Beranda blog Halaman 1173

MaTA Desak Kejati Aceh Usut Dugaan Korupsi Dana Bantuan BRA Rp 15,7 Miliar

0
Koordinator Masyarakat Tranparansi Aceh (MaTA), Alfian. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendesak Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Aceh untuk mengusut tuntas dan menyeluruh dugaan korupsi dana bantuan budidaya ikan dan pakan runcah oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA) di Kabupaten Aceh Timur.

Program senilai Rp 15,7 miliar tersebut diduga fiktif dan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi dan politik. 

Koordinator MaTA, Alfian, dalam keterangannya, Selasa (7/5/2024), menjelaskan bahwa program ini merupakan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRA dan BRA seharusnya memberdayakan korban konflik, mantan kombatan, dan tapol/napol.

Namun, MaTA menemukan indikasi bahwa nama-nama kelompok penerima bantuan sengaja didesain untuk mempermudah pencairan dana. Kelompok-kelompok tersebut diduga tidak ada di lapangan, dan aparatur desa sama sekali tidak mengetahui keberadaan mereka.

“Patut diduga bantuan tersebut fiktif dan berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan pemilu yang baru saja berlangsung,” kata Alfian.

MaTA juga mendesak Kejati Aceh untuk menelusuri proses penganggaran program tersebut sejak awal. Alfian menduga bahwa program ini sudah bermasalah sejak tahap perencanaan.

“Penyelidikan harus dilakukan dari hulu ke hilir dan menjerat semua pihak yang terlibat, termasuk aktor intelektual di balik meja,” tegasnya.

Selain itu, MaTA mendorong pembaharuan sistem dan manajemen di BRA. Alfian menilai bahwa BRA selama ini rawan disalahgunakan untuk menampung dana Pokir DPRA, sehingga perlu dievaluasi dan dibersihkan dari oknum-oknum yang tidak berintegritas.

“BRA perlu dikelola oleh orang-orang yang memiliki integritas dan moral untuk menjunjung tinggi rasa keadilan bagi korban konflik dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi,” tandasnya.

Reporter: Rezi

Penerimaan Pajak Kanwil DJP Aceh Capai Rp 1,45 Triliun

0
Kegiatan Media Briefing "Jendela Ekonomi Aceh" yang digelar Kemenkeu Satu Aceh di Gedung setempat. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Aceh mencatat capaian penerimaan pajak sebesar Rp 1,45 Triliun per 30 April 2024. Angka ini setara dengan 23,54 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN tahun 2024.

“Penerimaan pajak Kanwil DJP Aceh per 30 April 2024 mencapai 23,54 persen yaitu sebesar Rp 1,45 Triliun dari target APBN tahun 2024,” kata Plt Kepala Kanwil DJP Aceh, Arridel Mindra dalam acara Media Briefing, pada Rabu (8/5/2024).

Lebih lanjut, Arridel juga menjelaskan kepatuhan pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) di Kanwil DJP Aceh mengalami peningkatan dengan pertumbuhan 11,95 persen. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah penyampaian SPT Tahunan Tahun Pajak 2023 yang mencapai 292.009 SPT per 30 April 2024.

“Terdapat peningkatan jumlah pelaporan SPT Tahunan sebesar 31.173 SPT dibandingkan dengan penyampaian SPT tahun lalu sebanyak 260.836 SPT,” paparnya.

Di sisi lain, Kanwil DJP Aceh juga terus mendorong integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Hingga 30 April 2024, realisasi pemadanan NIK menjadi NPWP telah mencapai 1.085.211 Wajib Pajak Orang Pribadi (82,47 persen) dari total 1.315.946 Wajib Pajak Orang Pribadi WNI yang terdaftar di Kanwil DJP Aceh.

“Upaya penagihan pajak pun terus dilakukan. Per 30 April 2024, Kanwil DJP Aceh telah menerbitkan 198 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dengan nilai ketetapan pajak mencapai Rp 38,82 Miliar. Selain itu, realisasi tindakan penagihan tercatat sebesar Rp 15,49 Miliar,” ungkap Arridel

Di bidang penegakan hukum, Kanwil DJP Aceh telah melakukan Pemeriksaan Bukti Permulaan terhadap 5  Wajib Pajak di tahun 2023 dan 7  Wajib Pajak di tahun 2024. Selain itu, Penyidikan dilakukan terhadap 3  Wajib Pajak di tahun 2023 dan 2  Wajib Pajak di tahun 2024. Satu tersangka terkait kasus perpajakan telah divonis bersalah.

