Beranda blog Halaman 1174

Dalam Rangka HLUN 2024, Sebanyak 145 Pasutri Lansia Ikuti Isbat Nikah di Aceh Utara

0
Sebanyak 145 Pasutri Lansia Ikuti Isbat Nikah di Aceh Utara Dalam Rangka HLUN 2024. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Lhosukon – Sebanyak 145 pasangan suami istri usia lanjut, terlihat sedang verifikasi administrasi isbat nikah di aula Kantor Camat Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (7/5/2024). Mereka berasal dari sejumlah kecamatan yang ada di kabupaten setempat.

Verifikasi administrasi isbat nikah ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka pelaksanaan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2024 Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) di Kabupaten Aceh Utara.

Kepala Dinas Sosial PPPA Aceh Utara, Iskandar, melalui Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Aceh Utara, Jafriadi mengatakan, verifikasi administrasi isbat nikah di Aceh Utara dilaksanakan di dua titik lokasi, yaitu di kantor Camat Dewantara untuk wilayah barat dan kantor Camat Lhoksukon untuk peserta yang berasal dari wilayah timur Aceh Utara.

“Untuk wilayah timur Aceh Utara kita pusatkan di Kantor Camat Lhoksukon, pada hari ini ada 145 pasangan Lansia yang ikut, yakni dari Kecamatan Syamtalira Bayu, Matangkuli, Lhoksukon, Pirak Timu, Tanah Luas, dan Baktiya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Jafriadi menyebut, total keseluruhan peserta verifikasi isbat nikah di Aceh Utara 230 pasangan Lansia.

“Pelaksanaan kegiatan ini tidak dipungut biaya apapun, gratis. Sebelumnya, pada Jumat, 3 Mei, 85 pasangan Lansia yang berasal dari lima kecamatan, yaitu Dewantara, Nisam Antara, Kuta Makmur, Muara Batu dan Sawang telah mengikuti verifikasi yang diselenggarakan di Aula Kantor Kecamatan Dewantara,” sambungnya.

Jafriadi mengatakan, isbat nikah pasangan lansia bertujuan untuk memenuhi syarat rukun perkawinan secara agama agar tercatat secara resmi dan mendapatkan buku nikah.

“Dengan melakukan isbat nikah, maka status perkawinan juga akan tercatat pada data pencatatan sipil kependudukan. Sah di depan hukum jika ingin menunaikan ibadah haji dan umrah sebagai pasangan harus juga dibuktikan dengan buku nikah,” jelas Iswandi.

Dalam kegiatan ini, lansia yang belum tercatat pernikahannya didata oleh pendamping sosial PKH, selanjutnya tim Kemensos RI bersama tim verifikator Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon mengadakan kegiatan verifikasi dokumen persyaratan isbat nikah.

“Pemeriksaan berkas administrasi tadi dilakukan sebelum dilaksanakan sidang isbat nantinya. Tujuannya untuk mempersingkat dan memudahkan proses pelaksanaan sidang isbat dalam hal administrasi,” tambahnya.

Kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan kolaborasi antara beberapa pihak, khususnya Camat Lhoksukon yang telah menyediakan tempat.

Editor: Akil Rahmatillah

Mahasiswa USK Unjuk Rasa di DPRA Tuntut Transparansi Kinerja BPBJ Aceh

0
Massa FPMU aksi di Kantor DPR Aceh, Banda Aceh, pada Rabu 8 Mei 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Pergerakan Mahasiswa USK (FPMU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Rabu (8/5/2024). 

Aksi ini dilakukan untuk menuntut transparansi kinerja Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Aceh yang diduga telah melakukan penyelewengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

“Kami menuntut transparansi data Pansus PJB DPRA tahun 2021dan sejauh mana kasus BPJB ditangani,” kata salah seorang orator dalam aksi tersebut.

Massa FPMU juga sorak menyoraki anggota DPRA untuk keluar agar beraudiensi dengan pendemo, namun para anggota DPRA tidak bersedia menemui massa aksi dan hanya mengutus staf. 

“Anggota DPR Aceh sedang dinas diluar semua, tak ada yang bisa kalian temui saat ini karena agenda tersebut sudah ada sebelum kalian turun aksi,” ungkap dari Staf khusus DPR Aceh. 

Namun, massa FPMU tidak percaya dengan pernyataan tersebut. Mereka menuding bahwa DPRA sengaja menghindar dari mereka. “Seharusnya ada anggota DPR yang bertugas untuk menerima aspirasi rakyat,” katanya.

