Beranda blog Halaman 1172

Perlunya Peningkatan Kemitraan Demi Produktivitas Sawit Rakyat di Aceh

0
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Mawardi. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Provinsi Aceh mengingatkan perlunya peningkatan kemitraan demi meningkatkan Produksi dan kualitas sawit rakyat melalui penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Hal itu disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Mawardi saat membacakan sambutan Penjabat Gubernur Aceh pada pembukaan Workshop Penguatan Kemitraan dan Kelembagaan Perkebunan Sawit Rakyat Provinsi Aceh (APKASINDO), Selasa (7/5/2024), yang diselenggarakan oleh DPP APKASINDO di Banda Aceh.

Mawardi mengatakan, perkebunan sawit merupakan salah satu sektor yang sangat penting bagi perekonomian Aceh dan Indonesia secara keseluruhan.

Khusus di Aceh, perkebunan sawit rakyat disebut memiliki peranan yang strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, meningkatkan pendapatan daerah, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan sosial Aceh.

“Salah satu hal yang dapat menunjang perkembangan kelapa sawit adalah dengan menggalang kemitraan dengan berbagai pihak terkait,” kata Mawardi.

Melalui kemitraan, petani diharapkan dapat meningkatkan akses mereka terhadap modal, teknologi dan pasar, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil sawit.

Selain itu, kemitraan juga memungkinkan adopsi praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta memperkuat posisi tawar petani dalam bernegosiasi dengan pihak-pihak lainnya.

Sejalan dengan hal tersebut, kata Mawardi, Pemerintah Aceh mendukung upaya yang telah dilakukan oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Aceh dalam memperkuat kemitraan dan kelembagaan perkebunan sawit rakyat.

“Kemitraan ekonomi antara petani sawit dan pihak-pihak terkait, seperti industri pengolahan dan perdagangan, merupakan landasan utama dalam menciptakan ekosistem yang sehat bagi pengembangan perkebunan sawit yang berkelanjutan,” kata Mawardi.

Terkait workshop tersebut, Mawardi menyampaikan beberapa hal yang penting bagi keberlangsungan perkebunan sawit rakyat di Aceh.

Berikut ini adalah poin-poin yang disampaikan;

Pertama, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri dan masyarakat petani dalam mengembangkan perkebunan sawit yang berkelanjutan secara ekonomi, sosial dan lingkungan.

Kedua, perlunya peningkatan kualitas dan produktivitas perkebunan sawit rakyat melalui penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Ketiga, pentingnya pemberdayaan masyarakat petani sawit melalui pembentukan kelompok tani dan koperasi sebagai wadah untuk bermitra dan bersama-sama mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi.

Keempat, perlunya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan lembaga keuangan, dalam penyediaan akses modal, teknologi dan pelatihan bagi petani sawit rakyat.

Editor: Akil Rahmatillah

Universitas Syiah Kuala Pastikan Tak Ada Kenaikan UKT

0
Universitas Syiah Kuala. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) memastikan tidak ada kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk 2024. Hal ini tidak terlepas dari pertimbangan kondisi perekonomian masyarakat Aceh khususnya.

“Secara umum UKT USK masih seperti tahun sebelumnya. Karena itu, mahasiswa baru tidak perlu risau. Bahkan USK berupaya meningkatkan efisiensi sehingga lebih optimal dana yang bersumber dari masyarakat dalam menjaga kualitas program studi,” kata Rektor, Prof. Dr. Ir. Marwan, Senin (6/5/2024).

Menurutnya, kondisi perekonomian global saat ini yang sedang tidak baik-baik saja, berdampak terhadap Indonesia, dirasakan hingga ke segala lapisan masyarakat, termasuk Aceh.

“USK tetap berempati terhadap kondisi ekonomi global dimaksud, karena itu USK berupaya semaksimal mungkin menjaga UKT tetap terjangkau. Ini semata-mata demi akses pendidikan bagi putra/i terbaik bangsa, khususnya Aceh,”katanya.

