Beranda blog Halaman 1287

Maraknya Kriminalitas Remaja di Aceh, Ini Respon Pemerintah

0
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri, S.Ag, MH. (Foto: Dok. Humas Aceh)

Nukilan.id – Tindak kriminalitas di kalangan remaja semakin menjadi sorotan di Provinsi Aceh. Baru-baru ini, sekelompok remaja berhasil diamankan oleh pihak kepolisian setelah terlibat dalam tawuran dan pembegalan.

Kejadian serupa juga tercatat dalam bulan yang sama, dengan adanya kasus perampokan dan pembunuhan yang melibatkan pelaku berusia remaja.

Pemerintah Aceh merespon cepat terhadap meningkatnya angka kriminalitas ini. Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri, mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan aktif mengawasi perilaku anak muda di sekitarnya.

“Gerak gerik mereka harus terus dipantau agar peluang terjadinya kejahatan, seperti pembegalan atau bentuk premanisme lainnya, dapat diminimalisir,” ungkap Zahrol Fajri.

Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan potensi kriminalitas yang mereka saksikan kepada aparat penegak hukum. Zahrol menekankan perlunya memberikan hukuman yang memberikan efek jera terhadap para pelaku kriminalitas remaja, guna mencegah terulangnya tindakan serupa.

“Unit pemerintahan terendah, yaitu gampong, juga diharapkan dapat aktif dalam upaya pencegahan. Sistem pageu gampong (pagar kampung) dapat dihidupkan, di mana aparatur kampung melakukan pengawasan dan tindakan awal sesuai aturan hukum. Pendekatan ini secara kolektif diharapkan efektif untuk mempersempit ruang terjadinya kejahatan,” jelas Zahrol.

Menurut Zahrol, tindak begal yang terjadi belakangan ini merupakan sesuatu yang sangat tidak lazim bagi Aceh. Ia berharap masyarakat tidak kehilangan kesabaran dan memilih melakukan tindakan sepihak. Sebaliknya, masyarakat diajak untuk bersama-sama berupaya memperbaiki keadaan dan melindungi generasi muda serta Aceh dari ancaman kehancuran.

“Jangan sampai kita terjebak dalam penghakiman sendiri. Mari bersama-sama kita berusaha memperbaiki keadaan demi keselamatan anak-anak kita dan masa depan Aceh,” tandas Zahrol Fajri. []

Melawan Takdir: Ivan Penjual Koran dengan Semangat Berjualan dan Mengajar Gitar

0
Loper koran Tuna Daksa bernama Ivan. (Foto: CNBCIndonesia)

Nukilan.id – Ivan berseru sambil mengendarai motor yang dimodifikasi menjadi roda tiga. Motor inilah yang menemani Ivan berjualan koran. Terbatasnya anggota gerak tubuhnya, dulu menyulitkan Ivan untuk berkeliling menjajakan koran. Kini motor ini lah yang jadi teman hidup Ivan mencari pundi-pundi nafkah guna melanjutkan hidup.

Ivan, seorang laki-laki sebatang kara berusia 51 tahun, tinggal di Jalan Cipinang, Kebembem, Jakarta Timur. Meskipun lahir dengan kondisi sehat, namun penyakit polio menyerangnya sejak usia 5 tahun, membuatnya harus menghadapi keterbatasan dalam gerak tubuh.

“Tetapi sampai sekarang kaki-kaki belum,” cerita Ivan, menggambarkan perjuangan hidupnya.
Namun, keterbatasan fisik tidak membuat Ivan menyerah pada takdir. Sejak tahun 1998, Ivan memilih berjualan koran sebagai sumber penghasilan utamanya.

Meskipun dulunya pekerjaan ini cukup menguntungkan, perkembangan teknologi dan media sosial mengurangi pelanggan setianya. Hingga pada tahun 2019, Ivan hanya memiliki 3 pelanggan yang tersisa.

Namun, Ivan tidak menyerah. Dengan semangat dan cintanya pada musik, Ivan membuka jasa kursus gitar. Meskipun memiliki keterbatasan gerak, musik menjadi cara Ivan untuk merasa bebas dan melepas beban hidup. Ia pernah menjalani sekolah musik dari tahun 2014 hingga 2019.