“Kanwil DJP Aceh terus berkomitmen untuk meningkatkan kinerja dan mencapai target penerimaan pajak yang telah ditetapkan,” pungkasnya

Reporter: Rezi

Bandrex Pak Sen: Destinasi Favorit Bagi Pencinta Minuman yang Menyehatkan

0
Minuman bandrek dan gorengan di Bandrex Pak Sen. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bandrex Pak Sen, sebuah tempat kuliner yang menjadi incaran para pecinta gorengan dan bandrek. Terletak di Batoh, Lueng Bata, Kota Banda Aceh, tempat ini menawarkan pengalaman kuliner yang menghangatkan dan memikat selera, terlebih di tengah musim hujan.

Bandrex Pak Sen dikenal dengan minuman khasnya, bandrek, yang memiliki cita rasa yang memanjakan lidah dan menyelimuti tenggorokan. Minuman ini terbuat dari campuran rempah-rempah pilihan yang dikombinasikan dengan rebusan kacang hijau, kacang tanah sangrai, dan sagu mutiara, menciptakan sensasi rasa yang khas dan memikat.

Tidak hanya minuman, Bandrex Pak Sen juga menawarkan beragam gorengan sebagai pendamping yang sempurna. Gorengan-gorengan tersebut disajikan dengan saus cocolan khas yang beraroma jahe, menambah kenikmatan bagi para pengunjung.

Rahasia kelezatan bandrek mereka terletak pada bahan-bahan alami yang dipilih dengan teliti sehingga mempertahankan kualitas dan cita rasa yang telah menjadi ciri khas Bandrex Pak Sen selama bertahun-tahun.

Dalam wawancara dengan beberapa pelanggan setia Bandrex Pak Sen, Nukilan.id mendapatkan beragam respon positif terkait pengalaman mereka di tempat ini.

Salah satu pelanggan setia, Rahmah, menyatakan bahwa bandrek di Bandrex Pak Sen memiliki cita rasa yang autentik dan menghangatkan.

“Saya selalu merasa nyaman dan puas setiap kali datang ke sini. Bandreknya enak dan gorengannya juga renyah,” tutur Rahmah kepada Nukilan.id pada Rabu (8/5/2024) sore.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Fauzi, yang mengaku sering mengunjungi Bandrex Pak Sen bersama teman-temannya

“Kami selalu ke sini. Terutama saat hari hujan, rasanya memang pas dan bikin ketagihan,” ungkap Fauzi.

Dengan kualitas dan kelezatan yang telah teruji, tidak heran jika Bandrex Pak Sen terus menjadi destinasi favorit bagi para pencinta minuman bandrek. Bagi Anda yang berkunjung ke Banda Aceh, jangan lewatkan untuk menikmati pengalaman minuman yang menyehatkan di Bandrex Pak Sen.

Reporter: Akil Rahmatillah

Soroti Sentralisasi Pengelolaan Sumber Daya Alam, Pemuda Aceh: Kita Akan Terus Miskin Meski Kaya Gas Alam

0
Ilustrasi pengeboran lepas pantai. (Foto: Ilmu Tambang)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ditemukannya cadangan minyak dan gas yang signifikan di wilayah Aceh beberapa bulan lalu menjadi berita besar bagi provinsi ini. Namun, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan gas dari blok Andaman dan Andaman Selatan di Aceh kemungkinan akan diangkut melalui pipa gas memanfaatkan ruas pipa ke Jawa.

Jalur pipa transmisi gas bumi dari Arun-Belawan lanjut ke arah pipa transimisi ke arah Duri, Provinsi Riau (pipa Dusem/Duri-Sei Mangke), kemudian ke ruas South Sumatera to West Java (SSWJ) I menuju Pulau Jawa.

Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah pemuda Aceh. Sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, banyak kewenangan daerah dalam pengelolaan SDA ditarik oleh pemerintah pusat. Hal ini memicu keprihatinan bahwa potensi SDA Aceh akan dimanfaatkan tanpa memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Aceh.

Dalam wawancara eksklusif, beberapa pemuda Aceh yang ditemui oleh Nukilan.id di Banda Aceh menyuarakan kegelisahan mereka terhadap situasi ini. Hal ini diungkapkan oleh Fahmi, dia mengungkapkan keberadaan potensi gas di Aceh seharusnya menjadi modal pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat.

