Beranda blog Halaman 1214

Presiden Jokowi Gelar Griya Bersama Para Menteri di Istana Negara

0
Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin berjabat tangan pada gelar griya di Istana Negara, Jakarta (Foto: BPMI Setpres)

NUKILAN.id | Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Iriana Jokowi bersilaturahmi bersama Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dan Ibu Wury Ma’ruf Amin, serta para kepala lembaga, menteri Kabinet Indonesia Maju, dan duta besar dalam momen Idulfitri 1445 Hijriah. Acara gelar griya yang dilakukan Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/04/2024) tersebut menjadi ajang untuk merenungkan nilai-nilai sosial, kebersamaan, dan harapan bagi bangsa Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengutarakan perasaan senangnya atas sambutan luar biasa masyarakat. Antusiasme terlihat dari antrean panjang masyarakat saat menunggu giliran bersalaman dengan Presiden Jokowi.

“Tadi saya waktu mau masuk antrenya masih panjang sekali, luar biasa sambutan dari rakyat,” kata Menko PMK.

Muhadjir pun memaknai Lebaran sebagai salah satu momen membuka sekat sosial antarmasyarakat untuk saling bermaafan. Menurutnya, momentum Lebaran juga dapat memutus keengganan untuk berkomunikasi dan saling memaafkan satu sama lain.

“Momentum Lebaran itu semacam simbol sosial untuk menghilangkan sekat itu sehingga jarak, keengganan untuk berkomunikasi satu sama lain untuk mengakui kesalahannya itu jadi hilang, jadi lebur makanya disebut Lebaran karena kemudian berbagai macam sekat itu lebur. Dan kemudian kita sulit untuk mencari momentum seperti Lebaran ini untuk datang meminta maaf atau juga dengan terbuka memberi maaf,” lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati turut menyampaikan rasa syukur atas kegiatan gelar griya di Istana Negara tahun ini. Dengan adanya kegiatan ini, kesempatan untuk merayakan Idulfitiri dengan Presiden Jokowi dan Ibu Iriana terbuka lebar.

“Alhamdulillah dengan open house Bapak Presiden juga memberikan kesempatan baik kepada kita semuanya baik yang bekerja langsung dengan seluruh para menteri bisa bersilaturahmi dengan Bapak Presiden dan Ibu Iriana. Kemudian juga bisa memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa menyampaikan dan merayakan Idulfitri di Istana Negara ini,” ucap Menkeu.

Di samping itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga menyampaikan bahwa pelaksanaan silaturahmi hari ini penuh dengan keakraban dan seluruh unsur masyarakat bersama-sama merasakan kegembiraan Idulfitri 1445 Hijriah. Panglima TNI pun berharap pada Lebaran tahun ini dapat diberikan kesehatan dan keselamatan.

“Pelaksanaan silaturahmi hari ini di Istana Presiden penuh dengan keakraban, selain para menteri, pejabat lainnya, dan masyarakat pun ada yang ikut semuanya merasakan kegembiraan yang sangat baik. Insyaallah ke depan kita selalu diberikan keamanan dan kemakmuran, rakyat kita makmur, sejahtera,” kata Panglima TNI.

Acara gelar griya tersebut juga diramaikan dengan menu khas Lebaran seperti ketupat yang menjadi bagian tradisi dalam merayakan hari yang penuh berkah ini. Momen Lebaran kali ini tidak hanya sebagai waktu untuk bersukacita, tetapi juga sebagai ajang untuk merenungkan kebersamaan, persatuan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia.

Editor: Akil Rahmatillah

Khatib Meunasah Merbo Sebut Tiga Golongan yang Tidak Diterima Ibadahnya

0
Salat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah 2024 Gampong Meunasah Merbo Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara (dok : foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id | Aceh Utara – Pemerintah telah secara resmi menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 2024 atau 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada tanggal 10 April 2024. Penetapan ini dilakukan setelah sidang isbat yang diadakan oleh Kementerian Agama.