Pada tahun 2021, Ivan memulai memberikan jasa kursus gitar. Ia mempromosikan usahanya dengan memasang banner di daerah pemukiman dekat tempat tinggalnya. Meskipun belum banyak yang berminat, Ivan terus bersemangat dan memiliki harapan besar.

Ivan berharap agar di masa depan, seniman, khususnya seniman disabilitas seperti dirinya, bisa mendapatkan pengakuan di masyarakat. Melalui musik, Ivan berharap hidupnya dapat terus berjalan.

Kisah perjuangan Ivan menginspirasi kita untuk bersyukur dan menjalani hidup dengan semangat. Mari berpartisipasi dalam mengurangi beban Ivan dengan donasi melalui berbuatbaik.id.

Setiap donasi akan langsung diteruskan 100% tanpa potongan biaya apapun. Mari bersama-sama berbuat baik dan menyebar kebaikan kepada sesama. #sahabatbaik #berbuatbaik. [CNBCIndonesia]

Hoaks! Polisi Bantah Teridentifikasinya 23 Geng Motor di Aceh

0
Pesan WhatsApp Hoax yang tersebar di grup. (Foto: Tangkapan layar)

Nukilan.id – Beredarnya pesan WhatsApp yang menyebutkan teridentifikasinya 23 geng motor di Aceh dan disertakan nama seorang personel polri dari Polda Aceh membuat resah masyarakat. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.

Dalam pesan tersebut, terdapat pernyataan yang mengklaim bahwa sumber informasinya berasal dari seorang personel Polda Aceh, yakni Kompol. Apriadi S.Sos., M.M., Kasubdit Kamneg Dit Intelkam Polda Aceh. 

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa sudah ada 23 geng motor yang teridentifikasi di Aceh, termasuk geng motor askota (anak asrama koeta alam) yang diklaim memiliki syarat menjadi anggota dengan mencuri dan menebas orang.

Joko menegaskan bahwa personel Polda Aceh yang namanya dicatut dalam pesan tersebut tidak pernah memberikan informasi sebagaimana yang telah tersebar.

“Informasi terkait teridentifikasinya 23 geng motor di Aceh dipastikan hoaks. Personel Polda Aceh yang dicatut namanya juga tidak pernah memberikan informasi tersebut,” tegas Joko di Polda Aceh, Selasa (30/1/2024).

Kabid Humas Polda Aceh juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan pentingnya menyaring setiap informasi sebelum membagikannya dan, jika ada informasi yang diragukan keabsahannya, agar segera dikonfirmasi ke pihak kepolisian terdekat. []

Psikolog Yusniar: Menikah Bukan Hal Coba-coba di Usia Muda

0
Psikolog di RSUD Meuraxa Yusniar Idris. (Foto: Dok. Pribadi Yusniar)

Nukilan.id – Dalam perkembangan sebagai seorang individu, usia 19 tahun masih dalam rentang usia remaja. Secara psikologis, usia remaja adalah usia transisi dari peran yang sebelumnya adalah seorang kanak-kanak kemudian belajar memahami dan mempelajari bagaimana ia nantinya akan menjadi dewasa. Walaupun usia 19 sudah memasuki usia remaja akhir, hampir menjadi dewasa, namun perilaku, perasaaan dan pola pikir seorang remaja masih mendominasi.

Dalam hal ini, Psikolog di RSUD Meuraxa Yusniar Idris mengatakan, masa remaja disebut sebagai masa yang labil. Artinya, di mana seorang remaja masih fokus mencari jati dirinya, masih mudah terpengaruh, terutama bagi remaja perempuan, masih mudah ‘moody’.  Emosi remaja perempuan masih mudah bergejolak, mudah senang, dan gembira, kemudian mudah pula merasa sedih atau marah.

Jadi, bisa dibayangkan di saat sebagai seorang anak, si remaja perempuan masih bisa menunjukkan perilaku manja dan kolokannya di rumah bersama orang tuanya. Namun, dalam usia emosional masih mudah ‘moody’ dituntut harus bisa memahami dan mengurus orang lain. Maka, bisa memungkinkan untuk muncul stress dan kecemasan dalam diri remaja tersebut.

