Profil Destry Damayanti, Perempuan Pertama yang Pimpin Bank Indonesia

Share

NUKILAN.ID | JAKARTA — Destry Damayanti mencatat sejarah baru dalam perjalanan Bank Indonesia (BI). DPR RI menyetujui Destry sebagai Gubernur BI periode 2026–2031, menjadikannya perempuan pertama yang secara definitif memimpin bank sentral Indonesia.

Persetujuan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, Selasa (1/9/2026). DPR juga menyetujui Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode yang sama.

Penetapan Destry menjadi tonggak penting dalam sejarah BI. Sebelumnya, Destry telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019. Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur BI pada 25 Juli 2026, Destry dipercaya menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI sebelum kemudian diajukan sebagai calon tunggal Gubernur BI oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam rapat paripurna, DPR menyetujui laporan Komisi XI DPR RI mengenai hasil uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon pimpinan BI. Komisi XI sebelumnya melakukan fit and proper test terhadap Destry dan Aida pada 26 Agustus, kemudian terhadap calon Deputi Gubernur BI pada 27 Agustus 2026.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyatakan keputusan memilih ketiga calon tersebut dilakukan melalui musyawarah mufakat.

“Komisi XI DPR RI berdasarkan musyawarah untuk mufakat menyetujui dan menetapkan Saudari Destry Damayanti sebagai Calon Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031,” kata Misbakhun dalam laporan Komisi XI.

Dihimpun Nukilan dari berbagai sumber, Destry bukan sosok baru dalam dunia ekonomi dan kebijakan keuangan. Perempuan kelahiran Jakarta, 1963, itu menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia. Ia kemudian melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Master of Science bidang Regional Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat, pada 1992.

Karier profesional Destry dimulai dari dunia akademik. Ia pernah menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 1987–1990. Setelah itu, ia bekerja di Kementerian Keuangan pada 1992–1997 dan kemudian menjadi ekonom di Citibank pada 1997–2000.

Destry kemudian dipercaya menjadi Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000–2003. Kariernya di sektor keuangan berlanjut dengan menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas dan Bank Mandiri serta Direktur Eksekutif Mandiri Institute.

Ia juga pernah dipercaya pemerintah memimpin Satuan Tugas Ketahanan Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014–2015. Pada 2015, Destry masuk ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai Anggota Dewan Komisioner dan menjalankan tugas tersebut hingga 2019.

Karier Destry di bank sentral dimulai pada 2019 ketika Presiden mengangkatnya sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Ia kemudian kembali dipercaya menduduki posisi tersebut untuk periode berikutnya pada 2024.

Pengalaman panjang di sektor akademik, pemerintahan, perbankan, pasar keuangan, LPS, hingga BI menjadi salah satu bagian dari rekam jejak yang dibawa Destry ketika diajukan sebagai calon Gubernur BI. Ekonom juga menilai pengalaman lintas sektor tersebut membuat Destry memiliki pengalaman yang komprehensif di bidang ekonomi dan kebijakan moneter.

Setelah menjadi Pejabat Gubernur Sementara BI pada akhir Juli 2026, Destry kemudian menjadi calon tunggal yang diajukan pemerintah kepada DPR. Komisi XI menyetujuinya melalui musyawarah mufakat sebelum akhirnya mendapatkan persetujuan dalam rapat paripurna DPR.

Sebagai calon Gubernur BI, Destry menegaskan pentingnya koordinasi dengan pemerintah, tetapi tetap dalam batas kewenangan masing-masing lembaga.

“Sinergi itu jangan salah, ya. Sinergi itu tidak berarti kita kehilangan independensi, tidak. Karena kita bergerak bersama-sama menuju arah yang sama, tentu sesuai dengan kewenangan masing-masing,” ujar Destry saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR pada 26 Agustus 2026, dilansir Antara.

Setelah mendapatkan persetujuan DPR, Destry menyatakan stabilitas akan tetap menjadi prioritas BI di tengah ketidakpastian global.

“Kalau kita lihat global, ketidakpastian masih tinggi. Jadi artinya stabilitas itu tetap menjadi prioritas kita,” kata Destry, Selasa (1/9/2026).

Dengan pengangkatannya untuk periode 2026–2031, Destry tidak hanya meneruskan rekam jejaknya di bank sentral, tetapi juga membuka babak baru dalam sejarah BI sebagai perempuan pertama yang memimpin lembaga tersebut secara definitif. []

Reporter: Sammy

Read more

Local News