Adapun khatib di Desa Meunasah Merbo, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, yakni Tgk. Harmansyah dari Baktiya. Tgk. Harmansyah menjelaskan point-point penting pada puluhan jamaah usai salat Hari Raya Idul Fitri pukul 07.40 WIB pagi, kemudian dilanjutkan dengan ceramah hingga pukul 09.07 WIB, Rabu (10/4/2024).

Ia mengatakan, pada 1 Syawal hari ini ada doa malaikat Jibril yang diaminkan oleh Rasulullah Nabi Muhammad Saw. Doa yang dilantunkan adalah “Jangan terima ibadah seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya”, doa tersebut pun diaminkan tiga kali oleh Rasulullah.

Doa kedua “Jangan engkau terima ibadah seorang istri yang durhaka kepada suaminya” kemudian Rasulullah aminkan lagi. Ketiga, “Ya Allah, jangan engkau terima ibadah seseorang yang tidak mau memaafkan sesama muslim” Rasulullah pun aminkan kembali.

Ada tiga golongan yang tidak diterima puasanya, membaca Al-qur’an, dan salat tarawih oleh Allah Swt. adalah orang yang durhaka pada orang tuanya, durhaka pada suaminya, dan yang tidak mau memaafkan sesamanya.

“Rugi puasa 29 hari tidak ada nilainya di mata Allah swt. kalau ujung-ujungnya tidak diterima,” ucapnya.

Pertama, orang yang durhaka pada orang tuanya, apalagi ibu tidak ada yang bisa membalas jasanya, mulai dari mengandung, melahirkan hingga menyusui. Kemudian, orang tua yang menyukseskan anaknya sampai hilang hartanya, mulai Sekolah Dasar hingga anaknya bisa kuliah. Saat lebaran seperti ini, pulanglah dan cium dahi kedua orang tua karena pahalanya sama seperti seseorang pergi ke Umroh.

Kedua, berbakti pada suami walaupun sudah tua itulah suami yang mengantarkanmu pada syurga. Murka suami maka kamu masuk neraka. Cium saja di mana pun, sunah yang paling bagus adalah takzim pada suami. Pun suami tidak boleh kasar ke istri, begitu juga sebaliknya.

Ketiga, memaafkan tanpa meminta maaf terlebih dahulu adalah yang paling baik. Yang penting niatnya juga, jangan di hati lain. Orang yang paling buruk adalah orang yang mendendam satu sama lain.

Reporter : Auliana Rizky

Lebaran Hari Pertama, Masyarakat Aceh Selatan Ramai Lakukan Ziarah Kubur

0
Sejumlah peziarah nampak sedang membersihkan kuburan kerabatnya masing-masing. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Hari pertama lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah, masyarakat di Kluet Timur, Aceh Selatan ramai berziarah ke kuburan. Tujuannya, mendoakan orang yang lebih dulu meninggal dunia agar diampuni dosanya serta dilapangkan kuburannya.

Pantauan Nukilan.id di Gampong Sapik, Kluet Timur, Aceh Selatan, Rabu (10/4/2024). Sejumlah warga ramai menuju kawasan Tempat Pemakaman Umum. Mereka datang sambil membawa tikar, air, buku Yasin dan parang ke kuburan.

Disana mereka terlebih dahulu membersihkan kuburan kerabat masing-masing lalu membaca Yasin dan mendoakan ahli kubur.

Salah satu peziarah, Faisal mengatakan saat lebaran tiba, biasanya ziarah kubur memang acap dilakukan oleh masyarakat setempat. Ziarah kubur memang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Nisam secara turun temurun.

“Kalau di masyarakat kita biasanya memang sewaktu lebaran, baik itu Idulfitri maupun Iduladha,” ungkap Faisal kepada Nukilan.id, Rabu (10/4/2024).

