebar di tujuh Kabupaten, yaitu Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Tengah dan Pidie.

“Aktivitas ini sudah jauh dari sebutan tambang tradisional, karena kini dilakukan dengan peralatan canggih seperti eskavator dan teknologi modern,” katanya saat konferensi pers di kantor WALHI, Rabu (24/1/2024).

Berdasarkan pemetaan WALHI Aceh hingga Juni 2023, PETI sebagian besar berlokasi di Daerah Aliran Sungai (DAS), dimana kegiatan eksploitasi dilakukan secara terang-terangan dengan alat berat. 

Dampaknya, sungai-sungai mengalami degradasi fisik dan kualitas air yang mengkhawatirkan.

WALHI mendesak pemerintah untuk memberlakukan penegakan hukum yang lebih ketat, bukan hanya di beberapa titik, melainkan juga di wilayah DAS, hutan lindung, dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). 

“Penggunaan zat kimia berbahaya dalam praktik PETI menjadi perhatian utama kami, karena lingkungan yang tercemar akan menghambat pembangunan berkelanjutan,” tambahnya. [Rjf]

Alesha, Satu-satunya Primadona Pantura 2024 dari Ibukota Jakarta

0
Alesha salah seorang kontestan Primadona Pantura 2024 asal Jakarta. (Foto: Dok. MNCTV)

Nukilan.id – Alesha asal Jakarta adalah primadona yang memiliki nama asli Nining Susanti. Alesha adalah salah satu 12 primadona yang akan tampil di Kontes Primadona Panura 2024.

Pada saat audisi, Alesha membawakan lagu ‘Lanange Jagad’ dan ‘Goyang Asmara’ mampu mengantarkan Alesha hingga ke tahap kontes.

Primadona yang khas dengan gigi gingsulnya ini kerap mengcover lagu-lagu dangdut di Youtube. Alesha juga sempat mengikuti kompetisi menyanyi lainnya di MNCTV, yakni Rising Star Dangdut pada tahun 2022 lalu.

Selain hobi bernyanyi, Alesha memiliki juga bekerja sebagai pemilik usaha sabun cuci piring dan lotion.

Jangan lewatkan ajang Kontes Primadona Pantura 2024, setiap Kamis, pukul 20.30 WIB ditayangkan langsung di MNCTV rumahnya musik dangdut tanah air.

Follow akun TikTok dan Instagram @officialmnctv untuk mendapatkan update terbaru dan konten – konten yang menarik seputar program-program MNCTV. Seluruh program-program MNCTV bisa disaksikan di aplikasi RCTI+ atau di www.rctiplus.com.

Jalan Ligan-Kuala Kelar Dibangun, Mukim Pante Purba: Terima Kasih Pak Irmawan

0
Anggota DPR RI Irmawan saat reses yang digelar di Lapangan bola Ligan, Selasa 23 Januari 2024. (Foto: Dok. Pribadi Irmawan)

Nukilan.id – Masyarakat Desa Ligan, Mukim Pante Purba, Sampoiniet, Aceh Jaya menyampaikan terima kasih kepada anggota DPR RI H. Irmawan, S. Sos, MM karena sudah memperjuangkan jalan Ligan – Kuala (Seksi 1) sepanjang 9 kilometer sehingga akses transportasi masyarakat desa di sekitarnya semakin mudah.

“Kami warga disini mengucapkan terima kasih kepada bapak. Seperti mimpi kami bisa mendapatkan jalan seperti ini,” kata Kepala Mukim Pante Purba Yusbar, saat bertemu Irmawan pada reses yang digelar di Lapangan bola Ligan, Selasa (23/1/2024).

Yusbar mengatakan, sejak jaman belanda Jalan Ligan sudah direncanakan, namun baru terlaksana sekarang sehingga sudah menghubungkan beberapa desa.

“Sekarang sudah dimanfaatkan oleh warga,” katanya. “Terima kasih, Pak. Kalau tidak ada Pak Irmawan, tidak ada yang memperjuangkan jalan ini,” lanjut Yusbar.

