Empat Kecamatan di Aceh Barat Terdampak Karhutla, Petugas Fokus Cegah Api Meluas

Share

NUKILAN.ID | ACEH BARAT — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat meluas ke empat kecamatan. Hingga Kamis, 3 September 2026, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 11,5 hektare.

Berdasarkan data yang dihimpun Nukilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, kebakaran tersebar di Kecamatan Johan Pahlawan, Samatiga, Kaway XVI dan Woyla. Total lahan yang terbakar mencapai sekitar 11,5 hektare. Penanganan masih berlangsung karena di sejumlah lokasi masih ditemukan titik asap.

Sebaran kebakaran meliputi Gampong Blang Beurandang di Kecamatan Johan Pahlawan dengan luas sekitar tiga hektare. Di Kecamatan Samatiga, kebakaran terjadi di Gampong Mesjid Baro dengan luas sekitar lima hektare.

Kemudian di Gampong Simpang, Kecamatan Kaway XVI, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai dua hektare. Sementara di Gampong Aron Tunong, Kecamatan Woyla, luas lahan terbakar sekitar 1,5 hektare.

Perkembangan tersebut menunjukkan adanya penambahan wilayah terdampak dibanding laporan BNPB per 3 September. Dalam laporan sebelumnya, kebakaran yang terjadi pada 1 September tercatat berada di tiga lokasi, yakni Blang Beurandang, Mesjid Baro dan Aron Tunong, dengan total luas sekitar 6,5 hektare.

BPBD Aceh Barat menerima informasi awal mengenai kemunculan titik api pada Senin, 31 Agustus 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Informasi masyarakat tersebut kemudian diperkuat melalui pemantauan titik panas menggunakan aplikasi SiPongi dan Lancang Kuning.

Meski luas kebakaran bertambah, sebagian besar api telah berhasil dikendalikan. BPBD melaporkan sekitar 80 persen area terdampak telah berhasil dipadamkan hingga Kamis sore.

Tim gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah lokasi. Personel BPBD, TNI, Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Aceh dan masyarakat dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api kembali meluas. BPBD menggunakan sejumlah peralatan dalam operasi tersebut, antara lain kendaraan D-Max, ATV, drone serta mesin pompa air dan selang.

Kondisi lapangan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Sejumlah titik kebakaran sulit dijangkau kendaraan, sementara ketersediaan sumber air di beberapa lokasi juga terbatas. Di beberapa titik, petugas harus menghadapi akses yang sulit dan sumber air yang terbatas. Angin yang cukup kencang juga membuat proses pemadaman menjadi lebih berat.

Kondisi tersebut terutama dirasakan petugas di wilayah Samatiga, Johan Pahlawan dan Kaway XVI. Di Woyla, keterbatasan sumber air turut menjadi tantangan dalam penanganan api.

Hujan yang turun pada malam hari membantu mengurangi intensitas kebakaran di sejumlah lokasi. Namun, petugas tetap melakukan pemantauan karena beberapa titik masih menyisakan asap dan berpotensi kembali terbakar.

Hingga laporan terakhir, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Karhutla kembali menjadi persoalan berulang di Aceh Barat sepanjang 2026. Pada Juni lalu, BPBD mencatat kebakaran di lima kecamatan mencapai 34,1 hektare dan seluruh titik tersebut kemudian berhasil dipadamkan.

Pada Juli, kebakaran kembali terjadi di sejumlah wilayah dengan luas sekitar 12,5 hektare. Saat itu, petugas juga menghadapi kondisi angin yang dapat memicu penyebaran api dan proses pemadaman yang belum sepenuhnya tuntas.

BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat segera melaporkan keberadaan api atau asap di kawasan hutan dan lahan. Pelaporan dini dinilai penting agar titik kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas. []

Reporter: Sammy

Read more

Local News