Ia juga menyampaikan, bila si remaja menikah dan menjalankan perannya sebagai istri apalagi sebagai seorang ibu. Pertanyaannya adalah bagaimana ia harus menjalankan peran tersebut dalam kondisi ia sendiri masih belajar untuk menjadi dewasa? Di mana orang dewasa sudah bisa mengontrol emosinya, sudah mengetahui tanggung jawab, dan bisa menjadikan orang lain sebagai fokus perhatiannya. Otomatis, seorang remaja belum mampu secara kapasitas, yakni secara psikologis dalam menjalankan peran orang dewasa.

“Ia masih dalam proses belajar, namanya belajar pasti ada jatuh bangun, masih ada salah dan ragu dalam bertindak dan seorang ibu tidak mungkin mengasuh anaknya dengan cara coba-coba, kan tidak mungkin saat anak menangis si ibu juga ikut menangis, pada akhirny ia bingung harus berbuat apa,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id pada Selasa (30/1/2024).

Lanjutnya, kesiapan menikah memang tidak dibatasi oleh usia, ada juga perempuan berusia 30 tahun belum menikah dengan alasan belum siap menjalankan tugas sebagai istri ataupun seorang ibu. Demikian juga dengan laki-laki, ada yang sudah lebih dari 30 tahun tapi belum menikah karena merasa belum mampu bertanggung jawab secara lahir batin maupun materi terhadap istrinya nanti.

Akan tetapi, ada juga orang tua yang segera menikahkan anak perempuannya tamat SMP. Orang tuanya tidak mau anaknya terpengaruh pergaulan bebas, apalagi secara ekonomi tidak memungkinkan si anak untuk melanjutkan pendidikan. Namun, jika kembali kepada kesiapan psikologis, usia remaja memang belum memenuhi persyaratan tersebut. Sebenarnya banyak pilihan yang bisa dilakukan jika tidak melanjutkan Pendidikan setamat SMP. Di Aceh bisa dilihat dari beberapa remaja yang putus sekolah formal, ada pilihan untuk melanjutkan pembelajaran agama di dayah sebagai santri dan ini pilihan yang sangat tepat. 

“Di sana si remaja tidak hanya belajar agama, namun ia juga bisa mematangkan dirinya secara perilaku dan tanggung jawab karena biasanya hidup di dayah, mulai dari santri harus mandiri, memasak, mencuci baju, dan hal-hal lain yang harus dilakukan secara mandiri, ini sangat bagus jika pilihannya nanti adalah menikah bukan bekerja,” ujarnya lagi.

Ia juga menyebutkan, jika remaja perempuan menikah dengan laki-laki dewasa, kemungkinan si remaja akan ada yang membimbing dan mengarahkan di saat ia labil. Walaupun laki-laki yang menjadi pasangannya kemungkinan akan merasa lelah secara psikologis karena harus menghadapi dunia kerja yang pastinya tidak selalu mulus dan aman-aman saja. Ketika pulang ke rumah harus lagi menghadapi istri remajanya yang masih manja dan kolokan. Jadi, bisa diprediksikan remaja menikah dengan remaja. Pastinya yang akan lelah orang tua dari kedua belah pihak.

Perkembangan kematangan prefrontal cortex atau otak emosi ini memang masih masa tumbuh kembang dan menyempurnakan diri di bawah usia 20-an. Otak emosi yang belum matang pastinya juga belum siap jika dihadapkan dengan beberapa tugas yang harusnya dilakukan oleh otak dewasa yang sudah matang. Ibarat buah, jika belum matang rasanya pasti belum enak, kalaupun dipaksa untuk dimatangkan, dikarbit, rasanya pasti juga tidak enak. Hal ini bisa menyebabkan sakit perut ketika dimakan dan ini buah yang pasif perannya. Lalu bagaimana dengan otak manusia yang harus aktif dan proaktif dalam menghadapi begitu banyak tanggung jawab dan masalah? Ujung-ujungnya remaja yang menikah dini akan mudah mengalami stress dan kecemasan.

Di sisi yang sama, pendidikan mengenai hal tersebut sebaiknya disampaikan juga dalam dunia pendidikan di sekolah. Guru-guru memberikan pemahaman mengenai pergaulan dan bagaimana remaja perempuan bersikap dan bagaimana remaja laki-laki bersikap. Usia remaja memang dalam usia mulai aktif tertarik pada lawan jenis dan ini normal. Namun, pemahaman batasan pergaulan dan kedekatan haruslah diberikan pemahaman lebih oleh orangtua dan para pendidik.