“Harusnya bisa menjadi modal membangun Aceh. Jadi kalau seperti ini, kita khawatir manfaatnya tidak akan dirasakan oleh masyarakat Aceh secara langsung,” ungkap Fahmi kepada Nukilan.id pada Rabu (8/5/2024).

Pemuda Aceh lainnya, Haikal, berujar bahwa meskipun Aceh memiliki potensi besar dalam sektor migas, tetapi kebijakan pengalihan produksi ke Pulau Jawa telah menciptakan ketidakadilan ekonomi dan menyebabkan ketegangan sosial di Aceh, terlebih provinsi tersebut kini tercatat sebagai yang termiskin di Sumatera.

“Saya pikir kebijakan ini tidak adil, apalagi Aceh sampai saat ini merupakan provinsi termiskin. Masa gas kita dibawa lagi ke Jawa?,” ujar Haikal dengan muka kesal.

Oleh karena itu, Pemuda Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah Aceh untuk bersatu dalam menuntut keadilan dari pemerintah pusat. Seperti yang diutarakan oleh Maidi, yang berharap adanya dukungan dari Pemerintah Aceh, DPR RI, dan DPD untuk memperjuangkan kebijakan yang lebih inklusif dalam pengelolaan temuan gas alam.

“Ini lucu, kenapa kita diam saja? Semua kalangan dan tokoh di Aceh seharusnya bersuara mempersoalkan masalah ini ke pemerintah pusat,” tegas Maidi.

Reporter: Akil Rahmatillah

Digelar 26 Juni, Hexia 2024 Suguhkan Pengalaman Baru pada Pameran Halikopter

0
Heli Expo Asia (Hexia) kembali hadir pada 26 hingga 30 Juni mendatang. (Foto: Hexia)

NUKILAN.id | Jakarta – Setelah sukses menggelar pameran helikopter terbesar di Asia Tenggara pada tahun lalu, Heli Expo Asia (Hexia) kembali hadir pada 26 hingga 30 Juni mendatang di Cengkareng Heliport, Tangerang. Kali ini, penyelanggara akan menyuguhkan pengalaman baru bagi pengunjung.

CEO PT. Heli Expo Indo Asia, T. Iskandar Muda menjelaskan pada Hexia 2024 mendatang, pihaknya akan mempertemukan para pelaku industri penerbangan, inovator, dan penggemar untuk memamerkan inovasi transportasi udara khususnya helikopter mutakhir mereka kepada masyarakat umum, penggemar penerbangan, dan keluarga.

“Pada Hexia 2024 kali ini kami menargetkan 50.000 pengunjung yang hadir pada 26 hingga 30 Juni mendatang di Cengkareng Heliport, Tangerang. Nantinya para pecinta helikopter akan dapat merasakan konten-konten yang menarik minat mereka dengan berbagai highlight fitur, kemajuan teknologi, dan keseruan helikopter itu sendiri,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pada Nexia 2024 mendatang para pengunjung akan mendapatkan pengalaman baru saat menyaksikan pameran helikopter. Seperti
PhotoXperience, Joyflight Citytour, dan TasteTrail Culinary yang akan menyuguhkan berbagai hidangan, mulai dari jajanan kaki lima hingga masakan kekinian.

Tidak hanya sampai disana, kata Iskandar, pengunjung juga akan bisa menikmati,
Cinematic Drone Exhibition yang merupakan konsep desain inovatif terkini yang membentuk masa depan helikopter. Cosplay Copter Trick Shot yang akan menghidpkan kembali impian masa kecil menjadi pilot helikopter penyelamat atau penjaga pemadam kebakaran dan berbagai kostum lainnya untuk disewa

Lalu ada Magazine Photobooth yaitu booth foto bertema sampul majalah yang memungkinkan pengunjung merasakan sensasi menjadi berita utama Majalah Helifest. Selanjurnya Romantic Getaway yang menciptakan momen romantis bahagia bersama keluarga atau pasangan saat Anda sedang piknik sambil turun dari helikopter. Serta tidak ketinggalan Kids Creative Corner di anak-anak dapat menjelajahi keseruan dan imajinatif bermain di taman bermain berbentuk helikopter mini.

“Terkait tiket para pengunjung dapat membelinya langsung di lokasi pameran dengan harga Rp.20000 untuk weekdays dan Rp.30000 untuk atau weekends. Dan bagi yang tidak mau kehabisan tiket, kami juga bekerjasama dengan karcis.id,” kata Iskandar.