Faisal menambahkan ziarah dianggap sebagai cara untuk melepas rindu terhadap orang yang telah lama meninggal. Selain itu, lanjutnya sebagai renungan bagi yang masih hidup untuk selalu melakukan amal kebajikan.

“Tujuan lainnya juga agar kita yang masih hidup, terus mengingat akan adanya kematian,” tambahnya.

Faisal juga menjelaskan kegiatan dalam tradisi ziarah kubur, masyarakat bukan hanya membacakan Doa, Shamadiyah dan Surat Yasin. Namun juga, peziarah melakukan tabur bunga serta membersihkan area pemakaman.

“Biasanya kita awali dengan membersihkan kuburan, baru nanti kita bacakan Yasin dan doa, terakhir biasanya kita siram ada juga pakai tabur bunga,” pungkasnya.

Reporter: Akil Rahmatillah

Antrean “Open House” Jokowi di Depan Istana Kisruh, Ini Kronologinya

0
Suasana antrean "Open House" Jokowi di Depan Istana. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Insiden adu mulut sesama warga sempat terjadi pada antrean open house yang digelar Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/4/2024).

Dikutip daru Kompas.com, cekcok terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Penyebabnya, ada sejumlah orang yang tiba-tiba memotong antrean warga di pintu Jalan Majapahit.

Warga yang didominasi emak-emak dan sudah mengantre sejak subuh itu sontak protes. “Woy! antre woy!” teriak warga.

“Jangan motong jalan dong! Antre dari belakang!” teriak mereka lagi.

Ada pula yang mencibir orang-orang yang memotong antrean itu.

“Kalah lu sama bebek!” seru salah seorang warga.

Seketika, suasana antrean mendadak riuh rendah. Seruan-seruan itu membuat orang-orang yang memotong antrean tidak terima. Mereka terlibat adu mulut.

“Ibu enggak perlu jadi provokator,” ujar salah seorang pria yang ikut memotong antrean.

Setelah insiden tersebut, lajur antrean memasuki Istana jadi bertambah. Dari yang tadinya hanya satu lajur, kini menjadi dua lajur.

Orang-orang yang mengantre di jalur kedua didominasi mereka yang baru datang dan ’emoh’ mengantre di lajur pertama.

Sekitar pukul 09.15 WIB, Paspampres mempersilakan sebagian warga yang berada di lajur antrean depan untuk memasuki Istana, termasuk orang-orang di antrean lajur kedua.

Hal inilah yang kemudian memicu kekisruhan selanjutnya. Warga yang berada di bagian belakang antrean lajur pertama tak terima bahwa orang-orang yang baru datang bisa masuk duluan. Mereka pun ikut-ikutan menerobos masuk Istana.

Aksi saling berebut masuk pun terjadi. Sekitar lima menit kekisruhan itu terjadi, Paspampres memutuskan untuk menutup gerbang Istana.

Akibatnya, antrean di luar gerbang buyar. Warga hanya bisa berkerumun di depan gerbang Kemensetneg.

Editor: Akil Rahmatillah

Lontong, Hidangan Wajib Saat Lebaran: Sentuhan Khas Silaturrahmi di Gampong Sapik

0
Lontong, menu favorit saat hari raya. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Setiap datangnya Hari Raya Idul Fitri, tak lengkap rasanya tanpa kehadiran hidangan khas yang telah menjadi ikon budaya, yakni lontong. Di tengah riuhnya suasana Lebaran, lontong tetap menjadi favorit yang disajikan kepada tamu dan tetangga yang bertandang ke rumah untuk bersilaturahmi.

Di Gampong Sapik, sebuah desa yang terletak di Kabupaten Aceh Selatan, penyajian lontong saat lebaran akhir-akhir ini telah menjadi tradisi. Meskipun tidak semua rumah menyajikannya, namun aroma harum lontong yang menguar dari beberapa rumah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran.