Dalam tugas perkembangan remaja, secara psikologis memang belajar berperan, bersikap, dan mengenal lawan jenis. Akan tetapi, bukan berarti hal ini harus dilakukan dengan berpacaran. Belajar menjalankan peran sesuai dengan jenis kelaminnya bisa dilakukan dengan berteman. Jadi, remaja bisa belajar bagaimana berbicara atau bersikap santun dengan lawan jenis. Di sinilah orangtua, wali, dan pendidik sangat diperlukan untuk berperan aktif dalam memantau tumbuh kembangnya remaja.

“Tetapi bukan berarti bersikap seperti cctv yang memantau 24 jam, ini justru akan membuat remaja serba salah, cemas dan tertekan, tetapi berikan remaja pemahaman, buka ruang diskusi, dan kedekatan dengan anak remaja,” tambahnya.

 Kemudian, orang tua menempatkan dirinya seperti teman bagi anak remajanya sehingga si remaja bisa menjadikan orang tuanya tempat curhat dan berbagi cerita. Biasanya di usia ini, remaja sangat suka bercerita. Namun kebiasaan bercerita ini tidak terbentuk begitu saja, perlu dibangun pelan-pelan. Apalagi jika pada usia anak, orang tua kurang terbuka dengan anak-anaknya. Maka, hal yang dilakukan bisa berupa mendengar tanpa mengkritik, biarkan remaja sendiri yang nanti membuat kesimpulan mengenai apa yang dialaminya. 

“Jika orangtua terbiasa menilai membuat ‘judge’, maka remaja akan enggan bercerita, Bapak Ibu, jadilah teman si remaja, tempat mereka berbagi cerita, tempat curhat, dan berkeluh kesah jika kita ingin anak-anak remaja kita tetap dalam pemantauan kita walaupun tanpa cctv,” pungkasnya [Auliana Rizky]

Kunker ke Aceh Tengah, Wali Nanggroe Kagumi Keindahan Alam dan SDA

0
Penjabat Bupati Aceh Tengah Ir. T. Mirzuan, MT, menerima kunjungan kerja dari Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar. [Foto: Diskominfo Aceh Tengah]

NUKILAN.id | | Takengon – Penjabat Bupati Aceh Tengah Ir. T. Mirzuan, MT, menerima kunjungan kerja dari Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar pada Rabu (31/01/2024) malam.

Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Ummi Pendopo Bupati Aceh Tengah dan dihadiri oleh para tokoh adat, unsur pimpinan daerah, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, imam mukin, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Aceh Tengah, Ir. T. Mirzuan, MT, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar di Kabupaten Aceh Tengah. Beliau menyampaikan ucapan selamat datang dan mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan suatu kehormatan bagi masyarakat setempat.

“Izinkan saya atas nama masyarakat serta selaku Penjabat Bupati Aceh Tengah mengucapkan selamat datang kepada Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar beserta rombongannya yang telah tiba di Takengon, Aceh Tengah. Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan bagi kami, semoga dapat mempererat tali silaturahmi kita,” ucap Mirzuan.

Mirzuan juga menyoroti keindahan alam Kabupaten Aceh Tengah yang dapat memanjakan mata, potensi kopi terbaik di dunia, serta berbagai potensi wisata yang dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Kabupaten Aceh Tengah ialah salah satu kabupaten yang memiliki potensi alam yang dapat memanjakan mata, dan merupakan daerah yang memiliki ragam wisata, mulai dari wisata alam, adat istiadat, sejarah, kuliner, dan lainnya,” tambahnya.

Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar dalam kata sambutannya menyampaikan kagumnya terhadap keindahan alam Aceh Tengah yang tidak kalah dengan destinasi wisata internasional. Beliau juga menekankan pentingnya penggalian potensi alam untuk meningkatkan pariwisata dan ekonomi daerah.

“Saya sangat betah berada di tanah Gayo ini, sebab tidak kalah indah pegunungannya dengan yang berada di luar negeri, keindahan alam di sini sangat luar biasa,” ujar Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar.

Beliau menambahkan bahwa perlu adanya upaya peningkatan dan penggalian lebih mendalam agar potensi alam Kabupaten Aceh Tengah dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi.

