Beranda blog Halaman 1213

Potensi Gelombang Tinggi Membayangi Perairan Aceh dan Sekitarnya

0
Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang dapat memengaruhi perairan di sekitar Aceh. Berdasarkan data yang diperoleh, perkiraan tinggi gelombang yang dapat terjadi mulai dari 11 hingga 13 April 2024 telah diumumkan.

Berikut adalah perkiraan tinggi gelombang yang diharapkan untuk periode tersebut:

1. Perairan Utara Sabang: Tinggi gelombang berkisar antara 0.05 hingga 1.25 meter.
2. Selat Malaka Bagian Utara: Perkiraan tinggi gelombang sama dengan Perairan Utara Sabang, yakni antara 0.01 hingga 1.25 meter.
3. Perairan Sabang – Banda Aceh: Tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 0.01 hingga 0.50 meter.
4. Perairan Lhokseumawe: Seperti Perairan Sabang – Banda Aceh, tinggi gelombang di Perairan Lhokseumawe juga diperkirakan antara 0.01 hingga 0.50 meter.
5. Perairan Barat Aceh: Perkiraan tinggi gelombang di wilayah ini berkisar antara 0.50 hingga 1.25 meter.
6. Perairan Meulaboh – Kepulauan Sinabang: Tinggi gelombang diproyeksikan mulai dari 0.01 hingga 1.25 meter pada 11 April, kemudian meningkat menjadi 0.50 hingga 1.25 meter pada 12 dan 13 April.
7. Samudera Hindia Barat Aceh: Potensi gelombang tinggi mencapai 2.50 meter atau lebih di wilayah ini. Peringatan waspada diberikan untuk mengantisipasi dampak potensial.

Peringatan ini meminta masyarakat yang berada di sekitar perairan Aceh, khususnya Samudera Hindia Barat Aceh, untuk tetap waspada dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan. Gelombang tinggi dapat membahayakan kapal-kapal kecil dan aktivitas di perairan, sehingga perlu dihindari atau dilakukan dengan sangat hati-hati.

Pihak berwenang dan instansi terkait diharapkan melakukan pemantauan terus-menerus terhadap perkembangan situasi laut dan memberikan informasi yang diperlukan kepada masyarakat secara berkala. Langkah preventif juga disarankan untuk meminimalkan risiko yang mungkin timbul akibat potensi gelombang tinggi ini.

Berdasarkan peringatan dini ini, diharapkan masyarakat dan pihak terkait dapat bersiap menghadapi potensi kondisi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam rentang waktu yang telah ditentukan.

Reporter: Akil Rahmatillah

Peringatan Dini Cuaca Aceh: Potensi Hujan Lebat dan Bencana Hidrometeorologi

0
Kantor stasiun Meteorilogi Kelas 1 SIM di Banda Aceh. (Foto: info_bmkgaceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca di sebagian wilayah Aceh yang berpotensi mengalami hujan lebat serta potensi bencana hidrometeorologi. Peringatan ini berlaku mulai tanggal 11 hingga 13 April 2024.

Menurut prakirawan Stasiun Meteorologi, terpantau adanya daerah konvergensi angin di sejumlah wilayah Aceh. Selain itu, suhu permukaan laut yang hangat juga meningkatkan potensi penguapan di Samudra Hindia Barat Aceh. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Aceh.

Pada tanggal 11 April 2024, wilayah Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Subulussalam berpotensi mengalami hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang.

Sementara itu, pada tanggal 12 April 2024, wilayah Simeuleu menjadi tambahan daerah yang diwaspadai akan cuaca ekstrem.

Pada tanggal 13 April 2024, potensi hujan lebat menyebar ke beberapa wilayah, termasuk Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Subulussalam.

Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan lainnya akibat hujan lebat yang terus menerus maupun dengan durasi lama.

Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh mengingatkan agar selalu memperhatikan perkembangan cuaca melalui sumber resmi yang terpercaya, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang dalam menghadapi potensi bencana.

Demikianlah informasi peringatan dini cuaca Aceh yang dapat kami sampaikan. Semoga masyarakat dapat tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Reporter: Akil Rahmatillah

Penembakan di Masjid AS Saat Perayaan Idul Fitri

0
Polisi setempat langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian. (Foto: Reuteurs)

NUKILAN.id | Philadelphia – Perayaan Idulfitri diwarnai insiden mencekam di Philadelphia, Amerika Serikat. Aksi penembakan terjadi saat lebih dari 1.000 umat Muslim berkumpul di area luar Masjid Philadelphia usai menunaikan salat Idulfitri.