Menurut Azwa, seorang warga Gampong Sapik yang setia dengan tradisi ini, lontong bukan sekadar hidangan biasa. Bagi Azwa, Lebaran tidak akan sempurna tanpa lontong di meja makan.

“Rasanya kurang afdhol jika tidak ada lontong di hari lebaran, biasnya kita hidangkan kepada keluarga dan tetangga,” ungkap Azwa kepada Nukilan.id, Rabu (10/4/2024) sembari tersenyum.

Meskipun tidak semua rumah di Gampong Sapik menyajikan lontong, namun bagi mereka yang melakukannya, hidangan ini menjadi simbol kebersamaan dan kehangatan dalam menjalin silaturahmi di hari yang fitri ini.

Tradisi penyajian lontong pada Hari Raya Idul Fitri di Gampong Sapik tidak hanya tentang kelezatan hidangannya, tetapi juga tentang bagaimana setiap suapan lontong menjadi pengikat kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan di antara warga.

Dengan demikian, tidak mengherankan jika lontong tetap menjadi pilihan favorit banyak orang, seperti yang diungkapkan oleh Azwa, yang menjadikannya sebagai menu favoritnya saat Lebaran tiba. Baginya, satu hidangan lontong bisa menghadirkan kenangan manis dan kehangatan dalam setiap perayaan Lebaran.

Reporter: Akil Rahmatillah

Shalat Idul Fitri 1445 H di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Berlangsung Khidmat

0
Suasana shalat Idul Fitri 1445 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh pada Rabu 10 April 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ratusan warga Banda Aceh dan sekitarnya melaksanakan Shalat Idul Fitri 1445 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, dengan penuh khidmat, Rabu (10/4/2024).

Amatan Nukilan di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB,  jamaah sudah mulai berdatangan memenuhi halaman masjid hingga pelatarannya. Shalat Id dimulai pada pukul 07.30 WIB.

Meskipun sempat diwarnai kekhawatiran akan turunnya hujan, pelaksanaan shalat Idul Fitri tahun ini berlangsung lancar tanpa hambatan cuaca. Hal ini tentu menambah kebahagiaan bagi para jamaah yang telah menantikan momen spesial ini.

“Alhamdulillah, tahun ini shalat Idul Fitri bisa dilaksanakan dengan lancar dan khidmat. Cuaca juga cerah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang sering hujan,” ujar salah seorang jamaah, Umi Sarah.

Umi Sarah menambahkan, dirinya sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan tempat shalat di shaf terdepan. “Saya ingin khusyuk mengikuti shalat Idul Fitri tahun ini, dan bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan,” ungkapnya.

Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan juga dirasakan oleh jamaah lainnya, Pak Budi. “Senang sekali bisa kembali shalat Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman bersama keluarga dan kerabat,” tuturnya.

Pak Budi berharap, momentum Idul Fitri ini dapat menjadi momen untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan keimanan bagi seluruh umat Muslim.

Reporter: Rezi

Jokowi Sapa dan Layani “Selfie” Sejumlah Masyarakat Usai Shalat Idul Fitri di Istiqlal

0
Jokowi Sapa Sejumlah Masyarakat Usai Shalat Idul Fitri di Istiqlal. (Foto: Sekretariat Kepresidenan)

NUKILAN.id | Jakarta – Presiden Joko Widodo menyapa masyarakat setelah selesai menjalankan shalat Idul Fitri 1445 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (10/4/2024). Mulanya, ia sampai terlebih dahulu ke mobil Alphard warna hitam dengan pelat RI-1.

Namun, Jokowi tak langsung memasuki mobil karena masih menunggu Ibu Negara Iriana Jokowi. Menunggu sekitar 10 menit, sejumlah warga pun meneriakinya.

“Pak Jokowi, Bapak,” ucap warga yang mayoritas adalah para ibu.

Kemudian, Jokowi berbalik dan melambaikan tangan. Ia juga meminta warga yang ada di lantai 2 untuk turun jika ingin menemuinya.