Prof Marwan juga menerangkan USK senantiasa berusaha menjaga besaran UKT, dengan memperhatikan kondisi perekonomian masyarakat, di samping kebutuhan untuk menjaga kualitas pendidikan yang tentunya tidak dapat ditawar.

Salah satu bentuk upaya USK untuk menjamin UKT tetap terjangkau, tahun lalu misalnya, Kampus Jantong Hate Rakyat Aceh ini mengeluarkan kebijakan menurunkan UKT khusus bagi mahasiswa baru dengan besaran 5–31%.

Selain itu, untuk 2024, USK juga menurunkan besaran Iuran Pengembangan Institusi (IPI) yang sebelumnya dikenal dengan SPI untuk program studi tertentu.

“Saat ini, sekitar 45 persen mahasiswa USK merupakan penerima beasiswa dan UKT terendah, yaitu antara lima ratus ribu hingga satu juta rupiah,” jelas Rektor.

Editor: Akil Rahmatillah

Percepat Layanan, PTSP MTsN 2 Aceh Besar Diresmikan

0
Direktur KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kemenag RI, Mochamad Sidik Sisdianto meresmikan ruang PTSP MTsN 2 Aceh Besar. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendis Kemenag RI, Mochamad Sidik Sisdianto meresmikan ruang Pelayanan Terpatu Satu Pintu (PTSP) MTsN 2 Aceh Besar, Selasa (7/5/2024).

Ruang tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk mewujudkan percepatan layanan di madrasah tersebut.

Mochamad Sidik mengatakan, PTSP harus menjadi perhatian tenaga pendidik dan kependidikan dalam mewujudkan layanan prima bagi siswa dan masyarakat sekitar.

“Saya mengapresiasi usaha maksimal Kepala Kankemenag Aceh Besar dalam mendorong menuju ZI WBK/ WBBM terutama pada MTsN 2 Aceh Besar. Semoga menjadi contoh yang baik bagi madrasah sekitar,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Aceh Besar Saifuddin mengatakan, kehadiran PTSP ini diharapkan menjadi pemicu semangat profesionalitas ASN dalam meningkatkan mutu layanan dan dalam mewujudkan zona integritas.

“Salah satu pelaksanaan reformasi birokrasi yang kita lakukan yakni transformasi pelayanan publik guna mewujudkan pelayanan bersih dan melayani,” ungkap mantan Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh tersebut.

Editor: Akil Rahmatillah

Aceh Perlu Sumber Dana Tambahan untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

0
Aceh Perlu Sumber Dana Tambahan untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Provinsi Aceh perlu langkah baru dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonominya dengan mencari sumber pendanaan tambahan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Aceh, Safuadi, dalam sebuah Media Briefing, Rabu (8/5/2024).

Safuadi menyatakan bahwa sumber pendapatan tambahan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh, di samping anggaran yang telah dialokasikan untuk belanja barang dan modal.

“Ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk mendorong investasi dan pengembangan infrastruktur bisnis,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, upaya untuk membangun infrastruktur bisnis ini harus didukung oleh stabilitas politik dan keamanan yang kuat.

Dia menegaskan bahwa pertemuan ini diselenggarakan untuk memberikan gambaran tentang situasi ekonomi Aceh dari sudut pandang Kementerian Keuangan.

Safuadi berharap bahwa media akan terus menyampaikan informasi ini kepada masyarakat, dengan harapan bahwa ini akan merangsang pemikiran dan ide yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi Aceh.

“Tidak ada daerah yang tidak ingin maju, Aceh memiliki potensi besar untuk kemajuan yang berkelanjutan dan fokus pertama kami adalah pada pembangunan lokal dan regional,” tambahnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Program Jaksa Masuk Sekolah: Kejati Aceh Sosialisasikan Pencegahan Tindak Pidana di Sekolah

0
Tim Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh melakukan kunjungan ke SMA Negeri 1 Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Tim Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh melakukan kunjungan ke SMA Negeri 1 Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (7/5/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin JMS yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang hukum kepada para siswa, yang dipimpin oleh Kasipenkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, didampingi Kabid Tindak Pidana Narkotika, Fitriani.