Reporter: Rezi

Panen Ikan Berlimpah, PT PEMA Mulai Kirim Ikan melalui Tol Laut

0
Project Manajer PEMA-LAMI KSO, Reza Irwanda dan Kepala Operasional PEMA-LAMI KSO Eko Wahyudi. (Foto: PT. PEMA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ditengah isu penanaman hasil panen sektor perikanan di Wilayah Aceh, PT Pembangunan Aceh (PEMA) tetap mempromosikan hasil laut Aceh sebagai salah satu upaya pemanfaatan hasil laut Aceh. Seperti yang diketahui, sejumlah nelayan Aceh kembali mengeluh akan kuantitas perikanan yang melebihi kuota dan memilih untuk membuang puluhan ton ikan hasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja, Lampulo Banda Aceh  ke dalam lubang sedalam 5 meter.

Hal ini terjadi hampir setiap masa panen dikarenakan rendahnya daya beli dan fasilitas yang memadai bagi para nelayan untuk menyimpan hasil panen tersebut, tak ayal ribuan ikan mulai membusuk setiap harinya karena terbatasnya wadah penampungan dengan fasilitas berpendingin. Menanggapi hal tersebut, PT PEMA telah lama memantau fenomena tahunan ini. Melalui kerja sama operasi nya yaitu PEMA- LAMI KSO kembali melakukan pemasaran produk perikanan Aceh yang dipasarkan menuju pulau Jawa.

Reza Irwanda selaku Project Manajer PEMA-LAMI KSO menuturkan ikan yang dipasarkan kali ini  berjumlah 14.000 kg (14ton).

”Kali ini jenis ikan yang dikirim berupa; Cakalang, Deiho & Baby Tuna. Ikan tersebut merupakan ikan beku yang telah diproses di Coldstorage/pabrik yang ada di Kawasan Lampulo dan asal ikan tersebut merupakan hasil tangkapan dari nelayan lokal yang ada di Aceh dan PEMA-LAMI KSO sangat berkomitmen untuk menampung & memfasilitasi pendistribusian pasokan ikan yang dihasilkan oleh nelayan lokal Aceh dengan tujuan untuk dapat menjaga kestabilan harga yang ada di lapangan, sehingga sekalipun terjadinya musim panen yang melimpah tidak akan mempengaruhi penjualan ikan di Pasaran.”, tutur Reza.

Pengiriman ikan Aceh yang dilakukan pada tanggal 05 Mei 2024 lalu, memanfaatkan Program Nasional Tol Laut yaitu menggunakan peti kemas/container Tol Laut ukuran 20 feet dengan muatan 14 ton yang diangkut menggunakan kapal vessel Kendhaga Nusantara 14 yang berada di kawasan Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar. Program Nasional Tol laut ini merupakan salah satu program strategis yang bertujuan untuk melancarkan distribusi logistik antar wilayah dan menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok, sehingga program ini sangat membantu dalam penyaluran logistik dan kebutuhan pokok asal Provinsi Aceh dengan tujuan keluar wilayah Aceh.

PEMA-LAMI KSO adalah Kerja Sama Operasi antara PT Pembangunan Aceh (PEMA) Perseroda dan PT Laot Aceh Marina Indonesia di sektor perikanan.  PEMA-LAMI KSO sendiri meyakini langkah ini merupakan awal yang tepat dan sebuah bentuk pencegahan dari PT PEMA sebagai Badan Usaha Milik Aceh untuk mengendalikan pasokan ikan agar tidak merusak harga pasar dan berdampak pada perekonomian Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Siswa SMKN 2 Banda Aceh Lolos Seleksi Program SSHP Dirjen SMK Kemdikbudristek RI

0
Siswa SMKN 2 Banda Aceh Lolos Seleksi Program SSHP Dirjen SMK Kemdikbudristek RI. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Achsan Nur Ichsan, siswa kelas XI Keahlian Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMK Negeri 2 Banda Aceh lolos seleksi menjadi peserta untuk program Sakura Science High School Program (SSHP) 2024 di Jepang.

Kepala SMK Negeri 2 Banda Aceh, Baihaqi mengatakan, dari 12 siswa SMK se-Indonesia yang lolos pada program Sakura Science High School Program (SSHP) tercatat ada satu orang siswa dari sekolah yang ia pimpin berhasil mewakili Aceh.