“Bagaimana cara kita dapat membawa turis dari beberapa negara tetangga sehingga dapat membawa perkembangan ekonomi bagi kita, sebab kita memiliki potensi yang cukup besar, dengan kekayaan alam yang sangat melimpah,” tandasnya.

Pada akhir kunjungan, Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan jamuan makan yang telah diberikan oleh masyarakat Kabupaten Aceh Tengah.

Ia berharap kunjungan tersebut dapat memperkuat kerjasama dan sinergi antara Kabupaten Aceh Tengah dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah lainnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Nilai Ekspor Aceh Naik 76,31 Persen pada Desember 2023

0
Ilustrasi Ekspor Impor. (Foto: Aspek.id)

Nukilan.id – Nilai ekspor barang asal Aceh pada bulan Desember 2023 mencapai 42,39 juta dolar AS. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 76,31 persen jika dibandingkan dengan bulan November 2023.

Fungsional statistisi Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Titiek Zurriyati menyebutkan kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada bulan Desember 2023 dari kelompok komoditas bahan bakar bakar mineral yaitu berupa batubara dan kondensat sebesar 30,11 juta dolar AS.

“Ekspor komoditas terbesar asal Provinsi Aceh selama bulan Desember 2023 ditujukan ke negara India yaitu sebesar 20 juta dolar AS dengan komoditas utama berupa batubara,” ujar Titiek, Selasa (31//1/2024).

Sedangkan ekspor tertinggi Aceh pada Desember 2023 menurut sektor yaitu hasil pertambangan yaitu senilai 30,12 juta dolar AS.

Sementara nilai impor provinsi Aceh pada Desember 2023 mencapau 39,32 juta dolar AS atau naik sebesar 49,51 persen jika dibandingkan dengan November 2023. Nilai impor terbesar berasal dari komoditas gas yaitu seniali 22,84 juta dolar AS.

Dengan demikian, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada Desember 2023 mengalami surplus sebesar 3,06 juta dolar AS. [Sammy]

1.408 Personel Polda Aceh Siap Amankan TPS Pemilu 2024

0
Ribuan personel Polda Aceh siap mengamankan TPS Pemilu. (Foto: Dok. Polda Aceh)

Nukilan.id – 1.408 personel Polda Aceh siap diserpas untuk mem-backup polres jajaran dalam mengamankan tempat pemilihan suara (TPS) pada Pemilu 2024 yang jatuh pada 14 Februari mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kasatgas Humas Operasi Mantap Brata (OMB) Seulawah Kombes Joko Krisdiyanto, usai pengecekan kesiapan personel di lapangan Mapolda Aceh, Selasa, 30 Januari 2024.

Joko mengatakan, seluruh personel yang terlibat pengamanan TPS telah dicek baik kesehatan fisik maupun mentalnya serta sikap tampang. Semuanya sudah siap diserpas ke polres jajaran pada 11 Januari mendatang.

“Ada 1.408 personel dari Polda Aceh yang disiapkan untuk diserpas ke polres jajaran dalam rangka pengamanan TPS,” kata Joko.

Ia juga menyampaikan, dari 1.408 personel tersebut sudah dibagi per polres sesuai kebutuhan. Nantinya, mereka akan diberangkatkan sesuai plotting yang telah ditetapkan.

Aslam Nur Dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh

0
Pelantikan Aslam Nur (tengah) sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh. (Foto: Dok. Unmuha)

Nukilan.id – Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melantik secara resmi Dr. Aslam Nur, MA sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) masa jabatan 2024-2028 oleh. Pelantikan berlangsung di UCC Ahmad Dahlan Unmuha, Banda Aceh, Selasa (30/1/2024).

Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Keputusan Pemberhentian Rektor Unmuha masa jabatan 2020 – 2024 dan Keputusan Pengangkatan  Rektor Unmuha masa jabatan 2024-2028 oleh Kepala Biro Administrasi Umum Unmuha, Dr. Nuzulman, M.Si.

Pelantikan dan pengambilan sumpah Jabatan Rektor Unmuha masa jabatan 2024-2028 oleh Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dr. Muhammad Syamsuddin, M.Pd yang disaksikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa, SH. M.Hum.

Dalam sambutannya, Aslam Nur menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika, Dekan di Lingkungan Unmuha yang sudah membersama-sama selama periode empat tahun yang lalu dan memajukan Unmuha.

