Beranda blog Halaman 1288

Psikolog Soroti Tren Pernikahan di Bawah Umur 19 Tahun di Aceh

0
Psikolog dari Psikodista Konsultan Banda Aceh, Siti Rahmah. (Foto: Nukilan/Auliana)

Nukilan.id – Psikolog dari Psikodista Konsultan Banda Aceh Siti Rahmah menyoroti hasil penelitian tren penikahan di bawah usia 19 tahun yang dilakukan oleh Flower Aceh.

Hasil penelitian Flower Aceh menunjukkan perempuan yang menikah di bawah usia 19 tahun menghadapi berbagai tekanan dan pengaruh, termasuk nilai-nilai budaya, penggrebekan, pemukulan, penghakiman sosial, dan pemaksaan perkawinan untuk pasangan yang tertangkap basah berzina atau pacaran.

Selain itu, faktor-faktor lain yang mendorong pernikahan di bawah usia 19 tahun termasuk kehamilan di luar nikah, keluarga broken home, masalah ekonomi, dan putus sekolah, di mana menikah dianggap sebagai solusi untuk meringankan beban orangtua.

Menanggapi hal tersebut, Siti Rahmah mengatakan perlu adanya perhatian khusus terhadap faktor-faktor pendorong pernikahan di bawah usia 19 tahun. Menurutnya, langkah pencegahan harus diambil untuk menghindari peningkatan jumlah pernikahan anak di masa mendatang.

Siti Rahmah juga menekankan pentingnya penanganan bagi mereka yang telah menikah di usia tersebut. Dia menyatakan bahwa pernikahan di bawah usia 19 tahun dapat memberikan dampak luas pada kondisi psikologis pasangan muda tersebut. 

Psikolog tersebut menjelaskan bahwa pada usia tersebut, seseorang belum mengalami kematangan secara kognitif, emosional, sosial, dan kepribadian.

“Dalam aspek psikologis, perempuan usia di bawah 19 tahun belum mengalami kematangan yang memadai, baik dari segi emosi, kepribadian, maupun aspek lainnya,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id pada Senin (29/1/2024).

Lanjutnya, masa tersebut adalah masa seharusnya menjadi tugas perkembangan untuk bisa mencari jati diri, bukan malah membebankan dengan tugas perkembangan lainnya. 

“Hal ini tentu saja akan memberikan dampak mental terhadap para pengantin pada usia di bawah 19 tahun,” pungkasnya. [Auliana Rizky]

Pj Gubernur Aceh Sampaikan Progres Persiapan PON 2024 

0
Panitia Besar PON Wilayah Aceh dan Sumut dalam rapat pemantapan persiapan PON 2024 di Koni Pusat. (Foto: Dok. Humas Aceh)

Nukilan.id – Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) Wilayah Aceh dan Sumatera Utara mengikuti rapat pemantapan persiapan pelaksanaan PON XXI tahun 2024. 

Rapat ini dipimpin oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, berlangsung di Gedung KONI daerah setempat pada Senin, 29 Januari 2024.

Rapat tersebut difokuskan pada aspek teknis terkait pelaksanaan hajatan olahraga yang diikuti oleh 38 provinsi se-Indonesia. 

Pada forum ini, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, menyampaikan laporan dan rencana tindaklanjut persiapan PON 2024. “Dari hari ke hari makin minim kekurangannya,” ujar Achmad Marzuki.

Selain sukses penyelenggaraan dan prestasi, Pj. Gubernur Aceh juga menargetkan dampak berkesinambungan pasca pelaksanaan PON. “Pasca PON ini, kami berusaha agar semua venue bisa berdampak ke pembinaan olahraga di Aceh,” tambahnya.

Terkait venue, diinformasikan bahwa pada bulan Juli mendatang akan dilaksanakan uji coba. 

Ketum KONI Pusat, dalam arahannya, meminta agar PB PON terus meningkatkan koordinasi dan kualitas kerja menjelang 233 hari pembukaan PON 2024.

“Terima kasih dan penghargaan kepada Ketua PB PON wilayah Aceh dan Sumatera Utara atas progres yang telah kita capai sampai hari ini,” ucap Marciano. 

Rencana induk yang disampaikan PB PON Wilayah Aceh dan Sumut telah diserahkan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada 23 Januari lalu.

Marciano juga menekankan perlunya rapat-rapat berkala untuk memantau progres dan menetapkan rencana tindaklanjut di waktu yang tersisa. 

“Salahsatunya terkait pembahasan perlengkapan dan peralatan pertandingan. Diperlukan rapat antara KONI Pusat, PB PON XXI wilayah Aceh dan Sumut dengan Kemenpora untuk menentukan tanggung jawab APBN dan APBD,” ungkap Marciano.