Ali Rasab Lubis mengatakan, kunjungan ke SMA Negeri 1 Ingin Jaya sebagai langkah awal upaya preventif untuk pencegah terjadinya tindakan pidana di sekolah.

“Oleh sebab itu kita datang ke sekolah-sekolah nantinya sekolah yang telah kita kunjung mencegah terjadinya hal-hal yang melanggar hukum khususnya hal-hal yang berkenaan dengan siswa seperti bully, narkoba dan lain-lain,” sebut Ali Rasab Lubis.

Menurutnya, pencegahan sangat penting dilakukan sejak dini, seperti pencegahan bully di sekolah, baik bully secara fisik maupun nonfisik, dalam bentuk elokronik dan lain-lain. Sebab, hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan anak dan mengangu kejiwaan anak dengan ada bullying yang terjadi di sekolah.

Ali Rasab juga menjelaskan konsep dasar hukum kepada para siswa. Ia menggambarkan hukum sebagai landasan yang mengatur perilaku manusia dalam masyarakat, serta pentingnya memahami aturan dan konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan.

“Dengan memahami hukum, kita dapat menjaga diri dari tindakan yang melanggar, serta memastikan keadilan dan ketertiban berlaku bagi semua,” ungkap Ali Rasab Lubis.

Selain itu, Ali Rasab Lubis memperkenalkan profesi jaksa kepada para siswa. Ia menjelaskan bahwa jaksa bukan hanya merupakan penegak hukum, tetapi juga merupakan pelindung keadilan bagi masyarakat.

“Seorang jaksa memiliki tanggung jawab besar dalam menegakkan hukum dan melindungi kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Fitriani, dengan sikap tegas namun hangat, memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada para siswa. Ia menggambarkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan narkoba, seperti merusak kesehatan, mengganggu konsentrasi belajar, dan bahkan merusak masa depan seseorang. “Narkoba bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak pada lingkungan sekitar dan masyarakat secara luas,” tegas Fitriani.

Selain bahaya narkoba, Fitriani juga membahas tentang fenomena bullying dan cyberbullying. Ia menjelaskan bahwa perilaku tersebut dapat mengakibatkan trauma psikologis yang serius bagi korban, serta merusak hubungan sosial dan kesejahteraan mental. “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah dan mengatasi bullying, baik di dunia nyata maupun di dunia maya,” ujar Fitriani.

Kunjungan ini disambut dengan antusias oleh para siswa SMA Negeri 1 Ingin Jaya. Mereka terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi, menunjukkan minat mereka yang besar dalam memahami isu-isu hukum dan sosial yang dihadapi oleh generasi mereka.

Sebanyak 50 siswa-siswi yang mengikuti kegiatan JMS ini menyampaikan berbagai pertanyaan terkait masalah kejaksaan, perbedaan Jaksa dengan pengacara dan pengetahuan masalah hukum, termasuk ancaman hukuman pelanggaran UU ITE atau Bully dan cyber Bullying.

Atiya Fathina Salah satu Siswi Kelas X IPAS 3 sangat mengapresiasi JMS ini. Menurutnya pemahaman hukum yang diberikan JMS sangat penting di sekolah, karena memberikan kesadaran hukum bagi semua siswa dan siswi.

“Sebagai Siswi yang pernah ikut dalam kontestan Duta Pelajar Sadar Hukum saya mengapresiasi dan merasa sangat penting dilakukan penyuluhan hukum sejak dini di sekolah,” ujar Atiya

Editor: Akil Rahmatillah

Milenial Bireuen Sampaikan Pemikiran dalam Diskusi Kebangsaan

0
Milenial Bireuen Sampaikan Pemikiran dalam Diskusi Kebangsaan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Bireuen – Puluhan milenial muda dari berbagai latar belakang agama menggelar diskusi kebangsaan di Kabupaten Bireuen pada tanggal 8 Mei 2024. Diskusi tersebut menghasilkan beragam pandangan tentang kondisi sosial, politik, dan agama yang tengah dihadapi, serta harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Sibran Malasyi, perwakilan milenial dari kalangan Muslim, menyoroti fenomena degradasi moral di kalangan anak muda, terutama mereka yang putus sekolah. Menurutnya, media sosial turut berperan dalam menyebarkan informasi baik yang mendidik maupun yang berpotensi merusak moral. Dia juga menekankan pentingnya transparansi dalam politik agar tidak terjerumus dalam praktik korupsi dan intrik politik.