Terakhir, dirinya berharap pameran Hexia 2024 yang didukung oleh Pertamina, Lead Insurance dan Bank Rakyat Indonesia ini dapat dinikmati oleh masyarakat umum sehingga kedepannya helikopter akan menjadi transportasi yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Editor: Akil Rahmatillah

Jejak Gemilang TM Nurlif di Perpolitikan Aceh: Calon Kuat Pendamping Mualem di Pemilihan Gubernur?

0
Ketua DPD I Golkar Aceh, Drs. H. Teuku Muhammad Nurlif, SE. (Foto: Dok Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pendaftaran Drs. H. Teuku Muhammad Nurlif, S.E. sebagai bakal calon wakil gubernur Aceh di Partai Aceh menjadi sorotan dalam kancah politik terkini. Diketahui, pendaftaran berkas tersebut dilakukan pada Jumat (03/05/2024) lalu. Momentum ini menandai langkah strategis dari Ketua DPD I Partai Golkar Aceh dalam mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama dalam perhelatan politik Aceh.

Seiring dengan pendaftarannya sebagai bakal calon wakil gubernur Aceh, mata publik kini tertuju pada rekam jejaknya. Lantas, bagaimana perjalanan politik T.M. Nurlif?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, Nukilan.id memulainya dengan menelusuri perjalanan T.M. Nurlif dalam panggung perpolitikan tanah air.

Mengawali karir politiknya sejak tahun 1997, T.M. Nurlif telah menorehkan jejak yang membanggakan dalam dunia politik Indonesia. T.M Nurlif telah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) selama tiga periode, dari 1997 hingga 2009. Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dari 2009 hingga 2011. Dengan pengalaman tersebut, menunjukkan Nurlif telah teruji dalam berbagai arena politik dan birokrasi.

Namun, keberadaannya dalam politik lokal semakin menonjol ketika dia terpilih sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Aceh. Menjabat selama dua periode, T.M. Nurlif berhasil mengangkat eksistensi Golkar Aceh dalam kancah politik, dengan prestasi yang tak terbantahkan. Bahkan, partai ini berhasil meningkatkan jumlah kursi di DPR RI dan DPRA, serta meraih sukses di tingkat DPRK dengan penambahan signifikan.

Data yang diperoleh Nukilan.id menunjukkan, pada 2019, partai ini meraih dua kursi. Namun, pada Pemilu 2024, Golkar berhasil meningkatkan jumlah kursi di DPR RI menjadi tiga, dengan perolehan suara mencapai 594.213.

Sementara itu, di tingkat DPRA (Dewan Perwakilan Rakyat Aceh), Golkar Aceh juga menunjukkan performa stabil. Dari pemilu 2019, partai ini berhasil mempertahankan sembilan kursi. Sama halnya pada Pemilu 2024, Golkar Aceh tetap memegang sembilan kursi, dengan jumlah suara yang meningkat dari 243.962 menjadi 328.369.

Prestasi luar biasa juga terlihat di tingkat DPRK (Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota), dimana Golkar mencatat peningkatan yang signifikan. Pada 2024, partai ini berhasil meraih 88 kursi yang tersebar di 23 Kabupaten dan Kota di Aceh, menunjukkan penambahan enam kursi dari pemilu sebelumnya.

Pada pemilu sebelumnya, yakni tahun 2019, Golkar berhasil meraih lima kursi Ketua DPRK di Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues. Selain itu, tujuh posisi Wakil Ketua DPRK dipegang oleh kader-kader Golkar di Kabupaten Pidie, Aceh Jaya, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Barat, Lhokseumawe, dan Kota Subulussalam.

Keunggulan Golkar Aceh tidak hanya terlihat dalam ranah legislatif, namun juga dalam Pilkada. Di bawah kepemimpinan T.M. Nurlif, partai ini sukses memenangkan enam kandidat kepala daerah pada Pilkada Aceh tahun 2017, menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam merangkai kepemimpinan daerah.

Dengan track record kepemimpinan yang begitu mengesankan, T.M. Nurlif menjadi sosok yang pantas untuk mendampingi Mualem dalam pertarungan politik mendatang. Eksistensi dan prestasinya yang tak terbantahkan dalam dunia politik, baik secara nasional maupun lokal di Aceh, menjadikannya pilihan yang tepat untuk menguatkan posisi Partai Aceh dalam meraih kemenangan pada pemilihan gubernur mendatang.

Reporter: Akil Rahmatillah

Kejari Bireuen Terima 14 Pegawai Baru, Kepala Kejari Pesan Jalankan Tugas dengan Baik

0
Kejari Bireuen Terima 14 Pegawai Baru. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Bireuen – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Munawal Hadi menerima 14 pegawai baru yang ditugaskan pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen, di ruang kerja kajari setempat, Selasa (7/5/2024).