Di akhir pertemuan, Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, mengingatkan agar segera dilakukan pemetaan akomodasi di sekitar venue mengingat banyaknya kontingen yang sudah mencari penginapan untuk PON XXI tahun 2024. []

Kemenhub Komit Hadirkan Layanan Transportasi Publik Terjangkau

0
Ilustrasi transportasi. (Foto: Dok. Kemenhub)

Nukilan.id – Kementerian Perhubungan berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik dengan tarif yang terjangkau melalui program subsidi perintis dan kewajiban pelayanan publik/public service obligation (PSO) angkutan kelas ekonomi. Program ini diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan.

“Dengan adanya subsidi dan PSO, tarif yang dibayarkan penumpang menjadi lebih terjangkau. Karena sebagian biaya operasional dari operator transportasi telah dibayarkan oleh pemerintah,” ucap Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati di Jakarta, Jumat (26/1).

Adita mengatakan, masih banyak daerah di Indonesia yang membutuhkan dukungan layanan transportasi publik yang terjangkau, untuk membuka keterisolasian wilayah dan melancarkan pergerakan penumpang maupun barang/logistik.

“Selain memperkuat konektivitas, manfaat lainnya yaitu untuk meningkatkan taraf hidup dan daya beli masyarakat, menjaga kestabilan ekonomi dan mengurangi disparitas harga barang/logistik antar wilayah,” ujarnya.

Sejumlah program subsidi dan PSO yang dilakukan hingga saat ini di sektor darat yaitu: subsidi keperintisan angkutan jalan di 332 trayek, subsidi perintis angkutan barang di 6 lintasan, subsidi angkutan antar moda kawasan pariwisata di 11 wilayah dan 34 trayek, subsidi angkutan perkotaan/Buy The Service (BTS) di 11 kota, subsidi penyeberangan perintis di 274 lintasan, dan long distance ferry di 2 lintasan.

Kemudian di sektor laut yaitu: subsidi kapal perintis di 116 trayek, subsidi penyelenggaraan kapal barang tol laut di 39 trayek, subsidi kapal ternak di 6 trayek, subsidi kapal rede di 16 trayek, serta PSO kapal kelas ekonomi di 26 trayek.

Sementara di sektor udara yaitu: subsidi angkutan udara perintis penumpang di 220 rute, subsidi angkutan udara perintis kargo di 41 rute, dan subsidi BBM kargo sebanyak 1.323 drum.

Lalu di sektor perkeretaapian yaitu: subsidi layanan kereta api perintis di 5 wilayah yaitu di Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Aceh, serta PSO kereta kelas ekonomi untuk perjalanan KA Jarak Jauh, KA Jarak Sedang, KA Lebaran, KA Jarak Dekat, KRD, KRL Jabodetabek, dan KRL Yogyakarta.

“Harapan kami semakin banyak daerah yang tadinya dilayani angkutan perintis bisa naik kelas menjadi komersial. Sehingga alokasi anggaran subsidinya bisa dialihkan ke daerah lain yang lebih membutuhkan,” tutur Adita.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan transportasi, jumlah alokasi anggaran subsidi dan PSO terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2023, total alokasi anggaran subsidi perintis dan PSO di semua moda sebesar Rp. 9,1 Triliun. Sedangkan pada tahun 2024, total alokasi anggaran subsidi perintis dan PSO di semua moda sebesar Rp. 12,2 Triliun. []

Tren Pelanggaran Pemilu di Aceh: Keuchik dan Aparat Desa Mendominasi

0
Komisioner Bawaslu Aceh, Fahrul Rizha. (Foto: MC Aceh)

Nukilan.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Aceh telah memulai pengawasan intensif menjelang pemilihan umum yang semakin dekat. Proses pengawasan ini dilakukan sejak tahapan awal, mulai dari verifikasi hingga penetapan calon. 

Komisioner Bawaslu Aceh, Fahrul Rizha, menegaskan pentingnya kehadiran Bawaslu di setiap tahapan untuk memastikan integritas dan keadilan dalam proses demokrasi.

Berdasarkan data yang dirilis Bawaslu Aceh, jumlah calon legislatif yang ikut bertarung dalam pemilihan kali ini mencapai angka yang signifikan. Sebanyak 9104 orang bersaing untuk Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), 231 orang untuk Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), 1380 orang untuk Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), dan 30 orang untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Meskipun proses pemilu berjalan, masih terdapat tantangan. Hingga Desember 2023, Bawaslu Aceh mencatat bahwa 618 alat peraga kampanye (APK) dilaporkan rusak, dengan 11 laporan terkait perusakan APK tersebar di berbagai wilayah.

Fahrul Rizha juga menyampaikan Bawaslu telah menindaklanjuti dugaan pelanggaran, mulai dari pelanggaran administratif hingga tindak pidana pemilu berdasarkan Undang-Undang Nomor 7. 