Dari kalangan Muhammadiyah, Al-Mahazir menekankan pentingnya menjaga kebersihan moral kota Bireun, termasuk dalam menanggulangi perjudian online. Dia juga menginginkan penyelesaian yang bijaksana terhadap rencana pembangunan Masjid At-Yaqwa di Sangson, Samalanga.

Edi Yong, mewakili umat Buddha, menyatakan bahwa di Bireun tidak ada konflik antar-agama. Dia menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan ibadah umat Muslim selama bulan Ramadhan dan menegaskan bahwa ibadah umat Buddha berjalan dengan aman tanpa gangguan.

Lorens Tunjaas, yang berasal dari kalangan Kristen, menyampaikan pengalamannya yang menyatakan bahwa Bireun ternyata aman meskipun sebelumnya dianggap menyeramkan. Dia juga mengapresiasi pelaksanaan syariat agama di Aceh.

Dari kalangan Hindu, Nanda Kumar menyatakan rasa aman dan kenyamanan dalam beribadah di Bireun. Namun, dia juga menyoroti infrastruktur yang belum ramah bagi penyandang disabilitas dan berharap pemerintah dapat meningkatkan aksesibilitasnya.

Tanggapan dari Halimatussakdiyah, dari unsur HMI, menyoroti persepsi yang salah tentang praktik agama di Aceh. Dia juga mengingatkan pentingnya infrastruktur yang ramah disabilitas untuk mendukung kegiatan ibadah.

Dalam penutupan acara, Kaban Kesbangpol Kabupaten Bireuen, Dra. Nurhayati, mengingatkan pentingnya kerukunan dan kedamaian dalam pembangunan. Dia juga menekankan pentingnya kemampuan berfikir dan penguasaan teknologi bagi milenial dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.

Diskusi ini menjadi momentum bagi milenial Bireun untuk berbagi pemikiran dan harapan, serta mendorong kolaborasi lintas agama dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Editor: Akil Rahmatillah

Penyidik Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus RS Regional Aceh Tengah ke Jaksa

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Aceh melaksanakan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti kasus korupsi pembangunan rumah sakit (RS) rujukan regional Aceh Tengah ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Rabu, 8 Mei 2024.

“Benar, sudah kami serahkan baik tersangka maupun barang bukti kasus runtuhnya RS Regional Aceh Aceh ke jaksa untuk disidangkan,” kata Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy, usai tahap II itu berlangsung.

Winardy menyampaikan, pada tahap II tersebut ada empat berkas perkara yang diserahkan ke jaksa dengan lima tersangka. Ia menjelaskan, berkas tersangka SM selaku KPA, JM selaku PPTK, dan KB selaku konsultan pengawas berkasnya terpisah atau masing-masing, sedangkan SB selaku Direktur PT SBK dan HD selaku pelaksana diserahkan dalam satu berkas.

“Ada empat berkas yang diserahkan ke jaksa dengan lima tersangka. Selanjutnya, proses hukum itu menjadi ranah kejaksaan untuk disidangkan,” ujar Winardy.

Sebelumnya, penyidik telah merampungkan atau P-21 kasus dugaan korupsi pada pembangunan rumah sakit (RS) rujukan regional Aceh Tengah yang anggarannya bersumber dari APBA Otsus tahun 2011 dengan nilai kontrak Rp7.327.405.000.

Dalam kasus tersebut, penyidik telah menetapkan lima tersangka, yaitu SM selaku KPA, JM selaku PPTK, KB selaku konsultan pengawas, SB selaku Direktur PT SBK, dan HD selaku pelaksana. []

USK Gelar University Gathering and Expo di Jakarta

0
USK Gelar University Gathering and Expo di Jakarta. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) akan menggelar International University Gathering and Expo di Artotel Senanyan Jakarta pada 13 Mei 2024 mendatang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya USK untuk program World Class University (WCU).