“SSHP ini merupakan program dari Direktorat Jenderal Sekolah Menengah Kenuruan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI tahun 2024,” ujar Baihaqi, Selasa (7/5/2024).

Baihaqi menjelaskan, Achsan telah mengikuti proses seleksi pada tanggal 10 sampai 16 November 2023 lalu, setelah diumumkan oleh Dirjen SMK Kemdikbudristek, hanya 12 orang siswa SMK se-Indonesia berhasil lolos mengikuti SSHP ini.

“Aceh, Bali, Banten, Yogyakarta, Jakarta (3 orang), Jawa Barat (3 orang), Jawa Timur dan Bangka Belitung adalah 12 orang dari provinsi yang berhasil lolos SSHP 2024,” sebut Baihaqi.

Hal itu membuktikan putra Aceh mampu bersaing dengan peserta dari provinsi lain terutama dengan siswa yang ada di Pulau Jawa.

Lebih lanjut disampaikannya, keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari bimbingan guru SMK Negeri 2 Banda Aceh.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua guru di sekolahnya dan khususnya buat Achsan persiapkan diri pada kegiatan SSHP ini, semoga ilmunya bisa bermanfaat,” ucap Baihaqi.

Editor: Akil Rahmatillah

Pangdam IM Terima Audiensi dari Ikatan Motor Besar Indonesia

0
Pangdam IM Terima Audiensi dari Ikatan Motor Besar Indonesia. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal menerima Audiensi sekaligus menjalin silaturahmi dengan Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) dan rombongan di ruang kerja Pangdam IM, Makodam IM, Selasa (7/5/2024).

Dalam pertemuan tersebut Pangdam IM menyampaikan rasa terima kasihnya kepada rombongan Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) yang telah meluangkan waktunya untuk berkunjung ke Makodam Iskandar Muda.

“Dengan adanya pertemuan ini akan terjalin silaturahmi yang positif antara Kodam Iskandar Muda dengan Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI), sehingga akan terus berkonsisten dalam mewujudkan tertib berlalu lintas dan mempromosikan pariwisata di Provinsi Aceh,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam IM, Asintel Kasdam IM, Aster Kasdam IM, sementara itu dari Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) dihadiri oleh Iskandar Hadipriatna selaku Pembina, Aldi Feryal Farid selaku Ketua, Bapak T. Meldy Sahputra selaku Wakil, Ferdi Febrian selaku Bendahara, dan Sayed Muhammad selaku Bidang Hukum.

Editor: Akil Rahmatillah

Dinas ESDM Aceh: Suplai BBM Pertalite di Aceh Masih Lancar

0
Kepala Dinas ESDM Aceh, Mahdinur. (Foto: esdm.acehprov.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh menyatakan, hingga Mei 2024 ini, menurut informasi dari Pertamina, belum ada program penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite.

“Suplai BBM jenis tersebut dari Depo Pertamina yang terdapat di Aceh ke SPBU yang berada di Aceh, masih tetap lancar,” kata Kadis ESDM Aceh, Mahdinur yang didampingi Kabid Migas, Darma, Selasa (7/5/2024).

Mahdinur mengatakan, dalam minggu ini di sejumlah media sosial, ada menginformasikan tentang penghapusan BBM jenis pertalite. “Informasi itu tidak benar atau hoaks,” ujarnya.

Kalaupun nanti pemerintah akan menghapus BBM jenis pertalite tidak lagi dijual di SPBU, kata Mahdinur, akan diumumkan oleh Pertamina secara resmi kepada publik dan disampaikan kepada SPBU, Dinas ESDM dan pihak terkait lainnya.

Rencana penghapusan BBM jenis pertalite itu, ungkap Mahdinur, menurut informasi dari pihak Pertamina masih dalam kajian. Tujuan untuk mengurangi pencemaran CO2 di udara.

Penggunaan BBM yang bersumber dari fosil, terkait program Go Green, akan dikurangi secara berangsur diberbagai negara termasuk Indonesia.

Sebelum BBM dari sumber fosil itu dihapus, kata Mahdinur, pemerintah perlu menyedikan BBM nonfosil, sebagai pengganti BBM dari fosilnya. Makanya, penghapusan BBM jenis pertalite itu masih dalam kajian.