Penduduk setempat langsung mencari perlindungan dan keselamatan. Sebanyak tiga orang tertembak. Lima orang ditahan dan empat senjata ditemukan, menurut keterangan juru bicara Departemen Kepolisian Philadelphia.

USAToday melaporkan tembakan dilepaskan di sisi barat kota dekat Masjid Philadelphia pada Rabu (10/4) sekitar pukul 14.30 waktu setempat, dikutip Kamis (11/3/2024).

Kepala Polisi Philadelphia Kevin J. Bethel mengatakan penembakan itu sebagai pertarungan antara “dua faksi” di acara tersebut.

Editor: Akil Rahmatillah

Masyarakat Meukek Aceh Selatan Lebaran Idul Fitri Hari Ini

0
Suasana menjelang salat idulfitri di Gampong Labuhan Tarok, Meukek. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Hari Raya Idul Fitri di Aceh Selatan memberikan gambaran yang berbeda-beda. Sementara mayoritas masyarakat Indonesia merayakannya pada Rabu, 10 April 2024, sebagian di Aceh Selatan, termasuk Gampong Labuhan Tarok, memilih merayakan Idul Fitri pada hari ini, Kamis, (11/4/2024).

Fitri Rosita Dewi, seorang warga Gampong Labuhan Tarok, Kecamatan Meukek, mengungkapkan bahwa seluruh gampong di kecamatan mereka merayakan lebaran pada hari Kamis ini.

“Hanya Lhok Aman dan Kuta Buloh yang merayakan lebaran pada hari Rabu,” ujar Fitri kepada Nukilan.id, Kamis (11/4/2024) melalui sambungan telepon.

Keterangan dari Fitri, warga mulai memenuhi masjid mulai dari dalam hingga luar masjid sejak pukul 7.00 WIB dan Salat Id pun dimulai tepat pada pukul 7.30 WIB. Namun, kekhusyukan tersebut sempat diwarnai oleh hujan yang turun saat salat berakhir.

“Hujan turun setelah salat, warga mulai berlarian ke dalam masjid untuk mendengarkan khutbah hari raya,” tutur Fitri, menggambarkan semangat dan keinginan untuk mendengarkan nasihat keagamaan yang diungkapkan dalam khutbah tersebut.

Mayoritas masyarakat di Meukek adalah pengikut Abuya Syeikh H. Amran Waly Al-Khalidy, seorang ulama karismatik yang juga pendiri pesantren Darussalam Labuhan Haji. Kehadiran ulama tersebut memberikan warna tersendiri dalam perayaan Idul Fitri di wilayah ini, di mana ajaran dan nasihatnya menjadi penuntun bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat yang kental dan kekompakan dalam menjalankan ibadah, masyarakat Meukek, Aceh Selatan, mengakhiri bulan Ramadan dengan penuh keberkahan dan kegembiraan. Suara takbir dan sambutan antar tetangga pun menggema di seluruh penjuru gampong, menandai akhir dari bulan suci ini.

Reporter: Akil Rahmatillah

Lem Faisal Ajak Umat Muslim Rayakan Idul Fitri dengan Penuh Kebahagiaan

0
lem faisal
Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali alias Lem Faisal. (Foto: Nukilan).

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tgk Faisal Ali alias Lem Faisal, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, mengajak semua umat Muslim untuk merayakan Idul Fitri dengan sukacita dan signifikansi yang mendalam. Baginya, Idul Fitri adalah momen kebahagiaan yang dirayakan setelah berpuasa selama satu bulan penuh sebagai bentuk kemenangan.

“Dalam arti yang sebenarnya, Idul Fitri adalah hari kemenangan atas diri sendiri, bukan semata kebebasan melakukan dosa-dosa,” ujar Lem Faisal kepada Nukilan.id, Rabu (10/4/2024).

Lebih lanjut, Lem Faisal menegaskan bahwa makna ibadah puasa seharusnya tercermin dalam kehidupan sehari-hari setelah Ramadan berakhir. Ia mencontohkan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama sebagai salah satu hikmah yang dapat dipetik dari bulan Ramadan.

“Sudah sepatutnya kita merenungi nilai-nilai ibadah yang kita lalui selama Ramadan, seperti hikmah berbagi dan peduli terhadap sesama,” tambahnya.

Selama perayaan Idul Fitri, Lem Faisal mendorong semua orang untuk mempererat tali silaturahim dan menerima tamu dengan keramahan. Dia juga menekankan betapa pentingnya memberikan kebahagiaan kepada anak-anak dengan memberikan sedikit rezeki.