Adapun jenis pelanggaran yang ditindaklanjuti melibatkan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), aparatur desa, dan TNI/Polri.

Dalam upaya penegakan hukum, Bawaslu Aceh telah membentuk Sentra Gakkum di 23 kabupaten/kota. Forum kerjasama ini melibatkan Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan. Rizha menegaskan pentingnya mengkaji setiap laporan untuk mengklasifikasikan jenis pelanggaran yang dilaporkan.

“Kami memastikan bahwa setiap laporan yang diterima akan segera ditindaklanjuti dalam waktu 14 hari dengan melakukan registrasi dan pengumpulan bukti yang diperlukan,” ujar Rizha.

Rizha juga mengungkapkan tren pelanggaran yang dominan terjadi pada calon legislatif, terutama terkait dengan netralitas keuchik (kepala desa) dan aparat desa.

“Kami telah mencatat bahwa pelanggaran terbanyak dilakukan oleh keuchik dan aparat desa,” tambahnya.

Berkaitan dengan perusakan alat peraga pemilu, Rizha menyampaikan tren ini mengalami peningkatan dari pemilu sebelumnya. Beberapa daerah yang terpengaruh termasuk Simeulue, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bireuen. Bawaslu Aceh telah menginformasikan hal ini kepada aparat keamanan untuk tindakan lebih lanjut.

“Dengan tantangan yang dihadapi, Bawaslu Aceh bersikap tegas untuk memastikan pemilu yang berintegritas dan adil bagi semua pihak yang terlibat,” tutup Rizha. [InfoPublik]

Pekerja Ponsel di Aceh Besar Tewas Ditikam, Polisi Kejar Pelaku

0
Lokasi korban pembunuhan pekerja ponsel di Gampong Gla Meunasah Baro, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, pada Senin (29/1/2024) dini hari. Foto: Dok. Polresta Banda Aceh

Nukilan.id – Seorang pekerja di Berkah Cell, Fajarullah (25), diduga menjadi korban pembunuhan di Gampong Gla Meunasah Baro, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, pada Senin (29/1/2024) dini hari. Identitas pelaku masih belum diketahui.

Jasad korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di depan Usaha Pangkas di lokasi tersebut, dengan tubuhnya yang sudah bersimbah darah. Fajarullah berasal dari Dayah Meunara, Titeue, Kabupaten Pidie.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kasatreskrim Kompol Fadillah Aditiya Pratama, membenarkan terkait kejadian tersebut.

“Benar, kami sedang melakukan olah TKP dan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) bersama Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban di RSUD ZA Banda Aceh,” ucap Fadillah.

Dari kronologi sementara yang diungkapkan Fadillah, korban keluar dari kios Berkah Cell tempatnya bekerja sekitar jam 03.00 WIB. Tujuannya menuju kamar mandi yang terletak di luar sisi kanan kios.

“Saat itu, korban sempat melihat mobil jenis Toyota Avanza warna hitam berhenti dan salah satu penumpang keluar dari mobil dan  mengikuti korban kearah kamar mandi,” terangnya.

Lanjut Fadillah, setelah keluar dari kamar kecil, pelaku diduga langsung melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam. Fajarullah tergeletak di depan usaha pangkas, dengan luka tusukan di leher sebelah kanan dan bagian dada.

“Setelah melakukan penganiayaan, pelaku langsung masuk ke dalam mobil Avanza hitam dan melarikan diri. Kami tengah melakukan penyelidikan terkait mobil tersebut, dan jenazah korban masih berada di kamar pemulasaran RSUD ZA Banda Aceh,” tutup Fadillah. [Rjf]

Menyiapkan Penerima Beasiswa SDM Sawit Dalam Pengalaman Global

0
Benny, Institut Teknologi Sawit Indonesia, (Foto: Dok. Benny)

*Oleh: Benny, Institut Teknologi Sawit Indonesia

Menyongsong Indonesia Emas 2045, yang kick-off nya sudah lama. Dan hari ini 2024. Artinya kita punya waktu 21 tahun untuk menyambut masa keemasan kita. Tentunya sebagai penerus bangsa ini kedepannya, banyak hal yang harus dan patut kita pikirkan tentang masa depan. Lebih dari masa depan personal, namun masyarakat, lingkungan sekitar bahkan keberlanjutan negara kita kedepannya.

Sebuah hal yang positif, bilamana ditinjau pada 2022 penerima beasiswa sawit berjumlah 2000 mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia walaupun ada catatan masih adanya ketimpangan alokasi bilamana kita melihat dari beberapa daerah. Setidaknya ini menjadi refleksi di 2024. 