Aslam Nur juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada PP Muhammadiyah, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Aceh yang sudah membina Unmuha selama ini. 

Ucapan terima kasih kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, organisasi otonom tingkat wilayah seperti ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Tapak Suci dan organisasi kemasiswaan dilingkungan Unmuha yang sudah membersamai kami dan memberikan dukungan dalam memajukan Unmuha.

“Alhamdulillah, hasil dari kerjasama dan kekompakan kita ini menjadikan Unmuha meraih penghargaan sebagai Universitas Terbaik 1 di Aceh dua periode berturut-turut dan sempat turun menjadi terbaik 3 di periode ketiga. Kita bersama-sama dan menjaga kekompakan ini kita kembali meraih universitas terbaik 1 dan mempertahankannya,” kata Aslam Nur.

Ia mengajak seluruh komponen yang sudah mendukung Unmuha pada periode yang lalu untuk kembali sama-sama untuk memajukan Universitas Muhammadiyah Aceh. “Dengan tekad kita bersama insya Allah dapat meraih tujuan itu,” ujarnya.

Kepala LLDikti Wilayah 13 Aceh yang diwakili oleh Kepala Bagian Umum Syafi’i. SE. M.Si. Ak. menyampaikan ucapan selamat kepada Aslam Nur yang kembali dilantik sebagai Rektor Unmuha masa jabatan 2024-2028. 

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh A. Malik Musa. SH. M.Hum menyampaikan ucapan selamat atas kembali terpilihnya Aslam Nur sebagai Rektor Unmuha masa jabatan 2024-2028. “Kami atas nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh mengajak seluruh komponen yang ada untuk bahu membahu memajukan Muhammadiyah Aceh dan Universitas Muhammadiyah Aceh,” ungkapnya.

“Ada komitmen bersama antara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh dengan rektor yang mana salah satunya adalah menghadirkan Fakultas Kedokteran di Unmuha, Rektor harus mampu melahirkan kader-kader IMM di Unmuha di seluruh fakultas dan masih ada beberapa komitmen untuk membangun Universitas Muhammadiyah Aceh,” ujar Malik Musa.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Dikti PP Muhammadiyah, Dr. Muhammad Syamsuddin mengatakan, semua aktivitas yang ada di Unmuha menjadi vital dalam pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah. 

“Yang terpenting adalah semua amal usaha Muhammadiyah harus mampu mencapai tujuan Persyarikatan Muhammadiyah, yaitu menegakkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” pungkasnya.

Hadir dalam pelantikan rektor para Wakil Rektor Unmuha, sivitas Akademika Unmuha, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah Aceh beserta ortom, Perwakilan Kepolisian dari Polsek Lueng Bata Banda Aceh, Pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta   dan seluruh stakeholder yang selama ini sudah membersamai Unmuha, serta  dan tamu undangan lainnya.

Game Edukasi ‘Tangga Tangguh Bencana’ Raih Juara 1 Lomba U-Dare

0
Juara 1 Lomba Tingkat Internasional U-Dare 24-25 November 2023 Kategori Disaster Media Education. (Foto: For Nukilan)

Nukilan.id – Game edukasi bencana, yakni penggabungan permainan monopoli dan ular tangga berhasil raih juara 1. Tim yang tergabung diantaranya Marini Koto sebagai ketua tim, anggota Raisyah Siti Hafifah dan Rani Mauizzah dari Jurusan Ilmu Komunikasi USK.

‘Tangga Tangguh Bencana’ sebuah game yang terinspirasi dari ular tangga dan merupakan hasil kreasi yang memenangkan perlombaan. Game ini pertama kali dicanangkan dalam lomba tingkat Internasional U-Dare pada 24-25 November 2023 dalam kategori Disaster Media Education.

“Alhamdulillah dalam ajang ini kami mendapatkan juara satu,” ucap Marini saat dikonfirmasi Nukilan.id, Selasa (30/1/2024)

Marini mengatakan, tata atau tangga tangguh adalah game edukasi bencana interaktif yang dikemas dalam bentuk permainan yang familiar dengan masyarakat, yakni penggabungan permainan monopoli dan ular tangga. Katanya, konsep awal dari hadirnya media edukasi ini adalah tentang bagaimana membuat pengetahuan kebencanaan dasar menjadi sesuatu hal yang menarik dan menyenangkan untuk dipelajari sehingga kapasitas masyarakat terkait bencana dapat meningkat dan meminimalisir risiko ketika terjadinya bencana.