“Ayo saling berkunjung, menyapa, dan memuliakan para tamu yang datang. Itu adalah ajaran yang dianjurkan selama Idul Fitri,” tutup Lem Faisal seraya mengajak umat Islam untuk merayakan hari kemenangan dengan penuh kebersamaan dan kebahagiaan.

Reporter: AN

Pesan Mendalam Tu Sop Menyambut Idul Fitri: Mengendalikan Selera dan Emosi Esensi Sejati Idul Fitri

0
Ketua HUDA, Tu Sop. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tanggal 1 Syawal umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Idul Fitri, yang juga dikenal sebagai Hari Raya atau Lebaran. Ini merupakan perayaan penting yang menandai akhir bulan suci Ramadan, bulan puasa bagi umat Islam. Pada hari tersebut, umat Islam berkumpul untuk melaksanakan salat Idul Fitri bersama-sama, biasanya dilakukan di lapangan terbuka atau masjid-masjid besar.

Untuk mendalami makna sebenarnya dari Idul Fitri, Nukilan.id (10/04/2024) melakukan wawancara dengan Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk H Muhammad Yusuf A. Wahab, yang lebih dikenal sebagai Tu Sop. Dalam perbincangan eksklusif bersama Nukilan.id, Tu Sop menjelaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan saat yang sakral untuk introspeksi dan pengendalian diri.

“Ramadhan itu membentuk kita,” ujar Tu Sop, menekankan pentingnya bulan suci ini dalam melatih umat Islam untuk mengontrol selera dan emosi. Menurutnya, kemampuan ini adalah inti dari karakter manusia, yang membedakan antara kebutuhan dan keinginan semata.

Tu Sop menambahkan, “Selera yang berlebihan itu sebenarnya itu kebiasaan yang salah.”

Ia mengajak umat untuk memahami bahwa sering kali apa yang dianggap kebutuhan hanyalah selera yang dapat dikendalikan. Dengan mengontrol selera makan, minum, berbicara, dan mendengar, seseorang dapat menghindari hal-hal yang tidak penting dan merusak.

Lebih lanjut, Tu Sop menyoroti bahwa esensi ibadah seringkali tidak sepenuhnya disadari oleh umat Islam, sehingga perayaan Idul Fitri terkadang hanya dianggap sebagai seremonial tanpa pembelajaran yang berarti.

“Itulah pemahaman yang lebih dalam di dalam beram,” kata Tu Sop, mengacu pada pemahaman yang lebih mendalam tentang ibadah.

Tu Sop juga mengingatkan bahwa berpuasa bukan hanya mengenai perubahan jadwal makan dan minum, melainkan juga menjaga perilaku.

“Bertakwa itu baru terjadi apabila manusia mampu kontrol emosi,” tegasnya, merujuk pada ayat Al-Quran yang mengaitkan puasa dengan takwa.

Ulama karismatik ini juga mengajak semua umat Islam untuk mencapai esensi yang sebenarnya dari Idul Fitri, yaitu mengontrol selera dan emosi, sehingga dapat menjadi sumber kebaikan dan bukan kerusakan. Pesan Tu Sop ini menjadi renungan penting bagi umat Islam di seluruh Indonesia menjelang hari raya yang penuh berkah ini.

Reporter: AN

Peringatan Dini BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem di Aceh, Warga Diimbau Waspada

0
Kantor stasiun Meteorilogi Kelas 1 SIM di Banda Aceh. (Foto: info_bmkgaceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – BMKG Stasiun Aceh Besar telah mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca di wilayah Aceh pada tanggal 10 April 2024, pukul 06:20 WIB.

Prakiraan cuaca tersebut menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Peringatan ini diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 09:30 WIB.

Wilayah yang berpotensi terkena dampak cuaca ini meliputi beberapa kabupaten dan kota di Aceh, antara lain:

Kabupaten Aceh Selatan: Trumon

Kabupaten Aceh Timur: Darul Aman, Julok, Idi Rayeuk, Birem Bayeun, Serbajadi, Nurussalam, Peureulak, Rantau Selamat, Simpang Ulim, Rantau Peureulak, Pante Bidari, Madat, Indra Makmu, Idi Tunong, Banda Alam, Peudawa, Peureulak Timur, Peureulak Barat, Sungai Raya, Simpang Jernih, Darul Ihsan, Idi Timur, Peunaron