Dimana proyeksi alokasi berjumlah 3000 mahasiswa, padahal kami berharap bisa seperti statement perwakilan kementerian pertanian RI pada November lalu yang mengutarakan “10000 Mahasiswa” bisa terealisasi di tahun 2024 ini. Yang tentunya akan banyak melahirkan orang-orang terbaik  pada industri penyumbang kehidupan negara kita “pajak” yang terbesar di Republik ini. Bukan sekedar industri yang mendapatkan tenaga kerja siap kerja dengan biaya murah.

Hari ini, kita perlu melek mata terhadap apa yang terjadi detik-detik ini. Kebijakan EUDR, mengejar produktivitas bahkan melampaui yang sudah ada, bahkan menyikapi panggung global yang nampaknya “Kepanasan” karena industri sawit terus hidup bahkan menjadi kuat. 

Kita perlu sadar, bahwa kita telah memiliki Bursa sendiri (per 25 Januari 874,13 USD per MT) untuk semakin menajamkan kekuatan kita. Namun menjadi renungan bahwa kita belum bisa membusungkan dada kita karena kita belum mampu mendekati harga seperti Bursa Malaysia yang mencapai 931 USD per MT, apalagi Bursa Roterdam yang 952,78. USD per MT, Kuala Lumpur mampu mendekati Rotterdam itupun karena Bursa Roterdam yang anjlok bebas pada tren 2 pekan terakhir. (Data By CPOPC)

Kita bisa berkiblat pada CPOPC. Dengan anggota awalnya Indonesia & Malaysia di permulaannya dan salah satu key figure Alm Rizal Ramli. Sosok yang getol memperjuangkan banyak hal di republik indonesia. Termasuk masa depan sawit. Berhasil menarik perhatian dunia, menarik sorot mata kepada Asia Tenggara utamanya Indonesia.

Disamping 2 negara ini, ada Honduras juga menjadi anggota CPOPC Serta beberapa observer country (negara pengamat) seperti Colombia, Ghana, Papua New Guinea. Dan negara lainnya yang terafliasi sawit seperti Ekuador, Guatemala, Nigeria, Pantai Gading, Thailand yang memiliki historis sawit yang panjang. Baik sebagai Produsen, Eksportir, hingga praktisi.

Bahkan tidak sedikit negara di Eropa yang memiliki pakar sawit seperti pengalaman kami Ketemu pakar dari spanyol.

Serta Uni Eropa sebagai regulatornya eudr yang terkesan menjegal sawit. Atau kalau sedikit provokaitf, mereka mencoba membius mematikan industri emas cair ini.

Upaya CPOPC dalam ragam lawatannya ke banyak negara, bisa menjadi referensi bagi Perguruan Tinggi (PT) untuk melakukan hal serupa, berbeda dengan CPOPC membawa misi diplomasi, maka PT berperan sebagai pembawa misi studi banding.

Dan menjadi ideal bilamana CPOPC bersinergi dengan PT dalam rangka mencetak generasi penerus diplomat sawit, melihatkan mahasiswa untuk belajar secara langsung. Barangkali dengan melihat permulaannya pada program #youngelaeis yang dilihat sudah cukup bagus, tinggal di Kencangkan kembali.

Sebagai refleksi kita hari ini. Konsumsi domestik indonesia yang mencapai 18,976 juta ton, tertaut jauh malaysia yang hanya 3,282. Nigera 2.340 juta ,thailand 2,168, Dan akumulatif negara lain mencapai 46,685 juta ton. Lalu lahan menghasilkan indonesia mencapai 12,342 juta HA, malaysia 5,127 , thailand 990 ribu mendekati 1 juta HA, Dan akumulatif negara lain mencapai 3,934. Khusus Indonesia dalam tren 12 tahun (2010-2022) nyaris 2x lipat 2010 yaang hanya 6,262 juta (Data By CPOPC 2022). Dan melihat tren ekspor Indonesia mencapai 27,873 juta ton (55.1 %), malaysia 15,730 (31.1%) juta ton. (Data By CPOPC 2022)

Melihat data diatas, sudah saatnya melibatkan perguruan tinggi utamanya yang terafliasi dengan Beasiswa Sawit untuk naik level, bukan sekedar mengejar karir pada industri belaka. Walaupun hal tersebut bukan sesuatu yang diharamkan,

Hematnya. Lembaga pendidikan yang terafliasi dengan sawit berperan dalam 2 lini yang bisa dilakukan dalam mendongkrak mutu mahasiswanya, penguatan bahasa asing dan studi banding.

BAHASA ASING

Setidaknya di Malaysia kita akan ditemukan oleh ragam bahasa yang melekat pada orang disana seperti Bahasa Melayu yang memiliki kedekatan dengan kita, namun tetap perlu kita belajar, Bahasa inggris sebagai bahasa global, serta bahasa mandarin karena di Malaysia cukup kental pluralisnya, serta pada sektor manufaktur sawit dimana peralatan manufaktur tidak sedikit dari Negeri Tirai Bambu sebagai raksasa manufaktur global.