Tak lama, Iriana pun datang dan keduanya memasuki mobil. Saat mobil berjalan, Jokowi mendadak meminta sopir menghentikan laju dan memanggil warga yang meminta selfie.

Dilansir daru Kompas.com, setidaknya ada tiga atau empat orang warga yang mendapatkan kesempatan foto bersama Kepala Negara itu. Selain Iriana, Jokowi juga tampak ditemani oleh putra bungsunya sekaligus Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep. Kaesang pun berada di berjalan di belakang Iriana bersama dengan istrinya, Erina Gudono.

Editor: Akil Rahmatillah

Presiden dan Ibu Iriana Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Idulfitri 1445 Hijriah

0
Presiden dan Ibu Iriana Jokowi. (Foto: Sekretariat Kepresidenan)

NUKILAN.id | Jakarta – Dalam rangka menyambut Idulfitri 1445 Hijriah, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Iriana Jokowi memberikan ucapan selamat kepada umat Islam di seluruh Indonesia.

“Selamat hari raya Idulfitri 1445 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin,” ucap Presiden dan Ibu Iriana dalam video yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Kabinet.

Dalam ucapan tersebut, Presiden dan Ibu Iriana juga menyampaikan doa dan harapannya untuk seluruh umat Islam di tanah air. Keduanya berharap agar Idulfitri dapat menjadi momen untuk saling memaafkan dan bersilaturahmi.

“Untuk merajut kembali persaudaraan menjadi bangsa yang rukun dan damai, yang bersatu padu membangun Indonesia,” ungkap Presiden.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang sedang dan akan melakukan mudik Lebaran. Presiden berharap agar perjalanan masyarakat dalam mudik Lebaran kali ini diberikan kelancaran dan keselamatan.

“Selamat bersilaturahmi dengan kerabat dan keluarga besar. Saya berharap perjalanan lancar dan selamat,” ucap Presiden.

“Semoga Allah Swt. melimpahkan keberkahan-Nya dan senantiasa membimbing serta melindungi kita semua,” tambah Ibu Iriana.

Senada, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung juga memaknai Idulfitri sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi di tengah masyarakat Indonesia.

“Idulfitri merupakan hari untuk merayakan kemenangan baik pribadi, masyarakat, ataupun bersama-sama, tetapi juga yang tidak kalah penting dari Idulfitri adalah menjaga harmoni, menjaga silaturahmi, kasih sayang, kebersamaan, dan juga saling maaf memaafkan,” ujar Pramono.

Lebih lanjut, Seskab juga menyampaikan harapan agar pada Lebaran kali ini masyarakat dapat bersilaturahmi dalam suasana penuh kebahagiaan.

“Selamat Idulfitri 1 Syawal 1445H. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Saya secara khusus mendoakan supaya kita berbahagia di kampung halamannya masing-masing,” tandas Pramono.

Editor: Akil Rahmatillah

Ribuan Jemaah Memadati Masjid Ilham Gampong Sapik untuk Salat Idulfitri 1445 H

0
Suasana khidmat terpancar di Masjid Ilham Gampong Sapik saat ribuan Jemaah melaksanakan Salat id. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Suasana khidmat terpancar di Masjid Ilham Gampong Sapik, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Dengan penuh kekhusyukan, ribuan jemaah memenuhi masjid sejak pukul 7 pagi, setengah jam sebelum salat dimulai.

Pantauan Nukilan.id di lokasi, rangkaian ibadah dipimpin oleh Tgk Sutardi sebagai imam, memberikan nuansa khidmat bagi para jemaah yang memadati masjid.

Setelah salat, khutbah tentang keutamaan Idulfitri disampaikan dengan penuh hikmah oleh khatib, Abdul Wahid, menyemarakkan suasana.

Sebagai bagian dari tradisi, ucapan selamat Idulfitri dari Keuchik dan Imumchik Gampong Sapik menjadi momen penuh kehangatan bagi seluruh jemaah.