Kabupaten Aceh Besar: Seulimeum, Lembah Seulawah

Kabupaten Pidie: Batee, Delima, Geulumpang Tiga, Kembang Tanjong, Kota Sigli, Mila, Muara Tiga, Mutiara, Padang Tiji, Peukan Baro, Pidie, Sakti, Simpang Tiga, Tiro/truseb, Keumala, Mutiara Timur, Grong-grong, Titeue

Kabupaten Aceh Utara: Baktiya, Dewantara, Kuta Makmur, Lhoksukon, Matangkuli, Muara Batu, Meurah Mulia, Samudera, Seunuddon, Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, Tanah Luas, Tanah Pasir, T. Jambo Aye, Sawang, Nisam, Cot Girek, Langkahan, Baktiya Barat, Paya Bakong, Nibong, Simpang Kramat, Lapang, Pirak Timur, Geuredong Pase, Banda Baro, Nisam Antara

Kabupaten Simeulue: Simeulue Tengah, Teupah Barat, Simeulue Timur, Teluk Dalam, Teupah Selatan, Teupah Tengah, Simeulue Cut

Kabupaten Aceh Singkil: Simpang Kanan, Singkil, Gunung Meriah, Kota Baharu, Singkil Utara, Singkohor, Kuala Baru, Pulau Banyak Barat

Kabupaten Bireuen: Samalanga, Jeunieb, Peudada, Jeumpa, Peusangan, Makmur, Gandapura, Pandrah, Juli, Jangka, Simpang Mamplam, Peulimbang, Kota Juang, Kuala, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, Kuta Blang

Kabupaten Aceh Tamiang: Manyak Payed, Bendahara, Karang Baru, Seruway, Kota Kualasinpang, Kejuruan Muda, Tamiang Hulu, Rantau, Banda Mulia, Bandar Pusaka, Tenggulun, Sekerak

Kabupaten Pidie Jaya: Meureudu, Ulim, Jangka Buaya, Bandar Dua, Meurah Dua, Bandar Baru, Panteraja, Trienggadeng

Kota Lhokseumawe: Muara Dua, Banda Sakti, Blang Mangat, Muara Satu

Kota Langsa: Langsa Timur, Langsa Barat, Langsa Kota, Langsa Lama, Langsa Baro

Kota Subulussalam: Rundeng, Longkib

Dan dapat meluas ke wilayah:

Kabupaten Aceh Tengah: Danau Laut Tawar, Linge, Silih Nara, Bebesen, Pegasing, Bintang, Ketol, Kebayakan, Kute Panang, Celala, Laut Tawar, Atu Lintang, Jagong Jeget, Bies, Rusip Antara

Kabupaten Aceh Selatan: Bakongan, Kluet Selatan, Bakongan Timur, Kota Bahagia

Kabupaten Aceh Besar: Lhoknga, Indrapuri, Montasik, Sukamakmur, Darul Imarah, Peukan Bada, Mesjid Raya, Ingin Jaya, Kuta Baro, Darussalam, Pulo Aceh, Kota Jantho, Kota Cot Glie, Kuta Malaka, Simpang Tiga, Darul Kamal, Baitussalam, Krueng Barona Jaya, Leupung, Blang Bintang

Kabupaten Pidie: Geumpang, Tangse, Mane

Kabupaten Simeulue: Salang, Simeulue Barat, Alapan

Kabupaten Aceh Singkil: Danau Paris, Suro Makmur

Kabupaten Gayo Lues: Pining

Kabupaten Bener Meriah: Pintu Rime Gayo, Permata, Syiah Utama, Bandar, Bukit, Wih Pesam, Timang Gajah, Mesidah, Gajah Putih

Kota Banda Aceh: Kuta Alam, Meuraxa, Syiah Kuala, Lueng Bata, Kuta Raja, Banda Raya, Jaya Baru, Ulee Kareng

Kota Sabang: Sukakarya, Sukajaya

Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk tetap waspada dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui situs resmi BMKG di https://nowcasting.bmkg.go.id.

Reporter: AN

Pemerintah Akan Terus Mendukung Pengambil Kebijakan Perempuan

0
Konsultasi Publik Kelompok Perempuan dengan Pengambil Kebijakan di Tingkat Gampong Tahun 2024, Minggu (7/4/2024) Dok : Foto Auliana Nukilan.id

Nukilan.id | Banda Aceh – Musyawarah Rencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2024 dalam proses pembahasan. Untuk mengawal suara, pengalaman hidup, harapan dan usulan kelompok perempuan akar rumput dan penyintas konflik masuk dalam perencanaan dan acuan penyusunan kebijakan di tingkat Gampong, maka Flower Aceh dengan dukungan Nonviolent Peaceforce dan Kedutaan Besar Belanda akan menyelenggarakan Konsultasi Publik Kelompok Perempuan dengan Pengambil Kebijakan di Tingkat Gampong.