Ditarik dari pendekatan pembelajaran Bahasa Inggris, nampak tidak cukup bila hanya 1 semester, namun bilamana keterbatasan. Kampus perlu inisiasi kelas tambahan atau kursus diwaktu libur atau narasi kerennya summer course. Tentunya bisa membuat mahasiswa lebih produktif dengan keterampilan bahasa asing dan melahirkan kepercayaan dirinya pada kancah global.

Lalu bahsa asing lainnya dengan menggandeng lembaga kursus lainnya. Sehingga mahasiswa penerima beasiswa sawit atau yang terafilasi dengan sawit memiliki Selling value yang lebih mewah. Apalagi bilamana mahasiswa memiliki proyeksi untuk melanjutkan studi tentu keterampilan bisa menjadi penguat kapasitas kedepannya.

STUDI BANDING

Studi banding negara tetangga nampaknya awalan yang tidak buruk. Dan berpotensi besar Perguruan tinggi sawit bisa mengikutinya. Semisal di Malaysia, Perguruan tinggi yang base di Sumatera Utara maupun Riau atau Sumatera Barat sudah memiliki potensi besar untuk menginisiasinya. Malaysia bisa menjadi pilihan untuk melaksanakan studi banding / studi kelembagaan karena pembiayaan pada transportasi utama (Pesawat) jauh lebih murah bilamana hendak terbang ke Jakarta. Dan pembiayaaan transportasi penunjang (Dari Bandara Kuala Lumpur ke lokasi misalnya RSPO Headquarters / Markas Besar Roundtable on Sustainable Palm Oil) jauh lebih efisien.

Dengan simulasi pemberangkatan beberapa kelas sekali berangkat, tentunya ini menjadi potensi besar apalagi PTS dalam rangka mempromosikan kampusnya sehingga meningkatkan daya pikat bagi calon mahasiswanya.

Hal demikian juga berlaku bagi PT di Yogyakarta maupun Jabodetabek. Yang masing-masing memiliki koneksi penerbangan internasional, khusus yang di Jabodetabek katakanlah sudah menang start karena banyak perkantoran dipusatkan di Jakarta (Kementerian Pertanian maupun Instansi lainnya)

Tentunya dalam pengelolaan pembiayaan, bisa dilakukan dengan swadana serta dukungan dari stakeholders lainnya seperti BUMN Perkebunan, Dinas sesuai tingkatannya, Kementerian Terkait, Maupun BPDP-KS nantinya. 

Menparekraf: KEN 2024 Harus Berikan Multiplier Effect ke Masyarakat

0
peluncuran KEN 2024 yang bertajuk “Budaya Indonesia Panggung Dunia” di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (27/1/2024). Foto: Dok. Kemenparekraf

Nukilan.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menginginkan sebanyak 110 event berkualitas yang terangkum dalam Karisma Event Nusantara (KEN) diharapkan mampu meningkatkan perekonomian nasional dan memberikan multiplier effect kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikkannya saat peluncuran KEN 2024 yang bertajuk “Budaya Indonesia Panggung Dunia” di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (27/1/2024) 

Sandiaga Uno menekankan pentingnya KEN sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Ia berharap KEN 2024, yang menawarkan beragam kegiatan seperti musik, budaya, seni karnaval, dan kuliner, dapat meningkatkan kunjungan wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

“Dengan bangga, kami meluncurkan KEN 2024 yang akan menampilkan 110 event unggulan, terseleksi dari 252 event yang diajukan oleh Dinas Pariwisata Provinsi di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Sandiaga Uno juga menyampaikan berdasarkan data yang diterimanya, penyelenggaraan KEN 2023 telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai produksi barang dan jasa di Indonesia, mencapai Rp212,2 miliar, serta pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar Rp198,6 miliar.

Selain itu, perputaran ekonomi dari 7,36 juta pengunjung pada KEN 2023 mencapai Rp12,38 triliun. Untuk tahun ini, Sandiaga Uno menargetkan peningkatan pergerakan ekonomi hingga mencapai 20-25 persen dari tahun sebelumnya, dengan harapan dapat mendukung 1,2 miliar hingga 1,5 miliar pergerakan wisatawan nusantara di tahun 2024.

Sandiaga Uno menjelaskan bahwa KEN 2024 akan menghadirkan event-event sepanjang tahun, berbeda dengan tahun sebelumnya, untuk mencegah penumpukan acara di akhir tahun. Pekan depan, event seperti Grebeg Sudiro akan digelar di Solo, Jawa Tengah, dan akan terus dilanjutkan di berbagai tempat, termasuk festival Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat.