Program ini terdiri dari berbagai kegiatan seperti Employer Meeting, yang menghadirkan 200 instansi dimana alumni USK bekerja serta tokoh-tokoh Aceh di Jakarta. Kegiatan kedua Alumni Meeting, yang juga dihadiri oleh sekitar 200 alumni USK dari berbagai jurusan. Kegiatan ketiga adalah Business Meeting yang akan diikuti sekitar 40 stake holder bisnis dari kalangan swasta, perbankan, pemerintah dan perguruan tinggi. Selanjutnya ada Expo produk inovasi dari USK dan beberapa UMKM serta start up nasional. Juga diselingi dengan show case produk, demo produk dan penampilan seni Aceh.

Ketua WCU-USK Prof. Muksin Umar, menyampaikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut akan dihadirkan benerapa nara sumber nasional dan internasional.

“Kegiatan ini akan dibuka oleh Rektor USK, Prof. Marwan dan akan dihadiri juga oleh beberapa wakil rektor dan direktur USK serta berbagai undangan nasional dan internasional” jelas Muksin.

“Semoga kegiatan ini menjadi media komunikasi yang baik antara USK dengan alumni, employer dan dunia bisnis di Indonesia dan manca negara, sehingga USK semakin mendunia” tutup Muksin, yang juga merupakan Ketua Alumni Jerman di Aceh.

Sementara itu Rektor USK, Prof. Marwan menyambut gembira pelaksanaan kegiatan ini. Marwan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program USK menuju World Class University yang didukung oleh Kemendikbudristek RI.

“USK berterima kasih kepada Mendikbudristek atas dukungan bagi USK dalam mencapai WCU di level internasional” jelas Marwan.

“USK juga berterima kasih kepada semua pihak terutama tokoh Aceh baik di daerah maupun di Jakarta, para alumni, dunia usaha, instansi pemerintah dan swasta serta berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini” lanjut Marwan.

“Semoga kegiatan ini membuat USK semakin berkembang secara nasional maupun internasional terutama dalam peningkatan pelayanan pendidikan, akses global serta peningkatan inovasi berbasis riset yang berdampak pada kualitas lulusan yang dihasilkan untuk mengabdi di tengah-tengah masyarakat” tutup Marwan.

Tiga kegiatan utama dalam program ini akan menghadirkan beberapa narasumber. Employer meeting akan diisi oleh beberapa nara sumber seperti Wakil Rektor 1 USK, Prof. Agussabti, Dasrul Chaniago, Direktur PT. Majoris Asset Management, Netty Muharni, Asisten Deputi Kemenko Perekonomian dan Dr. Guido Schnieders, Director of DAAD Jerman, Regional Office Jakarta. Selain itu dalam Alumni Meeting tampil nara sumber Prof. Mustanir, Wakil Rektor III USK, Ketua Alumni UGM Jakarta dan Ketua IKA USK. Kegiatan lainnya Business Meeting akan diisi oleh Wakil Rektor IV USK, Prof. Taufik Saidi dan President Director PT. Transcontinent, Ismail Rasyid.

USK juga mengundang beberapa lembaga internasional seperti Kedutaan Australia, DAAD Jerman, Kedutaan Swiss, dan Kedutaan Malaysia.

Editor: Akil Rahmatillah

MaTA Desak Kejati Aceh Usut Dugaan Korupsi Dana Bantuan BRA Rp 15,7 Miliar

0
Koordinator Masyarakat Tranparansi Aceh (MaTA), Alfian. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendesak Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Aceh untuk mengusut tuntas dan menyeluruh dugaan korupsi dana bantuan budidaya ikan dan pakan runcah oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA) di Kabupaten Aceh Timur.

Program senilai Rp 15,7 miliar tersebut diduga fiktif dan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi dan politik. 

Koordinator MaTA, Alfian, dalam keterangannya, Selasa (7/5/2024), menjelaskan bahwa program ini merupakan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRA dan BRA seharusnya memberdayakan korban konflik, mantan kombatan, dan tapol/napol.