Ia juga menyebut, alasan memilih game ini adalah sebagai media edukasi. Inovasi tersebut hadir karena edukasi bencana sering dianggap sebagai sesuatu hal yang membosankan dan tidak dekat dengan masyarakat. Hadirnya permainan ini sebagai medium pembelajaran dirasa sebagai sesuatu yang efektif untuk menggait semua kalangan baik anak-anak sampai orang dewasa.

Sebutnya lagi, pada hakikatnya pengetahuan dasar terkait bencana harus diketahui oleh semua kalangan dan hadirnya tangga tangguh. Kemudian, media edukasi yang dapat menjadi perantara antara pengetahuan dan masyarakat. Game ini jug membuat pengetahuan bencana menjadi sesuatu yang menyenangkan dan mudah untuk dipahami.

Ia berharap ide yang mereka bangun bersama tidak hanya berhenti di sini, tapi penting untuk diimplementasikan ke masyarakat luas agar banyak orang yang merasakan manfaatnya.

“Kedepannya kami akan terus kembangkan permainan ini dan patenkan agar dapat dinikmati oleh masyarakat luas, dengan tangga tangguh kita tangguh bencana,” pungkasnya [Auliana Rizky]

DPW PKS Aceh Ungkap Peran Sentral Dukungan Anies Baswedan 

0
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh, Makhyaruddin Yusuf. (Foto: Dok. PKS)

Nukilan.id – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh, Makhyaruddin Yusuf, memaparkan peran sentral yang dimainkan oleh partainya dalam mendukung penguatan posisi Anies Baswedan di wilayah Aceh. 

Dalam penjelasannya, Makhyaruddin Yusuf menekankan efektivitas kerja politik DPW PKS Aceh yang terlihat jelas dalam hasil yang kini tampak begitu nyata.

Makhyaruddin Yusuf menyampaikan komitmen kuat DPW PKS Aceh untuk secara aktif merancang strategi dan melaksanakan kampanye yang mendukung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

“Kami telah berkomitmen sepenuh hati untuk memberikan dukungan tanpa batas pada Anies Baswedan, dan hasil yang terlihat sekarang membuktikan bahwa dedikasi kami tidak sia-sia,” ujar Makhyaruddin Yusuf di Banda Aceh, Selasa (30/1/2024).

Pria yang juga dikenal dengan gaya kepemimpinan yang elegan ini menyoroti prestasi dalam meraih dukungan dari berbagai lapisan masyarakat di Aceh. 

“Komunikasi efektif dan pendekatan inklusif kami membantu membangun fondasi dukungan yang kuat untuk Anies Baswedan,” tambahnya dengan penuh semangat.

Makhyaruddin Yusuf juga menekankan bahwa partainya fokus pada pemahaman dan penyebaran informasi mengenai program-program Anies Baswedan yang dianggapnya sangat relevan dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Aceh. 

“Kami berupaya menjelaskan dengan jelas visi dan misi Anies Baswedan yang kami yakini akan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di Aceh,” sambungnya.

Ketua DPW PKS Aceh melaporkan bahwa melalui kerja politik yang intensif, posisi Anies Baswedan telah mengalami penguatan yang signifikan di Aceh. 

“Hasil survei dan respons positif dari masyarakat mencerminkan bahwa Aceh memberikan dukungan yang substansial pada Anies Baswedan,” kata Makhyaruddin Yusuf dengan penuh kebanggaan.

Meskipun mengakui adanya tantangan dan dinamika politik lokal, Makhyaruddin Yusuf menekankan bahwa DPW PKS Aceh tetap berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan dukungan masyarakat pada Anies Baswedan. 

“Kami akan terus bergerak maju, menjaga koordinasi yang efektif, dan melibatkan masyarakat dalam proses politik yang demokratis,” tegasnya.

Harapan Ketua DPW PKS Aceh Makhyaruddin Yusuf bahwa dukungan yang kuat dari Aceh akan menjadi kekuatan utama dalam memastikan kemenangan Anies Baswedan pada pemilihan mendatang. DPW PKS Aceh tetap optimis dan siap berperan aktif untuk mewujudkan perubahan positif bagi Aceh dan Indonesia.