Menteri Pariwisata juga menyoroti aspek pemberdayaan UMKM dan kuliner daerah dalam KEN 2024. Ia menekankan pentingnya menampilkan kuliner-kuliner lokal agar wisatawan dapat lebih mengenal dan menikmati kekayaan kuliner di setiap daerah.

“Zona Kuliner ini memiliki daya tarik tertinggi, dan data menunjukkan bahwa 63 persen wisatawan berkunjung ke suatu daerah untuk menikmati kuliner khasnya. Oleh karena itu, di setiap KEN, zona kuliner harus hadir untuk memperkenalkan kuliner terbaik dari daerah masing-masing kepada para wisatawan,” tegasnya. []

Aishah: Pendidikan Anak Usia Dini Sangat Penting

0
CEO SEA sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah. (Foto: Dok. Pribadi Aishah)

Nukilan.id – Pendidikan anak pertama kali diperoleh dari keluarga, kemudian dari lingkungan, sekolah, atau taman pendidikan anak usia dini. Saat ini pendidikan sekolah anak berupa PAUD atau pendidikan anak usia dini. Paud menjadi tempat sosialisasi pertama anak dengan teman sebayanya dan juga orang dewasa, yaitu gurunya di luar dari keluarga.

Seluruh aspek pembinaan yang diupayakan untuk anak usia dini ini disebut pendidikan usia dini. PAUD juga merupakan pendidikan persiapan untuk mengikuti pendidikan selanjutnya, yaitu pendidikan dasar.

Pendidikan usia dini juga pendidikan pra sekolah yang terdiri dari jalur pendidikan formal, non formal, dan informal. Jalur formal terdiri dari Taman Kanak-kanak (TK), sedangkan Raudhatul Athfal untuk jalur non formal adalah kelompok bermain, penitipan anak, dan satuan PAUD sejenis.

CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah mengatakan, secara umum dengan memperhatikan tujuannya, pendidikan usia dini ini sangat penting. Di mana pada pendidikan usia dini ini memberikan stimulasi atau rangsangan bagi perkembangan potensi anak.

Terutama, bagi orang tua sangat penting untuk memahami bahwa pendidikan usia dini ini bukan tempat anak harus menjadi unggul dari teman-temannya. Namun sebagai tempat anak bersosialisasi dengan teman-teman dan lingkungannya.

Perlu diketahui, pendidikan anak usia dini adalah tempat untuk memberikan pendekatan-pendekatan sosial dan pendekatan pembelajaran melalui permainan dalam kondisi yang kondusif dan inklusif.

Kemudian, pendidikan dini guna memastikan bahwa perkembangan kepribadian anak yang bebas, harmonis sesuai dengan ritmenya, dan perkembangan kontrol diri pada anak terjadi. Hal tersebut disebabkan pendidikan anak usia dini belum memiliki kemampuan untuk memahami emosi, persepsi orang lain, atau penilaian orang lain terhadap dirinya.

Aishah juga menyampaikan, pendidikan anak usia dini bukan pendidikan industri. Artinya, pendidikan yang menempatkan pembelajaran berpusat di ruang kelas. Pembelajaran sejati terjadi dalam konteks kehidupan kita dan dampak jangka panjang dari setiap pembelajaran baru tergantung pada hubungannya dengan dunia di sekitar kita.

Misalnya, di masa-masa sulit, meskipun mungkin menyakitkan, kita sering sampai pada pemahaman yang tidak mungkin terjadi karena model yang berpusat pada kelas yang mendominasi.

Ia juga menyebutkan, banyak tempat di mana pembelajaran terjadi dalam kehidupan anak, salah satu seperti yang menjadi tema adalah PAUD. Taman bermain, rumah teater, atau bermain peran yang bisa dipentaskan dan tim olahraga.

Ini banyak diabaikan dalam pendidikan saat ini, khususnya di Aceh. Setiap hubungan dalam kehidupan anak membawa dimensi pembelajaran potensial, semua itu dapat dilakukan dengan semangat belajar. Tempat-tempat belajar semua pada umumnya tidak terlihat dari sudut pandang kelas.

Lanjutnya, untuk anak usia dini, setelah keluarga adalah rumah sendiri. Kemudian kerabat adalah tempat anak belajar juga. Banyak anak memendam perasaan dalam hubungan sosial dalam keluarga, yakni anak-anak yang usia dini belum dapat menangkap persepsi, sedangkan untuk anak pendidikan dasar sudah mulai menangkap sedikit persepsi dan emosi.

Lantas, apa kaitannya? Maka dalam menjalin hubungan kekeluargaan, dalam interaksi ini orang tua sulit untuk membendung hal-hal yang di luar kendalinya, yaitu persepsi-persepsi orang tua-orang tua dan kerabat.