Adapun 14 pegawai baru merupakan pegawai Kejaksaan Negeri Bireuen yang berasal dari berbagai formasi antara lain yaitu, Penelaah Penuntutan dan Penegakan Hukum (Calon Jaksa) sebanyak 4 orang, Petugas barang bukti (BB) 3 orang, pengelola penanganan perkara 3 orang, dan penjaga tahanan 4 orang.

Munawal Hadi mengatakan, 14 pegawai baru Kejari Bireuen berasal dari berbagai provinsi, di antaranya dari Lampung, Bengkulu, Sumatra Selatan, Riau, Banten, dan Provinsi Aceh.

Kajari Bireuen berpesan kepada seluruh pegawai baru agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik, disiplin, layani masyarakat sebaik mungkin, jaga kekompakan, dan jaga nama baik institusi kejaksaan.

Setelah memberikan pengarahan, Kajari Bireuen melalui Kasi Intelijen mengajak pegawai baru untuk memperkenalkan diri kepada seluruh pegawai dan melihat ruangan seluruh seksi yang ada di kejaksaan, di antaranya ruangan Pembinaan, Pidsus, Pidum, Datun, Intel, Barang Bukti, dan ruang staf lainnya.

“Dengan hadirnya 14 pegawai baru, diharapkan akan mampu menunjang kinerja Kejari Bireuen untuk lebih baik lagi dalam hal penegakan hukum dan melakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Munawal Hadi.

Editor: Akil Rahmatillah

Wali Nanggroe Sampaikan Sarakata Saat Penutupan Kongres Peradaban Aceh Ke-2

0
Dokumen Sarakata Wali Nanggroe Aceh tentang Kongres Peradaban Aceh Ke-2 [Foto: Humas LWN]

NUKILAN.id | Jantho – Dalam rangka Kongres Peradaban Aceh (KPA) ke-2, Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haytar menerbitkan “Sarakata” yang dibacakan sendiri saat penutupan di Kampus ISBI Aceh, Jantho pada Selasa (7/5/2024).

Sarakata atau titah Wali Nanggroe ditujukan untuk masyarakat Aceh yang berada di Aceh maupun di luar Aceh, Pemerintah dan para pemangku kepentingan.

Sarakata yang ditandatangani pada 7 Mei 2024 bertepatan dengan 28 Syawal 1445 H memuat 7 butir yang menjadi arahan dan landasan bagi masyarakat dan berbagai pihak untuk memajukan peradaban dan keberlanjutan budaya Aceh secara menyeluruh.
Adapun tujuh butir dalam Sarakata terkait KPA Ke-2, sebagai berikut:

  1. Pelihara, majukan, dan promosikan budaya, tradisi, dan adat istiadat Aceh sebagai bagian dari peradaban dan identitas Aceh.
  2. Lakukan pendokumentasian dan pengarsipan seni budaya dalam bentuk tertulis, video, suara, gambar, barang cetakan, dan animasi dengan menggunakan kecerdasan teknologi sehingga mudah diakses oleh publik.
  3. Hormati dan jaga nilai-nilai islami yang menjadi landasan moral dan spiritual masyarakat Aceh.
  4. Dorong kreativitas dan inovasi perkembangan seni, budaya, dan pengetahuan lokal melalui dukungan anggaran dalam berbagai bidang dan tingkat.
  5. Bangun solidaritas dan kesejahteraan masyarakat dengan menggalang kesatuan dan kerja sama antarwarga Aceh untuk membangun kesejahteraan bersama dan mengatasi berbagai tantangan sosial, budaya, ekonomi, dan politik.
  6. Pastikan pengakuan dan penghargaan terhadap hak asasi manusia, keadilan, dan kebebasan berpendapat
    dalam konteks pemajuan budaya dan tradisi Aceh.
  7. Tingkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan teknologi berbasis kebudayaan dalam rangka menciptakan masyarakat yang terdidik dan terampil.

Editor: Akil Rahmatillah

Kepala DSI Bireuen Resmi Tutup Pelaksanaan Manasik Haji di Masjid Agung Sulthan Jeumpa Bireuen,

0
Pelaksanaan kegiatan manasik haji di Masjid Agung Sulthan Jeumpa Bireuen. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Bireuen – Kepala Dinas Syariah Islam (DSI) Kabupaten Bireuen, Jufliwan secara resmi menutup pelaksanaan kegiatan manasik haji di Masjid Agung Sulthan Jeumpa Bireuen, Senin (6/5/2024).