Kegiatan konsultasi publik ini dilaksanakan pada Minggu (7/4/2024) lalu di Kantor Geuchik Gampong Lamkareng, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini dipandu oleh Staf Program SPEAR Project Flower Aceh-NP, Darmaji dan CO Flower Aceh, Lilis Suryani sebagai Tim Fasilitator dengan menghadirkan Kabid PP DPPKBP dan PA Aceh Besar, Azhari SE. Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga melibatkan 20 orang peserta dari perwakilan tokoh perempuan akar rumput dan perempuan penyintas konflik di Gampong Krueng Lamkareng, Indrapuri dan Gampong Lampisang, Sibreh, Kabupaten Aceh Besar.

Kabid PP DPPKBPP dan PA Aceh Besar, Azhari mengatakan, ada hal yang mendasar pada perempuan, ide perempuan bagus, dan kreatif. Hal dunia itu sebenarnya ada di hp, informasinya bisa mereka dapatkan di mana saja ketika mengaksesnya. Perempuan juga bisa menjadi pengambil kebijakan.

“Jangan ada istilah perempuan itu di dapur, bukan pengambil kebijakan,” ucapnya dalam diskusi tersebut.

Ia juga menyampaikan, pandemi tahun lalu membatasi ruang kita. Tetapi, kita bisa mempercepat teknologi yang dari kurang menguasai sampai jadi menguasai. Digitalisasi yang dipercepat dengan apa yang terjadi, mau tidak mau masyarakat harus beraktivitas di masa pandemi.

“Yang punya prestasi kurang diberdayakan, yang punya usaha kurang dipublikasikan ke masyarakat luar daerah,” ujarnya.

Tambahnya, masyarakat khususnya perempuan yang punya usaha rumahan harus ada standarisasi dan kualitas dari sebuah produk tersebut. Beberapa hal juga perlu diperhatikan, seperti produk barang fokusnya pada kemasan, harus ada surat izin beredar (Nomor Induk Berusaha).

“Perempuan ini harus sekreatif mungkin, di rumah juga bisa mencari uang, tapi dengan hal-hal yang unik, kemudian pemerintah juga akan terus mendukung perempuan dalam pengambil kebijakan,” tutupnya.

Reporter : Auliana Rizky

Presiden Jokowi Gelar Griya Bersama Para Menteri di Istana Negara

0
Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin berjabat tangan pada gelar griya di Istana Negara, Jakarta (Foto: BPMI Setpres)

NUKILAN.id | Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Iriana Jokowi bersilaturahmi bersama Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dan Ibu Wury Ma’ruf Amin, serta para kepala lembaga, menteri Kabinet Indonesia Maju, dan duta besar dalam momen Idulfitri 1445 Hijriah. Acara gelar griya yang dilakukan Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/04/2024) tersebut menjadi ajang untuk merenungkan nilai-nilai sosial, kebersamaan, dan harapan bagi bangsa Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengutarakan perasaan senangnya atas sambutan luar biasa masyarakat. Antusiasme terlihat dari antrean panjang masyarakat saat menunggu giliran bersalaman dengan Presiden Jokowi.

“Tadi saya waktu mau masuk antrenya masih panjang sekali, luar biasa sambutan dari rakyat,” kata Menko PMK.

Muhadjir pun memaknai Lebaran sebagai salah satu momen membuka sekat sosial antarmasyarakat untuk saling bermaafan. Menurutnya, momentum Lebaran juga dapat memutus keengganan untuk berkomunikasi dan saling memaafkan satu sama lain.

“Momentum Lebaran itu semacam simbol sosial untuk menghilangkan sekat itu sehingga jarak, keengganan untuk berkomunikasi satu sama lain untuk mengakui kesalahannya itu jadi hilang, jadi lebur makanya disebut Lebaran karena kemudian berbagai macam sekat itu lebur. Dan kemudian kita sulit untuk mencari momentum seperti Lebaran ini untuk datang meminta maaf atau juga dengan terbuka memberi maaf,” lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati turut menyampaikan rasa syukur atas kegiatan gelar griya di Istana Negara tahun ini. Dengan adanya kegiatan ini, kesempatan untuk merayakan Idulfitiri dengan Presiden Jokowi dan Ibu Iriana terbuka lebar.