Sales Area Meneger Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Surya Suganda menyatakan, informasi tentang penghapusan BBM jenis pertalite hingga Mei ini, belum ada. Pengiriman atau suplai BBM jenis pertalite ke SPBU di Aceh masih berjalan lancar dan normal.

Pada hari Minggu atau Sabtu, di sejumlah SPBU di wilayah kota Banda Aceh dan Aceh Besar atau daerah lain, stok BBM jenis pertalite habis, bukan ketiadaan stok BBM jenis itu di Depo Pertamina.

“Mungkin karena pesanan atau ordernya, pada hari libur kerja Sabtu dan Minggu, terlambat masuk ke Depo Pertamina dari SPBU,” ujarnya.

Kuota BBM jenis pertalite untuk Aceh pada 2024 ini, sebut Surya Suganda cukup banyak mencapai 560.387 Kilo Liter (KL). Suplainya sampai Maret baru sekitar 132.295 KL, atau baru mencapai 95 persen dari kuota bulan tersebut yang mencapai 139.331 KL.

Harga jual eceran BBM pertalite, yang masih disubsidi pemerintah belum ada kenaikan dan masih standar di SPBU Rp10.000/liter. Begitu juga dengan BBM subsidi lainnya jenis bio solar. Harga jual bio solar Rp6.800/liter.

Kuota bio solar untuk Aceh pada tahun 2024 ini sebanyak 401.506 KL. Hingga Maret 2024, katanya, penyalurannya sudah mencapai 95.335 KL, atau 95,5 persen dari kuota bulan tersebut 99.828 KL.

Editor: Akil Rahmatillah

Dinas Sosial Tingkatkan Keterampilan Kerja bagi Disabilitas di Aceh

0
Kepala Dinas Sosial Aceh, Muslem Yacob. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Sosial Pemerintah Aceh terus berupaya melalui berbagai pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kerja bagi kelompok disabilitas di daerah Tanah Rencong itu, guna menambah angkatan kerja atau berwirausaha.

“Beberapa hari lalu kita berikan pelatihan bagi 16 orang disabilitas di Pidie Jaya, dengan kerjasama (BPVP, red) ini, kita akan menyasar daerah-daerah lain,” kata Kepala Dinas Sosial Aceh, Muslem Yacob, Selasa (7/5/2024).

Ia menjelaskan, pelatihan peningkatan keterampilan kerja bagi disabilitas tersebut bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Di Pidie Jaya, kata dia, pihaknya memberikan pelatihan menjahit bagi kelompok disabilitas, dengan harapan ke depan mereka memiliki skil yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan.

“Kemarin dilatih keterampilan menjahit bagi ibu-ibu yang memiliki kekurangan secara fisik, sehingga memiliki keterampilan,” ujarnya.

Saat ini, Muslem menambahkan, pemerintah membuka peluang kerja sebesar-besar bagi kelompok disabilitas, baik di Aceh maupun secara nasional. Setiap perusahaan swasta maupun pemerintah juga memiliki kuota khusus untuk menerima tenaga kerja dari disabilitas.

Kendati demikian, lanjut Muslem, pihaknya mengadakan pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan agar disabilitas dapat bekerja sebagai karyawan, tetapi juga bisa lebih mandiri dengan membuka lapangan usaha secara mandiri.

“Jadi kita membuka ruang kepada mereka seluas-luasnya, bukan hanya satu tempat, tapi mereka bisa bekerja di rumah, bekerja dimana sehingga kita tingkatkan keterampilan,” ujarnya.

Walaupun secara fisik cacat, tapi secara mental mereka tidak cacat, seperti misalnya ada ahli IT, desainer, ini yang luar biasa. “Kita gali potensi mereka,” ujarnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Tingkat Kepatuhan Pajak Tinggi, KPP Pratama Banda Aceh Beri Penghargaan

0
KPP Pratama Banda Aceh Beri Penghargaan Wajib Pajak instansi pemerintah. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banda Aceh memberi penghargaan bagi Wajib Pajak instansi pemerintah, pada kegiatan tax gathering, Selasa (7/5/2024), di aula Lantai 5 Gedung D Gedung Keuangan Negara Banda Aceh.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 51 Wajib Pajak yang terdiri dari Satuan Kerja APBN dan APBA, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kota.