Penutupan ini menandakan berakhirnya rangkaian bimbingan manasik haji yang telah dilaksanakan di tingkat kecamatan dan kabupaten oleh Kementerian Agama setempat untuk membekali jemaah haji dengan ilmu dan pengetahuan yang diperlukan dalam melaksanakan ibadah haji di tanah suci.

Jufliwan yang hadir mewakili Penjabat (Pj) Bupati Bireuen, Aulia Sofyan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa manasik haji sangat penting bagi jemaah haji karena memberikan pemahaman yang matang tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji yang sesuai dengan syariat Islam. “Hal ini penting mengingat perbedaan kondisi alam dan budaya di Arab Saudi dengan di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan jemaah haji untuk mempersiapkan diri dengan baik secara fisik dan mental untuk menghadapi perjalanan haji yang panjang dan penuh dengan tantangan. “Kami juga meminta jemaah haji untuk menjaga kesehatan dan mengikuti arahan dari petugas selama di tanah suci,” sebut Kepala DSI Bireuen.

Atas nama pemerintah kabupaten, Jufliwan mendoakan agar jemaah haji dari Bireuen dapat melaksanakan ibadah haji dengan mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat. Ia juga berharap agar jemaah haji dapat menjadi teladan bagi masyarakat setelah kembali dari tanah suci.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Bireuen, H.Akly menambahkan bahwa manasik haji merupakan kewajiban Kemenag, dan sangat penting bagi jemaah haji untuk memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji yang benar.

Ia mengingatkan jemaah haji untuk menjaga nama baik Kabupaten Bireuen dan Indonesia selama di tanah suci. “Tahun ini, Kabupaten Bireuen memberangkatkan 421 jemaah haji ke Makkah, Arab Saudi dalam dua kelompok terbang (kloter). Kloter 2 BTJ Jumlah 384 orang (satu jemaah tunda berangkat karena sakit). Sementara Kloter 9 BTJ, Jumlah 36 orang,” rinci Akly.

Jemaah haji yang termuda Muhammad Farhan Nauval (22 tahun) dari Desa Matang Sagoe, Kecamatan Peusangan. Sementara jemaah tertua Tihasanah Usman (95 tahun) dari Desa Ulee Blang, Kecamatan Jeunieb.

Kegiatan penutupan manasik haji ini diakhiri dengan peusijuk (tepung tawar) oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Bireuen, Tgk Nazaruddin, dan Imum Syiek Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Tgk Saifuddin.

Editor: Akil Rahmatillah

Disdik Kota Banda Aceh Siapkan Bahasa Aceh Jadi Mata Pelajaran di SD dan SMP

0
Ilustrasi murid SD. (Foto: Pinterest)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banda Aceh mempersiapkan Bahasa Aceh menjadi mata pelajaran untuk siswa sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP).

Dinas ini mendukung usulan yang disampaikan Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh beberapa hari lalu. “Memang kita Disdikbud sedang mempersiapkan ke arah itu,” kata Kepala Disdikbud Banda Aceh, Sulaiman Bakri, dikutip dari laman web Disdikbud Banda Aceh.

Sulaiman menyampaikan pengusulan Bahasa Aceh menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah sangat sesuai dengan Program Kurikulum Merdeka. Langkah ini tentu memberikan ruang kearifan lokal daerah untuk dipelajari siswa.

Dia bahkan mengaku bahwa Disdikbud Banda Aceh beberapa waktu lalu meluncurkan Program Gerakan Sehari Berbudaya Pasti Aceh (Sedati Aceh). Runtunan tersebut diterapkan di semua satuan pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), SD, maupun SMP.

“Kita terus manfaatkannya ruang kearifan lokal tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, menjadikan Bahasa Aceh sebagai mata pelajaran di sekolah, kata Sulaiman, harus dibarengi dengan mempersiapkan semua kebutuhan pembelajaran. Mulai dari guru bidang studi dan materi pembelajaran.

Termasuk juga adanya pengakuan jam mengajar bagi guru yang bersangkutan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Hal ini agar beban kerja mengajar dapat dihitung untuk guru.

Sulaiman mengatakan saat ini Disdikbud Banda Aceh memulai program tersebut, dengan mengintegrasikan pendidikan kearifan lokal itu ke dalam semua mata pelajaran yang sesuai dengan pokok bahasa.

Editor: Akil Rahmatillah