“Alhamdulillah dengan open house Bapak Presiden juga memberikan kesempatan baik kepada kita semuanya baik yang bekerja langsung dengan seluruh para menteri bisa bersilaturahmi dengan Bapak Presiden dan Ibu Iriana. Kemudian juga bisa memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa menyampaikan dan merayakan Idulfitri di Istana Negara ini,” ucap Menkeu.

Di samping itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga menyampaikan bahwa pelaksanaan silaturahmi hari ini penuh dengan keakraban dan seluruh unsur masyarakat bersama-sama merasakan kegembiraan Idulfitri 1445 Hijriah. Panglima TNI pun berharap pada Lebaran tahun ini dapat diberikan kesehatan dan keselamatan.

“Pelaksanaan silaturahmi hari ini di Istana Presiden penuh dengan keakraban, selain para menteri, pejabat lainnya, dan masyarakat pun ada yang ikut semuanya merasakan kegembiraan yang sangat baik. Insyaallah ke depan kita selalu diberikan keamanan dan kemakmuran, rakyat kita makmur, sejahtera,” kata Panglima TNI.

Acara gelar griya tersebut juga diramaikan dengan menu khas Lebaran seperti ketupat yang menjadi bagian tradisi dalam merayakan hari yang penuh berkah ini. Momen Lebaran kali ini tidak hanya sebagai waktu untuk bersukacita, tetapi juga sebagai ajang untuk merenungkan kebersamaan, persatuan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia.

Editor: Akil Rahmatillah

Khatib Meunasah Merbo Sebut Tiga Golongan yang Tidak Diterima Ibadahnya

0
Salat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah 2024 Gampong Meunasah Merbo Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara (dok : foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id | Aceh Utara – Pemerintah telah secara resmi menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 2024 atau 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada tanggal 10 April 2024. Penetapan ini dilakukan setelah sidang isbat yang diadakan oleh Kementerian Agama.

Adapun khatib di Desa Meunasah Merbo, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, yakni Tgk. Harmansyah dari Baktiya. Tgk. Harmansyah menjelaskan point-point penting pada puluhan jamaah usai salat Hari Raya Idul Fitri pukul 07.40 WIB pagi, kemudian dilanjutkan dengan ceramah hingga pukul 09.07 WIB, Rabu (10/4/2024).

Ia mengatakan, pada 1 Syawal hari ini ada doa malaikat Jibril yang diaminkan oleh Rasulullah Nabi Muhammad Saw. Doa yang dilantunkan adalah “Jangan terima ibadah seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya”, doa tersebut pun diaminkan tiga kali oleh Rasulullah.

Doa kedua “Jangan engkau terima ibadah seorang istri yang durhaka kepada suaminya” kemudian Rasulullah aminkan lagi. Ketiga, “Ya Allah, jangan engkau terima ibadah seseorang yang tidak mau memaafkan sesama muslim” Rasulullah pun aminkan kembali.

Ada tiga golongan yang tidak diterima puasanya, membaca Al-qur’an, dan salat tarawih oleh Allah Swt. adalah orang yang durhaka pada orang tuanya, durhaka pada suaminya, dan yang tidak mau memaafkan sesamanya.

“Rugi puasa 29 hari tidak ada nilainya di mata Allah swt. kalau ujung-ujungnya tidak diterima,” ucapnya.

Pertama, orang yang durhaka pada orang tuanya, apalagi ibu tidak ada yang bisa membalas jasanya, mulai dari mengandung, melahirkan hingga menyusui. Kemudian, orang tua yang menyukseskan anaknya sampai hilang hartanya, mulai Sekolah Dasar hingga anaknya bisa kuliah. Saat lebaran seperti ini, pulanglah dan cium dahi kedua orang tua karena pahalanya sama seperti seseorang pergi ke Umroh.

Kedua, berbakti pada suami walaupun sudah tua itulah suami yang mengantarkanmu pada syurga. Murka suami maka kamu masuk neraka. Cium saja di mana pun, sunah yang paling bagus adalah takzim pada suami. Pun suami tidak boleh kasar ke istri, begitu juga sebaliknya.

Ketiga, memaafkan tanpa meminta maaf terlebih dahulu adalah yang paling baik. Yang penting niatnya juga, jangan di hati lain. Orang yang paling buruk adalah orang yang mendendam satu sama lain.

Reporter : Auliana Rizky