Irmawan pada kesempatan itu menyampaikan, sudah menjadi keharusan baginya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Irmawan juga menyampaikan kepada warga agar inten berkomunikasi, sebab membangun Desa harus bersama-sama karena dirinya adalah kepanjangtanganan rakyat, termasuk masyarakat Aceh Jaya.

“Tahun ini juga kita sedang mengumpulkan data untuk rumah rehap, dan sanitasi air bersih untuk masyarakat,” kata Irmawan.

Jalan Ligan-Kuala ini telah selesai dibangun menggunakan anggaran APBN Tahun 2023 sebesar Rp. 23,6 Miliyar yang diperjuangkan Irmawan melalui program jalan Inpres, program percepatan pembangunan Desa.

Selain itu, di Kabupaten Aceh Jaya Irmawan juga sudah memperjuangkan struktur jalan Ligan-Kuala Ligan (Seksi II) Rp16 miliar dan peningkatan struktur jalan Badih-Meulinteng di Lamno, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya sebesar Rp14 miliar.

Turut hadir pada acara reses dengan masyarakat Ligan, Sampoiniet Aceh Jaya PPK 2.1 Balai BPJN 1 Aceh, PUPR Zulfikar Kurniawan, Geucik dan tokoh masyarakat sekitaran Desa Ligan, dan Ketua PKB Aceh Jaya Musdi Fauzi. []

Ayu Marzuki Dorong Metode Pengembangan Bakat dan Minat di Sekolah Fleksibel Aceh

0
Bunda PAUD Aceh, Ny. Ayu Marzuki, saat melakukan kunjungan silaturahmi di PAUD Inklusif Aceh Flexi School, Banda Aceh, Selasa 23 Januari 2024. (Foto: Dok. Humas Aceh)

Nukilan.id – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh, Ayu Marzuki, berkunjung ke Sekolah Fleksibel Aceh di Ulee Kareng Banda Aceh, Selasa, (23/1/2024). 

Dalam kesempatan tersebut ia menyapa dan mengajak mengobrol sejumlah anak berkebutuhan khusus yang belajar di sekolah tersebut.

Ayu mengapresiasi keberadaan sekolah fleksibel yang membuka kelas inklusi bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama dengan peserta didik pada umumnya.

Menurutnya, sekolah tersebut memberi ruang yang sama bagi anak disabilitas untuk mengembangkan bakat dan menambah ilmu.

Lebih lanjut, Ayu meminta kepada pihak sekolah untuk menjalin kerja sama dengan berbagai instansi publik di lingkungan sekitar, seperti Puskesmas. Sehingga selain belajar materi yang ada di sekolah, anak-anak juga dapat mengetahui berbagai hal lainnya.

Sementara itu, pendiri Sekolah Fleksibel Aceh, Hesty Wulandary, mengatakan, sekolah inklusi yang dibuka sejak 2018 tersebut , membuka kelas belajar untuk anak ragam kondisi dan umur. Mereka belajar secara bersama.

“Kenapa sekolah ini harus ada? karena tidak semua anak bisa masuk dunia pendidikan formal, sehingga ini menjadi pendidikan non formal untuk memfasilitasi anak-anak untuk tetap bisa belajar,” kata Hesty.

Hesty mengatakan, pembelajaran di sekolah tersebut menerapkan metode pengembangan bakat dan minat. Setiap anak akan diajari dan belajar sesuai dengan kemampuan dan kelebihan yang dimilikinya.

Dalam kesempatan itu, Hesty mengapresiasi kunjungan Bunda Paud Aceh Ayu Marzuki ke sekolah yang dipimpinnya itu. Menurut Hesty, istri orang nomor satu di Aceh itu peduli terhadap pendidikan inklusi dan berbagai isu penting lainnya terhadap anak Aceh.

“Mudah-mudahan kepedulian terhadap pendidikan inklusi dapat terus digaungkan buk Ayu,” kata Hesty. []