Selain sebagai sarana kegiatan halal bihalal, tax gathering dilaksanakan untuk meningkatkan sinergi dengan Wajib Pajak instansi pemerintah dan sebagai bentuk apresiasi terhadap wajib pajak dengan tingkat kepatuhan perpajakan yang tinggi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil DJP Aceh, Arridel Mindra, yang memberi apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kinerja pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh dan Pemerintah Desa/Gampong atas dukungan, bantuan dan kerja samanya selama ini dalam pemenuhan kewajiban perpajakannya, membantu KPP Pratama Banda Aceh dalam kegiatan edukasi dan pengawasan kepada Wajib Pajak serta pertukaran data dan informasi dalam rangka meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak di Kota Banda Aceh.

“Kepatuhan pemenuhan kewajiban yang tinggi oleh Wajib Pajak instansi pemerintah di Kota Banda Aceh telah menjadi contoh bagi masyarakat Wajib Pajak lainnya,” kata Arridel.

Ia berharap kerja sama yang baik ini dapat terus ditingkatkan khususnya dalam kegiatan edukasi, pengawasan dan pertukaran informasi.

Lanjut dia mengatakan, sektor penerimaan pajak terbesar pada KPP Pratama Banda Aceh berasal dari administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib, yaitu sebesar 62 persen dari target penerimaan.

Terkait itu KPP Pratama Banda Aceh terus berupaya menjalin sinergi yang lebih baik dengan semua pihak khususnya Wajib Pajak instansi pemerintah.

Penghargaan yang diberikan KPP Pratama Banda kepada instansi pemerintah dalam 3 kategori yaitu Kepatuhan Bayar dan Lapor Terbaik, Tarif Efektif Rasio Terbaik dan Mitra Kerja Data ILAP Terbaik.

Disebutkan, untuk kategori Kepatuhan Bayar dan Lapor Terbaik, untuk Pemerintah Kota Banda Aceh diberikan kepada Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Banda Aceh, Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah Banda Aceh dan Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh.

Untuk Pemerintah Provinsi Aceh diberikan kepada Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Badan Kepegawaian Aceh serta Dinas Energi dan Sumber Daya Aceh.

Sedangkan untuk Satker APBN penghargaan diberikan kepada SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sumatera I Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatra I Provinsi Aceh Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kategori Tarif Efektif Rasio Terbaik diberikan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh dan Badan Pengelolaan Migas Aceh.

Kategori Mitra Kerja Data ILAP Terbaik diberikan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banda Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Belum Umumkan Sosok Cagub Aceh, Nasdem: InsyaAllah Akan Ada Kejutan

0
Ketua Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah Nasdem Aceh Muhammad Raji Firdana. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Jelang Pilkada 2024, konstelasi politik di Serambi Mekkah semakin menghangat. Sejumlah Parpol telah melakukan penjaringan bakal calon Kepala daerah yang akan diusung kedepan. Komunikasi politik antar pimpinan Parpol dalam rangka menjajaki kemungkinan koalisi dalam Pilkada juga semakin masif.

Beberapa Partai mulai terang-terangan menunjukkan arah dukungan terhadap Bacagub yang akan diusung. Bahkan beberapa pimpinan Parnas di Aceh secara terbuka telah menyatakan akan maju dalam Pilkada mendatang.

Berbeda halnya dengan Partai Nasdem. Sampai kini belum secara gamblang menunjukkan sinyal kemana arah dukungan pada Pilgub Aceh mendatang. Ditanya soal sosok Cagub yang akan diusung dan didukung oleh Nasdem, Ketua Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah Nasdem Aceh Muhammad Raji Firdana mengungkapkan Nasdem berkomitmen untuk mengusung kandidat terbaik.

“Kita ingin menghadirkan sosok Cagub yang mampu menjawab berbagai persoalan dan harapan dari seluruh rakyat Aceh. Sosok yang memahami betul kultur keacehan, kekhususan dan keistimewaan Aceh dalam bingkai syariat islam,” Kata Raji.

Rji mengatakan bahwa Nasdem ingin memastikan kandidat tersebut diterima dengan baik oleh rakyat sehingga memiliki probabilitas yang tinggi untuk menang Pilkada. Karena itu Nasdem merasa tidak perlu buru-buru merilis nama sosok Cagub.

“Tunggu tanggal mainnya! InsyaAllah akan ada kejutan,” jawab Raji saat ditanya kapan Nasdem akan mengumumkan nama Cagub.