Diakhiri dengan salam-salaman, menandai akhir dari ibadah yang penuh berkah.

Salah satu warga Gampong Sapik, Ambal, yang merupakan perantau di Kota Banda Aceh, berbagi rasa syukurnya dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga.

“Saya sangat bersyukur bisa pulang kampung tahun ini, setelah tahun lalu tidak bisa karena kesibukan pekerjaan,” ujarnya kapada Nukilan.id, Rabu (10/4/2024) dengan penuh rasa bahagia.

Dengan semangat kebersamaan dan syukur yang membara, perayaan Idulfitri di Gampong Sapik tahun ini tetap menjadi momentum yang membahagiakan bagi seluruh jemaah.

Reporter: Akil Rahmatillah

Ribuan Masyarakat Nagan Raya Antusias Mengikuti Pawai Obor

0
Pj Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas didampingi Forkopimda melepas pawai. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Suka Makmue – Ribuan masyarakat di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, dengan penuh antusias mengikuti pawai obor dan takbir keliling menggunakan mobil hias untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

Hal itu terlihat usai Penjabat (Pj) Bupati Nagan Raya Fitriany Farhas didampingi Forkopimda melepas pawai yang ditandai penyerahan obor secara simbolis kepada peserta di pintu gerbang kompleks perkantoran, Jalan Poros Utama, Suka Makmue, Selasa (9/4/2024) malam.

Dalam arahannya, Fitriany Farhas mengatakan pawai takbiran yang dilaksanakan tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya untuk mensyiarkan nilai-nilai Islam di bumi giok.

“Dengan adanya pawai ini diharapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai Ukhuwah Islamiah dan silaturahmi sesama umat muslim khususnya di Kabupaten Nagan Raya. Mari kita laksanakan takbiran ini dengan penuh khusyuk dalam menyuarakan takbir dan menyebut Asma Allah,” ajak Fitriany.

Pj Bupati Fitriany berharap perayaan malam takbir berjalan dengan aman dan tertib. Ia mengimbau peserta pawai untuk mengikuti aturan yang telah ditetapkan dan selama di jalan tidak mengganggu ketertiban umum.

“Terima kasih juga kami ucapkan kepada pihak Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan sejumlah stakeholder terkait yang telah meluangkan waktunya bertugas menjaga penyelenggaraan pawai takbiran. Semoga ini menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” pungkas Pj Bupati Fitriany Farhas.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Ardimartha dalam laporannya menjelaskan bahwa, pawai takbiran yang dilepas Pj Bupati ini diikuti oleh masyarakat dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Suka Makmue, Seunagan dan Kuala, serta seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dan jajarannya.

“Untuk tujuh kecamatan lainnya, pawai takbiran ini dilaksanakan di kecamatan masing-masing karena mengingat perjalanan yang lumayan jauh,” ujar Ardimartha yang juga Sekretaris Daerah.

“Peserta pawai akan mengikuti rute yang telah ditetapkan panitia, mulai dari gerbang Perkantoran Suka Makmue di Gampong Lueng Baro menuju Jeuram, Kecamatan Seunagan dan Simpang Peut Kecamatan Kuala serta terakhir, kembali lagi ke pintu gerbang Suka Makmue,” tambah Ardimartha.

Meskipun sempat diguyur hujan sebelum acara dimulai, namun tidak menyurutkan semangat para peserta untuk mengikuti pawai. Zulfikar (29), salah satu peserta, mengungkapkan kebahagiaannya bisa mengikuti pawai dan menyebarkan kegembiraan dalam menyambut malam Idul Fitri 1445 Hijriah.

“Semoga tahun-tahun berikutnya akan diadakan lagi pawai takbiran seperti ini,” ungkap Fikar salah satu peserta pawai yang berasal dari Kecamatan Suka Makmue.

Editor: Akil Rahmatillah