Lazimnya terjadi dalam keluarga adalah membandingkan anggota keluarga satu dengan yang lainnya. Terlebih dalam konteks anak-anak yang sedang berproses tumbuh kembangnya. Anak-anak menjadi viktimisasi dari basa-basi keluarga yang bangga pada prestasi satu anak pada satu bidang tanpa mentolerir, tanpa berempati kepada anak yang disisinya yang tidak berprestasi sama dengan yang lain.

“Lantas apa yang ada di benak anak yang lain, tentu kekecewaan dan proteksi diri terjadi, indikasinya dapat terlihat dari anak menjauh, tidak melibatkan diri dari kumpul keluarga diakibatkan menghindar dari persepsi-persepsi orang dewasa yang not enough mature because of not enough parenting kowledge,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id pada Minggu (28/1/2023).

Oleh karena itu, dinamika ini merusak kepercayaan diri anak sekaligus pembenaran bagi orang dewasa dan sulit untuk dihindari. Konflik ini sering menjadi beban bagi orang tua yang paham kondisi anak, namun di sisi yang lain sulit untuk menerima dikarenakan budaya menghormati dan setiap yang orang tua katakan sifatnya benar walaupun sangat tidak benar dan bahkan merusak dan menimbulkan depresi pada anak.

Akan tetapi, kembali pada pendidikan anak usia dini ini sudah saatnya kita harus menganggap ini adalah visi yang serius. Visi yang diartikulasikan bahwa anak memiliki variasi luar biasa dalam jenis kecerdasan dan variasi luar biasa dalam cara belajar. Enam puluh tahun terakhir telah ada penelitian inovatif tentang perkembangan anak, gaya belajar, dan sifat proses pembelajaran.

Semuanya mengarah pada menghargai variasi atau keberbedaan. Sangat penting untuk membawa anak pada pembelajaran realita. Didasarkan pada prinsip-prinsip pembelajaran tindakan yang menghubungkan peserta didik dengan alam dan komunitas.

Beberapa prinsip pembelajaran realitas dan keberpihakan pada anak atau student center telah lama kita guru-guru lakukan, sifatnya inklusif dan pelepasan ini berubah menjadi keterlibatan belajar yang serius dan menyenangkan.

Ia juga menambahkan, di beberapa sekolah taman bermain yang berada di lingkup kota Banda Aceh sudah kita temui dan mengarah pada arah yang lebih baik walau dengan keterbatasan sumber daya.

Support sistem juga diperlukan untuk mendukung aktivitas ini. Ia juga sangat mengapresiasi kunjungan Darma Wanita Dinas Pendidikan beberapa pekan yang lalu ke sekolah dasar inklusi dan taman bermain atau PAUD.

Tujuannya sebagai support sistem untuk pendidikan inklusif. Kegiatan ini diharapkan dapat mengkontaminasi pihak-pihak lain untuk terus mendukung pendidikan, memberikan semangat kepada guru-guru, dan dengan harapan pendidikan terus mengarah ke perubahan pendidikan yang lebih baik.

“Selain itu, pendekatan yang lebih holistik dalam mengevaluasi kinerja guru dan sekolah juga perlu, evaluasi baik pada aspek akademik, pengembangan profesional, kesejahteraan guru, dan lingkungan belajar yang inklusif,” pungkasnya [Auliana Rizky]

AMSI Beri Penguatan Sekolah Literasi Pemberitaan Pemilu

0
Kegiatan Sekolah Literasi di aula Kantor Desa Botubulowe, Kecamatan Dungaliyo, Minggu 28 Januari 2024. (Foto: Dok. AMSI)

Nukilan.id – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Gorontalo menggelar “Penguatan Sekolah Literasi Pemberitaan Pemilu”. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Komunitas Literasi Kampung (Klik) dan Jurusan Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta terdiri dari penyelenggara pemilu, Panwas (Panitia Pengawas) kecamatan dan desa, PPS (Panitia Pemungutan Suara), KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), Mahasiswa Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) UNG dan wartawan.

Kegiatan Sekolah Literasi dilaksanakan di aula Kantor Desa Botubulowe, Kecamatan Dungaliyo, Minggu (28/1/2024).

Dalam Sambutannya Ketua Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan AMSI Gorontalo, Anang Susanto, meminta kegiatan yang digelar ini dapat meningkatkan mutu informasi pemilu yang akan beredar di masyarakat.

“Nantinya kita akan berkewajiban memberikan informasi yang akurat, bukan Hoaks,” kata Anang.

Sekretaris Klik, Abdul Fikri Katili, menekankan pentingnya jurnalisme dalam penyelenggaran Pemilu karena merupakan pilar ke-4 demokrasi.

Abdul juga menerangkan bahwa saat ini masyarakat tidak lagi kekurangan informasi, tetapi telah kelebihan informasi. Sehingga dengan banyaknya informasi yang beredar perlu adanya filter untuk menyaring informasi yang diterima.