Namun, MaTA menemukan indikasi bahwa nama-nama kelompok penerima bantuan sengaja didesain untuk mempermudah pencairan dana. Kelompok-kelompok tersebut diduga tidak ada di lapangan, dan aparatur desa sama sekali tidak mengetahui keberadaan mereka.

“Patut diduga bantuan tersebut fiktif dan berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan pemilu yang baru saja berlangsung,” kata Alfian.

MaTA juga mendesak Kejati Aceh untuk menelusuri proses penganggaran program tersebut sejak awal. Alfian menduga bahwa program ini sudah bermasalah sejak tahap perencanaan.

“Penyelidikan harus dilakukan dari hulu ke hilir dan menjerat semua pihak yang terlibat, termasuk aktor intelektual di balik meja,” tegasnya.

Selain itu, MaTA mendorong pembaharuan sistem dan manajemen di BRA. Alfian menilai bahwa BRA selama ini rawan disalahgunakan untuk menampung dana Pokir DPRA, sehingga perlu dievaluasi dan dibersihkan dari oknum-oknum yang tidak berintegritas.

“BRA perlu dikelola oleh orang-orang yang memiliki integritas dan moral untuk menjunjung tinggi rasa keadilan bagi korban konflik dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi,” tandasnya.

Reporter: Rezi

Penerimaan Pajak Kanwil DJP Aceh Capai Rp 1,45 Triliun

0
Kegiatan Media Briefing "Jendela Ekonomi Aceh" yang digelar Kemenkeu Satu Aceh di Gedung setempat. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Aceh mencatat capaian penerimaan pajak sebesar Rp 1,45 Triliun per 30 April 2024. Angka ini setara dengan 23,54 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN tahun 2024.

“Penerimaan pajak Kanwil DJP Aceh per 30 April 2024 mencapai 23,54 persen yaitu sebesar Rp 1,45 Triliun dari target APBN tahun 2024,” kata Plt Kepala Kanwil DJP Aceh, Arridel Mindra dalam acara Media Briefing, pada Rabu (8/5/2024).

Lebih lanjut, Arridel juga menjelaskan kepatuhan pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) di Kanwil DJP Aceh mengalami peningkatan dengan pertumbuhan 11,95 persen. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah penyampaian SPT Tahunan Tahun Pajak 2023 yang mencapai 292.009 SPT per 30 April 2024.

“Terdapat peningkatan jumlah pelaporan SPT Tahunan sebesar 31.173 SPT dibandingkan dengan penyampaian SPT tahun lalu sebanyak 260.836 SPT,” paparnya.

Di sisi lain, Kanwil DJP Aceh juga terus mendorong integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Hingga 30 April 2024, realisasi pemadanan NIK menjadi NPWP telah mencapai 1.085.211 Wajib Pajak Orang Pribadi (82,47 persen) dari total 1.315.946 Wajib Pajak Orang Pribadi WNI yang terdaftar di Kanwil DJP Aceh.

“Upaya penagihan pajak pun terus dilakukan. Per 30 April 2024, Kanwil DJP Aceh telah menerbitkan 198 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dengan nilai ketetapan pajak mencapai Rp 38,82 Miliar. Selain itu, realisasi tindakan penagihan tercatat sebesar Rp 15,49 Miliar,” ungkap Arridel

Di bidang penegakan hukum, Kanwil DJP Aceh telah melakukan Pemeriksaan Bukti Permulaan terhadap 5  Wajib Pajak di tahun 2023 dan 7  Wajib Pajak di tahun 2024. Selain itu, Penyidikan dilakukan terhadap 3  Wajib Pajak di tahun 2023 dan 2  Wajib Pajak di tahun 2024. Satu tersangka terkait kasus perpajakan telah divonis bersalah.

“Kanwil DJP Aceh terus berkomitmen untuk meningkatkan kinerja dan mencapai target penerimaan pajak yang telah ditetapkan,” pungkasnya

Reporter: Rezi