Lebih lanjut Raji menjelaskan, saat ini Nasdem sepenuhnya sedang menjalankan mekanisme kepartaian terkait penjaringan Cakada. Setelah membuka pendaftaran selama satu pekan, 3 hari kedepan dari 8 – 10 Mei 2024 seluruh DPD Partai Nasdem se Aceh akan melakukan pleno di tingkat Kabupaten/Kota. Selanjutnya akan dilaksanakan pleno di tingkat Provinsi oleh DPW. Segera setelah pleno di DPW akan diteruskan ke DPP untuk diproses pada tahapan dan mekanisme berikutnya.

Diluar itu Nasdem juga terus membangun komunikasi politik dengan partai lain terkait wacana koalisi dalam Pilkada. Karena Nasdem tidak mungkin bisa membangun Aceh sendiri.

“Kita butuh mitra strategis untuk bekerja secara kolektif dalam memajukan Aceh. Sebagaimana arahan Ketua Umum kami Pak Surya Paloh, Pilkada merupakan momentum yang tepat untuk mewujudkan manifestasi dari pemikiran-pemikiran yang ada di Nasdem, ujar Raji.

Jadi siapapun yang diusung atau didukung, kandidat tersebut haruslah memiliki komitmen agar selaras dengan arah dan manifesto politik Partai Nasdem. Berkomitmen untuk mengabdi bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Aceh serta mewujudkan semangat perubahan dan restorasi Indonesia.

“Karena itu kami memastikan akan mengusung kandidat terbaik untuk Cagub Aceh kedepan. Hal ini juga berlaku untuk kandidat Cabup dan Cawalkot di seluruh Aceh,” tutup Raji.

Mie Jebew “Afuk”: Sensasi Pedas yang Mengguncang Lidah di Banda Aceh

0
Mie Jebew "Afuk". (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kelezatan seutas mie seringkali menjadi kisah yang memikat lidah setiap penikmat kuliner. Namun, di tengah deretan kedai makanan di Kota Banda Aceh, hadir satu nama yang kini mengguncang deretan sensasi rasa, Mie Jebew Warung Es Campur Afuk.

Terletak tepat di depan Bekangdam, Seutui, Kota Banda Aceh, kedai ini telah menjadi magnet bagi pecinta kuliner khususnya yang mengidamkan sensasi pedas yang tak tertandingi. Ditemui saat jam sibuknya, aroma harum bumbu dan aroma pedas melambai-lambai mengundang rasa penasaran setiap lewatnya pengunjung.

Terkenal dengan Mie Jebew-nya yang legendaris, kini mereka menawarkan level kepedasan yang bisa disesuaikan dengan selera masing-masing pengunjung. Mulai dari level 1 hingga level 4, Mie Jebew “Afuk” menjanjikan pengalaman pedas yang sesungguhnya.

Nukilan.id sempat berbincang dengan beberapa pelanggan yang tampak menikmati hidangan mereka dengan penuh kepuasan. Seperti yang diungkapkan oleh Rahmat, pelanggan setia Mie Jebew Warung Es Campur Afuk.

“Rasanya pedasnya itu pas banget, enggak kelewat, tapi bikin nagih untuk dicoba lagi. Sudah jadi langganan saya nih, tiap hari mampir ke sini,” ungkap Rahmat kepada Nukilan.id pada Selasa (7/5/2024) Sore.

Tidak hanya Mie Jebew, keunikan lain dari tempat ini adalah ragam menu pilihan yang tak kalah menggoda selera. Mie sop ayam dan mie ayam jamur juga menjadi primadona bagi pengunjung yang menginginkan variasi rasa yang berbeda.

“Saya memang pencinta pedas sejati, dan Mie Jebew “Afuk” ini memang jadi favorit saya. Level kepedasannya bisa disesuaikan, jadi tiap kali datang bisa coba level yang berbeda-beda,” ujar Devi, sambil tersenyum puas sambil meneguk kuah mie pedasnya.

Selain itu, tempatnya yang bersih dan nyaman menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang pelanggan lainnya, Marwah.

“Saya selalu memperhatikan kualitas kebersihan tempat, dan di sini memang bersih, jadi nyaman saat menikmati hidangan,” ungkap Marwah sambil tersenyum.

Tak heran jika Mie Jebew Warung Es Campur Afuk menjadi salah satu destinasi kuliner yang wajib dikunjungi bagi pencinta sensasi pedas di Banda Aceh. Dari rasa, pelayanan, hingga suasana, semua terasa begitu pas dan mengundang untuk kembali lagi.

Reporter: Akil Rahmatillah