“Kita perlu menyaring informasi karena banyaknya informasi, terlebih dengan informasi pemilu, yang mulai dekat,” ujarnya.

Dosen Komunikasi FIS UNG, Muhammad Akram Mursalim S,Sos., M.I. Kom, meminta untuk berhati-hati dengan informasi yang ada, karena di era saat ini kebohongan dapat menyamar menjadi sebuah kebenaran.

“Proses pembuatan berita itu dimulai dari kebenaran, bukan kebaikan,” tegasnya.

Kebenaran tersebut diartikannya secara fungsional, yang dimulai dengan mengambil berita di lapangan kemudian membawa ke meja redaksi, sehingga melahirkan berita yang berkualitas dan menjaga kualitas berita.

Akram berharap nantinya kolaborasi dalam kegiatan ini dapat berangkat dengan kebenaran, ada buku dari Bill Kovach tentang 9 elemen jurnalisme dengan prinsip pertama adalah kebenaran dan yang terakhir adalah hati nurani.

Pemateri Penguatan Sekolah Literasi Pemberitaan Pemilu masing-masing Ketua AMSI Gorontalo Verrianto Madjowa dan Ketua Komunitas Literasi Kampung Irfan Yasin.

Nadia Salsabila Terpilih Jadi Leader Kejar Mimpi Aceh Periode 2024-2025

0
Perpisahan dan pelantikan pegurus baru Kejar Mimpi Aceh periode 2024-2025 di Cafe Euphoria, pada Sabtu 27 Januari 2024. (Foto: For Nukilan)

Nukilan.id – Komunitas Kejar Mimpi Aceh (KMA) menggelar perpisahan dan pelantikan pegurus baru periode 2024-2025. Kegiatan yang mengusung tema “It’s Time to Say Welcome and Goodbye: The New Chapter of KM Aceh” ini berlangsung di cafe Euphoria, pada Sabtu (27/1/2024).

Safira Zahrani selaku PIC kegiatan mengatakan kegiatan ini selain peralihan jabatan juga merupakan ajang memperkuat silaturrahmi antara alumni dan anggota Kejar Mimpi Aceh. 

“Konsepnya romantic family yang bertujuan untuk menjalin bounding silaturrahmi antara alumni dan member KMA,” kata Safira.

Dalam kegiatan ini, Nadia Salsabila terpilih sebagai Leader Kejar Mimpi Aceh periode 2024-2025 menggantikan Lia Hanifa.  

Pada kesempatan tersebut, Nadia Salsabila merasa senang sekaligus berat dalam mengemban amanah ini, karena harus memimpin sebuah organisasi yang berdampak dan salah satu komunitas yang ada di seluruh Indonesia.

“Senang tapi berat juga karena ada pressure sendiri karena harus memegang komunitas yang berdampak di lndonesia,” ungkap Nadia. 

Namun, ia berharap dengan menjadi pemimpin di komunitas ini bisa belajar seiring berjalannya waktu dan berharap agar kedepannya komunitas ini terus berkembang dan bisa lebih berdampak kedepannya.

“Mungkin seiring berjalan waktu bisa belajar  juga agar KMA bisa lebih berkembang dan bisa terus berdampak ke masyarakat,” harapnya. 

Sementara itu, Leader sebelumnya Lia Hanifa, mengungkapkan selama menjabat ia bisa membuktikan tentang kepemimpinan perempuan dan yakin bahwasanya cahaya Tut Wuri Handayani bisa lahir dari perempuan Aceh.

“Dari sini saya bisa membuktikan women leadership itu nyata adanya, karena saya menjadikan komunitas ini sebagai rumah tempat berdampak. Saya yakin cahaya Tut Wuri Handayani bisa lahir dari pemimpin perempuan di tanah rencong,” ujar Lia.

Lia berharap agar pemimpin baru KMA bisa meneruskan estafet kepemimpinannya dan bisa membuat gebrakan program yang lebih berdampak bagi masyarakat.

“Semoga bisa meneruskan estafet ini dan bisa membuat gebrakan baru yang lebih luar biasa dan berdampak,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Kejar Mimpi merupakan sebuah gerakan yang di inisiasi oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk (Cimb Niaga) sejak 2017, Kejar Mimpi Aceh  merupakan salah satu dari komunitas Kejar Mimpi yang tersebar di 35 kota di seluruh Indonesia.

Kejar Mimpi Aceh terbentuk sejak 12 Oktober 2019 dengan adanya kegiatan leaders camp Aceh. Kejar Mimpi Aceh secara aktif menciptakan program yang berdampak positif bagi anak muda dan masyarakat luas melalui komunitas Kejar Mimpi Aceh. []